-Happy Reading-

Allow Me to Say : Main Character

Naruto Masashi Kishimoto

Allow Me to Say Rin Mizuki

Genre : Romance

Rate T

Cast :

Uzumaki Naruto x Haruno Sakura

.

.

.

.

.

Sakura POV

Aku tengah berlarian mencari-cari sosoknya dipenjuru sekolah tapi aku tidak bisa menemukannya dimana-mana dan hanya tersisa satu tempat. Klub Drama. Aku belum mencarinya disana. Tanpa pikir panjang aku langsung melangkahkan kakiku kesana saat aku tidak sengaja menangkap sosoknya tidak jauh dari sana.

"Senpai!"

"Oh, Sakura?." Seorang gadis sedang berdiri disampingnya, mengapit mesra lengan Naruto-senpai.

"Oh, kenalkan dia kekasihku." Gadis itu mengulurkan tangannya tapi aku tidak langsung menyambutnya dan hanya menatap gadis itu.

"Heh? Kekasih?"

Aku terbangun dan menatap jam dinding yang tergantung tidak jauh dari tempat tidurku. 01.00 am. Aku mendesah pelan dan kemudian mengacak-acak rambutku frustasi.

"Kenapa aku bermimpi yang tidak-tidak."

Ini sudah berlansung selama hampir satu minggu sejak insiden coklat kemarin. Entah kenapa aku selalu bermimpi bahwa Naruto-senpai sedang berkencan dengan seseorang. Apa yang salah dengan diriku?

Sakura POV End

.

Sakura menatap layar ponselnya, ada satu panggilan tak terjawab. Penasaran. Sakura langsung memeriksanya, senyum pun terkembang di wajahnya. Tangannya pun langsung bergerak dan kemudian menghubungi si penelpon tersebut.

"Sobo?"

.

.

.

Sakura sudah berdiri di depan mading sekolah selama hampir satu jam. Pandangannya tak luput dari satu nama yang tertera di papan itu. Sepertinya ia baru saja melihat keajaiban dunia saat melihat papan itu. Tapi, ada yang menganggunya, rasanya ada yang aneh dengan papan itu. Berusaha memutar otaknya lebih keras, Sakura kembali menelusuri nama-nama yang tertera disana. Aneh.

"Uzumaki Naruto. Jelas-jelas hanya ada satu orang di sekolah ini yang memiliki nama itu. Tapi bagaimana bisa?"

"Apa yang sedang kau lihat?"

"Coba baca ini Ino" Sakura tidak melepaskan pandangannya seinci pun dari papan itu dan hanya menunjuknya pada Ino.

"Uzumaki Naruto." Ino membacanya dengan tenang dan lancar.

"Nah. Tapi bagaimana bisa?"

"Kau bahkan sudah memandanginya selama lima puluh enam menit. Apa kau sebegitu jatuh cintanya pada Naruto-senpai?"

"Bukan begitu Ino, aku bahkan sudah memintanya mati-matian untuk ikut dalam pertunjukan tapi dia selalu menolaknya dengan alasan dia tertarik. Hah? Lalu apa-apaan ini?"

"Kau seharusnya senang, dia sekarang akan melakukan pertunjukan bersamamu."

"Senang? Tentu saja aku senang. Tapi bagaimana bisa?"

"Tapi Sakura, siapa itu Hyuuga Hinata?" tunjuk Ino pada salah satu nama yang tertesa disana.

"Hyu siapa?" Sakura langsung mengedarkan pandangannya ke arah dimana Ino menunjukkan jarinya.

"Eh? Aku tidak tahu ada nama itu di sekolah kita." Jawab Sakura.

.

.

.

Keesokan harinya Sakura langsung bergegas pergi ke ruangan klub untuk menanyakan tentang pengumuman yang ia lihat kemarin. Saat Sakura membuka ruangan klub, tak jauh dari sana ia meliha seorang gadis tengah duduk di pojok ruangan sambil melihat ke arah jendela.

'Siapa itu? Aku belum pernah melihatnya.'

Karena anggota lain belum hadir, Sakura memutuskann untuk menyapa gadis yang sedang duduk sendirian itu. Hal pertama yang sakura lakukan adalah melihat lengan baju gadis itu. Oranye. Itu artinya gadis itu adalah murid kelas dua, karena memang peratusan di sekolah ini yang membuat seragam dengan garis bawah lengannya berwarna-warni untuk menunjukkan tingkatan setiap murid dan membantu setiap guru untuk mengidentifikasikan status murid itu. Maklum, banyak murid kelas tiga seperti Naruto dan yang lainnya suka melarikan diri saat diadakan pelajaran tambahan. Jadi untuk menghindari hal itu, sekolah memutuskan untuk menambahkan warna di bagian lengan bawah setiap murid.

"Permisi, senpai? Apa kau anggota baru?" tanya Sakura.

Gadis itu tampak terkejut dan hanya menundukkan wajahnya menghindari kontak mata dengan Sakura. Sakura hanya menatap gadis itu bingung.

'Apa aku mengejutkannya?' gumam Sakura.

"Hm, senpai?"

Gadis itu tersentak sekali lagi dan langsung berdiri, Sakura sempat mundur beberapa langkah.

"A-aku min-minta ma-maaf. A-aku han-hanya diminta untuk men-menunggu disini oleh Naruto-kun."

Tawa Sakura pecah saat mendengar gadis yang berdiri di depannya itu tergagap menjawab pertanyaan darinya dengan wajahnya yang memerah.

"Senpai, tidak perlu segugup itu padaku, aku hanya juniormu. Tapi karena ini klub drama dan aku lebih lama bergabung dari senpai itu artinya aku adalah senior disini." Jelas Sakura.

Tepat ketika Sakura menyelesaikan kalimatnya seseorang memukul atas kepalanya dengan sebuah buku. Sakura sudah bersiap memberikan bogem mentah pada orang yang baru saja memukul kepalanya yang berharga itu.

"Senior? Kau bahkan jarang untuk berlatih." Ledek Naruto.

"Senpai, aku jarang berlatih karena aku harus mendapatkan banyak pelajaran tambahan. Senpai kan tahu selama ini aku tinggal di Amerika dan pelajaran disini dan juga disana begitu berbeda." Kilah Sakura.

"Ya ya. Oh iya apa kalian berdua sudah berkenalan?" Sakura menggeleng cepat.

"Kenalkan aku Sakura, Haruno Sakura kelas 1 B. Yoroshiku" Sakura mengulurkan tangannya.

Gadis itu nampaknya ragu untuk menyambut tangan Sakura, jadi Sakura langsung meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya.

"Hi-hinata. Hyu-Hyuuga Hinata desu."

"Eh? Tidak perlu seformal itu padaku senpai. Tenang saja, aku tidak menggigit kok."

"Benar, dia tidak menggigit tapi suka sekali memukul seseorang." Ledek Naruto.

"Aku tidak seperti itu senpai."

"Benarkah?"

"Ka-kalian terlihat begitu dekat." Hinata mengutarakan pendapatnya saat melihat keakraban Naruto dan juga Sakura.

"Itu karena tidak ada yang mau berteman dengannya selain aku. Gadis sekasar ini." Naruto menatap Sakura dengan pandangan ngeri.

"Kata siapa tidak ada yang ingin berteman denganku? Buktinya Ino mau."

"Kau dan Ino itu itu sebelas duabelas." Sakura hanya memandang sebal pada Naruto.

"Oh iya senpai, sepertinya aku tidak pernah melihatmu sebelumnya? Apa mungkin kau murid baru?"

"Begitulah."

"Jadi begitu, tapi sepertinya aku pernah melihat namamu sebelumnya?" Sakura mencoba menggali ingatannya.

Sakura coba mengingat dan mengingat kembali. Tapi sesuatu yang lain muncul dan ia langsung menatap Naruto yang duduk tak jauh dari sana.

"Senpai! Ada yang ingin ku tanyakan padamu."

"Apa?"

"Bagaimana bisa kau bergabung untuk pertunjukkan bulan depan? Padahal jelas-jelas kau tidak tertarik dengan pertunjukkan itu."

"Apa aku mengatakan seperti itu?"

"Jadi?"

"Hn?"

"Jadi apa alasan senpai bergabung?"

"Tidak ada, aku pikir mungkin ada baiknya aku ikut. Hei kenapa kau menanyakan seperti itu? Apa kau tidak suka aku ikut bergabung?"

'Tentu saja aku suka.' Gumam Sakura.

.

Tak lama satu persatu anggota datang dan memenuhi ruangan klub. Sakura memutuskan untuk duduk di samping Hinata. Setelah semua anggota lengkap, Naruto selaku ketua klub maju ke depan sepertinya ada sesuatuu yang ingin ia sampaikan.

"Baiklah, untuk pertunjukan bulan depan, kita akan mengadakan latihan setidaknya tiga kali dalam satu minggu. Dan juga karena para pemain sudah terpilih dari proses audisi sebelumnya aku harap kalian akan bertanggung jawab pada peran yang sudah diberikan. Hm. Satu lagi selamat datang untuk Hyuuga Hinata anggota baru klub drama ini. Hm, Tenten tolong bagikan scriptnya."

Tenten pun membagikan script yang ada di tangannya sesuai dengan peran masing-masing anggota. Sakura tidak sengaja melirik script milik Hinata, disana tertulis nama Anna.

"Bukankah itu karakter utama di drama ini?" Ucap Sakura dan Hinata hanya mengangguk malu.

"Wah, senpai hebat! Baru masuk tapi sudah mendapatkan peran utama. Senpai pasti sangat berbakat." Semakin Sakura memuji gadis itu maka semakin merah pula wajah gadis yang ada dihadapannya.

Untuk sesaat Sakura terdiam dan kemudian menatap Naruto yang kini kembali ke kursinya dan membuka lembaran script yang ada ditangannya. Tiba-tiba ia teringat apa yang ia dengar kemarin saat ia dan Ino tengah berdiri di depan mading.

.

.

.

Flashback

Sakura tidak sengaja melihat Tenten sedang berjalan ke arahnya. Gadis musim semi itu langsung berlari menghampiri seniornya itu.

"Senpai!"

"Oh, Sakura? Ada apa? Apa kau sudah melihat pengumumannya?" Sakura mengangguk cepat.

"Senpai, ada yang ingin kutanyakan. Kenapa Naruto-senpai bisa terpilih menjadi pemeran utama? Aku pikir dia tidak tertarik dengan pertunjukan ini?" tanya Sakura penasaran.

"Entahlah, aku juga heran. Saat audisi dia juga melakukan hal aneh." Terang Tenten.

"Aneh? Maksud senpai?" Sakura semakin bingung.

"Dia menarik seorang gadis ke dalam ruang audisi. Dia bilang jika gadis itu sangat berbakat jadi dia memintaku untuk melakukan audisi padanya."

"Gadis?"

"Hm, sepertinya murid kelas dua."

Flashback End

.

.

.

'Mungkinkah gadis yang dimaksud Tenten-senpai adalah Hinata-senpai?' pikir Sakura.

'Dan jika benar, apa hubungan di antara mereka berdua yang tidak aku tahu? Jelas-jelas aku selalu meminta Naruto-senpai untuk ikut dalam pertunjukkan dan dia selalu menolakku mentah-mentah tapi kenapa sekarang ia berubah pikiran? Apa alasan ia bergabung juga karena Hinata-senpai?' Pikiran Sakura mulai kacau.

.

.

.

Sakura masih memikirkan kejadian kemarin. Alasan Naruto berubah pikiran dan juga kedatangan gadis yang bernama Hinata itu. Ada perasaan tidak senang setiap kali Sakura melihat keduanya. Kemarin setelah pembagian script drama sempat dilakukan latihan sekali dan itu hal buruk bagi Sakura, karena harus melihat Naruto dan Hinata berakting begitu mesra. Bahkan Sakura berpikir bahwa apa yang ia lihat kemarin bukanlah akting.

"Apa ini hobi barumu forehead? Melamun." ledek Ino sambil menyodorkan jus jeruk ke tangan Sakura.

"Kau ini." Sakura langsung meneguk jus yang baru saja ia terima.

"Apa terjadi sesuatu pada pangeranmu itu?"

"Entahlah Ino, aku pikir aku sudah mengumpulkan banyak informasi tentangnya, tapi sepertinya aku melewatkan sesuatu."

"Apa itu?"

"Jika aku tahu, aku tidak akan seperti sekarang."

"Memang sekarang kau kenapa?"

"Ah, sudahlah! Jangan menambah bebanku lagi." Kesal Sakura langsung meneguk habis jus yang ada di tangannya dan kemudian menyodorkan gelas kosong itu ke tangan Ino.

"Tambah." Ucap Sakura dengan senyum polosnya.

"Kau pikir rumahku restoran?"

"Ayolah Ino." Sakura kemudian mengeluarkan kedipannya.

"Ah, yang benar saja." Meski kesal Ino tetap saja melakukan permintaan Sakura.

Tak butuh waktu lama Ino kembali dengan segelas jus jeruk dan langsung menyodorknnya ke arah Sakura. Gadis musim semi itu langsung menerimanya dengan senang dan kemudian meletakkan di meja yang kebetulan tidak jauh dari ia berdiri sekarang.

"Apa aku mundur saja dari pertunjukkan ini?" tanya Sakura.

"Eh? Kenapa?"

"Aku tidak sanggup melihat mereka berdua beradu akting. Itu sangat melukai hatiku." Ucap Sakura menunjuk dadanya.

"Ck. Menjijikan."

"Oh iya Ino, kemarin aku menelpon Sobo."

"Obaasan?" Sakura menggangguk.

"Sepertinya keadaanya memburuk, tapi dia selalu mengatakan padaku jika dia baik-baik saja."

"Mungkin dia tidak ingin membuatmu khawatir."

"Aku rasa dia gagal. Karena aku selalu mengkhatirkannya sejak aku pindah kemari sampai sekarang."

"Kau tidak keinginan untuk kembali kan Sakura?" tanya Ino asal.

"Kembali? Maksudmu?"

"Amerika."

"Itu-"

.

.

.

.

.

-to be continued-

.

.

.

#Author's Corner

Di bawah ini hanya berisi tentang balasan review untuk chapter sebelumnya. Jika ada yang berkeinginan untuk membacanya silahkan. Rin akan senang.

Disini Rin memakai sebutan sobo untuk sakura dan obaasan untuk Ino. alasannya berawal dari browsing2.. dan Rin nggak sengaja nemu di blog katanya panggilan utk keluarga sendiri sama orang lain itu beda..

entahlah.. Rin bingung..

.

Rin : Rin kembali… Halo… Kali ini Rin bersama dengan Naruto.

Naruto : Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?

Rin : Bagaimana kalau kita membalas review yang sudah dikirimkan untuk cerita ini?

Naruto : Ah, ide yang bagus. Kalau begitu aku akan membacakannya dan kau hanya perlu menjawabnya.

Rin : Baiklah.

.

Naruto : Ini dari langit. cerah. 184 salam kenal, update kilat makasih.

Rin : ah, itu akan diusahakan. Seperti yang sudah aku janjikan sebelumnya kalau fic ini akan diupdate hari …

Naruto : tapi bukankah kau terlambat mengupdate untuk minggu ini?

Rin : maafkan aku. Membungkuk.

Naruto : jangan ulangi lagi.

Rin : Wakatta. Next.

.

Naruto : Ini dari rohimbae88 ok next senpai. Um saya juga kecewa ma ending komik maka dri itu sya lari ke sini

Rin : benarkah? Akhirnya aku menemukan teman senasib TT_TT . terima kasih juga sudah berlari ke fic ini.

.

Naruto : Ini dari SR not AUTHOR Sakura mau pergikah?

Rin : itu masih rencana. Rin juga ingin mengkonfirmasikannya pada Sakura.

Naruto : Eh? Sakura mau pergi? Kenapa dia tidak meberitahuku?

Rin : Bisakah kila melanjutkannya?

.

Naruto : Ini dari miiko mimi chan eh sakura mau ke amerika lagi yah? lanjut.

Rin : seperti yang sudah Rin sampaikan itu masih rencana.

.

Naruto : Ini dari HyperBlack Hole Di tunggu lannjutannya.

Rin : terimakasih sudah mau menunggu.

.

Naruto : Ini dari KenSherlocken nanti ada Konflik 'nya kan _ Nice :D #...

Rin : Tentu, tapi Rin berharap konflik yang akan Rin sajikan akan sesuai dengan ceritanya.

.

Naruto : Ini dari Aizen L sousuke sugoii

Rin : arigatou gozaimasu buat pujiannya Rin senang .

.

Naruto : Ini dari Din-din. Hasan Ok ditunggu ya.

Rin : Terima kasih sudah mau menunggu cerita ini .

.

Naruto : Ini dari Guest Yosh. Lanjut eh

Rin : Tentu, terima kasih sudah mau mampir .

.

Naruto : Ini dari Guest Lanjut lagi thor. Salam hangat NaruSaku.

Rin : Tentu, Rin salam balik ya.

.

Naruto : Ini dari Guest Menarik jg. Ditunggu lanjutannya!

Rin : Makasih. Ada juga yang bilang menarik Rin senang

.

Naruto : Ini dari yassir2374 Oooww, jd ceritane, saku pengen ngeliat ekspresi cemburu naru ye? Gx yakin sebenernya, well, maniis banget pertemuan pertama narusaku, sesekali pengen lg ada moment manis kek gitu, tp dr pihak sakura yg nyeret2 naru tanpa ada kesempatan menjelaskan kesalahpahaman yg sweet itu, hihi, pasti bikin saku malu lahyaw, n entah knp q jg ngerasa ada sad moment walo salahpaham jg *maunya sih gitu*, maaf bnyk maunya, hehe, yosh lanjuut,,,,

Rin : hm… ide bagus. Setiap cerita pasti memiliki momen yang sedih. Terima kasih untuk sarannya

Naruto : Kau tidak bermaksud untuk melakukannya kan Rin?

Rin : lanjutkan saja tugasmu. Lanjut.

.

Naruto : Ini dari CherryFoxy13 Salam kenal author-san!;)
Wah Sakura mau kemana tuh? Ke hatinya Naruto ya?/tendang
J-jadi Saku cuma pura2 suka Saskey ternyata:"3 apa Naru menyadari itu? Oh my saya ga tega kalau Sakura-chan tersakiti/?/ini apa coba/
Semoga Naru suka sama Saku deh kan 698 chapter di Naruto mengatakan seperti ituuu({})/?/buang

Ditunggu next chapnya!
Keep writing & ganbatte yaww!;)

Rin : Tentu, Rin salam balik ya. Benarkah? Rin belum baca Naruto yang chapter itu. Jadi penasaran. Rin juga nggak mau Sakura tersakiti TT_TT

.

Naruto : Ini dari fannyc Lanjut… di tunggu lanjutannya… terima kasih atas ff NS nya… GANBATTE!

Rin : Tentu, terima kasih sudah mau mampir . Fannyc suka ff NS ya?

.

Naruto : Ini dari Cygnus Jessenia Keren thor! Sweet ditunggu kelanjutannya

Rin : Makasih. Rin senang

Naruto : Jangan GR itu hanya karena aku yang jadi peran utamanya.

Rin : Sudahlah Naruto-kun lanjutkan saja tugasmu.

.

Naruto : Ini dari Uni-chan552 ini sweet (Y) kukira one shoot trnyata multichap.. update truss saya akan menunggunya :D keep writing !

Rin : Makasih. Rin senang dan terima kasih sekali lagi karena mau menunggu fic ini.

.

Naruto : Ini dari Aiko hara Cpt lnjt thor

Rin : Ok Makasih.

.

Naruto : Ini dari Guest Good

Rin : Makasih. Rin senang ada yang suka fic ini.

.

Naruto : Ini dari Mao-chan Ficnya keren, Rin-chan! Letak tanda baca di perhatikan lagi. Overall, ficnya udah lumayan. Oke, next chapnya di tunggu :')

Rin : Makasih. Rin minta maaf jika masih banyak kesalahan disana-sini dan terima kasih karena mau menunggu fic ini.

.

Terima kasih atas semua reviewnya … Rin akan sangat senang atas kritik dan sarannya maaf jika masih banyak kesalahan apalagi typo yang nggak kehitung jumlahnya. Dan terima kasih atas semua dukungannya. Jangan lupa minggu depan… dan semoga Rin nggak telat update lagi