EIGHT: ROOFTOP
"Mitsuki, kamu melihat [Surname]-senpai?" Akihito bertanya kepada Mitsuki yang sedang membaca, membuat perempuan itu melihat ke arahnya dengan jijik. "Kenapa kamu melihatku seperti itu...?"
"[Surname]-senpai ini, [Surname]-senpai itu—kamu menjijikkan, Akihito." Mitsuki berkata dengan nada datar. "Dan [Surname]-senpai ada di atap, dia pergi kesana barusan."
"Aku punya banyak balasan tentang ejekanmu itu, tapi itu bisa menunggu. Terima kasih!" Akihito berkata dan langsung berlari keluar.
Berlari dan berlari, Akihito menghiraukan orang-orang di sekitarnya dan hanya fokus pada tujuannya—tempat dimana [Name] ada. Dia menaiki tangga dengan cepat tanpa takut terjatuh. Membuka pintu yang menuju ke atap, dia melihat perempuan dengan rambut [hair color] berdiri di dekat pagar pembatas sambil melihat langit orange.
"[Surname]-senpai!" Akihito memanggil [Name] sambil melambaikan tangannya, membuat perempuan itu berbalik.
"Ah, Kanbara." [Name] tersenyum kecil saat melihat laki-laki berambut pirang itu. "Apa kamu perlu sesuatu—K-Kanbara!?" [Name] berteriak kaget saat dia merasakan sentuhan tangan Akihito yang memeluknya dengan erat.
"Aku menyukaimu, [Surname]-senpai. Maukah kamu... menjadi pacarku?" Akihito terlihat ragu saat mengatakan perkataannya sendiri. Dia mengingat tentang bagaimana dia berubah menjadi Youmu di depan [Name], dan juga bagaimana dia sudah melibatkan kakak kelasnya itu ke dalam situasi yang berbahaya—bahkan sampai koma. "M-Maaf Senpai, lupakan saja yang—" Akihito memotong perkataannya saat merasakan kalau [Name] berjinjit dan terbelak saat merasakan sesuatu yang lembut di bibirnya.
"Laki-laki tidak boleh menarik kata-katanya..." [Name] berhenti berbicara sesaat, sebelum melihat Akihito dengan senyum kecil di wajahnya. "Akihito-kun."
"A-Apa yang... T-Tadi itu..." Akihito berubah merah saat menyadari kalau bibirnya sudah bersentuhan dengan bibir [Name], yang sekarang masih ada di pelukannya.
"Aku juga menyukaimu, Akihito-kun."
Akihito tersenyum lebar saat mendengar ini, walaupun wajahnya masih merah padam. [Name] tertawa kecil saat melihat ini, dan senyum laki-laki itu melebar. Tidak ada momen yang lebih membahagiakan daripada ini—
Karena [Name] spesial baginya, dan tidak ada yang bisa memisahkan mereka berdua.
