-Happy Reading-
Allow Me to Say : Missing You
Naruto Masashi Kishimoto
Allow Me to Say Rin Mizuki
Genre : Romance and Hurt
Rate T
Cast :
Uzumaki Naruto x Haruno Sakura
.
.
.
.
.
Naruto POV
Waktu berlalu bergitu saja, aku bahkan tak lagi menemukan sosokmu disana yang selalu menghampiriku dengan senyuman itu. Apakah aku akan bertemu denganmu lagi? Aku juga ingin agar kau memberikan kesempatan padaku untuk menyampaikan perasaanku, yang bahkan telah lebih dulu jatuh padamu dan mungkin belum sempat kau sadari.
Naruto POV END
.
.
.
1 Minggu Sebelumnya…
Naruto tidak pernah segelisah ini sebelumnya. Dia sudah berdiri di depan pintu klub beberapa menit yang lalu, tapi sosok yang ia cari tak kunjung datang.
'Kemana anak itu? Jangan-jangan bolos lagi? Dasar!' Naruto mulai menggerutu saat seseorang menepuk pundaknya pelan.
"Naruto-"
"Kemana saja kau-" Naruto segera berbalik, tapi raut kekecewaan menghiasi wajahnya.
"Menunggu seseorang?" Dengan segera Naruto kembali menunjukan senyumnya.
"Ayo masuk."
Keduanya pun memasuki ruangan klub, sebelum itu Naruto sempat menoleh ke sekitar seperti mencari seseorang. Baru saja Naruto akan memulai sesi latihan saat sosok yang ia nantikan memasuki ruangan klub. Mata keduanya sempat bertemu namun gadis itu langsung mengalihkan pandangannya berusaha menghindar dari tatapan Naruto.
'Ada apa dengannya?'
Sesi latihan dimulai dan berakhir saat jam menunjukkan pukul tujuh malam. Naruto bergegas menghampiri gadis itu.
"Mau ku antar pulang?" tawar Naruto.
"Tidak perlu, aku sudah di jemput. Sampai nanti." Gadis itupun menghilang dibalik pintu tanpa sempat Naruto cegah.
'Dia bahkan tidak menatap mataku saat bicara.'
.
.
.
Naruto POV
Apa aku melakukan sesuatu yang melukainya? Dia bahkan mulai mengabaikanku setelah itu. Apa yang harus aku lakukan saat ini? Aku hanya memandang layar ponselku, menatap setiap kata yang tercetak di pesan singkat yang baru saja ia kirimkan.
Maaf aku tidak bisa datang latihan hari ini.
Aku hanya menghela napasku saat kembali membaca pesan singkat itu. Ini seperti bukan dia yang biasanya. Dia yang dulu akan selalu datang latihan meski itu kadang terlambat dan sesi latihan nyaris selesai dan saat ia benar-benar tidak bisa datang ia akan menemuiku terlebih dahulu dan sekarang dia hanya mengirimiku pesan singkat ini.
Naruto POV END
.
.
.
Ujian akhir semester telah selesai dan persiapan untuk festival sudah hampir selesai. Hari minggu nanti festival itu akan digelar dan begitu juga dengan pertunjukan drama tersebut. Hari ini adalah latihan terakhir dan semua anggota klub bekerja keras mempersiapkan segalanya untuk persiapan drama.
Naruto menemukan sosok gadis yang tengah duduk di pojok ruangan klub sendirian. Raut gadis itu begitu sendu. Ada lingkaran hitam disekitar kelopak matanya.
'Sepertinya dia kelelahan.' Naruto mencoba menghampiri gadis itu namun sosok lain menghampiri gadis itu terlebih dahulu dan sepertinya ingin mengajak gadis itu pergi. Dengan cepat Naruto menghampiri keduanya dan menarik lengan gadis itu mencoba menahannya untuk tidak pergi.
"Istirahatlah, kau terlihat begitu lelah." Bujuk Naruto.
"Aku baik-baik saja." Kemudian gadis itu melepaskan genggaman Naruto.
"DENGARKAN AKU SAKURA!" Naruto bahkan tidak sadar kalau suaranya barusan membuat seluruh pasang mata yang ada di ruangan itu beralih padanya.
Naruto tak lagi memperdulikan pandangan-pandangan yang kini tertuju padanya dan hanya menarik lengan Sakura untuk meninggalkan ruangan itu. Naruto hanya menarik lengan gadis itu dan membawanya masuk ke dalam UKS.
"Tidurlah sebentar." Pinta Naruto.
"Bukankah aku sudah mengatakannya kalau aku baik-baik saja senpai."
"SAKURA!"
"Senpai, aku tahu kau selalu baik pada semua orang. Tapi aku sudah tidak ingin menerima kebaikan itu dan simpan saja kebaikanmu itu untuk orang lain." Sakura melangkah keluar UKS tapi Naruto menahannya.
"Sebenarnya ada apa denganmu? Apa aku melakukan sesuatu yang salah?"
"Tidak senpai. Senpai tidak melakukan apa-apa. Ini hanya masalah pribadiku. Permisi."
.
.
.
Naruto sedang membawa perlengkapan untuk persiapan pertunjukkan saat ia tak sengaja melihat gadis pirang sedang duduk bersantai di kantin sekolah. Naruto kemudian memutar arah tujuannya dan memilih untuk menghampiri gadis pirang itu. Si gadis pirang itu nampak terkejut melihat kedatangan Naruto.
"Boleh aku duduk Ino?" tanya Naruto setelah meletakkan barang bawaanya.
"Hm. Silahkan senpai. Ada apa? Apa senpai sedang mencari Sakura?" tanya Ino yang penasaran melihat kedatangan Naruto.
"Bisakah aku menanyakan sesuatu padamu Ino?"
Awalnya Ino sempat ragu mendengar permintaan Naruto barusan "Tentu. Tanya saja."
"Apa Sakura sedang ada masalah? Akhir-akhir ini dia terlihat murung dan terus-terusan menghindariku." Naruto menunggu jawaban Ino, tapi gadis itu sepertinya sedang berpikir keras. "Apa kau tahu sesuatu Ino?"
"Hm. Aku tidak tahu harus mengatakannya atau tidak. Tapi yang aku dengar dari Sakura kalau neneknya yang sedang ada di Amerika sedang sakit." Terang Ino kemudian.
"Apa sakitnya parah?"
"Aku tidak tahu senpai. Tapi aku selalu melihat Sakura murung setiap kali mendapatkan panggilan dari Ibunya."
Naruto teringat saat beberapa hari yang lalu ia tidak sengaja melihat Sakura di jemput sebuah mobil. Tapi Naruto tidak tahu siapa gerangan yang menjemput Sakura. Ibunya?
"Ino. Apa Ibu Sakura tinggal disini?"
"Setahuku tidak senpai. Sakura hanya tinggal sendirian disini dan Ibunya ada di Amerika bersama neneknya."
'Kalau begitu, kenapa dia datang kemari sendirian?' gumam Naruto.
"Ya sudah aku harus kembali mempersiapkan panggung untuk pertunjukkan nanti. Jangan lupa. Kau juga harus datang Ino."
"Tentu senpai. Aku juga ingin melihat penampilan Sakura."
.
.
.
Naruto POV
Hari minggu akhirnya tiba. Semua pemeran sedang bersiap-siap untuk tampil. Sudah lama aku tidak ikut serta dalam pertunjukan ini. Biasanya aku hanya bertugas untuk mempersiapkan perlengkapan panggung atau yang lainnya.
Cerita yang akan kami persembahkan hari ini adalah tentang kisah seorang gadis yaitu Anna yang ingin menggapai impiannya sebagai seorang penyanyi yang diperankan oleh Hinata. Disini Hinata juga berteman baik dengan seorang pelukis Haru yang tak lain adalah aku. Kami berduapun ditakdirkan untuk saling jatuh cinta. Sakura akan berperan sebagai teman sekamar Hinata sewaktu di asrama. Akan ada beberapa adegan yang akan aku lakukan dengan Sakura. Rasanya ini mengingatkanku pada saat pertama kali aku bertemu dengannya. Saat kami berperan sebagai Serigala dan juga domba.
Jam sudah menunjukkan pukul empat sore dan ini artinya pertunjukkan akan segera dimulai. Ini sudah lama bagiku untuk kembali berakting jadi aku sedikit gugup meski Hinata adalah teman baikku sejak kami masih kecil. Aku sempat terkejut saat bertemu dengannya beberapa minggu yang lalu. Aku tidak menyangka akan bertemu dengannya mengingat sebelumnya ia tinggal di Iwa. Karena aku tahu kemampuannya dalam memainkan seni peran akupun merekomendasikannya pada Tenten untuk memasukkannya di dalam drama kali ini.
Ku lihat Tenten menghampiriku dan mengatakan kalau ini sudah saatnya untuk naik ke atas panggung.
.
-skip-
.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul enam sore dan adegan drama kali ini sudah mencapai akhir. Hanya tinggal adegan saat kami lulus dari akademi. Aku mencari keberadaan Anna dan malah bertemu dengan Yuki yang diperankan oleh Sakura. Kamipun duduk bersama dan saling bicara.
"Yuki? Apa yang kau lakukan disini?" akupun duduk disampingnya.
"Aku hanya ingin melihat bintang. Ini aneh sekali, kenapa hari ini langit begitu mendung? Sampai-sampai aku tidak bisa menemukannya satupun." Ucapnya sedih.
"Semangatlah aku yakin kau pasti akan memenangkan audisi berikutnya." Dia yang awalnya memandang ke langit mendadak mengalihkan pandangannya sejenak padaku dan tersenyum. Senyum yang begitu aku rindukan beberapa hari ini.
"Apa kau mau mendengar rahasiaku?" Eh? Sepertinya ini tidak ada di dalam script. Tapi aku akan mengikutinya.
"Apa tidak masalah jika aku mengetahuinya?"
"Naru-" Naru? Apa dia lupa? Namaku kan Haru bukan Naru. Kenapa dia malah memanggil nama asliku.
"Sebenarnya aku sudah lama menyimpan perasaan padamu. Aku menyukai tidak lebih tepatnya aku jatuh cinta padamu. Tapi itu tidak mungkin kan? Apalagi saat aku tahu Anna juga menyatakan perasaannya padamu. Jadi aku pikir kau dan Anna, kalian adalah pasangan yang serasi."
Aku hanya memandang Sakura bingung. Aku yakin ini tidak ada di dalam script dan seharusnya Hinata sudah masuk saat ini tapi ia tak terlihat dimanapun.
Sakura tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dan aku pun ikut berdiri di dekatnya. Sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu.
"Kau tidak perlu seterkejut itu." Sakura tersenyum.
"Dan selamat atas kelulusanmu Haru." Dia kembali memanggilku dengan Haru.
"Kau juga Yuki."
Sakura melangkah menjauh tapi baru beberapa langkah ia berbalik dan memelukku. Aku sempat merasakan bahunya yang bergetar.
"Aku mencintaimu senpai." Bisiknya yang sontak membuatku terkejut. Dia mencintaiku?
Ia kemudian melepaskan pelukannya dan menatapku sebentar kemudian mengecup pipiku dan kemudian kembali meninggalkan panggung.
.
Naruto POV End
.
.
.
Naruto bergegas mencari Sakura sesaat setelah mereka melakukan penutupan drama. Tapi Naruto tidak menemukan sosok gadis itu dimanapun begitu juga hari-hari berikutnya. Sempat terdengar kabar jika Sakura sudah pindah ke Amerika. Kini Naruto hanya duduk diam di dalam ruangan klub menatap kursi yang biasa Sakura gunakan. Naruto bahkan tidak sadar saat seseorang memasuki ruangan itu.
"Kau merindukannya?" tanya Sasuke yang hanya dijawab dengan anggukan Naruto.
"Kau menyukainya?" Naruto hanya memandang Sasuke bingung. "Kau tahu?"
"Hanya orang bodoh yang tidak mengetahuinya."
"Kata-katamu kasar seperti biasanya."
"Jadi itu sebabnya kau menolak Hinata?"
"Kau. Aku heran apa yang sebenarnya kau tidak tahu? Apa kau memiliki mata-mata di sekolah ini."
Sasuke tidak menanggapi pertanyaan Naruto dan hanya menyodorkan sesuatu. Sebuah dompet berwarna pink dengan motif bunga Sakura.
"Ini?"
"Buka saja."
"Kau dapat darimana?"
Naruto menggenggam dompet berwarna pink itu, ia ingat Sakura sempat beberapa kali menunjukkan dompet itu padanya.
"Apa ini miliknya?"
Naruto membuka dompet itu dan langsung tertuju pada photo yang terpampang disana. Itu photo yang pernah ia berikan pada Sakura beberapa saat yang lalu saat gadis itu meminta photo Sasuke.
"Dia, sejak kapan?"
Ponsel Naruto bordering. Dengan segera Naruto meraih ponselnya dan melihat siapa sang penelpon. Matanya mengernyit.
'Ini kan bukan kode nomor jepang? Siapa ini?' gumam Naruto. Penasaran Naruto mengangkat panggilan itu dan terdengar suara seorang wanita diseberang sana.
"Apa ini dengan Uzumaki Naruto?"
"Hm. Benar. Kalau boleh saya tahu dengan siapa saya bicara?"
"Ini aku Tsunade, nenek Sakura."
"Eh?"
.
.
.
.
.
-to be continued-
.
.
.
#Author's Corner
Anggap saja disini Tsunade itu neneknya Sakura… hehe soalnya Rin nggak tahu neneknya Sakura siapa atau tokoh lainnya…
Dan minggu depan adalah final chap fic ini… apa ada yang ingin memberikan saran untuk endingnya…?
Sekali lagi terima kasih sudah mengikuti fic ini dan maaf untuk keterlambatannya…
.
Di bawah ini hanya berisi tentang balasan review untuk chapter sebelumnya. Jika ada yang berkeinginan untuk membacanya silahkan. Rin akan senang.
Sekarang Rin ditemani sama Hinata-chan buat bacain review dari minna-san,,,
Hinata : Baiklah, langsung saja kalau begitu.
Rin : Silahkan Hinata-chan.
Hinata : Ini dari Uni-chan552 ditunggu next chap senpai..~ penasaran sma perasaannya naruto, hinata diterima apa ditolak sma naruto ? keep writing :D
Rin : Terima kasih atas dukungannya. Bagaimana apa sudah terjawab bagaimana perasaan Naruto? Hm penggambarannya masih kurang ya.. maaf..
.
Hinata : Ini dari Guest Wow SasuAnko, pair yg unik bgt. Sayang bgt cuma jadi slight doank, krn Anko dah jadi milik Itachi ckckck...
Rin : hehe… itu pairnya nggak sengaja.. abisnya Rin tahunya Cuma Anko cewek yang jadi gurunya..
.
Hinata : Ini dari SR not AUTHOR Sifat ibunya saku mirip ma sifat ibunya chitoge dari nisekoi yah yg sbuk ma pkerjaannya? Saku di jemput buat balik ke amerika? semangat '0')9
Rin : hm.. kalau dipikir2 bener juga mirip.. iya Sakura akhirnya kembali ke Amerika TT_TT
.
Hinata : Ini dari Guest Kayaknya dominan SasuSaku, meski gak kearah romance tp kerasa agak gimana gitu. Apa Sakura akan segera pergi? Lanjut lagi thor!
Rin : hehe.. Rin nggak sadar waktu ngetiknya tahu2 pas di baca ulang jadinya malah seperti ini.. Ya Sakura pergi TT_TT
.
Hinata : Ini dari fannyc Lanjut...di tunggu nih lanjutannya ya...Terima kasih udh update... GANBATTE!
Rin : Makasih udah mau nunggu kelajutannya.. Rin harap semoga fannyc menikmati fic ini..
.
Hinata : Ini dari nine fox or darkness review
Rin : Makasih atas reviewnya..
