All characters belong to Masashi Kishimoto.
This is just a fan-fiction.
"Hinata, AWAS..! Tundukkan kepala dan tubuhmu di bagian bawah kereta kudamu! Hiashi-sama dan juga Hikari-sama, menunduklah!"
Mendengar Naruto memberi peringatan dengan suara keras, keluarga Hyuga pun menuruti apa yang diperintahkan.
Kakashi dan kawan-kawan Naruto lainnya yang mendengar teriakan Naruto, kemudian segera memasang posisi waspada. Kakashi dengan cepat segera memberi instruksi dengan kode tangannya kepada seluruh rombongan untuk menghentikan langkah mereka.
Benar saja apa yang diperingatkan oleh Naruto. Dalam keheningan yang sejenak itu, tiba-tiba anak panah dari arah yang sama seperti tadi, namun kali ini dalam jumlah yang lebih banyak menyerang ke arah kereta kuda keluarga Hyuga.
Naruto yang sudah menyadari akan ada serangan berikutnya yang lebih besar dari yang tadi, sudah mempersiapkan dengan menggengam katana pada tangan kanan dan memegang sejenis perisai di tangan kirinya. Dia bersiap menjadi tameng untuk keluarga Hyuga.
Sasuke pun langsung menggeser kudanya di sebelah Naruto, juga bersiap menjadi tameng untuk menerima serangan telak musuh secara langsung.
Tring tring tring tring tang tring tang..
Bunyi nyaring yang timbul berkali-kali karena sabetan dan ayunan pedang Naruto dan Sasuke dengan sangat cepat dan lihai berhasil menahan dan mematahkan banyak sekali anak panah yang ditembakkan bertubi tubi tersebut. Selain itu, perisai yang berada di tangan lainnya digunakan untuk menahan laju puluhan, atau bahkan ratusan anak panah tersebut.
Naruto dan Sasuke sudah tidak peduli apabila bagian tubuh mereka, entah tangan atau kaki mereka ada yang tertancap atau terkena goresan anak panah beracun itu. Ajaibnya, memang tidak ada satupun anak panah yang mengenai tubuh kedua samurai tersebut.
Perisai yang mereka pegang, dalam sekejap penuh dengan puluhan anak panah yang telah menancap.
Mereka berdua memang sangat ahli dalam memainkan dan mengayunkan pedang. Kemampuan langka dari seorang samurai yang belum tentu akan muncul selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Tak heran mereka berdua disebut-sebut sebagai samurai legendaris Konoha.
Pihak musuh yang sudah mengetahui jika seluruh serangan panahnya berakhir sia-sia dan dapat dipatahkan semua, kali ini mencoba dengan cara lain untuk menyerang rombongan tersebut.
Tiba-tiba dari arah depan rombongan Kakashi, muncul serangan musuh lainnya. Serangan kali ini berjumlah sekitar seratus orang dengan bersenjata lengkap mulai dari pedang, kapak, dan senjata tajam lainnya. Mereka berlari menuju ke arah rombongan Kakashi dan kedua keluarga bangsawan itu, bersiap menyerang dengan kekuatan penuh.
"Bunuh mereka, sisakan hanya Hinata dan Sakura!" Terdengar sebuah teriakan dari salah satu orang berasal dari posisi paling belakang, dan diyakini merupakan pimpinan dari penyerangan ini.
"Gawat, kita tidak menyangka jika harus menghadapi serangan seperti ini." Ucap Lee.
"Kiba, Choji, Sai, Shino, Gaara, Lee. Kalian semua bersama-sama denganku. Kita bersiap untuk melawan dan menahan serangan musuh yang dari arah depan itu. Kita harus menahan serangan mereka sebisa mungkin, agar mereka tidak memiliki celah untuk menyerang kedua keluarga ini."
"Shikamaru, bantulah Sasuke dan Naruto untuk mencari cara mengamankan keluarga Hyuga dan keluarga Haruno agar keselamatan mereka tetap terjaga. Carilah tempat persembunyian yang aman untuk mereka." Perintah Kakashi kepada seluruh pasukannya.
Sementara itu,
Hinata dan Sakura yang berada di dalam kereta kuda masing-masing, hanya bisa pasrah dan menangis ketakutan di dekapan orang tua mereka. Mereka terus memanjatkan doa, berharap agar semuanya terhindar dari segala mara bahaya dan selamat dari situasi yang mengerikan ini.
Mereka pun berharap dan tanpa sadar mengatakan dengan pelan hal yang sama
"Hiks, Naruto-kun / Sasuke-kun, hiks. Kumohon, hiks. selamatkan aku dan keluargaku."
"Bagaimana ini, Teme? Musuh yang berjumlah ratusan dari arah depan sudah semakin mendekat. Sementara lebar jalan di posisi kita saat ini terlalu sempit untuk memutar balik kereta kuda ini. Tidak mungkin bergerak maju. Kita harus membuat kereta kuda ini mundur, tanpa perlu memutar arah." Naruto berpikir keras bagaimana cara mengamankan kedua keluarga yang sedang dirundung ketakutan tersebut.
Mendengar celotehan Naruto barusan, akhirnya muncul sedikit ide dari Shikamaru, yang sebenarnya dia sendiri masih belum yakin apakah idenya akan berjalan mulus atau tidak.
Namun karena kondisi bahaya saat ini tidak memungkinkan untuk mencari opsi alternatif, maka tidak ada salahnya bagi dia untuk mengutarakan idenya kepada Naruto dan Sasuke.
"Naruto, Sasuke. Cara satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah membuat kereta kuda ini bergerak mundur sendiri. Cara satu-satunya adalah memutuskan besi penghubung antara kereta dengan kuda-kuda yang menariknya. Aku juga tidak merasakan adanya tanda-tanda serangan musuh dari arah belakang kita. Jadi inilah satu-satunya kesempatan kita untuk mengamankan kedua keluarga ini."
Shikamaru menambahkan,
"Apakah kalian sudah melihat medan jalan di belakang kita? Memang agak sedikit menurun, namun sudut kemiringannya masih terbilang cukup landai menurutku. Kalian harus segera memutuskan besi penghubung kereta kuda ini, agar selanjutnya dapat bergerak mundur. Besi penghubung itu memang tebal dan susah untuk dipatahkan. Namun aku yakin, dengan energi kekuatan yang kalian berdua miliki, kalian bisa memutuskan besi penghubung tersebut. Gunakan pedang kalian dan kekuatan kalian, karena hanya kalian yang bisa."
"Setelah besi penghubung terputus, kereta kuda ini akan bergerak mundur dengan sendirinya. Perkiraanku mengatakan, roda-roda kereta ini tidak akan tergelincir walaupun jalan di belakang kita ini agak menurun. Ketika sampai pada posisi yang benar-benar datar, kereta ini akan berhenti dengan sendirinya."
"Kemudian Keluarga Hyuga dan Keluarga Haruno akan kita keluarkan semuanya dari dalam kereta. Kita tuntun mereka untuk bersembunyi di lahan miring yang tertutup banyak bebatuan besar dan banyak pohon tinggi."
"Apakah kalian sudah melihat lokasi persembunyian yang aku maksud barusan? Itu ada di sana. Banyaknya bebatuan besar dan pohon-pohon yang tinggi dan saling berdekatan, akan memberikan keuntungan bagi kita."
Mendengar penjelasan Shikamaru yang sangat rapi tersebut, Naruto sempat bengong sejenak. Kemudian segera dibalas dengan anggukan tanda mengerti. Begitu juga dengan Sasuke.
"Sebelumnya kita harus memberitahukan pada kedua keluarga ini, Dobe. Kita beritahu pada mereka jika kita akan memutuskan besi penghubung antara kereta dengan kuda penariknya. Ketika kereta mulai bergerak mundur, mereka sudah berpegangan pada sesuatu."
"Aku mengerti, Teme."
Setelah mendapatkan ijin dari Hiashi dan Kizashi, Naruto dan Sasuke menghampiri titik penghubung tersebut. Mereka berdua segera memutuskan besi dengan ukuran yang cukup tebal, hanya dengan sekali tebasan pedang. Kereta pun terlepas dan segera menuruni jalan yang agak miring, namun masih terbilang landai menurut Shikamaru.
Kemudian kereta tersebut berhenti dengan sendirinya, setelah berjalan mundur beberapa puluh meter jaraknya.
Setelah kereta berhenti, Naruto dan Sasuke segera membuka pintu kereta dan meminta kepada seluruh anggota keluarga untuk segera meninggalkan kereta kuda tersebut.
Kemudian Shikamaru menuntun mereka untuk berpindah menuju tempat persembunyian yang sudah dipilih oleh dirinya sendiri.
Saat Hinata dan Sakura keluar dari kereta tersebut, keduanya langsung refleks memeluk tubuh Naruto dan Sasuke dengan sangat erat dan menangis sesenggukan.
Mereka berusaha untuk mengurangi rasa takut yang sudah sejak tadi mereka alami, dengan menenggelamkan kepala mereka pada dada kedua pemuda itu.
Hinata dan Sakura sedang mengalami guncangan mental dan ketakutan yang sangat besar.
-TBC-
