THE ANOTHER BLACK

.

Disclaimer: All part you can recognized from Twilight universe belong to Stephenie Meyer. This story is not closely related to anything in the saga. Maybe some details, including past events, legends, rules of the pack, and personality of few characters, had been changed during the continuity of this story.

.

WARNING: This part is practically safe so you can rated T…

.


.

Tiga puluh delapan - Seth x Korra (?)

Monday, January 14, 2013

4:12 AM

.


.

"Aku tidak percaya bisa-bisanya kau menganggap Seth menyembunyikan sesuatu!" seru Quil.

Dari suaranya jelas ia kesal. Jacob, lagi-lagi mencurigai apapun dan siapapun yang beredar di sekitarnya. Menganggap semua orang berkonspirasi melawannya, menyimpan rahasia. Pertama ia mencurigai Sam, dan para Tetua. Para vampir. Itu mungkin benar. Tapi kini ia mencurigai Seth? Sang Beta sendiri?

Quil menggelengkan kepala tak percaya dan bangkit dari tempat duduknya di sofa keluarga Black.

Siang itu sebenarnya berawal dengan sangat normal. Korra sekolah. Billy pergi dari pagi, mangkal di salah satu tempat memancing atau di rumah Sue atau rapat Dewan atau apalah... Quil pulang cepat, bilang ia sedang malas menjajakan asuransi dan langsung melayang ke rumah Jacob. Embry mengganti shift kerjanya hari ini dengan salah satu cewek di konter cenderamata yang ada urusan keluarga besok. Dan Jacob, tentu saja sesudah dipecat dari bengkel Mr. Peterson, tidak ada yang bisa ia lakukan di siang hari selain melakukan patroli atau bermain game di rumah. Kedua sahabatnya mengetahui kesusahannya belakangan, dan memutuskan untuk mampir sekaligus membawakan banyak sekali makanan. Jadi inilah dia: Rapat Triad Plus Quil, yang ujung-ujungnya berakhir hanya dengan main game, makan, dan mengobrol. Tanpa membicarakan satu pun urusan serius kawanan. Awalnya.

Tentu saja, satu-satunya hal yang bisa memicu pembicaraan serius jika ada pasangan Embry-Quil hanyalah pasangan Jacob-Seth. Dan kini Seth tidak ada.

Karena Seth belakangan rajin patroli ke Port Angeles, tentu saja Rapat Quartad itu dilangsungkan tanpanya. Jacob masih merasa bahwa patroli itu hanya semacam alasan di balik jadwal kencannya entah dengan cewek mana. Kemampuan Seth menyembunyikan pikiran memang agak menyebalkan. Hingga kini sekali pun Jacob tidak bisa mengorek informasi yang cukup signifikan berhubungan dengan kencan Seth.

Tentu saja ada alasan mengapa Jacob begitu berdeterminasi membicarakan urusan kencan adiknya. Tidak lain masalah 'penemuan'nya di tong sampah Korra baru-baru ini. Dan Seth ada di daftar tersangkanya. Tapi tentu saja ia tak akan mengatakan semua itu pada Quil dan Embry.

"Itu karena ia memang tidak berkencan, Jake…" bantah Embry, tampak lelah dengan semua omongan Jacob mengenai kecurigaannya pada sang Beta.

"Oh ya? Kalau begitu kenapa ia membalas sms-ku begini tadi?" kata Jacob masih bersikukuh, menyorongkan ponselnya pada Embry yang menerima dengan dahi berkerut. Quil di sisinya, tampak agak tertarik.

Conversation with Seth Prof. X Clearwater

Mumbling Jakey (01.32 PM)

Em&Quil kumpul. Rumah Black. Ikut?

Seth Prof. X Clearwater (01.45)

Mav tdk bs Jake. Port Angeles. Pntg

Mumbling Jakey (01.46)

Libur patroli hari ini. Rapat Quartad. &&&Perintah Alfa&&&

Seth Prof. X Clearwater (02.05)

Ha3x :D Tth Alfa tdk m'jangkau ~ sms. Sibuk. Mav Jake.

Salam u/ EmQwl

Mumbling Jakey (02.06)

Bilang saja kau kencan. Cewek mana? Cantik?

Seth Prof. X Clearwater (02.07)

Knp km mw th urusanku?

.

"Lihat?!" kata Jacob, tampak kesal. "Dia menentang Titah Alfa!"

Embry entah mengapa menggigit bibir keras-keras dengan mata melotot dan hidung terkembang, tampak susah payah menahan tawanya dan Jacob tidak mau bertanya mengapa. Pastinya sahabatnya mengira dia bodoh menyimpulkan urusan kencan Seth hanya dari sms tidak jelas seperti itu.

Ponsel itu berpindah tangan. Quil menautkan kedua alisnya sesaat, lalu bertanya seraya menyorongkan ponsel itu pada pemiliknya, menunjuk satu titik di layar, "Boleh kutahu tanda ini apa artinya, Jake?"

Jacob tidak perlu melihat kembali ponselnya untuk tahu apa yang dimaksud Quil. Tidak ada tanda baca aneh yang ditempatkan secara tidak jelas di sana selain '&&&'.

"Itu gaung Titah Alfa!" tekannya sungguh-sungguh.

Tanpa diduga keduanya mendadak mengeluarkan suara aneh dan detik berikutnya tertawa keras-keras. Embry sampai membungkuk memegangi perutnya dan Quil berguling-guling di lantai.

"Apa?!" hardiknya, dan dengan kesal menarik ponsel itu dari tangan Quil.

"Yeah, aku tahu sekarang kalau pengaruh Titah Alfa tidak bisa menjangkau lewat sms…" cicit Embry di tengah-tengah tawanya. "Atau mungkin e-mail…" dan ia menyusul Quil berguling-guling di lantai.

"Itu sama sekali tidak lucu, Em! Serius, Quil!"

Melihat sahabatnya tampak kesal, Embry berhenti tertawa, meskipun kelihatan sudah payah. Di bawah tatapan membunuh Jacob, ia berdehem beberapa kali, berusaha tampak serius. Ia harus segera melupakan topik yang tidak penting dan masuk ke bagian intinya. "Dari mana kau bisa menyimpulkan begitu?" tanyanya akhirnya.

"Dari mana aku bisa menyimpulkan apa?"

"Seth berkencan?"

"Kau lihat jamnya! Aku meng-sms dan dia baru membalas sekitar lima belas menit kemudian, kecuali sms terakhir. Kau bisa menyimpulkan apa lagi kalau begitu?"

Alasan Jacob membuat Embry bengong. Sama sekali tidak mengerti.

"Dan dia menjawab 'kenapa kau mau tahu urusanku', Em!"

Embry mendesah sementara Quil terbahak lebih keras, dan Jacob harus berusaha ekstra-keras menahan dirinya untuk tidak memaksakan Titah Alfa pada sahabatnya itu agar diam.

"Kau mulai lagi melompat pada kesimpulan tak berdasar, Jake… Tidak rasional dan tidak realistis sama sekali. Dengar dirimu…" ujarnya lemah, kelihatan lelah. "Mungkin dia memang ada urusan penting di Port Angeles."

Jacob tampak frustasi, mengerang dan melemparkan punggungnya ke sandaran sofa.

"Kau tahu, Em? Aku curiga Seth memang berkencan. Dia tidak mungkin benar-benar patroli di Port Angeles. Tidak jika ia sering ke sana, bilang mau patroli namun pulang tanpa hasil, dan jelas-jelas merahasiakan sesuatu dariku."

Embry kembali mendesah. Lelah. Mungkin memang pemecatan Jacob memiliki efek buruk lebih dari yang ia perkirakan. Ini jelas membuat pemuda itu agak terpukul. Sejak kapan Jacob jadi begini tidak rasional? Yeah, Jacob memang tidak rasional. Tapi yang ini lebih aneh, lebih parah ketimbang biasanya. Mempertanyakan kepergian patroli rutin Seth ke Port Angeles sebagai alasannya saja untuk kencan? Please! Tuan Seth Clearwater, bangsawan Quileute terhormat, dibanding semua orang di dunia, mungkin adalah orang terakhir yang akan mangkir dari tugasnya, apalagi sampai berbohong segala.

Dan untuk alasan pacaran! Cewek! Itu tidak mungkin.

"Mungkin memang bukan tugas patroli," ia mencoba tawar-menawar. "Mungkin urusan lain."

"Tidak," Jacob tetap menolak dengan keras kepala. "Aku yakin ia berkencan!"

Embry mendesah lagi. Kali ini benar-benar lelah.

"Dan aku tahu dengan siapa dia berkencan. Aku punya kecurigaan," sambung Jacob bersikukuh. Dan kepalanya bangkit untuk menatap mata Embry. Sungguh-sungguh. "Korra," katanya.

Penyebutan nama itu mampu membuat Quil berhenti tertawa. Kini ia juga ikut memandang Jacob dengan mulut terbuka dan mata membelalak, seolah sahabatnya itu kerasukan atau apa. Dan ekspresi Embry pun tidak kalah unik. Kedua alisnya bertaut sangat rapat, dan ia membeku hampir setengah menit, sebelum akhirnya berhasil mengumpulkan kesadarannya dan menggeleng-geleng kuat.

"Ko, Korra?" bisik Embry tak percaya.

Jacob mengangguk pasti.

"Ba, bagaimana kau… bisa… menyimpulkan… Ko, Korra berkencan dengan Seth?" ia bahkan tidak mampu membentuk kalimat yang pasti di bawah pernyataan tanpa-dasar Jacob.

"Tanya Quil. Quil ada di rumahku waktu Korra pulang. Seth mematahkan keranku melihat Korra berciuman dengan Collin."

Embry membelalak. "Jadi gosip itu benar?"

"Gosip apa?"

"Mereka berebut Korra…"

"Aku tidak tahu soal gosip tapi yang jelas memang ada sesuatu dengan Seth. Ia bersikap tidak wajar belakangan ini."

"Tidak wajar?"

"Seth selalu memasang selimut pikiran setiap kali ia patroli belakangan ini, Em," kata Jacob seraya membuang muka. Dan ia benar. Bahkan sebelum Jacob menyuruhnya menutupi soal kawanan lain, Seth sudah memasang selimut sendiri. Untuk sesuatu yang Jake rasa bukan urusan pekerjaan. "Baik di depanku maupun di depan anggota kawanan yang lain. Aku selalu berusaha menyelidiki dari kepala anak-anak. Tak ada sekali pun ia membuka pikirannya."

Embry masih menunggu. Ia tahu Jacob masih punya kelanjutan.

"Dan lantas aku melihat potongan-potongan adegan dalam kepala Collin. Melalui kepala Ben. Amarahnya. Dan kesimpulannya sendiri bahwa Seth Clearwater berkencan dengan Korra Black."

Ekspresi Quil dan Embry seperti habis melihat seekor kuda lahir dari mulut buaya.

"Collin? Maksudmu Collin Littlesea?"

"Memangnya ada berapa Collin yang kaukenal di kawanan, heh?"

Embry menggeleng tidak percaya dan mengambil tempat duduk di samping Jacob.

"Oke. Adegan apa yang ada di kepala Collin?" tanyanya.

Jacob menggigit bibir sebelum menjawab. "Adegan Seth bersama Korra. Dari sudut pandang Seth. Mereka makan siang di Port Angeles. Jalan-jalan. Dan berciuman."

Mata Embry dan Quil melotot sebesar bola tenis. "Berciuman?!"

Jacob juga kelihatan berusaha menahan kesabarannya. "Adegannya terhenti sebelum mereka benar-benar berciuman, tapi Collin yakin mereka benar-benar berciuman."

Embry menekankan kedua tangan ke kepalanya. Quil menggelengkan kepalanya beberapa kali, berusaha menjernihkan pikirannya. Jacob juga tampak stress.

Embry-lah yang pertama kali keluar dari shock akibat berita itu dan berusaha bersikap realistis.

"Jake, dengar dirimu. Bagaimana mungkin kau percaya pada apapun yang berasal dari kepala Collin? Dan bahkan kau mendapatkannya dari kepala yang lain. Kepala Ben. Anak buah Collin. Salah satu dari geng The Gossip Guys! Kau ingat apa yang terjadi sewaktu Collin merevisi memori kawanan soal adegan penyelamatan Seth oleh si serigala hitam?" ia berhenti untuk melihat Jacob mengangguk. "Aku bahkan tidak yakin adegan di kepala Collin itu murni dilihat oleh mata kepalanya sendiri."

"Memang tidak. Dari yang kudapat, Collin mendapatkan adegan itu dari Brady, yang mendapatkannya langsung dari kepala Seth."

"Apalagi begitu, Jake… Kau tahu apa efek dari pesan berantai."

"Tapi Em…"

"Jujur saja, Man, aku harus katakan: sepupumu itu sangat pintar melakukan cuci otak!"

"Tapi kali ini bukan, Em! Aku bisa merasakannya! Collin jujur! Dia sendiri ketakutan!"

Embry tampak tidak bisa berkata-kata.

"Brady mendapatkan adegan dari kepala Seth?" bisik Quil.

"Itu yang kutangkap," angguk Jacob.

"Bagaimana mungkin Brady bisa menembus Seth kalau kalian saja tidak bisa menembus?" Quil mengemukakan fakta yang jelas. "Apa menurutmu tidak lebih mungkin Brady membuat, menciptakan adegan itu untuk mengganggu Collin? Kau tahu, Cole memang sudah jelas menyukai adikmu kan? Entah Brady memang ingin meledeknya, atau sengaja melakukannya agar Collin menyerah… bisa saja kan?"

Embry mengangguk sependapat.

"Dan untuk apa Brady melakukan itu? Brady sahabat Collin!" tangkis Jacob.

"Entahlah, Man… Kautahu, agar Collin berhenti memikirkan Korra, misalnya. Jujur saja itu agak mengganggu belakangan ini…" Quil mengatakannya dengan ekspresi aneh yang sukar dijabarkan dan Jacob tahu alasannya. Semenjak Collin mengakui bahwa ia memang menyukai Korra, ia sering tidak sengaja membiarkan imajinasinya merambah ke mana-mana, dan kadang lupa membangun tembok mental ketika kreativitasnya tengah tinggi-tingginya.

"Atau membuatnya menyerah agar ia tak sampai mendapat masalah denganmu." timpal Embry.

"Denganku?"

"Yeah, kautahu…" Embry mengangkat bahu. "Kau agak overprotektif soal Korra."

"Atau bisa saja Brady cemburu," usul Quil lagi.

"Cemburu? Brady juga naksir Korra?"

"Separuh anggota kawanan kan memang naksir Korra," Embry tertawa.

"Yeah," Quil memutar bola mata. "Atau ia naksir Collin…" dan ia ikut tertawa.

Jacob tidak percaya pendengarannya. "Brady betulan naksir Collin?"

"Astaga Dude, kau tidak pernah mengikuti perkembangan gosip di kepala anak-anak ya?"

Terus terang memang ia pernah dengar, tapi ia tidak pernah menganggap itu serius. Setidaknya ia tidak berharap Embry dan Quil mau ikut-ikutan membicarakannya.

"Yeah… Brady memang agak terpukul sejak ditinggal ceweknya setengah tahun lalu. Ia jelas sudah menyerah soal mencari cewek. Dan ia tidak kunjung mendapat imprint. Lalu Collin selalu dekat dengannya. Jadi…"

"Quil!" peringat Embry. Quil berdehem.

"Yeah, tapi itu gosip, tentu saja…" Quil menggoyang-goyangkan kepalanya sambil memutar bola mata untuk menegaskan 'tentu saja'. "Apa sih yang tidak disebarkan oleh bocah-bocah The Gossip Guys itu? Mereka bahkan saling menggosip tentang sesama mereka sendiri! Kautahu gosip tentang Pete dan calon werewolf yang ia rekrut itu? Yang diselamatkannya dari tabrakan kontainer? Sepupumu, Ben Two?"

Jacob agak menerawang. Sebenarnya ya, jawabannya. Tapi mengenai gosip, ia sudah menyerah belakangan ini. Anak-anak sudah tidak lagi menghiraukan dekritnya yang melarang gosip sewaktu patroli. Entah bagaimana mereka selalu menemukan celah untuk mangkir, dan ia bosan memperbaharui Titahnya lagi dan lagi. Akhirnya jika ia mendengar gosip secuil saja, ia langsung kabur dan membangun tembok mentalnya sendiri. Satu-satunya gosip yang ia perhatikan hanya yang menyangkut Korra. Dan belakangan: Seth atau Collin.

Quil berdecak.

"Kau seharusnya dengar, Man… Lihat, maksudku. Gambaran grafisnya benar-benar kuat. Menakjubkan mereka bisa menciptakan sesuatu yang begitu realistis. Itu benar-benar…" ia tidak bisa menahan ekspresi kagumnya. Matanya membelalak dan ia mulai bersiul. "Kreatif…"

Tak diragukan lagi Jacob tidak perlu bertanya detail untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan 'kreatif'.

"Intinya apapun yang berasal dari kepala Collin sulit diterima sebagai fakta," Embry berusaha menjangkarkan pembicaraan mereka yang mulai merambah ke mana-mana. Sedikit lagi mungkin para Quatrad ini, minus Seth tentu, bisa disebut geng The Gossip Guys yang lain.

"Termasuk soal Korra dan Seth?" tanya Jacob.

Embry mengangguk pasti. "Terutama soal Korra dan Seth," tegasnya.

Namun sahabatnya menghembuskan napas, kelihatan masih bimbang.

"Kau tahu," kata Jacob setelah beberapa lama, masih menimbang-nimbang, "Sebenarnya aku sendiri pernah… kau tahu… memergoki mereka jalan bareng… di Port Angeles. "

Dua pemuda di hadapannya langsung melotot.

"Kapan?"

"Mengapa kau tidak pernah cerita?"

"Karena aku harus menutup pikiran kalau tidak mau gosipnya menyebar yang tidak-tidak di kawanan," ia menghembuskan napas berat. "Dan aku juga tidak ingin Seth berpikir kalau aku tidak setuju atau semacamnya. Yang mungkin akan menimbulkan konfrontasi antara Seth dan aku, terbuka atau tidak. Itu tidak bagus untuk iklim kawanan sekarang ini."

"Serius, Dude?"

"Positif," walau Jacob mengangguk, jelas ia sendiri sedikit bimbang. "Aku memang mendengarnya lewat telepon. Suara Korra waktu aku menelepon Seth. Seth di Port Angeles, hari sebelum kau dan Seth diserang di wilayah Cullen," ia melihat tatapan Embry berubah nanar. "Dan reaksinya sama dengan isi sms tadi: kalimat sial 'mengapa kau perlu tahu urusanku'. Aku tidak pernah menanyakannya pada Seth semenjak ia diserang lagi. Terlalu banyak hal lain. Tapi memang kita harus akui, semenjak sembuh, Seth sering keluar."

Embry mengerjap. "Maksudmu Collin berkata benar?"

"Maksudmu adegan 'telepon' yang ada di kepala Collin benar?" Quil menegaskan pertanyaan Embry.

Melihat anggukan di kepala temannya, Quil mengumpat.

"Apa Seth mengimprint?" tanyanya kemudian.

"Seth tidak mungkin mengimprint Korra, Quil…" kata-kata ini keluar dari Jacob. "Seth belum mengimprint siapapun dan di antara kawanan, tidak ada yang mengimprint Korra. Bahkan tidak Collin. Dan kau ingat bahkan Seth mengeluarkan teori soal perbedaan perempuan gen-carrier dan gen-bearer di suku kita. Ia mungkin tidak 100% yakin Korra adalah gen-bearer, tapi ia tidak menentang pengawasan pada Korra. Tidak mungkin ia masih mengizinkan pengawasan jika ia sudah mengimprint Korra. Imprint akan menjadikan kemungkinan Korra calon serigala mendekati nol, jika mengikuti teori Seth. Dan aku bisa bersaksi, walau tidak secara fisik, Korra sudah menunjukkan tanda-tanda awal perubahan."

"Mungkin teori Seth salah…"

"Mungkin teori itu tidak 100% benar, tapi itu teori Seth!"

"Benar," angguk Embry setuju. "Dan juga, jika Seth mengimprint, kita pasti tahu."

"Jadi menurutmu Seth tidak mengimprint Korra?" tanya Quil lagi.

Jacob agak mendengus kesal. Quil memang sahabatnya, loyal dan segalanya, tapi kadang pembicaraannya dan ketidakmampuannya menangkap kata-kata yang tersirat membuatnya jengkel.

"Tidak," tegasnya.

"Kalau dia tidak mengimprint, mengapa kau yakin Seth memacari adikmu?"

"Hubungan tidak cuma berdasar imprint, Quil…" Jacob mengingatkannya, agak sebal.

Para serigala ini, mungkin karena terbiasa dengan yang namanya imprint, selalu saja mengasumsikan bahwa setiap hubungan harus berdasar imprint. Terutama orang-orang yang memang sudah mengalaminya seperti Quil. Dan yang tidak pun masih saja menunggu keajaiban terjadi. Benar-benar seperti damsel in distress, kecuali bahwa seharusnya mereka-lah pangeran berkuda putih dan bukannya putri menyedihkan yang terkurung di menara tinggi. Atau mungkin lebih pantas dianalogikan dengan Frog Prince, atau Wolf Prince tepatnya, menunggu ciuman seorang gadis yang akan membebaskannya dari kutukan serigala. Mungkin itu juga alasannya Embry hingga kini masih belum mencari pacar, padahal jelas-jelas cewek manis di konter cenderamata tempatnya bekerja itu mengincarnya.

Entah mengapa Jacob membayangkan Seth sebagai Fiona dalam Shrek, dan itu membuatnya tersenyum. Tapi tunggu, itu artinya menempatkan adiknya sebagai Shrek?

Tidak, tidak...

"Tapi kalau memang iya, mengapa Seth tidak pernah bilang pada kita?" keluh Quil, menghentakkannya dari lamunan dan mengembalikannya ke pokok pembicaraan tidak penting mereka kali itu. Atau sangat sangat penting, mungkin, karena ini menyangkut sang Beta dan adiknya.

Jujur saja, Jacob tidak punya jawaban. Justru itu: ia tidak punya jawaban apa-apa. Soal kepastian atas kemungkinan itu maupun alasan di balik diamnya Seth.

"Mungkin alasan Seth sama dengan alasanmu, Jake…" Embry mencoba berempati, meletakkan tangannya di pundak Jacob. "Mungkin ia juga tidak ingin masalah ia dan Korra menjadi salah satu masalah kawanan atau membuatmu pusing. Kau tahu ada banyak masalah yang kita hadapi belakangan ini. Dan bisa jadi ia juga khawatir dengan sikap overprotektifmu. Dan jika kalian dua petinggi terlibat masalah karena urusan cewek, nah itu bukan hal yang siapapun inginkan."

"Menurutmu aku akan menentang hubungan mereka?"

Sedikit gidikan di bahu Embry merupakan konfirmasi yang cukup.

Jacob mengerang.

"Kau tahu, dengan melihat kasus Paul dan Collin, semua orang pastinya beranggapan begitu…" Embry nyengir. "Alkisah, tidak ada satu orang pun yang boleh mendekati anggota perempuan keluarga Black atau saudara laki-laki mereka yang jahat akan berubah menjadi serigala merah besar dan langsung menerkam, memangsa mereka…" ia mengumumkan dengan nada seperti orang menceritakan legenda.

"Yang sebenarnya benar, 100 % benar, malah…" sambung Quil sambil mengakak.

Embry ikut terkekeh, tos dengan Quil, yang jujur saja membuat Jacob sebal setengah mati.

"Tapi Seth berbeda dengan mereka, Guys… Kalian sadar bahwa belakangan ini jadi lebih… Entahlah, 'dewasa'?" katanya. "Kadang bahkan aku merasa dia bukan lagi Seth yang dulu. Entah mengapa aku jadi menaruh hormat padanya." Dan ia memang tulus ketika mengatakan itu. Ketenangan Seth, semua pertimbangan, ditambah kemampuannya melakukan sesuatu yang membuat Jacob iri, entah mengapa, membuat pemuda itu tampak berwibawa. Rasanya bahkan ia sudah kehilangan bocah kecil yang selalu mengidolakannya, berputar bagai anjing kecil mengelilinginya. "Billy jelas sangat berharap Seth menjadi menantunya," imbuhnya kemudian.

"Maksudmu kau akan memberikan restu kalau adikmu memang dengan Seth?"

Jacob tidak langsung menjawab, kelihatan ragu.

"Nah, itu dia…" seru Quil. "Mungkin itu kekhawatiran Seth."

"Seth tidak akan mungkin begitu pengecut…"

"Seth mungkin tidak ingin ada perpecahan di antara kedua pemimpin!"

Jacob diam.

"Jadi menurut kalian apa yang dipikirkan Collin benar? Seth dan Korra?" tanyanya kemudian. Ia tahu ia sendiri yakin itu, tapi seandainya saja kedua sahabatnya bisa memberi pandangan lain...

Para sahabatnya kini terdiam. Kelihatan berusaha mempertimbangkan.

"Kau tahu Collin sahabat Korra, yang paling dekat dengan Korra…" bisik Jacob. "Mungkin memang ia memergoki Korra atau Korra memang cerita padanya. Itu menjelaskan amarah Collin pada Seth belakangan ini. Ia toh tidak pernah menanggapi dengan amarah yang sama mengenai gosip Seth dan si serigala hitam yang diduga Korra dulu…"

"Maksudmu Collin cemburu pada Seth?"

"Bukan sekadar cemburu! Dia benci Seth sekarang! Lebih daripada dia membenciku!" tekan Jacob.

"Kalau dipikir-pikir…" Quil memulai, tampak sekarang sudah berubah dari penolak teori Seth x Korra menjadi pendukungnya. "Seth juga sama berdedikasinya dengan Collin selama pencarian Korra. Collin wajar… Tapi Seth?"

"Bisa jadi Seth hanya bertindak sebagai Beta yang bertanggung jawab…" timbang Embry.

"Tapi memang bisa jadi dia khawatir jika Collin menemukan Korra duluan, Collin akan menyambar gadisnya!" tukas Quil lagi. "Dan itu jelas! Collin menyambar tiap kesempatan untuk menunjukkan perasaannya pada Korra. Kalian lihat yang terjadi setelah Korra pulang…"

"Collin hampir mencium Korra…" bisik Jacob.

"Ya! Dan reaksi Seth sungguh unik!" tekan Quil.

Mereka dilanda kebimbangan selama beberapa saat sebelum Quil memulai lagi.

"Yeah, kau tahu bagaimana Seth tergila-gila dengan si serigala hitam…" tunjuknya, datar.

Pembicaraan yang tiba-tiba meluncur jadi topik mengenai serigala hitam membuat Jacob mengerang. "Ayolah Quil…" katanya. "Tadi kau bilang kalau apapun yang keluar dari kepala Collin tidak mungkin benar dan berusaha meyakinkanku kalau Seth tidak mungkin pacaran dengan Korra…"

"Aku tidak bilang Seth pacaran dengan Korra. Aku cuma mengingatkanmu kalau Seth memang tergila-gila dengan si serigala hitam."

"Ya, dan kau mau bilang soal kemungkinan kalau serigala hitam itu Korra, kan?"

"Tidak. Aku cuma mau bilang, kalau Seth tidak yakin Korra adalah serigala hitam atau bukan, ia tidak mungkin berani mendekati adikmu…"

Mau tak mau Jacob dan Embry mengiyakan.

.

Pemikiran bahwa Korra adalah serigala hitam adalah hipotesis yang sudah sangat lama. Sejak Seth diserang. Korra datang ke La Push pada hari yang sama kemunculan perdana serigala hitam, tidak sampai beberapa jam setelah Korra tiba di rumah Billy. Kesaksian Sam bahwa Korra terus bersama Billy ditentang Embry dan Collin, dengan menunjuk pada bukti keberadaan Korra di tempat kejadian pada saat ia diserang, yang segera menghilang segera setelah ia pingsan.

Terus terang, memang Sam belakangan agak meragukan, sehingga mungkin apapun yang ia katakan adalah kebohongan. Ia jelas tahu sesuatu. Ia jelas menyembunyikan sesuatu.

Apakah ia menyembunyikan kenyataan bahwa Korra adalah serigala hitam?

Mau tak mau ia mendengarkan kemungkinan ini dari benak Collin. Keanehan terbesar jika Korra adalah memang serigala hitam adalah mengapa Sam menyerahkan daftar nama itu padanya? Korra pada nomor teratas calon werewolf. Tidak mungkin Sam menyuruh mereka mengubah Korra jika Korra sudah berubah duluan. Dan benar kata Collin, seharusnya jika Korra memang sudah berubah, ia seharusnya bisa merasakan Korra sebagai bagian kawanannya. Dan ia tidak. Korra masih manusia. Suhunya masih beberapa derajat di bawahnya, ia tahu ketika menyentuhnya. Serigala hitam itu bukan kawanannya.

Ataukah, seperti kemungkinan yang diajukan Collin, memang Sam ingin mereka menyelidiki kemungkinan Korra sebagai serigala hitam dengan menguntitnya? Meletakkannya di nomor pertama calon werewolf? Dengan menjadikan nama-nama itu sebagai pengalih perhatian? Itukah alasannya Sam memberikan daftar itu? Untuk menguntit Korra namun agar mereka tidak sadar bahwa penguntitan 23 orang itu hanyalah kedok untuk menguntit satu orang? Agar menutupi kecurigaan hanya diarahkan pada satu orang saja. Buktinya hingga kini daftar itu tidak berguna. Tidak ada yang berubah.

Tapi itu juga aneh. Sam memberinya daftar hanya beberapa jam setelah Seth diserang, setelah kemunculan pertama serigala hitam. Itu bukti bahwa ia sudah merencanakan itu sekian lama sebelumnya. Bahkan bisa jadi kemunculan Korra di La Push adalah karena itu, seperti kata Sam pada Seth, Billy menginginkan calon Alfa pengganti Jacob. Tidak mungkin mereka langsung tahu dan membuat plot itu saat itu juga, karena serigala hitam baru pertama kali muncul di La Push saat Korra tiba. Waktunya terlalu berdekatan, dan bahkan Seth mendengar tentang rencana Sam tentang Korra sebelum penyerangan.

Ini hanya mungkin dengan menempatkan dua hal tersebut secara terpisah: rencana batalion werewolf sama sekali tidak ada hubungan dengan serigala hitam.

Dan kalau Korra memang serigala hitam, mengapa Korra bersikap seolah ia sama sekali tidak mengetahui soal semua rahasia suku? Semua sikapnya di hutan waktu kamping sepenuhnya menunjukkan bahwa ia bukan serigala, setidaknya belum. Karena kalau sebaliknya, artinya dia menutupi sesuatu, merencanakan sesuatu. Dan semua tindak-tanduknya hanya pura-pura. Penipuan.

Tapi ini kenyataannya: serigala hitam adalah bagian dari kawanan lain. Yang jelas-jelas merupakan musuh. Dan serigala hitam ada mendampingi si Alfa Putih pada pertemuan di tepi sungai. Sedangkan Korra ada di tenda saat itu.

Kecuali, Korra menemukan cara untuk menyelinap kabur sebelum pertemuan.

Dan apapun itu, jika Seth memang memacari adiknya, mungkin sekali keputusannya berhubungan dengan obsesinya terhadap si serigala hitam. Walau mungkin keputusan itu subjektif.

Yang berarti, jika seandainya Korra bukan serigala hitam, Seth mungkin akan meninggalkan adiknya. Jelas Seth masih mengagumi si Hitam pada pertemuan di sungai waktu itu. Jika suatu saat ia benar-benar bertemu di Hitam yang asli, musuh atau bukan, sangat mungkin Seth akan lebih memilihnya. Tentu saja ada kesempatan lain dalam hubungan mereka jika memang itu terjadi: yakni bahwa saat itu perasaan keduanya sudah demikian berkembang hingga Seth tidak mungkin mencampakkan Korra demi obsesinya.

Tapi dengan menimbang sifat Korra, ia tidak yakin hal itu.

Yang berarti pilihannya dua: jika serigala hitam itu Korra, Korra adalah musuh mereka. Dan jika bukan, jika Seth memacari Korra karena hanya karena mengira Korra serigala hitam, Seth adalah bajingan brengsek.

Dan Jacob jelas-jelas tidak menyukai satu pun pilihan itu.

.


.

Mereka masih berkubang dalam kebingungan ketika tiba-tiba telepon Jacob berdering. Nama Seth Prof. X Clearwater menari-nari di layar.

Jacob mendesah beberapa kali, menenangkan diri berharap nada suaranya tidak menyentak atau menghakimi Seth, sebelum ia mengangkatnya.

"Halo?"

Anehnya suara Seth terdengar panik, sangat panik.

"Jake, kumohon segera berubah dan tenangkan Collin!"

Hah? Collin? Kenapa tiba-tiba Collin?

"Aku segera kesana secepatnya, Jake…" terdengar suara tegang Seth ditingkah suara bising jalanan dan keributan orang-orang.

"Tunggu, kau dimana? Masih di Port Angeles?"

"Ya, tapi aku segera kesana begitu aku bisa. Panik Siaga 1 di sini. Kumohon, Jake…"

"Ya, tapi… halo?" suara Seth menghilang. "Halo?"

Terdengar nada tut-tut-tut. Jacob memencet tombol off dan memandang kedua sahabatnya, yang memandangnya penuh tanda tanya. Wajahnya mungkin setegang Seth sekarang, jika Seth memang benar-benar tegang.

Collin?

Ada apa lagi dengan si bocah badung itu?

.


.

Catatan:

Untuk penyingkatan sms memang disengaja J

Kalau ada tanda baca yang tidak muncul, ada tiga tanda baca '&' (dan) atau ' ' (at/each) sebelum dan sesudah kata 'Perintah Alfa'