Bab 3: Aliansi
Law Of Love
Chapter 3: Aliansi
Luffy tersenyum lega, dia dapat melihat siluet teman-temannya. Torao tidak berbohong padanya. Dan Luffy yakin dia tidak. Tapi bukannya mereka… Nami, Chopper, Franky, dan Sanji harusnya menjaga kapal? Lalu kepala, anak-anak, dan anak-anak raksasa?
"Shishishishi, mereka memang selalu membuat masalah." Luffy tertawa kecil.
Usopp melirik Luffy dengan muka datar. "Bukannya itu kamu."
Luffy tidak mengubris perkataan Usopp, diangkatanya ke dua tangannya tinggi-tinggi lalu melambai. "HEY, KALIAN! KALIAN BAIK-BAIK SAJA?!"
"Apakah semuanya selamat? Yohoho!"
Nami yang berada dalam tubuh Fanky menoleh, "Kenapa mereka ada disini?"
"Itu Luffy dan yang lainnya! Zoro! Usopp! Robin! Brook!" Chopper yang berada di tubuh sanji melambaikan tangannya dengan semangat. "Aku sangat senang bertemu dengan kalian!"
"Oh, itu mereka." komentar Franky yang berada dalam tubuh Chooper.
Semua orang (plus tengkorak, minus potongan bokong sampai kaki dan centaur buaya) menatap mereka dengan tatapan aneh.
"Apa-apaan tensi tinggi si bodoh itu? Padahal di sini sangat dingin…" Zoro berkomentar.
"Apa itu! Seperti anak-anak raksasa!" Usopp yang baru sadar memekik.
Luffy menyipitkan matanya lagi. Ada hal aneh yang dilakukan oleh nakamanya. Terutama Nami? Apa sih yang dicarinya sampai membuka setengah jaketnya dan melihat terus ke arah dadanya?
Dan kenapa Franky mengangkat tangannya seperti hendak memukul Nami- Ah!
"Hey! Apa yang mau kau lakukan?! Hentikan Franky!"
"Jadi kita akan menganalisa hal ini dari awal…" Usopp berdehem sejenak. "Dia adalah samurai dari Wano." Usopp menunjuk potongan kepala yang berada di atas potongan kaki. "Panggilan darurat yang kita terima ditujukan pada "Boss" croctaurus itu, dan yang mengirim sudah pasti anak buahnya."
"Dan samurai yang menebas centaur itu adalah permulaan yang membuat kita berada di pulau ini." Usopp menutup penjelasannya.
"Tapi aku harus menyelamatkan anakku yang hilang, Momonosuke! Dan aku akan menebas siapa pun yang menghalangi tujuanku!" Kin emon menatap sekelilingnya dengan tajam. "Kalian sendiri bisa melihatnya… banyak anak-anak yang dikurung di tempat itu! Aku yakin, Momonosuke pasti ada di sana!"
Anak-anak lain yang ada di sana menyahuti. "Iya, kami disini belum semuanya."
"Aku bahkan belum mengenal semua anak disini."
"Masalahnya adalah setelah kita mendapat sinyal dari mereka." Zoro angkat bicara. "Apa yang terjadi disana?"
Kinemon menggeram marah. "Laki-laki barusan! Semua orang meneriakkan nama 'Shicibukai' padanya…"
"APA?! Torao? Dia adalah shicibukai?" pekik Luffy terkejut.
"Ya, dia bergabung dua tahun lalu." Jelas Robin.
"Sebelum aku menyadarinya, badanku dipotong menjadi tiga bagian… Kapalaku di bawa ke tempat fasilitas, tubuhku ditinggalkan, dan bagian kakiku hampir saja dimakan oleh monster." Kinemon memperjelas. "Dan mengikuti insting, aku mencoba lari, tapi sepertinya aku tersangkut pada sesuatu."
"Kau tersangkut di kepala naga." Usopp memberitahu.
"Hmmm, jadi itu alasannya kenapa kau mengatakan sesuatu seperti 'Shicibukai sialan' !"
"Huh? Bagian kakinya? Bagaimana caranya dia bisa berbicara?" Nami bertanya.
"Benar juga, bagaimana kau bisa…" Zoro bergumam
"Itu semua adalah kentut!" Kinemon tersenyum senang. "Jurus specialku, bu!"
"?!"
"Kentut? Menjijikkan!"
"Memang, bu!"
"Bau sekali disini!"
"Yohoho, tapi kau yang punya kepala dan kaki sangat lucu. Mengingat aku baru betemu badan barusan."
"Itu pasti badan orang ini."
"KAU BENAR!"
"Dimana kau melihatnya?"
Brook, Zoro, dan Sanji yang berada dalam tubuh Nami pergi menyusul Kinemon yang tengah mencari badannya. Dan mereka telah mendengar tentang kebaikan Caecar menurut Chahige dan tentang narkoba dan betapa jahatnya Caesar menurut Chopper. Tentu saja Mugiwara no ichimi lebih memilih untuk mempercayai nakamanya.
"DDUUUUUAAAAAARRRRRRR!"
"Tidak lagi! Apa itu?!" Nami menjerit.
"Itu bukan gempa bumi! Kita diserang!" Chopper menjerit panic. "Ini buruk, jika tempat ini runtuh, maka anak-anak akan…"
"DIMANA LUFFY!"
"Franky, Robin, dan Usopp juga! Mereka semua pergi ke gedung pusat penelitian! Hanya tinggal kita disini!"
"Apa kau bisa melihatnya? Sebenarnya berapa jumlah musuh disini?!" Nami menjerit panic.
"Itu, Haa… haa…"
"Aku tak melihat apapun dari sini."
"Bagaimana mungkin?!"
Luffy bergegas kembali ketempat Nami dan Chopper. Suara ledakan dan karena ia merasakan keberadaan dua binatang yang tengah mengancam ke dua nakamanya. Instingnya benar, ia mendapati dua makhluk salju atau biasa disebut Yeti? Tengah menodongkan senapan ke arah Chahige yang sepertinya sudah tertembak.
Luffy menggeram, "Kau sebaiknya tidak melukai nakamaku!"
Dua senapan menembakkan isinya kearah Luffy, dengan tangkas Luffy menangkis serangan tersebut.
"Huh? Mereka enghilang?" Luffy mengernyitkan alisnya, lalu ia merasakan tubuhnya menghantam lapisan salju dengan cukup keras.
"Luffy!" Chopper bergegas menghampiri Luffy. "Maafkan aku! Mereka menculik Nami!"
"APA!" Luffy memekik.
Luffy berlari, dua Yeti bersaudara itu sudah semakin jauh. Ia merasa tidak enak dengan Chooper dan Franky, tapi Nami harus di utamakan.
Luffy menoleh sebentar, "Maaf Franky dan Chopper! Biar nanti Chopper yang mengobati lukamu."
"Gunung ini sangat luas, akan sangat buruk jika membiarkan mereka lolos." Luffy mendecakkan lidahnya kesal.
Luffy melambatkan langkahnya, saat ia merasakan keberadaan orang yang ia kenal tidak jauh darinya. Kenapa ia ada di sini? Benar juga… bukankah ada yang ingin ia bicarakan dengannya. Luffy kembali untuk mengejar Yeti bersaudara itu dan menyelamatkan Nami. Tapi yang ia lihat adalah Yeti yang ambruk dengan badan terbelah
Disana, Trafalgar Law berdiri membelakanginya. Dan Nami yang tidak jauh dari sana dalam kondisi masih terikat.
"Te… terimakasih… AHH! Tidak, tunggu! Kembalikan badan kami!"
Luffy melambaikan tangan dengan senang. "Torao, terimakasih sudah menyelamatkan Nami!"
"…"
Luffy bergegas menghampiri Nami dan membuka borgol yang terpasang di tubuhnya.
"…Aku sedang memikirkan…" Law berjalan kearah tebing. "Aku kesini untuk berbicara denganmu Mugiwara-ya!"
Luffy menoleh.
"Mungkin kau datang kesini tanpa sengaja dan jujur aku terkejut dengan perubahanmu…" Law menghentikan langkahnya. "Tapi kenyataannya adalah, ada sesuatu yang tertidur disini yang merupakan 'Kunci Penting'. Yang tentu saja dapat membuat Dunia Baru kacau balau."
"…?!"
"Hanya ada dua cara untuk bisa bertahan di Dunia Baru..! Berada dibawah naungan salah satu Yonko atau menentang mereka." Law membalikkan badannya menghadap Luffy. "Dan aku tau bahwa kau bukanlah orang yang mau bekerja di bawah perintah orang lain."
"Shishishishi, kau benar. Aku adalah kapten."
"Kalau begitu jadilah aliansiku."
"…Aliansi?"
"Jika kau dan aku bekerja sama, kita pasti bisa melakukannya…"
"…:
"Aku punya rencana, untuk menghancurkan salah satu dari ke empat Yonkou!"
TBC
Thanks untuk Bayangan Semu, Sgiariza, dan Xinka yang sudah meninggalkan review di fic ini.
Balasan untuk Bayangan Semu, saya tidak berniat mengembalikan Luffy sebagai cowok. Karena di cerita ini, Luffy sendiri menerima keadaannya sekarang sebagai cewek. Sebagai harga dari hormon yang di suntikkan Iva-chan padanya saat akan menolong Ace. Jadi bayaran untuk kekuatan yang didapat Luffy bukan umurnya, tetapi keadaan dirinya sebagai cowok. Mudah-mudahan ini menjawab pertanyaan anda.
