"Yoongi?" Ia memanggilku kembali, hati ku serasa teriris. Bagaimana cara ku mengatakan agar tidak melukai perasaan nya?
"Apa yang kau lakukan Daniel?" Aku menatap wajah nya.
"Aku mencoba mendapatkan mu," lirih nya.
"Itu tidak berhasil! Aku tidak bisa memilih..." ungkap ku.
Ia mulai bangkit dan menangkup wajah ku.
"Aku akan terus berusaha, meskipun kau terus menolak ku,"
Jangan membuatku menyakiti mu, Daniel! Bisa saja kau orang yang tidak terpilih...
.
.
.
BTS belong to Big Hit Entertainment
Warning : Kang Daniel X Fem Yoongi X BTS member, GS! A/B/O verse.
Rating : M
Beast Omega!
.
.
.
Don't Like Don't Read!
.
.
.
Aish! Jjinja! Hari ini menyebalkan! Aku tidak bisa tidur semalam hanya karena seorang alpha yang bernama Kang Daniel! Aigoo... Lihat lah kantung mata mu Yoongi, kau seperti ibu panda!
Aku melempar mata pelajaran hari ini ke dalam tas. Aku tidak peduli jika buku ku terlipat-lipat bahkan sobek sekali pun! Aku harus segera bersiap dan berangkat ke sekolah. Siapa yang peduli sekarang masih pukul 5.30 pagi? Aku ingin segera berangkat agar tidak berjumpa dengan Kang Daniel.
Aku memanggil taksi online agar bisa menjemput ku. Sebenarnya aku bisa berjalan menuju halte tapi aku sangat malas sekarang. Hanya butuh waktu 10 menit dan taksi ku sudah tiba.
Aku membuka pintu taksi dan membuat seseorang didalam taksi itu terkejut.
"Yoongi?"
"Taehyung? Apa yang kau lakukan?"
Aku mendudukkan diri ku disamping Taehyung yang telah memakai atribut sekolah lengkap seperti ku. Ini sangat aneh! Bagaimana Taehyung bisa berada dalam taksi yang aku pesan?
"Maafkan aku nona! Tapi, pria ini juga menuju tempat yang sama dengan mu. Aku pikir akan menghemat waktu jika aku bisa mengantar kalian berdua sekaligus. Jika kau keberatan aku akan-"
"Gwaenchanayo ahjussi! Kita bisa berangkat sekarang!"
Aku segera memotong ucapan supir taksi tersebut. Ini bukan masalah besar, kan? Apa salah nya duduk berdua bersama alpha tampan yang kau anggap aneh? Ya, kau benar! Sebenar nya ini lumayan buruk. Bisa saja alpha itu melempar kutukan pada ku, benar? Tapi tidak mungkin! Taehyung itu lebih seperti alien daripada dukun!
Selama 5 menit perjalanan kami hanya diam. Sebenarnya aku sama sekali tidak berniat memulai pembicaraan dengan alpha ini. Ia adalah alpha aneh yang pernah mencoba mencium ku saat terjatuh diatas tubuh ku dalam keadaan tegang. Sungguh, sesuatu dibawah sana benar-benar tegang! Creepy!
"Chogi..."
Hah...
"Yoongi-ya, tidak biasanya kau pergi sepagi ini. Ada apa?"
Aku melirik malas pada nya.
"Hanya ingin saja. Bagaimana dengan mu?"
Sial! Mengapa kau bertanya Yoongi?! PABO! PABO!
"Oooo... Aku selalu berangkat sepagi ini!"
"Jjinja?!"
Aku menatap takjub pada nya.
"Tidak juga!"
Sialan!
Dan aku tidak berbicara lagi pada nya hingga kami tiba di sekolah.
Keadaan ku saat tiba di sekolah menjadi lebih buruk. Sekolah sangat sunyi hampir seperti kuburan. Setidak nya jika aku terjebak di kuburan hantu disana tidak akan lebih aneh daripada alpha yang tengah bersama ku.
Aku terus melangkahkan kaki ku menuju kelas sambil berusaha mengabaikan keberadaan Kim Taehyung. Aku tidak tahu mengapa aku tidak menyukai nya, mungkin karena insiden ia menimpaku.
Aku mendudukkan diri ku di kursi dan segera mengeluarkan mp3 player ku. Aku tidak mempedulikan Taehyung yang tengah mengambil sapu. Eeh.. Apa ia tipe alpha rumah tangga? Alpha yang bisa mengerjakan pekerjaan rumah? Hahaha... Aku terus memperhatikan nya dengan sapu itu.
"Ya! Ya! Ya! Apa yang kau lakukan?" tanya ku.
"Membersihkan kaca, apalagi?"
MWO?! Bahkan anak kecil pun tahu sapu tidak digunakan untuk membersihkan kaca! Dimana otak nya? Di dengkul?
"Kau itu memang bodoh atau pura-pura bodoh?"
Aku segera mengambil kain lap dari loker kebersihan dan melemparkan kain itu tepat diwajah nya.
"Gunakan itu!"
"Gomawo! Kau sangat baik! Aku jadi-"
"Ck!"
Jjinjayo! Aku tidak pernah bertemu alpha seperti Taehyung. Jika orang melempar kain ke wajah mu, apa yang akan kau katakan? Sial? Aissh? Yak? Taehyung akan berkata gomawo! Jjinja! I sesange! Aneh!
Aku mengambil sapu dari nya dan meletakkan nya ke pojok kelas. Mwo? Kau pikir aku akan membersihkan kelas? Ew! No Way! Tangan mulus ku tidak di ciptakan untuk itu namun untuk sesuatu yang lain, sesuatu yang spesial. Anak kecil seperti mu tidak perlu tahu!
Jam menunjukkan pukul 6.30 AM. Di dalam kelas hanya ada aku, Taehyung, Seong Woo, dan Jihoon. Ish! Lihat lah penampilan Jihoon. Rambut yang dibuat ikal, dipadukan dengan neko bandana. Ew! Ngapain pake bandana telinga kucing? Mau karnaval? Hello! Ini disekolah lo...
Tapi ia terlihat manis! Sialan!
"MWO? Kau baru sadar aku ini lebih cantik dari mu?"
HAH? Riset membuktikan telah banyak alpha yang memperhatikan ku, bahkan sampai menyatakan perasaan nya pada ku. Aku tidak pernah melihat alpha yang menyatakan ketertarikan nya pada mu, dasar papan!
"Cih! Bercerminlah papan!"
Aku menjulurkan lidah ku pada nya.
"YAK!-"
SRAAK
"Annyeong Oppa!~"
Aku yakin tadi Jihoon ingin menyumpahiku. Tapi kedatangan Jungkook membuat nya berhenti. Apa ia benar-benar menyukai Jungkook? Benar-benar menyukai nya? Apa iya? Mengapa kau jadi cerewet sih Yoongi? Memang nya kau menyukai Jungkook? Atau Daniel? Atau Namjoon? Pilih donk!
"Annyeong Yoongi! Happy Valentine Day!"
Dari pada membalas sapaan Jihoon, Jungkook malah menyapaku dan memberiku sekotak coklat. Aku tidak tahu sekarang hari valentine! Jika aku tahu akan membuat coklat untuk- Untuk siapa? Jungkook? Namjoon? Daniel?
Hey! Aku tidak tahu mengapa aku jadi sering berdebat dengan pikiran ku. Kepala ku seolah-olah memiliki pikiran sendiri. Seperti ada Yoongi lain yang hidup dalam diri ku, aku akan memanggil nya Yezie!
"Gomawo Jungkook-ah! Tapi, aku lupa bahwa hari ini Valentine Day. Jadi, aku tidak memiliki coklat untuk mu."
"Gwaenchana Yoongi-"
"Hei! Dimana coklat untuk ku, oppa?"
Jihoon menghampiri Jungkook dan menggandeng lengan nya. Tentu saja Jungkook menepis nya dengan kuat.
"Di toko!"
Hahaha!
"Sayang!~ Happy Valentine! Saranghaeyo!"
Tidak seperti Jungkook yang memberi ku sekotak coklat, Namjoon memberi ku sebucket bungan dan se pack coklat. OMAYA! Setelah memakan semua ini aku akan berubah menjadi Min Yoongi si babi gendut!
"Sayang dengkul mu! Aku bukan sayang mu!"
"Tidak, bukan sayang~ Tapi belum~"
Ew! Munafik! Alah! Sebenar nya kau senangkan ia memanggil mu sayang? Ew! Siapa kau? Apa kau Yezie? Ya! OMONA! Michigesso! Aku berdebat dengan diri ku sendiri!
.
.
.
"Wah! Coklat mu banyak sekali!"
Taehyung.
"Apa kau mau coklat?"
"Jjinjayo? Gomawo, Yoongi-ya!"
Ia mengambil se kotak coklat dan melompat kegirangan. Seperti anak kecil saja, namun Taehyung terlihat menggemaskan. OMO! Apa yang kau pikirkan Min Yoongi?
"Apa kau akan menghabiskan jam istirahat dengan memakan coklat?" tanya nya.
"Ew! Tentu saja tidak! Aku tidak ingin menjadi babi dalam waktu dekat."
"Tenang saja Yoongi! Aku akan tetap menyayangi mu ketika kau menjadi babi!"
Itu tidak membantu Jimin.
"Cih! Bahkan aku tidak ingin bersama mu walaupun aku menjadi seekor babi yang gendut!"
"Haha! Lihatlah tubuh mu sekarang, dasar! Kau bahkan sudah seperti babi!"
"Lihat dulu tubuh mu, dasar papan!"
Berada dalam kelas membuat kepala ku sakit. Jadi, aku memutuskan untuk menikmati sisa jam istirahat berdiam diri di atap sekolah. Ketika aku hendak melangkah keluar dari kelas, Kang Daniel tepat berada di hadapan ku dan sial nya bel masuk telah berbunyi.
"Yoongi..."
Aku mengabaikan panggilan nya dan berjalan menuju kursi ku. Kau jahat sekali Yoongi! Arrayo!
.
.
.
Setiba nya dirumah, aku jadi memikirkan Kang Daniel. Aku ingin kembali akrab bersama nya, aku tidak ingin hubungan kami semakin buruk. Dulu saat Valentine kami akan minum soju sebanyak nya hingga mabuk di rumah Daniel.
Ya! Aku bisa melakukan itu bersama nya.
Aku bangkit dari tempat tidur ku, dan mengambil se pack soju dari dalam kulkas. Aku tahu masih perlu beberapa tahun lagi agar kami bisa minum minuman seperti ini. Tapi, siapa yang peduli?
Aku segera berlari menuju rumah Kang Daniel membawa se pack soju dan sekantong coklat. Namun, saat aku tiba di pintu rumah nya, tangan ku tidak bisa memencet bel rumah nya. Ada apa dengan mu Yoongi? Ah! Molla! Dari pada memencet bel nya, aku membuka pintu dan langsung masuk ke dalam rumah Kang Daniel. Tidak di kunci.
"Yoongi?!"
"Ne, annyeong!"
Aku menyapa nya semanis mungkin yang tengah menonton serial drama korea sambil memakan potato chips dan menenggak bir ke dalam kerongkongan nya.
Aku mendudukkan diri ku disamping nya dan menenggak soju yang ku bawa. Aku melihat kaleng kosong di samping Kang Daniel, ia sudah menghabiskan 5 kaleng. 5 KALENG! Aku takjut ia belum mabuk.
"Apa yang kau lakukan disini? Dimana kekasih mu?"
"Kekasih apa?"
Aku mengambil sekaleng bir milik nya.
"Ya, hik, kau tahu kekasih, hik, mu!"
Dia sudah mulai cegukan. Aku menenggak kaleng bir kedua ku. Aku tidak tahu mengapa aku meminum nya begitu cepat.
"Aku tidak memiliki kekasih tahu!"
Aku menenggak kaleng bir ketiga ku.
"Maksud mu, hik, belum punya?"
Ia mendekatkan wajah nya pada telinga ku, membuat ku sedikit merinding.
"YA! Menjauhlah! Aku belum punya pacar! Memangnya kau punya, hik?"
Aku telah menghabiskan kaleng bir ke empat. Aku tidak tahu berapa banyak kaleng bir yang telah dihabiskan Kang Daniel yang pasti kami berdua telah mabuk sekarang.
"Aku punya tahu! Nama nya, hik, Min Yoongi, hik!"
Ia menunjuk batang hidung ku dan aku menepis nya.
"Siapa itu, hik, Min Yoongi? Apa ia, hik, seekor babi, hik?"
"Andwaeee! Dia, hik, bukan seekor babi! Dia seorang putri, hik, yang tidak, hik, peka!"
Ia mencengkram bahu ku, aku pun balas mencengkram nya.
"Ah! Mollayo! Dia, hik, terdengar payah! Siapa, hik, dia?"
Aku mengguncang-guncang tubuh nya, ia juga melakukan hal yang sama bada tubuh ku.
"Sudah aku bilang, hik, nama nya, hik, Min Yoongi! Itu, diri mu, hik!"
Ia melepaskan cengkraman nya dan menekan kedua pipi ku hingga bibir ku menjadi seperti ikan buntal.
"Siapa, hik, itu? Aku tidak kenal, hik, orang bernama, hik, Min Yoongi!"
"Sudah ku bilang, hik, orang itu, hik, diri mu!"
Aku balas menekan kedua pipi nya menyerupai ikan.
"Cium aku, hik!" pinta nya.
Aku mendaratkan bibir ikan ku pada bibirnya.
"Apa, hik, itu cara nya berciuman? Aku seperti, hik, mencium seekor ikan!"
Plak
Aku menepuk ke dua pipi nya.
"YA! Kalau tidak suka, hik, bilang saja! Coba cium, hik, aku!"
Kang Daniel menangkup wajah ku dan mendaratkan bibir nya pada bibir ku. Ia mencium ku perlahan dan memejamkan mata nya. Aku pun ikut memejamkan mata mengikuti gerakan nya sambil mengalungkan lengan ku pada leher nya.
.
.
.
TBC
A/N : Jadi gini, *ehem *ehem.. Ada seorang guest yang bertanya,
Q : Kenapa lebih suka Yoongi sebagai female omega? Emang apa kurangnya male omega menurut seleramu?
Jadi ini ya alasannya kenapa omegaverse tapi harus genderswitch.
A : Aku suka banget Yoongi di dunia nyata cowok. Dia tu swag rada-rada cuek gimana gitu. Pokok nya aku suka bangetlah ama Yoongi, tapi yang nomor satu tetap JK.
Lalu mengapa aku buat Yoongi GS di fic ini? Karena aku butuh karakter cewek yang rada swag, keras kepala, imut, dan yang terbayang di benak aku itu cuma Yoongi. Yoongi itu bisa dibuat menjadi female maupun male, karena aku rasa dua-dua nya cocok. Tapi, untuk fanfic aku lebih suka buat Yoongi GS.
Lalu mengapa aku suka buat karakter GS?
Karena aku gk rela bias aku dipairing ama cewek lain, selain aku! Tapi itu gk mungkin, kan? Jadi, aku buat aja GS!^~^
Aku mulfand, btw. Aku suka BTS, Wanna One, EXO. Fandom kalian apa, nich? Apa kalian juga mulfand?
