~ONE LAST TIME~

Chapter 3

Rate: T

Boys love, Yaoi, Marriage Life, Humor, Hurt/Comfort. Random lah xD

Cast : Kim Joomyeon a.k.a Suho x Wu Yi Fan a.k.a Kris

Oh Sehun, Park Soyoung, Park Chanyeol, D.O. Kyungsoo, Kim Jongin, Kim jongdae

Disclaimer : cuman otak sengkleknya author yang bisa bikin cerita kayak gini, kalo ada yang mirip. Berarti cuman kebetulan otak kita sama-sama sengklek xD.

a/n : ini lagu terinspirasi dari lagunya ariana grande, yang berjudul one last time. Lagu itu ngena banget lah, cerita nya tentang seseorang yang menerima kamu apa adanya.

*Typo berarti kita ngetik sendiri tanpa Copas dan malas untuk memperbaikinya /peace/*

So, Enjoy the typo /what the.../

No, i mean. Enjoy the story :* #chivokbassah

~ONE LAST TIME~

Last chap...

"yeoboseyo?"

"..." mata kris berbinar

"jinjja?" kris terlihat sangat senang

"..."

"ne~ aku akan datang sekarang" ucapnya kemudian mematikan telepon tersebut. Wajah kris kembali cerah

"kajja" belum sempat suho ingin menanyakan ada apa, kris langsung menarik tangan suho dan berlari menuju mobil mereka

kris membukakan pintu suho, kemudian berlari masuk lewat pintu satunya.

~ONE LAST TIME~

Chapter 3...

"ada apa sih?" tanya suho pada akhirnya karena sangat penasaran dengan kris yang terlihat bersemangat, di tambah senyuman di bibir tipis namja tampan itu belum ada luntur-lunturnya sejak di halte tadi.

"rapat di tunda, karena direktur dari perusahaan yang akan kami jadikan partner juga belum datang pagi tadi, jadi rapat akan di laksanakan jam setengah 1 ini" kris masih fokus memerhatikan jalan

Suho tersenyum, ternyata rapat di tunda yang bertanda bahwa kris masih sempat untuk mengikuti rapatnya. Suho melirik arloji di tangannya "ppali, ini sudah jam 12 siang dan turunkan aku di halte bus saja"

"wae?"

"karena tidak mungkin aku mengikutimu sampai perusahaan dan tidak mungkin ke kampus karena ini sudah siang, aku akan pergi ke acara ibu saja"

"aku bisa mengantarkan mu ke tempat ibu"

"tempat ibu kan jauh, nanti kau bisa terlambat"

kris menoleh ke arah suho ia memakai kaca hitamnya "tidak mungkin terlambat, cepat kencangkan seatbelt mu" kris tersenyum. bukan senyuman tampan, senyuman yang lebih tampak

Seringaian?

Suho membulatkan matanya "MWO?!" pekik suho saat tiba-tiba kris menancap gas

"yaa! Jangan ngebut!" suho panik

BRUUUUUUUUM ... larangan suho terdengar ayo-tancap-gas di telinga kris.

"kau gilaaaaaaa!" pekik suho lagi, Meski sudah sering dalam keadaan seperti ini, tapi tetap saja perasaan takut tertabrak sesuatu selalu menyelubungi pikiran suho

bagaimana tidak? Mereka tampak seperti sedang mengikuti balapan mobil. Bukan melawan mobil musuh, tapi balapan mengejar kematian.

~ONE LAST TIME~

Setelah 10 menit berkendara, mereka pun tiba di depan hotel yang akan heechul resmikan hari ini.

Ckiiit... mobil mengerem mendadak.

Kris membuka kacamatanya, menoleh ke samping ke arah suho "bagaimana, aku hebat bukan?"

Suho speechles, lebih tepatnya membeku. Jantungnya terasa berhenti

"hey, keluarlah, kita sudah sampai"

Suho menoleh kaku, kris terkejut. Suho nampak seperti mayat, pucat sekali.

"dasar bodoh! Idiot! Tiang listrik tak berguna!" suho mendekat dan

Bugghh... Bugghh... Bugghh... menghajar telak kris dengan sekuat tenaganya menggunakan makalah, tak peduli jika kris akan menjadi babak belur nantinya. Heol, suho hampir kehilangan nyawanya karena ketakutan. Kris harus di balas, HARUS!

"aww, aduh aduh" rintih kris mempertahankan tangannya yang ia silangkan di atas kepala. Ia tak ingin menjadi bodoh karena pukulan namja manis yang sedang naik darah itu

Setelah puas memukuli kris, suho pun keluar dari mobil dan

Brakk!

-menutup pintunya dengan keras.

kris membuka kaca jendela mobilnya, suho menatapnya tajam "kampungan" kalimat yang terdenganr indah itu baru saja keluar dari mulut namja tampan yang baru saja menutup kaca mobilnya kembali.

belum sempat berkurang, Darah suho naik lagi "kau bilang apa!?" suho berusaha membuka pintu mobil, tapi tak bisa. kris menguncinya dari dalam. kris terlihat sedang menjulurkan lidahnya mengejek suho.

Kris tampak tertawa penuh kemenangan di dalam sana, dengan wajah yang masih terlihat mengejek. Kris menyalakan mesin mobilnya, kemudian mulai menjalankan nya dengan cepat

"gila!" teriak suho kesal.

Saat mobil kris menjauh, amarah suho perlahan turun, dan hingga ia baru menyadari bahwa orang-orang yang di parkiran tengah menatap nya dengan pandangan aneh. "Memalukan sekali" gumam suho. Memakai jurus langkah seribu, suho masuk ke hotel dengan kecepatan kilat.

~ONE LAST TIME~

Setelah beberapa menit berkendara, Kris pun sampai tepat waktu di perusahaannya tempat ia bekerja. EXO Corp

"Kyung-ah kapan rapatnya akan di mulai?" kris baru saja datang di ruang yang akan dijadikan tempat meeting, kemudian duduk di samping kyungsoo

"sebentar lagi hyung, karena direkturnya masih sedang dalam perjalanan" sahut kyungsoo yang tampak sibuk memperbaiki penampilannya.

"hey, apa kau tahu? Direkturnya adalah seorang wanita muda cantik" Kris menoleh ke arah jongin di samping chanyeol, tampak tertarik dengan cerita jongin

"jinjja?"

"iya benar, waktu itu aku datang ke kantornya untuk mengantar surat persetujuan, dia sangat cantik. Ramah dan senyumnya bak mawar merah yang merekah" bisik chanyeol yang berada di samping kanannya "ku dengar ia juga masih single" timpalnya lagi

"jinjja? Sepertinya aku bisa menggaetnya" d.o menghela nafas mendengar kalimat dari seseorang

"tidak mungkin, kau kan hitam" ketus chanyeol, jongin itu percaya diri sekali.

"ya! Hyung! Aku ini hitam manis"

"berhentilah, dia sudah datang" tegur Jongdae

mereka pun serentak membungkuk memberi hormat saat direktur itu mulai memasuki ruang rapat. Kris melihat kaki jenjang seorang wanita, putih mulus, dan berjalan bak model melewatinya dan beberapa bodyguard mengikutinya.

"hey, bangunlah" tegur kyungsoo karena kris yang masih membungkuk.

Setelah menegakkan posisinya, kris melihat mata para peserta rapat yang didominasi oleh pria itu mengarah ke arah direktur tersebut. Karena penasaran dengan wajahnya, kris pun langsung menoleh ke arah tersebut.

Tampaklah seorang wanita cantik, berbibir sexy, matanya yang indah dan perawakan yang tinggi tengah menatap ke arah kris dari depan ruang rapat.

"hey, dia menatapku" bisik kai dengan nada ceria 'tersenyum bak orang gila' dengus kyungsoo

Kris lempeng-lempeng saja dengan wajah datarnya saat mendengar pernyataan jongin, meski kris tahu mata direktur tersebut mengarah kepadanya.

mereka memulai rapat mereka yang tentang bernegosiasi untuk menjadi partner antar EXO Corp dan RedVelvet Corp

~ONE LAST TIME~

"ah, disini sangat membosankan" gerutu suho saat duduk di meja sendirian sambil memegang gelas minuman.

Pesta sedang berlangsung, para tamu undangan tengah menikmati pesta. Kebanyakan mereka adalah para pengusaha seperti heechul. Mereka saling bercerita tentang usaha mereka. sebenarnya heechul sempat mengikutkan dan mengenalkan suho kepada teman-teman pengusahanya.

heechul memberitahu mereka bahwa suho adalah menantunya, mereka memuji suho dan mengatakan bahwa heechul sangat beruntung memiliki menantu seperti suho yang tlah menikahi Kris, anaknya

suho memutar bola matanya jengah saat mendengar kalimat pujian itu 'Hey, ketahuilah, pria jangkung itu merupakan salah satu mimpi yang menyeramkan. Mereka mungkin akan berbalik mengatakan keberuntungan menjadi kesialan jika mereka melihat kami bersama-sama' suho membatin

Fyuh, suho sangat bosan berada di sekitar mereka. Meski suho terlahir dari keluarga tingkat atas, suho tak menyukai semua ini, suho lebih menyukai ketenangan dan musik. Lagipula suho masih muda dan tidak cocok dengan topik pembicaraan mereka yang tentu saja tentang bisnis.

Ingin rasanya pergi dari sini, tapi suho tidak tau pergi akan kemana dan dengan siapa, suho terlalu takut untuk berjalan-jalan sendirian di kota besar ini.

"permisi, apa kau Kim JoonMyeon?" seseorang menepuk bahu suho pelan, entah mengapa suho seperti mengenal suara ini. suara yang suho tidak pernah dengar lagi sejak ia pindah di seoul. Karena penasaran, suho pun membalik badannya untuk menoleh ke arah seseorang itu.

DEG~

Suho terbungkam, lidahnya kelu, jantungnya terasa berdegup dengan sangat kencang. suho tak percaya dengan apa yang matanya saksikan sekarang.

Mata itu, bibir itu, wajah itu merupakan wajah yang terakhir kali suho lihat sejak 5 tahun yang lalu.

"ah, maaf, sepertinya aku salah orang lagi" orang itu menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal, ia merasa malu karena lagi-lagi salah.

Suho dengan susah payah menelan salivanya "S-Sehun? Oh sehun?" suho tergagap, ia masih belum bisa mengurangi keterkejutannya.

Mata sehun nampak berbinar "Ini benar kau hyung?"

Suho mengangguk semangat. sehun pun langsung duduk di bangku depan suho

"wah, sudah lama ya?"

"ne, sudah sangat lama" suho nampak malu-malu

" hyung sangat cantik hingga membuatku susah mengenalimu" sehun tersenyum, senyum yang sangat suho sukai 5 tahun lalu.

Blush~

Pipi suho merona

"y-ya! Aku tampan!" suho tak terima yang langsung di sambut ledakan tawa dari sehun. Pipi suho merona lagi. Ia sangat menyukai sehun saat sedang tertawa.

"apa yang kau lakukan di sini? Kau juga salah satu pengusaha?"

"ne, seperti itulah" jawab sehun saat tawanya sudah mereda

"hyung" panggil sehun "ingatkah kau 5 tahun yang lalu? hyung memberi ku hadiah berupa bunga dan coklat. Seharusnya surat itu menjadi hadiahku juga. Tapi hyung malah mengambilnya kembali dan berlari meninggalkanku, hyung tahu, aku masih sangat penasaran dengan isi surat itu sampai sekarang"

"ahh, surat itu" suho menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Flashback...

Waktu itu suho baru grade 2 SMA, suho sedang menunggu seseorang di lapangan basket, suho memakai jaket tebal dan sweater yang ia lilitkan di leher hingga menutupi mulutnya. Di balik punggung suho, suho membawa hadiah berupa coklat dan surat di tangannya.

Jantung suho berdebar tak karuan, karena hari ini pertama kalinya suho akan mengungkapkan perasaan nya kepada seseorang yang sudah ia sukai sejak SMP.

Seseorang tersebut ia lah Oh Sehun, adik kelas suho yang tampan yang masih duduk di smp tingkat akhir, suho menyukai sehun meski sehun adalah hoobaenya, sehun itu baik hati dan lembut.

Setelah berdiri menunggu selama setengah jam, tibalah lelaki tampan nan mempesona yang mengenakan seragam sekolah smp tengah berjalan memasuki lapangan menuju ke arah suho sambil tersenyum dengan manis bak pangeran.

Suho meleleh, ia hampir saja akan terhuyung ke belakang kemudian pinsan jika saja ia tak ingat rencana awalnya.

"myeonie hyung, maaf sudah membuatmu lama, aku sempat di tahan di kelas" tersirat nada menyesal dari mulut sehun, sehun tampak khawatir karena sudah membuat suho menunggu lama.

"ahh, tidak apa-apa hun-ah" suho tersenyum kikuk

"sebenarnya apa yang ingin huyng katakan padaku?" tanyanya penasaran

"terimalah ini" suho menyodorkan bunga mawar merah dan surat di atas kotak yang berisi coklat. sehun tersenyum kemudian meraih hadiah itu "gomawo" ucapnya tersenyum.

Suho sangat kikuk sekarang, ia hanya dapat menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.

"wah, ada surat" seru sehun seraya mengambil surat yang suho ikat menggunakan pita di kotak coklat.

Grepp...

Suho menahan pergerakan tangan sehun yang hendak membuka surat "ya! hunna, nanti saja membukanya" gugup suho

"ayolah, ijinkan aku membacanya hyung"

"ya! hajima!" suho terus menahan tangannya

"ish" sehun memberengut "hyung kan sudah memberikannya padaku, sekarang ini milikku, aku ingin membacanya sekarang" sehun berusaha membuka surat yang suho buat malam tadi.

Surat itu berisi kata-kata yang sudah suho pendam sejak suho pertama kali bertemu dengan sehun ketika waktu smp dulu. Jika sehun membuka dan membacanya sekarang, suho pasti akan sangat malu karena kata-kata sastra absurd karyanya. 'sehun mungkin akan tertawa jika membacanya' batin suho

SRET...

WUSHHH...

"Ya! Kim JoonMyeon hyung ! Mengapa hyung mengambilnya?!" sehun terkejut karena suho langsung merampas suratnya itu dari tangan sehun dan langsung berlari meninggalkan sehun secepat kilat.

"aku belum siap! Besok saja!" teriak suho sambil berlari

"Kim JoonMyeon hyung! Tunggu!"

Sehun mencoba mengejar suho, tapi gagal. Karena suho memang pelari tercepat di kelasnya

End Of Flashback...

"Aku ingin membacanya di depan hyung karena besoknya aku harus ke USA" sehun memberengut, karena itu lah sehun ingin sekali membaca di depan suho. Sehun harus pergi ke USA, melanjutkan sekolah nya di tingkat high school bersama seluruh keluarganya yang memiliki perusahaan di sana.

Jantung suho berdebar, debaran ini masih sama seperti 5 tahun yang lalu saat terakhir kali suho melihatnya. Sehun semakin tampan dan semakin terlihat dewasa, meski sebenarnya sehun memang lebih tampak dewasa daripada suho sejak dulu.

"waktu itu kau tidak memberitahuku akan ke USA" rengut suho dengan tangan yang ia silangkan di depan dada yang di sebut mode 'ngambek ala suho'

"aku mencoba mengejar hyung untuk memberitahu hal itu, tapi hyung sangat kencang berlari"

"hehe, mianhae" kekeh suho, tertawa idiot

"apakah surat itu masih ada?"

Blush~

Wajah suho merona lagi~

"i..itu sudah...sangat lama, tentu saja tidak ada lagi"

Alis sehun terangkat sebelah "hyung pasti berbohong, kau masih menyimpannya bukan?" heol, suho dan sehun itu sudah berteman sejak lama. Tentu saja sehun tau pasti apabila suho sedang berbohong.

Aigoo, sehun Mengapa kau menatap suho seperti itu? kau sungguh membuat jantung suho berdebar, mungkin sebentar lagi akan meledak

"ya! Ice King! jangan menggodaku"

Tawa sehun meledak "haha, sudah lama aku tak mendengar panggilan itu dari seorang tuan Kim JoonMyeon" Ice king adalah panggilan suho untuk sehun yang tak pernah peka-peka terhadapnya, mungkin sehun belum tau makna ice king itu untuknya.

Suho memberengut, dengan bibir yang di majukan beberapa senti. Ia semakin tampak menggemaskan dan membuat sehun tak tahan untuk tak mencubit pipi gembil seorang suho yang tengah berada dalam mode ngambeknya.

Tawa sehun mereda "bogoshiepo hyung"

Suho tersenyum, menampilkan senyum angelicnya. Oh sehun meleleh, ia sangat merindukan senyuman itu "nado hunna"

~ONE LAST TIME~

"Bagaimana menurut anda dengan presentasi karyawan saya?" tanya kangin sajangnim kepada direktur wanita itu saat kris baru saja selesai berpresentasi di depan.

"brilliant sekali, saya sangat menyukai ide karyawan anda" direktur wanita itu tersenyum, kemudian menoleh ke arah kris "Yifan-ssi?" panggilnya. Kris menoleh "ne?"

"presentasi anda bagus"

"gamsahamnida" kris membungkuk kemudian kembali ke kursinya, untuk melanjutkan rapat mereka. meski di puji, kris itu tetap dengan ekpresinya. flat

"Hyung" chanyeol menyenggol tangan kris

"huh?" kris tanpa menolehkan pandangannya ke arah chanyeol, karena masih fokus dengan rapat mereka.

"dia selalu menatapmu hyung"

"huh? Nugu?"

"direktur wanita itu, ia selalu menatapmu hyung"

kris pun menoleh ke arah direktur itu. dan benar saja, dengan senyuman yang menghiasi wajah cantik direktur yang bernama Park Sooyoung itu tersenyum manis ke arah kris. kris sebenarnya risih juga selalu di perhatikan 'ia seperti stalker saja' batin kris. kemudian membalas senyuman direktur park dengan senyuman singkat sebatas menghormati.

"sepertinya ia menyukaimu" bisik chanyeol lagi, kris sabar saja.

"Oh" balas kris singkat, mengabaikan chanyeol yang komat-kamit kesal di sampingnya.

Setelah 1 jam, rapat yang di adakan oleh pihak red velvet corp dan exo corp itu pun akhirnya berakhir. Mengundang nafas lega bagi pihak exo corp karena perusahaan red velvet yang bergerak di bidang fashion itu setuju untuk menjalin kerja sama dengan mereka.

"terima kasih untuk kehadiran anda" kangin sajangnim membungkuk, di ikuti oleh para karyawannya yang lain.

~ONE LAST TIME~

kris sedang berada di lift untuk turun ke lantai utama, tiba-tiba lift berhenti dan masuklah seorang yeoja, yang ternyata direktur park. Ia tersenyum ke arah kris –lagi- dan kris membalas nya dengan membungkuk sebentar.

"anda ingin ke lantai berapa?" tanya kris saat ia akan menutup pintu

"aku ingin ke lantai 7, karena barangku tertinggal di ruang rapat tadi"

"ahh, baiklah" kris memencet angka 7 di tombol lift

Padahal kris sudah mencapai di lantai 2 saat direktur park masuk. 'Seharusnya aku keluar saja di lantai 2 tadi sehingga tidak perlu naik ke lantai 7 lagi' kesal kris karena kebodohannya sendiri, lantai 7 itu jauh. Belum lagi karyawan-karyawan yang kemungkinan akan masuk ke lift tiap lantainya.

"Yifan-ssi" panggilnya membuyarkan lamunan kris

"huh? Ne? Nona park?"

"kau berada di bagian apa?"

"saya di bagian editor, nona park"

"tidak perlu memakai bahasa formal. kenalkan, namaku park sooyoung, tapi kau bisa memanggil ku dengan JOY saja" joy menyodorkan tangannya untuk berkenalan.

kris meraih jabatan tangannya "panggil saja kris"

ting...Lift sudah sampai di lantai 7

"senang bertemu denganmu Kris-ssi" joy keluar dari lift

Kris tersenyum "ne, senang bertemu dengan anda"

"semoga kita bertemu lagi"

"ne, tentu saja" jawab kris kemudian menutup pintu lift.

Ini sudah jam 5 sore, pasti pesta ibu sudah lama berakhir dan Suho pasti sudah berada di rumah pikir kris. kris berencana untuk langsung pulang ke rumah saja.

~ONE LAST TIME~

Kris sudah sampai di rumahnya, sebelum tiba. Kris sempat membeli makanan di restoran karena perutnya yang tiba-tiba berbunyi. Ia sangat lapar karena antusias mengikuti rapat pertamanya tadi. Antusiasnya itu membuatnya lupa untuk makan siang.

Ting...tong...

kris memencet bel rumah berkali-kali, tapi tampaknya tak ada orang di rumah. tak mungkin suho belum pulang, kan acara ibunya kris sudah selesai 3 Jam yang lalu. Dan Lagi pula ini sudah sore.

Karena tak ada respon dari dalam rumahnya. kris pun masuk menggunakan kunci cadangan yang suho dan kris taruh di kandang anjing pitbull mereka yang suho namai dengan panggilan Kimi. anti mainstream huh?

Saat masuk, rumah begitu sepi dan lumayan gelap karena hanya beberapa lampu yang menyala di rumah megah itu.

"suho?" panggil kris nyaring seraya memasuki ruang tamu. Tapi tak ada sahutan sama sekali, sepertinya suho memang belum pulang.

"aish, kemana anak itu" gerutu kris seraya membuka jas dan dasi nya berniat ingin mandi.

~ONE LAST TIME~

"Waaaa... di sini sangat indah" mata suho berbinar, menatap antusias pemandangan matahari sore di namsan tower. Seoul terlihat indah saat terkena terpaan mentari senja yang berwarna keemasan.

sehun mengajak suho ke sini setelah pesta ibu selesai. Ini merupakan yang kedua kalinya suho naik menara ini sejak 8 bulan yang lalu mengunjungi menara ini bersama kris. waktu itu suho mengajak kris pada malam hari, pemandangannya tak kalah bagus seperti sekarang. kerlap-kerlip lampu ibukota seoul membuat pemandangan malam yang indah. tapi karena yang bersama suho waktu itu adalah kris maka kesannya tidak ada sama sekali. suho cemberut mengingat kris

"hyung menyukainya?" tanya sehun saat melihat ke-antusiasan suho

"tentu saja, matahari sorenya sangat indah" suho tersenyum, masih fokus dengan matahari sore yang tampak sangat indah itu

"baguslah" sehun mengacak rambut suho

"ya! hunna!" sehun terkekeh melihat suho yang cemberut seraya memperbaiki rambutnya dengan tangannya

Setelah di rasa rambutnya sudah rapi, suho melihat arloji di tangan kirinya "omona, sudah jam 5!"

Sebelah Alis sehun terangkat "ada apa dengan pukul 5 sore?"

"aku harus pulang"

"ada apa kalau tak pulang jam 5 sore? hyung akan berubah jadi angsa?" godanya, yang membuat suho mendesis sebal

"hehe. araseo, aku akan mengantar hyung pulang" ucapnya tersenyum

"gomawo" suho membalas senyuman sehun

~ONE LAST TIME~

"aish! Kemana anak itu pergi, ini sudah hampir jam 6" gerutu kris yang mungkin terdengar sedikit cemas -dengar hanya sedikit- Saat mengetahui suho belum pulang ke rumah mereka, padahal biasanya suho tidak pernah pulang terlambat, apalagi ini sudah menjelang petang.

Kris berjalan menuju sofa dengan handuk di atas kepalanya, ia hanya memakai shirt putih polos dan celana jeans pendek hitam santainya. kris mengambil handphonenya di atas sofa kemudian memencet angka 1 di panggilan cepatnya.

"yeoboseyo?" dengan polosnya seseorang di ujung sana mengatakan halo saat kris sedang mencemaskannya.

Yang semulanya di telinga kanan, Kris memindahkan handphonenya di depan mulut"KAU DIMANA?!" teriak kris geram yang membuat suho harus menjauhkan handphone nya dari telinga. Hampir saja gendang telinga suho meledak karena teriakan cempreng kris

"ya!" teriak suho geram " Jangan berteriak! Kau hampir membuatku jan-"

"kapan kau akan pulang?" potong kris cepat, tak mengindahkan protesan suho

"aku sedang dalam perjalanan pulang"

Tut...tut..

"yeoboseyo? yeoboseyo?" suho mematikan secara sepihak telepon dari kris. kris mengacak rambutnya frustasi

~ONE LAST TIME~

"nugu?" sehun penasaran dengan orang yang telah membuat suho berteriak

"bukan siapa-siapa" suho tersenyum, meski hatinya terkena penyakit gondok gara-gara teriakan dari kris dan kris yang memotong seenak jidatnya omongan suho.

Sehun mengangguk saja tanda paham, sambil fokus dengan mobil yang ia kendarai bersama suho

"berhenti, rumahku di sini" mereka berhenti di depan rumah besar berwarna putih dengan gaya klasik, sehun menurut saja memberhentikan mobil kuda jingkraknya (read: ferrari) saat suho menyuruhnya.

"hyung" panggil sehun yang hanya di jawab gumaman oleh suho saat ia sedang melepas seatbeltnya

"aku menyukaimu hyung"

DEG~

Suho terbungkam, menoleh kaku ke arah sehun yang sedang tersenyum manis ke arahnya. darahnya terasa berdesir hangat saat sehun mengatakan itu, tapi entahlah. Suho merasa ada yang mengganjal, ada rasa khawatir dan lega menyapanya bersamaan.

Suho tersenyum kikuk, ia tidak bisa berpikir hal apa yang harus ia katakan "aku pergi dulu hunna" dengan cepat suho membuka pintu mobil meraih tasnya dan langsung keluar dari mobil sehun.

Sehun menghela nafas, tersirat rasa kecewa di hatinya saat suho tak menjawab perasaannya. Sebenarnya sehun ingin mengatakan hal tersebut saat mereka di namsan tower tadi. Tapi karena suho yang terlalu antusias akan pemandangan matahari sore. Jadilah sehun mengungkapkannya di dalam mobil saat di depan rumah suho. Mungkin sehun harus berusaha lebih lagi...

"aku harap kita akan bertemu lagi myeonnie hyung" sehun tetap tersenyum dengan senyuman yang selalu membuat suho ingin meledak itu.

suho tersenyum, menggaruk tengkuknya yang tak gatal "ne, aku harap juga begitu"

"masuklah, sudah sore"

"hunna"

"ne?"

"hati-hati di jalan"

"ne, gomawo untuk hari ini, hyung harus menjaga kesehatanmu, ne?"

suho mengangguk semangat. sehun menutup kaca pintu mobil dan mulai menjalankan mobilnya.

"ne, nado" suho meringis karena kebodohannya yang tidak menjawab pernyataan sehun. Seharusnya suho juga mengungkapkan perasaanya. Suho merasa aneh, ia tiba-tiba teringat kris yang sudah menjadi suaminya 'kenapa harus ada alien itu sih' batin suho sweatdrop. Mengusak rambutnya hingga acak-acakan. Ia merasa kacau sekali

Tapi menurut suho itu adalah tindakan yang tepat, kris adalah suaminya dan sehun belum tahu tentang hal itu. suho takut membuat sehun kecewa apabila suho mengatakan perasaannya yang sesungguhnya kepada sehun sementara suho sendiri sudah mempunyai suami.

Iya suho, itu tindakan yang tepat. Suho menyemangati dirinya sendiri seraya berjalan menuju pintu rumahnya.

'dia semakin tampan' batin suho seraya membuka pintu rumahnya menggunakan kunci cadangan di dalam kandang anjing pitbull milik ia dan kris dengan senyum yang tak pernah luntur sejak tadi siang saat pertama kali bertemu sehun.

~ONE LAST TIME~

Saat sudah memasuki ruang tamu, suara seseorang menginterupsi lamunan suho "dari mana saja kau?" suho berjengit kaget karena suara menyeramkan itu datang dari belakangnya. suho menoleh ke belakang dan mendapati pria jangkung yang duduk di sofa tengah menatapnya tajam.

"ini sudah sore! Mengapa kau baru pulang? ibu mengatakan kau sudah pulang sejak 3 Jam yang lalu, tapi mengapa kau baru datang? Kau dari mana saja? Apa yang kau lakukan? Kau dengan siapa?" bertubi-tubi pernyataan kris layangkan sebelum suho sempat menjawab

Suho tersenyum sinis dengan tangan yang ia silangkan di depan dada "ada apa? kau mengkhawatirkanku?"

Kris mendekati suho "mwoya?" suho mundur tapi

Grepp

Kris menangkup kedua pipi suho dengan tangan besarnya "ku kira kau telah di culik lalu di cincang kemudian di rebus dan di jadikan sebagai makanan anjing"

Suho sweatdrop

"ish, kasar sekali" mendengar akhir kalimat kris yang mengatakan kalau suho di jadikan makanan anjing, membuat suho merasa sangat tidak penting. Suho melepas paksa tangkupan tangan kris di wajahnya, karena pipinya malah terasa hangat saat kris ternyata mengkhawatirkannya.

"aku berjalan-jalan sekitar seoul, karena aku akan sendirian jika aku langsung pulang ke rumah. aku bosan selama berada di acara ibu. Lagipula ini pertama kalinya aku tidak kekampus" jelas suho

"ohh" kris berlalu meninggalkan suho menuju dapur

"ya! Hanya itu jawabanmu?!" pekik suho gondok, karena ia sudah menjawab panjang lebar dan hanya di jawab OH dari lelaki sumpit yang bernama lengkap Wu Yifan itu.

"ayo makan, aku lapar karena harus menunggumu lama" kris tanpa menoleh mengabaikan teriakan amarah suho.

Suho ikut berjalan menuju ke arah dapur, mensejajarkan langkahnya di samping kris "huh? Kau menungguku?"

Kris menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya menghadap suho di sampingnya. "sebenarnya aku ingin makan duluan dan menghabiskan semuanya, tapi karena mengingat kau yang tidak bisa memasak, aku mengurungkan niatku untuk melahap semuanya karena nanti pasti kau akan menyuruhku memasak lagi"

"ah, iya benar, aku lapar sekarang" suho menyerahkan tas ranselnya kepada kris kemudian berlalu menuju dapur. mengabaikan pekikan tak terima dari kris karena harus memegang tasnya.

Mata suho berbinar saat melihat sajian yang semuanya tampak menggiurkan dan menggugah selera "waaaa! Semuanya terlihat enak, kau memang pintar memasak" puji suho langsung duduk di kursi nya.

Kris duduk di seberang suho "aku membelinya" jawabnya singkat. Suho tersenyum kikuk, dikiranya yifan yang memasak. hehe

mereka pun makan malam bersama. Seperti biasa, saat makan berdua mereka akan sangat tenang. Karena canggung dan gengsi untuk membuka percakapan pertama kali.

~ONE LAST TIME~

Selesai menyantap makanan, suho pun membereskan meja makan. Sedangkan kris masih duduk di bangku dengan tangan yang terlipat di dada.

"ehmm" dehem kris

"ada apa?" suho mendatangi meja makan kembali setelah selesai mencuci piring makan malam mereka

"aku ingin kopi"

Tanpa protes, suho kembali bangkit dari duduknya. Menyalakan kompor untuk memasak air. Setelah ketel berbunyi. Suho menuang air panas itu di dalam cangkir, menambah 2 sendok kopi dan setengah gelas susu. minuman kesukaan kris, meski suho tidak bisa memasak. kris selalu menyukai kopi yang di buat oleh suho.

"ini" suho menaruh kopi itu di depan kris, bersamaan dengan teh yang suho sodorkan. Kris bangkit dari duduknya, mengambil pisau dan 1 buah lemon yang kemudian ia potong jadi dua. Satu sisi potongan itu. kris bawa kembali ke meja makan, kemudian lemon itu kris peras di cangkir teh suho yang suho sodorkan.

Mereka sama-sama menghela nafas lega setelah menyeruput minuman hangat itu, suho dengan tehnya. Dan kris dengan kopinya, 1 tahun itu bukan waktu yang singkat mereka jalani berdua hingga bisa saling mengenal kesukaan masing-masing.

Kris menaruh kopinya "ayo kita jalan-jalan malam ini"

uhukkk!..

burst... suho tersedak dan langsung menyemprotkan tehnya yang berada di dalam mulutnya ke wajah kris. kris terkejut dengan mata yang reflek tertutup, untung saja teh itu sudah agak dingin.

"omo, omo, aduh, mian" suho gelagapan, bangkit dari duduknya dan langsung mengambil tissue kemudian mengelap wajah tampan yifan yang harus terkena semprotan tehnya.

"YAK! MENGAPA KAU MENYEMPROTKU!" teriak kris gusar, langsung merebut paksa tissue di tangan suho, kemudian mengelapnya sendiri.

Suho nyengir gaje "miyanhae, aku tiba-tiba mendengar kalimat aneh keluar dari mulutmu, tapi aku yakin telingaku sedang eror"

"apanya yang aneh?!"

"aku tiba-tiba mendengar kau mengajakku untuk jalan-jalan malam ini, itu sangat aneh, tapi terdengar nyata!" heboh suho dengan tampang seriusnya, suho memijat pelipisnya yang malah berdenyut karena pikiran aneh tadi. Suho duduk dan kembali menyeruput tehnya

"aku sungguh-sungguh mengajakmu untuk berjalan-jalan malam ini"

Mata suho terbelalak, dengan susah payah ia menahan teh di dalam mulutnya untuk tidak keluar dan menyemprot kris lagi untuk yang kedua kalinya.

"ayo kita jalan-jalan" final kris

Glup... suho pun menelan tehnya karena telinganya ternyata tidak eror. Dan kris benar-benar mengajaknya untuk berjalan-jalan.

"waaa! Siapa kau?! Apa yang kau mau?! Kau bukan kris?!" teriak suho sakartis, kris yang ia kenal tidak mungkin membawanya jalan-jalan. Biasanya suho yang harus memaksanya, tapi ini berbeda. 'Pasti ini bukan kris'

Kris mengusap wajahnya kasar, ingin rasanya ia menangis melihat ekpresi idiot istrinya yang membuat mood kris langsung berubah "ya! Aku ini kris! Suamimu!"

suho semakin kaget saja, suho cemas sekali dengan kris sekarang, suho merasa sangat aneh, sifat kris sungguh berbeda. Padahal kris itu paling anti untuk mengakui bahwa ia suami suho. Ia akan mengatakan 'suami' jika mereka berada di sekitar keluarga atau orang yang tidak mereka kenal saja "kau! Bukan kris!" suho berjalan kebelakang, bersiap ingin lari kalau ternyata kris lagi kerasukan setan.

"ya! Dasar anak gila! Ini aku kris! Dasar bodoh!" kris menggebrak meja. Ia kesal sekali, sungguh-sungguh kesal.

Suho akhirnya percaya, ini memang kris, kris yang selalu mengatainya -_-. Suho tersenyum cerah "ayo kita jalan-jalan" ucap suho ceria.

Kris bangkit dari duduknya "tidak jadi" hilang sudah mood kris untuk mengajak suho berjalan-jalan.

Kris harus pergi ke rumah sakit besok untuk memeriksakan tensi darahnya, dan akan berpikir 2 sampai 5 kali sebelum mengajak suho berjalan-jalan. Itu mengerikan kalau kris mati muda hanya karena darahnya naik pitam saat sedang berperang dengan suho.

TuBerCulosis or EnaknyakitagaNtunginaDja /maksa/

Gimana? Ngebosanin? Iya banget -_-

Mau ngapain aja terserah deh, aku mah apa atuh. Cuman seseorang yang mencoba menuangkan idenya pada fanfiksi dan berharap karya miliknya di sukai orang-orang.

Ada kebahagiaan tersendiri saat melihat review yang antusias dari pembaca. Meski bukan berupa materi, kesenangan seorang pembaca itu menjadi penyemangat sendiri bagi kami.

Terima kasih yang udah Review+Comment+Like, kalian penyemangat saya. KrisHo shipper Let's Go :D

Next chapter ?

Eh, please like or just watch vidio aku dong. Ini tuh parody yang ku bikin pas nonyon mv GOT7-IF YOU DO . ini tuh pardody yang aku bikin sama bambam, semoga kalian suka. Imi lucu, kata temenku sih. Give much love ya :*

Ini linknya : h*t*tps*:/w*w* *tu*be.*co*m/wa*tch?v=3m-2Kk4j_V4

HAPUS SEMUA TANDA BINTANGNYA OKAY?