"Nama ku Jeon Jungkook! Sekian!"
Huh? Perkenalan macam apa itu?
"Ok, Jungkook-ah kau bisa duduk di samping Min Yoongi. Yoongi angkat tangan mu!"
"MWO?!"
"Nah itu dia, padahal aku menyuruh nya mengangkat tangan bukan nya menjerit."
Pak Minhyuk meninggalkan kelas kami, membiarkan anak baru itu tersenyum angkuh di depan kelas. Aish! Aku ingin meninju wajah nya!
"Seorang omega, heh? Menarik sekali!"
.
.
.
BTS belong to Big Hit Entertaiment
Warning : Kang Daniel X Fem Yoongi X BTS member, GS! A/B/O verse.
Rating : M (for save)
Beast Omega!
.
.
.
Don't Like Don't Read!
.
.
.
Anak baru itu mendudukan bokong nya tepat dibangku sebelah ku yang sebelum nya kosong. Apa salah ku, sehingga kenyamananku di renggut dari ku? Ini hanyalah hal yang kecil, tapi sangat berarti bagi ku. Aku mendelik tidak suka pada nya. Ia juga melakukan hal yang sama pada ku. Ah! Wae?
"Cih!"
Cih? Itukan kata favoritku. Cih!
Krieet
Pintu di buka kembali, kali ini oleh guru hangul yang sangat aku suka. Pak Lee Min Ho.
"Wah! Wah! Wah! Kelihatan nya ada anak baru! Tampan sekali!"
Huh? Apa nya yang tampan? Dengkul ku? Aku meliriknya kembali. Heing? Apa-apaan earphone itu? Hello? Ini dikelas guys! Seharus nya disini belajar bukan nya mendengarkan lagu dan mencoba tidur. _
"Ya! Ya! Ya! Jika ingin tidur pergilah ke atap!"
Aku menggoyang-goyangkan bahu nya, agar ia bangun dan segera pergi dari sini.
"Do not distrub!"
Ia makin menundukkan kepala nya.
"Aish! Jjinja! Dengkuran mu mengganggu! Kau harus pergi!" aku makin membentak nya.
"Yak! Apa masalah mu, HAH?!" dia membalas teriakan ku.
BRAAK
"Mau tahu apa masalah nya?! Masalah nya adalah kalian berdua mengganggu proses mengajar ku! Berdiri di luar sekarang!"
Aish! Pak Min Ho marah pada ku, karena bocah sialan ini! Awas saja jika nilai ku jelek dimata pelajaran nya, akan aku gigit kau!
Disinilah aku didepan pintu masuk kelas 2-A bersama bocah kelinci yang ingin aku pukul wajah nya. Ish! Bagaimana ia bisa tenang disituasi seperti ini? Ia bahkan tidur sambil berdiri. Heh.. Emang nya ia multi talenta? Lalu apa? Apakah ia bisa tidur dengan sebelah mata terbuka?
"Mwoya? Apa kau sudah jatuh hati padaku? Hoem.."
Bisa-bisa nya ia berkata padaku, sambil menambahkan "hoem..." Di akhir kalimat nya. Aish!
"Teruslah bermimpi tuan, dan akan aku pastikan kau jatuh dari langit yang paling tinggi!"
"Hoh? Begitu ya?"
"Tidak dengar perkataan ku?"
"Dengar ya omega, satu-satu orang yang akan jatuh adalah kau!"
Ia menatap ku seolah mengintimidasi. Dia berjalan mendekati ku, semakin dekat hingga aku merapatkan tubuh ku di dinding. Ia mengurung ku menggunakan kedua lengan nya yang bertumpu di dinding. Aku merasakan sinyal bahaya yang sangat kuat, aku ingin berteriak memanggil Daniel..
Ia semakin tajam menatap ku, aku takut..
"Lihat! Kau hanyalah omega, sama seperti omega lain nya. Kau tidak bisa melawan alpha, aku hanya menatapmu dan kau sudah ketakutan!"
Dia mengangkat dagu ku menggunakan telunjuk nya. Aku tidak bisa berhenti menatap nya, aku merasakan tubuh ku bergetar. Jebal! Tolong aku!
SRAAK
"MWOYA?!"
Aku mendengar pintu kelas di buka, aku yakin itu Daniel. Aku sangat yakin itu Daniel hingga aku melihat siapa orang itu. Pria itu menarik Jungkook dan meninju rahang nya, membuat pria yang di pukul terduduk di lantai.
"Ki-Ki-Kim Seokjin?!"
"Ne.. Appoyo?" tanya nya khawatir pada ku.
"Andwe!" jawab ku.
Aku sudah berkata tidak ketika ia bertanya apa ada yang sakit pada ku. Namun, seolah ia tidak percaya, ia menyeretku menuju UKS dan meninggalkan Jungkook yang masih terduduk dan-TERTAWA?! Ia sudah gila rupa nya. Apa karena pukulan Seokjin? Ah! Molla!
"Aku tidak apa-apa! Jjinjayo!"
"Kau berkata seperti itu tapi wajah mu pucat bukan main! Sungguh kau sangat pucat!"
Disinilah aku sekarang, di kasur UKS yang sangat nyaman sambil meyakinkan pada seorang namja bahwa aku baik-baik saja. Sungguh baik-baik saja.
"Jebal, Min Yoongi! Kau membuat ku khawatir, istirahat saja disini!"
"Tapi-"
Aku segera membungkan mulut ku setelah ia mengeluarkan aura alpha nya. Jujur saja aku merasa takut kembali. Aku tidak pernah merasakan aura alpha sebelum nya, milik Kang Daniel sekalipun. Bahkan, Jungkook pun tidak mengeluarkan aura nya.
"Arraseo... Kau boleh pergi..."
Akhirnya aku pasrah dan memilih berbaring di kasur empuk milik UKS sambil menatap punggung lebar milik Seokjin. Aku memejamkan mata ku yang tiba-tiba mengantuk. Setelah kepergian Seokjin, sayup-sayup aku mendengar pintu UKS kembali di buka. Apa itu Seokjin? Lalu aku jatuh tertidur.
"Kajima chigu..."
Seorang gadis kecil menangis dihadapan seorang anak lelaki, meminta agar ia tidak pergi. Awalnya aku mengira anak lelaki itu Kang Daniel, namun rasa nya kami terlalu kecil untuk bertemu. Seingatku aku bertemu Kang Daniel ketika aku berumur 5 tahun. Lalu anak lelaki itu siapa?
"Aku juga tidak mau Yoongi.. Tapi, Eomma, Appa berkata kami harus pergi."
"Waeyo?"
Hiks hiks hiks
Gadis kecil itu, yang ku rasa adalah aku, menangis sesenggukan ketika anak lelaki itu akan pergi meninggalkan nya. Tangan kecil nya terulur untuk mengelus puncak kepala ku. Membuat ku menangis sejadi-jadinya.
"Jangan menangis Yoongi, kita akan bertemu lagi besar nanti dan kita akan bersama selama nya!"
"Apa kau berjanji?"
"Ya, aku janji!"
Anak lelaki itu kembali menepuk-nepuk kepala ku dan akhir nya pergi meninggalkan ku sendiri.
Aku terbangun dari mimpi ku dan memegang puncuk kepala ku. Rasa nya nyata sekali, seperti kepala ku benar-benar di pegang oleh seseorang. Aku pun menepuk-nepuk kembali kepala ku.
"Apa kau geger otak?"
"OMAYA!"
Jantung ku hampir saja melompat ketika aku melihat seseorang di samping ku. Itu adalah si otak kotor, Kim Namjoon. Reflek saja aku menyilangkan kedua tangan ku di depan dada. Apa ia telah melakukan sesuatu pada ku? Apa ia menciumku ketika aku tertidur? Apa ia menyentuhku? Aish! Bayangan ini membuat ku bergidik ngeri!
"Relax, aku hanya membaui mu. Tidak melakukan hal yang lain!"
"MWOYAAA?!"
Aku melompat ke atas Namjoon dan memukul-mukul kepala nya, berharap otak kotor nya juga ikut terpukul. Aku tidak peduli bokong ku menduduki tubuh nya, yang harus aku lakukan adalah melampiaskan ke kesalan ku pada otak nya.
SREET
Pintu UKS terbuka, menampilkan sesosok makhluk yang mempunyai tenggorokan multi fungsi. Oh, sial! Aku baru ingat bagaimana posisi ku saat ini dengan Namjoon. Aku yakin toa berjalan ini tidak akan berpikiran yang positif tentang kami.
Jepret
DIA MEMOTRET KAMI?!
"Ya! Hoseok! Chakam-"
Tiba-tiba saja aku merasa tubuh ku seperti dibalik. Kini Namjoon lah yang berada di atas ku, aku ingin muntah! Bagaimana ini? Aku mengumpan diri ku sendiri pada gorila!
"Aku yakin kau telah menggodaku. Jadi, aku akan membalas usaha mu!"
Sebelum ia mencium ku, aku menendang mr. P nya sekeras mungkin menyebabkan ia terjungkang dari atas kasur. Aku tertawa dalam hati! Kini aku harus mengejar Hoseok sebelum ia menunjukkan foto itu pada yang lain.
"Aku benar-benar melihat nya! Yoongi menindih Namjoon!"
Sial! Aku terlambat 3 detik! Sial nya lagi ia bercerita pada semua orang di kelas. Apa ia berganti profesi dari toa berjalan menjadi penceramah yang menggunakan toa? Apa yang akan Kang Daniel pikirkan tentang ku?
"Jadi, Yoongi menindih Namjoon? Yoongi juga sering menindih ku.."
Ya, Ya, Ya! Kang Daniel! Mworago?!
.
.
.
TBC
A/N : Hayo... Siapa yang otak nya yadong? Bilang Nae!
Me: Nae!
Review kalian aku nantiin ya!^~^
Don't Be Silent Reader...
