"Aku tengah melihat mu sekarang"

"Bukan itu maksud ku Yoongi. Lupakan saja!"

Kang Daniel lalu menarik ku kedalam dekapan nya. Membuatku sedikit risih, tapi aku tidak ingin menyinggung nya. Jadi, aku balas memeluk nya.

"Tak bisakah kau melihat ku juga Yoongi?"

Aku mendengar lirihan nya. Tapi aku tidak mengerti apa maksud nya.

.

.

.

BTS belong to Big Hit Entertaiment

Warning : Kang Daniel X Fem Yoongi X BTS member, GS! A/B/O verse.

Rating : M (for save)

Beast Omega!

.

.

.

Don't Like Don't Read!

.

.

.

"Yoongi-ya! Yoongi-ya!"

Drap drap drap

Aku melihat diri ku yang kecil memaksakan kaki mungilku untuk terus menuruni anak tangga dengan cepat. Seolah tidak ingin membuat seseorang di luar menunggu.

"...!"

Hah? Aku tidak bisa mendengar gadis kecil itu (aku) menyebut nama bocah lelaki yang tengah menunggu. Hei! Aku mengenal nya! Anak lelaki itu juga muncul waktu aku bermimpi di UKS.

"Ayo, kita bermain di taman hari ini!"

"Kaja!"

Lalu anak lelaki itu membawa ku masuk ke dalam mobil nya. Seolah tahu tujuan nya supir pribadi anak lelaki itu membawa kami pergi. Aku menerka-nerka, kemana anak lelaki ini akan membawa diri ku pergi.

Banpo Hangang Park?! Jadi, waktu aku menangis di taman di mimpi ku sebelum nya adalah disini? Tapi, mengapa aku tidak bisa mengingat nya? Anak lelaki ini siapa? Apa hubungan nya dengan ku?

Anak lelaki itu menarik tangan mungil ku mengelilingi taman bersama. Kami berjingkat-jingkat sambil tertawa ceria. Suasana ini terasa tidak asing bagi ku.

"Saat kita besar, aku ingin menjadi pacar mu Yoongi!"

"Apa itu pacar?"

"Ntahlah! Tapi, noona ku bilang pacar bisa membuat mu bahagia!"

"Baiklah! Ayo kita berpacaran!"

Aku terbangun dari mimpi aneh ku. Mungkin ini tidak bisa di sebut mimpi, ini lebih seperti sebuah kenangan lama. Aku tidak pernah bermimpi seperti ini sebelum nya.

Aku mengusap wajah ku kasar mencoba mengingat namun hasil nya nihil. Aku mencoba membalikkan tubuh ku, mencoba tidur kembali.

"OMAY-"

"Tidur saja Yoongi! Aku malas kembali!"

"Setidaknya tidurlah di sofa!"

"Shireoh!"

Dasar Kang Daniel! Berani sekali dia menyelinap ke rumah ku pagi buta begini! Heing? Aku tidak menyuruh nya pulang? Aku juga tidak mengajak nya tidur. Aku melirik pakaian ku, nihil. Aku melirik pakaian Kang Daniel, nihil. Apa yang terjadi?

"AAAAA!"

"Aish! Kau membuat ku terbangun!"

Kang Daniel mendudukkan diri nya di tepi kasur dan menatap ku keheranan. Aneh nya lagi aku juga melakukan hal yang sama pada nya.

"Ah! Wae?"

"Mengapa kau tidur disini?"

Ia melipat tangan nya di depan dada.

"Aku ingin pulang tapi pintu nya terkunci. Aku ingin membangunkan mu tapi kau tertidur pulas. Aku tidak ingin tidur di sofa badan ku bisa sakit semua!"

Aku bisa menerima alasan nya untuk itu. Tapi, mengapa ia tidak memakai baju? Mengapa juga aku tidak memakai baju?

"Lalu pakaian mu?"

"Aku rasa aku tidak sadar saat melepasnya! Bagaimana dengan pakaian mu?"

"Apa maksud mu? Saat tidur aku selalu memakai bra dan, ya kau tahu!"

"Hmm.. Bisa kita tidur kembali?"

Biasanya di saat seperti ini para omega akan mendesah-desah untuk merayu alpha yang di samping nya. Oh sungguh, ini situasi yang sangat, ya kau tahu. Apalagi bila di samping mu adalah alpha seperti Kang Daniel, aku yakin para omega akan rela "dipenuhi" berjam-jam oleh nya. Tapi ingat ya, NOT ME! Aku bukan omega seperti itu. Aku adalah omega yang mendominasi, dan aku tidak ingin orang lain mengetahuinya.

Kriinngg! Kriinngg! Kriinngg!

Aku mengerjapkan mata ku, membiasakan dengan sinar matahari yang menyeruak masuk melalui jendela kamar ku. Aku melirik jam weker ku 06.30 pagi, masih ada waktu 30 menit sebelum lonceng sekolah berbunyi. Itu artinya aku sudah terlambat. Ya aku sudah terlambat!

"Daniel! Daniel!"

"Apasih?"

Aku menunjukkan jam weker ku pada nya dan ia segera melompat dari kasur ku dan menuju rumah nya.

Aku buru-buru memakai sepatu ku. Lupakan seragam ku yang masih pencong, wajah ku yang kusut, dan tentunya rambutku yang sudah tidak pantas di sebut rambut lagi. Daripada menggunakan sisir aku memilih menggunakan jemari ku untuk sedikit merapikan nya. Setelah mengambil ransel ku, aku segera menuju ke luar rumah.

Di luar aku melihat penampilan Daniel yang kurang lebih sama dengan ku. Seragam yang tidak terkancing di balut blazer sekolah, rambut yang amburadul, dasi yang tidak terpasang sempurna, dan wajah yang sama kusut nya dengan ku.

Tidak perlu berlama-lama kami segera berangkat kesekolah menggunakan motor sport merah milik Daniel. Kami mengebut sepanjang jalan raya. Untung saja kami tiba 2 menit sebelum pagar ditutup, nyaris sekali. Kami segera berlari menuju kelas 2-A. Aish! Matilah aku pak Lee Min Ho tidak akan telat sedikit pun!

Akhirnya kami tiba di depan pintu kelas. Aku bisa mendengar pak Lee Min Ho tengah mengabsen murid dan nama Kang Daniel telah terlewatkan. Setelah Namjoon adalah aku. Aku sangat takut. Aku melirik Kang Daniel yang sudah merosot dilantai. Mungkin jiwa nya telah melayang ntah kemana.

"Min Yoongi! Oppseoyo?"

SRAAK

Aku membuka pintu kelas dan mengacungkan tangan ku di udara membuat seisi kelas menatapku. Daniel yang duduk sekarang berdiri di samping ku.

"Hadir pak!"

"Wah, wah, wah! Masuklah kalian berdua!"

Aku bisa melihat Daniel meneguk saliva nya. Keringat dingin mulai keluar melalui pelipis ku. Apa kami akan kena hukum? Apa kami akan diceramahi saja? Ah! Mollaseo! Aku ingin menggenggam tangan Daniel tapi aku mengurungkan niat ku.

Aku dan Daniel kini tengah berdiri di depan kelas dengan banyak pasang mata menatap ke arah kami.

"Seperti nya kalian memiliki "malam" yang panjang kemarin. Mungkin tadi pagi kalian melakukan "nya" lagi hingga kalian terlambat. Lihatlah memakai seragam saja kalian tidak bisa. Apa kau ingin menggoda seluruh alpha Min Yoongi?"

Hei! Seragam Kang Daniel lebih parah dari ku!

"Ti-Ti-Ti-Tidak pak!"

"Katakan padaku Kang Daniel apa yang membuat kalian terlambat dan berpakaian tidak senonoh begini?"

Jebal, berbohonglah Kang Daniel! Aku menatap nya semoga ia tidak berkata bahwa ia tidur dikamar ku dan tidak mendengar jam wekerku berdering. Tentu saja itu hanya berbunyi pukul 06.30 A.M tepat.

"Jam weker Yoongi tidak berbunyi menyebabkan kami kesiangan!"

OMO! Kang Pabo Daniel! Pabo sangat cocok untuk nama tengah mu!_-

"OHOHO... Kalian tidur bersama?! Wah.. Kalian masih sekolah tahu!"

"Kami hanya benar-benar tidur tahu! Aku bahkan tidak membauinya!"

Hah... Bisakah aku menghilang? Aku ingin menangis...

"Haeh... Sudahlah! Kalian boleh duduk. Kalian beruntung karena aku akan menjelaskan materi yang sangat penting. Aku tidak ingin kalian ketinggalan, tapi sebelum nya RAPIKAN SERAGAM KALIAN!"

.

.

.

Disinilah kami para murid 2-A berada, di sebuah ruangan besar yang bernuansa putih. Kalian bisa menyebut nya lab sekolah. Lab ini hanya untuk pelajaran biolgi, makanya disebut Biology Lab. Sedangkan untuk komputer dan kimia lain lagi.

Aku tidak membenci pelajaran biologi, hanya saja ada satu materi yang sangat aku benci. Materi ini seolah melecehkan ku. Tidak masalah bila lab ini diisi oleh beberapa omega, tapi akan jadi masalah bila ada 1 omega dan 20 alpha. Kenapa sih materi ini harus ada?

"Pak Minhyuk apa tadi fungsi payudara?"

Pak Minhyuk guru biologi sekaligus wali kelas kami yang lugu ini pasti akan selalu menjawab pertanyaan si otak kotor Namjoon. Jjinja! Dia sudah bertanya 3 kali! Dengan pertanyaan yang sama!

"Namjoon aku sudah mengatakan nya pada mu. Para omega menggunakan nya untuk daya pikat sekaligus untuk menyusui bayi mereka! Jangan bertanya lagi aku sudah bosan!"

"Bagaimana bentuk payudara?"

Aish! Jimin sialan! Kau juga memiliki nya! Dasar!

Pak Minhyuk berjalan ke sudut ruangan dan mengambil sebuah patung perempuan yang bertelanjang dada. Dada patung itu terlihat mengerikan tidak mempunyai kulit, untungnya!

"Kau lihat, seperti ini bentuk nya!"

Jimin terlihat menggerutkan alis nya dan melirik Namjoon.

"Hei.. Bapak tidak mengerti. Kami ingin melihat payudara bukan isi payudara. Patung itu terlihat mengerikan!"

"Maaf saja Namjoon kita tidak memiliki model asli untuk masalah payudara ini!"

Hoseok terlihat mengacungkan tangan nya. Apa dia memiliki ide? Heh! Mustahil!

"Aku ada ide! Kitakan memiliki Yoongi sebagai model yang pas, mengapa kita tidak menggunakan nya?"

MWO? Menggunakan? Kau pikir aku sebuah benda?

"SHIREOH!"

Aku mendengar dua alpha yang berteriak "tidak!" Setelah aku lihat, mereka adalah Daniel dan Taehyung. Aku bisa mengerti jika Daniel membela ku, tapi Taehyung? Ada yang salah dengan kepala nya! OMO! Mungkin dia memang menyukai ku! Aku bergidik ngeri membayangkan nya.

"Itu sih tergantung Yoongi apakah ia bersedia. Iya kan Yoongi?"

Karena merasa nama ku terpanggil, aku segera tersadar dari lamunan ku dan menjawab panggilan pak Minhyuk.

"Ah..Ne?"

"KAU MAU?"

"HOREE!"

"ANDWAE!"

Heing? Ada apa ini? Mengapa Jungkook menatap ku seperti itu? Mengapa Namjoon dan Jimin kegirangan? Mengapa Daniel dan Taehyung berkata tidak? Terlebih lagi mengapa pak Minhyuk memberi ku pakaian dalam?

"Ige mwoya?"

Tanya ku sesopan mungkin pada pak Minhyuk.

"Kau bilang kau bersedia menjadi model untuk pelajaran ini!"

Setelah mencerna sedikit apa yang barusan terjadi, aku segera menggelengkan kepala ku.

"ANDWAE!"

Pak Minhyuk menggidikkan bahu nya dan menyimpan kembali pakaian dalam nya. Guru macam apa yang membawa pakaian dalam wanita? Wah.. Aku tidak bisa mengatai pak Minhyuk lugu lagi.

"YEAY!"

"HAH..."

Kali ini giliran Daniel dan Taehyung yang bersorak kegirangan, sedangkan Jungkook dia mengulas sebuah senyuman. Untuk apa? Tidak adakah alpha disini yang normal?

"Oh! Bapak hampir lupa!"

Kami semua berhenti membereskan buku kami dan mendengarkan penjelasan yang akan pak Minhyuk sampaikan.

"Kalian akan punya satu teman baru lagi, jadi yang akur ya!"

HAH?! Murid baru lagi? Hello? Kami sudah 21 orang, mau di tambah lagi? Ya, kalau dia seorang omega sih tidak masalah. Aku harap ia seorang omega yang tidak lebih cantik dari ku.

"Yoongi! Kaja!"

Aku menatap dua alpha yang tengah menggandengku sambil menatap nyalang satu sama lain. Ada apa dengan mereka?

.

.

.

TBC

A/N : Chap depan aku bakal nambahin satu murid lagi untuk 2-A. Dia Cewek, tapi aku bingung siapa.. Tolong kasih saran ya! Masalah ia Alpha or Omega, We'll See Next Chap!

Kalau kalian tidak menyarankan nama, aku jadi bingung siapa cewek yang akan kalian suka ):

So, Mind To Review?