Main Cast :

Oh Se Hoon.

Kim Jong In / Kai.

.

Support Cast :

Xi Lu Han.

Byun Baek Hyun.

Huang Zi Tao.

.

Rating : M.

.

Genre : School-Life, Romance, Family, Incest, GenderSwitch. Uke!Sehun.

.

Hai..

Gue kembali lagi dengan membawa chapter 2 dari FF debut gue, baca review kalian bikin gue semangat, jadi di chapter ini dan final chapter di chapter depan nanti [ini cuma 3 chapter fyi], gue lebih banyak menambahkan ide sendiri dari pada remake asli komik nya, padahal udah gue tulis remake asli komiknya, tapi cuma dapet 2 chapter, tapi karena review kalian gue jadi seneng, alhasil gue tambahin deh, huehuehue. Makasih buat semuanya ya, balasan review nanti ada di bawah, buat sekarang, cekidot ceritanya aja yaww... hiuhiuhiu :3

.

Chapter 2

.

.

Sehun P. O. V

Hari ini cukup melelahkan dan kurasa berendam air hangat adalah pilihan yang tepat. Dengan perlahan, aku masuk kedalam bathtub dan duduk di pojok bathtub seraya memeluk kedua kaki ku. Ku sangga dagu ku di antara kedua lipatan kaki ku dan memejamkan mataku, menikmati nyamannya perasaan dan keadaan yang tengah melingkupi ku saat ini.

Sehun

Sehun

Cih! Si bodoh itu! Kenapa suara nya terngiang di kepala ku? Mengganggu ketenangan ku saja!

Tapi... dia itu.. padahal lebih muda satu tahun dariku, kenapa sikapnya kurang ngajar begitu kepada ku? Kesannya dia merasa lebih hebat dariku.

"Hai Sehun, nama ku Kim Jong In, mulai sekarang aku adalah adik mu"

Sial!

Enyah lah dari pikiran ku dasar adik bodoh! Aku membenci mu! Tapi.. kuhela pelan nafas yang terasa memberatkan ku, kenapa? Pikiran ku tiba- tiba di penuhi olehnya. Senyumannya, tawa menjengkelkan nya, punggung lebarnya, dan.. wajah datar nya yang keren saat menyelamatkan ku tadi pagi, aku...

Argh! Tidak, tidak! Kenapa sih? Tak ada yang special kan? Dia cuma menyelamatkan ku dari paman menyebalkan itu tadi pagi, tapi... astaga, kenapa jantung ku berdegup kencang begini? Rasanya.. pipi ku memerah sampai ke telinga, ini terasa hangat, hangat yang menyenangkan. Dia...

.

Sehun

.

Cukup!

Berhenti memikirkan nya Sehun! Ku hembuskan nafasku secara kasar, kurasa cukup acara mandi kali ini, aku tak bisa tenang kalau adik bodoh itu terus menghantui pikiran ku. Dengan perlahan, aku beranjak dari bathtub, namun tiba- tiba aku merasakan sekitar ku berputar, ah.. bukan, aku.. sial, mata ku terasa berat. Dengan terhuyung- huyung ku buka pelan pintu kamar mandi ku, hawa dingin pun langsung menyerangku yang memang sedang tak berbusana. Ini buruk, benar- benar buruk, aku merasa diriku melayang, kepala ku terasa sakit.

"Sehun? Kau kenapa?"

Cih! Sial, enyah lah dari fikiran ku!

"Sehun, kau sakit?"

Deg

Lengan ini.. ku buka perlahan kelopak mata ku dan bayangan wajah Jongin berada tepat di depan ku, kenapa? Kenapa kau selalu muncul disaat seperti ini? Kulihat Jongin mendekatkan wajah nya kearah ku yang tak berbusana dan.. tunggu, apa?! Aku tak berbusana dan Jongin ada di depan ku? Apa yang terjadi?! Ugh.. sial sakit kepala ini benar- benar mengganggu. Kumohon Jong, pergilah.

"Sehun, kau demam"

Ujar Jongin lembut seraya menempelkan keningnya dengan kening ku, dari jarak sedekat ini, aku dapat merasakan nafas hangat Jongin menerpa wajah ku.

"Sehun!"

Dan suara panik Jongin adalah hal terakhir yang kudengar sebelum semua nya gelap.

End Sehun P. O. V.

.

Sehun mengerjap- ngerjapkan matanya pelan. Matanya terasa perih dan kepalanya terasa pening dan.. kosong. Dia menatap sekitar dengan bingung, sebelum kembali memejamkan matanya.

"Kamu.. susah tidur ya Sehun?"

Seketika, mata Sehun yang tadi nya terpejam kembali terbuka, dengan kaget menatap Jongin yang duduk di atas sebuah bangku di samping rajangnya.

"Apa?" sahut Sehun dengan suara yang serak.

"Tadi kamu mengigau 'Aku harus berusaha keras untuk ibu' kamu baik- baik sajakan?"

"Aku baik- baik saja"

Jongin menumpu tangan nya diatas kasur Sehun sambil menatap Sehun malas "Lalu? Insiden 'tiba- tiba tidur' pasca mandi itu apa? Ku kira kau pingsan ternyata hanya tidur, tapi.. kau memang demam sih"

"Hah?"

"Bukan nya 'Hah?' Sehun.." sahut Jongin sambil mengelus pucuk kepala Sehun "Tapi.. jangan terlalu memaksakan diri, kamu sudah berusaha keras kok.."

Sehun memalingkan wajah nya yang terasa panas "Aku baik- baik saja kok, cuma.. nggak ingin ibu mengkhawatirkan yang tak perlu. Aku ingin ibu menjalani masa tuanya dengan bahagia, dan bersama ayah mu, ibu sudah terlihat bahagia setiap hari, aku hanya tak ingin merusak dan mengganggu nya saja.. hanya itu."

"Memang nya kenapa kamu berfikir seperti itu? Yang ku lihat kamu memang tak pernah menyusahkan ibu kok" bingung Jongin.

"Sudahlah.." Ini menyangkut perasaan ku Jong, lirih Sehun dalam hati.

Jongin menghela nafas dan merebahkan kepalanya diatas kasur Sehun sembari menggapai tangan Sehun dan menggenggam nya "Hei.. kamu.. nggak merasa kesepian? Terus memikirkan orang lain seperti itu sampai kurang tidur dan pingsan, apa kamu.. merasa baik- baik saja, apa hatimu baik- baik saja?"

Sehun memalingkan wajahnya gugup, pipi nya terasa panas, kata- kata Jongin barusan "Manis sekali.." batin Sehun. "A-Apa boleh buat kan, aku nggak bisa tidur kalau sendirian.."

Mendengar jabawan gugup Sehun, Jongin tersenyum jahil "Wah.. ngajak tidur bareng nih?"

"Bukan! Bodoh! A-Aku..baru kali ini aku dapat kamar sendiri, dulu waktu tinggal di apartement, biasanya aku dan ibu menggelar futon lalu tidur berdua, karena sekarang ibu tidur bersama ayah dan aku punya kamar sendiri, aku.. kesepian.." jelas Sehun.

"Bocah!" sentak Jongin.

"APA?!" bentak Sehun sebal.

Jongin tersenyum lembut dan mulai memejamkan matanya masih sambil menggenggam tangan Sehun "Yah.. entah mengapa.. aku mengerti.. perasaan mu itu.." lirih Jongin sebelum jatuh tertidur.

Sehun menatap wajah Jongin yang tertidur dengan pandangan sayu, matanya juga mulai terasa berat "Nafasnya hangat.." batin Sehun dan kemudian ikut menyusul Jongin ke alam mimpi dengan tangan yang masih bergenggaman.

.

Sehun P. O. V.

Sebenarnya..

.

KENAPA PAGI INI AKU BERANGKAT KE SEKOLAH BERSAMA JONGIN?

.

Hah.. kemarin kepala ku benar- benar kosong dan.. rusak, yeahh.. kurasa. Dasar Sehun bodoh! Kenapa kau tidur sambil menggenggam tangannya coba? Menyebalkan sekali!

"Hatchim!"

Seketika kepala ku menoleh ke arah Jongin yang baru saja bersin, apa anak itu sakit?

"Jongin, kau sakit?" tanya ku pelan.

Dia menatap ku dengan senyum jahil nya "Wah.. apa sekarang Sehun mengkhawatirkan ku?"

"Dasar menyebalkan, menyesal aku bertanya!" maki ku kesal.

"Hahaha, maaf.. maaf, aku baik- baik saja, hanya sedikit pusing"

"Apa kau sudah meminum obat?"

"Maaf saja, aku tak pernah berteman dengan obat"

"Bodoh! Aku menyuruh mu meminum nya, bukan berteman dengannya!" cih, lihat gayanya yang sok dewasa itu, ingin sekali ku pukul kencang kepala nya.

"Sudahlah, itu sama saja!"

"Aku malas berbicara dengan mu!" sungut ku.

"Hei, ayolah, jangan begitu.. oh ya, nih!" ujar Jongin yang tiba- tiba menyodorkan sekotak bekal kehadapanku.

"Ah.. makasih, tapi.. bukan kah kemarin ibu tugas malam?" tanya ku heran.

"Aku yang buat"

Aku menoleh kaget kearah nya setelah mendengar jawabannya "Lho? Kamu bisa? Lalu kenapa selama ini kamu selalu menyuruhku memasak?"

Jongin menoleh kearah ku sambil tersenyum "Bagus kan, kalau sibuk, kamu jadi nggak mikirin yang aneh- aneh.. Sehun noona" Jongin.. dia.. mengkhawatirkan ku? Dan memanggilku noona? Astaga.. jantungku.. "Yasudah, makan saja, itu tak beracun, malah ada daging nya, baguskan tubuh mu yang kurus itu sekali- kali harus dikasih asupan lemak!"

Yah, sebaik apapun Jongin, dia tetap lah anak yang menyebalkan, aku jadi teringat kejadian kemarin, dan ngomong- ngomong soal kejadia kemarin... "Ohya Jong, kemarin yang membawa ku ke kamar dan-"

"Aku yang membawa mu ke kamar dan memakai kan mu pakaian" sahut Jongin memotong ucapanku, seketika aku menoleh kaget kearah nya.

"APA?!"

"Haha, tenanglah, tidak ada yang bisa ku lihat kok.." tutur nya meledekku.

"DASAR BODOH!" maki ku padanya yang berlari meninggalkan ku sambil tertawa.

End Sehun P. O. V.

.

Sehun menumpukan kepalanya diatas meja nya, dia merasa pusing, kejadian kemarin dan hari ini benar- benar membuat nya memutar otak, belum lagi sikap Jongin yang berubah- ubah dan juga perasaannya, ini semua hampir membuatnya gila.

"Hei Sehun, kau kenapa? Suram sekali" sahut Luhan.

"Iya, berhentilah bersikap begitu, ayo pulang!" ajak Baekhyun, Sehun pun langsung bangkit dari meja nya dan membereskan peralatannya.

"Kalian duluan saja"

"Kau yakin?" tanya Baekhyun.

"Ya, kekasih kalian menunggu, aku tak mau menjadi obat nyamuk" sahut Sehun sambil melirik Kris dan Chanyeol yang menunggu Luhan dan Baekhyun di depan pintu kelas.

Mendengar jawaban Sehun, Luhan dan Baekhyun nyengir kuda "Yasudah, kami duluan ya, kau hati- hati" ujar Luhan sambil melangkah keluar kelas bersama Baekhyun.

"Ya" balas Sehun singkat dan mulai melangkahkan kaki nya keluar kelas dengan pelan.

Tepat saat dirinya baru saja melewati pintu kelasnya, seseorang terdengar memanggil namanya "Sehun- ah"

Sehun menoleh dan mendapati pemuda tampan dengan kantung mata yang terlihat menghitam memanggilnya "Zitao? Ada apa?"

"Mau pulang bareng?" tanya Zitao ramah.

Sehun terlihat berfikir sebentar sebelum tersenyum menatap Zitao "Ah, bol-"

"Maaf senpai, tapi gadis ini sudah ada janji dengan ku" potong seseorang yang tiba- tiba saja menarik tangan Sehun.

"Ap- Jongin!"

"Ayo pulang" ujar Jongin dingin dan segera menarik Sehun untuk pulang, meninggalkan Zitao yang menatap mereka sebal.

.

"Lepaskan! Ada apa dengan mu?!" sentak Sehun saat mereka sampai dirumah.

"Aku tak suka kau berbicara dengannya" jawab Jongin dingin.

"Hah?! Kau bercanda? Aku bahkan baru kali ini berbicara dengannya"

"Ya, dan aku tak suka! Kau tuli?!" bentak Jongin kasar.

"Ada apa dengan mu?! Kau tak berhak mengatur ku dan kepada siapa saja aku ingin berbicara! Memang nya siapa kau?!" marah Sehun.

Jongin tertegun mendengar penuturan Sehun, dia segera merubah raut wajahnya menjadi datar dan berbalik membelakangi Sehun "Baik, sesuka mu saja. Kalau terjadi apa- apa jangan minta bantuan ku.." tutur Jongin dan berlalu dari hadapan Sehun yang masih tercengang.

Sehun menatap punggung lebar Jongin yang menjauh dari hadapannya dengan tatapan miris, apa dia sudah keterlaluan? Tapi dia tak akan berkata seperti itu jika Jongin tak memulainya. Seketika, kaki Sehun terasa lemas, membuat nya jatuh terduduk di lantai ruang tamu yang dingin, tangan nya mencengkram erat dada kirinya yang terasa sakit, tanpa di komando, setetes liquid bening mengalir turun dari iris kelam nya.

"Kenapa.." lirih Sehun pilu.

Sementara di lain sisi, Jongin yang sedari tadi mengintip Sehun dari tembok pembatas ruang tamu dan ruang makan hanya menatap Sehun yang sedang menangis dengan pandangan datar, tangan kanan nya mengepal erat sebelum dia membuang tatapan nya dari Sehun dan segera melangkah menuju ke lantai dua, tepatnya ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Sehun.

"Bodoh!" geram Jongin tertahan.

.

Setelah semua waktu yang berlalu

Ada satu kata yang ingin aku ucapkan, namun tertahan di bibirku

Kumohon..

Untuk kali ini, percayalah padaku

Maafkan aku, dan..

Aku mencintai mu

.

.

To be continue..

.

.

Balasan Review :

MinnieWW : Suka ngga ya? Haha baca aja yaa, ini udah dilanjut kok, makasih review nyaa :3

levy95 : Ini udah dilanjut yaaaa...

Ubannya Sehun : Hiuhiu masa sih? Hehehe makasih yaa, ini udah dilanjutt...

babyjunma : Wahaha ini udah dilanjut yaaaaa

binisehun : Wkwkwk sama, aku juga suka yang incets gini wkwk, iya soalnya biar re-make an nya berasa gitcuuu, hahaha. Ini udah lanjut yaaww, makasihh mwahh

D. W. Cokrolaksono : Wahaha, emang yaa si Jongin emang suka gituu, ini udah dilanjut yaakk, buat itu tunggu aja kelanjutannya wkwk btw situ fanboy ya? Haha

asdindas : Ciuss? Wahahah makasih yaa! Ini udah dilanjut kokk ;)

izz. sweecity : Iya Jongin adik tiri Sehun hewhew wkwk, Jongin nakal yaa? Hahahaa suka ngga yaa? Tunggu chapter selanjutnya aja oke wkwk

auliavp : Aku juga suka ceritanya/? :3 haha ini udah lanjut yaaaa

yunacho90 : Ahh kamu suka gitcuuu :3 wkwkwk Jongin kan mayu mayu gantengg wkwk

oohSenna : Huehuee ini udah di lanjut yaa, wkwk aku juga suka ceritanya /? Kwkwk

sehunaprillia : Ngga kok say, masih TBC/? Wkwk ini dilanjut kok tenang tenang haha

daddykaimommysehun : Yuhuuu ini juga genre fav gue :3 wkwk udah dilanjut yakk

Rly. C. Jaekyu : Iya nih, Sehun rada gimana gitcuu? Wkwk tunggu dong, ada prosesnya hahaha.

dia. luhane : Suka ngga ya? Wkwkwk baca saja okeyyy

ohhhrika : Ini sudah dilanjut yaaa.. maaf gabisa updet asap karena aku udah kelas 12, jadi rada sibuk gitu dheyy, tapi ini udah di lanjut kok, makasih yaaaa.. jadi semangat niyy hiuhiuhiu :3

Renakyu : Emang songong ya dia, getok aja tuh wkwk, iyaa aku jugaaa jadi sweet gimana gitu yaaa wkwkwk. Beneran? Hahaha aku jadi mayu :3 wkwk makasih yaaa, aku udah bikin sih fic sendiri tapi nanti dulu deh publish nya, tunggu yang ini end dulu, wkwk makasih support nyaa! Gapapa kok, comment panjang itu bikin semangat berapi- api lho/? Wkwk

ParkJitta :Ini udah lanjut yhaa :)

sehunskai : Wkwk kasih tau ngga ya? Baca saja yaaa..

Kimoh1412 : Wkwk iyaa, di real world juga suka gitcuu wkwk

kaihun520 : Ini sudah dilanjut yaa hehe

yuakira14 : Ini udah lanjut yhaaaa

SUKA PAKE CAPSLOCK : HAHAHA IYA NIH J WKWK UDAH LANJUT YHAA! #IKUTPAKECAPSLOCK

Minnie163 : Ini udah lanjut yaaa

Yehet : Ohorat! Sudah lanjut yaaaa

kkamjonghun22 : Udah lanjut yaaa, masasih? Wkwk makasih yaaaa

park28sooyah : Wkwk masasih? Ini udah lanjut yaaaa

hunexo412 : Udah udah udah yhaa wkwk

KimRyeona19 : Wkwkwk emang kirain siapa deh? Wkwk iyaa tunggu kelanjutannya aja yaww

JongOdult : Makasih support nya yaa, tapi aku bakalan coba nulis ff sendiri juga hehe. Iya? Anime nya seru kann? Wkwk ini udah lanjut yhaaaaaa

.

Scarlet's Note :

Hohoho, gimana? Jelek? Ngga memuaskan? Ngga baku banget? Banyak typo? Hehehe maafin ya, namanya masih belajar, dan masalah bahasa ngga baku, gue cuma pengen membuat re-make an komik di cerita ini itu berasa, jadi sengaja ngga pake bahasa baku, dan untuk beberapa unsur Jepang yang masih gue cantumin, itu pun gue lakuin karena alesan yang sama, jadi mohon maaf ya bila ada yang kurang berkenan, untuk kedepannya, gue akan berusaha lebih baik lagi! Awalnya gak kepikiran bakalan pada suka, tapi pas liat reviewnya sebanyak itu kaget banget, jadi semangat deh wkwk. Last but not least, mind to review? *bow*