"Apa itu berarti kau takut film hantu?" tanya Jungkook.
"Ya, bisa dibilang begitu.."
"Kalau begitu... Ayo kita nonton film hantu!"
MWO?!
.
.
.
BTS belong to Big Hit Entertainment
Warning : Kang Daniel X Fem Yoongi X BTS member, GS! A/B/O verse.
Rating : M
Beast Omega!
.
.
.
Don't Like Don't Read!
.
.
.
"Huh... Akhir nya berakhir.."
Aku turun dari motor nya Namjoon. Jantung ku akhir nya bisa tenang, setelah hampir melompat saat aku menontong film hantu.
"Aku senang kau memelukku dibioskop Yoongi, walaupun teriakan mu menyakiti telinga ku,"
"Huhft!"
Aku mendengus sebal pada nya.
"Hahaha.. Jangan marah chagi. Aku pergi dulu, sampai jumpa!"
"Baik, baik! Pergilah!"
Aku memasuki rumah ku, kali ini perasaan ku lebih baik.
'Bang bang into the room
I know you want it
Bang bang all over you
I?ll let you have it'
Aku bernyanyi sambil melepaskan sepatu ku.
"Wah, kelihatan nya kau senang sekali. Selesai berkencan?"
D-D-Daniel?
Aku menoleh kebelakang dan mendapati Daniel tengah berbaring di sofa sambil memainkan game yang berada di handphone nya.
"A-A-Ani!" dusta ku.
"Sudahlah, gotjimal! Tadi Namjoon mencari mu. Aku tak percaya kau selingkuh dari ku,"
MWO? Selingkuh? Memangnya anda siapa ku tuan?
"Apa maksud mu, selingkuh?"
Aku meninggikan nada suara ku pada nya, sepertinya ia tidak menyukai nada suara ku. But, who care?
"Oh, jebal Yoongi! Kau itu omega ku sekarang!" teriak nya.
Aku berjalan mendekati nya.
"MWO? Cih! Kau mulai menyebalkan Kang Daniel!" bentak ku.
Ia mengalihkan perhatian nya dari game yang tengah ia mainkan dan menatap ku serius.
"Kau tahu, aku seperti ini karena diri mu! Kau selalu saja bersama alpha lain, di saat dengan jelas aku berada dihadapan mu! Apa kurang nya aku?"
"Kau egois sama seperti ku! Orang yang memiliki ego yang tinggi tidak mungkin bisa bersama. Kau tidak bisa menghadapi sifat ku! Kau jauh berbeda dengan Namjoon dan Jung-"
"Aku pergi!"
Lihat? Kau selalu saja pergi...
Aku membaringkan tubuh ku di atas sofa. Aku ingat seharus nya aku ke klinik untuk memeriksa apakah ada perubahan pada tubuh ku, namun aku terlalu malas melakukan nya.
Hah...
'Ting Tong'
Siapa sih yang datang? Mengganggu saja. Aish!
"Nugu ya?" tanya ku.
"Ini aku, Jungkook!" teriak nya dari luar.
Segera saja aku membukakan pintu ku untuk nya.
"Jungkook, ada apa?"
"Sebelum nya bisakah kita berbicara didalam?"
"Baik!"
Setelah Jungkook masuk, aku menutup pintu rumah ku. Aku tidak ingin ada seseorang yang melihat Jungkook masuk ke dalam rumah ku. Seseorang yang ku maksud adalah orang itu!
"Yoongi.."
MWO? Apa ini? Mengapa Jungkook berlutut dihadapan ku sambil memberikan setangkai mawar?
"Apa ini?" tanya ku.
"Kau masih ingat janji kita dulu? Aku ingin mewujudkan nya sekarang bersama mu,"
MWO? Janji? Yang mana? Berpacaran? Menikah?!
"Janji?" tanya ku pura-pura tidak tahu.
"Kau tahu janji kita untuk berpacaran, aku telah menunggu 15 tahun Yoongi!"
"Aku tidak bisa..." lirih ku.
"Mengapa? Apa karena aku?" tanya ku.
"ANI! Ini bukan karena mu. Namun, karena aku tidak cukup untuk mu,"
Ia terlihat bingung dengan perkataan ku. Aku juga bingung dengan perkataan ku sendiri.
"Aku akan menerima ketidakcukupan mu, Yoongi! Karena aku sangat mencintai mu..."
"Aku tidak bisa Jungkook-ah! Karena aku... Karena aku..."
Sial! Mengapa sulit sekali mengucapkan nya?!
"Karena aku... Tidak cukup mencintai mu. Aku hanya menyukai mu sebagai seorang sahabat, tidak lebih. Maaf kan aku..." lirih ku.
"Heheh..."
MWO?! Mengapa Jungkook tertawa? Aku rasa tidak ada yang lucu dari perkataan ku. Wae?
"Dugaan ku benar, kau tidak memiliki perasaan yang sama dengan ku. Aku mengetahui nya dengan jelas, namun aku menolak nya. Karena aku terlalu mencintai mu..."
Jungkook mulai bangkit dan meletak bunga yang ia bawa diatas meja.
"Boleh aku mencium mu, sebelum aku pergi?" pinta nya.
Aku menjadi tersipu mendengar permintaan nya. Aku belum pernah mendengar seseorang meminta untuk mencium ku. Jantung ku berdebar kencang sekali. Apa aku harus menolak nya?
"Arraseo..." jawab ku.
Jungkook menarik ku mendekat pada nya. Ia menangkup wajah ku dan mengusap bibir ku perlahan. Aish! Cium saja langsung! Jangan membuat ku bertambah malu.
Jungkook membawa ku dalam sebuah ciuman yang lembut dan panjang.
'KLEK'
"Dengar Yoongi..."
Sial! Aku segera mendorong Jungkook menjauh dari ku, ketika sadar orang itu siapa.
"Ups! Maaf! Seperti nya aku membuat nya marah. Terimakasih Yoongi!" ujar Jungkook sebelum ia berlari keluar dari rumah ku.
Heh.. Ia berterimakasih karena apa? Karena aku menolak nya? Atau karena aku berciuman dengan nya?
.
.
.
Huhft... Sekolah menjadi hal yang paling menyebalkan sekarang, terlebih pelajaran olahraga! Aku benci berada dalam satu ruangan ganti bersama Jihoon!
"Mwo?" tanya nya.
"Ani!" jawab ku sambil memakai baju olahraga yang semakin sesak dibagian dada.
"Kau dan Namjoon benar-benar cocok!" celetuk nya.
"Mwo?"
"Jadi, berikan Jungkook untuk ku..."
Jihoon meninggalkan ku begitu saja dengan kalimat terakhir nya yang membingungkan. Tidak, itu tidak membingungkan sama sekali. Aku dengan jelas tahu maksud perkataan Jihoon. Jika saja Jihoon tahu bahwa aku telah melepas Jungkook.
"Baiklah anak-anak babi! Kalian harus berlari mengelilingi lapangan 8 kali! Cepat!"
Aish! Jjinja! Guru macam apa yang mengatai anak murid nya babi?! Hoel!
Aku benci ini! Aku benci berkeringat dikelilingi alpha. Aku juga benci tatapan Jihoon pada tubuh ku! AH!
Aku berlari secepat yang aku bisa. Aku menyelip diantara alpha-alpha yang berada didepan ku. Aku terus melakukan nya hingga aku berada di depan di belakang Kang Daniel, sial nya!
"WOW, Yoongi! Lari mu cepat sekali!" aku mengabaikan perkataan Jimin dibelakang ku.
"Ah, ah, ah..."
"Jimin-ah! Berlarilah lebih cepat!"
"Ini sudah cepat Taehyung!"
Aku bisa merasakan Jimin mencepat langkah lari. Buat apa? Memang nya ini lomba lari? Lihatlah Jihoon! Ia asik berjalan memandangi awan.
Aish! Kelas lain sedang asik bermain softball! Sedangkan kami harus berjemur di sini? Wae?! Momo seonsaeng sangat baik pada murid-murid nya. Mengapa kami harus mendapat pak Jong In sebagai guru olahraga kami?! WAE?!
"Awas Yoongi!"
'Duagh'
Tiba-tiba saja aku terjatuh diatas lapangan basket yang keras. Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi kepala ku sakit sekali. Apa sudah turun hujan? Aku merasa ada buliran air yang menetes melalui pelipis ku.
"YOONGI!"
"Cepat bawa ke UKS!"
Seseorang mengguncang-guncang tubuh ku. Hentikan itu pabo! Kau membuat kepala ku menjadi sakit! Aku ingin memejamkan mata ku sebentar. Tidakkah kau mengerti?
"Bertahanlah Yoongi!"
Siapa kau?
"Lisa seonsaeng! Tolong Yoongi!"
"OMONA! Apa yang terjadi pada murid kesayangan ku?"
"Sebuah bola mengenai nya hingga ia terjatuh dan kepala nya membentur permukaan lantai yang keras!"
"Baringkan dia diatas kasur! Tampak nya Yoongi telah pingsan dalam dekapan mu, setelah itu kau bisa pergi!"
"Baik, seonsaeng!"
PLAK
"Ciuman mu menjijikkan!" sahut ku sambil menampar wajah nya.
"MWO?!"
Aku mengambil satu kaleng bir lagi dan meminum nya. Belum sampai setengah kaleng aku menenggak bir itu, Daniel merampas nya dari ku.
"YAK! Itu bir ku!"
HAP!
Aku menggigit bibir nya sebagai hukuman karena mengambil bir ku.
"ARGH!"
PLAK
Ia memukul-mukul kaki ku sebagai balasan aku menggigit nya. Lalu mengambil kaleng bir ku kembali.
"HEI!"
HAP
Saat aku ingin menggigit nya, ia menggigit lengan nya sendiri. Mungkin ia takut gigitan ku akan menyakita nya.
"Ya! Pabo! Mengapa kau menggigit lengan mu?!" bentak ku.
"Gigitan mu seperti gorilla! Aku tidak suka!"
HAP
Aku juga menggigit lengan ku meniru tindakan nya.
"Oo... Kalau begitu coba kau lakukan ini!"
Daniel menggit jempol kaki nya, lalu aku meniru nya. Lalu Daniel menggigit pundak lebar nya kuat sekali, aku bisa melihat gigi nya tercetak sempurna diatas kulit nya. Ia menyeringai pada ku.
"Aku juga bisa!"
Aku menggigit pundak ku kuat, hingga kulit ku memerah. Aku tersenyum puas ketika melihat jejak gigi ku tertoreh dalam.
"Hore kita menang! sahut nya sambil memberikan sekaleng bir pada ku.
Setelah menenggak habis kaleng bir itu aku berjalan menuju kamar Daniel untuk tidur. Daniel berjalan mengikuti ku menuju kamar nya. Aku melepas pakaian ku, dia juga melakukan hal yang sama. Setelah itu kami pun tertidur.
"MWOYA?!"
Apa itu? Apa itu kenangan ku yang hilang? Oh, kau terlalu dramatis Yoongi! Itu adalah hal yang kau lakukan bersama Kang Daniel. Jadi, sudah bisa dipastikan hewan yang menggigit mu adalah diri mu sendiri! Ahahahaha! Sial!
"Ada apa Yoongi?!"
Ji-Jihoon?!
"MWOYA?!"
.
.
.
TBC
A/N : Aku ingin tahu kalian berasal dari mana saja, bisa jadi kita berasal dari daerah yang sama, kota yang sama, komplek yang sama, dan tinggal bersebelahan?! OMG!
Tinggalkan Review!^~^
