Kali ini giliran Daniel dan Taehyung yang bersorak kegirangan, sedangkan Jungkook dia mengulas sebuah senyuman. Untuk apa? Tidak adakah alpha disini yang normal?

"Oh! Bapak hampir lupa!"

Kami semua berhenti membereskan buku kami dan mendengarkan penjelasan yang akan pak Minhyuk sampaikan.

"Kalian akan punya satu teman baru lagi, jadi yang akur ya!"

HAH?! Murid baru lagi? Hello? Kami sudah 21 orang, mau di tambah lagi? Ya, kalau dia seorang omega sih tidak masalah. Aku harap ia seorang omega yang tidak lebih cantik dari ku.

"Yoongi! Kaja!"

Aku menatap dua alpha yang tengah menggandengku sambil menatap nyalang satu sama lain. Ada apa dengan mereka?

.

.

.

BTS belong to Big Hit Entertaiment

Warning : Kang Daniel X Fem Yoongi X BTS member, GS! A/B/O verse.

Rating : M

Beast Omega!

.

.

.

Don't Like Don't Read!

.

.

.

Aku menatap perempuan cantik yang tengah berdiri dihadapan kami. Cih! Aku sudah bilang jangan lebih cantik dari ku! Aku menatap tidak suka pada nya dan ia memandangku remeh. Aish! Aku akan mencolok mata indah mu!

"Annyeong~ nama ku Jihoon! Kalian bisa memanggilku Honie! Kecuali kau omega jelek!"

"MWO?!"

Aku menatap nyalang pada nya. Heh! Aku tidak jelek tahu! Bukti nya banyak alpha yang jatuh hati pada ku!

"Ah! Aku harus duduk dimana?"

Gadis itu memasang wajah polos dan menatap keseliling mencari dimana ia harus duduk. Aish! Aku ingin mematahkan lehernya!

"Aku tahu!"

Gadis itu berjalan ke arah ku dengan santai nya dan menunjuk batang hidung ku. Apa mau nya? Jangan bilang ia ingin duduk disamping ku. Jika, ia melakukannya aku akan menendang bokong nya terlebih dahulu.

"Minggir kau!"

"HAH?!"

Aku menatap tidak percaya pada gadis cantik ini. Orang-orang ingin duduk disamping ku, bukan mengusirku! Apa ia sudah gila? Atau aku nya yang kepedean? Aku yakin dialah yang sudah gila!

"Kau tidak dengar? Aku ingin duduk disamping Jungkook oppa!"

Ew! Aku ingin muntah mendengar nya mengatai Jungkook dengan sebutan oppa. Dih!

"Kau bisa duduk ditempat ku kok!"

Namjoon mengintrupsi perdebatan kami. Solusi macam apa itu? Jika gadis ini pindah ke meja Namjoon, ia akan duduk bersama Jimin, Jungkook otomatis akan pindah duduk di pojok belakang. Itu berarti Namjoon akan duduk bersama ku. Andwae! Aku tidak mau! Neomu shireoh!

"Aku tidak akan berpaling dari Yoongi! Kau saja yang duduk bersama omega baru itu, yadong!"

Jimin merasa tidak terima jika ia harus duduk bersama gadis itu. Jika Jimin saja tidak mau, apalagi aku!

"Halo~"

Dan senyum menggoda dari gadis itu membuat Jimin luluh seketika. Cih! Dasar buaya! Tunggu, kau aligator!

"Namjoon pergilah kau!"

Sebelum Namjoon beranjak, aku pindah ke pojok belakang lebih dulu. Biarlah aku mengalah! Tidak ada rugi nya membiarkan gadis itu duduk bersama Jungkook.

Sebelum aku mendudukkan bokong ku sebuah tangan mencegah ku. Jungkook rupa nya, ada apa dengan nya? Apa aku terbawa barang nya? Aku melihat buku yang ku bawa, tidak ada tuh!

"Ah! Wae?" tanya ku.

"Mengapa kau pindah Yoongi?" tanya nya.

"Omega centil itu ingin duduk bersama mu, ya sudah!"

Aku menepis tangan nya dan mendudukkan bokong ku. Aku lupa dulu aku juga duduk sendiri. Kenyamanan mu kembali Yoongi! Ingat apa yang bisa kau lakukan jika duduk sendiri!

Jika aku duduk sendiri, aku bisa.. Mengemil tanpa ada yang meminta, membaca komik tanpa ada yang meminjam, memainkan hp tanpa ada yang kepo, dan tertidur tanpa ada gangguan. Bayangkan betapa bagus nya itu Yoongi!

"Oppa~"

"Apa mau mu!?"

Aku menatap 'pasangan' yang duduk di depan ku. Sang gadis tengah bergelayut manja di lengan kekar si pria, sedangkan si pria berulang kali menepis kepala gadis itu dari lengan nya. Pemandangan yang menghibur sekali.

"Kasar sekali~"

Aku sungguh jijik mendengar nada omega itu. Hal inilah yang aku benci dari omega, bukan diri ku ya! Manja, sok imut, sok cantik, sok lemah, mau perhatian, mau disentuh, mau dipeluk, mau di bla bla bla.. Menyebalkan sekali!

"Aku. Tidak. Peduli!" Jungkook pun menyentak kuat leher gadis itu, untung saja tidak patah! Keseleo dikit sih boleh-boleh saja! Aku lumayan senang kok!

.

.

.

Aish! Jjinja! Sialan!

Mengapa gadis ini menatap ku? Apa ia iri pada tubuh ku? Makanya, kalau mau tubuh yang bagus harus berusaha membentuk nya, jangan menunggu hidayah. Dasar!

Aku berusaha secepat mungkin mengganti seragamku dengan seragam olahraga. Rasanya lumayan mengerikan jika seorang omega menatap mu seperti ingin menelanjangi mu! Mengapa sih ruang ganti perempuan cuma ada satu?

"Dada pepaya, bokong semangka, pasti berat untuk mu!"

Gadis itu menggelengkan kepala nya melihat tubuh indah ku. Mengapa kau tidak membicarakan tubuh mu sendiri nona?

"Ya, aku tahu! Para alpha selalu saja lapar melihat ku. Seperti nya kau sangat senang akan dada kerikil dan bokong triplek mu! Terimakasih sudah memperhatikan tubuh ku!"

Dan aku pergi sambil melenggokkan bokong ku pada nya, aku bisa mendengar nya menyumpahi ku. Entah mengapa aku menjadi senang!

Akhirnya aku tiba di tempak laknat ini, aku mencari Kang Daniel. Oh! Itu dia! Sedang melakukan push up, rajin sekali! Aku berlari-lari kecil ke arah nya.

"Argh!"

Aku menatap nyalang pada alpha yang telah menabrak dan menumpahkan minuman nya pada dada ku. Sakit bego! Orang macam apa yang membawa kopi panas ke lapangan sepak bola?

"Maafkan aku, Yoongi!"

Daripada menjawab nya aku lari menuju kelas untuk mengambil handuk kecil ku. Sial! Mengapa baju olahraga bewarna putih sih, bra ku jadi kelihatan!

"KYAA!"

Aku merasakan tangan ku ditarik paksa oleh seseorang ke dalam kamar mandi, kamar mandi pria sial nya. Aku ingin menampar pria itu, namun ia mencegah ku. Aku menatap garang Jungkook yang tengah berdiri didepan ku di dalam salah satu bilik kamar mandi.

"Mau apa kau?!"

Ia membuka baju nya perlahan dan menyodorkan nya pada ku. Aku menolaknya mentah-mentah, aku tidak ingin bau alpha nya hinggap di tubuh ku, Kang Daniel bisa salah paham.

"Lalu apa kau ingin menunjukkan dada mu pada semua orang?!"

Aku melihat baju ku yang sudah basah, menembus menampilkan bra biru muda ku beserta dada ku yang sedikit kemerahan akibat kopi panas tadi. Sial! Karena inilah aku benci kain murahan!

"Baiklah!" dengan terpaksa aku pun mengambil baju milik Jungkook.

Aku berbalik hendak melepas baju ku, aku menoleh ke belakang melihat Jungkook yang masih menatap ku, aku menaikkan sebelah alis ku dan ia pun berbalik. Seperti nya namja ini tidak mengerti maksud ku.

"Kau harus keluar!" perintahku.

Dreet

Sebelum Jungkook keluar, kami mendengar pintu kamar mandi terbuka. Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika mereka tahu ada perempuan disini? Aku menatap panik ke arah Jungkook.

Tanpa aba-aba ia menggendong dan merapatkan tubuh ku ke dinding. Aku rasa aku mengerti, ia menyembunyikan keberadaan ku. Ntah mengapa jantung ku berdegup kencang menatap wajah nya dari dekat, aku tidak bisa berpaling. Jungkook menyadari aku menatap nya, dan ia balik menatap ku.

Setelah aku yakin orang itu sudah pergi, kami masih saja bertatapan. Aku tidak tahu mengapa, seperti nya aku mengenal Jungkook, hanya saja aku tidak ingat. Ntah apa yang membuat ku tergerak tapi aku ingin sekali mendaratkan bibirku pada bibir nya, dan aku melakukan nya.

Tanpa aku duga Jungkook membalas ciuman ku dan meletakkan tangan nya di pinggul ku. Aku tidak mempersalahkan nya, namun tangan nya bergerak naik saat itulah aku memberontak. Aku tidak bisa melepaskan diri, aku mulai terisak. Aku bodoh sekali!

"Maafkan aku, Yoongi! Aku sudah melewati batas!"

Dan Jungkook pergi meninggalkan ku begitu saja. Aku mencoba menenangkan pikiran ku, aku bodoh sekali, apa yang merasuki ku? Entah mengapa aku merasa rindu pada nya, konyol sekali! Cih! Lupakan saja Yoongi!

Yak! Pabo! Jungkook tidak memberiku baju nya! Oh, tunggu! Ini sudah kering.

Aku segera berlari kembali kelapangan, aku mendapati semua orang tengah berbaris, langsung saja aku masuk dalam barisan. Ketika pak Jong In mengabsen nama ku, OMO! Sejak kapan aku memanggilnya dengan sebutan pak Jong In, aku mengacungkan tangan ku di udara.

"Min Yoongi!" ulang nya.

Sial! Seokjin ini tinggi sekali.

"Aku disini teriak ku!" sambil melompat-lompat.

Mungkin karena aku tidak hati-hati saat melompat tanpa sengaja aku menabrak tubuh Jin hingga ia menoleh pada ku.

"Bisa tidak menggunakan tangan bukan nya dada mu?"

Aish! Bukan salah ku, tahu! Aku sedang melompat, kau nya saja yang kegedean.

"Molla!"

Aku memalingkan wajah ku kesamping dan mendapati Jungkook berada di samping ku. Sial!

"Baiklah! Hari ini aku ingin melihat bagaimana kalian melakukan pemanasan berpasangan. Dengarkan baik-baik nama pasangan kalian!"

Aish! Aku malas mendengar nya!

"... Hoseok dengan Jimin, Kang Daniel dengan Taehyung, Jungkook dengan Jihoon, Min Yoongi dengan Kim Namjoon, Seokjin dengan Seong Woo. Sudah! Lakukan sit up dulu 20 kali bergantian!"

Aish! Mengapa aku harus dengan Namjoon? Tidak bisakah aku melakukan nya dengan Jihoon? Meskipun aku membencinya, itu tetap lebih baik.

"Yoongi-ya!" Aku seolah mendengar malaikat maut memanggilku.

Hei, ingat Yoongi! Namjoon tidak seburuk itu! Jangan lihat wajah nya! Kau tahu ia tidak seburuk itu! Ingatlah! Aku mengulang mantra itu di kepalaku.

"Namjoon-ssi!" Ia harus tahu kami tidak sedekat itu.

"Formal sekali!"

Aku hanya tersenyum canggung.

"Bisakah aku melakukan nya lebih dulu?"

"Aku tidak mau melakukan ini dengan mu brengsek!"

"Aku juga tidak mau bajingan! Kau membuat ku jijik!"

Hei! Aku tidak tahu Daniel dan Taehyung saling membenci seperti itu. Lihatlah! Sekarang mereka saling mendorong. Kekanakan!

"OK!"

Aku memposisikan diri ku berbaring di depan Namjoon, sambil mengabaikkan dua alpha yang tengah mendorong satu sama lain, hingga-

"AW!"

Namjoon terdorong jatuh di atas ku dan tangan nya...

"KYAA!" Pas sekali.

Aku mendorong-dorong Namjoon dari atas tubuh ku. Sial! Cepat bangkit pabo! Sebelum ada yang melihat!

"Jadi, begitu ya, lembut dan kenyal! Bisa aku menyentuh nya lagi, Yoongi?"

Aku membelalakkan mata ku tak percaya mendengar nya. Bisa-bisa nya ia mencari kesempatan di saat seperti ini.

"YAK! NAMJOON!"

Terlambat! Kau membangunkan dua beruang yang tengah hibernasi!

Kini Daniel dan Taehyung mencengkaram kerah Namjoon dan bersiap melayangkan tinju pada nya. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus membela nya? Tapi, jika mereka salah paham bagaimana? Ah, ya sudahlah! Daripada aku menyesal nanti.

"Hei! Lepaskan Oppa ku!"

.

.

.

TBC

A/N : Aku menerima saran dari nicelline, mulfandakut untuk menambahkan Jihoon GS! sebagai anak baru. Jujur saja aku juga ingin menambahkan Jihoon karena sebagai laki aja dia imut, apalagi cewek.

Oh, ya! Kemarin ada yang nanya arti ^~^ apaan? Tapi, ngapa di review muncul tanda ~ doank?

Jadi, KPOPakut jika kamu bertanya arti ^~^ ini tuh lambang muka aku. Itu ibarat wajah yang tengah tersenyum. Lambang nya imut kan? Ya, iyalah! Aku kan imut! (PD amat_-)

Tinggalkan review!

See You Next Chap!^~^