THE ANOTHER BLACK
.
Disclaimer: Based on Twilight by Stephenie Meyer… Not closely realted with the canon… During the continuity of this story, some changes like details of past events, legends, characterization of some person, or even addition of new characters and laws, may occurred.
.
Warning: read on your own guard…
.
.
Beta
Wednesday, February 06, 2013
11:23 PM
.
.
Ia tidak suka ini. Sama sekali.
Di sana ia, berdiri bersandar dengan tubuh setengah miring pada sofa keluarga Black, dengan Jacob duduk di sofa, kelihatan ingin cepat-cepat menyudahi sesi itu. Mereka menghadapi satu anggota kawanan yang duduk diam di sofa di hadapan mereka. Sosok itu duduk dengan gaya kasual, walau jelas tubuhnya agak gemetar, matanya berulang kali bergerak-gerak, dan sesekali ia berpindah posisi dengan tidak nyaman seakan bantalan yang ditumpanginya terbuat dari bara panas. Dari bahasa tubuh ketiganya, jelas tidak ada yang ingin berada di situ, dalam situasi itu. Tapi tidak ada pilihan lain.
Getar ponsel di sakunya membuatnya mendesah panjang, lelah. Diam-diam ia mencuri pandang pada Jacob. Sang Alfa tidak menoleh satu kali pun padanya, tapi jelas Jacob menyadari sms itu, atau siapa yang ada di ujung lain koneksi pesan itu. Atau bahkan apa yang sedang mereka bicarakan. Seharusnya Jacob peduli, tapi tidak. Ia hanya duduk diam di sana, memandang tajam pada sosok Josh yang berusaha keras menahan ketakutannya, sebisa mungkin melawan naluri untuk mengecilkan diri.
Collin membuka ponselnya dan membaca isi pesan itu.
Conversation with Hades Clearwater
Hades Clearwater (10.13 AM)
Knp dy meragukanku? Blg Jake, loyalitasku ttp pdnya
Menghela napas, Collin membalas, agak terburu-buru.
Cole The Red Ranger (10.14 AM)
Maaf Seth, ak ingin blg bgt tp ak jg tdk th apa yg hrs kulakukn. Entah bgmn myakinkn Jake, ak jg tdk th apa yg hrs kupikirkan ttgmu skrg
Jeda tak sampai semenit ketika kembali datang balasan dari Seth. Susunan kata dan cara pengetikannya jelas menunjukkan bahwa dia tidak terlalu bisa mempertahankan ketenangannya dan kepala dinginnya seperti biasa.
Hades Clearwater (10.15 AM)
Apa km jg meragukanku? Kl bgt ak dtg skrg jg. Ak hrs jrnhkn tuduhan ini
Ia masih memikirkan apa kalimat yang seharusnya ia katakan sebagai balasannya, atau lebih tepatnya lagi apa gerakan yang harus ia ambil, ketika suara Jacob terdengar.
"Katakan aku tidak berharap ia datang atau berubah hingga kita tahu Korra berada di pihak mana."
Jacob mengatakannya tanpa menghadapkan wajah padanya atau mengalihkan pandangan dari Josh. Tapi Collin tahu kalimat itu ditujukan padanya. Pada Seth, tepatnya. Dan ia tak mau bertanya bagaimana mungkin Jacob bisa mengetahui apa yang ia lakukan di balik punggungnya. Secara tersirat maupun tersurat. Bicara pada Seth, apalagi membicarakan detensi alias pemblokiran Seth sementara dari kawanan jelas melanggar perintah Jacob. Tapi Collin jelas tak bisa membiarkan Seth begitu saja dihukum tanpa sebab tanpa mendiskusikan alasannya dengan sang Beta.
Jangan salah tangkap. Collin mungkin memang masih memendam bersit kecemburuan pada Seth. Raja Neraka yang telah menculik mataharinya. Seth adalah Hades, dewa penguasa dunia bawah tanah, yang telah membuat harinya gulita dengan mencuri cinta Korra, Persephone, kekasihnya. Seth telah memastikan Korra pergi ke tempat yang tak bisa disentuhnya lagi. Tak ada kesempatan baginya untuk bersaing atau memikat Korra lagi. Ia bahkan takkan berani mencoba.
Bukan karena ia takut. Atau ia tak berani berkonfrontasi dengan Seth. Atau Seth begitu mengintimidasi dan punya kuasa untuk membungkamnya dengan kekuatan Beta jika ia mau. Oh, bahkan kemungkinan terakhir itu tak menjadi kekhawatirannya. Itu tak mungkin bisa terjadi.
Masalahnya hanya karena ia tahu seperti apa pribadi Seth. Korra telah mendapat sosok terbaik yang mungkin bisa ia dapatkan, dan bahkan Collin tak yakin ia bisa menandingi segala kualitas Seth. Jujur ia merasa inferior. Mungkin seperti Jake yang selalu diam-diam, tapi ia tahu, merasa inferior terhadap Sam, ia juga merasakannya. Pada Seth.
Dan di sanalah ia. Bagai Demeter ketika Persephone menghilang dibawa pergi Hades ke dunia kematian. Menunggu waktu ketika Persephone membagi waktu untuknya, mengembalikan matahari menyinari bumi yang ia pijak. Aneh sekali ia mengidentifikasikan diri dengan dewi pangan yang merupakan ibu sosok yang seharusnya jadi kekasihnya. Tapi ia tak punya perumpamaan lain lagi. Siapapun Korra kini. Calon serigala. Kemungkinan musuh. Mantan kecengan yang mematahkan hatinya. Korra adalah tetap mataharinya.
Dan tentang Seth, perasaannya malah lebih kompleks. Saingan cinta, musuh bahkan. Tapi di lain pihak, juga atasan yang bertanggung jawab atasnya selama ini. Orang yang dihormatinya.
Tapi latar belakang yang membuatnya rela menempuh resiko menentang Titah Jacob bukan hanya karena Seth atasan langsungnya. Adalah kesalahannya Seth sampai menghadapi ketidakpercayaan Jacob. Karena ialah yang tak sengaja membuat memori mengenai rahasia Seth yang seharusnya ia jaga terlepas.
Meski ini membuatnya bingung: Seth sudah menyuruhnya tutup mulut. Jadi bagaimana mungkin ia bisa melawan Titah Beta?
Tapi, sekarang ini, haruskah ia menyampaikan Titah Jacob? Ini akan menghancurkan perasaan Seth, sudah pasti. Ia baru saja menghancurkan tubuh Seth. Dan kini harus menjadi orang yang menyakiti Seth lebih jauh? Karena urusan tidak jelas ini? Kenapa Jake tidak bicara langsung saja pada Seth?
Jujur saja ia tidak tahu bagaimana bisa Jacob sampai mencurigai loyalitas Seth dan menghubungkannya dengan Korra. Hanya ada satu alasan di sini. Loyalitas Seth dipertanyakan karena statusnya sebagai pacar Korra, sehingga mungkin Seth, sengaja atau tidak, membocorkan urusan kawanan pada Korra.
Tapi ini masalahnya. Jacob tidak tahu keduanya berpacaran. Ia mungkin menebak, tapi hingga detik ini hanya Collin yang tahu pasti. Apakah Ben dan Pete membocorkan apa yang mereka cuplik dari kepalanya di hutan setelah ia menangkap basah Korra dan Seth bermesraan di taman Port Angeles? Saat itu Collin mengatai Seth 'pengkhianat'. Karena dipikirnya Seth membongkar rahasia kawanan di depan Korra, yang dicurigai sebagai serigala anggota kawanan musuh. Pastinya Seth sadar akan kemungkinan identitas Korra, jika bukan ia sendiri yang sampai pada dugaan ini.
Itukah alasannya? Tuduhan Collin yang prematur?
Atau Jacob entah bagaimana berhasil menyatukan keping-keping puzzle itu, dan berhasil mengungkap hubungan Seth dan Korra?
Ataukah ada sesuatu hal lain yang Jake tahu?
Tanpa sadar jemarinya menelusuri dada, menyentuh rajah lingkaran yang mendadak muncul di sana beberapa hari silam. Sejak acara kamping berakhir, tepatnya. Setahunya hanya Jake dan Seth yang memilikinya di telapak tangan mereka. Jake terlihat masa bodoh, tapi Seth mati-matian berusaha, walau gagal, menutupinya dari kawanan. Ia sudah berulangkali bertanya pada mereka, bahkan mencari tahu pada Billy dan Sue, tapi tak ada jawaban memuaskan. Kedua pemimpin mereka bilang itu ada hubungannya dengan kepemimpinan dan darah dan bla bla bla. Tapi siapa yang percaya? Karena kalau itu tanda kepemimpinan, seharusnya rajah ketiga muncul di telapak tangan Embry. Sedangkan kalau tanda itu berhubungan dengan darah, jika itu muncul di telapak tangan Seth, seharusnya itu muncul juga di Quil. Tapi tidak. Satu-satunya anggota kawanan yang ditandai hanya dia. Dan bukan di telapak tangan, tapi di dada.
Apa itu ada hubungannya dengan dia bisa menolak Titah Beta sekarang?
Collin mendesah, bingung dan makin tidak mengerti dalam rentetan pikirannya sendiri. Akhirnya ia memutuskan untuk menyampaikan saja pesan Jacob mentah-mentah.
Cole The Red Ranger (10.18 AM)
Tth Alfa. Jgn brubah / mndekat hingga ktahuan Korra ada d phk sypa
Tidak sampai dua menit kemudian datang balasan lagi dari Seth.
Hades Clearwater (10.20 AM)
Ak mngrti. Intiny Jake m'blokirku dr kwnn. Mgkn mlh mmecatku. Tdk apa2. Ak akn mmbuka topeng Korra n mnyingkap sypa dy u/ mmbrshkn namaku
Kalimat Seth terasa pahit dan terburu-buru. Ia tahu Seth mengetiknya bahkan tanpa benar-benar memikirkan kesinambungan antarkalimat. Tapi tak mungkin ia tidak menangkap bersit kepahitan di sana.
Ia memejamkan mata, berusaha menghalau rasa bersalah yang berkecamuk di dadanya. Getar sms lain datang tak lama kemudian dan ia membelalak kala membaca nama pengirimnya. Persephone Clearwater.
Korra.
Conversation with Persephone Clearwater
Persephone Clearwater (10.25 AM)
Cole, aq tau km b4reNg J4ke
Aq mn6kN 6aa6 pL6 mllm Nie. Klw dy tNy42, Tollon6 bill4n6 aq mw n6in4p di KaNn4-Ch4n ^_-
Ok?
Hp J4ke 6aa6 bi5a q HuBun6i, Mun6kiN Dy4 Lup4 c4s la6i 5ePerrti Biy4sa
.
Pleeeeeaaaaseeeee... ^()^
Luv u soooooo muuuucccchhh n_n
Muach muach
^.^
.
Btw ad la5a6Na d kuLk4s. Aq y4n6 Bu4tt Lowwhh...
V ^o^ V
yummieeeeee... ^j^
.
Sms panjang penuh emoticon, angka, dan huruf-huruf ganda ala Korra yang membuat sakit mata. Dengan suapan lasagna di ujung.
Tidak pulang karena menginap di Kanna-chan? Kuroi Kanna si cewek pertukaran pelajar dari Asia itu? Mau apa mereka?Girls' Night Out? Slumber party? Dengan si cewek nerd? Tidak mungkin! Belajar kelompok? Malam Sabtu begini? Huh, yang benar saja!
Cuma ada satu alasan Korra mau menginap akhir pekan begini dengan berbohong segala.
Ia mendesah berat sebelum mengetikkan balasan.
Cole The Red Ranger (10.27 AM)
Apa kau mw mnginap di t4 Seth?
Kemungkinan jawaban Korra mudah ia prediksi. Penyangkalan ada di daftar teratas. Salah satu dari kalimat 'siapa bilang aku mau menginap di tempat Seth?', atau 'kenapa harus Seth?', atau 'memangnya ada hubungan apa antara aku dan Seth?'. Yang jelas takkan mungkin Korra langsung menyingkap hubungan mereka secara terang-terangan, meski tadi pagi ia sempat bersikap konspiratif dengan menyatakan tahu tentang kondisi Seth.
Karenanya, jujur, ia agak kaget ketika mendapati jawaban Korra di sms berikutnya.
Persephone Clearwater (10.28 AM)
Oh please Cole, j6n bill4n6 J4ke... J4ke ak4n mmbunuh S3thie...
Begitu saja? Korra mengakui hubungannya dengan Seth?
Tapi tunggu... Jelas ada yang aneh di sini. Bukan urusan bahasa Korra. Gadis itu mungkin sudah terlalu terbiasa dengan ejaan anehnya hingga tak lagi melihat suasana atau kondisi emosional siapapun kala merapal kalimatnya. Ini lebih karena urusan isinya. Mengapa alih-alih menyangkal, dan bahkan bukan ucapan malu-malu 'kenapa kau tahu aku berencana ke tempat Seth?', Korra langsung menyatakan kemungkinan Jake akan membunuh Seth jika ia sampai tahu?
Collin menutup mata, berusaha menimbang. Dan kesadaran datang bagai sambaran petir.
Astaga, permainan apa lagi ini?
Ia menahan diri untuk langsung menunjuk hal-hal yang jelas, dan sebaliknya justru mengetikkan balasan yang maknanya agak mengambang. Perkembangan jawaban Korra nanti akan menunjukkan bagaimana cara ia merespons, yang juga akan mengungkap topengnya. Semoga.
Tak diduganya jemarinya mulai gemetar kala ia mengetikkan balasan.
Cole The Red Ranger (10.29 AM)
Jake pastiny sdh tw, Korra...
Diintipnya Jake masih dengan intens memelototi Josh. Mungkin Jake malah tidak sadar bahwa di situ, tepat di belakang punggungnya, satu pertarungan mulai mengambil tempat.
Persephone Clearwater (10.30 AM)
J6n m4rah, Cole...
KumoHon jgn blg Jake...
Qt tdk in6in h4l buruk tj4di pd S4ndy qt yg bharga kan?
Mata Collin langsung melotot sebesar bola tenis demi dibacanya baris terakhir.
'Sandy', dia bilang?
Apa maksudnya? Apakah ini semacam ancaman? Dari Korra?
Ugh, dia sudah terpengaruh si Alfa putih rupanya... Wajar sebenarnya, kalau memang Korra si Hitam, artinya si Putih adalah Alfa Korra... Pasti sedikit banyak ia sudah mulai terkontaminasi...
Tapi itu hanya berarti Korra tidak terlalu licin... Atau mungkin gadis itu merasa tak perlu lagi bersikap penuh kepura-puraan.
Menggemeretakkan gigi, dia membalas.
Cole The Red Ranger (10.31 AM)
Kau mengancamku, Korra? Km tega mnyakiti Seth?
Jawaban Korra datang tak sampai semenit kemudian.
Persephone Clearwater (10.32 AM)
Knp qm h4rus blg gt? Aq tdk mgkn mny4kiti syapapun, aplg Seth!
Emosi menguasai dada Collin ketika membalas.
Cole The Red Ranger (10.33 AM)
Oya? Katakan itu pada yang percaya, Korra... Setelah Brady dan aku, siapa lagi sasaranmu? Seth? Jake? Hentikan, Korra...
Ia tak menunggu jawaban Korra untuk meng-sms Seth.
Cole The Red Ranger (10.35 AM)
Apa yg km katakan pd Korra? Apa km mengundang Korra dtg? Apa km mencrtkn smw ttg kwnn pdny? Hati2 Seth, tdk th apa yg dy rncnkn. Dy mgkn cm akn mnyakitimu
Balasan dari Korra datang hampir bersamaan dengan ia menutup halaman smsnya dengan Seth. Isinya biasa, penyangkalan.
Persephone Clearwater (10.35 AM)
Apa m4ksudmu aq mny4kiti Br4dy & qm? Aq tdk p3rn4h bniat mnykiti S3th atw J4ke...
Ia mendengus sebelum menjawab.
Cole The Red Ranger (10.36 AM)
Oh hentikan omg kosongmu, Korra... Ak tw siapa km yg sbnrny...
Yup. Ia sudah mengambil langkah. Apa ini langkah salah di pihaknya? Terlalu cepat? Terlalu mengambil resiko? Tanpa pertimbangan? Gegabah?
Terlalu dini untuk membebani kepalanya dengan ketakutan yang tidak perlu sekarang. Ia berusaha meredakan getar kengerian dalam dadanya dan mulai menimbang kemungkinan balasan Korra dan langkah apa yang harus ia tempuh.
Sms baru datang dari Seth.
Hades Clearwater (10.36 AM)
Demi Tuhan, Cole... Ak bkn pngkhianat! Tdk ada rahasia kawanan yang prnh keluar dr bibirku d hdpn Korra. Ak berani brsumpah!
Ak cm mngundang Korra dtg. Hr ini jg akn kubuka topengny jk i2 bs mmuaskanmu n Jake. Apapun hrga yg hrs kubayar
Mata Collin langsung membelalak. Sms Seth terdengar frustasi. Sama sekali jauh dari nada penuh pertimbangannya yang biasa. Tapi yang lebih membuatnya khawatir, rencana apa yang ada di kepala Seth?
Ia harus menarik napas panjang untuk meredakan getaran di jemarinya ketika mengetik balasan.
Cole The Red Ranger (10.37 AM)
Apa km m bunuh diri, Seth? Jgn btndk gegabah!
Ia menggeleng, mengenyahkan bayangan buruk apapun yang singgah di kepalanya tentang apa yang mungkin akan dilakukan Seth. Kemudian ia membuka sms Korra. Isinya agak-agak mudah diprediksi. Jawaban Korra atas pancingan yang ia lempar.
Persephone Clearwater (10.37 AM)
Oh ben4rkah? Serius, Cole, aq sdh bosan dg t3b4kan2 pr3matur n tuduh4n kalian...
Apa benar Korra menulis 'tebakan-tebakan prematur dan tuduhan'? Ia membaca dua kali dan tanpa sadar senyuman kemenangan mulai tersungging di wajahnya. Selangkah lagi menuju konfirmasi total dan Seth tidak perlu melakukan apapun rencana bunuh dirinya.
.
.
Ia baru saja memikirkan kalimat balasan yang lebih memojokkan ketika Jacob berdehem, dan menengok padanya dengan sorot mata memperingatkan.
"Kumohon, Cole, bisa aku minta perhatianmu di sini?" tegurnya.
Collin mengerjap, kembali ke bumi, baru sadar bahwa ia juga berada dalam situasi penting di sini. Josh.
Josh bergerak-gerak gelisah di tempatnya duduk kini. Jelas sekian belas menit duduk di bawah pelototan Jake, tanpa sedikit pun petunjuk mengapa ia harus ada di sana ataupun sedikit kata saja keluar dari bibir Jacob, membuatnya tegang. Keberadaan Collin di sana, yang sibuk sendiri dengan smsnya tidak membantu sama sekali. Bahkan ia bingung ada urusan apa Collin di sana. Jika memang ia mendapat masalah, Seth yang seharusnya mendampingi Jake. Meski tidak membelanya, keberadaan Seth saja biasanya mampu mengurangi ketegangan. Jika tidak Seth, seharusnya Brady ada di sana. Brady atasannya langsung. Jika ini ada urusannya dengan pengawasan, setidaknya jika bukan Brady, Embry lah yang seharusnya ada di sana. Collin sama sekali tak ada sangkut paut apapun dengannya.
"Apa kau tahu mengapa aku memanggilmu ke sini, Josh?" tanya Jacob.
Josh menggeleng, mengintip Collin sejenak. Pemuda itu tampaknya sudah menyelusupkan tangan ke saku, jelas berniat diam-diam membaca sms lagi, ketika Jacob menegurnya lagi.
"Cole!" hardik sang Alfa. "Bisakah setidaknya kau mulai bertindak sebagai Beta yang baik dan menaruh perhatianmu di sini?"
Ucapan Jacob membuat baik Josh maupun Collin membelalak.
"A, apa?" gagap Collin.
Sang Alfa menghela napas lelah. "Duduk sini, Cole!" ia bergeser dan menunjuk ruang kosong di kanannya. Dengan enggan Collin beranjak dari posisinya dan menempati tempat yang ditunjuk Jake di sofa. Tempat yang biasanya diisi Seth.
Apa ini? Ia baru saja naik pangkat?
Tapi bagaimana dengan Seth?
Jacob tidak menggubris kebingungannya, atau kebingungan Josh juga, dan kembali meletakkan pandangannya pada Josh. Yang dipandang mengerjap sejenak, lalu kembali menunduk, setelah sebelumnya sempat melontarkan pandangan tak suka pada Collin.
Ya. Collin tahu alasan ketidaksukaan Josh. Dan pastinya reaksi semua anggota kawanan lain pun sama. Setinggi apapun darahnya, tidak ada yang pernah mengharapkannya untuk benar-benar bertengger di posisi puncak. Tidak juga di salah satu posisi Triad. Collin adalah Alfa geng penggosip yang selalu jadi bulan-bulanan Jake dan akan selalu begitu. Kawanan mungkin akan melihatnya sebagai calon Alfa selanjutnya, saingan Jake dalam semacam klub duel yang semata didasarkan pada sentimen pribadi, tapi akan berhenti sampai situ. Tak ada yang sungguh-sungguh mempertimbangkan Collin akan benar-benar memasuki posisi yang ditakdirkan baginya, bahkan jika Jake pergi. Tidak juga Collin sendiri.
Jadi ia pun kini sama tegangnya dengan Josh. Dan getar sms beruntun di sakunya sama sekali tidak membantu.
Jacob memalingkan kepala padanya. "Matikan!" hanya itu ucapnya sambil melontarkan pandangan tajam 'bersikaplah sesuai posisimu'. Collin ingin memprotes pandangan itu, tapi menahan diri dan menggapai ponsel di sakunya yang kini menjerit-jerit dalam getar panggilan silent mode. Ia tidak sempat melihat siapa sang penelepon sebelum mematikan ponsel itu di bawah tatapan membunuh Jacob.
Dilihatnya Josh kembali melontarkan pandangan tidak suka, jijik malah. Dan ia diam-diam membayangkan apa skema yang ada di kepala anak-anak jika tahu Jacob menugaskannya menggantikan Seth. Apa mereka akan mengiranya haus kekuasaan dan menggulingkan Seth? Atau memfitnah Seth untuk merebut posisi Beta? Merencanakan mengambil alih posisi Jacob jika waktunya tiba?
Ugh, terdengar seperti si Alfa putih...
Ya. Pastinya tidak akan ada yang percaya kalau ia mengatakan bahwa Jacob sendiri yang mencurigai Seth menyeberang. Tidak, Seth tidak mungkin berkhianat. Dan Jacob juga takkan sukarela mengira sahabatnya berkhianat. Seth orang kepercayaannya dari dulu, bahkan dari sebelum takdir mereka saling berkait dalam kawanan.
Tidak, mungkin yang sebenarnya tidak sejauh itu. Mungkin Seth bahkan tidak dipecat. Tidak juga jabatan Beta benar-benar kosong karena ia menyeberang sehingga Collin harus menggantikannya. Mungkin ia sekarang ada di sini, di sisi Jake, hanya karena alpanya Seth untuk sementara. Sementara. Hingga ketahuan Korra ada di pihak mana.
Dan jika ketahuan, lantas apa? Lantas bagaimana jika memang Korra adalah musuh mereka? Seth juga menjadi musuh?
Tidak. Bahkan Seth pun takkan sebodoh itu menggadaikan kesetiaannya pada kawanan bahkan jika kekasihnya nyata adalah musuh mereka. Ia tak boleh menilai Seth serendah itu. Dan ada kesempatan juga, bahwa Korra di pihak mereka. Jika tidak pun, Seth mungkin akan bisa menarik Korra pulang.
Ya. Ada banyak kemungkinan yang lebih positif. Ia harus berhenti bersikap negatif atau ia akan benar-benar berubah menjadi Beta skeptis seperti Seth. Sama sekali bukan karakternya. Dan jika menjadi Beta artinya ia harus jadi skeptis juga untuk mengimbangi dan mengendalikan sang Alfa seperti kata Seth, maka maaf, ia akan menolak.
.
.
Jacob kelihatannya sudah bosan dengan konflik internal Collin maupun ketegangan Josh karena ia sudah memulai lagi sidang Josh. Kali ini Collin cukup sadar diri untuk menaruh perhatiannya di tempat yang tepat.
"Kau benar-benar tidak tahu mengapa kau dipanggil kemari, Josh?" ulang Jacob.
"Tidak," kali ini Josh menjawab. Kata-katanya lebih tegas dan matanya terang-terangan menantang Collin. Dalam hati Collin mengutuk.
Bagus. Melihat kepercayaan diri Josh yang mendadak muncul, sekarang Josh sudah pasti mengira bahwa kehadirannya di situ juga atas campur tangan Collin. Manis sekali. Selamat, Mr. Collin Littlesea sudah lulus dari predikat sebagai badut konyol yang menjadi musuh Jacob Black. Ia bisa naik level jadi musuh utama kawanan sekarang.
Jacob juga kelihatannya menyadari konflik tersembunyi itu karena ia melirik Collin sekilas sebelum melanjutkan, "Aku ingin menanyaimu perkara rekruitmen batalion, Josh. Soal targetmu, Noah."
"Aku sudah tidak terlalu mengawasi Noah atau berusaha memancing amarahnya sejak kau mencabut kebijakan bully," jawab Josh cepat.
Sebenarnya bukan Jake sukarela mencabutnya. Ia terpaksa. Sejak para Tetua memerintahkannya mengurungkan perkara rekruitmen, tepatnya. Bahkan walau Sam jelas menunjukkan persetujuannya dan meminta kebijakan itu tetap dilaksanakan walau secara diam-diam, nyatanya ia sendiri belum mengambil langkah apapun untuk menjalankan kembali rencana itu. Bahkan Embry dan Brady pun, yang seharusnya bertanggung jawab soal rekruitmen, tidak bicara apa-apa. Kelihatannya mereka justru lega kerja-tanpa-juntrungan-nan-mengkhianati-hati-nurani itu berakhir tanpa hasil yang jelas.
"Ya. Tapi aku tahu kau masih menempel pada kelompok bully Noah Peterson," tunjuk Jacob lagi.
Wajah Josh memerah dan ia melirik Collin, memelototinya bahkan. "Aku tidak tahu apa yang Cole laporkan padamu, Jake... Entah ini soal Korra dan dia atau bukan... Tapi urusan pertemananku di sekolah sama sekali bukan urusan kawanan."
"Korra dan Collin?" Jacob mengernyit, melirik Collin. "Apa hubungannya dengan mereka berdua?"
Masalah Josh dengan Korra, ya, itu sangat berhubungan. Tapi dengan Korra dan Collin... Menggunakan kata hubung 'dan'...
Josh mendengus, membuang muka. Jelas menunjukkan ketidaksukaannya. Jacob berpaling pada Beta barunya, atau Beta pengganti, apapun. "Ceritakan ada apa antara Josh dan kalian, Cole!" perintahnya.
"Kami memang ada sedikit masalah dengan kelompok Noah," ujar Collin cepat. "Sesuatu yang di luar urusan kawanan. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini," ia sengaja menyatakan itu untuk memberi petunjuk pada Josh bahwa ia tak memberi kesulitan padanya karena urusan dendam pribadi di sekolah.
"Tidak berhubungan apanya!" dengus Josh, menantang langsung mata Collin. "Apa kau marah karena kami mengataimu banci berotot, lantas melaporkanku pada Jake?"
"Tidak, Josh..." Collin balas memandangnya. "Tidak sekali pun aku menyangkutpautkan urusan pribadi dengan urusan kawanan. Tidak walau itu menyinggungku ataupun Korra," lanjutnya.
Mendengarnya, Josh memutar bola mata dengan sikap meremehkan seraya bergumam, "Yang benar saja..."
Sikap aneh mereka berdua tak luput dari perhatian Jacob. "Menyinggungmu atau Korra?" ia mulai awas. "Soal apa ini?"
"Tidak ada apa-apa, Jake," Collin menggeleng, berusaha mati-matian meniru sikap bijak Seth, walau batinnya berteriak-teriak agar ia melontarkan saja semuanya ke meja sekarang. "Hanya persoalan pribadi."
Tapi justru Josh yang memilih melempar kartu. Kartu kematiannya sendiri, sebenarnya.
"Noah mengatai Cole dan Brad pasangan banci berotot. Ia juga memprovokasi Korra dengan mengatainya anak sundal dan memperlakukannya bagai pelacur dan lain sebagainya. Dan aku ada di sana tapi tak menghentikan Noah," ucap Josh sambil matanya tak mengedip satu kali pun dari Collin.
Saking tegangnya, Collin sampai tidak bisa bernapas. Apa Josh benar-benar tak tahu kedudukannya sendiri?
Seperti prediksinya, Jacob mulai berasap. "Noah mengatai adikku yang bukan-bukan dan kau diam saja?!" teriaknya dengan suara lebih tinggi tiga oktaf. Collin mengejit, tapi Josh terlihat sudah mengantisipasi hal ini.
"Oh, jangan katakan kau belum tahu, Jake... Pasti itu yang dilaporkan bocah ini," katanya sambil menuding Collin.
"Aku sudah katakan aku tidak mengadukan apapun, Josh!" bantah Collin.
"Oya? Jadi katakan kau sedang apa di sini, kalau begitu!" tantang Josh balik.
"Aku menggantikan Seth sementara!"
"Oya? Huh, omong kosong..." dengus Josh lagi. "Sudah jelas kau di sini karena kau yang bertanggung jawab atas aduan ini. Mungkin memang benar kata Noah, kau lembek. Kau bisanya hanya bersikap tidak sportif, Cole..."
"Tidak sportif?" Collin menegang. Apa-apaan ini? Kenapa jadi ia yang dituduh di persidangan Josh? "Kau menuduhku mengadu? Oke, kau boleh tanya Jake. Aku tidak ada hubungannya dengan apapun alasan kau dipanggil ke sini. Aku murni hanya bertindak sebagai pengganti Seth."
"Oya? Memang apa haknya kau bisa menggantikan Seth?" Josh berdecak, jelas bersikap skeptis sekaligus sinis.
"Aku Beta Seth! Jika Seth tidak bertugas, aku menggantikannya. Itu sudah hukum dasar."
"Aku tidak perlu diberi tahu hukum kepemimpinan karena aku tidak ada urusan sama sekali dengan itu, Cole. Yang aku pertanyakan, kalau memang benar, memang kenapa sampai Seth tidak bertugas?"
Pertanyaan itu diarahkan pada Collin, tapi Jacob yang menjawab.
"Ada sedikit masalah dengan Seth saat ini. Ia akan kembali bertugas begitu masalah ini selesai."
"Oya? Apa alpanya Seth bukan karena masalah yang disebabkan bocah ini?" kejar Josh yang membuat Collin membelalak.
"Apa maksudmu?" desisnya.
"Semua orang menyadari ada yang salah sejak kau membawa Seth pulang dalam keadaan compang camping!" ujar Josh dalam sikap seolah menyatakan hal yang semua orang juga tahu. "Para 'pengikut'mu," ia bicara dengan nada sinis yang pastinya merujuk pada Geng The Gossip Guys yang lain, "mungkin berpikir tentang skandal melodramatis yang tidak-tidak, tapi aku bisa membaca lebih dari itu."
Apa-apaan ini? Apa gosip yang beredar di kawanan yang ia tidak tahu?
Maksudnya, halo! Ia sang Raja Gosip. Semua gosip berawal, berkembang, dan berakhir dengannya sebagai corong utama dan pengendali segalanya. Jika diibaratkan dengan sungai, ialah hulu, hilir, dan bahkan seluruh aliran sungai itu. Ia yang menentukan gosip mana yang akan ia arungkan, di mana ia akan menjangkarkan, kapan dan apa saja gosip lain yang akan ia sangkutkan dalam perjalanannya menuju akhir yang dramatis dan monumental. Tak mungkin sampai ada gosip mengenainya yang bahkan ia tidak campur tangan sama sekali.
Collin berdecak meremehkan, dan Jacob makin awas memasang telinga. Kehendak sang Alfa untuk tidak langsung menghentikan kesalahpahaman ini, kalau bukan dibilang pembicaraan yang keluar dari konteks, jelas didasarkan pada harapannya untuk bisa menangkap sesuatu yang bahkan Collin pun tidak tahu. Dan melihat sikap Jacob, tampaknya ia yang harus meladeni Josh dan tuduhan tidak jelasnya.
"Katakan saja, Cole... Atau aku yang harus mengatakan kebenaran ini langsung di depan Jake?"
"Seolah tebakan asal-asalanmu mungkin benar..." dengus Collin.
"Oh, kita lihat saja kalau begitu," Josh menegakkan tubuh. "Ketiadaan Seth sekarang dan kau di posisinya sudah merupakan konfirmasi sekarang. Ini sudah bukan tebakan atau tuduhan. Ini jelas fakta."
"Apa?!" bentak Collin dengan nada menantang. Jangan sampai Josh berani-beraninya berpikir yang tidak-tidak soal ia merebut posisi Seth...
"Oh ya... Kau memang berencana menggulingkan Seth," ia berujar dalam nada seolah puas karena dugaannya benar. "Jadi katakan, Litsey! Apa yang kalian lakukan di sana sewaktu kau menimbulkan kepanikan di kota dan Seth melarang kami ikut campur? Apa kau menantang Seth dan memaksanya menyerahkan posisi Beta? Apa kau berhasil memenangkan posisi Seth? Atau kau memang berniat mengkudeta Jake sekalian? Aku tahu kau tidak pernah akur dengan Jake... tapi aku tidak menduga kau begitu haus kekuasaan!"
Tuduhan tanpa dasar Josh membuat Collin berang. Ia bangkit seketika itu juga, menghampiri Josh dan mendorongnya ke sandaran sofa. Sofa itu jatuh seiring dengan dorongannya, beserta Josh dan dirinya sekalian.
"Bilang sekali lagi!" teriaknya di muka Josh.
"Akan kubilang! Aku tidak takut padamu, Cole!" Josh balas berteriak di bawah pitingannya. "Dasar kau serigala yang haus kekuasaan! Kau..."
Josh tidak punya kesempatan untuk menyelesaikan apapun makiannya pada Collin, karena tahu-tahu tinju Collin sudah bersarang di wajahnya.
"Kau berani mengataiku haus kekuasaan?! Mengkudeta Seth? SETH?!" teriak Collin histeris. "Asal kau tahu saja, ia Beta yang tidak akan pernah bisa digantikan siapapun! Kesetiaanku pada Seth lebih daripada kesetiaanku pada Jake! Kaupikir aku berani mengambil alih kedudukannya?!"
"Kau... bisa... bicara sesukamu..." ucap Josh terbata-bata di bawah hujan pukulan Collin. Ia berusaha keras berontak, tapi bagaimanapun Collin terlalu kuat.
Dilihatnya Jacob dari ujung matanya. Sedikit kekecewaan menyelusup melihat sang Alfa hanya mengawasi dengan mata memicing. Tapi ditelannya perasaan itu. Jika Collin entah bagaimana membutakan mata Jake, maka ia harus membuat Jake melihat kebenaran.
Ia berjuang keras bahkan hanya untuk melanjutkan. Terbatuk-batuk. "Tapi... kau... tidak bisa... menipu siapapun, Cole... Tidak bisa menipuku!"
"Telan kembali tuduhanmu, Josh!" teriak Collin yang hanya disambut gelengan lemah dan cengiran menyebalkan Josh.
Emosi Collin seakan menemui semacam kanal penyaluran begitu melihat cengiran itu. Ia sudah akan melancarkan satu pukulan, mungkin pukulan pamungkas, ketika dirasanya tangan seseorang menahan kepalannya. Dia berbalik untuk menyadari siapa itu. Jacob, tentu saja.
"Berhenti, Cole!" perintah Jacob seraya menarik Collin dari tubuh Josh dan sofa yang terbalik. "Tenangkan dirimu! Tidak kuizinkan perbuatan barbar di rumahku!"
Entah pertimbangan apa yang membuat Jacob harus menunggu hingga detik-detik terakhir untuk memisahkan keduanya. Tapi itu waktu yang terlambat. Dalam mata Josh maupun Collin. Bagi Josh, karena ia jelas sudah hampir jadi bubur. Sedangkan Collin, ia sudah begitu terpicu sehingga kini amarahnya yang tinggal sejengkal lagi tersalurkan membuatnya frustasi.
Collin bangkit, masih penuh amarah. Langsung berbalik menghadap Jacob.
"Kau tahu aku, Jake! Menurutmu aku mungkin melakukan semua yang ia tuduhkan itu pada Seth?!"
"Bukan yang pertama kali kau menghajar orang, Cole!" sambil berusaha bangkit Josh mendengus, menghapus darah dari hidung dan ujung bibirnya. "Kau benar-benar punya masalah dengan pengendalian amarah… Belum lama kau jelas menjadikan Seth bubur... dan itu bahkan baru dua hari lalu..."
"Apapun tak pernah jadi niatku untuk merebut kedudukan Seth!" tekan Collin, beralih pandang dari Jake ke Josh. "Kau harus percaya padaku, Jake!" ia kembali memandang sang Alfa, yang kini diam memperhatikan keduanya seraya menjaga jarak. Mengukur dan menganalisa sesuatu, mungkin. Itu yang Collin tangkap.
"Kaupikir Jake akan percaya?! Padamu?! Dengan semua bukti di depan matanya?!"
"Kuhajar kau jika berani mengatakan itu lagi, Josh!"
"Lihat! Ia mengeluarkan ekornya!" teriak Josh menunjuk hidung Collin dari tempatnya berdiri. Collin merasakan amarah dalam dadanya menumpuk cepat. Rasanya ia sudah akan berubah saat itu juga, menerjang Josh, ketika gaung suara Jake menghentikannya.
Kedua pemuda itu saling memandang penuh amarah, sebelum mengalihkan kepala mereka pada Jacob, mendelik dan menggeram, namun tak bisa berbuat apa-apa di bawah kuasa Titah Alfa.
"Oke. Aku cukup tahu bahwa di antara kalian berdua memang ada masalah. Sekarang kalian berdua akan membantuku menyelesaikan semua ini. Kita akan membicarakannya dengan tenang. Setuju?" ujar Jacob, memandang kedua anak buahnya satu per satu.
Josh membuang muka, menggerutu.
"Apa lagi, Josh?" tanya Jacob tajam. "Kau ada keluhan?"
"Tidak. Aku cuma ingin kau membuka mata, Alfa. Lihat apa yang dilakukan Beta barumu. Jelas dia tidak cocok untuk apapun kedudukan yang ia incar."
"Aku harus berapa kali bilang kalau aku tidak mengincar kedudukan apapun?!" bentak Collin. "Aku bahkan bukan Beta! Posisi itu masih dipegang Seth!"
"Oke. Cukup kalian berdua!" Jacob memperlihatkan ekspresi frustasi dan menghadap Josh. "Kau Josh, suka atau tidak, setuju atau tidak, Cole adalah atasanmu. Hormati dia." Tanpa menghiraukan gerutuan Josh, ia berpaling pada Collin. "Dan kau, Cole. Aku tidak peduli tuduhan Josh benar atau tidak. Aku juga tidak tahu apa yang terjadi di antara kau dan Seth. Tapi kita perlu meluruskan sesuatu di sini. Secara hukum, kalau memang benar kau menantang Seth dan mengalahkannya, artinya jabatan Seth memang jatuh padamu. Sekarang katakan, apa benar kau mengambil alih posisi Seth?"
Dilihatnya mata Collin membelalak dalam kengerian dan seketika diketahuinya bahwa kemungkinan itu benar. Collin memang telah bertarung dengan Seth dengan taruhan kedudukannya.
"Jadi benar, kau mengklaim Beta?" ia mengulang lagi pertanyaan itu, memandang tajam sepupunya.
Collin mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya menemukan suaranya, gemetar dan mencericit. Benar-benar bukan seperti seorang penakluk yang penuh wibawa.
"A, aku tidak sengaja..." bisiknya.
Dilihatnya Josh mendengus tidak percaya, dan Jacob memicing curiga.
"Sungguh, Jake! Itu bukan niatku pada awalnya! Ia terus-menerus bersikap pasif dan tanpa sadar aku menantangnya untuk melawan dan..."
"Oh, sungguh mengesankan, Litsey..." ejek Josh dalam nada suara yang sangat mirip Noah, tanpa peduli pandangan geram Collin ataupun peringatan Jacob. "Kini kau menyalahkan Seth untuk apa yang kauperbuat?"
"Diam, Josh!" tanpa sadar Collin berteriak membungkam pemuda itu. Teriakan yang membuat ketiga orang yang berada di tempat itu membelalak dalam horor yang mendadak menyelimuti mereka. Tapi tiada yang lebih terperanjat selain Collin sendiri. Sesak yang menyergap dadanya dan beban yang memberati pundaknya, begitu menyadari suara itu bukan lagi suara yang dikenalnya.
Getar itu ada padanya dan ia tak mungkin salah mengenali. Tidak ada yang mungkin salah mengenali. Ia baru saja mengeluarkan Titah Beta.
Setelah sekian detik berada dalam kebekuan, Jacob yang pertama kali berhasil mengumpulkan serpih-serpih kesadarannya dan berujar pelan, masam. "Kulihat memang hierarki kawanan sudah berubah sekarang..."
Collin menggeleng shock, "Sumpah Jake, aku tidak menginginkan ini..."
"Entah kau mau atau tidak, sengaja atau tidak, kau memang sudah memegang jabatan itu," suara Jacob antisipatif, seolah memang sudah menduganya sejak awal. Kendati demikian Collin merasakan sedikit sirat kekecewaan. "Jadi kau harus mulai bertindak seperti Beta. Dan itu berarti kau harus berhenti bertindak kasar, gegabah, dan serampangan. Kita kawanan beradab, bukan kelompok serigala barbar yang liar."
Meski Jacob mengatakannya dengan tenang, Cole bisa menangkap tuduhan juga penghakiman di balik kata-kata itu. Yang membuatnya merasa makin nelangsa. Ia bukan cuma pejabat sementara, tanpa setahunya tiba-tiba ia menjadi Beta resmi, mendepak Beta terbaik yang pernah mereka miliki. Ia, orang yang paling tidak diharapkan oleh siapapun untuk menjabat apapun... Orang yang dinilai paling tidak kompeten...
Belum lagi masalah masa depan duet pasangan Jacob dan Collin sebagai pucuk pimpinan kawanan... Sungguh, ini bencana!
"Bagaimana aku bisa mengembalikan posisi ini pada Seth, Jake?" tanya Collin dengan bibir bergetar. Setidaknya Jake harus percaya bahwa ia tak menuntut jabatan itu dan akan rela mengembalikannya jika memang harus.
"Aku tidak akan mempermasalahkan itu sekarang kalau aku jadi kau. Bagaimanapun kembalinya Seth harus menunggu teka-teki Korra terselesaikan. Dan hingga saat itu tiba, kusarankan kau mengemban tugasmu dengan baik. Jika tidak, mungkin kau hanya akan memecah belah kawanan dan mengundang kudeta lain," ujar Jacob panjang lebar yang membuat Collin bergidik. Seburuk itukah penilaian Jacob, dan juga penilaian kawanan, terhadapnya? "Dan kalau itu terjadi," Jacob melanjutkan, "akan lebih banyak masalah menyangkut hierarki dan aku sedang tak ingin menambah satu lagi masalah. Sudah cukup ruwet kepalaku sekarang," ujung-ujungnya ia mengeluarkan curhatan.
Collin menelan ludah.
"Tunggu," tiba-tiba terdengar suara Josh. Jujur, dalam keruwetannya masalah Beta ini, Collin agak melupakan alasan sebenarnya dari keberadaan dia di situ saat ini. "Maaf aku menyela urusan suksesi," sambung Josh lagi. "Tapi jujur, aku tidak mengerti... Mengapa untuk Seth kembali mengklaim posisi Beta harus menunggu Korra? Teka teki Korra apa?"
Baik Collin maupun Jacob saling berpandangan. Kemudian Jacob mendesah berat, sebelum berpaling kembali pada Josh.
"Itu dia alasanmu dipanggil ke sini, Josh," ujarnya. "Kau termasuk poin penting yang aku butuhkan untuk memecahkan misteri Korra."
.
.
Catatan:
Aku harus cerita dulu tentang Seth dan Cole sebelum masuk ke masalah Josh dan Noah, ato bahkan masuk ke sesi utamanya: mendatangi sarang kawanan lain dan mengungkap siapa si korra…
Maaf semuanya… untuk penundaan update dan sebagainya…
Emang agak berbelit-belit, dan banyak agak ngulang-ngulang sedikit chap sebelumnya, supaya inget lagi aja… sori kalo agak ooc lagi…
R&R please…
