All characters belong to Masashi Kishimoto.
This is just a fan-fiction.

Flashback : Konoha, 24 jam sebelumnya.

"Lee, Lee, Bangunlah! Apa yang terjadi?" Tanya Kakashi sembari mencoba menyadarkan Lee yang sedang tak sadarkan diri, setelah dipukul seseorang dari belakang.

"S-Sakura? Sakura-chan. Siallll! Aku gagal melindunginya. Aku benar-benar merasa bersalah pada Sasuke. Aku membuat kekasihnya diculik seseorang."

"Siapa seseorang itu, Lee? Coba jernihkan dulu ingatanmu."

"Aku masih mengingatnya walau samar-samar, Kakashi-sama. Tubuhnya sangat tinggi dan dia menggunakan pedang besar dibalut kain putih. Pedang itulah yang dipukulkan dari belakang saat aku masuk ke dalam rumahku."

"Sementara Naruto dan Sasuke, mereka kembali ke dalam hutan belantara. Tempat dimana kita pernah diserang oleh ratusan musuh, saat menjalankan tugas pengawalan dua keluarga bangsawan dari Osaka. Mereka berdua nekat kembali ke tempat itu, untuk menyelamatkan Hinata yang sudah diculik terlebih dahulu."

"Pedang besar? Kain putih? Jangan-jangan ini... Gawat! Lee, Kiba, Shika, Gaara, Shino, Choji, dan Sai. Kita harus segera bergerak. Kita harus segera menolong Sasuke dan Naruto. Aku tahu dimana persembunyiannya. Semoga kita tidak terlambat. Kita berangkat saat ini juga!"

Flashback off

.
"Ini gawat, Teme. Mental kita sudah terkuras banyak gara-gara Sakura juga ada di hadapan kita. Sementara kekuatan kita juga sudah berkurang, setelah bertarung dengan para ninja tadi."

"Aku tahu, Dobe. Saat ini, di hadapan kita, kita harus bersiap melawannya pula. Orang ini sebelum membelot dan berkhianat terhadap negaranya, merupakan salah satu samurai terbaik Jepang."

"Kita harus mengatur siasat untuk melawannya, Teme. Kita tidak bisa asal-asalan dalam menyerang."

"Hmm. Baiklah, aku yang akan menjadi umpannya, Dobe. Dan kau adalah eksekutornya. Lakukan serangan yang bisa membuat dia roboh langsung agar kita tidak sampai kewalahan."

"Aku ada ide, Teme. Dia selalu memegang pedang itu. Aku tahu pedang itu tidak mungkin dapat dihancurkan dengan mudah oleh kita. Maka aku akan berencana menyerang kedua pergelangan tangannya langsung. Kedua tangannya yang memegang pedang tersebut menurutku adalah titik vital kelemahan dia. Ini masih sebatas teori dan sepertinya tidak akan mudah untuk melukai tangannya."

"Bagus, Dobe. Berarti kita punya sebuah strategi."

Toneri pun memotong percakapan kedua samurai Konoha tersebut.

"Hei kalian berdua, sudah puas mengatur siasatnya? Maaf aku tidak bisa menunggu terlalu lama."

"Bunuh mereka berdua!"

Kisame pun maju dengan cepat melakukan serangan pertama.

Kemudian Sasuke yang memang menjadikan dirinya sebagai pengecoh, juga membalas maju untuk menyerang.

Bledagg...

Pedang besar yang dipegang oleh Kisame diayunkan dengan sangat cepat ke arah Sasuke. Sangat tipis dan hampir mengenai Sasuke

"Tadi hampir saja kena. Aku harus lebih berhati-hati lagi."

Setelah serangannya kepada Sasuke tidak tepat sasaran, tiba-tiba dari belakang Kisame muncul seorang samurai lainnya yang memang posisinya disini adalah sebagai eksekutor. Naruto sudah siap dengan katananya, bermaksud menebas pergelangan tangan Kisame yang memegang pedang besar tersebut.

"Hiaaaaahhh!" Naruto berteriak saat akan melancarkan serangan ke tangan Kisame.

Daakkk!

Serangan Naruto ditahan dengan mudah oleh Kisame. Pedang besarnya segera digunakan sebagai tameng dan perisai untuk menutupi titik vitalnya.

"Heh. Bermaksud menyerang tanganku rupanya. Kuberitahu ya, itu trik murahan yang selalu dipakai oleh lawan-lawanku dan tidak mungkin berhasil karena aku sudah terlalu hafal."

"Kalian berdua disebut samurai legendaris Konoha? Jangan membuatku tertawa. Butuh 100 tahun lagi untuk kalian berlatih dan bisa menyamai kemampuanku." Kisame benar-benar ingin menjatuhkan mental Sasuke dan Naruto, tapi kedua samurai Konoha juga sudah paham ucapan itu hanya untuk menjatuhkan mental lawan.

"Baiklah. Jika tidak bisa tangan, berarti KAKI!" Sasuke tiba-tiba menemukan ide untuk menyerang kakinya dan melesat dengan cepat untuk menyerang. Sasuke sengaja menjatuhkan diri sambil menyeret badannya.

Kisame yang memang sudah menunggu serangan Sasuke, kemudian hanya melompati badan Sasuke yang akan menyerang kakinya. Ketika Kisame melompat, pedangnya dikibaskan dengan keras dan menyerang tangan kiri Sasuke.

Jrashhh...

Pedang kisame dengan seketika memutuskan tangan kiri Sasuke. Mulai dari bagian ujung jari hingga sikunya sudah terbelah dan terlepas dalam sekejap.

"Temmeeeeee...!"

"Sasuukeeee!" Hinata berteriak dengan kencang sekali.

Sementara Sakura tetap tidak bisa berteriak karena sumpalan pada mulutnya. Ini semakin menyiksanya. Dia ingin sekali berlari ke arah Sasuke dan memeluknya.

Tapi apa daya, ia benar-benar tidak berdaya. Hanya sekedar berteriak saja ia tak mampu. Bulir bulir air mata semakin deras menurun dari kelopak mata Sakura.

Guwahhh..! Haaaagghh..!

Sasuke langsung berteriak kesakitan, saat dia mengetahui hanya tinggal satu tangan yang tersisa dan masih dia miliki.

"Bajingan! Aku benar-benar tidak menyangka harus terluka seperti ini." Ucap Sasuke.

Ia juga melihat banyaknya cucuran darah yang keluar dari bagian tangannya yang telah terlepas dari tubuhnya.

Satu hal yang ia pikirkan adalah, bagaimana jika ia tidak dapat bertahan lagi karena kehabisan darah. Tapi di pikiran Sasuke hanya ada nama Sakura, sehingga ia berusaha untuk menghilangkan rasa sakit luar biasa, yang dia rasakan saat ini.

"Hehehe. Yang berikutnya adalah tangan kananmu, bocah." Kisame menyeringai.

Sasuke hanya bisa pasrah dengan badan masih tergeletak lemas, karena kehilangan banyak darah. Ia sudah bersiap akan menerima tebasan pedang Kisame untuk menghilangkan satu-satunya tangan yang tersisa.

Tiba-tiba dari arah belakang, Naruto yang wajahnya sudah semerah darah dan seolah-olah seperti kembali dirasuki iblis, sedang menggenggam katananya yang memunculkan kilatan cahaya terus-menerus dan memunculkan kepulan asap yang muncul dari ujung katananya.

"Beraninya kau sudah melukai sahabatku sampai sekarat! Terimalah balasanku, brengsek!"

Sekali lagi, Kisame sudah siap menahan serangan Naruto dengan menggunakan pedang besarnya sebagai perisai.

Prangggg...!

Kisame terbelalak, matanya tak dapat mempercayai apa yang dia lihat. Pedang besarnya hancur berkeping-keping setelah menerima serangan pedang Naruto. Hancur seperti gelas yang dijatuhkan dari sebuah ketinggian. Kali ini ia hanya bisa pasrah, karena sudah tidak memiliki senjata lagi.

"Dan ini sebagai balasan atas apa yang sudah kau lakukan pada HINATA dan SAKURA!" Heahhhhhh!

Jlesshhhh..!

Ujung pedang Naruto menembus jantung Kisame, dimana jantung tersebut sampai ikut terbawa pada ujung pedang Naruto. Tampak pada ujung pedang Naruto yang menembus punggung Kisame, dan di ujung pedang itu, terlihat sebuah jantung yang menempel.

Toneri sampai gemetar ketakutan melihat adegan mengerikan di depan matanya. Melihat orang terbaik yang dia sewa untuk membunuh Naruto dan Sasuke, malah harus meregang nyawa dari orang yang seharusnya dihabisi.

Naruto kemudian mengalihkan pandangan menuju Toneri.

"Sekarang hanya tinggal kau dan aku, keparat!"

-TBC-