Naruto sudah berada dirumah. Hari ini Naruto "aman" karena ibunya tidak memarahinya ataupun mengintrogasinya

"nah.. Naruto ini makananmu, lalu minum obat yah"

Khawatir akan kena timpuk ibunya Naruto menjadi anak yang penurut hari ini

"ia ibu"

"Naruto, jangan ingat yang macam-macam yah? Apa masih terasa pusing?"

Minato duduk dan menatap putranya yang sedang menyantap makananya

"ah, sudah tidak ayah"

"setelah ini kau langsung istirahat yah? Dan jangan mengingat sesuatu yang membuatmu terasa pusing. Ayah dan ibumu mengkhawatirkanmu Naruto"

Naruto mengangguk mengerti. Ia menghabiskan makananya dan meminum obatnya, kemudian naruto beranjak pergi menuju kamarnya. Naruto mulai memejamkan matanya terlelap. Naruto bermimpi.. kali ini mimpinya menenangkanya membuatnya merasa damai sekaligus sedih..

.

Gadis bermata zamrud itu membelai lembut kepala Naruto yang tengah tertidur dipangkuanya. Gadis itu tersenyum. Senyumnya manis sekali dan Naruto rela melakukan apa sajah agar bisa melihat gadis itu tersenyum.

"aku mencintaimu.."

Bisiknya lembut. Wajahnya tak bisa menyembunyikan kebahagiaan yang sedang melingkupinya. Naruto memejamkan matanya. Perasaan ini begitu hangat, begitu damai dan begitu didambanya. Ia merasa berada dipangkuan Kushina dengan versi lain. Dengan kasih sayang dan perasaan lain. Naruto menyentuh jemari lentik gadis yang sedang membelainya. Gadis itu hanya menoleh dan tersenyum

"aku juga... aku juga sangat mencintaimu"

Ucap Naruto dengan kebahagiaan yang menyeruak

"apa ini disurga?"

Pletak!.

Alih-alih mendapat jawaban, naruto malah mendapat jitakan dari gadis itu

"ini bukan disurga bodoh, karena kau belum mati"

"benarkah?"

Naruto menyeringai dan menatap pemilik bola mata zamrud itu

"tentu sajah"

Ia kembali tersenyum dan menyentuh jemari hangat Naruto

"Naruto aku harus pergi"

"tunggu dulu.. apa kita bisa bertemu lagi?"

"tentu sajah bisa Naruto"

"tapi siapa namamu? Dan kenapa... kenapa rasanya aku seperti mengenalmu cukup lama?"

"kau akan tau jawabanya nanti... tapi"

Gadis itu menunduk, wajahnya berubah menjadi sendu tapi sesaat kemudian wajahnya itu merona kembali

"setelah kau meyakinkan hatimu dan bisa mengingatnya lagi Naruto"

Naruto kembali menyeringai dengan tatapan ketidakmengertianya. Gadis itu hendak beranjak pergi tapi Naruto mencoba menahanya dengan tidak melepaskan pergelangan tangan gadis tersebut. Tapi gadis itu tersenyum, melihat Naruto dan menciumnya dengan rasa sayang yang dalam.

"kau akan mengingatnya"

Kemudian dia pergi dengan kabut cahanya. Naruto panik dan sedih, ia ingin menahanya dan mencegahnya

"jangan pergi!"

Tapi sayang gadis itu sudah meninggalkanya dengan cahaya putih yang membungkus tubuhnya. Naruto ingin sekali memanggil namanya, menyahutnya agar dia tidak pergi. Tapi sayang Naruto bahkan tidakmengetahui nama gadis itu. Naruto yang tengah bermimpi meneteskan air matanya dalam dalam tidurnya dan matanya masih terpejam damai sekaligus merasakan sakit

.

.

Naruto bangun dengan wajah cerah dan segar. Ia bergegas mandi dan turun dari kamarnya meunuju ruang keluarga untuk sarapan

"tidak biasanya kau bangun dengan wajah cerah Naruto?

Ayahnya sedang memakai jas dan Kushina membantunya menyelipkan dasi dikerah Minato

Naruto hanya tersenyum

"aku mimpi indah ayah semalam"

Kushina menelisik putranya

"maksudmu kau tidak mimpi yang hentaikan Naruto?"

"tentu sajah tidak ibu"

Naruto menelan ludah yang terasa menyangkut ditenggorokan dan nyengir dengan ekspresi bodohnya. Takut ibunya mengintrogasi lebih lanjut, Naruto menghabiskan sarapanya dengan wajah berseri

"aku sudah selesai, aku berangkat dulu ayah ibu"

"hati-hati Naruto"

.

.

Naruto melamun ditempat duduknya membayangkan mimpi indahnya semalam

"dobe, aku dengar kemarin kau pingsan yah? Bagaimana kondisimi?"

"iya kemarin aku merasa sangat pusing teme"

Tiba-tiba mata shafire bluenya mengekor melihat sosok gadis yang baru sajah memasuki kelas

"hei dobe kau melihat apa?"

Sasuke menepuk pundak Naruto, Sasukepun ikut melihat apa yang Naruto lihat

"kau melihat Sakura-chan yah?"

"Sakura-chan?"

"ah. Ia, aku lupa kau terkena amnesia dobe. Sudahlah jangan mengingat hal yang membuatmu merasa pusing. Aku duluan dobe.. aku ada kencan dengan Hinata-hime"

Sasukepun langsung pergi meninggalkan Naruto. Dasar Sasuke itu, Naruto hendak bertanya tentang Sakura dia malah pergi. Sakura menatap Naruto sekilas hatinya sakit.

Naruto ada didekatnya, tapi dia tak bisa mendekatinya. Naruto ada disekitarnya tapi dia tidak bisa menyentuhnya. Seperti udara yang selalu ada... tapi tak pernah bisa Sakura raba. Sakura hanya bisa tersenyu, meyembunyikan kesakitan dihatinya. Naruto sudah banyak berkorban untuknya, sekarang adalah giliran sakura berkorban untuk Naruto

Meskipun apa yang Sakura korbankan tidak akan mampu menandingi apa yang telah Naruto lakukan untuknya. Tapi Sakura akan selalu berusaha agar Naruto bisa bahagia dan tersenyum. Sakura sadar apa yang ia korbankan tidak akan bisa seperti Naruto lakukan selama ini kepadanya. Tidak akan bisa dan tidak akan pernah bisa. Sakura hanya memperhatikan Naruto dari kejauhan. Mengamatinya secara diam-diam dan mencuri pandang bila sengaja bertemu naruto. Sementara Naruto merasa ada yang hilang. Hatinya merasa hampa. Dulu ada seorang gadis yang mengganggu dan merecoki hidupnya. Apakah Naruto rindu diganggu oleh gadis itu?. Naruto menatap kosong kearah langit. Sudah beberapa hari ini dia merasa hidupnya seolah tak berwarna. Apakah ada hal penting yang terlewatkan oleh Naruto?

.

.

"Naruto tolong ambilkan ember digudang yah"

"baik, bu"

Naruto menuruni tangga dan menuju gudang dirumahnya. Ia menggapai ember yang berada di tumpukan barang di gudangnya.

Bruuk!. Saat Naruto mengambil ember diatas sebuah kardus terjatuh. Naruto merasa penasaran dan membukanya. Apa yang Naruto lihat merupakan sebuah kejutan tersendiri. Ada beberapa foto, kupon ramen, beberapa surat yang usang, kertas kecil berwarna, origami, tiket nonton dan benda-benda lainya yang ada didalam kardus itu. Naruto tertegun melihat banyak foto dan foto itu... semuanya foto gadis itu. Naruto membalikan ada catatan dibalik foto tersebut

Tulisan dibalik foto Sakura

Haruno Sakura...

Dia adalab segalanya bagiku..

Gadis pertama yang telah membuatku jatuh hati bahkan saat kami masih kecil.

Aku sangat menyukai senyuman Sakura-chan.

Bagiku Sakura adalah duniaku... tujuan hidupku...

Naruto mengambil lagi beberapa lembar surat dan catatan yang ada didalam kardus itu. Dan matanya tertuju pada tulisan tangan lembaran yang sedikit usang. Dan disanah ada foto naruto dan sakura yang masih kecil

gadis kecil itu bernama Sakura. Aku sangat menyukainya, bahkan saat pertama kali aku melihatnya. Aku ingin melindungi Sakura-chan dan mengklaimnya sebagai gadisku kepada semua orang. Bagiku senyuman Sakura adalah segalanya. Aku rela melakukan apa sajah agar Sakura-chan dapat terus tersenyum. Aku ingin selalu ada disamping sakura-chan. Dia... tempatku untuk berlabuh...

Naruto membaca lembar demi lembar catatan yang ada didalam kardus itu. Dan dia membacanya dengan rasa penasaran yang terus menggelayut dihatinya

aku ingin ada untukmu, aku ingin selalu menjagamu dan melindungimu apapun yang erjadi. Hari ini.. untuk pertama kalinya aku melihat Sakura-chan sedih. Ya gadisku sedih karena sedang bertengkar dengan kedua orang tuanya. Hatiku juga merasa sakit bila melihatnya seperti itu. Sungguh sakura-chan aku tak sanggup melihatmu bersedih...

Perlahan-lahan ada ingatan yang terlintas dalam fikiran naruto. Meskipun Naruto tak bisa mengingatnya dengan jelas. Tapi Naruto yakin gadis itu sangat berarti dihidupnya

.

Catan dibalik foto sakura

ini foto Sakura-chan saat ada difestival hanabi disekolahan kami. Sakura sangat manis memakai kimono tentu sajah. Aku bisa membayangkan bila nanti kami bertunangan dia akan memakai kimono yang paling indah. Tidak bukan hanya membayangkan, aku akan menjadikan itu semua menjadi kenyataan. Meskipun sifatnys tempramental dan suka menjitak kepalaku tapi tetap Sakura adalah hal yang paling istimewa bagiku. Dan hei... sifatnya kalau sedang marah sama persis dengan ibuku yang cantikan?

Ayah... selera kita sama yah. Hehe...

Naruto hendak membaca lagi lembaran kertas yang lainya sebelum pintunya sudah didobrak kasar oleh ibunya

"Naruto... kau tidak dengar ibu menyuruh apa yah?"

Aura devilpun keluar dari ibunya. Tapi tatapan ibunya berubah saat mendapati putranya menatap lembar demi lembaran kertas dan foto yang ada dikardus itu. Tatapan Naruto penuh arti, dan pertanyaan yang muncul dibenaknya

"ibu..."

Ucapnya pelan

"apa aku mengenal dekat dengan gadis yang ada difoto ini?"

.

.

.

TBC

gomene kalau fast alur. sankyu buat yang sudah reviews dan ikutin terus fic ini

maaf kalau lama bls RnR.a

salam hangat dari Shionn :D