Yo, kembali lagi dengan Author yang payah ini. Saya berterimakasih pada senpai-senpai semua yang udah mau menyisihkan waktu nya untuk baca fict hina saya ini. Terimakasih juga bagi senpai-senpai yang udah susah payah mau mereview nya.
Arigatou Gozaimasu
Yosh, saatnya membalas review :
Toro Kun : Mohon dimaklumi, saya masih pemula. Masalah word akan saya usahakan.
Arinasution5 : Pastinya.
RyoRamantara617 : Akan ku perbaiki.
Arafim123 : Thanks senpai bersedia mengikuti cerita ini.
The kidSNo OppAi : ini udah lanjut.
Bagi yang review nya sama, saya ambil perwakilan nya aja. Bagi yang tak terbalas saya mohon maaf.
Yosh, langsung aja kita mulai cerita nya.
Disclaimer :
Naruto by Masashi Kisihimoto
Highschool DxD by Ichie Isibumi
Serta beberapa karakter yang saya ambil dari anime lain.
Special Thanks to Author Si Hitam
Summary :
Mereka dibangkitkan bukan untuk menciptakan perdamaian melainkan untuk melindungi umat manusia. Mereka tidak peduli jika peperangan terjadi antara beberapa pihak, asalkan tidak berimbas pada umat manusia.
Genre : Adventure, Fantasy, Freindship, Romance (Maybe), & etc.
Rate : M
Warning : Newbie, OOC, Typo, Gaje, Alur Berbelit-belit, Paragraf berantakan, Gaya bahasa yang kaku, Hancur, dll.
Enjoy it
Fraksi Manusia
By Gembel Khatulistiwa
Chapter 2
"Naruto-kun! Bangun!" Ujar seorang wanita bersurai indigo sambil mengoyang-goyangkan badan Naruto secara lembut.
"Engggghh" lenguh Naruto sambil mempererat pelukannya pada bantal guling.
"Naruto-kun, hari ini giliran kita bertugas" ucap Hinata mencoba memperingati sang kekasih.
Melihat tak ada respon dari Naruto, dia pun mendesah "Ya, padahal aku udah siapkan ramen untuk sarapan pagi ini" ucap lesu Hinata. "Apa sebaiknya ku berikan pada yang la-"
"TIDAKKK!"
Dia langsung berdiri tegak layaknya orang yang habis minum Mizone. Lalu mendekati Hinata seraya berkata "Bimbing jalan nya Hime".
Kini mereka telah berada di ruang makan. Terlihat sebuah meja berukuran persegi panjang dengan 14 kursi, hampir semua nya telah terisi hanya menyisakan satu yang kosong.
"Wah, semua udah berkumpul ternyata" cengir Naruto.
Tentu saja, kami tak sepertimu dobe" sahut pemuda bersurai hitam dengan poni menutup sebelah mata nya.
"Urusai" jawab si pirang sambil memalingkan wajah nya ke samping. "Oh ya, Dimana-"
"Si baka itu lagi melakukan latihan aneh nya."
"Aku belum siap ngomong TEME" pekik Naruto dengan kepala yang berasap layak nya letusan Gunung Sinabung, tapi sayang nya tak ada satu pun yang menanggapi omongan si pirang satu ini hingga akhir nya dia ngomong-ngomong gaje gitu.
Si baka yang sedang latihan telah kembali. Acara makan pun berlangsung dengan khidmat (kayak upacara aja nih).
Mereka sekarang tengah berkumpul, membahas sesuatu yang seperti nya sangat serius. Hingga perdebatan karena perbedaan pendapat tak terelakkan. Maklum, lain lubuk lain ikan nya.
Kalian pasti bertanya-tanya siapa gerangan mereka, mereka adalah fraksi manusia. Sebuah fraksi yang bertujuan untuk melindungi manusia dari pengaruh dan gangguan serta ancaman makhluk spiritual. Terdiri dari 14 orang (untuk saat ini, kemungkinan akan bertambah), dua diantara nya menjadi ketua dan wakil. Mereka bergerak secara berkelompok, satu kelompok terdiri dari 2 orang.
Saat ini mereka hanya mengamati, mengumpulkan informasi, bahkan berinteraksi langsung dengan fraksi lain (tentu nya dengan menyamar). Jika menurut mereka telah melebihi batas, mereka akan langsung bergerak secara terang-terangan. Tentu langkah diplomasi adalah prioritas mereka. Jika masih bisa dengan jalan damai, kenapa tidak? Sesuai motto mereka,
"Sebenarnya kami tidak suka berperang dan sangat cinta damai. Tapi jika kalian inginkan perang akan kami berikan."
~ Fraksi Manusia ~
Halo, perkenalkan namaku Hyoudou Issei. Aku murid tahun kedua Akademi Kuoh. Hari ini adalah hari yang spesial buatku. Kalian tau kenapa, karena hari ini aku akan pergi berkencan dengan pacarku yang bernama Yuuma.
Bagi kalian yang mengenalku, kalian tidak akan menyangka aku akan berkencan. Karena aku cukup (bukan cukup lagi sih, tapi sangat) terkenal dengan gelar 'TRIO MESUM.' Siapa sih pria yang tidak suka dengan oppai? Dan cita-citaku adalah menjadi 'RAJA HAREM.'
Skip Time
Saat ini kami tengah dalam perjalanan pulang. Aku tak henti-hentinya menatap wajah ceria Yuuma-chan. Wah, alangkah beruntung nya aku punya pacar kayak dia. Karena begitu asyik menatap Yuuma-chan, tak terasa kami udah sampai di taman. Tapi ada yang aneh, karena taman begitu sunyi padahal ini belum larut malam. Masa bodoh, justru itu suasana seperti ini yang ku sukai.
Aku kembali membayangkan apa saja yang udah kami lalui hari ini? Dimulai dari bermain di game centre, berjalan keliling kota, hingga makan di restoran. Karena keasyikan dengan pikiran sendiri, aku tak melihat Yuuma-chan berhenti hingga aku tersadar karena menabrak punggungnya.
BRUKKK
"Ittai" ringisku. "Kenapa tiba-tiba berhenti Yuuma-chan."
"Issei-kun! Mau kah kau melakukan sesuatu untukku" pinta Yuuma.
'Dia memintaku sesuatu' pikirku. 'Apa jangan-jangan Yuuma-chan ingin meminta ciuman? Meski aku menginginkannya tapi aku belum siap' batin nista Issei.
"Apa itu Yuuma-chan" jawabku ragu-ragu jika yang diinginkan Yuuma-chan sesuai fantasiku.
"Maukah kau mati untukku? Issei-kun!"
'Apa? Apa aku tak salah dengar? Dia meminta ku untuk mati? Tidak! Mungkin aku salah dengar' batin Issei
"Bisa kau ulangi Yuuma-chan, mungkin tadi aku salah dengar" ujar sambil mengorek telinga untuk memperjelas pendengaran.
"Maukah kau mati untukku"
Seketika baju Yuuma langsung terurai sehingga menampakkan oppai dan eerrr kalian tau lah sendiri, lalu terganti oleh kain minimalis menutupi bagian yang intim saja plus muncul sepasang sayap berwarna hitam seperti sayap burung gagak.
'Op-oppai!' Gumam ku. 'Yosh udah ku simpan di memori.' 'Tapi apa itu? Apa yang terjadi pada Yuuma-chan? Kenapa dia punya sayap?' Banyak pertanyaan yang hinggap di kepalaku.
Hingga akhirnya ada yang aneh di perutku. Ya, perut! Perutku telah tertembus sesuatu. Aku meringis, ku tatapi Yuuma-chan di depanku.
"Kenapa?" Hanya kata itu yang muncul di benakku saat ini.
"Kenapa? Salahkan Tuhan (anime) yang telah menanamkan sacred gear pada mu. Dan satu lagi, namaku adalah Raynare bukan Yuuma" Ujar nya sambil mengepakkan sayap lalu terbang entah kemana.
'Darah! Ya ini adalah darah. Warna nya mengingatku pada rambutnya. Aku tak tau, apa ini hukuman atas salahku. Padahal aku baru punya pacar atau memang aku tak pantas punya pacar? Hah hah hah, rasanya aneh aku mati dibunuh pacar sendiri. Tapi setidaknya biarkan aku melakukan itu dulu. Aku sangat menyedihkan, bahkan saat akan mati aja masih memikirkan hal yang mesum. Ayah! Ibu! Maafkan aku'.
Dari balik semak-semak keluar dua gadis bertubuh wow. Setelah sampai di depan tubuh Issei, wanita bersurai crimson berujar "Malang sekali nasibmu".
Lalu ia berjongkok menaruh sesuatu di atas tubuh Issei. "Hm, delapan pion. Aku tak tau bahwa kau sangat bernilai Issei."
Tercipta lingkaran sihir berwarna merah dengan aksara yang rumit di tangan nya. "Hiduplah Issei! Jadilah bagian dari keluargaku, keluarga Gremory."
Seketika tubuh Issei bercahaya, benda di atas Issei seperti tertelan oleh tubuhnya. Lalu lubang di bagian perut Issei menghilang seolah tak pernah terjadi apa-apa.
"Kita kembali Akeno" ujar gadis crimson pada temannya.
"Ha'i Bucho."
Lingkaran sihir tercipta di bawah kaki mereka. Seketika tubuh mereka menghilang.
Tanpa di sadari mereka dua pasang mata menatap kepergian mereka.
"Ho, menarik! Ini akan menjadi kabar yang bagus buat Ouji-sama" ucap orang yang memakai topeng biru polos.
"Ayo pergi."
Sesuatu muncul dari ketiadaan yakni berupa pintu rumah tradisional khas Jepang. Dua sosok tersebut lalu masuk kedalam dan menghilang bagai di telan bumi.
'Iblis'. Makhluk licik dan penghasut manusia. Makhluk yang awalnya mulia menjadi ternoda. Ternoda akan kearoganannya, merasa derajatnya lebih tinggi dibandingkan dengan makhluk lain. Berawal dari tak mau menghormati makhluk ciptaan-Nya yang disebut 'Manusia', sehingga di usir dari tempat asalnya, 'Surga'. Hingga berakhir di dasar bumi yang paling dalam, 'Neraka'.
Hyoudou Issei, manusia yang terlahir (tereinkarnasi) kembali sebagai iblis. Ia tak memilihnya, keadaanlah yang merubahnya. Ia tak tau harus bahagia atau sedih dengan keadaannya yang sekarang. Namun, perlahan-lahan ia mulai menerima bahkan menikmati status nya sekarang. Mungkin dikarenakan cita-citanya. Ya! Cita-cita yang bisa dikatakan cukup konyol, 'Raja Harem'.
~/»«\~
Ayo Issei-san kita akan terlambat" teriak gadis bersurai pirang panjang, Asia Argento.
"Tunggu sebentar Asia-chan" sahut Issei.
Asia Argento. Gadis suci pengikut-Nya dan manusia di berkahi sacred gear, 'Twilight Healing'. Seorang biarawati terbuang karena menyembuhkan iblis. Ia di asing ke Jepang, hingga takdir mempertemukannya dengan Hyoudou Issei. Berawal dari ketidak sengajaan hingga menjadi teman.
Ia sekarang merupakan bagian Iblis. Sama hal nya seperti Issei, keadaan yang merubahnya. Di luar perkiraan, ia malah senang karena bisa bersama Issei. Reaksi nya aneh jika di lihat dari ia yang sebelum nya adalah pengikut-Nya. Ya, mungkin dikarenakan sosok Issei merupakan teman pertama nya sejak ia berada di Jepang.
Ia masih ingat perjuangan Issei untuk menyelamatkannya dari malaikat jatuh yang mengincar sacred gearnya. Meski bisa di bilang terlambat, tapi ia tetap bersyukur setidaknya masih ada yang peduli dengannya. Secara tidak langsung, kata "teman" menjadi salah satu penyebab ia menjadi iblis.
"Ayo Asia-chan" ajak Issei setelah sampai di samping Asia.
"Ummm" angguk Asia.
Perjalanan mereka di isi oleh canda tawa. Lebih tepat nya sih Asia lah yang banyak tertawa melihat tingkah Issei. Hingga tak terasa kini mereka telah sampai di depan gerbang sekolah.
Tak jauh dari mereka, ada seorang pria yang berjalan mendekati gerbang sekolah. Berhenti sebentar sambil memandangi sekeliling sampai akhirnya pandangannya berhenti tepat ke arah Issei dan Asia.
"Yo, ero-Issei!" Sapa pria tersebut sambil mengangkat tangannya.
Merasa ada yang memanggilnya, Issei memalingkan wajahnya ke sebelah kiri. Ia melihat seorang pria berusia sekitar 25 tahunan berjalan mendekatinya.
"Ehhh! Naruto-san. Apa yang kau lakukan disini?" Kaget Issei. Issei tau betul siapa sosok yang menyapanya. Sosok tersebut adalah
Naruto, Uzumaki Naruto
Ia merupakan tetangga baru Iseei. Issei cukup dekat dengan nya. Ia merupakan sosok yang tegas, ramah, dan berwibawa. Tinggal di sebelah rumahku sejak dua minggu yang lalu. Dan satu lagi, ia tinggal bersama seorang gadis yang cantik. Gadis bersurai indigo panjang hingga sepunggung berponi rata, lekuk tubuh yang mampu membuat pria mana saja bertekuk lulut, serta beroppai luar biasa bila di lihat dari usianya. Kalau tidak salah namanya Hyuuga Hinata.
"Berenang!"
Issei sweatdop mendengar jawaban dari Naruto yang menurutnya terlalu berlebihan.
"Ya kerjalah!" Lanjut Naruto.
"Emangnya Naruto-san mau melamar jadi apa?" Tanya Issei heran.
"Jadi tukang pijat!"
Lagi, Issei dibuat sweatdrop.
"Hahh!" Naruto menghela nafas. "Dengar Issei, aku disini melamar jadi guru. Bukannya kau sendiri yang bilang padaku kalau disini kekurangan guru."
"Ehh! Benarkah! Terlihat Issei sedang berpikir.
"Sudah, lupakan saja" ucap Naruto. Ia lelah menghadapi orang seperti Issei yang otaknya hanya berisi hal-hal mesum.
Mereka kini memasuki sekolah. Baru berjarak 5 meter dari gerbang, terdengar suara bisik-bisik dari siswa-siswi.
"Siapa dia?"
"Dia terlihat tampan!"
"Dia tidak terlihat seumuran kita, apa dia guru baru disini?"
Begitulah bisik-bisik yang terdengar oleh Naruto. Ia hanya merespon dengan senyum. Saat sampai di koridor kelas, ia dihadang oleh seorang siswi berwajah datar dan memakai kacamata.
"Siapa anda?" Tanya siswi tersebut. Suaranya terdengar tegas dan berwibawa.
"Maaf nona, bukannya tidak sopan menanyakan nama sesorang tanpa memperkenalkan diri sendiri terlebih dulu?" Jawab sera tanya Naruto.
"Ah, maaf. Namaku Sona, Sona Sitri. Aku adalah ketua OSIS di sekolah ini" jawab Sona.
"Namaku Uzumaki Naruto. Aku ingin melamar menjadi guru disini."
"Ohh" seru Sona. Lalu ia menatap Issei dan Asia yang ada di samping Naruto. "Kalian lebih baik ke kelas kalian, bel masuk sebentar lagi akan berbunyi" perintah sona pada Issei dan Asia.
"Ha'I kaicho" jawab mereka serentak.
"Baiklah Naruto-san mari ikuti saya" ucap Sona sambil berjalan di depan terlebih dulu.
...
Kini Naruto berserta seorang guru telah sampai di depan kelas yang bertuliskan 2b.
"Uzumaki-sensei, silahkan tunggu disini sebentar. Anda silahkan masuk jika saya memanggil anda nanti" ucap seorang guru dan di balas anggukan oleh Naruto.
Guru tersebut masuk kedalam kelas dan menyapa murid-murid. "Anak-anak, hari ini kalian akan mendapatkan guru bahasa yang baru menggantikan Umino-sensei yang telah pensiun dan beliau juga bertindak sebagai wali kelas kalian" ucap sang guru. "Silahkan masuk Uzumaki-sensei."
CKLEK
Terlihat pemuda berkulit tan memasuki ruangan. Seisi ruangan kelas yang tadinya hening kini berubah.
"KYAAA! Tampan nya"
"Sudah punya pacar sensei?"
Berapa no hp sensei?"
"Terkutuklah kalian laki-laki tampan!"
BRAKK
"Diam!" Teriak sang guru. Suasana kembali hening setelah guru memukul meja. Menghela nafas sejenak, sang guru kemudian berkata "Baiklah perkenalkan diri anda" ucap guru tersebut.
"Perkenalkan nama ku Uzumaki Naruto, mohon bantuannya" ucap Naruto seraya membungkukkan badannya.
Pelajaran berlangsung dengan tenang. Tapi tak sedikit siswi yang berfokus pada wajah Naruto, sedangkan para siswa memandang kesal ke arah Naruto termasuk Issei.
SKIP
Waktu istirahat telah tiba. Kini Naruto berada di ruangan guru. Terlihat ia sedang sibuk memainkan ponsel sambil sesekali menyeringai. Tak lama kemudian ia beranjak dari tempat duduknya. Tujuan selanjutnya adalah kantin sekolah. Apalagi kalau bukan untuk mengisi perut kosongnya dengan makanan para dewa, 'Ramen' (menurut Naruto).
Ia berjalan menuju kantin dengan tatapan masih berfokus pada ponsel. Tanpa di sengaja, ia menabrak seseorang. Pandangan nya beralih ke depan tepatnya ke arah orang yang di tabaraknya. Dapat dilihatnya seorang perempuan bersurai merah crimson sedang meringis. Sedangkan sang korban masih terjatuh dalam keadaan terduduk.
"Gomen, Aku tak sengaja" ucap Naruto meminta maaf.
"Tak apa, aku juga tadi kurang fokus" ucap wanita tersebut sambil berdiri. "Aku belum pernah melihatmu sebelumnya? Apa kamu murid baru disini?" Tanya wanita itu sambil membersihkan debu yang menempel di pantatnya.
"Perkenalkan namaku Uzumaki Naruto. Aku guru baru disini" ujar Naruto sambil tersenyum.
"Maaf sensei aku tak tau. Namaku Rias Gremory. Senang berkenalan dengan sensei" balas wanita tersebut yang di ketahui bernama Rias. Terlihat semburat merah di wajah cantiknya.
"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu" ucap Naruto sambil membungkukkan badan lalu beranjak dari sana.
'Heh! Jadi dia ya iblis yang dikatakan oleh Ao dan Shiro. Ini akan semakin menarik' seringai Naruto.
Rias menatap kepergian Naruto dengan terseyum. 'Guru baru ya? Kelihatannya aura yang dimilikinya sama dengan manusia biasa' pikir Rias. Kemudian ia pun beranjak dari situ.
To Be Continued
Maaf sebelumnya karena lama update (kayak ada aja yang nunggu fict ini). Di karenakan sibuk di dunia nyata, ya beginilah jadinya.
Aku merasa sangat sulit untuk merangkai kata-kata yang tidak baku. Jadi fict ini terkesan gimana gitu. Tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin.
Untuk scene, saya minta maaf jika banyak yang di skip. Karena yang ku skip tidak ada kaitan nya dengan Naruto and The Geng (secara tidak langsung). Akan di flashback scene-scene yang di skip jika di perlukan.
Oh y! Satu hal lagi, yaitu masalah word. Gomen hanya segini yang mampu di proses otak ku. Selanjutnya akan aku usahakan word nya di tambah.
Arigatou Gozaimasu
Gembel Khatulistiwa Out
