THE ANOTHER BLACK

.

Disclaimer: Based on Twilight by Stephenie Meyer… Not closely related with the canon… During the continuity of this story, some changes like details of past events, legends, characterization of some person, or even addition of new characters and laws, may occurred.

.

Warning: Rated M... Read on your own guard…

.


.

Bunuh Diri (Serigala vs Kelinci -1- )

Wednesday, January 02, 2013

4:32 PM

.


.

Sesuai dugaan, reaksi anak-anak terhadap jatuhnya takhta Beta ke tangan Collin tidak terlalu bagus. Selama setengah jam setelah Jacob berusaha menjelaskan situasi, dengan Collin duduk gelisah di sisinya, suasana dicekam kebingungan yang membekukan, sebelum berubah menjadi perang cacian dan tuduhan.

Collin tadinya sudah memprediksikan kekalahan mudah. 12-0, minus Seth tentu, untuk kelompok penentang Collin for Vice President. Hanya saja, agak berlainan dengan dugaan Collin, tidak semua anak-anak punya respon negatif. Gengnya, terutama Brady, langsung membela walau ketara sekali lebih karena loyalitas sebagai sahabat ketimbang benar-benar menganggap Cole tepat bagi posisi itu. Oke, 9-3. Masih skor yang pincang... Tapi yang tidak diduganya, yang menjadi titik balik, adalah reaksi Adam. Adam mendadak sangat frontal mendukung Cole, bahkan mengutarakan argumen yang jauh lebih mengesankan daripada gengnya. Adam jelas terkesan akan kepemimpinan Collin waktu serangan vampir di hutan saat kamping dulu. Di matanya, kemampuan Collin dalam merencanakan dan mengeksekusi strategi pertempuran adalah kualifikasi penting yang memenuhi syarat utama sebagai Beta.

Pendapat Adam ini tegas ditentang Harry dan Clark, yang memandang ketidakmampuan Collin mengendalikan emosi sebagai kelemahan utamanya. Apalah arti kecerdasan dan kemampuannya memimpin, demikian pendapat mereka, bila tak diiringi kecerdasan emosional?

Kawanan dengan segera terbagi menjadi tiga kubu. Kubu yang pro, tentu saja Adam dan tiga anggota Gossip Guys; kubu yang kontra, yakni Clark, Harry, Caleb, dan Josh, serta kubu yang berusaha bersikap netral, tentu saja para senior. Josh memang tidak hadir, tapi suaranya jelas dihitung. Pada akhir musyawarah tanpa mufakat, alias perdebatan sengit tanpa ujung pangkal itu, yang berlanjut pada voting, kelompok pro dan kontra sama kuat.

Anehnya, Collin sendiri memihak, dan dengan suka hati memasukkan dirinya ke kubu anti-Collin. Jika diadakan voting kedua, demikian ujar Cole, kubu yang kontra menang 5 banding 4 dengan yang pro, dan ia akan memaksa Jake menunjuk Embry atau Brady sebagai Beta sementara hingga Seth kembali. Manuver tidak bertanggung jawab Cole membuat Jacob geram, dan ia melemparkan dirinya masuk ke kubu pro sambil melotot penuh amarah pada sepupunya. Langkah Jacob segera diamini Embry dan Quil. Tidak sampai lima menit setelah voting kedua digelar, voting ketiga menjanjikan hasil yang langsung berbanding terbalik. 5 banding 7 untuk kemenangan kelompok pro. Tanpa suara abstain. Dan itu melandaikan jalan Collin, meski ia bersikeras menolak dengan berbagai alasan, ke tampuk kepemimpinan nomor dua.

Collin yang tidak banyak menyumbang untuk pembelaan dirinya, malah membuat semua manuver blunder, membuat Jake kesal. Ujung-ujungnya, ia malah kelepasan menurunkan Titah Alfa agar Collin tak banyak bicara lagi dan melakukan tugasnya. Dan Collin, yang terpancing emosi karena kesal melihat Jake mendadak memihak, tanpa sengaja balas menentang dengan kekuatan Betanya. Ini mencengangkan, sungguh. Karena tak pernah ada dalam sejarah kawanan, bahwa seorang Beta bisa menentang Titah Alfa. Selain Jake, tentu, tapi kasus Jacob melawan Sam berbeda dengan kasus Collin melawan Jacob dalam segala segi. Setidaknya, kasus yang itu tidak berpangkal pada keinginan satu pihak untuk mati-matian menolak jabatan. Dan tentu saja, kedudukan darah kedua pihak dalam kasus ini seharusnya tidak memungkinkan hal seperti itu terjadi.

Dan tanpa terhindarkan, begitu tuas granat sudah ditarik, tak ada cara lain. Kedua pihak dengan mudahnya turun ke kancah pertempuran tanpa ujung pangkal yang jelas. Mutlak hanya berdasarkan kekeraskepalaan keduanya.

Kawanan menahan napas ketika Collin tak kuat lagi menahan emosi, dan melompat dari beranda rumah Jacob untuk mengambil wujud serigala di halaman. Tubuh coklat kemerahannya langsung menyita perhatian. Ukurannya lebih besar daripada biasanya, hampir sebesar Jacob. Mungkin bahkan melampaui ukuran Seth. Dan aura yang menguar darinya... Begitu agung, penuh wibawa.

Ya. Dia memang Beta sejati.

Jacob juga ikut tercengang. Tapi ia menahan diri untuk tidak terpesona. Dia harus mengajari Beta baru ini kata tanggung jawab dan rasa hormat.

Perang antara Alfa dan Beta yang terjadi tak sampai sejam setelah hasil voting didapat jelas bukan sesuatu yang bagus. Kawanan hanya menyaksikan dengan napas tertahan, dan mimpi buruk yang membayang di depan mata, akan masa depan kawanan di bawah kepemimpinan dua orang paling egois, emosional, dan mau menang sendiri.

Menyerah dan lakukan tugasmu, Beta... ujar Jacob dalam wujud serigala. Kau tahu kau tidak bisa melawanku. Aku akan menurunkan Titah jika perlu.

Apa itu idemu untuk memaksa seseorang menjabat, Alfa? Oh, please! Collin mempertahankan kekeraskepalaannya, bertekad takkan tunduk.

Jacob menyerang, namun dengan mudah berhasil dihindari Collin. Tapi bukan Alfa namanya kalau kalah hanya oleh serigala tanggung yang emosional. Berbagai manuver Jacob akhirnya membingungkan Collin. Dan satu cakaran besar mampir di tubuh si Beta dadakan.

Jujur saja, pertarungan mereka sulit diikuti. Bagaimanapun bulu mereka sangat mirip, warnanya hanya beda sedikit. Bulu Jacob lebih kemerahan, satu atau dua tingkat lebih cerah ketimbang Collin. Dan Collin memiliki kaki-kaki yang warnanya lebih gelap. Tapi dalam pergumulan, siapa yang tahu itu siapa? Terlebih manuver, gerakan, emosi, apapun menyangkut mereka bak pinang dibelah dua. Jacob mudah tersulut, Collin lebih parah. Satu menyerang, satu menyerang lebih membabi buta. Tak ada yang mau mengalah, walau tubuh sudah koyak-koyak bersimbah darah.

Hingga akhirnya Embry turun tangan melerai mereka. Agak sulit menengahi pertarungan dua serigala yang termakan emosi, tapi dengan berkorban dua cakaran besar, juga dengan adanya Quil, Adam, dan Brady campur tangan, akhirnya kedua pemimpin mereka berhasil dipisahkan. Collin masih memaki-maki tak jelas, dan Jacob jelas masih ingin mengamuk. Tapi akhirnya Embry berhasil menenangkan keduanya, mengingatkan bahwa mereka jelas punya urusan yang jauh lebih besar daripada sekadar urusan kekuasaan.

Anehnya, arah pertarungan tersebut tak disangka-sangka justru makin meneguhkan posisi Collin. Kini setelah kawanan menyadari bahwa Cole bisa menjadi lawan yang seimbang bagi sang Alfa, mereka tahu bahwa kekuatan Cole tidak bisa disepelekan. Tanpa banyak bicara, Caleb pindah ke kubu pro. 4-8 untuk kemenangan pendukung Collin adalah angka yang terlalu dramatis. Yang tentu saja membuat Collin gigit jari.

Meski begitu Quil sempat mendengar kedua anak buahnya, Harry dan Clark, ribut berbisik-bisik di pojokan.

"Menimbang kemampuannya, bisa jadi semua strategi Collin dari awal, memasang dirinya di posisi kontra untuk menunjukkan ia tak berminat dengan posisi Beta. Tapi sebenarnya itu cuma manuver pengalihan. Yang ditujunya, bagaimanapun, adalah memprovokasi Jake agar mereka bisa bertarung satu lawan satu," ujar Harry.

"Benar. Ia pastinya sadar dengan kekuatannya. Jika Jake kalah, ia malah bisa langsung jadi Alfa... Dan jika ia kalah, yah... itu tetap merupakan pancingan yang bagus. Ia ingin menunjukkan kekuatannya pada kita, bahwa ia berhak ada di posisi atas. Lihat saja, Caleb menyeberang... Tapi kita tentu takkan tertipu," balas Clark.

"Benar. Dia selalu tampak konyol tapi punya kemampuan analisa dan strategi di atas rata-rata... Apa lagi ia selain serigala bertopeng, berpura-pura bodoh tapi di belakang merencanakan sesuatu?"

Quil tidak pernah mendengar teori yang begini memaksa. Apalagi mengenai satu orang: Collin. Harry dan Clark jelas overestimate mengenai Beta baru mereka. Dalam cara yang sangat, sangat negatif. Ia baru saja akan menegur mereka, ketika Jake, yang sudah berubah balik, memberi perintah khusus.

"Kita akan menyerang sarang kawanan Alfa putih tengah malam nanti. Collin akan menunjukkan jalan sekaligus memimpin penyerangan. Sementara itu kita diskusikan strategi."

Seluruh mata, termasuk mata Collin, membelalak dalam kalimat Sang Alfa. Collin memimpin langsung?

Gerutuan Clark dan Harry makin jelas terdengar.

.


.

Kawanan tidak bisa merasa kurang penjagaan dibanding saat ini.

Melintasi ngarai adalah pengalaman buruk, sangat buruk. Mereka memasuki jurang terkelam yang pernah ada dalam wilayah Quileute. Jurang dengan dua dinding alam tinggi membentengi kanan dan kiri mereka. Lebih lagi, makin lama jurang itu makin sempit, sangat sempit. Awalnya sekitar lima serigala bisa berdiri berjejer di dasar jurang, tapi kian lama lebar jurang hanya sanggup mengakomodasi empat, tiga, dan akhirnya hanya dua serigala.

Kau mengajak mereka bunuh diri, Collin… keluh Clark skeptis. Bukan hanya dia, bahkan para pendukung Collin pun mulai menyuarakan keraguan mereka.

Sebenarnya bukan hanya mereka, Collin pun merasa tidak nyaman melakukan ini. Apalagi membawa kawanannya segala. Salah-salah, jika sesuatu yang buruk terjadi, dan mereka tidak bisa pulang dalam keadaan utuh… atau bahkan tidak bisa pulang hidup-hidup...

Ooooh, Cole... Tolong jangan bilang begitu... Pakai menayangkan gambar mental segala... anak buahnya mulai mengeluh.

Sudah. Berhenti mengeluh. Salah kalian sendiri pakai memilihku... Collin merutuk.

Roman serigala Ben tampak agak kesal.Ya ampun Cole... Masa kau menjadikan ini sebagai sesi balas dendam karena kami memilihmu?

Tidak. Tapi kalau kau mau mengeluh terus, kenapa kau tidak ikut kelompok Jacob saja?

Memang tidak semua serigala mengikuti Collin masuk ke Rekahan Neraka-begitu istilah yang diciptakan Pete. Collin telah membagi kawanan menjadi tiga kelompok besar. Ia membawa Ben, Brady, dan Pete melintasi jalur yang dulu dipakainya keluar dari jurang bersama Seth. Di luar sana, ada kelompok Jacob bersama Adam dan Caleb. Lalu ada kelompok Embry bersama Quil, Clark, dan Harry.

Ya, tentu saja terlalu beresiko untuk membawa seluruh kawanan melintasi Rekahan Neraka. Dan ia juga tak ingin menaruh Alfa mereka di posisi yang paling berbahaya. Beda dengan Seth yang memandang tanggung jawab utamanya sebagai Beta adalah untuk melengkapi sang Alfa, Cole menganggap tugasnya adalah menjadi bayangan, perpanjangan tangan Jake. Tentu saja ia tak sanggup melakukan dengan cara Seth. Itu tugas Embry sekarang. Sebagai gantinya, ia siap menanggung beban semua pekerjaan kotor yang seharusnya dilakukan sang Alfa dan menempatkan Jake pada posisi yang lebih aman sebagai jenderal. Jadi ia mengambil alih posisi di dasar jurang, dengan kelompok Embry mengawal di pepohonan sebelah kiri dan kelompok Jacob mengawal di tebing sebelah kanan mereka.

Menurut Brady dan Adam, itu cari mati. Menurut Embry, itu perbuatan berani. Menurut Harry dan Clark, itu perbuatan sok menyombongkan diri dan cari muka. Caleb menyebutnya gegabah. Tapi Jacob punya pandangan tersendiri. Yang mendua.

Di satu sisi Cole menunjukkan tanggung jawabnya. Tapi di sisi lain tindakannya itu didasarkan pada keputusasaan. Collin bagaimanapun masih merasakan emosi campuraduk mulai dari rasa bersalah hingga perasaan negatif tidak diterima siapapun. Tapi satu bagian, egonya, menuntutnya untuk membuktikan diri. Bagaimanapun perasaan negatifnya, masih ada bagian dirinya yang tetap berusaha menegakkan harga diri, bahwa dirinya tidak seperti yang mereka sangka. Mungkin ia tak menginginkan posisinya dan tidak berniat memperjuangkannya, tapi sekali ada di sana, ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu. Ia tidak tahan dengan kemarahan dan tuduhan anggota kawanan. Tidak tahan dengan tudingan yang bahkan tidak diucapkan kelompok yang pro padanya. Tidak tahan dengan segala sikap skeptis yang bahkan ditunjukkan Jacob. Dan lebih lagi, ia tidak tahan dengan rasa bersalahnya sendiri. Otak dan instingnya mencari jalan keluar termudah dan tercepat. Jika ia lolos dari sini, ia membuktikan dirinya layak untuk jabatan itu. Tapi kalau tidak, maka ia mati. Sederhana.

Oke, Alfa. Terima kasih atas analisa profesionalmu, memberiku alasan logis di balik tindakanku sendiri. Tapi aku tidak merasa aku butuh itu sekarang, Colit menggerutu, jelas merasa terganggu.

Tidak. Maaf... Aku cuma mengutarakan apa yang dipikirkan Adam, mengembangkan sedikit-sedikit... Jacob salah tingkah, memutuskan mencari jalan keluar tercepat.

Lho, kok aku? Adam memprotes, tapi Jacob menulikan telinga atas argumennya.

Cole mendengus pada sepupunya dan Adam sekaligus. Kalian tidak usah sok jadi psikolog amatir kalau memang tak tahu apa-apa. Sumpah aku tidak seputus asa dan semenyedihkan itu.

Tapi diam-diam anggota kawanan mengutarakan persetujuannya atas analisa Jacob. Menambahkan analisa asal-asalan di sana-sini. Membuat Cole menggeram lagi saking kesalnya.

Kalian mau main dokter-dokteran atau mau kerja, sih? Kita di bibir pertempuran, tahu! Kalian yang ambil resiko sendiri kalau tahu-tahu diserang dari belakang!

Ya ampun Cole... Ben mengeluh. Baru beberapa jam jadi Beta, kau mulai jadi menyebalkan. Biasanya juga kau yang suka ribut sendiri... dan ia menayangkan adegan acak ketika Collin bolos patroli untuk main bungee jumping, malas-malasan patroli dan malah tidur-tiduran, menghabiskan waktu patroli dengan main kejar-kejaran dengan kelinci, bergosip, atau memikirkan Korra...

Wow, terus terang bagian mengejar kelinci itu agak imut, Cole... Pete melompati batu dan menyundul bahu Collin. Collin berkelit, dan sebagai balasannya Pete mendapat gonggongan sekaligus pameran gigi-gigi Collin, dalam rupa yang sangat mengerikan hingga mampu membuat Pete menjengit.

Astaga Cole, jangan terlalu serius... Ben melontarkan ketidaksukaannya.

Kalau kau tidak suka, kau bisa istirahat saja, Ben. Aku tidak mau prajurit yang setengah hati di sini!

Ketegasan Collin agak-agak membuat teman-temannya terhenyak. Apa tadi? Apa itu benar Collin Littlesea, sahabat mereka?

Aku sangat menyesal mengatakan ini, tapi aku setuju dengan Cole, Ben... interupsi Jacob, membuat Ben dan Pete mengutuk habis-habisan. Tapi Collin cuek saja, dan makin fokus memperhatikan jalanan di depannya.

.

Mereka sampai di tempat ia meninggalkan Seth waktu itu. Tempat itu masih sama, jelas, kejadiannya toh baru tiga hari silam. Bau Seth masih tercium, walau samar. Tidak jauh dari situ, Collin baru menyadari, ia juga mencium bau-bau lain. Empat serigala, tepatnya.

Kenapa malam itu ia tidak sadar? Ia meninggalkan Seth sendiri, di dasar jurang, dalam keadaan luka parah, tanpa penjagaan, tanpa bisa berubah, dan meresikokan Seth bertemu dengan para musuh mereka? Tidak. Jika melihat kondisi Seth saat itu, memang ia sudah bertemu dengan mereka, dan dilukai dengan kejam...

Jacob menggeram pada rentetan pikirannya yang tak terproteksi itu.

Apa maksudmu Seth bertemu mereka dan dilukai dengan kejam?

Collin mengejit. Ia lupa. Seth telah melarangnya bicara tentang apapun yang terjadi malam itu. Pembicaraan mereka. Luka-lukanya. Ia menemukan syal hijau Korra di dasar jurang, tepatnya tersangkut di pokok pohon yang di sana itu, tak sampai 200 meter dari tempatnya berdiri.

Jacob makin menggeram, kini memunculkan wajahnya dari bibir tebing, menatap Collin murka.

Apa maksudmu? Pembicaraan? Luka Seth? Syal Korra? Apa yang kalian sembunyikan, Cole? Katakan padaku sekarang juga!

Collin tersadar, dan buru-buru membangun tembok mental. Tapi sia-sia. Jacob sudah awas. Dengan kegugupan Collin, ia agak parah membangun temboknya, dan Jacob dengan mudah mendobrak, menghancurkannya.

Jangan berani-beraninya kau membangun tembok apapun sekarang, Cole! Aku perlu tahu dan aku berhak tahu! Kau akan bicara! Aku akan memaksakan Titah jika harus!

Dalam gemetarnya, tak tertahan lagi pikiran Collin terbuka. Di sana. Di hadapan seisi kawanan. Sungguh, ini yang terburuk.

Geram, gerutuan, dan kemarahan kawanan terdengar membahana di dasar jurang itu.

Kau punya kecurigaan sebesar itu selama ini dan kau tak pernah bicara dengan kami?!

Kalian semua merahasiakan begitu banyak hal?!

Kawanan serigala lain...

Alfa mereka merencanakan pengambilalihan kekuasaan atas seluruh kawanan?!

Dan Korra, Korra Black, adalah salah satunya?! Beta mereka? Si serigala hitam?

Si serigala hitam yang selama ini menolong kita itu musuh?!

Bukankah itu berarti Korra... musuh?

Collin baru sadar bahwa selama ini begitu banyak hal yang mereka sembunyikan dari kawanan. Begitu banyak rahasia. Reaksi mereka yang marah dapat ia mengerti. Ia saja mungkin bereaksi seperti itu ketika ia tahu kebenarannya tiga hari lalu. Jika saja ia tidak membuat dugaan-dugaan sebelumnya, ia takkan bisa mempersiapkan diri.

Kini setelah dipikir-pikir, entah mengapa itu seakan menjadi salam perpisahan dari Seth. Seth seakan menurunkan seluruh pengetahuannya pada Collin. Dengan cara yang dramatis. Di dasar jurang, dalam keadaan penuh luka akibat serangan Collin. Sebelum Collin meninggalkannya, dan Seth kembali hancur oleh taring si serigala emas itu. Namun kini setelah Cole memikirkannya lagi, mungkin bukan hanya si serigala emas. Bau kawanan lain juga ada di situ. Seth mungkin diserang, disiksa, dan karena tubuhnya begitu lemah, ia tak akan kuasa melawan...

Apa maksudmu, Collin? Salam perpisahan apa? Seth tidak pergi dari kita! Ben berteriak histeris. Tapi ia hanya mengungkapkan apa yang ingin Collin ungkapkan.

Suara Jacob, lebih tenang, tapi menuntut, mendadak membahana.

Katamu Seth disiksa?

Collin tak punya langkah lain selain mengiyakan.

Aku tidak tahu pasti tapi melihat luka-lukanya, kemungkinan besar begitu.

Jadi maksudmu memang Seth juga sudah ditaklukkan?

Collin terhentak. Tidak, ia tidak berpikir sampai sejauh itu. Tapi jika memang benar... Jika memang Seth sudah ditaklukkan...

Itu tidak mungkin kan, Jake? Seth tidak mungkin bisa ditaklukkan... Dia masih terikat pada kawanan saat itu. Mungkin aku memang tak sengaja merebut kedudukannya, tapi ia masih bagian dari kita!

Kita tidak tata cara penaklukan serigala, Cole... Bisa jadi memang ia dicuri dari kita, seperti Noah...

Terdengar bisik bingung kawanan ketika Jacob menyebutkan nama Noah. Noah Peterson? Salah satu target rekruitmen mereka? Berubah di hidung mereka tanpa seorang pun tahu, dan menjadi bagian dari kawanan lain?

Collin dan Jake tidak menghiraukan mereka, sibuk dengan pembicaraan antara mereka berdua.

Tapi si serigala putih bilang Noah bisa diklaimnya karena Noah serigala tidak bertuan, yang ada di luar wilayah Quileute saat pertama kali berubah, sanggah Collin. Itu berbeda dengan kasus Seth!

Sekali lagi kukatakan kita tidak tahu bagaimana mekanisme penaklukan serigala yang mereka pakai, Cole... tunjuk Jacob. Nadanya pahit, tapi ia tetap tenang. Bisa jadi Seth memang telah lepas dari kita.

Astaga... ini salahku... Collin begitu terpukul hingga pikirannya begitu kusut. Aku yang mengekspos Seth pada bahaya, meninggalkannya dalam kondisi sangat lemah sehingga ia bahkan tak bisa bergerak... Tak bisa berubah... Dan kehilangan status Betanya...

Tidak, Cole... Itu bukan salahmu. Itu salahku.

Kata-kata Jacob membuat Collin tersentak. Ia mengangkat wajahnya. Menatap Jacob yang berdiri di pinggir tebing. Apa maksudmu, Jake? ujarnya. Bahkan suara dalam kepalanya pun bergetar.

Aku yang pertama melepas Seth. Ia sudah hanya separuh menjadi bagian dari kita semenjak aku menggadaikannya dengan Sumpah.

Menggadaikan? Dengan Sumpah?

Jacob sesaat terdengar ragu. Tapi ia menyatakannya juga. Aku memaksanya menjanjikan bahwa kesetiaan tertingginya bukan lagi padaku. Tapi pada yang lain.

Yang lain? Apa si Alfa putih? Tanpa bisa ditahan, pikiran Collin melayang pada pagi tadi, ketika si Alfa putih menawarkan pertukaran... Dirinya untuk Noah dan Korra... Apa itu yang terjadi, Jake? Apa si Putih memaksamu menukar Seth? Dengan sesuatu?

Tidak. Ini tak ada hubungan dengannya. Aku melakukannya sendiri. Karena kupikir itu adalah langkah yang penting untuk mengamankan kawanan, berjaga-jaga seandainya aku tak sanggup memenangkan pertarungan dengan si Alfa Putih. Untuk berjaga-jaga seandainya aku mati. Aku hanya ingin memastikan regenerasi kepemimpinan berada di kotak yang aman. Tak kuduga itu langkah yang malah menggigit kita balik.

Apa maksudmu berada di kotak yang aman? Pada siapa? Pada siapa kaujanjikan kesetiaan Seth?

Tapi jawabannya datang bahkan sebelum Jacob mengutarakannya. Hanya ada satu jawaban yang mungkin, dengan ketidaktahuan Jacob saat itu atas situasi yang mungkin terjadi sekarang.

Tentu saja.

Pada Korra...

Kalau begitu tarik kembali Sumpah itu, Jake...

Aku tidak bisa...

Bagaimana mungkin kau tidak bisa?

Jacob tidak menjawab.

Jake?

Maaf Cole, aku tak bisa mengatakan hal seperti ini di depan seluruh kawanan.

Kalimat itu membuat Collin mendengus. Tentu. Ada pengetahuan-pengetahuan tertentu, yang sifatnya sakral, yang tidak tersebar luas. Untuk mencegah hal tersebut disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak tepat. Hanya segelintir orang yang memiliki akses terhadapnya. Para Tetua, misalnya. Atau para petinggi kawanan.

Dengan enggan, tapi tanpa banyak basa-basi, Collin langsung membangun tembok mental, mengurung pikirannya dan Jacob. Anak buahnya terdengar menjeritkan protes, tapi ia tak peduli. Ditunggunya hingga suara mereka hilang sepenuhnya, dan ia bicara dengan nada menuntut pada sang Alfa.

Aku Beta kawanan. Jika dulu Seth tahu, maka kini aku pun berhak untuk tahu.

Pertama kali dalam hari itu, Collin benar-benar mengklaim posisi tersebut dengan lisannya sendiri, dengan kemauannya sendiri, dan itu memang memiliki pengaruh berbeda. Jacob merasa, seperti juga Collin, dinding pembatas di antara mereka lenyap sudah. Kedua pemimpin adalah satu tubuh, satu pikiran. Untuk setiap titik pengetahuan yang dimiliki Jacob, adalah hak Collin untuk mempelajarinya.

Sumpah Darah tidak bisa ditarik atau dibatalkan. Darah yang keluar tidak bisa lagi kembali ke pembuluhnya.

Collin tahu itu tidak benar. Transfusi darah jelas mengembalikan darah yang keluar kembali ke pembuluhnya. Tapi ia takkan mengatakan itu. Itu jelas di luar konteks.

Kalau begitu lakukan Sumpah lain! Sumpah lain yang bisa memanipulasi Sumpah pertama.

Jacob agak menekur mendengar ucapan Collin.

Manipulasi... Urusan semantika. Ya... Memang bisa diduga Collin akan mengeluarkan ide seperti ini.

Tapi bagaimana caranya?

Selang sekian detik Collin berujar, lamat-lamat. Kaubilang tadi kau mengikat Seth pada Korra?

Ya.

Kalau begitu ikat Korra pada suku. Dengan demikian kita juga mendapatkan Seth.

Itu ide yang bagus. Sungguh. Tapi sayangnya beberapa detik kemudian Jacob bicara, dengan nada menyesal, Maaf. Aku tak bisa melakukannya. Sumpah hanya bisa mengikat pihak-pihak yang melakukan Sumpah.

Oh, ya... Memang... Jelas.

Tapi kalimat Jacob ada lanjutannya.

Kecuali ada pihak ketiga.

Collin terhentak pada kalimat itu.

Pihak ketiga?

Semacam tiang, jelas Jacob.Tempat kau mengikatkan pihak kedua atau pihak pertama, dua orang yang mengikat sumpah. Bisa jadi manusia, atau sesuatu yang lebih besar, seperti suku.

Intinya kau tak bisa semata mengikatkan Korra pada suku kecuali kau membuat Sumpah dengan Korra, karena ia tak tahu-menahu soal Sumpah, tapi kau bisa menjadikan Korra pihak ketiga?

Ya.

Kalau begitu kita bisa memanipulasi kalimat sehingga...

Collin terhenti.

Tiang...

Pikirannya melayang pada rajah yang belakangan muncul di dadanya. Yang juga ada di telapak tangan Jacob. Yang juga ada di telapak tangan Seth.

Di telapak tangan Seth...

Jake... ujarnya. Kali ini ada harapan di sana. Ia menatap Jacob yang masih bertengger di posisinya di pinggir tebing. Kau tidak mengikat Seth hanya pada Korra, kan? Kau juga mengikat Seth padaku!

Jacob menatapnya balik, mengangguk.

Kalau begitu kesetiaan Seth juga ada padaku... Dan aku masih ada di kawanan...

Oh, ya... Jadi itu alasannya si Alfa Putih menginginkan Collin. Dengan alasan ia menyerang anggotanya dan sebagainya. Intinya hanya karena ia ingin Seth terikat sepenuhnya padanya.

Tunggu. Kalau begitu, Alfa Putih tahu seluruhnya mengenai Sumpah...

Bagaimana mungkin?

Tapi masalah itu bisa menunggu belakangan. Ada yang lebih penting sekarang. Seth terikat padanya... Bagaimana ia bisa memanfaatkan itu? Untuk menarik Seth kembali...

Rentetan pikirannya tiba-tiba terhenti dengan sodokan keras Ben di bahunya. Ia menoleh dan menemui sorot ketakutan di mata Ben. Seketika tembok mentalnya, yang mengurung pikirannya dan Jacob, yang mengisolasi pikiran mereka dari kawanan, runtuh. Dan ia bisa mendengar isi kepala anak buahnya. Kepanikan mereka.

Di satu tempat di dalam hutan, Clark diserang.

.


.

Clark diserang? Apa si kawanan asing?

Bukan... Vampir...

Vampir mengetahui kita ada di sini?!

Oh, ini benar-benar di luar dugaan.

Vampir-vampir entah dari mana menyerang sayap yang dijaga Embry. Hutan dipenuhi suara teriakan dan auman kala kedua belah pihak bertempur satu sama lain. Ia berusaha menghubungi Embry, merasakan kekalutan dan kepanikan kawanan, kalimat tidak jelas dalam pikiran kawanan ketika menghadapi serangan. Namun hanya sesaat hubungan itu terjadi, sebelum akhirnya lenyap.

Tidak mungkin... Apa mereka ditudungi vampir?

Jacob! teriak Collin.

Tak ada jawaban.

Jacob, di mana kau?! teriaknya mendapati tubuh serigala merah kecoklatan itu sudah tak ada di manapun di bibir tebing di atasnya.

Jeda waktu cukup lama hingga akhirnya mendadak ia melihat bayangan tubuh merah kecoklatan itu membentuk garis lengkung di atas jurang, membusur bagai lesatan panah. Jacob berpindah ke tebing tempat Embry dan kawan-kawan bertempur.

Sesaat hubungan itu kembali terjadi. Ia mendengar pikiran kalut dan perintah-perintah pendek Embry, sebelum akhirnya suara pikiran mereka melemah, sebelum menghilang satu per satu.

Tidak mungkin… Mereka kalah?

Tapi ia tak punya waktu untuk mencari tahu apa yang dilakukan sang Alfa, atau apa yang terjadi dengan kelompok Embry. Karena tahu-tahu di kedua puncak tebing yang melingkunginya, tubuh-tubuh gelap manusia bermunculan, mengepungnya. Manusia… huh, mana mungkin manusia? Itu jelas vampir!

Vampir… Brengsek!

Cole… Pete agak gemetar di sisinya.

Tenang, Pete. Mereka takkan menjatuhkan kita.

Ia menyatakan itu, tapi sesungguhnya ialah yang ketakutan. Skema semacam ini sama sekali tidak terpikirkan olehnya. Mereka di dasar jurang, dan dikepung vampir… Entah apa yang terjadi dengan Embry, Quil, Clark, Harry...

Satu per satu vampir di puncak tebing berlompatan, langsung menyerang mereka. Ini situasi terburuk. Sangat buruk. Terjebak di dasar jurang… diserang dari atas…

Ini salahnya. Ia yang membawa kawanan ke dasar jurang. Ia yang membagi kawanan menjadi tiga. Kini mereka adalah mangsa empuk bagi para penyerang berdarah dingin itu. Tidak, mereka bahkan tidak memiliki aliran darah. Darah mereka membeku.

Mendadak apa yang dikatakan Sam malam itu mengiang kembali di kepalanya.

Jika kau nekat menceritakan pada Jake seperti kau menceritakannya padaku... Tanpa pertimbangan dan penilaian lebih dalam... Kau akan mengarahkan kawanan pada ladang pembantaian yang tidak perlu hanya akibat prasangka prematur…

Inilah yang namanya ladang pembantaian…

Oh ya… Mereka tidak datang ke sini begitu saja… Ini semua jebakan… Jebakan yang sangat besar…

Si Alfa Putih… Memanfaatkan intrik yang ada dalam kawanan dan reaksi instingtif mereka, pertimbangan-pertimbangan prematur mereka… Menggiring mereka langsung menjadi menu makan malam utama para vampir…

.


.

catatan:

kayanya aku ga bisa nangkep emosi yang pas untuk bagian belakangnya...

makanya jadi pendek begini...

hahhh, kalo ada kesempatan ntar ak perbaikin deh... maav ya semua...

btw ak bikin spin-off dari cerita ini, dari sudut pandang Korra, judulnya The Legendiary of Korra...

kalo ada waktu tolong baca n kasi review ya...

thx...

btw R&R please...