Sex Toys
Chapter 2
SasuSaku
Naruto belong to MK
M for LEMON and GORE
Sci-fi, Crime
#Warning : AU, Thypo, DarkSasuke! NC-21, PWP, BDSM! Lemon Eksplisit! Hard Lemon, Hard Gore! (NOT FOR UNDERAGE!)
Sumber Inspirasi Author: Wrong Way, The Texas Chainsaw Massacre, SAW, Unrested (Film)
FansPage : CreepyPasta
Novel : Death Silence
Khusus adegan dewasa yaahhh *eheemm* itu sih rahasia rumah tangga #kyyaaaa #PeyukZoroRukawaItachi
.
.
.
A/N : Kali ini odes gak bakal ngomong panjang lebar *Takut digaplokin readers. Cuma mau bilang mohon maaf atas ketidaknyamanannya di chap pertama karena bacotan gaje author. Makasi yang udah pada ingetin, Review fict gak jelas ini. Maaf odes belom bisa bales ripiiu kalian satu-satu tapi terimakasih antusiasmenya.
Fict ini fict Sci-fi, Gore pertama odes, jadi mohon maap jika kurang asooyy.
Deep Web? Oaaalaahh.. maapin odes. Tapi odes gak ngerti begituan. Yang berbasis IT, odes rada LoLa.
Tuh kan aduuhhh odes ngoceh mulu. Pokoknya makasiihh atas komen dan ripiunya. Kalian sumber semangat odes untuk menyelesaikan semua karya
Salam Sayang
#BiniPertamaCanon Uchiha Itachi
Odes
-0000-
Suara sedikit bising yang terdengar dekat sekali dengan indera pendengarannya itu mengusik kesadaran sang gadis berhelai semerah darah tersebut. Pelan, gadis itu berusaha membuka matanya. Namun bagian sebelah kanannya terasa begitu berat, entah mengapa. Seolah ada yang menahan untuk membuka seperti layaknya mata kirinya yang dapat membuka seperti biasa.
Manik obsidian miliknya mengerjap lemah. Dengan deru nafas yang begitu pelan dan nampak kesusahan. Diperhatikannya ruangan di sekelilingnya ini. Masih sama seperti sebelumnya. Hanya saja tak ada pemuda raven itu disana.
Gadis itu sedikit bisa menghembuskan nafas lega. Tak ada pemuda gila itu berarti ada secercah kemungkinan dia bisa melarikan diri dari tempat mengerikan ini. Sungguh, ini sebuah kesempatan yang tidak boleh gadis itu sia-siakan. Dia harus segera melarikan diri dari sini sebelum mati!
Pertama dia berusaha meronta. Menggerakkan kakinya. Namun ada rasa yabg aneh di sana. Seolah kaki itu bukanlah kakinya. Namun Karin yang masih dapat melihat dengan sebelah matanya dapat memastikan bahwa itu adalah kakinya. Karena terdapat tanda tahi lalat di bagian betis sebelah kirinya.
Namun mengapa kakinya seolah mati rasa? Tak bisa digerakkan sesuai keinginannya. Ingatannya melayang pada hari kemarin saat sang professor muda membedah bagian betisnya tersebut. Tanpa ampun, seolah setiap permohonannya, setiap lolongan ampunannya tak digubris pemuda tampan dengan helaian mencuat ke belakang tersebut.
Ada apa ini? Apa terjadi sesuatu pada tubuhnya? Pada bagian kakinya? Apa yang sudah pemuda itu lakukan dan apa yang sesungguhnya dia inginkan?
Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam hatinya. Namun tak juga menemukan jawabannya, sekeras apapun gadis berhelai merah itu berpikir. Dan saat kepalanya tanpa sengaja menengok ke arah kiri, melalui pantulan sebuah vas dengan refleksi seperti cermin, dia dapat melihat penampilannya yang sesungguhnya!
"AAAAAAAA~~~ Aaaaaaa..." jerit histeris penuh ketakutan itu seolah tertahan di kerongkongan. Tak bisa berteriak bebas dan lepas. Ada rasa sakit yang menjalari tenggorokannya. Ada rasa mengganjal. Dan yang pasti, sekeras apapun dia mencoba berbicara, berteriak, atau mengeluarkan suara, tak ada kata jelas atau suara yang lantang terdengar. Hanya berupa bisikan, gumaman dan desahan!
Padahal demi apapun, dia sungguh ingin berteriak sekarang! Karena... karena pemandangan wajahnya saat ini sungguh membuatnya ingin menjerit histeris. Sasuke telah menjahit mata sebelah kanannya!
"Aaaaaa~... aaaaaa..." gadis itu menangis keras seorang diri. Kepalanya menggeleng beberapa kali, mencoba meyakinkan diri bahwa semua ini hanya mimpi. Wajah cantiknya, tubuh indahnya, kini semua telah tiada di tangan keji sang professor muda.
Tiba-tiba indera pendengarannya menangkap suara langkah yang mendekat. Bersamaan dengan munculnya sosok yang kini dapat membuatnya gemetar ketakutan, meski hanya dengan menatap siluet tubuhnya saja.
Sasuke berjalan memasuki ruangan dengan wajah dingin namun sepasang onyxnya berbinar ceria. Seolah menemukan keasyikannya sendiri di ruangan yang bak kamar kematian bagi gadis berhelai semerah darah ini.
"Kau sudah bangun rupanya..." sura bariton dalam itu menyapanya dingin. Seolah biasa saja dan tak ada sesuatu yang salah yang telah terjadi di antara mereka.
"Aaaaaa... hhhmmpphhh... aaaaaa... (Apa yang kau lakukan?!) " hanya suara cicitan kecil serupa desahan memburu yang terdengar. Mendengar semua itu Sasuke justru menunjukkan seringai puasnya!
"Bagaimana? Kau menyukai penampilanmu kini? Menyukai suaramu yang berubah menjadi lebih seksi?" Tanya sang pemuda dengan nada puas dan menggoda sambil berjalan menghampiri dan menggoda sang gadis dengan mencubit putting dada sebelah kanannya,
Karin menggeleng keras. Menjawab pertanyaan Sasuke. Apa pemuda ini gila? Psychopath? Sakit jiwa? Bagaimana mungkin laki-laki sebahaya ini bisa bebas berkeliaran begitu saja?
"Kau tidak suka...?!" Tanya Sasuke kembali. Kali ini dengan nada intimidasi yang tak terbantahkan. Melalui satu manik obsidiannya yang masih terbuka, gadis itu melayangkan sebuah tatapan murka.
Sasuke menyeringai menatap gadis itu.
"Kau mau tahu apa yang kulakukan padamu...?" Sambil melayangkan pertanyaan, tangan sang pemuda kini mulai aktif menari di atas sepasang bukit kembar yang kenyal dan besar tersebut. Memijatnya sedikit keras. Menggesek putingnya hingga puncaknya menegang dan mengacung tegak dalam waktu singkat.
Melihat pemandangan indah itu mulut Sasuke tak mau kalah. Dihisapnya putting yang sudah menegang tersebut sambil sesekali menggigitnya gemas. Membuat tubuh gadis di bawah kuasnya menggelinjang gelisah diiringi desahan pelan.
"Pertama, aku membedah bagian kakimu. Aku sayat lapisan demi lapisan. Daging demi daging dan aku tanamkan beberapa logam di bagian tulangmu. Kau mau tahu kenapa? Untuk menghambat kemampuan gerakmu. Dan.. aku melakukan sesuatu yang menarik. Bagian kakimu, akan kubuat indah... sangat indah..." bisik Sasuke saat ciumannya merambat naik, tepat di telinga sang gadis berambut merah yang juga muridnya tersebut.
"Aku akan mengeluarkan semua dagingnya. Lalu menggantinya dengan campuran silikon juga gypsum. Kakimu akan kubuat seperti kaki boneka Barbie. Indah. Dan juga abadi.. kurasa sedikit formalin cukup untuk membuatnya awet..." senyuman ceria penuh kepuasan dipamerkan sang pemuda yang kini berada tepat di atas tubuhnya. Memegang seluruh kuasa.
"Matamu pun aku jahit sebelah, karena tak penting kau melihat. Kau hanya boleh merasakan... tapi aku masih berbaik hati membiarkan sebelah matamu melihat…"
"Lalu suaramu... aku memotong pita suaranya. Tapi tidak kupotong habis. Kuberi sedikit ruang agar kau tetap bisa mendesah, mendesah tak karuan saat aku memperlakukanmu begini..." sang pemuda kembali bertindak ganas dengan menjilat, menggigit, memilin dan meremas bukit kenyal itu dengan kedua tangan dan lidahnya.
"Aaaahhhh.. hhhhh..aaahh..." erangan merdu itu, nada yang paling Sasuke sukai kembali terdengar. Membuatnya menyeringai puas.
Semua perlakuannya pada gadis yang juga merupakan muridnya tersebut membuat kejantanannya ereksi. Maka dengan gerakan cepat, sang pemuda mengambil posisi dan menggesekkan penisnya yang besar dan panjang itu ke arah payudara Karin, menjepitnya dengan kedua tangan hingga membentuk celah yang pas bagi kejantanannya tersebut. Digerakan pinggulnya, konstan dan cepat. Nafasnya mulai memburu. Ternyata dada besar gadis remaja ini sangat nikmat menyambut penisnya,
Setiap gerakan maju membuat ujung kejantanan sang pemuda menggesek dagu mungilnya. Karin mengernyit. Marah. Takut. Benci. Semua bercampur menjadi satu. Dan tubuhnya terangsang hebat di saat yang sama.
"Uuhhhh… dadamu lebih baik dari kemaluanmu..." makin cepat sasuke memacu bagian bawah tubuhnya bersamaan dengan ledakan ejakulasi yang sebentar lagi akan dia dapatkan.
"SHIT! Aku sampai..." lenguhan berat terdengar dari sang professor muda saat mencapai klimaksnya. Namun sebelum cairannya menyembur keluar, Sasuke memaksa kejantanannya melesak masuk ke mulut sang gadis berhelai merah tersebut.
Di mulut mungil gadis tersebut Sasuke menyemburkan spermanya. Dan memaksa gadis itu untuk menelan semuanya habis. Namun saking banyaknya, ada beberapa cairan yang menetes keluar. Dengan sebuah gerakan tiba-tiba Sasuke menampar pipi Karin keras.
"Kau harus menelan habis semuanya… tanpa sisa…!"Pemuda raven itu menyeringai puas. Tersenyum penuh kemenangan seolah menegaskan keinferioritasan sang Uchiha.
"Mulai sekarang, makananmu adalah spermaku. Kurasa kau cukup dengan itu, pelacur..." ujarnya angkuh.
Dan sang pemuda pun melangkah pergi, meninggalkan ruangan tersebut dengan sebelumnya mematikan lampu dan mengunci rapat pintunya.
-00000-
Pemuda itu berjalan santai menyusuri sepanjang lorong koridor sekolah saat selesai mengajar hari ini. Langkahnya tenang. Yang dia inginkan hanya dapat secepatnya kembali ke apartmentnya dan melakuakn sesuatu yang "mengasyikkan" di sana. Seolah tak memperdulikan para siswi yang mencuri lihat dari balik jendela kelasnya masing-masing, mengagumi keindahan ragawi yang sempurna tercetak di tubuh dan wajah rupawannya.
Berbagai desas desus dan kasak kusuk para siswa wanita di sekitarnya ini sebenarnya mengganggu sang pemuda tampan dengan helaian raven mencuat ke belakang tersebut. Momen ini... mengingatkannya pada kejadian beberapa tahun silam. Sesuatu yang tak ingin lagi diingatnya.
*FLASHBACK ON
"Kenapa kau terus menatapku, stalker...?!" Sentakan marah itu membuat wajahnya merah padam. Sang gadis dengan helaian sehitam arang itu menatapnya, atau lebih tepat memelototinya dengan tatapan galak. Sementara dia hanya bisa terdiam terhenyak. Dibentak di depan umum seperti ini oleh seorang wanita sungguh membuatnya merasa tak lagi memiliki harga diri.
Wajah cantik di hadapannya ini menegang. Dengan tatapan yang tak ramah. Sasuke hanya menundukkan pandangannya. Gadis di depannya ini adalah gadis yang selalu mencuri perhatiannya bahkan sejak mereka masih bersama di Sekolah Menengah Pertama. Hingga saat mereka telah beranjak dewasa dan sedikit lagi lulus dari SMA untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Universitas, Sasuke mengumpulkan segenap keberaniannya untuk menyapa gadis yang juga bermarga Uchiha, sama seperti nya itu.
Uchiha Aki. Itulah gadis pertama yang mencuri hati seorang Uchiha Sasuke. Wajahnya yang rupawan, bak siluet dewi dalam lukisan, rambut sehitam arang yang terurai panjang sebatas pinggang, tubuh ramping dan ideal, sepasang onyx yang menatap tegas tanpa keraguan, membuat Sasuke jatuh cinta untuk pertama kalinya pada seorang wanita!
Namun selama 6 tahun mereka bersama ,tak pernah sekalipun Sasuke mendapatkan keberanian untuk sekedar menyapa adik dari Uchiha Obito itu. Karena pada dasarnya Aki adalah gadis yang keras dan tidak mudah didekati oleh pria. Namun, entah bujuk rayu setan darimana, pada hari itu saja Sasuke merasa harus berbicara dengan gadis itu, tentang perasaannya. Meski ini obrolan pertama mereka diluar hal sekolah!
Namun bukannya menyambut ramah dan bersahabat, Aki justru membentaknya di depan umum. Niatnya untuk mengajak gadis itu bicara empat mata, pupus sudah. Tak ada lagi keberanian. Sejak saat itu Sasuke hanya bisa memandang gadis pujaannya dari kejauhan.
Dan hari ini, semua mencapai puncaknya! Semua orang mengetahui apa yang selalu disembunyikan sang murid teladan, siswa terpandai di sekolah itu diam-diam di balik rupa tampan sempurnanya.
Ini memang sudah menjadi kebiasaannya. Beronani sambil membayangkan gadis yang dia sukai tersebut. Menyentuh kulit mulusnya, mengecup bibirnya, melumat leher jenjangnya, meremas kedua payudara besar itu dari balik bra, sampai menggesek klitoris sang gadis yang sudah menegang dan basah di balik celah yang lembab itu.
Sasuke membayangkan gadisnya mendesah tak karuan karena perbuatannya. Memeluk tubuhnya erat. Ganti melumat bibirnya penuh nafsu. Menggoda dengan merangsang nipple miliknya. Menghisap kejantanannya yang telah ereksi penuh dengan nikmat. Aaahhh.. hanya dengan berfantasi membayangkan tubuh gadis itu saja sudah membuat Sasuke klimaks berkali-kali!
Terkadang, jika posisi duduknya dan Aki berdekatan, Sasuke berusaha mengambil setiap keuntungan darinya. Melihat lekuk tubuh indah gadis itu dari dekat, meski masih berbalut seragam sekolah dapat membuat penisnya ereksi penuh dalam sekejap.
Diremasnya kejantanannya yang sudah menegang itu. Deru nafasnya mulai memburu. Setiap kali pelajaran matematika, Aki akan bergerak gelisah di tempat duduknya. Entah mengapa. Mungkin karena dia begitu membenci pelajaran ini. Tapi itu menguntungkan bagi Sasuke dan fantasi liarnya. Melihat Aki yang duduk gelisah sambil menggerak-gerakkan pinggulnya membuat Sasuke membayangkan penisnya sedang memasuki celah hangat dan lembab itu.
Matanya mengatup. Membayangkan Aki yang bergerak liar di atas tubuhnya. Dengan payudara besar yang menggantung indah itu dan puttingnya yang tegak menantang. Semua ini rasanya membuat Sasuke gila!
Sang pemuda kembali menatap gadis pujaannya itu. Memperhatikan dengan seksama bibir seksinya. Membayangkan kejantanannya sekarang berada di mulut gadis itu dan menghisapnya kuat!
"Ngghhh aaaahhh..." sebuah desahan diiringi deru nafas panjang itu lolos dari bibirnya. Membuat semua mata memandang ke arahnya. Dan gadis yang selama ini diam diam menjadi objek onaninya pun menatap langsung ke arahnya!
Sasuke malu bukan kepalang. Wajahnya memerah. Dan bagian selangkangan celananya basah oleh cairan sperma karena dia telah mencapai klimaksnya. Dan kini gadis itu telah mengetahui semuanya!
Aki menatapnya dengan tatapan yang maknanya tak mampu Sasuke baca. Ada gurat malu, tak suka, marah bercampur menjadi satu. Pemuda itu... lancang sekali berfantasy liar sambil menatap ke arahnya.
Sejak saat itu, seluruh teman-temannya selalu menjulukinya Sasuke "sang raja seks".
FLASHBACK OFF
-0000000-
"Sensei.. kau tidak apa-apa...?" Suara sophran itu terdengar lembut menyapa telinganya. Sasuke sedikit tergeragap dan menemukan sosok gadis ini di hadapannya. Wajahnya sungguh cantik dan lugu, emerald hijau yang terlihat sangat teduh dan nyaman, rambut serupa permen kapas yang unik, berwarna merah muda seperti bunga sakura. Emerald itu mengerjap. Menatapnya intens dengan raut bingung. Rupanya saat kenangan memalukan masa sekolahnya itu terlintasnya, dia terdiam di tengah lorong dengan wajah pucat.
Sasuke menggeleng pelan. Onyxnya seolah terpaku dalam emerald hijau yang bak segara tanpa riak itu. Dia seolah tenggelam di dalam tatapan mata gadis cantik yang juga merupakan salah satu siswanya ini.
"Kalau begitu, saya permisi..." pamit gadis bernama Haruno Sakura tersebut dengan sopan sambil membungkukkan badannya.
Gadis itu melenggang pergi, dan Sasuke menatap punggung gadis merah muda itu yang semakin menjauh.
"Tunggu…!" panggil sang pemuda dengan suara lantang. Sakura menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.
"Ada apa sensei …?" Tanya gadis itu dengan tatapan ramah.
"Siapa namamu ?" Tanya Sasuke langsung. Manik emerald Sakura membulat dengan tatapan penuh tanya.
"Saya… Haruno Sakura…" jawab gadis itu dengan suara pelan. Sasuke menatapnya dengan seksama. Dari ujung rambut hingga ujung kaki. Wajah yang cantik, tubuh yang indah, senyuman yang menawan, dan… Sasuke merasakan ketertarikan –secara seksual- padanya.
Sang Uchiha mendekatkan dirinya ke arah sang merah muda. Menatap emerald hijau itu intens dan tanpa jeda. Dipandangi begitu intens oleg sang guru membuat bulu kuduk Sakura meremang, entah mengapa.
"Sakura…" sebuah suara meneriakkan namanya dari kejauhan. Bersamaan dengan munculnya seorang pemuda berambut kuning jabrik yang menghampirinya dengan langkah tergesa.
"Kau kemana saja sih? Ayo pulang…!" teriak pemuda berambut kuning itu dengan nada tak sabar. Sakura menatapnya dengan tatapan bersalah. Kemudian segera menggumamkan permohonan maaf pada gurunya karena dia harus segera pulang.
"Maaf sensei… saya duluan." Pamit gadis merah muda itu sambil melangkah pergi. Menuju sang pemuda berambut kuning yang telah menunggunya dengan tak sabar.
Sasuke hanya memandang keduanya dari kejauhan. Haruno Sakura… jadi itu namanya…
-0000-
Sasuke melenggang menuju mobilnya yang di parker di halaman dengan santai. Sekolah mulai sepi karena para murid yang lain tampak sudah meninggalkan sekolah. Tepat saat akan masuk ke dalam mobil, nalurinya mengatakan ada seseorang di balik pintu ruang olahraga yang sedikit terbuka.
Penasaran, Sasuke melangkahkan kakinya kesana. Dan pemandangan di depannya ini membuat seringai sexy tergambar jelas di wajah tampannya. 2 orang muridnya tengah bergumul panas ruang olahraga! Sang siswi wanita dengan rambut dicepol 2 tengah menggeliat gelisah dengan tubuh yang bersandar di tembok sementara sang pemuda tengah sibuk menjilat sesuatu yang tampak menarik di bawah sana.
Sang pemuda dengan helaian hitam memanjang itu menenggelamkan dirinya di celah yang lembab dan basah itu. Emnjilatnya penuh nafsu, menghisap klitorisnya yang sudah menegang sebesar biji jagung, sementara sang gadis hanya bisa pasrah dengan wajah memerah, deru nafas yang kian memburu dan mengigit bibir bagian bawahnya untuk menahan desahan yang berlebihan.
Melihat adegan panas di hadapannya membuat Sasuke girang bukan kepalang. Dengan sigap pemuda itu langsung mengeluarkan smartphone miliknya dan mulai merekam adegan panas kedua siswanya tersebut!
TO BE CONTINUE~
