~ONE LAST TIME~
Chapter 2
Rate: T
Boys love, Yaoi, Marriage Life, Humor, Hurt/Comfort. Random lah xD
Cast : Kim Joomyeon a.k.a Suho x Wu Yi Fan a.k.a Kris
Kim Heechul a.k.a Mertua Suho
Disclaimer : cuman otak sengkleknya author yang bisa bikin cerita kayak gini, kalo ada yang mirip. Berarti cuman kebetulan otak kita sama-sama sengklek xD.
a/n : ini lagu terinspirasi dari lagunya ariana grande, yang berjudul one last time. Lagu itu ngena banget lah, cerita nya tentang seseorang yang menerima kamu apa adanya.
Gak ada typo gak rame xD
Summary : "aku adalah seorang pembohong saat aku mengatakan aku tak butuh dirimu, aku membencimu, aku tak ingin berada di sampingmu. Tapi ketahuilah, untuk yang terakhir kali, aku ingin menjadi seorang yang berada di hatimu Kris" –Suho
~ONE LAST TIME~
Last chap...
"mengapa ibu tidak memberitahu kami sebelumnya kalau akan datang ke seoul?" Tanya Kris
"ibu tidak sempat memberi tahu kalian karena ibu pun sibuk, karena besok ibu akan melakukan pesta pembukaan hotel baru di kota ini"
"setidaknya ibu harus menelepon kami dulu supaya ibu tidak perlu menunggu lama seperti tadi, atau ibu bisa menyewa taksi untuk langsung kerumah"
"tak apa, lagipula ibu sangat merindukan kalian berdua" ucapnya tersenyum, suho dan kris mengangguk. Ibu kris itu seorang pengusaha perhotelan. Ia memiliki banyak hotel dan itu karena usahanya sendiri, kasus ibu dan ayah kris itu sama. Sama-sama di jodohkan, tapi untungnya mereka malah menjadi keluarga yang harmonis. Berbeda jauh dengan kris dan suho yang selalu bertengkar setiap harinya.
Sedangkan pada keluarga suho, hanya suho saja yang baru mengalami namanya perjodohan. Sial sekali bukan?
~ONE LAST TIME~
Malamnya...
Mereka sedang makan malam bersama, hidangan malam ini sangat istimewa karena ibu Kris ikut memasak. Kris dan ibunya memang pintar memasak. suho tidak ikut andil dalam urusan memasak, ia hanya membantu membersihkan sayur Dan memotong-motongnya, kalau suho ikutan masak? Kris lebih memilih batu untuk di makan xD
"bagaimana pekerjaanmu Kris?" tanya ibu kris yang bernama Wu Heechul seraya memotong daging steaknya
"baik-baik saja bu, aku masih harus banyak belajar sebelum mengambil alih perusahaan nanti" jawab kris selesai menegak air putihnya
"jangan terlalu terburu-buru nak, lagipula usiamu kan masih muda, jalani saja dulu profesimu sekarang ini"
"ne, eomma" Kris tersenyum
"dan Myeonnie, bagaimana kabar kuliahmu?"
"baik-baik saja bu" suho menyahut dengan mulut yang penuh
"kapan kau akan lulus?"
"dia itu bodoh bu, mungkin lama baru lulusnya" ketus kris tanpa mengalihkan pandangannya dari steak yang sedang ia potong
"uhukkk..uhukk" Suho tersedak makanannya dan secepatnya meraih gelas di sampingnya dan menegaknya sesegera mungkin'
"YA! ENAK SAJA! KAU YANG BODOH!" suho naik pitam, menunjuk kris dengan pisau steaknya
Kris menoleh ke arah suho "Kau lebih bodoh!" ejeknya
"Kau lebih bodoh dari yang terbodoh!" Suho tak mau kalah
Mereka malah berkelahi di meja makan. Heechul pun meneruskan makannya dengan santai karena ia sudah tahu bahwa hal ini akan terjadi. Ia sudah tahu kalau kris dan suho sering berperang, mereka bahkan saling mengumpat di hadapan keluarga mereka. semua anggota keluarga mereka tahu sifat suho dan kris, mereka sudah kebal akan hal itu.
"kau tiang tidak BERGUNA!" Teriak Suho geram, meski sudah sama-sama berkepala dua. Sudah sama-sama berusia dewasa, namun tampaknya umur sama sekali tidak mempengaruhi sifat mereka. 'lihatlah, mereka tampak seperti anak TK saja' heechul membatin
"dasar kau tanaman bonsai! Cebol!"
BRUGGH!
Heechul menggebrak meja makan
sudah cukup, heechul tidak tahan lagi dengan teriakan saat ia sedang menikmati makan malamnya, kekacauan ini harus berakhir. Heechul ingin kan mereka berdamai untuk sehari saja,seharusnya dia menyewa hotel saja daripada harus bertemu pasangan gila ini, argh!
"KALIAN BERDUA DIAMLAH!" Teriak Heechul kesal
Krik..krik.. Krik..krik..
Mereka –suho dan kris- terdiam dan langsung melanjutkan makan malam dengan tenang.
"kalian selalu saja berkelahi, kalau kalian seperti ini terus, kapan aku bisa mendapatkan cucu?"
"TIDAK MUNGKIN!" jawab suho dan kris serempak, yang benar saja batin suho dan kris
Tiba-tiba heechul memegang dadanya dengan ekpresi yang kesakitan, ia hampir terjatuh dari kursi, tapi Kris dan Suho langsung menangkapnya.
"bu, ada apa dengan ibu?"
"bu, apa ibu baik-baik saja?" Tanya mereka cemas
"mungkin, sebentar lagi...ibu akan bersama ayahmu" jawab heechul dengan nafas tersengal-sengal sambil menatap Kris
"ya tuhan, astaga, Suho, cepat panggil ambulan!" Perintah Kris gelagapan. Suho mengangguk dan hendak bangkit mengambil hp untuk menelepon ambulan, tapi tiba-tiba ibu menahannya. Ia menarik pergelangan tangan Suho
"aku..tak perlu ambulan, berjanjilah kalian akan benar-benar saling mencintai" heechul mendramatisir dengan punggung tangan yang ia letakkan di atas kepalanya "karena ibu lelah dengan semua ini" ucapnya lagi
"ah, ibu ini" kris menghela nafas, ibunya memang hebat dalam hal acting
"berjanjilah" heechul memandang mereka penuh harap, ia inginkan cucu! Sudah lama ia sangat inginkan itu.
Suho dan Kris pun langsung saling memandang dengan tatapan apa-yang-harus-kita-lakukan?
"akkkk!" teriak heechul lemah, yang tentu saja membuat suho dan kris gelagapan. Mereka mana tega kalau sampai heechul jatuh sakit. Mereka sangat menyayangi heechul
"iya bu, kami berjanji" final suho dan kris, meski terdengar tak ikhlas. Tak apalah, yang penting heechul sehat
"kalian akan menepatinya?"
"iya bu, kami menepatinya" ucap Kris yakin
"baguslah" heechul tersenyum lebar kemudian langsung bangkit seolah tidak terjadi apa-apa
Suho dan Kris hanya memandang datar orang tua itu yang berhasil membuat mereka ikut jantungan karena ulahnya.
"bu, berhentilah melakukan hal seperti tadi, sama sekali tidak lucu " Kris memelas, ia sangat takut kalau ibunya kenapa-kenapa. Hanya heechul lah satu-satunya keluarga yang ia punya, karena ia adalah anak tunggal
"kalian berdua pun harus berhenti saling berkelahi, seperti anak kecil saja" heechul pun melenggang pergi dengan santainya, tentu saja dengan senyuman cerah yang menghiasi wajahnya
"bereskan ini" titah Kris kepada Suho kemudian mengikuti ibunya pergi ke ruang tamu.
Suho hanya mendesis sebal, kemudian merapikan dapur dan mencuci piring makan mereka. Selesai merapikan dapur, Suho pun pergi mendatangi Kris dan ibunya yang sedang duduk di sofa di ruang tamu. Mereka menonton film dan saling bercerita sampai jam setengah 10 malam
~ONE LAST TIME~
"wah, sudah hampir tengah malam" heechul melihat jam dinding menunjukkan waktu 9:30 malam
"ayo tidur" heechul mematikan tv pada saat suho dan kris sedang asyik menonton
"ya! Eomma, aku sedang menonton!" Omel Kris
"ini sudah larut malam, lagi pula kau dan suho memiliki kegiatan yang harus di lakukan besok"
"eomma, aku belum mengantuk, setengah jam lagi ne?" Tawar Kris.
Heechul memegang dadanya ingin memulai drama seperti saat di dapur tadi.
"iya iya bu, kami tidur" Kris dan Suho serentak langsung bangkit dari sofa dan menuju anak tangga untuk naik ke lantai 2 ke kamar mereka masing-masing.
Saat tiba di depan kamar Suho, Suho pun membuka pintu kamarnya untuk masuk, Kris melanjutkan langkahnya menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar Suho.
"hey, mau kemana?" Ibu tiba-tiba menahan kerah piyama Suho dan Kris
"mau tidur" jawab mereka serentak dengan tampang polos
"kalian kan harusnya 1 kamar!" Omel heechul
"aish bu, aku sudah sangat mengantuk" elak Kris
"iya bu, aku pun juga sangat lelah" Suho beralasan
"1 menit yang lalu kalian mengatakan tidak mengantuk sama sekali, aish jinjja!" Omel ibu
"iya, iya bu, kami akan tidur" Kris pun dengan berat melangkahkan kakinya untuk masuk ke kamar Suho
heechul tersenyum penuh kemenangan, kemudian menutup pintu kamar mereka. Suho mendatangi ranjangnya, dan langsung duduk diatasnya. Sedangkan Kris masih berdiri di balik pintu sambil menempelkan telinganya untuk mendengarkan pergerakan heechul di luar kamar suho
"hey, keluarlah" titah Suho setelah 2 menit berlalu.
Kris mendekatinya, dan langsung duduk di sampingnya. Kemudian mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan lampu tidur yang berada di meja nakas samping ranjang suho
"apa yang ka-" kalimat Suho terpotong karena Kris membekap mulut Suho menggunakan tangannya
"lihatlah bayangan di bwah itu, orang tua itu masih berdiri di depan pintu" bisik Kris
Suho mengangguk paham saat melihat bayangan yang kadang mondar-mandir di depan pintu kamarnya. Tentu saja itu bayangan heechul, dasar orang tua -_-
Setelah menunggu selama 5 menit, bayangan heecul pun akhirnya pergi yang menandakan bahwa orang tua itu sudah kembali kekamarnya.
"jglek..jglek.." Kris memutar knop pintu mencoba membukanya "kenapa... ini tidak bisa di buka?" Kris berusaha membuka pintu
"jinjja?" Suho langsung mendekati pintu dan mencoba membuka pintu "jglek..jglek.." tapi nihil, pintunya tidak bisa di buka
Kris mengusap wajahnya kasar "ibu memiliki kunci cadangan rumah ini"
Suho menghela nafas, ia baru ingat kalau heechul punya kunci cadangan rumah mereka. sedangkan kunci kamar suho yang asli? Sudah hilang beberapa bulan yang lalu, suho itu pelupa.
Kris pun berjalan mendekati ranjang Suho
"hey! Kau mau apa ke sini? Tidur di bawah!" Perintah Suho sambil menunjuk lantai
"lelaki tampan sepertiku tidak cocok di lantai, kau saja!"
"enak saja! Ini kamarku!"
"aish jinjja! Terima saja!" kris mendorong Suho dan langsung berbaring membelakangi Suho
"yak! Turun! Turun!" Suho memukuli kris dengan bantal karena tak terima harus satu ranjang bersamanya
"SHIERO!" Teriaknya sambil menahan pukulan Suho. Suho mendorong tubuh bagian punggungnya dengan kuat, tapi Kris bisa menahannya.
Saat sedang mendorongnya dengan semangat, tiba-tiba kris langsung memutar badannya berbalik ke belakang ke arah Suho sehingga membuat kedua tangan suho terjepit karena di tindih punggung Kris.
Pandangan mereka bertemu. Dan sama-sama terdiam saling memandang
glekk... dengan susah payah Suho menelan salivanya karena tatapan tajam kris yang seakan seperti akan memakannya bila suho bergerak sedikit saja
"hentikan" Suho menarik perlahan tangannya.
Hap
Tapi tiba-tiba Kris malah langsung menangkap kedua tangan suho hingga membuat Jantung Suho berdegup dengan sangat kencang sekarang.
"Kau..." Suho bersuara dengan tampang seriusnya menatap wajah tampan di depannya
"ada apa?" Tanya kris
"wajahmu-
Kris menunggu dengan sabar
terlihat konyol" final suho
'aish, jinjja anak ini. masih sempat mengejek' batin kris sweatdrop. Kemudian Kris menarik tangan Suho, perlahan namun pasti hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti
"ya! Apa yang kau lakukan?! Lepaskan!" Ronta Suho
"apa jantungmu berdebar saat melihat wajah tampanku sedekat ini?"
"Pede sekali, hanya orang sakit mata yang mengatakan itu! Mataku ini masih sehat tau!" Suho mencoba menjauhkan wajahnya dari pandanga kris, yang benar saja. Pipinya malah terasa panas karena jarak mereka yang sangat dekat saat ini.
"kau pikir matamu sehat? Apa kau ingat, kau selalu makai kacamata saat membaca!" jelas Kris telak yang langsung membuat hati suho tertohok-tohok. Suho memang mempunyai masalah pada matanya
"tapi sekarang aku menyadari, aku melihat sesuatu di dirimu" lanjut kris
"apa?" tanya Suho tanpa sadar
"matamu juling" jawabnya singkat. Suho sweatdrop
"apa kau tahu yang sekarang aku rasakan?" Tanya Suho
"apa?" Kris penasaran degnan perasaan suho sekarang ini, apakah suho akan menyatakan perasaannya yang berdebar saat menatap kris? atau suho akan mengatakan kalau ia mencintai kris? oh, oh, kris percaya diri sekali rupanya
"tanganku kesemutan" jelas Suho karena sudah tak merasakan kedua tangannya lagi karena ditindih punggung Kris cukup lama.
"huh? Eoh" Kris gelagapan langsung melepaskan tangan Suho. Pernyataan suho jauh dari yang kris ekspektasikan. #haha ketawa jahat
"ah, appo" rintih Suho sambil mengibas-ngibaskan tangannya karena rasanya sungguh sakit, bahkan Suho bisa melihat kulit tangannya yang memerah.
"sana, pergi" usir Kris kemudian langsung berbalik membelakangi Suho.
Suho pun berbaring di sisi lain ranjangnya
'apa yang harus kuharapkan darimu tiang gila? Minta di antarkan ke kampus saja kau menolak' suho membatin 'ahh, lupakan saja, kau memang gila, aku mengantuk, Jaljjayo Kris lelaki tidak berguna' suho memejamkan matanya. Ia merasa sangat lelah, sepertinya suho akan tertidur dengan nyenyak malam ini.
Di sisi lain...
Kris masih membuka matanya, belum berniat untuk tidur. sebenarnya kris sedikit kecewa perdebatan bodoh mereka harus cepat berakhir tadi.
Kemudian kris teringat potongan percakapan mereka tadi 'aku ingin dia mengatakan apa? Memesan makanan saja ia malu kepada pelayan' kris tersenyum tipis
"ah, kasian sekali tangannya tadi terjepit, aku harus meminta maaf" kris perlahan membalik tubuhnya, menghadap ke arah suho yang tidur di belakangnya
kris melihat namja manis yang menurutnya gila itu sedang berbaring membelakanginya, 'apakah dia sudah tertidur?' Batin kris karena suho sangat tenang dan diam di sana.
"Suho-ya" panggil kris pelan
"hey, Kim Joonmyeon" panggil kris lagi. Namun tak ada respon
"kau sudah tidur?" Tanya kris agak nyaring. ini baru 5 menit yang lalu sejak perdebatan kris dan suho berakhir. Sepertinya sangat tidak mungkin kalau suho sudah tertidur
"ya! Kim joonmyeon!" kris menaikkan nada volumenya kemudian mendorong punggung suho pelan dengan kakinya Dan...
bugghh! Suho jatuh dari ranjang
kris gelagapan karena terkejut, ia langsung bangkit mendatangi suho
'payah, ia bahkan masih bisa tidur setelah jatuh dengan keras' batin kris sweatdrop saat melihat suho yang malah tidur dengan posisi terlentang
'Sepertinya ia sangat kelelahan' batin kris menyimpulkan saat melihat suho yang tidur sambil menganga, entah mengapa kris malah risih melihatnya
"hey! Tutup mulutmu!" Ucap kris pelan kemudian mengangkat tangannya untuk menutup mulut suho dengan cara mengangkat sedikit dagu suho yang nampak putih bersih itu
Kris tersenyum saat memandangi wajah polos suho yang tengah tertidur pulas di atas selimut yang jatuh bersamanya di lantai itu. ingin rasanya kris menyentuh pipinya dan mencubit pipi suho yang terlihat menggemaskan sekaligus menyebalkan itu hingga merah. Wajah yang setiap hari kris lihat, wajah yang membuat kris selalu kesal dan tenang setiap hari. Kris akui dia manis, jelek, menyebalkan dan menggemaskan.
Setelah beberapa menit kris memandanginya, suho melenguh dan tangannya bergerak seakan mencari sesuatu. Kris kira suho akan bangun ternyata ia hanya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan kembali tidur dengan tenang.
"Kasian sekali, ia tampak seperti tunawisma" kris nampak prihatin kemudian turun menghampiri suho di lantai dan mengangkat tubuh mungil suho untuk di taruh di atas ranjang. Namja manis itu pun melanjutkan tidurnya
"hoam" kris ikut mengantuk karena melihat suho yang tidur dengan sangat pulas. kris pun berbaring di sampingnya, kemudian tertidur "jaljjayo bonsai" batin kris menoleh ke arah suho sebentar sebelum ikut menyusul ke dunia mimpi
~ONE LAST TIME~
Esoknya...
Perlahan, mentari menyusup di celah-celah jendela. Mengganggu tidur pulas suho sang namja manis. Ah, rasanya nyaman sekali. Tapi hey, 'apa ini?' suho merasa ada yang aneh, bantal nya terasa keras.
Entahlah, suho tak peduli. perlahan ia meregangkan sendi-sendinya, tapi semakin terasa aneh, ada yang mengganjal tubuh suho dan rasanya sangat hangat.
Perlahan suho membuka matanya karena silau terkena sinar matahari pagi hangat. Terlihat samar-samar apa yang mengganjal tubuh suho.
Mata suho terbuka sempurna "Omona!" kaget suho langsung menutup mulut nya dengan kedua tangannya karena terkejut saat melihat penampakan sosok makhluk yang tepat berada di depan wajahnya sekarang. Itu adalah Kris, ia masih tidur dengan pulas tepat di depan suho. Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti sekarang.
Blush~
Pipi suho merona 'sudah lama' batin suho saat melihat wajah polos kris yang sedang tertidur dengan tenang itu, terakhir kali suho melihatnya tidur seperti ini adalah saat mereka mengunjungi keluarga suho di daegu 6 bulan yang lalu, dan pastinya mereka di paksa untuk tidur bersama.
Dan inlah wajah waktu itu, wajah yang begitu tampan persis seperti 6 bulan yang lalu. Jujur saja, suho merasa aneh karena dadanya terasa sesak namun terasa menyenangkan jika melihat wajah kris.
"aku tampan kan?" kris membuka matanya
Blush~ suho merona lagi karena malu
Suho bangkit dari posisi tidurnya yang awalnya tepat menghadap wajah kris "pe-percaya diri sekali" suho berusaha menutupi kegugupannya
"kalau aku tidak tampan, mana mungkin kau memandangiku selama itu sambil tersenyum pula" kris terkekeh tampan, masih dalam mode setengah watt karena baru bangun tidur. suho bangun dari ranjang berjalan ke arah pintu
"aku memandangimu karena sedang memperhatikan liur yang mengeras di pipimu itu" bohong suho
Mata kris terbuka sempurna "Tidak mungkin" kris gelagapan langsung meraba wajahnya
jklekkk... Pintu kamar suho pun terbuka.
"tidak di kunci" suho menoleh ke arah kris. suho melihat kris masih berbaring dengan tampang yang suho tidak mengerti sambil memegangi tangan kanannya yang suho jadikan bantal tadi.
"ahh, tanganku kram" erang kris
"ya! Bantu aku!" Teriak kris saat melihat suho yang malah perlahan berbalik hendak keluar dari kamar meninggalkan kris.
suho pun menoleh ke arahnya "Shiero!" tolaknya singkat dengan tangan yang di silangkan di depan dada
"ya! Ini ulahmu juga tau!"
Suho mendesis sebal sambil berjalan mendekati kris. Kemudian memijat lengan kris yang kram.
"AAA! Sakit!" teriak kris, suho memijat kris seakan seperti memintir tangannya.
"lemah sekali" ejek suho masih fokus dengan pijatannya di lengan kris
"ya! Ini karena kepalamu yang besar itu!"
"AAAAKK!" suho meremas lengan kris lagi
"diamlah, sebentar lagi akan sembuh"
"sudah terasa baikan?" tanya suho sesudah menyudahi pijatannya yang hanya di jawab anggukan oleh kris. 'anak ini benar-benar...' batin suho, setidaknya suho ingin mendengar kata terima kasih dari kris.
"kalau begitu kan bagus, kalian terlihat romantis" entah dari mana datangnya heechul yang sekarang sudah berada di ambang pintu kamar suho bersender di daun pintu sambil memegang cangkir minuman yang tentu saja membuat kris dan suho terkejut.
"eomma, sejak kapan eomma berada di situ?" tanya suho sarkatis
"sejak negara api menyerang, sekarang cepatlah mandi, ibu sudah menyiapkan sarapan" heechul berbalik meninggalkan kamar, menuju arah dapur.
~ONE LAST TIME~
"kau akan datang ke acara ibu nanti?" tanya kris tanpa menoleh ke sampingnya ke arah suho yang sedang sibuk menulis di bukunya karena kris sedang fokus menyetir mobil. Mereka hari ini bersama-sama berangkat, karena tentu saja di paksa oleh heechul sang mertua.
"molla, tapi semoga saja sempat karena aku harus presentasi hari ini dan menemani jimin mencari bahan eksperimen"
Tiba-tiba Kris mengerem dan menghentikan mobilnya mendadak sehingga membuat buku yang sudah suho tulis dengan susah payah tercoret hingga ujung buku, suho speechles
Kris menoleh ke arah suho yang masih dengan mode speechles "kau lebih memilih Jimin dari pada ibuku?" tanya kris geram
"YA! Lihat apa yang telah kau lakukan!" teriak suho sakartis menunjukkan bukunya yang sudah tercoret di depan wajah kris, apa kris tidak tahu pengorbanan yang suho lakukan untuk mengisi buku ini? suho menulisnya dengan susah payah, ia harus mengumpulkan fakta-fakta di tambah ia harus menulis nya dengan serapi mungkin karena itu adalah mata pelajaran dosen terkiller di kampusnya.
"HAHAHAHAH!" Tawa kris meledak, suho naik darah
"SIALAN!"
"setidaknya kau tidak akan bisa membantu jimin dengan bukumu yang harus kau tulis ulang" kris terkekeh kemudian mulai menjalankan mobilnya kembali
"dasar bodoh!" suho geram, kris harus di balas. HARUS !
"ya! Apa yang kau lakukan!" kris terkejut karena suho yang menghajarinya dengan buku makalah suho yang setebal kamus bahasa inggris 100 milyar
"ya! Hentikan!" kris hampir tidak bisa mengendalikan mobilnya, pukulan-pukulan yang suho lancarkan mengganggu konsentrasinya
Dan..
Bughhh!....
Mobil mereka menabrak tiang tagline di pinggir jalan milik sebuah toko swalayan.
bushhh... Seketika itu juga kantong udara keluar dan menghantam wajah kris dan suho bersamaan
"sialan" gumam Kris di balik kantong udara yang menutupi wajahnya.
~ONE LAST TIME~
"ne, Mianhamnida ahjussi" kris dan suho membungkuk 900 di depan ahjussi pemilik toko swalayan yang tiang tagline nya baru saja mereka tabrak.
mereka harus mengganti tagline tersebut dengan yang baru dan harus membayar uang ganti rugi karena ikut menabrak pagar swalayan. Bagi suho dan kris uang tidaklah masalah, yang masalah adalah orang-orang yang berada di dalam swalayan menyaksikan kejadian ayo-menabrak-tiang tersebut dengan ramai. mau di taruh di mana wajah kris dan suho?
Setelah 1 jam bernegosisasi, mereka pun akhirnya bisa keluar dari swalayan tersebut. Kris dan suho berjalan berdampingan menuju mobil mereka, terlihat mobil ferrari hitam itu sedikit penyok di bagian kaca lampu sebelah kanan.
"aku tidak bisa bekerja dengan kondisi seperti ini!" kris menjambak rambutnya frustasi, kris telihat sangat acak-acakan dengan tampilan layaknya siswa SMA yang baru saja tawuran.
Suho menghela nafas panjang "aku pun tak bisa berpresentasi jika begini" keluh suho dengan kondisi yang na'asnya sama persis seperti Kris.
Kris menoleh ke arah suho yang berada di sampingnya "Kau!" kris menujuk tepat di depan hidung suho "ini semua karena kebodohanmu!" bentaknya menatap suho tajam
"kau yang bodoh! Mengendarai mobil saja tidak becus!" Bentak suho balik, dengan tatapan yang tak kalah tajamnya dari kris
"ya! Itu semua ulahmu yang kekanak-kanakan!"
"kau yang memulainya!" suho tidak terima, mereka saling memandang sinis. Ingin sekali rasanya suho menendang lelaki sumpit di depannya ini ke planet lain sehingga suho tidak akan bertemu dengannya lagi.
"AKU PERGI!" suho berbalik membelakangi kris, berjalan secepat mungkin untuk menjauhi kris. suho akan naik bis saja
"iya! Pergi saja sana!" teriak kris geram
suho semakin kesal di buatnya "sumpit! Tiang listrik! Tower gila!" Sumpah serapah menggema dari mulut suho seraya berjalan menuju halte bis. Sungguh, ia kesal sekali saat di katakan kekanak-kanakan.
Langkah suho memelan dengan seiringnya jarak yang sudah jauh dari kris, suho menghela nafas
Suho memikirkan bahwa ini juga salahnya karena menganggu kris mengemudi, tapi ini bukan sepenuhnya di sebabkan olehnya. 'Padahal sudah jelas yang memulainya adalah dia' batin suho. Jika saja kris tidak menghentikan mobil secara tiba-tiba. Semua ini tidak akan terjadi, pikir suho. suho mengusap wajahnya kasar . ah, Ia harus menulis ulang makalahnya.
Setelah beberapa menit berjalan, suho pun sampai di halte bus, dan langsung duduk di bangku halte. Seraya menunggu datangnya bus, suho memperbaiki penampilannya. Mengambil sisir di tasnya untuk merapikan rambutnya agar klimis lagi.
"ini" tangan seseorang menyodorkan kaleng minuman di depan suho. suho mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa seseorang itu. suho mendengus 'ternyata namja gila tadi' dan langsung membalikkan posisi badannya untuk membelakangi Kris
"Pergilah!" titah suho ketus
Tiba-tiba bangku terasa sedikit bergoyang, kris malah duduk di samping suho
"ahh, ini sudah jam 11, aku pasti tlah melewatkan rapatku" lirih Kris, seharusnya ia bisa berpresentasi di depan atasannya kali ini. padahal ia sudah menyiapkan semuanya dengan matang, ia ingin di pandang sebagai karywan yang baik selama masa pelatihannya menjadi seorang CEO di perusahaannya kelak.
Suho yang mendengar lirihan kris pun akhirnya membalikkan tubuhnya, duduk menyamping di samping kris.
Suho dapat melihat wajah sendu kris, wajah yang nampak sangat frustasi. Dapat suho lihat kris yang kadang-kadang menghelas nafas panjang
Suho prihatin terhadap kris, ia ingat ini merupakan kesalahannya juga. suho mengatakan tidak bisa pergi ke acara ibunya karena menemani Jimin. suho menyesal.
"Mianhae" lirih suho membuka suara setelah beberapa menit keheningan melanda mereka
"untuk apa?" tanya kris, masih menatap lurus ke depan. Kearah jalan
"tentu saja untuk semua kejadian tadi, aku pasti juga sudah melewatkan kelas presentasiku" ucap suho dengan nada sendu.
Suho dan kris meratapi nasib mereka karena insiden tadi sehingga harus melewatkan suatu hal yang sangat penting bagi mereka hari ini. huft...
kris membukakan tutup kaleng minuman dan menyerahkannya pada suho
"ahh" lega suho selesai meneguk minuman itu.
kris menarik nafas panjang, tampaknya ia sangat frustasi dengan tampilan yang masih acak-acakan seperti tadi. Kris belum merapikan penampilannya yang seperti siswa SMA selesai tawuran. Dasi yang kendur, kancing kemeja yang terbuka dan rambut blonde nya yang nampak acak-acakan karena mencuat kemana-mana
'seperti pengemis saja' batin suho jijay. Ia pun mendekati kris "sini" suho memegang dagu lancip kris untuk menoleh kan wajah kris ke arah suho. Suho pun merapikan dasi kris dan mengancing kancing kemeja kris.
"sudah" suho puas dengan kinerjanya setelah beberapa menit memperbaiki penampilan kris, suho menyisir dan merapikan rambut kris seperti keadaan semula. kris terlihat tampan sekarang, bukan, kris terlihat sangaaaaaaaaaaat tampan.
"gomawo"
"sama-sama" suho kembali meneguk minumannya
Hp kris berbunyi, seseorang sedang meneleponnya. Ia pun mengangkat panggilan tersebut.
"yeoboseyo?"
"..." mata kris berbinar
"jinjja?" kris terlihat sangat senang
"..."
"ne~ aku akan datang sekarang" ucapnya kemudian mematikan telepon tersebut. Wajah kris kembali cerah
"kajja" belum sempat suho ingin menanyakan ada apa, kris langsung menarik tangan suho dan berlari menuju mobil mereka
kris membukakan pintu suho, kemudian berlari masuk lewat pintu satunya.
ToBeContinued
Saya cuman mau bilang Thanks buat kalian yang udah review karya saya, saya gak bisa cuap-cuap. Saya mah gitu orangnya xD
Wanna judge? Silahkan , Ngebash? Silahkan, Sider? Silahkan, BEBAS :D
Next chap?
