THE ANOTHER BLACK
Disclaimer: basic plots, majority of the characters, any situation surroundings belong to Stephenie Meyer. Quileute legends and names practically never even existed... even in Twilight world
.
Sembilan belas - Gundah
Monday, December 17, 2012
1:15 AM
Judul Alternatif: Nessie, Bimbingan Orangtua, Sam (bukan maksudnya Nessie x Sam)
.
Kau apa?! pikiran Embry terdengar bukan seperti pikiran biasa, melainkan teriakan.
Ia, seperti biasa, kebagian jaga patroli malam itu. Bersama Embry, berdua saja. Di wilayah Quileute. Beberapa hari ini, mungkin malah sekitar seminggu atau dua minggu, ia terpaksa menghapus jadwal patroli di wilayah Cullen dan mengisi patroli yang harusnya diisi para yunior. Berandal-berandal kecil itu, mendadak jadi anak baik, menyatakan bahwa ujian tengah semester mendekat, dan mereka perlu belajar. Huh, seolah mereka pernah serius sekolah, pikirnya. Quil minta izin karena harus menunggui kakeknya yang masuk rumah sakit. Dan Seth menemaninya.
Jadi di sanalah ia, berdua Embry. Dalam rasa amannya karena tidak adanya setan-setan cilik lain, Jacob lupa menutup pikirannya. Dan tanpa sengaja kenangan malam ketika ia berbaring di bawah atap observatorium kecil Carlisle berdua Renesmee, menatap hamparan langit, bermain kembali di benak Jacob.
Kau mencium vampir hibrida itu? teriak Embry lagi, cukup untuk membuat Jacob menggeram marah. Embry benar-benar tahu cara merusak mood seseorang.
Ayolah, Em... Itu cuma ciuman di kening. Aku mencium Nessie seperti itu sejak dia kecil.
Ya, tapi... tapi... bahkan pikiran Embry pun terbata-bata saking kalutnya. Itu berbeda, Jake. Ini berbeda. Suasananya, moodnya, semua berbeda. Jangan bilang kau tidak sadar... Oh Tuhan, Jake! Dia baru 5 tahun!
Entah mengapa Jacob sangat merasa sebal oleh hal satu ini. Sudah cukup rasanya semua orang mengatakan hal yang sama. Edward, jelas. Carlisle dan Rosalie, apalagi. Dan Embry … untuk kesekian kalinya…
Embry, please tidak usah bereaksi berlebihan... Kita tahu siapa Nessie bagiku. Lagipula perkembangan fisik dan mentalnya yang...
Tetap tidak mengubah fakta bahwa dia baru 5 tahun! Kau tidak bisa menahan diri, Jake. Itu masalahnya! Siapapun mungkin takkan peduli jika ia mencapai kedewasaan, tapi ini? Oh Tuhan, kau lebih parah dari Quil... Edward akan membunuhmu, aku yakin...
Embry...
Tunggu hingga Edward menangkap memori ini darimu atau dari Nessie. Kalian toh tidak pernah benar-benar bisa menahan diri untuk tidak memikirkan ini selamanya.Ia menekankan pada kata 'selamanya'. Kalian terlalu bahagia! Itu masalahnya.
Lalu kenapa, Em? Edward lebih dari tahu siapa Nessie bagiku. Dan aku, jujur saja, tidak keberatan jika hubunganku dengan Ness berkembang lebih awal...
Tapi kita punya perjanjian dengan Edward! Koridor rating Bimbingan Orangtua hingga Nessie dewasa, ingat?
Dia sudah remaja sekarang!
Dia anak 5 tahun yang terjebak dalam tubuh yang terlalu cepat tumbuh! Astaga, Jake, kau pedofil mengerikan tidak sabaran!
Jacob menggeram. Jaga pikiranmu, Embry.
Ya Tuhan, Jake! Lihat kenyataan! Kita punya kesepakatan! Dan suku sebagai taruhan! Tunggu sampai penghisap darah itu memutuskan kau bersalah menyentuh putrinya, dan merusak perjanjian. Dia mungkin akan memprovokasi Volturi, dan keluarganya beserta tentara Volturi akan menggilas suku kita. Kau bahkan tidak perlu mengkhawatirkan rencana Sam tentang batalion werewolf karena mereka sudah pasti akan digilas duluan. Oh Tuhan, Jake... Jika Alice sampai bisa melihat masa depan pertempuran antara vampir dan werewolf di tanah ini, dan Volturi menghancurkan suku kita, bisa jadi ini alasannya. Ini pemicunya. Kamu!
Kita tidak tahu apa yang dilihat Alice...
Oh Tuhan, Jake!
Dan bayangan visual Embry tentang bagaimana Edward dan Bella memimpin penyerangan untuk memburu kepalanya menyeruak ke pikiran Jacob, membuatnya menggeram.
Embry, Edward tidak akan melakukan hal seperti itu!
Dari mana kautahu? Karena ia Daddie Eddie yang sangat mencintaimu, menantu kesayangannya? Oh please Jake, kalian bahkan tidak bisa menghabiskan waktu semenit saja di dalam area jangkauan-pendengaran-super yang sama tanpa saling menghina!
Karena ia tidak mungkin melakukan cara kotor hanya karena alasan aku menyentuh putrinya. Yang merupakan belahan jiwaku! Orang yang ditakdirkan menjadi pasangan hidupku! Oh Embry, aku bahkan belum menyentuh putrinya, tidak dalam konteks itu.
Tapi mendekati...
Embry, aku bosan dengan perdebatan ini! Edward akan menerima, suka atau tidak, bahwa aku adalah belahan jiwa putrinya. Dan aku merasa dia sudah menerimanya. Aku sudah meng-imprint Ness sejak ia masih bayi, demi Tuhan!
Tepat, Jake... Kau mengimprint Nessie sejak ia masih bayi! Demi Tuhan!
Jika ia masih dalam wujud manusia, pastinya ia memicingkan mata.
Apa maksudnya itu?
Jacob tidak suka tempat Embry memberi penekanan. Mengingatkannya pada Bella yang marah ketika gadis itu mengetahui mantan orang yang mengaku cinta mati padanya ternyata mendadak mencintai anaknya.
Artinya kau sinting, pedofil mengerikan yang bahkan tidak sabar memetik buahmu sebelum ia matang.
Em, suara dalam pikiran Jacob terdengar lelah, heran karena Embry melupakan poin-poin penting mendasar. Imprint tidak bisa kita kendalikan...
Bukan berarti proses mendapatkannya sesudah imprint itu tidak bisa kaukendalikan! Mungkin sesekali kau harus belajar sesuatu dari kesabaran Quil.
Quil? Quil?! Demi Tuhan, Embry, kita bicara tentang Renesmee, hibrida vampir, yang memiliki kemampuan tumbuh cepat! Ini sama sekali berbeda dengan kasus Claire!
Ya, tapi hanya karena ia tumbuh begitu cepat dan ia begitu menakjubkan hingga membuat dadamu berdebar tiap berada di dekatnya, dan karena ia dijanjikan untukmu, bukan berarti kau bisa begitu tergesa-gesa mengklaimnya sebagai milikmu! Pikirkan perasaan Nessie, pikirannya, apa ini bukan beban baginya? Orang yang ia anggap kakak mendadak menginginkannya sebagai kekasih?
Bicara hal itu pada Quil, Em, jangan padaku.
Tidak, aku bicara padamu, Jake. Quil masih punya sekian belas tahun lagi. Dan ia sabar. Ia akan menunggu, hingga perlahan perasaan Claire berubah. Aku yakin bahkan pertumbuhannya akan cukup memberi waktu bagi mereka berdua untuk mencari tahu ke mana arah hubungan itu. Dan kau? Kau sama sekali tidak sabaran. Kalian punya waktu selama bumi berputar, demi Tuhan! Kalian abadi! Dan kau bahkan tidak mau menunggu sepuluh tahun, bahkan dua tahun pun tidak!
Oke, ini sudah keterlaluan.
Kalau kau lupa, Em, aku tidak punya waktu selama bumi berputar! Aku akan mati! Entah besok, lusa, setahun lagi… Aku akan mati!
Embry anehnya tidak mundur dengan alasan itu.
Dan karena kau mengira Alice melihatmu akan mati, lalu kau merasa berhak mengotori Nessie secepat itu?
-'Mengotori'? Apa maksudnya 'mengotori', Em?!
Kau tahu maksudku! Kau berusaha memiliki Nessie lebih awal dari yang seharusnya!
Oh Tuhan, Embry…
Alice bahkan tidak melihat tanggal pastinya! Entah itu berapa tahun lagi, bahkan mungkin berapa ratus tahun lagi! Ada di ambang kematian tidak menjadikanmu berhak melakukan apa yang tidak boleh kaulakukan!
Jacob berusaha menulikan suara Embry. Namun entah mengapa, Embry terus menerus berhasil menyelusup ke alam sadarnya. Memaksanya mendengarkan setiap kata keluhan mengenai kelakuan Jacob, seolah dia sendiri belum cukup merasa bersalah dan malu dengan dirinya sendiri. Omelan Embry serasa detensi baginya, seolah ia adalah orangtua Renesmee sendiri. Kecuali fakta bahwa kalau ia benar-benar kepergok oleh orangtua gadis yang diciumnya, semua takkan selesai hanya dengan omelan.
Benar, Jake. Edward akan membunuhmu! Dan membunuh seluruh kawanan! Seluruh suku! Ooooh, Jake, demi Tuhan, kita terkutuk! Ia kembali histeris, dan mulai lagi menayangkan gambar-gambar rekaan pembasmian suku oleh sekelompok vampir yang marah. Entah dari film fiksi mana dia ambil gambar itu, karena Embry jelas tidak sekreatif Collin untuk memunculkan adegan murni dari khayalannya.
Sial, Jacob mengumpat dalam hati. Mengapa ia tidak bisa menutup koneksi pikiran Embry?
Apa artinya itu, Jake?
Mana kutahu? Aku benci mengakui ini tapi pengaruh pikiranmu makin kuat, Em. Artinya aku tidak lagi punya privasi! Gamma sialan!
Embry terkekeh.
Saatnya mengakui kekuatan orang lain. Dan mendengarkan. Tidak bisa hanya kau saja yang memonopoli semua sanjungan, Alfa bodoh.
Ya, itu, atau aku saja yang melemah.
Ya, itu, atau kau saja yang melemah...
Mau tidak mau Jacob terkekeh.
Serius, Jake, kau harus pertimbangkan hal ini.
Soal kamu yang makin kuat?
Bukan, soal Nessie. Dan sikapmu di depannya.
Em, kita sudah membicarakan ini...
Jacob sungguh tidak percaya Embry masih meneruskan pembicaraan ini. Ia lebih parah dari orangtua manapun! Jacob berusaha menulikan suara pikiran Embry sekali lagi, tetap tidak bisa, dan ia menyerah. Ia berlari, berusaha tidak peduli, membiarkan Embry mengoceh dalam kepalanya tanpa berusaha berkomentar sedikit pun. Mungkin Embry akan seperti ibu manapun di dunia, akan berhenti mengomel kalau anaknya cukup tahu diri untuk tidak membantah. Bukan berarti Jacob punya banyak kenangan tentang ibunya yang mampu mendukung hal tersebut, tapi setidaknya ia tahu.
Membuatnya mengingat ibunya sekali lagi.
Tidak lama ia berkubang dalam kenangan mengenai ibunya, yang mungkin agak efektif untuk mengusir Embry dari pikirannya. Sadar bahwa Jake sekali lagi berusaha menciptakan tembok mental, Embry berusaha makin menguatkan pikirannya, kembali mengusik. Jacob kembali menggelengkan kepala kuat-kuat, berderap kencang untuk mengenyahkan pikiran Embry. Dan tiba-tiba ia terhenti.
Mendadak satu bau lain menyapa hidungnya. Bau yang seakan familiar, tapi bukan. Bukan bau vampir, bukan bau manusia, bukan bau kawanan. Ia yakin ini bau serigala, meski juga bukan serigala yang pernah diendusnya di tempat Seth diserang dulu. Ini bau serigala yang familiar, ia kenal, tapi ada sesuatu yang aneh. Sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang bahkan membuatnya berpikir bahwa ia tidak mengenal bau itu.
Tapi juga bau yang, anehnya, membuatnya waspada. Bau yang membuatnya merasa terancam, sekaligus pula marah.
Embry masih mengoceh dalam kepalanya. Jake bahkan yakin ia sama sekali tidak menyadari bau itu, atau bahkan pikiran Jake mengenai bau itu.
Diam, Embry, perintahnya.
Tidak. Diam, Jacob, kau dengar aku, balas Embry keras kepala, mengira Jake masih mempermasalahkan omelannya mengenai Renesmee.
Tidak, Embry. Suara Jacob terdengar lebih tegas, serius. Diam dan perhatikan sekeliling. Aku mencium bau lain.
Bahkan Embry pun cukup tahu kapan profesionalitasnya sebagai anggota kawanan penjaga La Push diperlukan. Ia diam, mengawasi sekitarnya. Bau-bauan di udara. Suara-suara di balik gemerisik dedaunan hutan.
Kau dengar? bisik Jacob.
Ya. Tidak sampai 100 km di utaraku. Aku juga mencium bau lain. Ia mengirimkan gambar lingkungan sekitarnya ke kepala Jacob.
Aku temui kau di sungai, 60 km ke utara dari tempatmu sekarang. Dekati sumber bau dan usahakan tidak membuat suara apapun atau memancing perhatian apapun, perintah Jacob. Suaranya penuh wibawa sekarang.
Baik, sahut Embry, mulai bergerak.
Mereka bertemu di pinggir sungai dekat batu besar tidak sampai lima menit kemudian. Embry mengendus bau-bauan di udara, pikirannya terlalu tegang dan banyak berubah untuk dapat Jake ikuti. Jake hanya mengawasi ketika memori Embry berpindah-pindah dari satu bau ke bau lainnya, menganalisa dan mencocokkan bau yang ia temui, sementara mengendus bau hingga ke asalnya. Tidak ada yang benar-benar cocok.
Bau itu bergerak, tapi tidak dengan kecepatan yang tidak bisa mereka kejar. Apapun, sosok itu tidak berusaha menghindar dari mereka.
Itu bau serigala, Jake.
Aku tahu, Em, bisik Jake. Ia makin tegang.
Seharusnya ia bisa mengendus keberadaan kita dari jarak ini. Mengapa ia tidak lari?
Jacob menunggu suara lain memasuki pikirannya. Jika itu benar bau serigala dan ia tidak lari, maka ada dua kemungkinan. Serigala baru La Push atau serigala lain yang ingin bicara dengan mereka, mengingat sekarang La Push juga memiliki serigala misterius yang merambahi hutannya pada saat-saat yang tidak bisa diprediksi. Jacob tidak yakin dengan kedua kemungkinan itu, tapi jika bau serigala yang mereka kejar adalah salah satu dari keduanya, ia berharap akan terjadi kontak. Jika tidak, ia tidak tahu kemungkinan apa yang akan terjadi nanti.
Bau itu kian dekat dan Jacob masih tidak mendapat kontak. Dan mengingat situasi yang tengah mereka hadapi belakangan ini, ia tidak berani mengambil resiko untuk mengadakan kontak terlebih dahulu.
Mereka tidak lagi berlari, hanya mengendap-endap, berusaha menimbulkan sedikit mungkin suara, berusaha menutupi keberadaan mereka sebaik mungkin di balik semak dan bayang pepohonan. Mendekati bau, sekaligus mengintai. Menjaga jarak yang tepat dari sumber bau untuk menghindari perhatian sekaligus dapat dengan mudah mengawasi.
Ini hal yang Jacob pelajari dari para vampir dan serigala yang belakangan ini meneror La Push. Mereka tidak tergesa bertindak, tidak menampakkan jati diri, namun ada. Mereka hanya mengawasi.
Dan kali ini kawanan-lah yang akan mengawasi.
Bau itu makin kuat. Dan baik Jacob maupun Embry melihatnya dari tempat mereka mengintai: sosok itu.
Serigala hitam.
Jacob berusaha berkonsentrasi. Mendengarkan. Menerima sinyal apapun. Menunggu kontak. Tidak ada.
Serigala itu tampaknya tidak menyadari keberadaan mereka, walaupun mereka tidak sampai 800 meter darinya. Ia di sana, berjalan ringan. Bergerak dari balik semak dan bayang pepohonan yang menutupi sebagian besar tubuhnya.
Ia melangkah menuju sinar bulan yang menyusup dari celah-celah tudung pepohonan.
Dan baik Jake maupun Embry terkesiap.
Tanpa sadar Embry bergerak, menginjak ranting.
Siapa itu? terdengar suara masuk ke dalam pikiran Jake, keras dan lantang, agak bergaung. Jake terpana. Suara itu...
Itu Sam, Jake... suara Embry campuran antara panik, terkejut, takut... Semua perasaan dan emosi bercampur jadi satu. Itu Sam, bisiknya lagi. Dan lapis demi lapis pikiran Embry menyerangnya.
Sam tidak mendengar kita.
Apa yang harus kita lakukan, Jake?
Mengapa Sam tidak mendengar kita?
Jake berusaha berkonsentrasi lagi pada serigala itu. Berusaha mendengarkan pikirannya. Tidak ada apa-apa.
Apa yang harus kita lakukan, Jake?
Serigala hitam itu mendekat. Jacob berusaha keras tidak mengadakan kontak, tapi berusaha mendengar.
Tidak ada apa-apa.
Siapa itu? seru si serigala lagi dalam pikirannya.
Jake? Embry menunggu perintah.
Diam dan mundur perlahan, Em.
Tapi itu Sam.
Justru karena itu Sam. Sekarang dengarkan aku, Em. Mundur perlahan. Kita pergi.
Tanpa dikomandoi dua kali Embry melesat, hampir mengambang, pergi melintasi hutan mencari rute tergelap dan tersunyi. Berusaha menimbulkan sedikit mungkin suara.
Jake memandang sejenak pada si serigala, lalu menyusul Embry.
Benar, itu memang Sam.
