Ino merasakan perubahan Sakura. Dari sikap dinginya dan tatapan kosong matanya. Bahkan sakura yang sekarang seperti tidak lagi memiliki semangat untuk hidup.

"Sakura-chan?"

Sakura entah menatap kearah mana dengan tatapan kosongnya

"aku baik-baik sajah Ino"

Ino menghela nafas

"Sakura yang aku kenal adalah sakura yang periang, ceria dan kuat. Coba lihat dirimu sekarang... kau seperti mayat hidup Sakura-chan"

Sakura seolah tak mendengarkan perkataan Ino

Tapi dibalik tatapanya ia malah menangis

"aku tak sanggup Ino"

Isaknya pelan.

"aku fikir aku sanggup, ternyata aku tidak. Aku fikir aku mampu dan kuat menjauhi Naruto dan menghindarinya, tapi hatiku tidak. Meskipun tubuhku berusaha keras menghindarinya, tapi hatiku tidak. Hatiku begitu sakit Ino. Naruto... si bakka itu aku begitu menyukainya"

Inopun hanya bisa menatap sedih Sakura. Ikut merasakan kesedihan yang Sakura rasakan

"saat Naruto kecelakaan, aku fikir semua tak akan berubah. Dia akan tetap menjadi Naruto yang dulu, dan perasaanku kepadanya biasa sajah. Tapi entah kenapa atanpa aku sadari aku sudah jatuh hati kepadanya. Aku... mencintainya Ino"

"akhirnya kau mengakui perasaanmu sendiri Sakura"

"apa yang harus aku lakukan Ino? Rasanya semua ini begitu menyiksaku. Hingga aku tak dapat merasakan apa-apa lagi selain kesedihan dan rasa bersalahku"

"Sakura-chan. Coba dekati Naruto secara perlahan, mungkin dia akan mengingatmu lagi dan kalian bisa seperti dulu lagi"

Sakura menggelengkan kepala dengan cepat

"kau tidak mengerti Ino. Saat Naruto mencoba mengingat memorynya yang hilang, dia merasakan pusing sampai tidak sadarkan diri. Dan itu semua karenaku Ino, aku tak sanggup bila terjadi sesuatu lagi padanya"

Ino bingung harus menjawab apa. Sahabatnya berada dalam stuasi yang sulit seperti lingkaran tak berujung. Sangat sulit untuk menemukan jalan keluar dari permasalahn yang sedang dia hadapi

"Sakura... entah bila aku berada diposisimu aku harus melakukan apa, aku sendiri tidak tau"

Ucapnya pelan

"tapi aku akan membantumu Sakura melupakan Naruto. Kau sudah cuku berani mengambil keputusan. Ini pertama kalinya kau mau berkorban untuk si bakka itukan? Sakura kau pasti akan mendapatkan kebahagiaanmu lagi"

Ino tersenyum mencoba menguatkan Sakura

.

.

Kushina, Minato dan Naruto berada diruang keluarga. Tidak seperti biasanya mereka berkumpul seperti ini dan tentu sajah tidak ada "sidang" bagi Naruto

"ayah, kenapa kau menyembunyikan barang-barang ini dan meletakanya digudang?"

Minato berfikir sejenak. Takut jawabanya akan berdampak pada kondisi Naruto, ia mencoba menjawab pertanyaan putranya dengan hati-hati berharap Naruto bisa memahaminya dan mencernanya secara perlahan

"begini Naruto, ayah dan ibumu ingin melindungimu. Sejak kau kecelakaan dan merasa pusing bila mengingat hal yang berhubungan dengan Sakura. Kami fikir untuk menyembunyikan barang-barang yang ada kaitanya dengan Sakura dikamarmu"

Naruto menunduk. Kushina menyentuh lembut tangan putranya

"Naruto, apa kau merasa pusing lagi?"

"eh, tidak ibu. Tenang sajah aku sudah rajin minum obat ko. Jadi sudah tidak merasa pusing lagi"

Jawabnya polos

"kami tidak ingin kau kenapa-kenapa Naruto. Sebagai orang tua kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk putranya"

Jawab Minato bijak

"apa kau mengingat sesuatu Naruto?"

Ucap kushina dengan hati-hati

"tidak"

Naruto menjawab dengan datar

"tidak aku tidak dapat mengingat seluruh ingatan yang aku lupakan dengan sekejap bu. Mungkin aku bisa mengingatnya secara perlahan"

Kushina dan Minato menarik nafas merasa lega

"jadi kau tidak mengingat apa-apa tentang Sakura?"

"entahlah ayah"

Kushina tersenyum penuh pengertian

"ingatlah secara perlahan Naruto. Jangan memaksakan dirimu untuk mengingat semuanya"

'Semua ini... kenapa semua ini selalu berkaitan dengan gadis yang bernama Haruno Sakura? Sepenting itukah dia dihidupku? Sebenarnya siapa dia? Sampai-sampai ayah dan ibuku menyembunyikan barang-barang yang berkaitan dengan Sakura? Sebenarnya aku ini sebelum kecelakaan seperti apa? Apa aku menyukai gadis itu? Tapi kenapa juga aku harus menyukainya? Bila mencoba mengingatnya sajah membuatku sakit?'

Semua pertanyaan-pertanyaa itu muncul dibenak Naruto

.

.

Naruto berjalan melewati jalanan yang pernah ia lewati bersama Sakura. Tatapan mata Naruto tertuju pada ayunan. Lalu Naruto seakan melihat dirinya bermain riang bersama Sakura?. Naruto menggelengkan kepala dan melanjutkan langkahnya dan dia melihat ke kedai ichiraku. Lagi-lagi Naruto melihat dirinya sendiri bersama Sakura. Naruto memegangi dadanya

"perasaan apa ini?"

.

.

Naruto memasuki kelas. Beberapa temanya Sai, Shikamaru, Sasuke, Gaara dan Kiba mereka semua sedang berkumpul dipojok ruang kelas

"Naruto sudah datang yah"

Jawab Sai dengan senyumanya. Atau mungkin dia sedang tersenyum dengan senyuman palsunya. Sementara Sasuke, Gaara, Kiba sudah keluar kelas

"ya. Hei tadi kalian semua sedang membicarakan apa?"

"bukan hal yang penting ko"

"oh ya Naruto nanti saat bel pelajaran sudah berakhir kau keatap gedung sekolah yah"

Jawab Sai tenang. Saat sensei Kakashi datang, semua murid ribut memasuki kelas dan mengikuti pelajaran sampai selesai. Naruto melangkahkan kakinya, menuju atap gedung sekolah. Sekolah sudah nampak sepi, Naruto sudah hampir melupakan kata-kata Sai agar dia menuju atap. Tapi Naruto tetap menuju atap. Antara sadar tidak sadar, antaran ingat ataupun tidak ingat. Tapi Naruto berfikir tidak ada salahnya kan menuju atap sekolahan? Lagi pula disanah tempat yang sepi dan cukup menenangkan.

Naruto hampir sampai menuju atas dan melihat sekelilingnya nampak sepi... tapi kemudian mata Naruto menangkap pemandangan yang menarik disanah. Seorang gadis bersurai merah muda sedang menatap kosong kearah langit. Dari tatapan matanya Naruto bisa merasakan kesedihan, dari ekspresi wajahnya Naruto bisa merasakan kesakitan yang mendalam. Dan dari dalam bola mata zamrud itu Naruto bisa merasakan kerinduan... tapi tunggu dulu. Gadis itu bermatakan bola mata zamrud?. Naruto mengingat sesuatu. Tidak, dia tidak mengingat memory tentang gadis. Tapi naruto mengingat mimpinya bersama gadis itu. Naruto mencoba mendekat beberapa langkah, hatinya merasakan sesuatu. Sesuatu yang sangat dirindukanya. Kemudian tanpa disangka-sangka Naruto memeluk gadis itu dari belakang. Entah ada keberanian apa dan dorongan kuat apa yang membuat Naruto langsung memeluknya dari belakang. Gadis itu terkejut dan hendak melepaskan diri dari pelukan Naruto

"tunggu dulu. Biarkan aku memelukmu seperti ini"

Naruto menenggelamkan wajahnya dipundak gadis itu, ia mencium aroma chery yang familiar dan sangat ia rindukan

"kenapa rasanya begitu sakit"

".."

Gadis itu hanya terdiam dengan wajah sendunya

"kenapa rasanya begitu sakit melihatmu seperti ini. Dan kenapa rasanya saat aku memelukmu seperti ini aku merasakan ketenangan dan kedamaian"

".."

Hati gadis itu mulai tersentuh

"aku sungguh tak bisa mengingat dengan jelas. Tapi ada satu hal yang membuatku merasakan kedamaian dan disaat yang sama aku merasakan kesakitan"

Naruto terus memeluk gadis itu. Mencoba menelaah seperti apa yang sesungguhnya ia rasakan kepada gadis itu

"aku bermimpi tentang seorang gadis dan aku mencintainya. Tapi disaat yang sama dia malah berbicara padaku kalau aku akan mengingatnya, kalau aku bisa bertemu lagi denganya. Mimpi itu seakan menyiksaku tapi disaat yang sama juga.. aku merasakan kebahagiaan karena dia juga mencintaiku"

Naruto meneteskan air matanya. Sedangkan gadis itu sekuat tenaga menahan isakanya. Matanya terasa panas

"sebenarnya aku ini saat sebelum kecelakaan seperti apa? Kenapa aku yang sekarang merasakan kehampaan dan kekosongan? Kenapa? Apa yang membuatku sakit saat melihatmu? Dan aku merasa lebih sakit lagi saat kau seperti ini?"

Naruto terus mencari jawaban dihatinya

"tapi aku bisa merasakan sebuah ketenangan sekarang saat aku seperti ini . saat aku memelukmu sekarang ini... aku memang tak bisa mengingatnya dengan jelas. Tapi kesadaran itu seakan muncul meskipun samar dan aku tak bisa mengenalinya dengan jelas.. dan ternyata hatiku menginginkanmu. Dan pada kenyataanya aku menyayangimu"

Naruto merenggangkan pelukanya

"terima kasih sudah mengijinkanku memelukmu"

Naruto mulai melepaskan pelukanya.

.

.

.

TBC