All characters belong to Masashi Kishimoto.
This is just a fan-fiction.
[Warning]
Sexual content
You can skip this part if you don't want to read
Di kamar sebelah,
Saat Naruto dan Hinata sedang melakukan adegan panas, satu demi satu adegan.
"Haahhhhgg..enhhhg.. uhhhg..Na-Naruto-kun."
Sasuke yang saat itu masih terjaga dan belum tertidur sambil memeluk erat tubuh Sakura, tanpa sengaja mendengar suara 'desahan' Hinata dengan sangat jelas.
Maklum karena kamar Hinata dan Sakura di Mansion itu memang bersebelahan. Yang mengakibatkan Sasuke dapat mengetahui segala macam 'aktivitas' yang sudah dilakukan antara sahabat kuningnya tersebut dengan kekasihnya.
Malangnya, nasib yang tak sama harus dialami oleh Sasuke pada malam tersebut. Sakura benar-benar tidak bangun sama sekali dari tidur cantiknya.
Walaupun Sasuke sudah berusaha keras dengan mengelus pipi Sakura dengan lembut dan mencium puncak mahkota bersurai pink tersebut berkali-kali, namun tetap saja Sakura tidak bergeming sama sekali untuk membukakan matanya.
Dan Sasuke hanya bisa menghela nafas panjang dan bergumam dalam hati. Mengungkapkan perasaan kekesalan dan rasa iri, karena sahabat kuningnya lebih beruntung dari dirinya pada malam itu.
"Sialan kau, Dobe. Kau benar-benar beruntung malam ini. Semoga besok malam aku bisa 'menyusul' dengan Sakura."
Malangnya nasibmu, Uchiha Sasuke. Sudah tidak bisa tidur, eh malah tidak sengaja mendengarkan secara langsung 'adegan' di kamar sebelah.
Pagi harinya.
"Sasukeeeee-kuunnn. Kau dimana sayaaangg?" Sakura yang sudah terbangun dari tidur cantiknya semalam sudah bangun pagi-pagi. Tapi tanpa disangka Sasuke justru sudah bangun lebih pagi lagi.
Dicarinya kesana kemari, akhirnya dia menemukan kekasihnya yang bersurai raven berwarna hitam tersebut, sedang duduk sendirian di meja makan. Wajahnya nampak lesu seperti orang yang gak dikasih jatah sama istrinya semalam.
"Kau kenapa, Sasuke-kun? Mengapa wajahmu tampak kusut?" Sambil melingkarkan kedua tangan pada leher Sasuke dari belakang.
"Hn. Tidak ada apa-apa, Sakura-chan. Aku cuma kurang tidur semalam, mungkin karena tubuhku sedikit kelelahan setelah perjalanan dari Osaka kemarin."
"Kau kelelahan? Emm. Kasihan sekali kekasihku ini."
Sambil menahan malu dengan muka yang sudah memerah, Sakura bermaksud menanyakan suatu hal.
"Mmm. Sasuke sayang, mau gak nanti malam kita melakukan 'itu'?"
"Itu apa, Sakura-chan?" Sasuke masih belum paham
"Ehmm. itu lhooo. Itu, itu." Tangan sakura sambil menunjuk nunjuk benda yang berada di bagian bawah perut Sasuke dan tertutup oleh celana itu.
Sakura merasa malu ketika ingin mengutarakan yang sebenarnya pada kekasihnya. Wajahnya yang sudah merona hebat karena sudah menahan rasa malu sejak tadi.
Sasuke pun akhirnya mengerti maksud dari ajakan Sakura. Sasuke tersenyum licik sambil bergumam.
"Hem. Aku mengerti, Sakura. Dobe, akhirnya aku bisa 'menyusulmu' malam nanti.".
Malam itu
"Hahhh..hehghh..hahh..." Sakura tampak kelelahan sambil mengambil nafas berat setelah melakukan kegiatan yang sama persis dilakukan antara Naruto dan Hinata di malam sebelumnya. Namun kali ini, pelakunya adalah Sakura bersama Sasuke.
"Sakura sayang, apa kau masih kuat untuk lanjut?"
"Masih kuat, dong. Kau kan tahu, sayang. Wanitamu ini sangat tangguh. Apalagi urusan di ranjang seperti ini, hihihi."
Sasuke hanya bisa diam dan melongo ketika mendengar ucapan jujur Sakura. Sontak, Sasuke refleks dengan mengangkat tubuh Sakura dan mengatakan,
"Sakura, menjongkoklah dengan posisi tanganmu menahan kasur dan bertahanlah dalam posisi itu."
Sakura mengangguk dan mengerti maksud dari Sasuke. Sakura sudah siap di posisinya, dan segera Sasuke memasukkan penis miliknya ke dalam vagina milik Sakura untuk kedua kalinya dalam malam ini.
Setelah 'milik' Sasuke masuk dengan sempurna dan cukup dalam, diapun mendorong dan menarik tubuhnya untuk maju ke depan, membelakangi posisi Sakura.
Sakura yang sebenarnya sudah cukup letih sejak 'sesi' pertama tadi, tapi dia tetap berusaha terlihat kuat untuk membahagiakan kekasih yang dicintainya tersebut.
Gerakan Sasuke menjadi tak beraturan.
Cepat-lambat-sangat cepat- kembali melambat, serasa ia tidak rela ingin segera cepat berakhir momen kemesraannya dengan Sakura.
"Engggg..Sa-suke-kun...huffht..a-aku tak tahan lagi.. enhgg.. aku ingin 'kencing'...ahhg"
Sakura sepertinya sudah tidak tahan duluan dengan mengeluarkan cairan bening yang muncul dari dalam 'saluran' kewanitaannya.
Kemudian selang sebentar, gerakan dan goyangan milik Sasuke menjadi terus cepat dan Sasukepun mencapai titik batasnya bertahan, miliknya segera dikeluarkan dengan cepat dari Sakura dan
Croott.. Bruussshh..
Cairan berwarna putih dan kental dengan volume cukup banyak telah muncul membasahi lantai tempat adegan percintaan barusan.
Walaupun demikian, permintaan Sakura dan Hinata ternyata sama saja. Mereka tidak ingin kekasihnya mengeluarkan cairan kental berwarna putih tersebut 'di dalam', dengan alasan yang sama pula.
Hal itu tidak menjadi masalah bagi Naruto dan Sasuke, karena mereka kini sudah menyalurkan semua rasa cinta dan sayang mereka pada gadis yang mereka cintai sepenuhnya.
Namun di sisi lain, Sasuke kini merasa puas karena sudah menyusul sahabat kuningnya yang sudah tancap gas duluan kemarin malam.
Naruto dan Sasuke benar-benar menikmati waktu yang indah dan masa-masa bahagia bersama dengan kekasih mereka masing-masing.
Akan tetapi, momen indah yang mereka rasakan hanya untuk selang waktu yang sebentar saja. Karena mereka tidak akan pernah menduga bahwa kebahagiaan yang mereka rasakan baru sebentar ini, sudah akan direnggut kembali dalam waktu yang singkat.
-TBC-
