THE ANOTHER BLACK
Disclaimer: Based on Stephenie Meyer's Twilight Saga. Like no one already knew...
.
.
71. Afterlife (Styx -13-)
Wednesday, June 05, 2013
4:07 PM
.
Semula judulnya Dunia Absurd. Diubah supaya lebih nyambung sama semua judul lain di rangkaian Styx
.
Rasa sejuk apa itu?
Ketika terbangun, ia sadar ia masih terbaring telentang di lantai hutan. Kanopi dedaunan terjalin rapat sambung-menyambung di atas kepalanya. Malam masih pekat.
Tunggu. Ia terbaring telentang?
Dan lagi, mengapa ia tak merasakan lengket darah, atau darah kering di wajahnya?
"Anda sudah sadar?" suara pelan itu terdengar. Datar, tapi terasa bagai nyanyian di kesadarannya. Namun begitu beku, begitu dingin... Aura di sekelilingnya membuat bulu romanya berdiri. Ia menelengkan kepala sedikit, berusaha melihat ke sisi. Sebentuk tirai hitam panjang menutupi wajah putih pucat, segaris mata membayang di baliknya...
"HUAAAAAAA~!" tanpa sadar ia berteriak.
"Rupanya benar kata Korra-chan. Anda pasti langsung kena serangan jantung begitu melihat saya, Kuriiwateru-san..."
Seth mengerjap.
Ia kenal suara itu. Dan lebih lagi, ia mengenal perasaan itu.
"Ku ... Kuroi?"
Sosok itu mengibaskan tirai hitam yang menutupi wajahnya. Sebersit senyum tipis muncul di wajah itu. Senyum datar yang ... entah mengapa terasa begitu hangat...
Dan betapa inginnya ia terserap ke dalam senyum itu...
Rasanya memang ia telah sampai ke dunia kematian. Dunia yang tidak nyata.
Ya. Mungkin memang tadi itu Sam menghajarnya sampai mampus. Buktinya kini ia ada di sini, dengan Kuroi di sisinya. Berdua di alam yang sunyi senyap... Tanpa segala kekisruhan tentang perang atau vampir... Tepat seperti ini yang ia inginkan. Damai... Tenang...
Suara kucuran dan gemericik air menyadarkannya. Dan kemudian rasa sejuk itu kembali menyentuh dahinya. Ia baru memperhatikan sekeliling. Rupanya Kuroi membawanya ke tepi sungai, tempatnya membilas darah dan luka-luka di tubuh Seth. Seluruh luka yang ada sudah menutup kini, dan memar-memarnya juga sudah agak pudar. Dalam hati Seth, entah mengapa, malah justru bersyukur Sam menghajarnya. Berkat itu, ia jadi bisa mendapat berkah dirawat Ku...
Astaga, apa yang kaupikirkan, Seth? Tolol, luruskan kepalamu!
"Eh, maaf...," kata Seth begitu benar-benar sadar apa yang tadi ia lakukan. Ketakutan pada sosok asli si serigala hitam, heh? Dan setelah itu langsung terpesona? Tolol benar!
Korra! Ingat Korra!
"Tidak apa," Kuroi menanggapi dengan tenang seraya menyentuhkan sesuatu pada memar di dahinya. Seth meringis. Namun saat itu juga ia mencium sesuatu. Disadarinya Kuroi tak hanya membilas lukanya, tapi juga menutulkan secarik kain yang berbalut semacam cairan berbau menyengat.
"Apa ... itu?" tanyanya, demi dilihatnya sebentuk kendi kecil di tangan Kuroi.
"Obat pendarahan dalam," jawab Kuroi. "Aku tahu penyembuhan Anda berjalan cepat, tapi ini hanya untuk berjaga-jaga, melipatgandakan kecepatan penyembuhan."
Ternyata ada juga shifter yang tak semata menggantungkan diri pada penyembuhan alami... Jika dulu dihadapkan pada hal semacam ini, mungkin Seth akan tertawa. Penyembuhan serigala selalu berjalan bagai sihir, begitu instan. Tapi sekian lama menjalani kehidupan ini, ia sadar banyak bahaya yang juga membutuhkan perawatan lebih. Dan meski penyembuhan mereka cepat, ada pula luka yang tetap butuh berhari-hari atau berminggu-minggu untuk benar-benar pulih. Ada pula saat ketika penyembuhan mereka agak terhambat. Ketika baru saja sembuh, masih lemah, dan mendadak diserang, misalnya.
Dan ada pula luka permanen. Luka penaklukan seperti yang disandang Korra.
Dan bicara tentang luka penaklukan...
Diliriknya Kuroi. Di gubuk waktu itu ia juga melihat ada luka besar di punggung gadis itu. Apa itu juga luka penaklukan? Tapi sosok serigala hitam yang pernah dilihatnya, selain garis putih di leher dan punggungnya, tak punya cacat apapun...
Tapi ia juga tak melihat luka apapun di tubuh si serigala putih. Apa luka penaklukan takkan muncul di tubuh serigala?
Diliriknya Kuroi. Rambut panjang gadis itu menjuntai menutupi punggungnya, menggerai menyapu tanah. Kemarin juga Kuroi dilihatnya sempat terluka... Dan kalau Sue benar, si serigala hitam terluka waktu melawan Ariana di jurang...
"Bagaimana lukamu?" bahkan sebelum ia pikirkan benar-benar, pertanyaan itu sudah menjelma.
Kuroi mengangkat pandangannya, tapi belum sampai mata mereka bertemu, gadis itu sudah kembali menunduk.
"Sudah baik, terima kasih," jawab Kuroi, entah mengapa suaranya agak bergetar.
Suasana ini benar-benar tak nyaman, sungguh. Aneh sekali. Selalu dipikirnya jika berurusan dengan imprint, apalagi dengan sosok yang diidamkannya sejak lama, pastilah mereka akan langsung klop satu sama lain. Bak dua potongan puzzle yang memang seharusnya saling melengkapi. Tapi mengapa ia merasa begitu canggung?
Mungkin apa yang ia rasakan pada Kuroi bukan imprint. Mungkin mereka memang tidak ditakdirkan satu sama lain.
Dan oh ya, tentu saja mereka tidak ditakdirkan satu sama lain! Ia sudah punya seseorang! Terikat padanya oleh segala yang ada, mulai dari anak hingga Sumpah Darah. Dan pada orang itu pulalah Kuroi terikat. Ini bukan benang kusut yang begitu mudah diurai, kan?
Ya, mana ada imprint selemah itu? Dan lagi, mana ada imprint setidak yakin itu?
Ia masih tak tahu alasan lain mengapa ia merasakan tarikan itu pada Kuroi. Tarikan yang ia rasakan bahkan sebelum ia mengenalnya. Sosok serigala hitam di hutan, yang hanya sekelebat dilihatnya dalam kondisi hampir tak sadar. Dan sejak saat itu tak pernah lepas dari pikirannya. Alasan di balik ketertarikannya pada serigala hitam tentu saja bisa dikejar secara rasional, mulai dari kekaguman pada sosok heroik itu, hutang budi, keingintahuan, penasaran… Oh, ia bahkan bisa menyalahkan Cole dan Ben yang giat memanas-manasinya dengan memutar ulang adegan itu berulang kali. Entah berapa persen bagian yang dipelintir, ia bahkan sudah tak ingat—entah memori itu dirusak oleh kesadaran komunal kawanan atau mungkin pikirannya sendiri yang secara tak sadar mengembangkan versi yang paling membuat alam bawah sadarnya senang. Ia tahu betapa bahayanya kekuatan pikiran. Yup, bisa saja mereka, sadar atau tidak, menyuntikkan ide itu ke kepalanya, dan ia merasa nyaman dengan ide itu hingga tak berkehendak melepaskannya. Ide bahwa ia mencintai si Hitam.
Ya, cuci otak dan rekayasa memori adalah keahlian Cole. Ialah korban yang sudah pasti.
Kenyataan dibentuk oleh pikiran, itu bukan teori tapi fakta. Ia membuktikannya. Ia mendekati Korra karena termakan ide bahwa gadis itu adalah si serigala hitam. Berat baginya mendapatkan Korra dan berat pula baginya berjuang bahkan untuk mencintainya, mempertahankan cintanya... Gadis itu, jujur saja, begitu sulit. Ia mempesona di satu waktu dan mengerikan di kesempatan lain. Jika bukan rasa tanggung jawab menahannya, rasanya ia ingin kabur setiap saat...
Itukah alasannya melakukan imprint? Alam bawah sadarnya menyediakan jawaban untuk kabur?
Jika ya, tolol benar. Betapa tak bertanggung jawabnya...
Tapi soal tarikan itu satu yang ia tahu. Jacob bilang, bahkan sebelum Nessie lahir, ia sudah merasakan tarikan untuk selalu ada di sisi Bella. Tarikan yang mengarah pada sosok belahan jiwanya. Alam bawah sadarnya mengatakan bahwa ia harus ada di sana. Insting yang tak bisa dijelaskan. Simpul-simpul yang digerakkan kata tidak jelas bernama takdir... Hingga rentetan demi rentetan kejadian menemukan maknanya...
Apa ketertarikannya pada si serigala hitam juga bagian dari imprint?
Tapi begitu imprint itu terjadi, mengapa begitu lemah?
Tentu saja kepalanya sudah menyediakan jawaban itu. Kuroi terikat pada Kierra, kesetiaan tertingginya adalah pada Kierra. Dan ia sendiri sudah dijanjikan pada Korra. Sumpah pastinya memperlemah tarikan imprint, tapi tak bisa menghapus sepenuhnya. Tidak karena ia sudah melihat sosok serigala hitam itu sebelumnya, walau tak berkesempatan melihat matanya. Bahkan tidak waktu di tepi sungai, ketika mereka bertemu Kierra. Melihat serigala hitam itu berdiri anggun, ia merasakan ketertarikan mutlak pada sosoknya hingga segala di sekitarnya menghilang, tapi mereka tak pernah bertemu mata. Tidak pula dalam dua kali Korra mengajak Kuroi double date. Saat itupun ia selalu merasa sesuatu yang aneh, pandangan ragu dan menyelidik, juga sedikit bersit ketakutan, memancar dari mata Korra, yang ia sembunyikan di balik keceriaannya. Dan di sisi lain, tak bisa tidak ia merasa, Kuroi pun selalu berupaya menghindar. Agar tak menatap langsung matanya...
Mungkinkah Kuroi juga merasakan ketertarikan itu? Dan berupaya keras mencegah hal itu terjadi?
Diangkatnya wajahnya. Mata Kuroi masih bersikukuh menolak menatapnya.
Apakah benar? Kata Korra? Kuroi juga...
Tidak mungkin.
.
"Anda sudah bisa bangun, Kuriiwateru-san?"
Kalimat yang jauh dari pikirannya yang mengawang-awang tak jelas itu membuat Seth terhentak. Mengerjap.
"Eh?" adalah respon tercerdasnya. Yup, bagus sekali, Seth.
Tapi Kuroi rupanya tidak terlalu peduli dan mencoba tetap berada pada jalur yang tepat.
"Kierra-sama berpesan, jika Anda sudah bisa bangun, untuk turut dalam pencarian Korin-kun. Anda dan Fureru-kun akan ikut dalam kelompok saya," ucapnya formal.
Baru Seth sadar. Alasan mengapa ia ada di sini. Pencarian Collin, ya. Ia di sini demi Collin. Kenapa ia malah teralihkan oleh hal lain?
Entah mengapa Seth merasakan kecemburuan yang aneh. Kuroi memanggil Cole dengan nama depan, tapi ia sendiri dengan nama belakang? Tapi kemudian ia ingat, Cole sahabat Korra di sekolah dan katanya Kuroi juga sering nongkrong dengan mereka. Tapi mengapa bahkan Brady pun ia panggil dengan nama belakang?
Heh, memangnya ia harus mengurusi itu?
Lebih dari itu, apa tadi Kuroi bilang?
"Aku dan Brady akan ikut kelompokmu? Bukankah ... eh, aku akan ikut Phat?" ia mengingat pembagian asal-asalan yang diputuskan Korra secara sepihak barusan.
"Kierra-sama butuh Phatto-san untuk menelusuri jejak Korin-kun yang paling pekat. Anda dan Fureru-kun diminta untuk mengikuti jejak lain, berjaga seandainya jejak itu sengaja dipasang para makhluk dingin untuk mengelabui, seandainya Korin-kun memang di tangan mereka."
Benar, memang ada juga kemungkinan itu.
"Lalu, Sam," ditekannya kemarahan dan kebenciannya pada si ular berbisa itu—tepat sekali julukan Jacob padanya: 'Medusa', heh? Ia memang raja ular. "Apa ia juga ikut?"
Ya, tak ada gunanya bersikap antipati pada Sam sekarang, betapapun kejinya ternyata si mantan Alfa di balik topeng yang selalu dihormati siapapun itu. Tak ada gunanya. Korra jelas menaruh kepercayaan penuh pada Sam. Sedang ia masih dalam proses untuk mengambil kepercayaan Korra. Dan ia butuh Korra dan Sam untuk mendapatkan kembali Collin. Urusan pengkhianatan Sam pada Jacob dan bagaimana ia harus membereskan hal itu bisa ditunda dulu.
"Yuri-dono dan Rahote-san menelusuri arah timur laut," jelas Kuroi. "Sejauh ini belum ada apapun, tapi Yuri-dono menemukan beberapa jejak aneh."
"Jejak aneh?"
"Makhluk dingin. Menurut penilaian Korra-chan, jejak auranya bercampur dengan aura serigala."
"Jejak aura?"
"Bakat Korra-chan adalah menilai aura theriomorph."
Jujur saja, itu sama sekali tidak aneh.
"Bukankah memang bau shifter sudah jelas?"
"Tidak. Aura bukan bau. Bau bisa hilang atau tercampur. Serigala buangan seperti saya, misalnya, punya bau yang sangat tipis. Sulit juga mendeteksi bau theriomorph yang belum berubah atau orang yang memiliki darah tapi tak bisa berubah. Bau tiap theriomorph memang berbeda, tapi sulit membedakan posisi mereka dalam hierarki dari baunya."
Seth melongo. Bukan mutlak karena isi kalimat itu, sebenarnya. Ia bahkan tak bisa mencerna hampir separuhnya. Tapi lebih karena itu adalah kalimat terpanjang yang pernah diucapkan Kuroi. Dan cara Kuroi mengatakannya... seakan itu bukan hal yang wajar saja. Seakan ada sesuatu yang lebih, kemampuan yang melebihi siapapun serigala yang ia kenal.
"Apa maksudmu Korra bisa melakukan semua itu?"
Gadis itu mengangguk.
"Apa itu kemampuan Kierra?"
"Bukan. Korra memilikinya sejak awal."
Wajar saja sebenarnya. Anggota kawanan lain itu jelas punya kemampuan di atas rata-rata. Phat dengan indera penciumannya. Kuroi yang bertarung begitu indah. Kierra ... ia tak tahu bagaimana Kierra bertarung, tapi dia kepala suku yang agung, kan? Tak sulit membayangkannya bertarung dalam versi yang lebih anggun, tapi juga lebih mengancam, ketimbang Jacob dan Sam disatukan. Dan jika Korra punya sensor aura... ya, mungkin itu wajar.
Tapi lebih dari itu, ada sesuatu pada cara Kuroi mengatakannya... Ketika ia bicara... Bibirnya bergerak begitu serasi... Bibir mungil, kecil, tipis, begitu bening...
Astaga, Seth, apa lagi yang kaulamunkan?
Fokus, fokus.
Tunggu. Korra bisa mengenali aura, katanya? Apa itu artinya ... waktu di bandara, ketika Korra mengenali Jacob, apakah itu karena ia mengenali aura Jacob? Aura Alfa?
Apa itu berarti juga Korra tahu posisi orang-orang dalam hierarki kawanan? Cole? Seth? Itukah alasan ia mendekati mereka?
Sebentar. Itu juga berarti Korra tahu siapa-siapa saja yang akan berubah? Noah, misalnya? Itukah yang dilakukan Kora? Apa Korra berupaya mencuri rekruitmen baru mereka? Bahkan jika ia tak bekerja sama dengan Sam, ia tetap akan tahu?
Tunggu. Mengapa ia butuh mereka? Untuk memperkuat kawanannya? Tapi kalau begitu, lebih mudah jika ia langsung saja mengalahkan Jacob, kan? Ketimbang susah payah membawa mereka yang hampir berubah ke luar tanah Quileute dan menaklukkan mereka satu per satu? Itu sama sekali tak efektif, bahkan jika itu bisa dilakukan. Serigala baru sangat tak stabil, lemah, dan lebih banyak mengundang masalah ketimbang mereka yang lebih senior. Dan berbeda dengan vampir baru, serigala baru hampir tak punya kekuatan lebih, baik dari kelincahan, tenaga, ataupun kemampuan lain. Malah, jika mendengar kata Korra tentang Noah, masih butuh waktu hingga serigala itu bisa menyesuaikan diri hingga mencapai level kawanannya. Ia jelas takkan melakukannya jika ia jadi Korra. Ia akan lebih memilih menaklukkan sekawanan ksatria yang jauh lebih berpengalaman.
Jadi untuk apa?
Jadi cuma satu alasan ia mengklaim Noah. Jika bukan sengaja untuk mencari barang pertukaran. Yaitu ia tak sengaja.
Atau ada yang lain, yang belum Seth tahu.
Tapi yang jelas, satu kemungkinan gugur. Tak mungkin Korra sengaja ingin membentuk batalion baru dengan menculik calon-calon serigala baru Quileute.
Hei, sebentar. Apa tadi ia bilang lewat auranya, bisa diketahui kedudukan seorang serigala dalam hierarki?
Dan hierarki di kawanan Quileute didasarkan pada darah...
Serangan yang terjadi padanya, dua kali. Jacob. Embry. Collin. Ben.
Ia selalu berpikir bahwa kedudukan seseorang dalam kawanan hanya bisa diketahui jika mereka berada bersama kawanan. Yang artinya tak mungkin mengetahui hierarki seseorang jika ia sendirian, seperti yang selama ini terjadi. Jacob, yang awalnya sudah mempertimbangkan ucapan Embry dan Cole bahwa petinggi mereka yang diincar, akhirnya mulai menerima teori bahwa yang terjadi adalah serangan acak guna memperlemah kekuatan serigala. Tapi ternyata tidak. Hierarki bisa diketahui dari aura.
Kalau begitu aura Alfa pasti jelas terlihat. Jacob pasti incaran utama. Seth diserang karena waktu itu hanya ada ia di hutan, ketika Jacob tak ada di tanah Quileute. Dengan posisinya sebagai Beta, ialah pengganti Alfa saat itu. Cole mungkin ikut diincar karena dua alasan. Satu, mungkin sebagai pewaris utama Jacob, ia memiliki aura terkuat kedua. Atau alasan nomor dua, setelah sebelumnya sempat mengidentifikasi sang Alfa adalah serigala merah kecoklatan, Cole diserang karena dianggap sebagai sang Alfa karena warna bulunya. Lantas Ben... sepupu tingkat tiga Jacob. Ia juga memiliki darah Black. Saat itu Cole terpisah di tanah Cullen, Ben di tanah Quileute. Ben pastinya sedang secara tak sadar mengemban posisi sebagai serigala dengan hierarki tertinggi saat itu, dibandingkan dua lainnya, Brady dan Pete. Dan bahkan Pete pun ikut diserang...
Tapi mengapa Embry? Karena ia Gamma? Atau karena kebetulan saja ia ada ketika Seth diserang?
Atau ... mustahil.
Embry juga memiliki darah Black?
Itu tak mungkin, kan? Semua orang berpikir kesempatannya yang paling tinggi adalah menjadi Embry Uley.
Tapi Seth tahu Embry meragukannya. Embry begitu berbeda dalam segala segi dengan Sam. Tapi juga ia begitu berbeda dengan Jacob. Sulit menempatkannya sebagai saudara Sam atau Jacob. Sebelumnya di hutan, Seth sempat mendengar lintasan pikiran Embry soal teori hubungan antara darah dan warna bulu. Embry mengira dirinya berada dalam salah satu cabang keluarga Clearwater, mungkin dekat dengan Uley tapi bukan saudara seayah Sam.
Tapi kalau begitu jadinya aneh. Embry satu-satunya anomali dalam deretan para korban yang seluruhnya berdarah Black. Mengapa Embry juga ikut diserang?
Apa benar karena ia Gamma? Atau karena ia kebetulan ada di sana?
Tapi tunggu sebentar. Tadi itu ... apa Kuroi mengatakan sesuatu tentang ... jejak vampir yang bercampur dengan aura serigala?
"Sebenarnya siapa, atau tepatnya apa, yang selama ini mengincar La Push?" ia bicara bagai bergumam, menatap Kuroi dengan mata memicing. "Kawanan kalian tahu sesuatu, kan?"
Tapi Kuroi masih menolak menatapnya. "Maaf, itu bukan hak saya untuk mengatakannya..."
Hampir saja Seth menggeram. Kenapa setiap saat ia menyentuh titik kunci semua misteri ini, saat itu pulalah ada tembok mahabesar dan mahatebal yang mencegahnya? Apa wilayah itu begitu terlarang?
Seth mencoba bangkit. Kepalanya masih pening, sehingga ia hanya bisa duduk. Keningnya berkerut penuh konsentrasi, berupaya menghalau rasa pusing yang menyiksanya karena dua hal: hantaman Sam dan Paul serta urusan rahasia Korra.
"Aku tahu kau ada di bawah Titah Alfamu untuk bungkam," katanya. "Tapi tolong, pertimbangkan ini, Kuroi. Jika kalian terus menutup-nutupi hal-hal penting, kalian takkan bisa mendapatkan kepercayaan Jacob. Dan kalau Alfamu ingin mengadakan kerjasama dengannya, itu harus dibangun atas dasar kepercayaan, bukan rahasia. Kau tahu betapa sakitnya digerakkan bak pion, harus melakukan ini dan itu tanpa tahu alasannya...," tanpa sadar ia mengumandangkan curahan hatinya. Betapa sekian bulan ini mereka hanya jadi bidak dari Sam The Zordon... Tanpa tahu apa-apa, menjadi pelengkap dari rencana yang ia tak tahu apa... Tanpa sadar saling curiga, saling menyerang satu sama lain. Rahasia Sam membuat semua orang saling berselisih.
Jika rencana Sam melibatkan skema buruk adu domba, ia berhasil. Tapi masalahnya, untuk apa? Apa artinya bagi Sam bila kawanan hancur dari dalam? Mereka takkan bisa melindungi La Push... Bukan hanya Jacob, tapi seluruh kawanan. Tujuan Sam melindungi suku takkan tercapai.
Kecuali jika ia menginginkannya.
Tapi untuk apa?
Tak bisa ia membayangkan Sam bisa sekejam itu. Menginginkan kawanan hancur? Sama sekali bukan Sam.
Tapi jika tidak begitu, artinya cuma satu.
Sam jenderal perencana yang buruk. Sangat.
.
Kuroi sama sekali tak bereaksi dengan ucapannya dan memang ia tak mengharapkannya juga. Agak mengutuk, kembali Seth berusaha bangkit. Kepalanya agak pusing, ya, tapi penyembuhannya kelihatannya sudah bekerja. Rusuknya yang patah tak terlalu sakit lagi. Rasanya ia cukup kuat, ya, pasti. Bagaimanapun Sam dan Paul menghajarnya, ia tidak diserang sesuatu yang melibatkan racun vampir. Pemulihannya memang tidak secepat Black lain tapi pastinya cuma segini takkan masalah. Karenanya ia benar-benar tak menduga ketika ia bangun, justru rasa pusing menyerangnya dan tubuhnya oleng ke samping.
"Saito-kun!" terdengar seruan Kuroi, dan dirasanya tangan yang lembut, namun kuat menopangnya.
Dan kembali mata mereka bertemu. Mata yang hitam, tenang, dalam... Dengan sinar yang aneh... Gelombang perasaan yang aneh... Seakan ia terserap...
Segera kekikukan melanda setelahnya. Seth menegakkan tubuh, berdehem-dehem. Dan Kuroi menundukkan kepala. Sesuatu yang panas menguar darinya. Dan begitu Seth melirik, dilihatnya sekilas wajah itu merona.
Oh, Tuhan...
Seth buru-buru mengalihkan pandangan. Dirasanya wajahnya sendiri membara.
"Ma, maaf..." ucap Kuroi lirih.
"Tidak. Aku yang minta maaf..."
Dalam hati Seth sibuk mengutuki dirinya. Apa ini? Ia menapak di daerah terlarang. Ini tak boleh terjadi.
Ini harus diakhiri sebelum dimulai.
"Umm, Kuroi?
"Ha, hai..."
"Umm, tadi kau memanggilku ... Saito..."
Kuroi agak mengeluarkan suara napas tertahan, lantas makin menundukkan wajah.
"Hai..."
"Ummm, aku jadi serasa jadi orang Jepang betulan. Kuriiwateru Saito, aneh sekali..."
"Ma, maaf..."
"Aku tidak keberatan, sebenarnya..."
Hah, apa yang ia ucapkan?
Salah, salah! alarm di kepalanya berteriak-teriak. Jangan bicara macam-macam lagi dan langsung saja bilang kau tak bisa bersamanya, Seth!
"Tidak," Kuroi bergerak menghadapnya, langsung memasang gestur kaku dan membungkuk. "Itu tidak patut. Maafkan saya, Kuriiwateru-san."
"Sebenarnya dipanggil Saito lumayan keren, sih... Aku jadi serasa anggota Shinsengumi..."
Hei! Ngomong apa sih dia?
Jangan bicara ngawur! Cepat bilang kau tak menginginkannya, Seth!
"Tidak. Saya telah lancang. Sekali lagi maaf, Kuriiwateru-san."
"Jangan terus membungkuk begitu. Aku kan jadi serba salah."
Kuroi menegakkan punggung, tetapi tetap menundukkan kepala.
Melihat Kuroi bersikap kikuk begitu, sama sekali bukan dia yang pendiam dan penuh kontrol seperti biasa, anehnya membuat Seth makin memerah. Jantungnya berdegup dalam irama yang aneh.
"Ti, tidak perlu begitu," katanya. "Aku yang minta maaf, aku terlalu lemah..."
"Tidak..."
"Tapi memang begitu nyatanya," ujar Seth muram. Ia bahkan heran ia mengakui kelemahannya pada Kuroi yang notebene tak dikenalnya. "Kau pastinya tahu, aku begitu mudah dikalahkan waktu itu. Dua kali, bahkan. Belum termasuk waktu oleh Collin. Di kawanan aku yang paling..."
"Tidak, itu tidak benar!"
Kuroi berucap tegas, agak bersikukuh, dan sedetik Seth ternganga. Tapi kemudian itu membuatnya terkekeh miris. Tahu apa memang serigala ini soal dirinya?
Tapi seolah bisa membaca pikirannya, Kuroi bicara lancar, "Saya tahu karena selama ini saya memperhatikan Anda. Saya tahu bagaimana Anda begitu serius menjaga tanah ini ketika tak ada anggota kawanan lainnya yang menjaga. Atau ketika Anda menyerang para vampir yang memangsa laki-laki di hutan waktu itu, padahal Anda tahu Anda sendirian. Anda memang kalah tapi jumlah lawan Anda banyak, jadi mungkin itu wajar, jika Anda tak pernah menghadapi yang seperti itu sebelumnya. Dan sesudahnya, Anda terus berupaya meningkatkan kemampuan tak hanya Anda sendiri, tapi juga seluruh kawanan. Dan saya juga tahu, Anda yang bertanggung jawab atas jalannya patroli dan lain sebagainya."
Seth ternganga, jujur saja. Kuroi tahu semua itu?
Tahu Korra selama ini menyelidikinya, pastinya itu tidaklah mengherankan. Selama ini Jacob memang jenderal, tapi bagaimana Titah Jacob sampai dan dilaksanakan anak buahnya sepenuhnya adalah tanggung jawab Seth dan Embry. Seth kebagian tugas menerjemahkan perintah Jacob, memberi landasan logis untuk meyakinkan mereka, dan mengatur detail masalah teknis. Sedangkan Embry memastikan tugas itu terlaksana, atau meng-cover tugas yang tidak bisa dilakukan Seth—seperti soal pengawasan, misalnya—dengan bantuan Quil tentu saja. Sayap kiri mereka selama ini agak bermasalah dengan apapun Titah Jacob. Adam dan Caleb memang selalu menurut dan bertanggung jawab dengan tugasnya, tapi dua makhluk sinis Harry dan Clark agak suka mempertanyakan, sehingga butuh penanganan ekstra. Bukan berarti sayapnya mudah. Collin jelas selalu menentang, tapi ia bersyukur ada Brady. Geng Gossip Guys mudah dikendalikan asal Collin bisa dipegang, dan Seth jelas menggenggam Collin. Josh memang agak-agak bekerja sendiri setelah Brady mengacuhkannya untuk sebab-sebab yang Seth tidak tahu, tapi ia juga bukan tipe penentang.
Selama ini Triad bekerja dalam keseimbangan yang sempurna, dengan dua wakil jenderal yang mampu memastikan operasional kawanan lebih dari yang mampu dikerjakan Alfa mereka. Sampai-sampai si kritis Cole, ditambah Harry dan Clark—mereka selalu tidak akur kecuali dalam urusan 'menentang Jacob'—selalu mempertanyakan peran Alfa sebagai pemimpin kawanan, jika dua wakilnya selalu menjadi penanggungjawab pelaksana, sedangkan sang Alfa hanya mendengungkan perintah tak jelas tanpa dasar dan ribut sendiri dengan isi kepala kusutnya, terus saja meneriakkan Titah kontroversial. Cole bahkan berani berpikir lancang lebih jauh, menganggap Jacob hanya Alfa pajangan, dengan Seth sebenarnya yang menggerakkan kawanan. Seth atau Sam, dua orang itu. Tapi Seth tentu tahu itu tak benar. Ia takkan memutuskan atau melaksanakan apapun, atau bahkan merencanakan apapun, jika tanpa perintah Jacob.
Tapi, mendengar penilaian seperti itu dari kawanan lain... Dan lebih lagi, Kuroi mengatakannya dalam cara yang ia yakin membuat siapapun malu.
"Anda tidak lemah, Kuriiwateru-san," tekan Kuroi lagi. "Saya tahu itu. Anda tahu, selama ini saya me…" Kuroi berhenti bicara dan wajahnya makin menunduk. Di balik tirai hitam itu, Seth bisa melihat warna merah membara di wajah pucat Kuroi. Apa sebenarnya yang Kuroi ingin katakan?
"Kau terlalu berlebihan pastinya," ia sadari mukanya ikut memerah. "Aku tidak bisa dibandingkan denganmu. Kau juga melawan mereka sendirian."
"Saya tidak sendirian. Anda mungkin tidak melihat. Tapi ketika Anda pertama diserang, saya bertarung bersama Korra-chan. Dan pada serangan Anda yang kedua, saya datang begitu terlambat sehingga hanya menolong Alfa Anda. Anda ditolong Phatto-kun waktu itu."
Mendengarnya, Seth hanya melongo bagai orang bodoh. Selama ini ia mengira hanya serigala hitam-lah pahlawannya. Tapi ternyata bukan hanya dia, tapi juga Korra dan Phat? Persepsinya harus diubah total kalau begitu.
"Ehm, Kuroi, boleh aku tanya sesuatu?"
Melihat anggukan kecil gadis itu, atau mungkin lebih tepatnya 'wanita itu', Seth melanjutkan.
"Waktu itu aku digigit, kan? Apa memang Korra yang menghisap racunku?"
Ya. Soal ini penting.
Kuroi lama diam sebelum akhirnya menjawab. "Maaf, tapi tidak, Kuriiwateru-san. Kali pertama, kami tak punya cukup waktu untuk mengecek apa Anda digigit, sehingga Korra-chan hanya menotok aliran darah Anda untuk mencegah menjalarnya racun. Dan kali kedua, ia tak berani menghisap apapun lagi, sehingga sayalah yang melakukannya."
Rasanya ia tak percaya. "Kau?"
Kuroi mengangguk kecil. "Saya akui, berbeda dengan Korra-chan, saya mungkin tak bisa terlalu tajam merasakan apakah masih tersisa racun di tubuh Anda. Tapi bahwa Anda masih bisa bertahan, itu membuktikan bahwa daya tahan tubuh Anda bisa memerangi sisa racun..."
Tubuhnya bisa memerangi racun?
Benarkah itu?
Bagaimana bisa?
"Tunggu sebentar," sela Seth, menyadari ada yang lebih penting. "Mengapa memang Korra tak berani menghisap racunku?"
"Karena Anda berdarah Buraku."
"Memang kenapa? Ia jelas menghisap racun Jacob..."
"Hanya pada penyerangan pertama. Dan ia takkan mau melakukannya lagi."
"Mengapa?"
"Karena ia takut tergelincir."
"Te, tergelincir?"
"Ya. Seperti waktu dengan Alfa Buraku-san. Ia tak bisa menahan diri, nyaris mengeringkannya..."
Seth tidak tahu apa-apa mengenai itu, sungguh. 'Mengeringkan', kata Kuroi? Kapan? Apa sewaktu Jacob koma sesudah penyerangannya itu?
Tapi lebih daripada itu…
"Apa maksudmu 'mengeringkan'?"
Kuroi tak menjawab, tapi secara otomatis pikirannya sudah menyediakan jawaban itu. 'Menghisap darah Jacob sampai habis'.Tentu saja ia tak bisa berharap kurang dari itu dari seorang tunggangan hibrida. Tadi saja Sam jelas-jelas memberi Korra darah manusia… Kemungkinan besar darah Jacob.
Darah Jacob…
Baru diingatnya. Brady bicara sesuatu soal Edward membantu Jacob setelah ia diserang vampir, kan? Ia tahu Edward sedang mengembangkan semacam serum yang dapat membantu proses penyembuhan dan lain-lain, tapi bagaimana tepatnya ia bisa menetralkan racun di tubuh Jacob? Apa ia telah dapat mengembangkan serum penawar racun vampir? Tidak, tidak, itu terlalu sulit. Edward pasti akan bilang padanya kalau sudah sampai tahap itu. Tapi ia cuma bilang bisa memanfaatkan racun itu untuk pengobatan… Cuma ada satu kemungkinan. Racun itu, beserta darah Jacob, dihisap terlebih dahulu sebelum tubuh dan jantungnya dinetralkan.
Dan ia bisa membayangkan. Darah Jacob… pasti tak mungkin dibuang begitu saja, kan? Mungkin Edward meminta Caleb atau Adam menyimpan sebagian, untuk melanjutkan penelitiannya. Siapapun tahu bagaimana sifat keingintahuan ilmiah Carlisle. Mungkin Edward juga sama. Pasti ada banyak darah Jacob di rumah Cullen, Seth bisa membayangkan. Disimpan rapat dan rapi sesuai standar Carlisle. Mungkin sekali Sam mencuri beberapa botol…
Tapi Sam bilang, ada banyak persediaan…
Mungkinkah ini…
Konspirasi total…
Mustahil.
Edward juga terlibat?
Caleb dan Adam … apa mereka juga agen Sam? Atau hanya dimanfaatkan?
Tunggu, tunggu. Itu sama sekali tidak masuk akal. Ia berpikir terlalu jauh. Dan lagi kemungkinan ini kelewat absurd. Mana mungkin demi menyediakan darah untuk Korra, Sam merencanakan seluruh serangan?
Ia harus berpikir lebih ke dasar.
Sam ingin melindungi suku, kan?
Vampir sial yang menyerang mereka itu, musuh Korra dan Sam juga kan?
Tapi bayaran yang diminta Korra… darah Black… apa memang artinya bukan Korra ingin membunuh Jacob, tapi menginginkan darah Jacob? Sebagai makanan? Ada apa memang dengan darah Black? Apa istimewanya? Mengapa harus darah Black? Jika memang Korra butuh darah, itu bisa darah siapa saja kan? Dan lagi, kalau memang ia menginginkan darah kakaknya, seharusnya ia bisa menyerang Jacob kapan saja. Mereka ada dalam satu rumah. Tak perlu sengaja merencanakan serangan agar ada lintah yang menyuntikkan racun pada Jacob, supaya ia bisa menemukan alasan untuk menghisap habis darah kakaknya…
Dan bau lain yang ia cium dari darah yang diberikan Sam itu…
Bau racun…
Apa itu racun vampir?
Korra kebal racun vampir, kata Sam.
Tapi lantas kenapa? Kenapa Sam harus memberikan darah Jacob yang sudah terkontaminasi racun vampir?
Sebentar, sebentar.
Kembali sedikit ke awal. Darah Jacob… Darah Black… Darah Alfa…
Suara itu bergemerincing di kepalanya. Ia sudah menjawab pertanyaan ini sebelumnya. Cerita Old Quil. Kierra menghisap darah kepala suku sebelumnya… Guna mendapatkan hak atas kawanan… memberikan kekuatan…
Darah Alfa memberi kekuatan lebih pada Korra. Membuatnya lebih mampu menopang Kierra…
Korra hanya tunggangan Kierra. Kierra tak mampu mengklaim Korra sepenuhnya. Ia lemah. Karenanya ia butuh darah Alfa … kekuatan Alfa … untuk menopang Kierra.
Alasan mengapa Korra juga tak berani menghisap racunnya… adalah karena ia juga memiliki darah Black. Itu juga menjawab mengapa tadi Sam mempertanyakan kesiapan Korra, apa Korra sudah berburu, sebelum mempertanyakan reaksi Korra jika menemukan Cole dalam keadaan terluka.
Darah Black adalah candu bagi Korra…
Tapi itu tetap tak menjawab mengapa ia harus memberikan darah yang terkontaminasi racun vampir!
Sial! Jalan buntu lagi!
Atau ia memang berpikir terlalu jauh?
"Kau bisa jelaskan, Kuroi? Apa urusan sebenarnya Kierra di tanah ini? Apa maunya dengan darah Jacob? Apa yang sesungguhnya kalian inginkan?"
Tolol sekali ia menanyakan itu. Tentu saja Kuroi takkan mengatakannya.
"Kau bagaimanapun harus menjelaskannya padaku, Kuroi," tekan Seth lagi, melihat Kuroi masih bungkam. "Jika kau ingin bantuan, aku bisa memberikan. Aku tahu kau terhubung dengan Korra sekarang, jadi biar kukatakan ini. Aku belum ditendang dari kawanan. Aku masih Beta. Entah di mana aku jika Cole ditemukan nanti, tapi sekalipun aku Omega, aku tetap punya pengaruh atas kawanan. Mereka mendengarkanku. Embry mendengarkanku. Embry sahabat Jacob dan sama sepertiku, ia juga punya pengaruh atas Jacob. Aku bisa menjadi perantara antara Korra dan Jacob. Tidak perlu penaklukan atau perjanjian atau apapun. Kalian akan saling diuntungkan dengan kerjasama yang jujur, lebih dari yang kalian bayangkan. Percayalah."
Seth terdiam setelah ucapannya yang menggebu-gebu barusan. Apa pesan itu sampai? Apa Korra bahkan akan mempertimbangkannya?
"Saya tahu Anda punya itikad baik. Tapi persoalan tidak sesederhana itu, Kuriiwateru-san..."
"Persoalan serumit apapun pasti bisa diurai, Kuroi! Asal kita saling terbuka... Perlu suasana kondusif untuk sebuah pembicaraan untuk mendapatkan hasil yang membahagiakan semua pihak, kau tahu? Saat semua penuh rahasia seperti ini, apa yang bisa dibicarakan? Kau tak percaya pada kami, kami tak bisa percaya pada kalian..."
"Alfa Anda yang terlebih dahulu menampik tawaran..."
"Itu karena Korra mengungkit masalah penaklukan dan penjajahan, demi Tuhan!" ia berseru agak tak sabaran.
Mungkin semua orang berpikir karena Kuroi begitu pendiam, ia akan mudah dipengaruhi. Atau tepatnya Seth mengira, ia bisa memanfaatkan urusan imprint ini untuk mengekstrak pengetahuan Kuroi, jika ia tak bisa memanfaatkan hubungannya dengan Korra. Tapi tidak semudah itu. Kuroi bahkan lebih sulit ketimbang Korra.
Seth berusaha meluruskan kembali kepalanya, mencoba bersikap tenang.
"Tolong, Kuroi. Minta Korra mempertimbangkan ini. Ia tahu seperti apa kakaknya. Dengan pendekatan yang tepat, asal semua praduga buruk di antara kedua kawanan dihapus, aku yakin ia akan setuju menjalin kerjasama yang saling menguntungkan."
"Saya yakin kerjasama yang saling menguntungkan akan bisa terwujud dengan mudah seandainya saja Alfa Anda tidak bersikap demikian sulit. Maaf jika saya bicara lancang, tapi Anda ada di tempat ketika pembicaraan pertama terjadi. Apa menurut Anda, Alfa Anda telah bersikap tepat dengan menantang Alfa kami? Bahkan sesudahnya, berkali-kali kami selalu menghubungi dengan rendah hati, berusaha menunjukkan itikad baik, bagaimana tanggapan Alfa Anda? Anda orang yang penuh pertimbangan, Kuriiwateru-san. Saya rasa Anda bisa menilai tanpa bias."
Jika sejak tadi Seth terus melihat Kuroi sebagai imprintnya dan orang yang potensial merusak hubungannya dengan Korra, kali ini ia melihat Kuroi sebagai yang lain. Ucapannya tadi bukan ucapan gadis pemalu atau semacamnya, topeng yang diperlihatkan Kuroi. Itu ucapan yang keluar dari seorang yang lain. Serigala yang lebih dekat dengan image heroik serigala hitam yang menyelamatkannya dulu.
Jenderal Utama kawanan. Ya, itu dia.
Ia sadar ia harus lebih berhati-hati dengan Kuroi. Bagaimanapun ia tak bisa dianggap remeh.
Imprint tak boleh melemahkan penjagaannya.
.
"Um, maaf, Kuriiwateru-san" mendadak Kuroi menyela. "Kierra-sama menyuruh kita segera berangkat. Fureru-san akan memisahkan diri dari kelompok Kierra-sama dan mengikuti kita begitu Anda berubah. Ia sudah menunggu."
"Oh," Seth tersentak. "I, iya..."
Ck. Wabah melamun dan berpikir acak Jacob sudah menjangkiti dirinya rupanya. Atau memang itu juga sudah bawaannya dari awal? Jacob selalu bilang ia kelewat banyak menawarkan ribuan kemungkinan. Tapi menganalisa macam-macam di saat seperti ini? Ugh, benar-benar tak tahu tempat!
Tak lagi menunggu Seth, Kuroi beranjak dari tempat itu, pergi ke arah pepohonan. Tak lama sesosok serigala hitam keluar dari balik pepohonan. Memberinya isyarat untuk mengikuti.
Seth mengangguk cepat. Segera sesudah serigala itu kembali ke balik barisan pepohonan, ia melucuti pakaiannya, dan mengubah diri. Langkah-langkah kakinya menjejak ringan rerumputan, menembus pepohonan, mengendus jejak Kuroi.
Benar kata Kuroi, baunya begitu samar. Berbeda dengan serigala lain. Tapi bukan berarti ia tak dapat mengikuti. Entah bagaimana, bukan bau yang membimbingnya. Seakan ia tahu ke mana Kuroi pergi, di mana Kuroi berada. Lebih kuat dari apapun, instingnya menunjukkan ke mana sang serigala hitam itu bergerak.
.
.
"Kau bilang Seth ada di tanah terlarang milik Zacharias Black?" mata Jacob membelalak, begitu Embry mengatakan padanya apa yang didapatnya ketika ia berubah semalam.
Embry mengangguk.
"Dan bahwa Zacharias Black adalah leluhur Korra?"
Kembali Embry mengangguk.
"Dan mengapa kau tidak mengatakan padaku lebih cepat?!"
Tuntutan Jacob, bagaimanapun terdengar salah tempat, memang wajar. Hari sudah hampir menjelang fajar, dan Embry mendapat berita itu senja tadi. Mengapa ia harus menunggu lebih dari sepuluh jam untuk mengatakannya?
"Maaf, Jake… Kau tahu Adam menyuruh kami untuk menjauh darimu, tidak mengganggumu masalah kawanan…"
"Tapi aku tetap berhak tahu! Kaupikir kau berhak menyimpan informasi dariku? Siapa memangnya kaupikir aku?!"
Jacob wajar merasa frustrasi, memang. Adam secara teknis mengurungnya beberapa hari ini. Semua orang berpikir ia begitu lemah… Hanya karena ia beberapa kali mengalami gagal jantung… Ia tahu Adam dan kawanan hanya berusaha melindunginya. Tapi menyimpan informasi sepenting ini? Cih. Mengapa tidak lantas mereka menurunkannya saja dan menggantinya dengan Embry?
Yang sebenarnya, secara teknis, memang sudah terjadi. Embry Alfa pengganti sekarang. Dan ia hanya Alfa tak berguna yang teronggok di pojok bagai orang jompo, sementara kawanannya dilanda kekisruhan dalam keadaan tidak jelas dan simpang siur.
"Tenang, Jake…," Embry bagaimanapun tahu betul sifat sahabatnya. Ia mendekat, duduk di sofa di sebelah Jacob, mengusap-usap punggung sahabatnya dengan gestur menenangkan. "Kami tidak berencana untuk menyembunyikannya darimu. Hanya menunggu waktu yang tepat."
"Jadi apa yang membuatmu menganggap sekarang, dan bukan beberapa jam yang lalu, adalah waktu yang tepat?" Jacob memandangnya tak percaya. Embry tak bisa menjawab, membuatnya mengerang kesal. "Astaga Embry, Seth bisa ada di sana … dengan Korra … kita tidak tahu apa yang terjadi…"
"Jacob…," Embry mendesah lelah. "Kurasa kau harus menyudahi masalah antipatimu karena Seth mendekati Korra di belakangmu dan ehm, melakukan … eh, yah, kau tahu… Seth sudah 20 dan begitu-begitu juga, Korra sudah hampir 17. Di Washington, usia 16 adalah usia legal. Mereka sudah cukup dewasa untuk…"
"Ini bukan masalah itu, Em!" tegas Jacob dan sesaat Embry tercenung. Wajah Jacob … bukan marah, tapi lebih karena cemas. Apa ini?
Dan lantas senyum pengertiannya mengembang.
"Kurasa soal itu kita tak perlu khawatir. Seth ada di sana, pastinya bersama kawanan Korra juga… Mereka pasti aman. Takkan ada hal buruk terjadi pada Seth dan Korra, aku yakin!"
"Justru itu!" Jacob meninju lututnya. "Jadi sekarang intinya kita harus menganggap Seth memang telah menyeberang!"
"Kurasa tidak. Aku bisa mendengar Seth. Pastinya ia tidak benar-benar menyeberang…"
"Lalu menurutmu mengapa ia malah bergabung dengan kawanan Korra? Dan bahkan kini Brady juga tidak ada di manapun! Aku mendengar Ben berkata, salah seorang anak di sekolahnya bilang Brady pergi dari sekolah, dijemput mobil warna putih, bersama seorang anak pertukaran pelajar dan seorang Native… Itu bisa jadi Seth dan salah satu anggota kawanan Korra, kan?"
"Jacob," Embry masih menepuk-nepuk bahu Alfanya. "Brady tak mungkin menyeberang…"
"Mana kutahu, kan? Ia jelas marah sekali waktu Tetua menyuruhnya berhenti mencari Cole… Mungkin ia kecewa dan kini membelot… Astaga," ia menyurukkan mukanya ke kedua tangan. "Apa kepemimpinanku begini mengecewakan? Hingga tak hanya menghancurkan kawanan, aku membuat satu per satu anggota kawananku pergi ke sisi lain?"
Wajar ia merasa begitu. Perasaan itu sudah menderanya berbulan-bulan, sebenarnya. Tidak, bertahun-tahun, semenjak Sam meninggalkan posnya dan memintanya kembali memimpin. Anak-anak selalu membanding-bandingkan kepemimpinannya dengan Sam… Bahkan para Tetua selalu sibuk menerornya perkara kedisiplinan dan sebagainya. Dan kini kawanan hancur… Apa itu bukan bukti ketidakmampuannya?
"Kau tahu," Embry masih bicara tenang, "tidak ada yang menyalahkanmu soal itu. Kau memang menjadi pemimpin pada situasi genting. Wajar jika kau tidak bisa menggenggam semua. Kau itu yang terbaik dari kami semua, tahu. Berhentilah selalu menyalahkan diri sendiri…"
"Tentu saja aku menyalahkan diri sendiri! Siapa lagi memang yang harus kusalahkan? Kau? Sam? Almarhum Collin?"
Embry tak menjawab, tahu pertanyaan itu tidak butuh jawaban. Jacob selalu ribut dengan dirinya sendiri dan saat itu terjadi, sebagai sahabat, ia tahu ia harus memberi yang Jacob butuhkan. Ketenangan.
"Omong-omong, Em," Jacob menarik kepala dari tangannya. "Apa tadi kaubilang urusan Seth ada di tanah Zacharias?"
"Aku belum mengatakannya…," gumam Embry tak jelas, yang membuat si Alfa mengernyit. "Jujur saja, aku tidak tahu apa alasan Seth ada di sana…"
"Tidak tahu?"
"Ia tidak mengatakannya. Dan kau tahu seperti apa Seth. Jika ia tidak bilang, kita tak bisa mengetahuinya."
Terkutuklah Seth dan kemampuannya menutupi pikiran! kali itu dalam sekian tahun terbiasa dengan bakat unik Seth, Jacob menggeram.
"Yang jelas ia memberi kita tugas," tunjuk Embry. "Mencari tahu soal Zacharias dan Tatiana."
"Oke. Siapa lagi Zacharias dan Tatiana?"
"Tadi sudah kubilang. Leluhur Korra."
Jacob langsung bersungut-sungut. Tambah lagi dua nama dalam galur keluarga Black. Nama yang tidak ia tahu. Sebenarnya memang hal ini dirahasiakan atau ia saja yang bodoh, tidak pernah menaruh peduli?
"Kau sudah tanya Quil?" tanya Jacob sinis yang membuat Embry mengerung.
"Kenapa Quil?"
"Kau tahu, sesudah Tuan Muda Coley Litsey meninggal, kurasa takhta Alfa Biang Gosip tak hanya turun pada Bennie Cats, tapi juga pada Quilly Ateara…"
Mau tak mau Embry terkekeh. "Yeah, aku juga berpikir begitu. Tapi Seth mengatakannya ketika aku bersama Quil dan Ben. Mereka tidak tahu. Kurasa kalau mereka saja tak tahu, takkan ada orang umum yang tahu. Kelihatannya informasi ini memang sengaja ditutup-tutupi."
Alis Jacob sedikit terangkat.
"Jadi kau mau mencari tahu kemana?"
"Seth menyuruhku menanyai Tetua… Tapi…," pemuda itu terlihat ragu.
"Kenapa?"
"Ia sendiri bilang jangan sampai Tetua tahu ia yang bertanya. Terutama Sam."
"Sam?" Jacob mengernyit.
"Yeah, kau tahu Seth antipati pada Sam sejak perkara batalion. Mungkin juga ia curiga Sam merahasiakan sesuatu. Intinya ia tidak percaya pada Sam kan?"
"Memang…"
"Nah, kalau memang info itu begitu rahasia, apa mungkin Tetua akan mau membukanya jika aku bertanya?"
Nah, itu dia memang jadi masalah.
"Dan satu lagi. Seth menyuruhku mencari tahu apa yang dilakukan Ephraim pada Tatiana di masa kekuasaannya."
Kepala Jacob meneleng lambat begitu Embry menyebut nama Ephraim.
"Apa lagi ulah moyangku yang bodoh itu?" tak bisa disembunyikan kekesalan dalam suaranya.
"Jacob!" sentak Embry, tak percaya Alfanya memaki leluhurnya yang dihormati semua orang.
"Ayolah Em, kau tahu Ephraim tidak sesempurna itu…," Jacob berdecak. "Kejadian serangan di dasar jurang itu, menurut apa yang kudapat dari Embry dan Ariana, dilakukan oleh lintah-lintah yang sebelumnya memiliki dendam pada Ephraim…"
"Itu bisa berarti apa saja, Jake… ," Embry tidak menanggapi berat hal itu. "Mereka kan lintah. Mungkin saja Ephraim menggulung klan mereka, dan kini mereka membalas dendam."
"Ya, dan mengapa mereka harus menunggu dan memutuskan melakukannya di masa kekuasaanku? Kau tahu mereka tidak bisa bersabar… Kapan memang Ephraim berkuasa? 70 tahun lalu? 80 tahun? Hebat …"
"Wajar jika mereka berusaha menggalang kekuatan," jawab Embry yang membuat Jacob berdecak.
"Tidak cuma itu. Mereka menunggu seseorang."
"Seseorang?"
"Tangan kanan bagi sang pemimpin. Dan akhirnya orang itu muncul. Ariana."
"Ariana?"
Kata-kata Jacob membuat Embry menekur.
"Kau tahu kan, soal karakteristik aneh lintah-lintah yang menyerang kita? Soal Ariana? Dan Sang Ibu?" tanya Jacob lagi.
Embry mengangguk.
"Mereka bisa begitu karena mereka diciptakan oleh lintah yang memiliki darah serigala…"
"Benar," ujar Jacob. "Dan kau tahu, aku jadi bertanya-tanya… Kau tahu, Ariana bisa berubah jadi vampir kan, padahal dia keturunan serigala. Seharusnya ia mati jika terpapar."
Sejak lama pemikiran itu mengganggunya, sebetulnya. Ariana adalah keturunan hibrida… Entah dari siapa, ia memiliki darah vampir. Tapi asal-usul Ariana memang tidak jelas. Ibunya kembali ke suku dalam keadaan mengandung. Tidak jelas apa ayah Ariana adalah William, atau justru yang lain. Jika yang lain, bisa saja itu vampir. Tapi jika itu William, artinya darah vampir Ariana harus dilihat lebih di atas. Korey, misalnya. Atau mungkin orangtua Korey…
Ephraim mengawini seorang gadis misterius… Yang selalu dikucilkan…
Inikah jawabannya?
"Apa Tatiana adalah ibu Korey?"
Pertanyaan Jacob, jujur saja, adalah pertanyaan Embry juga.
"Dan jika Tatiana adalah ibu Korey, itu artinya ia hibrida?"
Detik itu juga Embry menggeleng. "Kau tahu satu-satunya kemungkinan seorang hibrida lahir adalah dari ayah vampir. Kita tahu siapa ayah Tatiana. Zacharias. Dan jika kesan yang aku tangkap dari Seth benar, kelihatannya Zacharias ini adalah anggota suku ini yang terbuang. Dia pastinya bukan vampir."
"Menurutmu mengapa Zacharias terbuang?"
Embry mengendikkan bahu. "Mungkin karena ia sepertiku? Tidak ketahuan siapa ayahnya…"
"Embry…"
"Tidak, serius, Jake. Ini bukan karena aku sinis. Kau tahu bagaimana cara suku ini memperlakukan Ariana. Karena tidak ketahuan siapa ayahnya, kan?"
Atau karena ia lahir dari hubungan yang terlarang…
"Kurasa itu lebih karena mereka tahu dari garis apa ibunya," timbang Jacob yang membuat Embry mengernyit.
"Maksudmu?"
"Coba hubungkan ini, Em. Zacharias adalah orang terbuang, mereka menganggap miring darahnya. Dan kata Quil, Ephraim mungkin mengusir atau malah membunuh istrinya, atau kekasihnya, apapunlah itu… Lantas sekarang kita dihadapkan pada kemungkinan darah hibrida Ariana…"
Embry membelalak.
"Ya, Em," Jacob tersenyum masam. "Menurutku cuma ada dua kemungkinan. Entah ayah Ariana bukan William, dan ia vampir, atau darahnya didapat dari ibunya. Yang artinya Zacharias-lah sang hibrida…"
"Tapi Jacob, itu tidak mungkin!" seru Embry. "Zacharias memiliki nama Black! Ayahnya adalah serigala, pastinya. Tidak mungkin tidak, dua generasi sebelum Ephraim: Jacob Black I."
"Kalau begitu artinya ibu Zacharias-lah hibrida…," ujar Jacob, tambah muram. "Kemungkinan seseorang mendapatkan darah lintah hanya jika ayahnya vampir atau ibu atau ayahnya adalah hibrida. Ephraim tidak tahu ini ketika ia menyukai Tatiana. Tapi setelah ia berubah, ia menyadari siapa kekasihnya. Keturunan orang terbuang. Lebih lagi, keturunan hibrida. Keturunan lintah, musuhnya. Pastinya ia merasa jijik. Karenanya ia membunuhnya." Jacob mengatakannya sambil bergidik seolah ia sendirilah yang jijik dan Embry tahu mengapa. Ia pasti sudah tak percaya lagi pada moyangnya. Ephraim yang dihormati seluruh suku… Membunuh istrinya sendiri karena istrinya adalah keturunan lintah…
Dan Embry tahu apa sebenarnya yang membuat Jacob sampai sekesal itu. Seperti Jacob, Ephraim adalah Alfa. Dan seperti Jacob, Ephraim berjodoh dengan seorang hibrida. Apakah Jacob melihat masa depan itu di masa lalu? Jika satu saat ia harus menyakiti Renesmee?
Itu membuat Embry menggeleng. "Kau tahu Ephraim tidak mungkin melakukan itu." Kau tak mungkin melakukan hal seperti itu, Jacob… Kau takkan pernah mungkin menyakiti Renesmee…
"Ephraim tidak mengimprint Tatiana, kan?" ujar Jacob dengan suara di awang-awang.
Ya, itu makin menegaskan kecurigaan Embry. Pencitraan Ephraim pada Jacob selama ini sangat kental. Ia Jacob Ephraim Black, walau bagaimanapun. Nama Ephraim menjadi nama tengahnya. Jacob berusaha menegaskan pada dirinya sendiri, hal buruk apapun yang dilakukan moyangnya takkan mungkin ia lakukan. Renesmee adalah imprintnya. Tidak mungkin seseorang akan menyakiti imprintnya…
Tapi apa karena Tatiana bukan imprint Ephraim, itu memberi alasan untuk menyakitinya?
"Tapi Ephraim adalah kepala suku paling berpandangan terbuka. Jika tidak, ia takkan membuat perjanjian dengan para Cullen…"
"Ya, tapi itu kan bisa saja terjadi setelah ia membunuh Tatiana. Mungkin saja ia akhirnya menyesal telah membunuh istrinya karena stigma negatif. Jadilah ia berubah haluan… Namun perubahan sikap politik Ephraim tidak memperbaiki pandangannya pada sang anak. Mungkin ia melihat bayangan istrinya, kesalahannya, pada Korey, dan ia muak pada dirinya sendiri. Aku dengar dari Quil, Korey diasuh oleh keluarga Ateara, setengah tidak diakui oleh Ephraim, dan ujung-ujungnya ia kabur atau pergi dari rumah. Ketika akhirnya ia kembali dan berbadan dua, Ephraim mengusirnya…"
"Kata siapa ia mengusir?"
"Korey menikahi lelaki yang bukan berasal dari suku dan pergi keluar, meninggalkan Ariana. Sudah jelas suku mengakui Ariana dengan tekanan William Sr., tapi tak bisa melakukan apapun dengan Korey, setelah beredar kemungkinan mereka melakukan hubungan incest. Pernikahan kedua Korey adalah untuk menutupi aib itu, sekaligus memberi kamuflase pengusiran Korey," Jacob diam sesaat. Ketika ia kembali bicara, suaranya agak lirih, "Namun Ariana tetap hidup terasing. Latar belakangnya ditutup-tutupi, ia sendiri tak tahu siapa ayahnya, dan akhirnya … ia mengulang lagi skema incest dengan Billy…,"
"Sejujurnya, Jacob, aku merasa aneh dengan Zacharias," Embry berusaha menghindari topik incest itu. "Ia jelas Black kan, dan ia dikucilkan… Menurutmu apa memang alasannya hanya karena ia putra hibrida? Jika memang ia hibrida…"
Tak diduganya Jacob berdecak dan melemparkan kedua tangannya ke atas dalam sikap tak sabaran. "Kau tahu dia Black, Embry! Memangnya ada keturunan Black yang beres?"
"Apa maksudmu?"
"Selain dia masih ada satu laki-laki di keluarga. Ayah Ephraim. Pastinya serigala Alfa jantan. Ini jika memang benar Zacharias adalah anak Jacob Black I."
"Maksudmu?"
"Joshua Black. Dia mungkin mendepak saudaranya demi kedudukan Alfa. Kau tahu tak bisa ada dua Alfa dalam satu kawanan. Tak bisa ada dua calon Alfa dalam satu kawanan. Tak bisa ada dua darah Black yang setingkat dalam satu kawanan."
Embry meremang.
"Ya. Bukannya aku tak pernah mendengar bagaimana kalian kasak-kusuk di belakangku soal aku yang selalu ribut dengan Cole, Em…"
"Ta, tapi," Embry menelan ludah. "Kau tak sungguhan merasa begitu, kan?"
"Tidak, tentu!" seru Jacob. "Tapi memang kuakui aku selalu ingin mengoyak-ngoyak anak itu setiap kami berdekatan. Hal yang tak kurasakan sebelum aku jadi Alfa. Dan kadang soal Korra juga … aku merasa anak itu memiliki ancaman tertentu. Mungkin insting agresi Alfa itu memang bekerja tanpa kusadari. Walau aku berusaha keras melawannya."
"Jadi menurutmu Zacharias ditendang karena ia adalah calon Alfa? Atau mungkin seharusnya ia yang Alfa, dan Joshua mengkudetanya?"
"Aku tak tahu itu…," Jacob melempar kepalanya ke sandaran sofa. Kepalanya begitu berat. "Astaga. Mengapa ada begitu banyak sisi gelap dalam suku ini, dalam keluargaku yang tidak kutahu?" keluhnya, mengumandangkan kekisruhan hatinya. "Bayangkan, Em. Tiba-tiba ada galur lain keluarga Black. Dan jika memang nenek moyang dua galur ini berseteru, artinya pernah terjadi perselisihan antara moyangku dan moyang adikku. Saling membunuh, mungkin… Belum lagi, kau tahu, sebenarnya bahkan keluarga Black bukanlah keturunan Taha Aki yang seharusnya berkuasa. Darah pewaris yang sah seharusnya sudah hancur semua ketika Kierra berkuasa. Keluarga Black mendapatkan kekuasaannya setelah keluarga Shi'pa, satu-satunya yang tersisa dari keturunan kepala suku, yang artinya hanya galur sampingan, menjatuhkan Kaliso. Lantas…" dan mendadak Jacob membelalak, menegakkan tubuhnya.
"Ada apa, Jake?"
Mata Jacob berpaling pada Embry. Seakan sesuatu menghantamnya. Begitu keras.
"Kau tahu siapa hibrida dalam sejarah Quileute yang kita kenal, Embry…"
"Siapa?"
"Kierra, tentu!"
Embry masih tak mengerti. "Lantas?"
"Apa menurutmu … Zacharias adalah … keturunan Kierra?"
Dan itu berarti … Korra adalah keturunan Kierra.
.
Catatan:
Huaaaaaaaaaa… jadi juga chapter ini
Terus terang agak geje nih… Asa ga enak aja bacanya... Kenapa ya? Ughhh…
Review sangat dinanti…
Oya, sebenernya aku mulai satu cerita baru. Tapi baru prolog, n selanjutnya masih dalam tahap pengerjaan. Sebenernya alurnya baru dimulai begitu TAB kelar sih, hehehe… Rada2 angst (seolah yang selama ini belum cukup!) dan crossover (seolah selama ini ngga!) judulnya LES AMIS DE LA PUSH. Crossover Twilight x Les Miserables. Ceritanya soal … ehm, pasti tahu lah kalo udah baca. Ga ada misterinya sama sekali. Suer. Semua udah terbuka gamblang dari awal.
Promosi dikit aaaaaahhh...
Tokoh utamanya Enjolras. Terus ada kisah cinta segitiga (standar banget) Enjolras x Cosette x Marius sama Cosette x Marius x Eponine (jadi sebenernya segi 4 lah) tapi intinya itu gimana Enjolras berusaha mengatasi perasaannya dan melakukan hal yang tepat: membunuh Cosette. The Barricades / Les Amis bakalan muncul, juga keluarga Myriel. Buat penggemar Les Miserables yang asli, aku minta maaaaaaaaaavvvv banget udah memanipulasi tokoh2 itu demi kepentingan cerita. Terus (insya allah) nanti ada cerita masa lalu sedikit. Ga akan panjang2 kuharap. Soalnya emg cuma cerita sampingan.
Tapi kalo ga suka spoiler, ga usah baca… hahahahaa…
