catatan:

bagian ini menceritakan legenda yang diceritakan Old Quil di acara api unggun..

.alert:

-sangat berhubungan dengan chapter 16 dan keseluruhan cerita. Jadi walau agak membosankan, harap baca :D

.


THE ANOTHER BLACK

Disclaimer: basic plots, majority of the characters, any situation surroundings belong to Stephenie Meyer. Quileute legends and names practically never even existed... even in Twilight world

.


Tujuh belas- Kierra

Monday, December 17, 2012

1:15 AM


...

"Kalian semua sudah mengetahui kisah legenda Suku Quileute. Kisah Banjir Besar, Para Pejuang Roh, serta kisah Pria dan Wanita Dingin. Kini aku akan menceritakan kisah terlarang, kisah yang tidak pernah kalian dengar, kisah paling kelam dalam legenda Suku Quileute. Ini adalah kisah Tupkuk alias Kierra, Sang Iblis Penyusup Raga, kepala suku pertama dalam sejarah suku ini yang lahir dari persatuan gen serigala dan peminum darah."

Setiap yang hadir menahan napas. Jacob merasa pandangan beberapa pasang mata diarahkan padanya. Tapi ia juga terpana. Ia tidak pernah mendengar kisah Kierra atau mendengar orang menyebut kisah ini sebelumnya. Sekilas ia memandang Korra. Anehnya wajahnya biasa-biasa saja.

"Ini terjadi sekian lama setelah Taha Aki meninggalkan dunia. Suku ini hidup dalam kemakmuran dan keamanan, berkat hadirnya para pelindung, keturunan Taha Aki, yang melindungi suku dari para peminum darah. Hingga tiba pada pemerintahan Kepala Suku T'lo-pa. T'lo-pa adalah seorang pejuang yang tangguh, wujud serigalanya adalah yang paling agung dari semua keturunan Taha Aki sebelumnya. Ia disebut-sebut sebagai reinkarnasi Taha Aki sendiri.

T'lo-pa menikahi sepupunya, dan mereka dikaruniai enam orang anak. Putra pertama, keempat, dan kelima meneruskan jejak pendahulu mereka, menjadi pejuang serigala. Sedangkan anak keduanya, seorang gadis cantik bernama P'icha, ditakdirkan untuk menjadi istri kepala suku Hoh.

P'icha adalah seorang gadis yang teramat cantik. Rambutnya panjang, hitam, dan tebal, halus bagai sutra. Kulitnya tembaga keemasan. Bibirnya tebal merekah. Matanya berkilauan. Kehalusan budi dan kelembutannya tiada duanya. Ia adalah permata bagi suku, yang diharapkan menjadi pengikat perdamaian abadi antara suku Quileute dan Hoh.

Tapi nasib buruk menyertainya. Pada malam sebelum pernikahannya, ia berjalan-jalan ke hutan, mengucapkan selamat tinggal pada tanah kelahirannya. Namun ia berjalan terlalu jauh. Ia masuk terlalu dalam, dan ia tidak tahu jalan pulang. P'icha berusaha mencari jalan keluar, tetapi ia tersesat. Berhari-hari ia berjalan, makan seadanya dan minum sedapatnya. Tanpa disadarinya, ia sudah keluar dari batas wilayah Quileute.

Di sana ia bertemu dengan makhluk yang paling ditakuti: Sang Pria Dingin. Matanya merah menatap mata P'icha, gerakannya hati-hati, mengincar mangsa. P'icha tahu ini akhir hidupnya, ia tahu ia akan mati, tapi harga dirinya sebagai putri kepala suku mencegahnya untuk mati begitu saja, menyerahkan nyawanya. Ia tidak kabur, tapi ia melawan. Dengan tangan kecilnya dan kekuatan yang sama sekali tidak mungkin bisa dibandingkan dengan si Pria Dingin, ia melawan. Si Pria Dingin tertawa, tetapi satu serangan itu mengubah segalanya.

Si Pria Dingin melihat semangat gadis manusia ini, tekad dan keberaniannya. Dan seketika ia merasakan hal yang terlarang: ia jatuh cinta pada si gadis fana."

Terdengar suara napas tertahan, dan semua orang menatap Jacob.

"Si gadis menolak cinta Pria Dingin. Ia lahir dan besar dengan ajaran untuk membenci para penghisap darah. Tapi si Pria Dingin terlanjur mencintainya, dan ia berusaha sekuat tenaga agar si gadis mencintainya balik. Berbulan-bulan ia menyekap si gadis, memberinya apapun. Permata, emas, apapun yang bisa ia dapatkan dari mangsa-mangsanya. Tidak ada yang sanggup meluluhkan hati si gadis. Tidak juga janji akan keabadian.

Kemudian tibalah waktu ketika keadaan berubah drastis. Suatu hari ketika si Pria Dingin pergi berburu, P'icha menyelinap pergi. Ia telah sekian lama mengamati dan mempelajari ritme berburu penyekapnya, dan merasa inilah saatnya. Ia kabur ke hutan, jauh, kembali ke rumahnya. Ia tidak pernah benar-benar kembali, tetapi ia sudah begitu dekat. Di sana ia bertemu mereka. Saudara-saudaranya. Para serigala. Mereka mencarinya berbulan-bulan, tidak bisa menemukan si gadis karena makhluk yang menculiknya menutupi jejaknya. Namun ketika mereka bertemu dengannya, mereka menyadari ada yang berbeda. Saudari mereka tetap sama, hidup dan berdetak, tapi bau penghisap darah menyelimutinya. Si gadis memohon agar mereka membawanya pulang, melindunginya dari si Pria Dingin, tetapi mereka menolaknya. Mereka merasa jijik karena si gadis telah hidup bersama si Pria Dingin, kecurigaan mereka memuncak, menganggap gadis itu bukan lagi saudari yang mereka kenal. Mereka juga tahu jika mereka membawa si gadis pulang, si Pria Dingin akan mengejar dan membantai seluruh suku. Jadi mereka meninggalkannya di sana, mengabaikannya, memutuskan seluruh hubungan dengannya.

P'icha sendirian di hutan, merasa dikhianati dan diabaikan. Kemudian si Pria Dingin mendapatinya lagi, terluka dan rapuh. Ia membawanya kembali ke tempat mereka tinggal. Memperhatikannya, menyayanginya, melindunginya. Hingga si gadis merasa tak ada lagi tempatnya kembali. Ia hanya memiliki si Pria Dingin yang memberinya cinta. Dan ia belajar untuk mencintai.

Namun kisah cinta mereka begitu singkat, teramat singkat. P'icha segera mendapati dirinya mengandung benih si Pria Dingin. Tapi kandungan itu terkutuk. Janinnya berkembang begitu cepat. Menggerogotinya dari dalam. Si Pria Dingin tidak bisa melakukan apapun untuk menolong kekasihnya. Hingga akhirnya janin itu merangkak keluar dari rahim ibunya, merobek perutnya dari dalam. Makanan pertama si janin adalah ibunya sendiri."

Terdengar geraman pelan dari tenggorokan setiap orang yang hadir di situ. Jacob merasa dirinya membeku, dan Renesmee pun ikut beku di sampingnya.

"Si Pria Dingin berusaha membangkitkan kekasihnya kembali, tapi ia tidak bisa. Bagaimanapun darah serigala mengalir di nadi si gadis, dan racun si Pria Dingin membunuhnya.

Si Pria Dingin memeluk tubuh kekasihnya dalam duka yang dalam. Kemudian ia pergi. Meninggalkan bayinya. Ia tidak peduli dengan si bayi. Bayi itu membunuh kekasihnya dan kini ia tak ingin hidup lagi tanpa kekasihnya. Legenda menyatakan ia pergi ke kawanan serigala, memohon untuk dibunuh.

Bayi itu, bagaimanapun, tetap bertahan hidup. Ia tumbuh sangat cepat. Ia makan dari apapun yang ia temukan. Binatang, daging, darah... Ia hidup seperti binatang buas. Mengembara dan membunuh untuk bertahan hidup. Hingga suatu saat ia mencapai usia dewasa dalam sosok gadis yang cantik, teramat cantik. Kulitnya coklat seperti kita, tetapi agak berkilau berkat darah vampir di tubuhnya.

Pada satu hari, ia tiba di perkampungan suku Makah. Ia bertemu makhluk yang menyerupai dirinya, dan rasa ketertarikannya membuatnya mendatangi mereka. Suku itu menerimanya dengan tangan terbuka, mengira dirinya sebagai orang buangan dan merawatnya. Ia belajar peradaban dengan cepat, bahkan mulai meninggalkan cara hidup liarnya di hutan. Orang menamainya: Tupkuk yang berarti hitam, karena rambutnya hitam dan indah sekelam malam.

Ia segera mendapati bahwa ia memiliki kemampuan lain yang berbeda dengan orang-orang lain. Ia cepat dan kuat. Dan ia bisa melepaskan diri dari raganya. Ia memiliki darah pejuang roh, dan itu membuatnya bisa memasuki raga makhluk hidup manapun.

Suatu hari hal yang buruk terjadi. Seorang perempuan suku itu membuatnya marah, dan dalam emosinya ia menerkam lawannya. Ia mengeringkan darah orang itu hingga habis. Rasa puas melandanya. Dan seketika ia menyadari siapa dirinya: peminum darah. Sukunya memergokinya dalam keadaan tersebut, dan mereka membelenggunya. Mereka menyiapkan api unggun besar untuk membakar gadis yang mereka anggap setan, iblis, penyihir. Dan seketika ia keluar dari raganya, membiarkan sukunya membakar badan kasarnya.

Roh Tupkuk mengembara, dan ia melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan moyangnya, Taha Aki. Ia mengikat diri dengan makhluk indah pertama yang ia temukan: seekor serigala betina. Pengikatan itu mengubah si serigala selamanya. Gen Pria Dingin di tubuhnya bereaksi terhadap gen si serigala. Warna bulunya menjadi putih, keperakan di bawah sinar rembulan. Dan ukurannya membesar. Ia menjadi serigala yang anggun, sangat cantik, dan sangat agung. Namun hatinya tidak. Ia menyimpan dendam, amarah karena kehidupan yang tidak pernah memihak padanya. Ia menjadi serigala yang kejam.

Dalam wujud yang baru, ia berkelana. Hingga ia tiba di pemukiman Suku Quileute. Sekelompok pejuang serigala menghadangnya, namun ia bisa mengalahkan mereka dengan mudah. Nalurinya untuk berkuasa timbul. Ia langsung menantang sang kepala suku, tanpa mengetahui bahwa sang kepala suku adalah pamannya sendiri. Si serigala tidak tahu bahwa serigala betina yang menjadi lawannya adalah putri dari saudarinya dan seorang penghisap darah, dan dalam nalurinya untuk mempertahankan daerah kekuasaannya, ia menerima tantangan tersebut dengan gagah berani. Namun pertarungan tidak berjalan seimbang. Tupkuk jauh di atas angin. Dan dalam satu pergumulan ketika mereka saling gigit, tanpa sadar Tupkuk melepaskan racun dingin yang tidak pernah ia ketahui ada dalam darahnya. Si serigala mati saat itu juga. Serigala Tupkuk meminum darah si serigala kepala suku. Itu menjadikannya lebih kuat, beribu kali lebih kuat. Dan ia mampu berubah wujud menjadi manusia.

Dengan keberhasilannya membunuh kepala suku, Tupkuk diangkat sebagai kepala suku selanjutnya. Dengan segera ia mendapat akses terhadap seluruh pengetahuan suku. Ia tahu ia dapat memerintah dengan baik. Ia memiliki kekuatan dan kecerdasan. Dan ia memiliki ambisi. Ia ingin menyatukan seluruh suku yang ada di daerah ini.

Dengan kekuatannya ia mampu menyatukan suku-suku lain seperti Q'wayi't'sox, Hoh, Makah, dan Neah, bahkan Salishan yang kuat, tidak hanya menjadikan Quileute sebagai suku yang besar, tapi juga menjadikannya suku penakluk. Bahkan ketika suku-suku lain tunduk pada orang-orang berkulit putih, tak ada yang berani menyentuh aliansi suku besar ini. Ketika kapal-kapal bangsa kulit putih menjangkau pantai, mereka menyerang dan menawan para awak kapal, menjadikan bangsa kulit putih sebagai budak.

Persinggungan dengan para budak kulit putih membuat Tupkuk mengetahui bahwa ada sesuatu di luar sana. Ia merasa tertarik, selalu berkeinginan untuk merambah keluar, menaklukkan tanah yang lebih besar. Ia memilih nama lain: Kierra, dari istilah yang dipakai orang-orang kulit putih atas arti namanya. Dan memang nama itu melambangkan hatinya: hitam, kelam.

Kierra abadi. Ia tidak bisa menua dan tidak bisa mati. Namun dia tidak bisa mempertahankan satu wujud manusia. Karena wujud yang ia punya adalah pinjaman, karena raganya yang asli sudah mati, dan racun dalam darahnya pelan-pelan menghancurkan tubuh manusianya sendiri. Ia tetap muda, tetapi ia hanya bisa mempertahankan tubuh selama beberapa puluh tahun. Ketika ia merasa tubuhnya hampir hancur, Kierra mencari inang lain, tubuh lain yang dapat ia pinjam. Ia menyukai tubuh-tubuh perempuan Quileute yang membawa gen serigala yang kuat. Itu menjadikannya lebih kuat. Jauh lebih kuat daripada pertama kali ia berpindah raga.

Dari semua keluarga di suku, ia paling menyukai putri-putri keturunan kepala suku yang pernah ia kalahkan. Darah mereka adalah yang paling murni, dan gen mereka adalah yang paling kuat. Tapi menyedihkan bagi keluarga keturunan kepala suku itu, karena mereka harus merelakan satu putri mereka yang paling kuat untuk dirasuki Kierra. Tubuh itu tetap tinggal dan tetap awet muda untuk selama beberapa puluh tahun, tetapi gadis yang dirasuki Kierra akan berubah menjadi sosok yang tidak mereka kenal. Ia akan menjadi serigala terkuat, peminum darah, dan kepala suku yang kejam. Untuk mempertahankan hidupnya Kierra akan berburu setiap setahun sekali dalam wujud roh. Dia akan melepaskan raganya dan menyatukan diri dengan serigala liar, berburu seraya menyerap rohnya, untuk kemudian kembali pada tubuh pinjamannya.

Keturunan kepala suku berkomplot untuk menjatuhkan Kierra dan mencegahnya merasuki siapapun keturunan keluarga mereka. Kierra mengetahui hal ini dan membantai seluruh putra keturunan kepala suku. Seluruhnya, kecuali satu. Serigala paling muda, paling lemah, paling tidak diperhitungkan. Nama serigala itu Kaliso.

Sejarah berulang dalam skema yang aneh. Kierra jatuh cinta pada Kaliso, tetapi Kaliso tidak mencintainya balik. Namun Kaliso memiliki rencana untuk membalaskan dendam keluarganya pada Kierra. Ia memutus ikatan jiwa Kierra dengan raga perempuan yang ia rasuki, dengan membunuh raga Kierra saat Kierra memasuki dunia roh. Bahkan walau itu berarti ia membunuh saudarinya sendiri. Ia mampu melacak roh Kierra, membunuh siapapun atau apapun raga yang dirasuki Kierra untuk mencegahnya kembali. Tapi Kierra selalu lebih unggul selangkah. Ia tak pernah lagi mempertahankan tubuh pinjaman lama-lama, untuk mencegah Kaliso melacaknya. Lama kelamaan ia pergi makin jauh dan makin jauh ke dalam hutan, tidak pernah terdengar dan terlihat lagi.

Kaliso mengusir Kierra sehingga ia tidak bisa kembali dalam raga pinjamannya. Dengan darah raga pinjaman Kierra terakhir, dan darah beberapa putri lain yang ia korbankan, ia membuat kutukan yang mencegah Kierra kembali.

Sepeninggal Kierra, Kaliso mengangkat diri sebagai kepala suku. Ia memerintah dengan sama kejamnya. Hingga suatu hari, salah satu keturunan putri kepala suku yang tersisa, keluarga Shi'pa, melakukan kudeta terhadapnya. Mereka mencopot dia dari jabatannya dan mengusirnya ke hutan. Kaliso tidak kembali. Leluhur langsung keluarga Black ini mengangkat salah satu putranya, How-yak, guna mengambil alih jabatan kepala suku."

...

Suara Old Quil berhenti dalam jeda panjang. Ketiga belas serigala, dua imprintee, satu tamu undangan, dan tiga tetua lain berkubang dalam keheningan yang mencekam.

"Sejak saat itu tidak ada yang berani mengucapkan nama Kierra, kecuali para Tetua. Jarang ada yang menceritakan kisah ini. Suku Quileute tidak pernah lagi menjadi penjajah. Kita hidup dalam damai. Kita tahu kekuatan kita tidak akan digunakan untuk membantai dan menindas, tetapi untuk melindungi."


read and review please...

:)

catatan kaki:

. tentu saja legendanya sedikit sekali berhubungan dengan legenda Quileute (yang asli) maupun legenda yang ada di Twilight... Maksudnya, Stephenie Meyer aja bikin legenda sendiri...

Maaf kalo ada bagian2 kaya nama orang atau tempat yang ternyata ngga ada di sononya... huehehehe :D

NB: nama-nama orang diambil dari Quileute Dictionary for Kids (warna)... kalo emang ga ada orang Quileute asli yang pake nama warna untuk orang atau cara penulisannya salah, mohon dimaklumi... Kepala suku How-yak beneran ada lho, dia tu yang bikin Perjanjian sama orang kulit putih... haisssshhhh... dan di sini suku Quileute jaman dulu digambarin sbg suku yg senang berperang, kuat, dan mampu mengambil orang-orang kulit putih sebagai budak... tentu saja karena berada di bawah kekuasaan si tokoh utama... Tapi memang kata situs Quileute Nation, beneran kok! (membela diri):D