THE ANOTHER BLACK

Disclaimer: majority of characters and backgrounds belong to Stephenie Meyer... I just own Korra and few minor characters of the packs, and also plot for this story only... Any similarity with anything in reality maybe just a coincidence... but any unsimilarity with Quileute legends, geography, and history, also with Twilight basic plots, surely uncoincidental... hahaha...

just enjoy...

.

time has been flown two weeks after The Alpha's command to bully their targets...


Duapuluh lima - Bully

Monday,January 07, 2012

1:14 AM


Alternatif : Batalion Werewolf -3-


.

Jacob tidak tahu mana yang lebih membuatnya frustasi: ancaman vampir atau upaya anak-anak menggalang bala bantuan yang ternyata berubah menjadi mimpi buruk.

Atau mungkin mimpi yang terlalu indah, jika menimbang konteks cara yang mereka pilih.

Lewat dua minggu, ia mendapati bahwa tidak ada satu pun calon yang seharusnya ia rekrut, berhasil melewati tahap penjaringan. Maksudnya berhasil dibangkitkan amarahnya hingga berubah jadi serigala.

"Apa ini, Pete? Penghargaan dari kepolisian karena menolong Ben Two dari tabrakan truk?!" jerit Jacob. Ben Two alias Benjamin Clark Adamair, salah satu calon werewolf dalam daftar Sam yang kebetulan adalah cowok paling nerd dan paling lemah di sekolah. Mereka sepakat memanggilnya Ben Two untuk membedakannya dengan Ben One, Benjamin Thomas Cattermole, serigala yang sudah beberapa minggu ini masih menjalani cuti patroli setelah kakinya hancur karena diserang vampir. "Kau seharusnya membuatnya kesal, bukan menolongnya."

"Aku tidak merencanakan itu! Sudah kubilang kami sahabat baik. Aku mengabaikannya dan bersikap kasar padanya dan ia hanya bingung mengapa sikapku berubah. Ia mengejar-ngejarku, kau tahu? Kami berdebat di pinggir jalan dan tahu-tahu ada kontainer truk lepas dari pengaitnya. Apa kau mau aku membiarkan calonmu mati? Lagipula Jake, dia sudah biasa di-bully! Sudah kebal! Aku tidak yakin aku mem-bully-nya bisa membuatnya marah. Aku bahkan tidak tahu apa yang bisa membuatnya marah."

"Kau memang tidak berbakat jadi bully! Tiru cara Josh berusaha membuat marah Kenneth!"

"Ya, dan membuatnya dihukum detensi selama seminggu. Belum lagi ditimpuki cewek-cewek penggemar Ken! Dan Ken bahkan tidak berubah! Kemudian Noah mengetahui hal ini dan tebak apa Jake? Noah merekrut Josh jadi bagian gengnya! Kau serius mau menjadikan orang itu anggota kawanan, Jake? Dia itu calon kriminal besar!"

"Tenanglah, Pete... Jika Noah memang serigala, tingkatan darahmu bahkan jauh melampauinya. Kau bisa menjadikannya Omega kalau kau mau."

"Ya, tentu, tentu..." Pete menggumam, tampak sebal setengah mati. Ia tidak seharusnya diomeli Alfanya karena menolong sahabatnya sendiri, apalagi setelah ia mendapat penghargaan karenanya.

Astaga, dunia macam apa ini?

Kemudian Jacob berbalik memelototi Clark.

"Kau bahkan lebih buruk dari bully manapun, Clark! Siapa menyuruhmu jadian dengan targetmu?"

"Aku bisa apa, Jake? Aku sudah bilang aku naksir dia... Aku naksir dia sejak SMP, sebelum ia tiba-tiba pergi mengikuti ayahnya ke Belanda. Sejak ia kembali dan kausuruh aku menguntitnya, tiba-tiba aku... mungkin aku mengimprint-nya. Dan kemarin ketika aku berusaha membuatnya marah, tahu-tahu ia menangis, bilang dia selama ini menyukaiku juga. Aku bisa apa? Aku bertahun-tahun menunggunya, kau tahu?"

"Kau. Tidak. Mengimprint. Calon. Werewolf."

"Tapi aku suka dia..."

"Kalau begitu buat dia patah hati. Buat dia marah. Buat dia murka. Pacari cewek lain di depan dia. Ubah dia jadi serigala."

"Ayolah, Jake, aku tidak mungkin melakukan itu... Lagipula dengan adanya dia menjadi imprintku, dia jadi bagian kawanan kan? Dia berhak tahu, sama tahunya dengan imprintee yang lain."

"Itu sama saja kau menghapus satu orang dari daftar, Bodoh!"

"Mungkin sejak awal juga dia hanya carrier, Jake..." kali ini Seth yang bicara. Seperti biasa nadanya tenang kalau menyangkut kawanan, berbeda dengan dia yang dulu.

"Dan apa itu artinya?" dengan nada putus asa Jacob berbalik menghadap Seth.

"Mungkin carrier hanya menurunkan gen. Ia tidak berubah jadi serigala."

"Aku mengerti sampai situ, Profesor. Terima kasih."

"Tidak, kau tidak mengerti, Jake," Seth bersikukuh dengan mata bersinar-sinar cemerlang. Selalu sama jika ia punya teori. Jacob selalu bingung sejak kapan Seth bisa begini cerdas. Mungkin dulu ia dilatih secara pribadi oleh Carlisle. "Maksudku, carrier menjadi subyek potensial untuk imprint. Ia takkan berubah jadi serigala. Contohnya Rachel, Kim. Lihat Leah, ia serigala dan tidak ada yang mengimprintnya," lanjutnya mantap.

Tapi Jacob keberatan. "Teorimu tidak menjadi teori baku hanya karena satu contoh kasus, Prof. Satu sampel bukan trend, itu kebetulan."

"Hanya karena belum ada pembuktian bukan berarti hipotesisku sama sekali tidak mungkin, Jake..."

"Oke..." Jacob menimbang-nimbang sejenak, merasa tidak ada salahnya berasumsi. "Kalau begitu yang potensial menjadi serigala betina adalah adalah cewek yang tidak di-imprint siapapun. Korra, Tannya, Serena."

Seluruh kawanan mendengungkan keberatannya.

"Sulit mem-bully Tannya, Jake… Kubilang ia sendiri bully... Tidak ada yang berani mendekatinya. Sama seperti Noah."

"Kalian, cowok-cowok kuat berbadan besar bertampang sangar yang bisa berubah jadi serigala besar jahat, takut untuk mem-bully dua orang bully? Memalukan sekali, sih... Biar kukatakan ini. Anggap saja kalian membalik meja, memberi pelajaran pada mereka."

"Jared akan membunuhku, Man..."

"Biar kuluruskan sedikit di sini. Jared tidak ada di sini, Harry. Ia sudah mengundurkan diri dan hanya Tuhan yang tahu dimana ia sekarang. Sebaiknya kaulakukan tugasmu ketimbang pacaran melulu dengan Lilly-Ann."

"Tannya lebih parah dari Leah, Jake... Masa kau mau dia ada di kawanan?"

"Harry, aku tidak mau tapi ia ada di daftar Sam. Aku tidak mau tahu, buat dia kesal. Lakukan skema apapun. Membuat gosip yang tidak-tidak, menaruh paku di sepatu baletnya, menggoda pacarnya..."

"Memangnya aku cewek picisan! Please, Jake... Bahkan jika aku naksir cowok pun, aku tidak mau menggoda cowok Tannya. Seleranya amit-amit, tahu!"

"Kalau begitu goda Tannya, Harry... Ototmu itu mungkin cukup untuk menaklukkan hatinya... Buat dia mengejarmu lalu patahkan hatinya. Toh nyatanya kau juga sudah punya pacar. Apapun. Buat dia marah."

"Ya, mungkin akan kulakukan jika aku tidak tahu dia dulu mengejar-ngejar Adam..."

Namanya yang disebut tiba-tiba membuat Adam mendelik. "Aku di luar urusan kalian! Aku dan Caleb bahkan sudah lulus tahun lalu!"

Tapi Jacob berpikir-pikir. "Bukan masalah sebenarnya... Oke Adam, tugasmu sekarang menggantikan Harry merekrut Tannya."

"Hah? Tapi aku kan harus mengawasi Ben One... " tangkisnya.

"Caleb bisa melakukannya sendiri."

"Astaga Jake, dia itu cewek yang mengerikan!"

"Aku tidak menyuruhmu memacarinya atau mencintainya, hanya membuatnya marah."

"Dan setelah aku mengubahnya jadi serigala, apa? Aku tinggal bilang 'Maaf, Tan... Aku hanya melaksanakan perintah untuk mengubahmu... Aku tidak ada perasaan apapun padamu.' Begitu? Tidak diragukan lagi setelah itu ia akan mencabik-cabikku. Dan lantas mencabik-cabik kalian semua. Benar. Amat mudah membuat Dear Miss Sweetie Tannie Tentacle marah."

Mereka terdiam.

"Serena, kalau begitu… Kau sudah melakukan apa, Caleb?" tanyanya tajam pada si dokter-tanpa-sertifikat. Yang ditanya hanya melirik kanan-kiri dengan gelisah. Kelihatan seakan-akan sofa yang didudukinya penuh paku yang merah membara, diselimuti racun vampir.

Jacob makin melotot.

"Imprint lagi?!" teriaknya.

"Bukan mauku, Jake… Dan dia putri atasanku di rumah sakit, bahkan kalaupun dia tidak ku-imprint, aku bisa-bisa dipecat bahkan sebelum aku sempat benar-benar dapat beasiswa melanjutkan kuliah…"

"Dan kau menyembunyikan dari kami selama ini?! Coba katakan, Caleb, sudah berapa lama kau mengimprint dia?"

Caleb mengkerut, kelihatan lebih senang diserang vampir daripada berhadapan dengan bosnya. "Sejak ia pulang berlibur dari studinya di Harvard tiga minggu lalu... Aku kan bahkan belum sempat berubah sejak saat itu. Aku dan Adam kan sibuk mengurus Ben One dan Collin," belanya mencericit.

"Astaga, kalian itu memang menyedihkan!"

Frustasinya sudah di ambang batas dan kawanannya menyadarinya.

"Dan Korra?" Jacob melihat nama teratas dalam daftarnya. Seluruh kawanan menghembuskan napas putus asa. "Kenapa?" tanya Jacob bingung.

"Tolong, Jake... Jangan Korra."

"Kenapa?"

"Ia tidak bisa digoyahkan, Jake... Auranya terlalu... berkilauan."

"Apa maksudnya itu, Brady?" bentaknya curiga. Jangan sampai Brady juga ikut tergila-gila pada adiknya.

Brady mengeluh. "Mood-nya bagus terus. Tidak mungkin membuatnya marah."

Jacob tahu itu. Yang ada malah Korra yang selalu membuatnya kesal dan pada gilirannya membuatnya mendapat masalah.

"Kalian parah sekali sebagai bully... Bahkan memikirkan cara membuat orang marah saja tidak bisa..."

"Mungkin kami memang tidak ditakdirkan jadi bully, Jake. 'Pelindung La Push', itu lebih terdengar seperti Power Rangers ketimbang segerombolan bully kacangan."

"Ya, kalau begitu dengar ini, Ranger Hitam. Tidak ada bala bantuan tambahan jika tidak ada yang berubah. Tidak ada Ranger Putih, tidak ada Dino Megazord. Tidak ada senjata pamungkas. Apapun. Kalian akan jadi kelompok ranger lemah yang digilas pada pertengahan episode."

Terdengar Brady menghembuskan napas putus asa.

"Coba tanya Collin. Dia pastinya tahu definisi bully."

"Collin itu yang paling parah, Jake... Dia sama sekali tidak berkutik di depan Korra..."

Jacob mengeluh. Ia seharusnya tahu itu.

Ia sudah tahu Collin suka Korra. Imajinasi bocah itu agak liar belakangan ini, dan ia masih belum menguasai benar teknik tembok mental yang baru ia temukan, sehingga seringkali membuat geram kawanan dan mengusik konsentrasi mereka, memaksa Jacob memberinya detensi. Jacob sendiri harus berusaha sekuat tenaga untuk tidak segera mengoyak-ngoyak berandal itu dan menarik otak busuknya keluar dari tengkorak tipisnya setiap kali mereka patroli bareng setelah Collin pulih. Ia tidak ingin memberi kesempatan Cole untuk menghindari detensinya dengan kembali ke masa cuti sakit atau cuti pemulihan atau apalah namanya itu, apalagi jika alasannya adalah karena serangannya, bukan serangan vampir. Tentu saja mereka tidak mungkin bersama dengan ikatan saudara yang dekat itu. Mungkin bisa disebut semi-incest. Tapi mana mungkin mengharapkan Collin, lebih dari siapapun, mengganggu Korra?

Huh, bahkan nama Samuel 'The Zordon' Medusa Uley tidak punya pengaruh apa-apa dalam hal ini.

Dan Collin yang seharusnya menjadi penanggung jawab perubahan Korra. Ia yang mengintai, ia yang bertanggung jawab. Sekarang toh luka-lukanya sudah pulih. Tapi di mana Collin? Ia bahkan tidak di sini, tidak ikut rapat Minggu pagi itu di rumah Black. Jelas ia menentang per-bully-an, jadi mana mungkin ia ikut dalam rapat yang jelas-jelas membahas kemajuan sistem rekruitmen anggota baru mereka. Dan ia pasti yang paling menentang per-bully-an terhadap Korra.

Dalam hati ia mengutuk Brady karena membiarkan si Ranger Merah itu menjadi penanggungjawab Korra. Apa maksudnya, sengaja menjodohkan Collin dan Korra? Tapi ia tahu alasan Brady sangat kuat. Collin sudah menjadi teman dekat Korra jauh sebelumnya, ditambah mereka bersepupu, sehingga seharusnya sebelum seluruh skema bully ini hadir, Collin-lah yang paling bisa mengintai sedalam mungkin pada target. Dan Brady sahabat dekat Collin, mungkin malah si bocah itu sendiri yang meminta. Tentu saja itu kesempatan paling baik baginya untuk mendekati sepupunya sendiri. Sebelum ternyata itu malah berbalik membuatnya berada di posisi serba-salah.

Ha-ha, rasakan!

Tentu saja kasus Collin dan Korra sama seperti kasus Clark dan Frida atau Caleb dan Serena. Hanya saja yang ini tidak melibatkan imprint. Setidaknya itu yang ia tangkap dari kepala Collin.

Syukurlah!

Meski di dalam hati ia bersyukur Collin tidak mengimprint Korra, atau tidak ada siapapun yang mengimprint adiknya, sedikit bagian dari dirinya agak mencelos, apalagi jika menimbang teori Seth. Jika demikian, berarti kemungkinan Korra menjadi serigala memang besar.

Dan tiba-tiba ia ingat sesuatu.

"Kalau begitu ganggu temannya. Supaya Korra marah. Si cewek pertukaran pelajar itu. Siapa namanya? Menna? Minna?"

"Kuroi Kanna. Itu lebih buruk, Jake. Kuroi Kanna mungkin nerd dan pendiam, tapi dia jago beladiri. Kau seharusnya lihat caranya kemarin meremukkan jari-jari cowok tinggi besar yang menghinanya. Ia bahkan tidak menyentuhnya, Man! Oh tidak, dia tidak mungkin diganggu."

"Ya, dan kau serigala besar jahat! Masa kau takut seorang gadis meremukkan jari-jarimu? Yang benar saja, Brady!"

"Jake, ini bukan masalah Korra punya bodyguard pribadi, tapi masalah ia tidak sendirian! Dan sekarang Korra juga dekat dengan seorang cowok pertukaran pelajar lain dari Asia. Phat Chulalangkorn. Ke mana-mana bertiga. Bagaimana caranya membuatnya marah sendirian? Terpisah dari teman-temannya? Kami bisa membuatnya marah dan berubah, lalu bagaimana dengan teman-temannya?"

"Masa kalian tidak bisa mengusahakan sesuatu? Masa kalian kalah sama manusia biasa?" tuntut Jacob tak mau kalah, membuat Brady hampir kehilangan kesabaran.

Ia memejamkan mata dan menarik napas, jelas merasa terganggu. "Kau tahu, Jake... Kau saja yang melakukan ini," katanya akhirnya.

Jacob menganga.

"Aku?"

"Dia kan adikmu. Kau buat saja dia marah, kalian kan serumah," tutur Brady santai.

Sesaat pikiran Jacob blank.

Tentu saja Brady benar. Ia serumah dengan Korra. Dan ia kakak tiri monster kecil itu. Masuk akal jika ia sendiri yang membuat adiknya marah. Ia punya segudang alasan dan segudang cara. Mengungkit ibu Korra. Mungkin menghina perempuan asing yang membuat ayahnya mengkhianati ibunya itu. Membuat Korra jadi Cinderella, maksudnya Cinderella Sang Putri Abu, bukan Cinderella yang menari dengan pangeran. Memaksanya melakukan semua pekerjaan rumah. Menjadikannya budak. Menyiksanya. Membuang semua masakan buatan Korra tepat di depan mukanya. Mengompas uang jajannya. Mengadukan hal-hal jelek pada Billy. Huh, seolah-olah Daddy's Prissy Innocent Perfect Little Princess itu memang tidak punya hal jelek saja… Sampai saat ini pun Jacob toh masih belum bilang kalau ia memang pernah memergoki Korra siang-siang di hutan, bolos sekolah. Atau sembunyi-sembunyi kencan dengan Seth siang-siang di Port Angeles, jelas bolos sekolah juga. Atau mengungkit soal Collin dan masa depan hubungan incest mereka, walau mungkin Korra sama sekali tidak tahu-menahu.

Intinya menjadikan dirinya kakak tiri pencemburu yang jahat. Dan memang pada kenyataannya iya, sebetulnya.

Itu mungkin saja akan dia lakukan. Toh memang ia tidak terlalu suka juga pada anak itu.

"Entahlah, Man... Billy akan membunuhku..." rintihnya menderita.

"Kamu takut pada ayahmu, Jake?" itu bukan pertanyaan. Itu sindiran. Dan Jacob tahu apa yang Brady maksud. Bukan cuma karena bodoh sekali jika ia mundur ketika ia memaksa anak buahnya melakukan hal yang sama. Ini lebih karena siapa dia dan siapa ayahnya. Apapun yang ia lakukan, memangnya apa yang bisa ayahnya lakukan untuk menghukumnya? Ayolah, menghukum sang kepala suku? Untuk tugas yang berkaitan dengan keselamatan suku? Dan kalau mau, ia tinggal bilang pada ayahnya tentang alasannya. Bisa jadi sang ayah malah ikut membantunya memancing amarah Korra.

Hanya saja, ada yang aneh dalam hal ini. Billy jelas tahu Korra ada di daftar Sam. Mungkin malah ia sendiri yang mencantumkan nama anaknya di situ. Dan ia pastinya tahu, untuk membuat Korra segera menjadi sekutu mereka, cara termudah adalah dengan membuat Korra marah. Bukan Billy Black namanya kalau ia tidak tega untuk urusan seperti ini. Jacob ingat bagaimana cara ia bisa berubah untuk pertama kalinya. Billy sendiri, bukan yang lain, sengaja membuatnya marah saat ia sedang berada di puncak bahagianya bersama Bella. Pastinya Billy akan melakukan hal yang sama, jika harus, terhadap Korra.

Tapi perlakuan Billy sehari-hari pada Korra... seolah ia anak emas atau semacamnya.

Seharusnya ini cukup membuat Jacob membenci gadis itu. Setan cilik pencuri cinta ayahnya. Dan bukan cuma berpura-pura jadi bully, tapi memang menginginkan kesengsaraan bagi anak itu.

Tapi tetap saja...


.

catatan:

bagi yang agak sedikit bingung dengan istilah crossover:

Wolf Ranger's Pack

Zordon - Sam Medusa Uley

Alpha-5 - Jacob Mumble Black

Red Ranger - Collin Gossipguy Littlesea

Black Ranger - Brady Stalker Fuller

-anggota lain belum terisi-

Semua istilah dalam fanfic ini yang berhubungan dengan Mighty Morphin Power Rangers ©1993-1996, SABAN ENTERTAINMENT

.

hahaha... aku tahu beberapa chapter ini bahkan ga ada unsur actionnya... cuma pengen ceritain hal lain di luar urusan perang...

hehehe...

chapter berikutnya malah urusan keluarga dan cinta

bentar lagi kelar volume 1... hhh...