MIDSUMMER PLAYTIME " FIRST TIME SEQUEL "
.
.
.
.
CAST KIM JONGIN X OH SEHUN
.
GENRE PWP SMUT BOYxBOY
.
RATED M
.
.
.
.
HAPPY READING
.
Selama liburan musim panas kami tidak memiliki kegiatan, karena SMent memberikan liburan dan sekolah juga sedang liburan. Jadi kami melakukan seks siang dan malam untuk mengisi liburan musim panas.
" Hun, apa ini tidak apa apa? Apa holemu tidak perih? Ini sudah keempat kalinya kita melakukannya. "
Sehun memandang Jongin dengan sayu. " Sejak kapan kau bertanya, Jongie? Biasanya kau melakukannya tanpa bertanya padaku. "
Jongin menyusurkan jemarinya di atas perut Sehun dan mulai turun ke bawah. " Aku akan memasukkan jariku sekarang, Hun. " ia memasukkan satu jarinya ke dalam hole Sehun dan mulai mengeluarmasukkannya dengan lambat.
" Nnnn... Nyaahhhh... " Desah Sehun.
Jongin menambah dua jari ke dalam hole Sehun, membuat Sehun melengkungkan tubuhnya karena desakan ketiga jari Jongin di holenya.
" Eemm... Jongiehh... Aku ingin penismu, Jongie... " Sehun mengulurkan tangannya dan menggenggam penis Jongin yang sudah menegang. Ia membuka lebar kedua kakinya dan mengarahkan penis Jongin ke depan holenya. " Cepat, masukkan, Jongiehh.. " Sehun menggesek gesekkan kepala penis Jongin di depan holenya.
" Sepertinya kau hari ini benar benar horny, Baby. " Goda Jongin.
" Nnyyaaahhhh... "
Jongin mulai memasukkan penisnya perlahan, " Hun, relaks. " Ucapnya saat merasakan Sehun mengetatkan dinding rektumnya.
Setelah masuk sepenuhnya, Jongin menggerakkan secara lambat karena tidak ingin menyakiti Sehun kalau ia langsung menghunjam dengan cepat. Mereka memang sudah sangat sering melakukan seks setelah seks pertama mereka di ruang istirahat dulu tapi tetap saja walaupun mereka sudah sering melakukannya, Sehun pasti akan merasakan sakit di awal penetrasi.
Jongin mengulurkan tangannya dan mengelus pipi Sehun, lalu ia menundukkan kepalanya dan mencium lembut bibir tipis Sehun.
Karena perlakuan lembut Jongin, Sehun merasa timbul semacam getaran aneh dalam perutnya. Perlahan Jongin menarik tubuh mereka semakin rapat sampai tidak ada jarak lagi di antara mereka.
Bibir Jongin terasa dingin, menyentuh garis rahang, daun telinga, dan tulang pipi Sehun. Bulu mata Sehun bergetar dan terpejam. Jongin mencium Sehun lama dan lembut, kemudian ujung lidah Jongin menggoda bibir Sehun, Sehun membuka mulutnya dan membiarkan Jongin memperdalam ciuman mereka. Selama ciuman lembut itu berlangsung, Jongin tetap menghunjamkan penisnya dengan lambat dan lembut.
" Ngaahhh... Jongieehh... Aahhh... Lebih cepat... " Lenguh Sehun. Ia menggerakkan pinggulnya dan mempertemukan gerakan pinggulnya dengan irama gerakan Jongin.
" Emm.. Tapi aku lebih suka lambat seperti ini, Hun. " Jongin berniat menggoda Sehun. Ia mencengkeram pinggul Sehun dan menahan gerakan pinggul Sehun. Ia menurunkan ciumannya ke puting Sehun yang menegang. Lidahnya menjilat menggoda kedua puting Sehun secara bergantian.
Jongin mengeluarkan penisnya dan hanya menyisakan kepala penisnya di hole Sehun, kemudian secara tiba tiba Jongin menghunjamkan penisnya dengan keras dan kasar kembali ke dalam hole Sehun.
" Ooohhhhhh... Nyyaahhhh... " Lenguh Sehun. Ia mengetatkan rektumnya dan menghisap lebih dalam penis Jongin. Tubuhnya tersentak sentak naik turun dengan kasar. Bunyi decitan ranjang semakin membuat suasana tambah panas di dalam kamar. ia mendesah dengan keras dan tidak perduli suara desahannya akan terdengar sampai keluar kamar.
Sehun melingkarkan kedua tangannya di bahu Jongin dan jemarinya meremas rambut Jongin. Melampiaskan rasa nikmat karena hunjaman keras penis Jongin di prostatnya.
" Apa ini nikmat, Sayang? " Jongin dengan cepat dan kasar terus menghunjamkan penisnya menumbuk prostat Sehun.
" Jongieehhh... Aaahhhh... " Bunyi decitan ranjang semakin keras beradu dengan desahan Sehun. Cengkeraman jemari Sehun di rambut Jongin semakin kencang sampai ada beberapa helai rambut Jongin yang terlepas.
Jongin memandang wajah Sehun yang penuh dengan keringat. Mulut Sehun terbuka dan tatapan sayu Sehun seperti mengaduk aduk isi perutnya. Melihat wajah Sehun yang sangat menggoda membuat Jongin semakin cepat menghunjamkan penisnya.
" Hun, Sayang, aku mau keluar. Kita bersama sama. " Testis Jongin menghantam pipi bokong Sehun semakin menambah nikmat percintaan mereka. Jongin mengetatkan cengkeraman tangannya di pinggul Sehun dan menggerakkan pinggul Sehun semakin cepat bertemu dengan gerakan pinggulnya.
" Nyaaahhhh... Aaaahhhhh... Jonnnggiieehhh... " Desah Sehun. Spermanya keluar membasahi perut ratanya.
Jongin klimaks beberapa detik kemudian karena merasakan jepitan rektum Sehun pada penisnya. Ia menggoyangkan pinggulnya, menikmati klimaksnya. Jongin menjatuhkan wajahnya di ceruk leher Sehun dan memberikan kecupan kecupan ringan.
Sehun mengeluskan jemarinya pada rambut Jongin, dan mencoba menetralkan napasnya. Ia tersenyum merasakan kecupan bibir Jongin di ceruk lehernya.
" Jongiee.. Eemm, aku mau bertanya sesuatu? "
Jongin mengangkat kepalanya dari ceruk leher Sehun dan memandang wajah Sehun. " Silakan, Sayang. Mau bertanya apa, Ehm? "
Sehun menggigit bibir bawahnya sebelum berkata. " Kau ingin hadiah apa saat ulang tahun ke lima belasmu. Aku tahu bulan Januari masih beberapa bulan lagi, tapi aku ingin menyiapkan mulai sekarang hadiah untukmu. "
Jongin terlihat berpikir sebentar dan tiba tiba ia tersenyum menyeringai ke arah Sehun.
" Harusnya, Sayang, kau bertanya padaku beberapa bulan lebih lama. " Ucap Jongin sambil terus menyeringai.
" Maksudmu, Jongie? Beberapa bulan lebih lama? " Tanya Sehun bingung.
" Maksudku, hadiah yang kuinginkan itu memerlukan waktu sembilan bulan lamanya. Membuatnya sih tidak lama tapi memerlukan waktu sembilan bulan baru kau bisa memberikannya padaku. Kau baru bertanya sekarang, jadi kau baru bisa memberikan hadiah itu padaku sekitar bulan Juli... Itu jauh sekali dari ulang tahunku, Sayang. " Jongin berpura pura merengut.
Sehun semakin bingung dengan perkataan Jongin. Membuatnya tidak lama tapi memerlukan sembilan bulan baru bisa diberikan hadiahnya? Benda apa sih yang diinginkan Jongie? Batin Sehun.
" Jongiee... Hunnie tidak paham... " Rengek Sehun.
Jongin tertawa lalu mengecup bibir Sehun sebelum berkata. " Masa kau tidak paham, Sayang. Aku ingin hadiah Baby, Hunnie sayang. Aku ingin kau memberikanku anak. "
" EEEHHHHHHHH... "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
END
Hahahahaha maafkan diriku selalu bikin FF absurd...
Sumpah lagi bosan pake bangettt ngettt ngettt ngettt...
Jadi jangan dianggap serius yaa FF ini.. Ini cuma keisengan aku gegara terlalu bete aza.
Silakan bercuap cuap di kotak review hehehee
