Jihoon menghampiri Jungkook yang terduduk dilantai UKS yang dingin. Kondisi nya sangat memprihatinkan, darah segar tengah mengalir melalui sudut bibir nya yang sobek.
"Oppa?" panggil nya.
"Apa mau mu?" jawab nya dingin.
Jihoon mengambil P3K dan mulai membersihkan darah dari bibir Jungkook, membuat nya sedikit meringis.
"Kau melihat nya sendiri, kan? Yoongi itu punya Kang Daniel!"
Jungkook menepis tangan Jihoon yang tengah mengobati luka nya dan menatap nya tajam.
"Terus mengapa? Ia belum di tandai, itu menunjukkan ia bukanlah milik siapa pun!"
Jihoon mengambil alat P3K yang berserakan akibat tepisan Jungkook, lalu tersenyum menatap wajah nya.
"Kau benar! Yoongi bukan milik siapapun, termasuk diri mu!"
Jungkook berdiri dan mencengkram bahu gadis di depan nya.
"APA MAU MU, HAH?"
"Aku ingin kau menjadi milik ku!"
Jungkook melepaskan cengkraman nya dan menatap gadis itu sendu.
"Aku sudah mengatakan nya pada mu dulu Jihoon! Aku tidak memiliki perasaan yang sama pada mu!" Jungkook berlalu pergi meninggalkan UKS.
"Aku sudah mengikuti mu sejauh ini! Aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan mu!"
KRAANG!
Jihoon melemparkan kembali P3K yang sudah ia kumpulkan.
"Wah! Wah! Lihat apa yang kita punya disini!"
Sebuah suara mengintrupsi Jihoon dari tangis nya dan membuat nya mendongak menatap pria yang telah mengganggu kegiatan nya.
"Siapa kau?"
"Tidak perlu tahu siapa aku! Kau ingin memiliki Jungkook, kan?"
Jihoon mengusap air mata nya dan mulai tertarik mendengar arah pembicaraan ini.
"Aku menguping pembicaraan kalian. Jujur saja aku menyukai Yoongi," ujar pria itu.
"Aku ingat kau! Kau sekelas dengan ku bukan? Kau juga salah satu fans nya Yoongi!"
Pria itu bertepuk tangan atas perkataan Jihoon.
"Kau benar! Tapi aku tidak ingin menjadi sekedar fans nya Yoongi! Kau tahu kita bisa bekerja sama,"
"Apa maksud mu?"
"Oh, manis! Kau mengerti apa maksud ku!"
Pria itu mengusap sisa air mata dari wajah Jihoon dan membuat Jihoon tersenyum. Akhirnya ia paham.
.
.
.
BTS belong to Big Hit Entertainment
Warning : Kang Daniel X Fem Yoongi X BTS member, GS! A/B/O verse.
Rating : M
Beast Omega!
.
.
.
Don't Like Don't Read!
.
.
.
Aku mengusap wajah ku kasar. Aish! Kang Daniel! Kau membuat pertemanan kita menjadi rumit! Apa yang harus aku perbuat pada mu? Bagaimana aku bisa melihat mu sekarang?
Aku melepaskan atribut sekolah yang melekat pada tubuh ku, seperti biasa hanya menyisakan pakaian dalam saja. Inilah enak nya tinggal sendirian, kau bisa bebas! Aku bisa menari! Ya, menari bisa merilexkan pikiran ku!
Aku berjingkat menuju mp3 player ku yang entah mengapa berada di atas sofa. Ah, molla! Mungkin aku lupa meletakkan nya kembali ke dalam lemari. Tapi, siapa yang akan mengomel? I'm free baby!
Aku menyalakan lagu favorit ku, Touch My Body oleh Sistar. Ketika musik mulai mengalun aku sudah bergerak kesana kemari. Aku berputar, melompat, melakukan gerakan apa saja yang aku suka. Aku membesarkan volume musik nya agar terdengar hingga ke kamar ku, membaca komik asik juga!
Aku melakukan gerakan sensual selagi berjalan menuju kamar ku, pintu nya sedikit terbuka, aku mengangkat kaki kanan ku dan melakukan tendangan berputar pada pintu itu hingga terbuka.
"OMAYA!"
Aish! Si yadong ini menyelinap lagi kerumah ku! Aku segera berlari menuju kamar tamu dan mengambil baju tidur dari sana. Aish! Jjinja! Waktu nya pas sekali! Thank you! Situasi bertambah rumit kembali.
"Mengapa kau ada di rumah ku?"
Namjoon yang tengah asik berbaring diatas kasur ku, berputar ke kanan dan mengambil salah satu komik ku. Hei! Itu masih baru! Dasar!
"Tidak membaca pesan ku?" Ia masih sibuk membuka plastik pembungkus komik itu.
Mendengar perkataan nya aku mengambil smartphone ku dan mencari sms yang masuk. Hei! Tidak ada sms yang masuk! Aish! Diakan tidak memiliki nomor ponsel ku! Yadong sialan!
"Ck! Tidak ada sms yang masuk, pabo!"
Namjoon membalik lembar halaman komik itu dan melirik ku sekilas.
"Apa aku bilang sms? Aku berkata pesan, pesan telepati!"
Ia berkedip pada ku. Aku merasakan pipi ku sedikit merona. Sial! Sembunyikanlah Yoongi!
"Kau masih belum menjawab pertanyaan ku, mengapa kau ada dirumah ku?"
Namjoon menutup komik yang dibaca nya dan menyadarkan tubuh nya pada penyangga tempat tidur.
"Sebenarnya aku mengkhawatirkan diri mu jadi, aku ke rumah mu. Namun, aku melihat perdebatan mu dengan Daniel. Jadi, aku masuk melewati jendela kamar mu, lagi."
Hah.. Aku melakukan kesalahan yang sama. Namjoon tidak bisa berada disini, orang tua ku berkata mereka akan pulang hari ini atau lusa. Bisa mati aku jika mereka pulang sekarang!
Ting Tong
"Yoongi-ya!"
Suara eomma! Mati aku! Eotteohke? Namjoon tidak bisa keluar sekarang!
"Siapa itu, Yoongi?"
"Namjoon, demi apapun kau tidak boleh keluar dari kamar ku! Arraseo?"
"Wae?"
Aku tidak menjawab nya. Aku segera menutup pintu kamar ku dan bergegas membuka pintu rumah ku. Orangtua ku bisa curiga jika aku terlalu lama membuka pintu.
"Eomma! Appa! Kalian sudah tiba!"
Aku segera memeluk mereka dan bertingkah sebiasa mungkin. Semoga Namjoon tidak melakukan hal yang aneh, apalagi sampai keluar dari kamar ku.
Kedua orang tua ku pun memasuki rumah dan mendudukkan diri mereka di sofa. Aku berjalan ke dapur dan membuatkan teh manis untuk mereka. Jantung ku tidak bisa berhenti berdegup kencang. Mengapa selalu terjadi di saat yang tidak tepat?
Aku segera mengantarkan teh manis itu kepada mereka dan mendudukan diri ku di samping mereka. Tenanglah Yoongi! Jangan gugup! Jangan gugup!
"Bagaimana kabar mu selama kami pergi, Yoongi? Tidak ada alpha yang ke rumahkan?"
Wah! Eomma ku sangat hebat langsung to the point.
Cklek
Oh! Sial! Namjoon!
"Halo, paman, bibi! Apa kabar?"
Aku menatap nya berharap ia mengerti aku berkata "Seharus nya kau tidak keluar, PABOYA!"
"Baik! Nugu ya?" Appa ku bertanya pada nya.
"Aku alpha nya Yoongi!"
Dunia serasa bergetar! Petir serasa menyambar! Hujan serasa deras menyirami! Air serasa melingkupi tubuh ku, sesak sekali! Hari ini sungguh sial!
"Kau apa?" tanya eomma ku.
"Aku. Alpha. Nya!"
Ia merangkul bahu ku dan mengecup singkat pipi ku, lalu berpamitan pergi kepada ke dua orang tua ku. Dimana orang menjual mesin waktu? Aku ingin membeli nya!
"Yoongi..." Eomma dan Appa ku kompak memanggil nama ku dan memasang mimik menuntut penjelasan pada ku. Ini akan menjadi malam yang panjang!
.
.
.
Minggu pagi, pagi yang rilex. Aku senang orang tua ku percaya saat aku berkata, "Aku sudah seperti saudara dengan Namjoon." Aneh sekali, kan? Mungkin orang tua ku masih menganggap ku gadis kecil yang polos. Mereka hanya tidak tahu bahwa aku mengumpat setiap hari nya!
"Eomma! Appa!" Aku memanggil kedua orang tua ku untuk sarapan bersama. Namun, karena mereka tidak kunjung keluar, aku menghampiri kamar mereka dan mendapati sepucuk surat serta amplop berisi uang.
"Yoongi-ya! Mianhae kami tidak bisa berlama-lama pekerjaan kami belum selesai. Kami hanya mampir sekedar untuk mengecek keadaan mu dan memberi mu uang tambahan. Jaga diri baik-baik! Oh, aku bisa lega ada alpha tampan yang menjaga mu! Sebenar nya pria itu pacar mu, kan?"
Aku menyemburkan sarapan yang ku kunyah membaca bait-bait terakhir surat yang ditinggalkan eomma ku. Namjoon bukan pacar ku tahu! Aish! Jjinja! Aku hanya sedikit suka pada nya! Dasar!
Orang tua ku aneh sekali! Jika hanya sekedar mengecek, mengapa tidak vidio call saja? Jika mengirimkan uang mengapa tidak transfer saja? Karena itu lah diciptakan teknologi yang dapat memudahkan manusia, jadi kita tidak perlu repot.
Ting Tong
Hah? Siapa yang berkunjung pagi ini? Aku ragu itu Daniel, Namjoon? Bisa jadi. Aku berjalan membuka pintu, tapi tidak ada siapa-siapa. Aku melihat ada sebuah kotak berbungkus pita di atas keset ku. Apa ini? Sebuah prank?
Aku membawa kotak itu masuk dan meletakkan nya di atas meja tamu. Aku harus memberaskan sarapan ku dulu setelah itu aku akan berurusan dengan mistery box ini.
Setelah mencuci piring kotor ku, aku membuka kotak tersebut. Heing? Di dalam nya ada kotak lagi. Aku membuka kotak yang kedua, HAH? Ada kotak lagi! Aku membuka kotak yang ketiga, Aish! Aku membuka kotak yang ke empat, ****! Aku melihat kotak kelima yang ukuran nya setengah dari smartphone ku. Aku membuka nya untung saja tidak ada kotak lagi!
Aku mengambil benda yang ada di dalam kotak itu, sebuah liontin berbentuk hati. Di dalam kotak tersebut juga terdapat selembar kartu yang bertuliskan Aku benar-benar jatuh hati pada mu! Siapa sih yang mengirimkan ini? Tapi, karena aku menyukai liontin dan sejenis nya aku pakai saja! Ini gratis lho...
Dreet Dreet
Aku membaca pesan masuk dari Kang Daniel
From : Daniel
To : Yoongi
Yoongi? Apa kau marah? Bisakah kau keluar sebentar?
Dari pada menjawab pesan nya aku segera menuju perkarangan rumah ku. Mengapa Daniel tidak langsung mampir saja?
Aku melihat Daniel yang berdiri di perkarangan rumah ku, ia menyembunyikan sesuatu di balik punggung nya. Dia terlihat tampan dengan kemeja yang ia kenakan. Aku berjalan perlahan mendekati nya, ketika aku tepat di depan nya ia berlutut dan mengeluarkan seikat bunga dari punggung nya.
"Yoongi?" Aku memalingkan wajah ku.
"Yoongi?" Ia memanggilku kembali, hati ku serasa teriris. Bagaimana cara ku mengatakan agar tidak melukai perasaan nya?
"Apa yang kau lakukan Daniel?" Aku menatap wajah nya.
"Aku mencoba mendapatkan mu," lirih nya.
"Itu tidak berhasil! Aku tidak bisa memilih..." ungkap ku.
Ia mulai bangkit dan menangkup wajah ku.
"Aku akan terus berusaha, meskipun kau terus menolak ku,"
Jangan membuatku menyakiti mu, Daniel! Bisa saja kau orang yang tidak terpilih...
.
.
.
TBC
A/N : JJINJA, Sliceryn?! Kamu review dulu baru baca? Gomawo!
Tapi, lebih baik fanfic nya dibaca lebih dulu!^~^
Aku mengharapkan review setiap chapter dari kalian^~^
See You Next Chap!
Happy Eid Mubarak! ^~^
