Aloha :v / balik lagi dengan segala perbaikan di sana-sini yang mungkin belum maksimal.
Warning : positif AU, typo, dan sodara-sodaranya.
Selamat membaca
...
sungguh, diantara semua orang yang telah ku kenal. Hanya orang itu yang kunobatkan sebagai mahluk penuh kejutan. Datang ke rumah orang tanpa permisi dan apa perlunya ia tiba-tiba datang kemari? Jangan-jangan dia stalker.
"ada perlu apa sampai anda kemari, akashi-sensei?" tanyaku sinis sambil menggenggam erat kedua bilah senjata tajam itu, untuk berjaga-jaga bila akashi akan melakukan hal yang membahayakan.
"sungguh tak sopan, kau bertanya tanpa menjawab pertanyaanku terlebih dahulu (your name)" jawabnya seolah mengejek tatakramaku.
"sensei! Justru, Anda yang tidak sopan karena memasuki rumah orang tanpa permisi!" teriakku kesal sambil menunjuk tepat di wajahnya.
"aku tadi sudah permisi namun nampaknya kau terlalu sibuk mengagumi pedang itu hingga tidak mendengar ketukan dan salamku dari pintu, jadinya aku masuk saja" kini wajah akashi terlihat santai. Hhh.. tadi miwa, dan sekarang orang ini yang berhasil masuk rumahku tanpa ku ketahui.
"Shintarou, kembalilah ke wujud asalmu" akashi nampak memerintah seseorang, tapi aku tidak melihat siapa-siapa di sini selain aku, dan kucingku shi-Shintarou!? Yha, kucingku shiroe perlahan berubah menjadi seorang pemuda tinggi, dengan rambut hijau dan mata berkilau seindah batu zamrud dalam bingkai kacamata berfragmen hitam yang kuyakini ia adalah Shintarou yang dimaksud akashi-sensei.
"pertama-tama, Namaku midorima shintarou. Aku vampire yang merangkap sebagai ahli sihir" kata midorima sambil menaikkan kacamatanya. "akulah yang tadi menyamar menjadi kucing itu"
"jika kau yang menyamar jadi kucingku shiroe, lalu di mana sekarang kucingku shiroe yang asli?" tanyaku cemas. Midorima tidak menjawab, namun ia nampak bergumam mengucapkan sesuatu lalu menyentuh keningku dengan telunjuknya. Bagai gulungan film yang berputar, aku mengingat semuanya, yha. Malam itu- teh-vampire-shiroe- darah-katana- terbelah- murasakibara- akashi- gelap. Aku jatuh terduduk, ah tidak. Aku tidak boleh terbawa suasana dalam keadaan yang membingungkan ini. Aku harus tenang dan fokus.
"hhh.. baiklah. Ayo kita bicarakan ini baik-baik" kataku sambil mengusap mataku yang berkaca-kaca dengan punggung tangan, tentu saja, aku kan masih memegang dua senjata tajam.
"sebaiknya letakkan dulu benda itu" akashi dengan nada entah memberi saran atau perintah.
Tapi tetap saja aku menurutinya. Kami pun menuju ruang kluarga sambil membawa peti berisi pedang dan belati tersebut. Setelah kubuatkan teh, pembicaraan pun di mulai.
"apa kalian berdua ini vampire?" tanyaku memulai. Keduanya mengangguk.
"hh.. baiklah. Tolong ceritakan padaku dari awal" pintaku.
"kaum vampire terbagi atas 3 kasta. Kasta pertama adalah vampire yang terlahir dari kedua orang tua vampir, lalu kasta kedua adalah vampire yang salah satu orang tuanya adalah manusia, dan.."
"kasta yang terakhir adalah vampir yang terlahir dari kedua orang tuanya manusia kan?" tanyaku antusias "eh, tapi jika keduanya manusia kenapa anaknya bisa jadi vampire yhak?" aku jadi bingung sendiri.
"dugaan mu tidak sepenuhnya salah, namun sebagai tambahan. manusia yang tergigit dan terhisap darahnya oleh vampire akan menjadi Vampire kasta ketiga" ucapan akashi barusan membuatku ingin membenturkan kepala ke tembok saking malunya karena bersikap sok tahu dan menyela ucapannya.
"dalam segi pengendalian diri dan kekuatan. Vampire kasta pertamalah yang unggul. Vampire kasta kedua tingkat menengah dan yang paling buruk adalah vampire kasta ketiga" kata midorima.
"eh kenapa?" aku jelas heran.
"karena vampire kasta ketiga bisa di ibaratkan hanya terserang virus vampire, jadi mereka hanya vampire jadi-jadian, mereka dengan mudahnya menuruti nafsu mereka untuk mengonsumsi darah manusia. Mereka memang memiliki kekuatan yang luar biasa di bandingkan dengan saat mereka masih menjadi manusia. Namun sifat mereka yang cenderung menyerang membabi buta tanpa memikirkannya terlebih dahulu membuat mereka dapat kami tangani" kata midorima menambahkan.
"lalu kalian ini vampire kasta apa?" tanyaku.
"aku kasta pertama" jawab akashi tenang.
"aku kasta kedua" midorima menjawab sambil membenahi letak kacamatanya.
"ok, sekarang aku faham akan vampire. Lalu ceritakan permasalahannya" aku lalu menyeruput teh ku, berusaha tenang juga.
"dari dahulu,kami adalah mahluk abadi yang mendapatkan sumber energi untuk hidup dari darah mahluk lain, terutama manusia. dan kami sudah menetapkan sebuah hukum untuk mengatur konsumsi darah, dan hukum itu amatlah ketat dalam lingkungan kaum vampire. Agar keadaan dan hubungan kami dengan dunia ini tetap seimbang. Namun suatu saat, lebih tepatnya sekitar beberapa puluh tahun yang lalu, ada ledakan jumlah vampire kasta ketiga yang membuat kami menaruh curiga bahwa ada yang melanggar hukum" midorima berhenti menjelaskan untuk menghela nafas.
"setelah kami usut, ternyata itu dimulai dari sekelompok vampire kasta kedua yang tidak kuat menahan nafsu nya. ia pun menghisap darah manusia-manusia yang ia temui, hingga merekapun berubah menjadi vampire kasta ketiga. Vampire kasta ketiga yang pada dasarnya lemah dalam pengendalian diri dan hawa nafsupun juga menyerang manusia-manusia yang lain" kata akashi menyambung ucapan midorima.
" jadi itulah yang membuat jumlah vampire bertambah? Tapi bukankah situasi tersebut tidak imbang" aku mulai ber opini.
"memang, oleh sebab itu kami bekerja sama bersama manusia yang tersisa di wilayah ini untuk memburu dan menumpas vampir-vampir itu. salah satunya adalah kakek buyutmu." Akashi kini menata ke arahku.
"bahkan kakek buyutku juga terlibat dalam hal ini? Brapa sih umur kalian?" tanyaku sweatdrob.
"baru 800 tahun kok" jawab midorima dan akashi berbarengan. Aku hampir tersedak teh yang baru ku minum.
"ok, ok lanjutkan cerita yang tadi" aku menjadi kikuk.
"saat di penghujung pertempuran, aku menolong kakek mu yang tengah sekarat. Dan sebagai ucapan terimakasih ia berjanji mengapdi padaku, aku menyetujuinya. Kami menang, pasukan lawan habis menjadi abu, begitu pula dengan pasukan kami yang banyak yang gugur" tutur akashi.
"namun aku yakin urusan kami belum selesai. oleh karena itu selama kami menyelidiki sisa-sisa kasus ini aku menitipkan senjata andalanku pada kakek buyutmu." Sambung akashi, aku menoleh ke arah peti berisi pedang dan belati yang tadi ku temukan di gudang "yha, itu adalah pedang dan belati yang ku titipkan".
"peti itu terikat mantra yang kuat sebagai kekkai, hanya kakek buyutmu dan keturunannya yang bisa membuka peti itu" midorima juga menatap peti itu, sepertinya dialah yang memantrainya. "tak kusangka kami menitipkan pada waktu yang lama hingga terwariskan pada kau,cicitnya"
"apakah kalian tak apa-apa?" midorima maupun akashi nampak bingung dengan pertanyaanku. "maksudku dengan membunuh sesama kalian? Apa itu tidak apa-apa?" tanyaku memperjelas.
"hal ini sudah teramalkan sejak dahulu. Tertulis dalam sebuah puisi kuno" midorima memulai membacakannya. "merekalah yang terus mengapdi pada takdir yang sadis.. merekalah yang selalu berbakti pada dunia yang kejam.. merekalah yang mendapat anugrah kutukan abadi.. merekalah yang paling kuat dalam menyembunyikan kelemahan diri.. "
"merekalah yang paling tabah menghadapi siksaan yang pedih.. tanpa segan menghiasi dunia kelam mereka dengan pertumpahan darah.. merekalah yang dengan berani mengenakan mahkota dosa.. merekalah.. vampire"
Aku melanjutkan puisi yang di bacakan midorima, entah kenapa akashi dan midorima terhenyak. Hehe.. aku salah yha?.
"katakan bagaimana kau bisa tahu isi puisi kuno itu!" kata akashi menakutkan. Aku gugup.
"a-aku mengetahui puisi itu dari sebuah buku tentang vampire di perpustakaan sekolah" jawabku sedikit tergagap.
"midorima!" seru akashi memerintah. Midorima segera pergi dari ruangan ini dengan cepat. Hei, tolonglah aku dari segala kebingungan ini.
"sebenarnya ada apa ini?" tanyaku menoleh takut pada akashi.
...
"aku akan mengabulkan permintaan mu dengan sebuah bayaran" kata orang itu tenang.
"baiklah, katakan berapa bayarannya" orang itu mulai tidak sabar.
"bayarlah dengan semua informasi yang kau ketahui tentang organisasi yang kau ikuti itu"
TBC
Ligakun28 : ini udah di lanjut kok. Hehe. Trimakasih reviewsnya yhak
Yosh, ada yang mau reviews juga?
