"Kau!" bentak seseorang.
"Mwohae?"
"Ada apa kata mu?!"
PLAAK
"AKH!"
"Hanya karena kau seorang gadis, bukan berarti aku tidak akan menyakiti mu!"
"YAK! Michoesseo?!"
"Ya! Aku gila! Aku gila karena mu, yang begitu terobsesi pada ku!"
"Gurae... Aku tidak hanya menyukai mu, aku sangat mencintai mu! Tinggalkan dia, maka aku tidak akan menyakiti nya lagi..."
"Jika raga ku bersama mu, hati ku tidak mungkin bisa menjadi milik mu..."
"Ah! Wae?! Waeyo?! Apa yang salah dengan ku? Mengapa kau tidak mau membuka pintu hati mu sedikitpun untuk ku?!"
"Temui Yoongi dan akui perbuatan mu, mungkin aku akan membuka sedikit celah untuk mu.."
.
.
.
BTS belong to Big Hit Entertainment
Warning : Kang Daniel X Fem Yoongi X BTS member, GS! A/B/O verse.
Rating : M
Beast Omega!
.
.
.
Don't Like Don't Read!
.
.
.
"Hiks, hiks, hiks..."
"Jihoon?"
"Mi-Mianhe Yoongi!"
"Mwo? Waeyo?"
Ada apa dengan Jihoon? Mengapa ia meminta maaf kepada ku? Apa yang ia lakukan? Aku tidak mengerti.
"Maafkan aku! Karena aku kau harus terbaring disini!"
Ah! Dimana aku? Mengapa aku seperti berada di rumah sakit? Seingat ku aku berada di sekolah. Mengapa aku berada disini? Terlebih lagi mengapa ada perban yang mengelilingi kepala ku? Sial! Rasa nya sakit sekali!
"Chakaman! Aku tidak mengerti," ujar ku.
"Sebenar nya...
"Jadi, Mark! Tugas mu hanya sederhana. Kau harus memukul kepala Yoongi dengan keras!"
"Aish.. Jihoon.. Kau pikir mengincar kepala orang itu mudah? Aku tahu kita berolahraga bersebelahan, tapi.."
"Aku akan memberi mu 100.000 won!"
"Deal!"
"MWOYA?!"
"Kau tidak berhak marah pada ku! Ini semua salah mu!"
Mwo? Yak! Michin seki!
"Apa maksud mu, hah?"
"Kau Yoongi.. Kau sudah memiliki Daniel dan Namjoon disamping mu. Tidak bisakah kau memberi Jungkook untuk ku?"
Aish... Jjinja! Gadis ini! Dasar!
"Yak! Michin seki!"
Dia terkejut mendengar perkataan ku. Aku juga tidak tahu mengapa aku tiba-tiba berkata kasar pada nya. Mungkin akal sehat ku tidak bisa menerima semua ini. Mungkin Yezie sudah menggila!
"Kau tahu, aku sudah melepaskan Jungkook! Aku tidak menerima cinta nya! Bahkan ia tertawa ketika aku menolak nya! Apa kau yidak tahu itu? Dari pada mencelakai ku, mengapa kau tidak mencoba mendekati Jungkook dengan normal? Bukan seperti MICHIN SEKI!" teriakku pada nya.
"MWONDE?! YAK! Aku sudah melakukan itu. Tetapi, ia selalu saja melihat mu! Arraseo?! Ia selalu saja melihat mu!"
"Yak... Mau kemana kau?"
BRAK
Setelah ucapan terakhirnya itu ia meninggalkan ku sendiri di ruangan menyedihkan ini. Bau obat menyeruak masuk memenuhi paru-paru ku. Ah, eotteohke? Aku tidak ingin menikmati kebosanan disini!
Hah... Aku jadi ingat Daniel. Kira-kira apa yang ia lakukan sekarang ya? Apa ia tengah mengganti pakaian? Apa ia sedang mandi? Menggosok tubuh seksi nya? Mengagumi abs nya yang tercetak sempurna? Aish! Min Yoongi! Yadong! Kau seperti Namjoon saja!
Berbicara tentang Namjoon, apa ia tidak khawatir pada ku? Mengapa ia tidak mengunjungi ku? Tidak mungkinkan ia tidak tahu apa yang terjadi pada ku kemarin? Oh! Aku ingat ada seseorang yang menggondong ku! Nugeunde? Apa itu Kang Daniel atau Kim Namjoon? Ah! Molla!
Tap Tap Tap
Aku mendengarkan sepasang langkah kaki berjalan tergesa-gesa di lorong. Aish! Apa ia tidak tahu ini di rumah sakit? Buat apa memakai hak tinggi ke rumah sakit? Emang nya loe mau fashion show? Ya, enggaklah. Paling check up kalau gk ngejenguk orang kan?
"JIHOON?!" kaget ku.
"Ya, wae?"
Hah? Wae? Mengapa gadis ini mesti bertanya?
"Apa yang kau lakukan disini?" tanyaku.
"Ini untuk mu!"
"Wae?"
"Ah! Mianhae!"
Jihoon memberiku sekeranjang buah yang ku terima dengan canggung. Jihoon memberikan ku sesuatu? WAH! Biasanya yang ia beri hanya pandangan mengerikan! Aish! Jjinja! Lupakan pandangan itu Yoongi, agar tidak merusak suasana.
"Kau ingin aku memafkan mu?" tanya ku.
"Ah! Iya! Apa kau tuli?"
YAK! Aish! Jjinja! Micheoseo? Oh? Sebenarnya siapa yang salah disini?
"Arraseo, aku memafkan mu! Keunde, pertama kau harus berjanji untuk tidak melakukan ini lagi," ujar ku.
"Ne!"
"Kedua, pliss god! Jangan terlalu menempel pada Jungkook! Jika orang lain merasa terganggu melihat nya, bagaimana dengan Jungkook yang harus mengalami nya, oh?"
"Ne, arrayo! Aku akan kembali seperti diri ku dulu!"
"Memang nya seperti apa diri mu dulu?" tanya ku.
"Kau tidak perlu tahu!"
Aish!
"Ketiga, apa kita tidak bisa berteman?"
"Ani!"
WHAAAAT?!
"Mwo?" tanya ku.
"Aku rasa kita lebih baik menjadi saingan saja. Kau tahu defenisi saingan?"
Aku menggelengkan kepala ku.
"Itu artinya adalah musuh yang baik!"
Oooo...
"Keureom, aku pergi dulu! Bye bye nae rival!"
Aku melambaikan tangan ku pada Jihoon yang berjalan keluar dari ruangan ku. Aah... Suasana menjadi membosankan kembali.
"YOONGI!"
Suara itu...
Sial! Seseorang kunci pintu nya! Jebal!
"YOONGII!
Tap Tap Tap
Aish! Langkah itu mendekat! Ppali! Ppali! Nuguya, kunci pintu nya! JEBAL!
KREK
"Min Yoongi! Bogoshiposeo!"
"Hahaha!"
Aku tertawa canggung ketika sepupu ku yang dari Amerika datang menemui ku. Sial! Pasti seseorang melapor pada eomma ku bahwa aku masuk rumah sakit. Tapi, pliss jjinja! Mengapa eomma ku memerintahkan hyung untuk menjengukku? Kenapa harus turis negara lain yang mengunjungiku jika orang tua ku berada di negara yang sama? Aish! Jjinja! Nae eomma!
"Hyung?" tanya ku.
Pletak!
"Aw! Apa kau buta?! Oh?! Ada perban yang mengelilingi kepala ku! Pabo!"
"Aish! Mengapa ada gadis yang memanggilku dengan sebutan 'hyung'?"
"Mollayo! Gadis yang mana maksud hyung?" tanya ku pura-pura innocent.
"Gadis gorilla!"
"YAK!"
"Hahaha..."
Yah, setidak nya aku tidak sendirian disini.
.
.
.
Seorang pria duduk bersandar di depan sebuah komputer, ia mengamati dengan cermat video yang terputar pada layar monitor nya itu. Pria itu mengerutkan alis nya tak kala ia mendapati jawaban yang menjadi pertanyaan selama ini.
"Eh..."
Pria tersebut mendesah kecewa mendapat jawaban yang mematahkan mimpi nya. Ia merasa telah di jatuhkan berulang-ulang kali dari bulan ke bumi. Impian yang dirasa akan terwujub harus dipatahkan oleh sebuah fakta yang bisa dibilang lucu sebenar nya.
"Sial! Apa aku tidak bisa memiliki mu?"
Pria itu bangkit dari kursi nya dan berjalan menuju sebuah ruangan tersembunyi yang berada dibalik dinding kamar nya.
Kamar itu didominasi oleh warna merah muda, warna favorit gadis pujaan nya. Dinding kamar itu dipenuhi oleh gambar gadis berambut hitam sebahu.
Pria tersebut berjalan ke arah foto atau bisa dibilang sebuah poster gadis itu yang terletak di tengah ruangan. Pria itu memandangi gambar seorang gadis manis yang tengah tersenyum manis disana. Dengan lembut pria itu menyentuh pipi gadis itu.
"Jika nasib tidak bisa membantu ku mendapatkan mu, maka aku sendiri yang akan melakukan nya!"
Pria tersebut mencium bibir gadis di depan nya dengan lembut.
"Michegetso! Aku rasa aku telah terobsesi pada mu, Min Yoongi!"
Setelah puas melakukan "sesuatu" didalam kamar itu, pria tersebut berjalan keluar menuju kamar tidur nya. Pria tersebut menatap figura gadis yang telah menjadi pujaan hati nya sejak lama.
"Aku tidak peduli berapa kali kau menolak ku, aku tidak akan berhenti sampai kau menjadi omega ku!"
Pria tersebut mematikan lampu kamar nya untuk tidur. Ya, ada sesuatu yang akan ia lakukan mulai besok. Rencana untuk mendapatkan gadis nya secara paksa maupun tidak. Rencana untuk memperebutkan gadis itu dari para alpha yang ingin memiliki nya. Rencana untuk membuat gadis itu menjadi milik nya seutuh nya.
"Tunggulah, Min Yoongi..."
.
.
.
TBC
A/N : Mianhe aku update nya lama banget... Soal nya aku tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk masuk SMA.
Jika kalian masih bingung atau penasaran tanyakan saja di kotak review ya!
Tinggalkan review yang banyak agar aku jadi semangat untuk menulis!
See You!^~^
