BTS belong to Big Hit Entertainment
Warning : Kang Daniel X Fem Yoongi X BTS member, GS! A/B/O verse.
Rating : M
Beast Omega!
.
.
.
Don't Like Don't Read!
.
.
.
Tiin Tiin
Heing?
"Namjoon?"
Aku menatap Namjoon yang tengah berdiri di depan rumahku sambil menunggangi motor sport hitam nya. Aigoo.. Apa ia ingin mengajakku berangkat sekolah bersama nya?
"Yoongi!" sapa nya.
"Ne?"
"Ah, ani! Aku hanya ingin melihat wajah mu sebelum aku berangkat ke sekolah! Keureom, sampai jumpa!"
Yak! Aish! Jjinja! Itu saja?!
"Namjoon!"
"Mwo? Apa kau sudah merindukan ku?"
"Aish! Maldo andwae!"
"Lalu?"
Aku memainkan rok ku gelisah. Aku sungguh ingin menumpang bersama nya. Tapi, bagaimana cara ku mengatakan nya tampa membuatnya mengambang?
"Ige..."
Aish! Katakan saja!
"Apa kau ingin berangkat bersama ku, Yoongi?" tanya nya.
OMG! Jjinja?
"Jika kau tidak keberatan.."
"Hahaha... Tidak ada yang membuatku keberatan untuk mu, Yoongi! Karena itu jadilah pacar ku!"
"YAK!"
Dengan sedikit jengkel aku menaiki kendaraan nya. Tapi, ingat sisi positif nya Yoongi, kau tidak harus mengeluarkan uang untuk menyewa taksi. Bukankah itu sangat baik? Lagi pula, lihatlah kendaraan Namjoon, sangat mengkilap. Namjoon juga alpha yang tampan, tubuh nya juga bagus. Apa kau ingat waktu kau menyentuh abs nya! OMO! Abs nya kentara sekali!
Aku menggelengkan kepala ku berulang kali tak kali Yezie mengeluarkan pikiran kotor nya tentang Namjoon. Aish! Aku sudah gila! Yezie itu aku! Berarti aku yang berpikiran kotor tentang Namjoon dan abs nya yang seksi! Aish! Lupakan!
"Ada apa dengan mu, Yoongi? Mengapa kau terus menyentuh tubuh ku?"
"MWO?!"
Aku menatap horor pada ke dua lengan ku yang tengah asik memeluk Namjoon. OMO! Aku tidak sadar dengan apa yang aku lakukan! Mwoheyo, Yoongi?! Micheoseo? Oh? Apa kau sudah gila?
"Mi-Mi-Mian!"
Aku melepaskan pelukan ku dari tubuh nya. Namun, sebelum tangan ku terlepas Namjoon menghentikan pergerakan ku dan mengatakan sesuatu yang membuat wajah ku menjadi semerah tomat kesukaan appa ku.
"Gwaenchana! Kau bisa memeluk ku semau mu! Aku ini tersedia untuk mu, hanya untuk mu!"
OMO! Jjinja! Namjoon ini sangat pandai berkata-kata. Mengapa kau selalu membuat jantung ku berdegup kencang? Wae? WAE?!
Jujur saja mendekap nya membuatku merasa nyaman. Aku menyukai aroma Namjoon, bau tubuh nya sangat khas. Tidak seperti Jungkook dan Daniel yang mengeluarkan aura maskulin yang pekat sehingga membuat para omega mabuk kepayang. Aroma Namjoon lebih unik, memang ia memiliki aura maskulin namun ada aroma lain yang tidak bisa aku jelaskan. Aura itu membuat ku sangat nyaman. Aku ingin mencium aroma itu lebih dekat, jadi aku menyenderkan kepala ku pada punggung nya yang tegap.
"Merasa nyaman, Yoongi?"
"Ne.."
"Hahaha..."
Aish! Kau polos sekali Yoongi! Mengapa kau menjawab nya denga jujur? Ya, tapi itu memang benar! Aku memang merasa nyaman dalam posisi ini. Aku tidak ingin melepaskan dekapan ku dari tubuh nya. Tidak ingin.
"Yoongi?"
"Hem?"
"Kita sudah sampai.."
Aku membuka mata ku dan mendapati bahwa kami tengah berada di parkiran sekolah. Murid-murid bersiul melihat ku bersama Namjoon. Sial! Aish! Kau bego sekali Yoongi!
"Yoongi! Apa yang kau lakukan bersama Namjoon, hah?"
Aish! Bocah ini!
Namjoon menarik tangan ku dan berjalan ke arah anak itu. Saat kami tengah berada tepat didepan nya, Namjoon menepuk-nepuk kepala nya singkat.
"Ini bukan urusan anak kecil!"
Aku terkekeh melihat raut muka Jimin.
.
.
.
"Annyeong, Yoongi!" sapa Jungkook saat aku memasuki kelas.
"Annyeong!"
Aku berjalan ke arah tempat duduk ku. Aku menatap pintu kelas dari tempat ku berada. Seorang gadis manis berkaca mata muncul dari sana. Rambut gadis itu dikucir dua kiyeowo! Kyeopta! Gadis itu terlihat malu-malu saat memasuki kelas. Nuguya?
"A-Annyeong, Yoongi!"
"Annyeong.. Jihoon?!"
Aku kaget saat membaca nama yang tertera pada seragam sekolah nya. Gadis itu adalah Jihoon. Tapi, mengapa penampilan nya seperti itu? Ah! Aku ingat saat Jihoon mengatakan akan kembali ke diri nya yang dulu. Jadi, Jihoon yang asli adalah seorang gadis culun yang manis. Ah, kyeopta!
"Annyeong oppa!" sapa nya pada Jungkook.
"Aku tidak percaya kau kembali seperti diri mu yang dulu,"
"Yah.. Inilah diri ku yang sebenar nya. Aku tidak ingin menyembunyikan jati diri ku lagi!"
Jihoon sedikit menundukkan kepala nya mendengar ucapan Jungkook.
"Tapi, penampilan mu yang seperti ini membuat mu semakin manis..."
Jungkook memalingkan wajah nya setelah ia mengatakan kalimat singkat itu. Sedangkan, Jihoon wajah nya menjadi memerah karena senang mendengar perkataan Jungkook. Ia pun tidak berhenti tersenyum saat ia mendudukkan tubuh nya disamping Jungkook. OMO! Kyeopta sekali pasangan didepan ku ini!
"WOII!"
Ah! Toa itu! Tidak bisakah pagi-pagi ia tenang? Aku sedang tidak mood mendengar suara nya yang cempreng itu! Eomma nya ngidam apa sih? Sehingga anak nya seperti ini?
"Kalian tidak akan percaya apa yang aku lihat! Ada seorang alpha yang tampan! Ani! Dari dulu ia memang tampan! Namun, hari ini ia lebih tampan lagi! Dan ia akan menembak seorang gadis!"
"KYAA!"
Aku bisa mendengar teriakan para jalang dari luar kelas ku. Sial! Siapa sih, yang membuat mereka menggila pagi-pagi? Dasar omega kurang belaian!
SRAAK
"KYAA! OPPA!"
Aish! Teriakan jalang itu makin menjadi-jadi saat alpha yang mereka teriaki membuka pintu kelas ku. OMO! Itukan... Aish! Lihat, lah penampilan nya sekarang! Rambut yang mencuat-cuat, seragam yang tidak dikancing sehingga menampakkan tubuh nya yang proposional. Oh! Bahkan ia menggunakan anting hitam disalah satu telinga nya. Hoel?! Ada apa dengan nya?
"Yoongi..."
Ia memanggil nama ku dengan nafas nya yang berat. Aish! Bahkan hanya dengan mendengar suara nya para jalang itu menjadi lebih histeris.
"Mwoya? Mengapa kau berpenampilan seperti ini? Kau membuat mereka menggila!"
'Grab!'
Ia menarik tubuh ku menjadi lebih dekat dengan nya. Dari balik blazer yang dikenakan nya ia memberikan setangkai mawar pada ku. Hoel! Dari mana ia belajar melakukan ini?
"Aku tidak mau mawar pemberian mu!"
"YAK! Kau gadis gila! Berikan saja mawar itu pada ku oppa!"
Sial! Kau lah yang gila dasar jalang!
"Berikan saja mawar itu pada nya, Daniel. Lagi, pula sudah banyak bunga di halaman rumah ku!"
Ia terlihat tidak suka dengan perkataan ku. Ia menatap ku tajam. Lalu mencium ku dengan singkat.
"YAK!"
Aku menampar wajah nya hingga tangan ku berbekas disana. Ia tertawa sambil mengusap wajah nya. Aish! Ada apa dengan nya? Apa ia sudah gila? Aku harus segera memberitahu nya!
"Kau menjadi liar Yoongi! Aku akan menaklukkan mu!"
Setelah berkedip pada ku ia berjalan keluar, saat ia berpapasan dengan gadis yang mengatai ku gila tadi, ia memberikan mawar yang aku tolak kepada nya.
"YAK! Kang Daniel! Kau mau kemana? Kelas akan segera dimulai!"
Pak Minhyuk memasuki kelas kami dengan raut sedikit jengkel, mungkin karena Daniel tidak mengindahkan panggilan nya tadi.
"Yoongi!"
"Ne!"
Aku segera berdiri ketika pak Minhyuk meneriaki nama ku.
"Ada apa dengan Daniel? Mengapa ia bertingkah seperti itu? Ia membuat para gadis menggila! Mereka bisa saja mengeluarkan aura heat nya!"
"Aku juga tidak tahu pak!"
Setelah menjawab perkataan pak Minhyuk aku kembali duduk ke tempat ku.
"Baik semua nya buka halaman... Ah! Bapak sedang tidak mood mengajar materi ini. Bapak ingin membahas tentang perasaan dan feromon. Apa kalian tertarik mendengarkan nya?"
"Yohoo! Aku sangat suka mensearching ini di internet! Aku sangat menyukai hal ini!"
"Itu menandakan kau adalah jomblo sejati, Jimin!" sahut Taehyung.
"Hei! Jangan ribut di kelas ku!"
Teriakan dari pak Minhyuk berhasil mendiamkan mereka. Perasaan dan feromon? Memang ada hubungan nya? Apa itu bisa menjelaskan tentang perilaku Daniel? Apa itu bisa menjelaskan tentang perasaan ku? Apa itu bisa membantu ku siapa yang aku inginkan?
"Kau itu juga jomblo dasar alien!"
"Jangan mengatai Tae Tae alien Jimin!"
"Jangan ikut campur Hoseok!" sahut Jimin.
"Aku bukan alien dasar cebol! Mana ada alien setampan ku!"
"Kau tampan? Dari mana?"
"Hei! Jangan ikut campur ya Seokjin babi!" sahut Taehyung.
Aish! Kapan pelajaran nya akan dimulai jika ke empat orang aneh ini saling meneriaki satu sama lain. Jebal! Minhyuk songsaengnim! Kau itu seorang guru! Katakan sesuatu!
"MWO BABI?!"
"Gurae..."
"Ya, kau itu seperti babi!"
"Ya, benar! Makan mu sangat banyak seperti hewan pink itu!"
"Kalian..." Seokjin tampak nya sudah sangat marah.
"HEI-"
"Diam kau!"
Pak Minhyuk terdiam karena Seokjin meneriaki nya. Hoel! Sebenarnya siapa yang guru disini? Jebal! Aku sangat penasaran tentang pelajaran hari ini!
"Hiks Hiks Hak Hak Ha..."
MWOYA? Tangisan siapa itu?
"Berhenti berkelahi! Pak Minhyuk ingin membagi Ilmu nya dengan kita!"
Jihoon?
"Kalian itu seorang alpha! Kalian juga sudah besar! Hiks... Mengapa kalian bertingkah seperti anak kecil?!"
"Jihoon... Bapak sangat..."
OH NO! Apa yang kau lakukan Jihoon? Tak tahukah bahwa...
"Hiks Hiks... Bapak sangat senang!"
...bahwa pak Minhyuk lebih tidak dewasa dari meraka yang kau sebutkan tadi?
Lihat sekarang pak Minhyuk berlari keluar! Jika seperti ini, kapan dimulai pelajaran nya. Sial! Aku sudah bersabar!
Tapi, mengapa kepribadian Jihoon berubah 180 derajat?
.
.
.
Di saat orang-orang tengah asik berbincang-bincang seorang pria malah asik memandangi seorang gadis yang tengah tersenyum sambil membaca komik.
"Aku tidak akan menyerahkan nya semudah itu, Daniel! Aku sama seperti mu! Aku sudah sangat lama menyukai nya! Mungkin tidak selama dirimu, tapi aku yakin dia akan lebih bahagia jika bersama ku!"
Pria itu terus memandangi gadis itu. Sesekali ia tersenyum melihat gadis itu terkikik kecil. Merasa diperhatikan, gadis itu menoleh kepada nya.
"Ada apa?"
"Ah! Ani!"
"Keureom... Apa kau ingin membaca komik ini bersama ku?"
"Tentu saja!"
Sedikit lagi...
.
.
.
TBC
A/N : HI, HI! Aku cuma pingin promotin fanfic aku yang baru, judul nya PRECIOUS. Main karakternya udah pasti Yoongi. Dibacaya...
