Sex Toys

Chapter 1

SasuSaku

NARUTO belong to MK

M for lemon and gore

Sci-fi, Crime

#Warning : AU, Thypo, DarkSasuke! Adult Theme, NC-21, BeDeeSeM, PWP! Lemon . Yang gak kuat baca, harap lambaikan kancut ke kamera :* (NOT FOR UNDERAGE!) *kali ini odes ciyuuss loohh.

A/N : fict ini terinspirasi dari film Wrong Way tapi tentu cuma soal adegan bunuh-bunuhannya doang :( selebihnya lahir dari otak ngawur author :(

Deep Web? *apa ituuhh?* maapkan kelemotan hamba T.T hamba tipe manusia yang lemah di bidang IT. Fp CreepyPasta juga terimakasih atas inspirasi untuk adegan hard gore nya *dan buat kalian yang udah mencekoki odes dengan berbagai hal mesum dan sadis :D*

Fict ini fict Sci-fi pertama odes. Harap maapkan hamba bila banyak kejanggalan atau yang kurang berkenan. Sekali lagi DON'T LIKE, DON'T READ!.

.

.

BACOT AUTHOR AREA!

Odes pada dasarnya gak peduli flamers dan haters, apalagi kalo yg komen cuma berani pake akun abominabel yg dibikin dari planet Pluto dan gak berani nunjukin wajah. (Makan lem aibon dulu sanah! Lo rese kalo lagi mavok!)

Sebenernya odes juga gak keberatan maki-maki orang model begini, tapi karena suamih-suamih odes (Itachi, Rukawa dan Zoro) adalah orang yang sangat baik hati, tampan, penyayang dan juga pemaaf, odes sebagai istrih yang baik juga harus ngikutin suamih tercinta. Jadi buat kalian haters dan flamers, yaaa hate dan flame aja sesuka kalian ;) toh itu yg nulis kalian, yang maki-maki kalian dan kalian juga yang harus menanggung resikonya dikemudian hari.

Ngerasa bangga bisa seenaknya nge-flame karya orang? Ngeraya superior? Ngerasa udah jadi fans sejati? kalian udah tau UU ITE kan soal Cyber Bullying yang mencakup ( Flaming, Harrasment, Denigration, Impersonation, Outing and Trickery, Exclusion, Cyber-Stalking), yang bisa dikenakan pasal pidana sesuai KUHP yaitu pasal 310 ayat 1 dan 2 serta UU no.11 tahun 2008 tentang Transaksi Elektronik. Yakin masih mau jadi flamers? Silahkan, tapi jangan menyesal di kemudian hari yaa. Apalagi nangis-nangis minta maaf. :) karena YOU ARE SO DAMN ANNOYING!

Flame itu termasuk category bullying loh. Dan dapat dipidanakan sesuai pasal yang odes sebutkan di atas. Keadaan psikis setiap orang berbeda, hendaknya lebih bijak menyampaikan bentuk kritikan.

Odes menerima dan terbuka dengan kritikan, sekalipun itu mengkoreksi secara keras kesalahan dalam karya odes. Namun hendaknya disampaikan secara santun dan beradab layaknya orang yang berpendidikan.

Kenapa odes begitu keras menyoroti masalah Flamers ini. Menurut odes, setiap karya, sekalipun buruk dan masih banyak kekurangan, tidak berhak mendapat flame. Karena seorang penulis pasti jatuh bangun dalam menciptakan karyanya. Kemudian secara mental dan psikis dijatuhkan begitu saja oleh orang yang gak bertanggung jawab yang bahkan gak berani menampakkan muka aslinya. Apakah itu adil?

Dan satu catatan odes. Ini penting bagi semua readers. Memang benar odes sudah mengakui odes adalah haters salah satu chara seperti yang odes sebutkandi fict Between Us. Apakah salah? Di fict itu bahkan tokoh yang dimaksud belum dikeluarkan. Kemudian bermacam spekulasi berkembang. Terkesan menggurui dan menyudutkan. Benar, odes adalah Haters salah satu chara, tapi odes juga tahu adab menulis! Apa pernah odes menjelek-jelekkan salah satu chara (entah itu yang odes suka atau tidak) tanpa adanya alur yang jelas? Kalau pernah, coba silahkan tunjukkan di fict mana dan chapter berapa! Kalian kan belum membaca secara utuh, kenapa sudah sangat sok tahu?

Odes katakan sekali lagi, odes bukan Bullyer! Dan odes gak berminat jadi korban Bullying. Jadi siapapun, untuk siapapun yang merasa bangga menjadi seorang flamers di luar sana, odes akan mengambil langkah tegas yang sekiranya diperlukan karena keberadaan kalian sungguh sangat menganggu.

Dan buat yang sudah sangat sok tahu dengan menebak, bahwa odes pasti akan plagiat dari Fp creepypasta, sebelumnya sebelum tuduhan di lemparkan hendaknya mengerti tuduhan yang dimaksudkan. PLAGIAT adalah mencuri ide tanpa seijin yang bersangkutan dan atau mengambil suatu info tanpa menyertakan sumbernya. Gak pernah bikin karya ilmiah yaa?

Disini odes jelaskan sekali, dan odes harap gak perlu odes jelaskan berulang kali, ide dasarnya berasal dan terinspirasi dari film Wrong Way. Lalu soal FP CreepyPasta, odes bahkan baru membuka FP itu setelah cerita ini dibuat. Memang ada bagian yang terinsiprasi, tapi bukan PLAGIAT karena odes mencantumkan sumbernya Di A/N dan juga tentu dengan berbagai perubahan. Berhenti bersikap sok tahu dan inferior. Memangnya anda ini titisan Ki Kugumoh?

SESAMPAH APAPUN KARYA, SE-TIDAKSUKA APAPUN KALIAN PADA KARYA ORANG TERSEBUT, BUKAN BERARTI LANTAS KALIAN MERASA PUNYA HAK ATAU KEWAJIBAN UNTUK MEM-FLAME NYA HANYA KARENA KALIAN MERASA SUPERIOR / INFERIOR!

Sekali lagi,

BANZAAIII~~

Terimakasih luapan cinta dan dukungan kalian

Sign,

#BiniPertamaCanon Uchiha Itachi

Odes

-000000-

Konohagakure, 2037.

Suara erangan dan desahan erotis itu terdengar begitu kencang dari arah sebuah kamar. Sang empunya ruangan tampak tak peduli dengan suara kencang yang memenuhi ruangan kamarnya yang sudah di desaign sedemikian rupa hingga kedap terhadap suara. Yang dia dipikirkan dan inginkan hanya satu, memuaskan hasrat seksualnya yang tinggal sedikit lagi mencapai puncaknya.

Sang tokoh wanita dalam video tampak mengubah posisinya yang semula sedang bercumbu mesra dengan saling melumat bibir dalam sebuah ciuman yang panas dan menggebu, menjadi sedikit menungging sambil merenggangkan kakinya lebar-lebar. Tangannya mencengkram erat seprai tempat tidur yang sudah berantakan dan basah oleh cairan cinta mereka. Sementara yang tokoh pria sibuk mendaki puncak birahi dengan mengobrak-abrik kemaluan wanitanya dengan ganas dari arah belakang.

Seolah tak ada yang ingin terlewat, sementara kejantanan sang pemuda mengamuk di dalam celah yang sudah sangat basah karena rangsangan tersebut, tangan sang pemuda digunakan untuk meremas dan terkadang memilin puting wanitanya yang telah menonjol dan mengeras. Nafas mereka terengah antara desakan nafsu dan juga rasa lelah. Namun api birahi di dalam tubuh mereka belum juga padam!

"Nggghhh.. ahhh..aaahh,..aahhh..." suara desahan erotis itu kian memanaskan suhu ruangan. Sang pemuda menatap terpaku pada sosok 2 orang pemain di video porno yang tengah di tontonnya tersebut. Kakinya terentang sementara tangannya sibuk memijat dan meremas sesuatu yang menonjol diselangkangannya. Matanya terpejam saat desahan dan erangan erotis itu kembali menyapa indera pendengarannya. Seolah dialah yang membuat sang gadis itu merintih dan mengerang tak tahan!

Kejantannya mulai ereksi penuh. Besar dan juga panjang. Namun dia belum merasa akan segera mencapai klimaks. Diraihnya sebuah pelumas (pelicin) yang terletak di sisi tempat tidurnya, diusapkannya di penis yang sudah sangat menegang tersebut.

Pemeran dalam video itu kembali berganti posisi. Kali ini dengan posisi 69. Sang tokoh wanita tampak sibuk memberikan 'blow job' nya sementara sang tokoh pria dalam video melumat habis-habisan kemaluan wanitanya. Sang pemuda terus menggosok, terus meremas, dengan deru nafas yang mulai memberat dengan semua rangsangan yang diberikan para pemeran video panas ini padanya.

Hingga tibalah di posisi yang paling pemuda itu sukai. Posisi 'Woman on Top'. Saat sang tokoh wanita berpacu diatas tubuh prianya. Memasukkan kejantanan besar itu ke dalam labium mayora dan minora miliknya sambil bergerak-gerak liar dan mengerang gila-gilaan, sang tokoh pria sibuk meremas, emmilin bahkan terkadang menghisap nakal putting benda kenyal yang menggantung indah tersebut. Makin cepat tangan sang pemuda berpacu di kejantanannya sendiri. Berusaha memuaskan dirinya dengan sebuah "one hand service".

Sedikit lagi... cairan lubrikasi mulai keluar dari ujung kejantanannya. Menandakan klimaks yang akan segera di raihnya sebentar lagi. Lalu tepat saat sang wanita bergerak makin liar, makin cepat disertai sebuah erangan erotis yang panjang dan menggoda indera pendengarannya, kejantanannya pun menyemburkan cairan kehidupan yang sangat banyak. Keluar dalam 5 kali tembakan ke berbagai arah.

Nafas sang pemuda memburu tak beraturan. Cairan kental miliknya telah mengotori lantai, meja dan juga sebagian kaki kursi. Namun entah mengapa dia belum merasakan kepuasan yang diinginkannya. One Hand Service seperti hanya dilakukan untuk menunda hasratnya agar tak cepat merambat baik kembali.

Dimatikannya laptop tempat video panas itu beberapa saat yang lalu diputarnya dengan sekali sentuhan. Kemudian dia segera membereskan pakaian dan noda-noda yang tercecer akibat perbuatannya sendiri.

Segera setelah semua persiapan beres, sang pemuda berhelai raven mencuat itu kembali merapikan berkas-berkasnya. Karena ini adalah hari pertama bagi peyandang gelar professor termuda di usianya itu untuk mengajar di sebuah sekolah atas permintaan dari dosennya dahulu saat masih menimba ilmu di universitas.

-000000-

"Selama saya tidak ada, kalian akan dibimbing oleh seorang guru pengganti..." ucap Sarutobi Hiruzen, guru biologi yang sudah berusia lanjut ini harus menjalani pengobatan intensif selama beberapa bulan agar bisa sembuh dari penyakit kanker yang menggerogoti tubuhnya. Meski kini usianya sudah tak lagi muda, namun guru Hiruzen memiliki semangat hidup yang sangat tinggi yang patut diacungi jempol.

"Asal gurunya tidak membosankan..." cetus seorang gadis berambut merah yang duduk di meja paling depan diiringi kikikan teman-temannya.

"Tidak... dia masih muda namun sangat cerdas. Berhasil meraih gelar professor di usia 24 tahun, benar-benar sosok yang mengagumkan.." puji guru Hiruzen dengan mata berbinar

"Aku yakin kepalanya pasti sudah botak! Hahhahahaaa..." ejek gadis bernama Karin tersebut yang disambut tawa riuh di sekelilingnya.

"Sudah... sudah. Mari ku perkenalkan pada guru baru kalian..." suasana mendadak hening. Tampaknya mereka penasaran seperti apa rupa guru baru mereka.

"Silahkan masuk..."

Seorang pemuda tampan dengan tubuh tinggi tegap, helaian raven yang mencuat ke belakang, sepasang onyx hitam yang tajam dan garis tampan yang sempurna berdiri di depan kelas.

"Uchiha Sasuke. Salam kenal..." ujarnya dengan sapaan dingin. Suasana yang tadi sunyi mendadak berganti dengan sebuah suara riuh rendah dan penuh bisik-bisik. Terutama di bagian para siswa wanita.

"Tampan,.. dan masih muda..."

"Dia tipeku..."

"Aku akan rajin dan giat belajar..."

Antusiasme di sekelilingnya membuat guru Hiruzen puas. Nampaknya dia bisa dengan tenang menyerahkan kelas ini pada sang guru baru, Sasuke.

"Baiklah. Kalau begitu hari ini kalian mulai belajar dengan Sasuke sensei yaa?" Guru Hiruzen pun pergi meninggalkan kelas.

Pemuda tampan itu tak mengubris euforia para gadis di sekelilingnya. Dia justru sibuk merapihkan buku dan berkas yang digunakan untuk mengajar.

Saat dia akan memulai pelajaran, onyxnya berpendar mengelilingi ruang kelas. Menatap satu per satu wajah muridnya. Dan tiba-tiba perhatiannya tertumbuk pada seorang gadis yang duduk di meja paling belakang. Dengan warna rambut paling mencolok di banding temannya yang lain. Merah muda, serupa permen kapas. Kulit putih dengan hidung bangir serupa abjad kuno, manik emerald teduh yang memancarkan pesona, dan untuk beberapa saat Sasuke merasa tak mampu mengalihkan tatapannya. Entah mengapa.

Tiba-tiba pemuda itu dikagetkan dengan seorang murid wanitanya yang maju ke depan. Kemudian berdiri sangat dekat dengan dirinya. Begitu dekat hingga dada yang berukuran cukup besar gadis berambut merah itu terasa menggesek lengannya.

"Maaf sensei, aku merasa sedikit tak enak badan..." ujar gadis bernama Uzumaki Karin itu dengan nada centilnya.

Sasuke menatapnya dengan tajam. Memperhatikannya secara seksama. Tak ada tanda-tanda 'tak enak badan' di wajahnya. Sasuke dapat mengetahuinya hanya dengan melihat wajah gadis itu sekilas.

Merasa di perhatikan sedemikian intens oleh sang guru, membuat Karin senang sehingga kembali beracting seolah pusing dan kehilangan keseimbangan. Dan membuat tubuhnya kian merapat dengan tubuh Sasuke.

Darah sang professor muda berdesir. Gesekan erotis dengan bukit kenyal yang kini menepel erat itu tak ayal menaikkan lagi libidonya. Namun Sasuke cukup menyadari dimana posisinya sekarang. Maka dengan langkah cepat, pemuda itu menarik sang gadis agar keluar ruangan kelas, seolah membantu sang gadis berambut merah tersebut.

"Kalian bukalah buku pelajaran terlebih dulu… saya segera kembali." Perintah sang pemuda pada seisi kelas yang langsung disambut dengan suara berisik. Sasuke langsung membawa Karin keluar kelas tanpa memperdulikan kelas nya yang menjadi sedikit ribut.

"Bisa sensei antarkan aku ke UKS…?" rajuknya dengan nada manja. Tanpa berkata sepatah kata pun , Sasuke mengantar gadis itu menuju ruang UKS yang berada di ujung lorong sana.

Sang guru tampan itu membantu merebahkan tubuh muridnya ini di ranjang. Karin, gadis ini cukup menyadari pesonanya sebagai wanita. Maka dia dengan sengaja menyingkap rok seragam yang dikenakannya hingga memamerkan sepasang kaki mulusnya.

Api birahi di dalam diri sang professor muda kian merambat naik. Gairahnya memang belum tuntas tadi pagi saat memuaskan diri dengan one hand service,kali ini api primitif dalam tubuh lelakinya kembali memanas dan butuh dipuaskan karena ulah nekat murid wanitanya ini.

"Sensei..." desah Karin erotis. Gadis itu terpesona oleh wajah tampan guru barunya dan dengan feromon kuat wanita dengan image "menggoda" sepertinya, membuat Karin tak dapat menahan diri untuk melakukan seks dengan pemuda tampan tersebut. Dan Karin sangat yakin Sasuke tidak akan menolak sex dengannya.

Dengan sebuah ciuman cepat dan panas, Sasuke melumat bibir menggemaskan milik murid wanitanya tersebut. Tak siap oleh serangan mendadak gurunya, Karin hanya bisa mendesah penuh kenikmatan oleh cumbuan penuh dominasi pemuda tampan gurunya tersebut.

Tangan Sasuke meremas nakal gundukan kenyal dengan puncak yang sudah menegang., padahal mereka hanya bersilat lidah dan saling menukar saliva. Semakin keras remasannya, semakin gadis di bawah kuasanya ini menggeliat tak tahan disertai desahan tertahan.

Sasuke melepaskan ciumannya. Membiarkan Karin menghirup udara dengan nafas tersenggal. Kemudian dibisikkannya sebuah kalimat tepat di telinga sang gadis berambut merah tersebut.

"Nanti malam. Di apartmentku..."

Sasuke berbalik dan meninggalkan Karin begitu saja sambil menyembunyikan seringainya.

'Nanti malam... tentu akan jadi sangat panas dan liar, bukan?!'

Mungkin sudah saatnya dia mengganti pemuas nafsunya menjadi gadis remaja asli!

-0000-

"Su..su-sudah...ahhh.. aaahh..." suara erangan disertai nafas yang memburu cepat itu terdengar sepanjang malam di sebuah kamar bergaya minimalis tersebut. Sang gadis berambut merah terlihat tengah menggeliat kepayahan dibawah kuasa sang pemuda berambut raven yang sejak tadi memburu kenikmatan di atas tubuh indahnya. Entah sudah berapa ronde yang mereka lakukan, namun sang pemuda tampak belum mencapai klimaks yang diinginkan.

"Belum..." tegas sang pemuda dengan suaranya yang memberat oleh gempuran nafsu. Dia terus memacu tubuh bagian bawahnya. Membiarkan senjatanya mengobrak abrik labium mayora dan minora gadis yang juga merupakan siswa wanita di sekolah tempatnya mengajar tersebut. Pemuda itu adalah Uchiha Sasuke yang bak kesetanan sejak tadi memburu kepuasan birahi yang tak juga kunjung di dapatkan meski sebenarnya dia telah mencapai klimaks beberapa kali.

Wajah gadis berambut merah itu mengernyit. Menahan rasa sakit dan nyeri yang mulai menjalari bagian kewanitaannya. Sudah sejak tadi, sang guru muda ini terus menggenjot vagina nya tanpa henti dari berbagai posisi. Hingga kini tak ada lagi rasa nikmat yang dirasakan gadis bernama Uzumaki Karin itu. Dia justru merasa vagina nya sakit dan perih akibat gesekan yang terus menerus.

"Aahh... A-aku... aku... mohon..,berhenti...,mmpphhh." di sela nafasnya yang tersengal dan memburu gadis itu berusaha memohon ampunan pada sang pemuda. Namun pemuda tampan dengan wajah memukau itu justru sama sekali tak mengubris kata-katanya. Dia asyik menenggelamkan diri dalam dada kenyal dan besar gadis yang masih merupakan pelajar SMU tersebut.

Sasuke menghisapnya gemas. Sambil memilin puting dada gadis yang sudah tampak sangat kelelahan tersebut. Peluh membanjiri sekujur tubuh mereka. Nafas mereka sudah satu-satu. Namun belum tampak tanda-tanda Sasuke akan mengakhiri permainan panas mereka.

"Uuuhhhh,, aaahhh..." desahan erotis itu kembali terdengar. Dan Sasuke menyukainya. Karena desahan seorang wanita yang sedang menuju puncak birahi adalah nada paling indah yang pernah dia dengar di dunia . Melihat gadisnya kembali mengerang nikmat di tengah rasa sakit yang sebenarnya melanda, membuat Sasuke kian bersemangat memacu tubuhnya.

"Uugghhh... sensei... ini.. ini benar-benar sakit. Aku mohon berhenti... " lirih Karin lagi sambil memejamkan mata. Rasanya tubuhnya sudah tak kuat lagi menerima gempuran demi gempuran dari senjata sang pemuda yang sejak tadi masih mengacuk tegak berdiri meski sudah beberapa kali mencapai klimaks dan menyemburkan spermanya.

"Berhenti? Kau bercanda... aku belum puas..." seringai kejam tergambar jelas di wajah Sasuke membuat Karin untuk pertama kalinya gemetar ketakutan. Lelaki ini gila... dia seorang hypersex tingkat akut yang tak akan pernah merasa puas atau lelah. Dan Karin sudah merasa tak sanggup lagi melayani nafsu sang pemuda yang juga merupakan gurunya tersebut.

"Ayoolaahh.. bukankah kau yang tadi menggodaku di sekolah? Apa hanya ini kemampuanmu, Pelacur...?!" Goda Sasuke dengan nada sinis yang menusuk tajam tepat di telinga.

Karin menggeram marah. Pelacur? Tega sekali pemuda itu mengatakan demikian...

Melihat raut marah di wajah muridnya tersebut Sasuke melayangkan pukulannya ke arah pipi bagian kiri gadis yang sudah tak berdaya di bawah kuasanya. Saking kencangnya pukulan itu, sampai meninggalkan memar kemerahan di pipi mulus Karin.

Gadis itu meringis kesakitan. Kemudian berusaha meronta, melepaskan diri dari pemuda gila dengan nafsu seks yang seolah tak akan pernah padam tersebut. Namun sekuat apapun dia berusaha melawan, tenaganya tak cukup kuat untuk menjatuhkan dominasi sang Uchiha.

Kali ini gantian Sasuke yang mengeram marah. Dia tak suka perlawanan gadis itu. Padahal gadis itulah yang semula menggodanya di sekolah, kemudian datang dengan kemauan nya sendiri ke apartmentnya untuk 'having sex'.

Sang pemuda untuk pertama kalianya melepaskan kejantanannya dari kemaluan sang wanita. Karin menghela nafas lega. Mengira semua mimpi buruknya ini akan segera berakhir. Namun sang guru muda nan tampan itu justru melenggang santai ke dalam ruang pribadinya. Mengambil sesuatu dari sana. Kemudian kembali menuju sang gadis yang tampak sibuk memunguti pakaiannya yang berserakan.

"Mau kemana...?" Tanya Sasuke dari arah belakang. Karin berusaha tak mengindahkan pertanyaan sang pemuda. Dia sudah sangat muak dengan pemuda tampan berhelai raven itu yang sudah menyiksanya berjam -jam.

"Pulang...!" Ketus Karin tanpa menoleh. Tak menyadari benda dan juga seringai iblis yabg jelas tampak di wajah rupawan sang professor muda tersebut.

Dengan gerakan cepat, Sasuke mengarahkan sapu tangan yang sudah diberi obat bius dosis tinggi tersebut dan membekapnya ke arah indera penciuman Karin. Membuat sang gadis berhelai semerah darah itu limbung saat itu juga. Kehilangan kesadarannya tanpa sempat meronta apalagi melawan.

Sasuke tersenyum puas. Dibopongnya tubuh setengah telanjang gadis SMU itu menuju ruang pribadinya. Tempatnya akan melakukan sesuatu yang menarik. Sesuatu yang... tak pernah dibayangkan siapapun sebelumnya!

-0000-

Matanya mulai terbuka, sedikit demi sedikit, rasa pusing yang tiba-tiba menyerang kepalanya, rasa mual di saat yang sama membuat gadis berhelai semerah darah itu mengernyitkan dahinya.

Manik obsidian nya mengerjap beberapa kali. Berusaha melihat sekelilingnya dengan jelas. Dia berada di sebuah meja. Dengan tangan dan kaki yang terikat kuat. Terentang. Membentuk huruf X. Dan lebih parahnya lagi, dia telanjang bulat tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh indahnya.

Jantungnya berdegup kencang. Entah mengapa sekarang dia sangat ketakutan. Seolah ruangan itu menyimpan malaikat maut yang siap mencabut nyawanya kapan saja. Yang siap membawanya pergi dari dunia.

Tidak... dia tidak jngin mati sekarang. Tidak ingin mati dengan cara seperti ini. Tapi siapakah yang telah tega melakukan hal kejam seperti ini padanya? Ingatannya kembali berputar. Jangan-jangan...?

Jawaban untuk segala pertanyaannya telah ada di depan mata. Sang pemuda memasuk ruangan dengan langkah santai dan penuh percaya diri. Dibalut dengan jubah putih khas pakaian kedokteran, sarung tangan, masker wajah dan segala penampilan juga peralatan yang serba steril, gadis itu merasa ketakutan hingga gemetar tubuhnya tak dapat disembunyikan.

Sasuke mendekati tubuh polos Karin yang telah tergeletak tak berdaya di meja operasinya. Seringai manis menghiasi rupa tampan sempurnanya. Seolah keadaan ini membuatnya puas dan juga... kembali terangsang.

Namun sejenak diabaikan api birahi yang mulai menggelak. Dia memilih mendahulukan "sesuatu" yang ingin dia coba lakukan pada gadis ini. Sesuatu yang tak pernah orang lain bayangkan akan terjadi.

Sasuke kian mendekat, dengan seringai –yang justru terlihat kejam di mata Karin- penuh pesonanya. Tubuh gadis itu bergetar hebat. Berusaha meronta. Melepaskan diri. Namun sungguh tindakan yang tiada guna mengingat Sasuke sudah mengunci semua gerak tubuh gadis ini.

Lalu sang pemuda yang telah menyandang gelar professor termuda di usia 24 tahun itu mengeluarkan sebuah jarum suntik dari balik jubah putihnya. Dan dengan cepat menusukkan benda itu ke arah paha sebelah kanan gadis itu. Dan kembali mengulang hal yang sama di paha kirinya.

Sekejap gadis itu merasa sebagian tubuhnya, terutama bagian kakinya seperti kesemutan dan mati rasa. Karin sudah tak dapat lagi merasakan sepanjang tungkai kakinya sebatas betis. Gadis itu ingin berteriak, memohon ampun. Meminta pertolongan. Namun rasa takut mengalahkan segalanya hingga untuk sekedar menggumam pun suaranya tercekat di kerongkongan.

"Betis yang sangat bagus..." ujar Sasuke sambil mengusap lembut tungkai betis gadis itu.

"Namun sayang... sebentar lagi keindahan ini tak akan lagi ada..." lembut, seolah tanpa emosi dan tekanan, namun perkataan Sasuke barusan sukses membuat jantung Karin nyaris melompat keluar.

Manik obsidian gadis itu menatap tajam, sekaligus penuh kengerian saat sang professor muda di bidang kedokteran ini mengeluarkan berbagai macam peralatan bedahnya. Kemudian seolah sedang menimbang dan memilih pisau bedah yang akan digunakan, wajah tampan Sasuke terlihat begitu serius memperhatikan semua peralatan di depannya ini.

"Ja-jangan... kumohon... apapun yang kau ingin lakukan.. kumohon... jangan..." lirih Karin disertai airmata yang jatuh membasahi pipinya. Dia sungguh ketakutan. Pemuda ini serupa dewa kematian baginya.

"Tenang saja, tidak akan terasa sakit..." jawab Sasuke enteng sambil memamerkan senyumannya.

Perhatian Sasuke kini sepenuhnya teralihkan dengan membedah bagian betis gadis berambut merah tersebut. Darah segar segera mengalir keluar saat sayatan demi sayatan menembus kulit mulus yang belum pernah tergores sedikit pun itu. Sasuke nampak santai sementara Karin, meski tidak merasakan sakit di bagian yang di operasi, entah mengapa nalurinya menjerit meminta diselamatkan. Karena apapun yang sekarang dilakukan gurunya ini, pasti bukanlah sesuatu yang baik.

Sasuke terlihat senang dengan keasyikan barunya. Membedah tubuh muda gadis belia yang masih SMU ini sungguh sebuah pelepas penat yang sudah lama tak dilakukannya. Darah dan operasi memang sesuatu yang sanggup menenangkan hatinya.

Saat lapisan terdalam terbuka sehingga memperlihatkan tulang bagian betis sang gadis, dengan sebuah alat berbentuk seperti bor kecil, Sasuke melubangi bagian tersebut.

Refleks, Karin menjerit dan berjengit kesakitan merasakan rasa ngilu yang luar biasa. Efek obat bius Sasuke memang mempan untuk sayatan demi sayatan di kulit permukaan, namun tidak untuk di bagian tulang.

Gadis itu berteriak. Menjerit. Memohon ampun. Namun seolah tuli dan tak mendengar, Sasuke tetap pada keasyikannya.

"Oh KAMI-SAMA! Kumohon berhenti…!" teriak Karin histeris.

Kembali dibuat lubang tepat di Fibula gadis cantik itu. Rupanya Sasuke ingin menghancurkan tulang bagian betis dari gadis berambut merah yang juga merupakan muridnya tersebut dan menanamkan sesuatu disana. Berbentuk bulatan logam dengan bagian runcing di beberapa sisi yang berguna untuk menahan tukang yang telah hancur tadi namun dengan gerakan yang terbatas karena gerakan yang berlebihan akan memberikan rasa nyeri di sekitar tulang tersebut. Terus dilakukannya operasi demi operasi, tak memperdulikan jeritan gadis yang kini bagian mulutnya terpaksa di sumpal untuk berjaga agar tidak memancing kecurigaan orang sekitar tempat tinggalnya meski ruangan pribadi sang professor muda itu sesungguhnya kedap udara.

Tak ada yang gadis itu bisa lakukan. Meronta dan memohon ampun pun percuma. Rasa sakit yang sungguh mendera bagian kakinya, rasa takut, dan juga rangsangan yang tiba-tiba menyerang bagian kewanitaannya saat Sasuke dengan sengaja menggesek klitorisnya karena kakinya ternetang lebar sehingga bagian vaginanya terlihat jelas di mata pemuda tampan itu membuat Karin sudah tak mampu berbuat apa-apa.

Wajah Karin terlihat memerah. Nafasnya memberat meski tetap diselingi isakan tangis. Namun Sasuke tahu, gadis itu terangsang karena vaginanya sudah mulai mengeluarkan cairan basa basi,Sasuke mengeluarkan penisnya yang memang sudah menegang lalu dengan sekali gerakan memposisikan dirinya dan menyarangkan benda panjang dan besar itu ke dalam rongga kewanitaan sang gadis berambut merah.

Karin tersentak. Rasa sakit ini, rasa kenikmatan yang penuh karena vaginanya kembali terisi benda hangat milik Sasuke membuat gadis itu mengelinjang, antara berusaha membebaskan diri dan juga birahi yang meliputi dirinya. Namun dengan beberapa kali genjotan, Sasuke pun melepaskannya seolah tak puas.

Lubang itu sudah tak lagi menyenangkan baginya. Kendur dan juga terlampau basah. membuat Sasuke pun ingin melakukan sesuatu pada lubang kenikmatan setiap wanita itu.

Diambilnya sebuah benang dan alat jahit miliknya. Hal itu membuat Karin ternganga dengan mulut terbuka lebar. Sang Uchiha menjahit kemaluannya!

"Hmmmpphh.. nghhh..Hmmpph…!" histeris Karin dengan mata raut wajah pucat ketakutan juga rasa sakit yang mendera tubuh bagian bawahnya saat benang yang biasa digunakan untuk operasi ( sehingga nantinya akan menyatu dengan daging saat kering) itu menembus lapisan demi lapisan kulit di sekitar area kemaluannya. Sasuke sama sekali tak memperdulikan rontaan ataupun usaha sang gadis yang berusaha keras memohon ampunan. Terus dijulurkan dan ditariknya benang tersebut serupa jahitan yang kuat dan tidak mungkin terlepas.

"Vaginamu sudah tak perlu digunakan lagi… rasanya sudah tidak enak.." Ujar Sasuke dengan enteng sambil meneruskan kegiatannya. Membuat sang gadis berambut merah itu akhirnya tak sadarkan diri karena rasa sakit, rasa takut dan juga kelelahan yang menjalari sekujur tubuhnya.

.

.

.

TO BE CONTINUE~