"Jadi, begitu ya, lembut dan kenyal! Bisa aku menyentuh nya lagi, Yoongi?"
Aku membelalakkan mata ku tak percaya mendengar nya. Bisa-bisa nya ia mencari kesempatan di saat seperti ini.
"YAK! NAMJOON!"
Terlambat! Kau membangunkan dua beruang yang tengah hibernasi!
Kini Daniel dan Taehyung mencengkaram kerah Namjoon dan bersiap melayangkan tinju pada nya. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus membela nya? Tapi, jika mereka salah paham bagaimana? Ah, ya sudahlah! Daripada aku menyesal nanti.
"Hei! Lepaskan Oppa ku!"
.
.
.
BTS belong to Big Hit Entertaiment
Warning : Kang Daniel X Fem Yoongi X BTS member, GS! A/B/O verse.
Rating : M (for save)
Beast Omega!
.
.
.
Don't Like Don't Read!
.
.
.
"Hei! Lepaskan oppa ku!"
Aku menutup mulut ku tidak percaya. Kini semua mata menuju pada ku, bahkan pak Jong In kini tengah menatap ku tak percaya. Saya juga tidak percaya pak! Kalimat itu keluar begitu saja! Namjoon terkekeh mendengar perkataan ku. Sial! Rasanya tubuh ku menciut.
"W-W-Wae?! Tidak dengar lepaskan opp-dia!"
Daniel dan Taehyung melepaskan Namjoon dan mendorong nya ke arah ku hingga Namjoon terhuyung. Kang Daniel menatap ku seolah ingin penjelasan. Aku akan memberinya nanti. Taehyung? Biarkan saja ia berfantasi!
Setelah kepergian mereka, Namjoon tidak henti-henti nya menggoda ku. Sial! Aku baru menyelamatkan wajah bar bar mu, tahu!
"Aku oppa, mu? Sejak kapan? Kau menyukai ku, Yoongi?"
"Aku hanya membantu mu, tahu! Aku tidak mau wajah konyol mu rusak karena aku! Jangan ge er deh lo!"
"Ahahah... Jangan marah, sayang! Akukan oppa mu~"
Aish! Jjinja! Oppa dengkul mu!
Aku memposisikan diri ku berbaring kembali dan Namjoon dengan sigap menekan pergelangan kaki ku, sebagaimana orang melakukan sit up berdua pasti ada yang menekan pergelangan kaki yang sedang sit up. Biar gampang bangkit nya!
Saat aku melakukan sit up, ntah mengapa aku merasa banyak pasang mata yang tengah mengamati. Aku merasa sedang di dalam film horor, banyak yang mengintai. Mengapa sih? Jangan-jangan mereka membayangkan sesuatu pada tubuh ku? Posisi seperti ini memang sangat menantang pagi para alpha, baju yang tersibak sedikit menampilkan kulit ku yang mulus serta celana olahraga pendek yang mengetat pada paha atas ku.
"11, 12, 13, Hei!"
Aku mendelik tidak suka pada omega baru, Jihoon. Ia melemparkan sebuah jaket diatas tubuh ku.
"Aku melindungi mu, jalang!"
"Yak! Mworago?!"
"Cih!"
Lalu Jihoon pergi begitu saja. Dasar sirik! Kalau iri, tinggal bilang! Ih! Dasar papan!
"Sit up mu sudah selesai, Yoongi! Sekarang giliran ku!"
Aku bangkit dari posisi ku dan menunggu Namjoon untuk berbaring. Setelah ia berbaring, aku menekan kuat pergelangan kaki nya. Namjoon pun memulai sit up nya sambil meniup wajah ku ketika ia bangkit. Aku merasakan perut ku bergejolak dan aura omega ku menyeruak keluar. Sial! Heat ku datang!
Aku melihat Namjoon yang tengah mengendus-ngendus. Gawat! Mata nya mulai berkilat melihat ku! Aku memperhatikan alpha lain juga tengah menatap ku, dimana pak Jong In? Dimana Kang Daniel? Kesadaran ku mulai direnggut perlahan.
Aku melihat seorang alpha berlari ke arah ku, Kang Daniel. Ia segera menggendongku dan membawa ku lari dengan 19 alpha yang mengejar kami. Wah! Lari Kang Daniel sangat cepat! Tapi, tidak ada waktu untuk merasa takjub. Daniel membawa ku masuk ke dalam gudang sekolah.
"Daniel..." panggil ku.
Kang Daniel menatap ku tajam. Apa ia mulai terpengaruh? Gudang ini pengap sekali! Aku harus segera keluar dari sini! Aku menghargai pertolongan Kang Daniel, tapi tidak mungkinkan aku satu ruangan dengan singa? Bisa-bisa aku tidak bisa berjalan dengan benar!
"Yoongi~"
Oh! No! Dia sudah terpengaruh! Heat sialan! Aku harus segera pergi! Dengan sigap aku bangkit dan berlari menuju pintu, namun Kang Daniel merengkuh pinggang ku dari belakang. Aku terbujur kaku!
"Jangan tinggalkan aku! Tetaplah disini aku sangat menyukai mu!" Ia mulai mengendus-ngendus perpotongan leher ku. Jangan gigit! Bisa mati aku!
"A-A-Aku juga suka pada mu Daniel! Kita sudah berteman sejak kecil. Jadi mengapa aku tidak suka pada mu?"
Ia mulai membalik tubuh ku menghadap nya. Sial! Ia sudah mabuk akan aroma ku. Cih! Aku jadi ingat sesuatu. Kata nya omega lemah gak bisa ngelawan alpha! Tapi, nih bukti nyata, ada alpha mabuk dihadapan ku, disuruh jungkir balek pasti mau!
"Aku menyukai mu Yoongi, sangat suka! Aku akan menghajar siapa saja yang mendekati mu!"
Ia mendekatkan bibir nya pada bibir ku, refleks aku memalingkan wajah ku. Namun, dengan sigap ia menangkup wajah ku dan melumat bibir ku. Tanpa sadar, aku menginginkan lebih. Heat sialan! Aku harus bertahan!
Ia makin menekan ciuman nya dan membuat kami berbaring dilantai gudang yang dingin. Sadarlah Min Yoongi! Kau harus menang! Bukannya kau baik-baik saja heat sendirian? Bagaimana jika ini terbawa semakin dalam? Kau takkan bisa berjalan untuk sementara waktu. Apa kau ingin mengangkang sepanjang hari, Yoongi!?
Aku mendorong tubuh Daniel sekuat tenaga, namun dia terlalu besar untuk ku. AHA! Aku tahu jurus jitu! Aku memposisikan kaki kanan ku di sela-sela kaki nya dan menendang Mr.P nya! Berhasil! Berhasil! Hore! Aku segera meninggalkan gudang!
Aku segera berlari secepat mungkin. UKS! Ya, aku harus ke UKS! Kepala ku mulai terasa pusing, sial! Kau harus bertahan Yoongi! Aish! UKS jauh sekali, aku sudah tidak kuat.
BRUUK! dan akhirnya aku terjatuh. Namun, sebelum ke sadaran ku hilang aku melihat seseorang berlari ke arah ku. Nuguya?
Aku melihat seorang gadis kecil mengenakan gaun merah yang sangat cantik! Oh, benar! Dia adalah aku! Gadis itu di temani anak lelaki yang akhir-akhir ini muncul di mimpi ku. Anak itu mengenakan tuxedo mini nya. Kami seperti akan menikah saja! Ah! Ini memang pesta pernikahan.
Anak lelaki itu menarik ku menuju pelaminan tempat pengantin nya berada. Aku merasa seperti mengenal pengantin itu, tapi dimana ya aku pernah melihat mereka?
"Wah! Jungkook-ah! Yoongi-ya! Kalian terlihat cocok bersama!" sahut pengantin pria.
Hah? Jungkook? Tidak mungkin Jungkook yang itu, kan? Ini pasti Jeon Jungkook yang lain. Tapi, jika aku lihat Jungkook memang sedikit mirip dengan anak kecil ini.
"Selamat ya paman Hun dan bibi Lulu!"
"Iya! Makasih! Besar nanti kalian nyusul ya?" sahut pengantin wanita.
"Haha.. Mereka masih kecil Lulu, jangan bicarakan pernikahan pada mereka!"
Jungkook menarik ku ke atas pelaminan dan duduk disana. Entah mengapa wajah mungil ku memerah. Pasti karena ruangan nya panas!
"Besar nanti aku ingin menikah dengan Yoongi!" Jungkook mengecup pipi ku singkat. Aku menatap wajah nya, dengan polos aku berkata
"Menikah itu apa ya?"
Aku merasakan ada seseorang yang tengah membelai-belai rambut ku. Aku mengerjap-ngerjapkan mata ku tetapi tidak membuka nya. Belaian ini sama seperti tepukan yang aku terima saat aku di UKS beberapa waktu yang lalu. Aku penasaran siapa yang melakukan nya!
Aku membuka mata ku sedikit, dan melihat bahwa Jungkook yang melakukan nya!? Mengapa ia ada disini? Berarti orang yang kemarin di UKS adalah diri nya?
"Kau membuat ku sedih Yoongi-ya! Mengapa aku selalu berduaan dengan mu di UKS? Ini sangat berbeda saat kita kecil dulu. Mengapa kau tak mengingat ku Yoongi?"
Hah? Apa dugaan ku benar? Anak lelaki yang muncul di mimpi ku adalah diri nya? Ah! Sekarang aku mulai ingat! Sebelum aku pindah rumah aku memang memiliki seorang teman lelaki! Jungkook lah orang nya!
"Kau lupa janji masa kecil kita, ya?"
Aku menajamkan pendengaran ku. Jangan bilang bahwa kami akan menikah? Aku masih belum membuka sepenuh nya mata ku.
"Kapan kau akan mengenali ku?"
Ia mengecup singkat bibir ku, saat itulah aku membuka mata ku.
"Aku mengenali mu sekarang..."
Jungkook melebarkan bola mata nya, terkejut akan ucapan ku. Ia memelukku mungkin sangking girang nya.
"Benarkah Yoongi! Mengapa lama sekali?"
"Wajar saja! Karena kita berteman saat aku berumur 4 tahun! Setelah kepergian mu, aku dan orang tua ku juga pindah rumah! Jadi, aku lupa semua tentang mu!"
Jungkook makin mengeratkan pelukan nya pada tubuh ku. Ini aneh? Mengapa ia tidak terpengaruh akan heat ku? Aku menoleh ke samping, itu dia penyebab nya. Guru UKS pasti sudah menyuntik peredam heat pada ku sebelum membiarkan Jungkook masuk.
Sreet
Aku mendengar pintu UKS dibuka. Tapi, Jungkook tidak melepaskan pelukannya jadi, aku menepuk-nepuk punggung nya agar ia melepaskan ku. Aku bisa mendengar langkah kaki mendekati posisi kami. Aku tidak tahu itu siapa, wajah ku berada di dada bidang Jungkook sepenuh nya.
BUGH!
"Kang Daniel?!"
Aku menatap Kang Daniel dan Jungkook yang terluka pada bibir nya akibat pukulan dari Kang Daniel. Mengapa hal yang rumit selalu terjadi pada ku?
"Aku sudah berkata aku menyukai mu, Yoongi! Aku akan menghajar pria yang mendekati mu!"
Jadi, Daniel benar-benar menyukai ku? Aku kira itu hanya karena kami dekat. Sejak kapan ia memiliki perasaan itu pada ku?
Daniel menarik ku paksa keluar dari UKS dan segera menuju kelas. Ia membereskan semua barang ku dan membawa nya. Ia terus menarik ku hingga menuju ke parkiran sekolah.
"Ah! Mwoya? Kau kenapa sih?"
Bukan nya menjawab ia malah menghidupkan motor nya dan memaksa ku naik. Apa ia marah pada ku? Ini tidak masuk akal! Aku bingung dengan semua kejadian ini! Mengapa ia seperti ini pada ku?
Kami menuju rumah ku. Sesampainya dirumah ku, aku bergegas turun dan segera membuka kunci pintu rumah. Sebelum aku membuka nya, Daniel menahan pergelangan tangan ku. Ia terlihat menyesal.
"Mianhae!"
"Ck! Ah! Ada apasih dengan mu?"
Ia berlutut di depan ku dan mengusap tangan ku yang tengah di genggam nya.
"Johae, Min Yoongi! Aku sangat menyukai mu! Apa kau tidak mengerti? Aku tidak suka melihat mu bersama alpha lain selain aku. Aku tidak suka! Aku ingin menjadi lebih dari sekedar sahabat mu, Yoongi! Kau masih ingat taruhan kita, yang menang boleh meminta apa saja? Aku ingin kau menjadi milik ku, Yoongi!"
"Jangan bercanda!"
BLAAM
Aku menepis tangan nya dan segera memasuki rumah ku. Mianhae Daniel! Tapi, aku terpaksa melakukan nya! Aku tidak tahu perasaan ku sendiri! Aku tidak bisa memilih satu dari kalian, Namjoon, Jungkook, dan kau! Jujur saja, aku menyukai kalian! Eotteohke? Apa yang harus aku lakukan?
.
.
.
TBC
A/N : Yoongi harus memilih siapa? Aku menyukai ketiga nya! (Author BINGUNG!)
Review please!
See You Next Chap!^~^
