Tanpa diduga gadis itu berbalik dan menangis
"aku.. aku mencintaimu naruto tolong jangan pergi!"
Naruto menghentikan langkah kakinya dan menoleh melihat gadis itu. Penampakan nyata dari gadis yang ada dimimpinya. Naruto melihat gadis itu mendekat dan mulai memeluknya hangat. Dan Naruto sekarang yakin bahwa gadis yang ada dimimpinya itu ada di dalam dunia nyata. Dan gadis itu adalah Haruno Sakura. Gadis yang begitu dicintainya
"selama ini aku berusaha menjauhimu Naruto, aku menghindar darimu karena aku tidak ingin kau terluka karenaku. Sudah cukup aku membuat menderita, sudah cukup aku telah membuatmu terluka. Hatiku begitu sakit Naruto saat kau tak mengingatku sama sekali, tsk mengenaliku sama sekali. Hatiku sakit"
Sakura sudah tak dapat menahan tangisanya. Sakura menangis terisak dalam pelukan Naruto
"aku tidak ingin kau terluka lagi. Tapi menghindar dan menjauh darimu rasanya hatiku sakit. Seperti ingin mati sajah, aku tak sanggup Naruto"
Naruto mempererat pelukanya dengan sakura. Mengemilinasi jarak diantara mereka
"sekarang aku sudah yakin sakura-chan. Kau adalah gadis dimimpiku.. meskipun aku tak dapat mengingatmu. Meskipun aku kehilangan ingatan tentang dirimu, tapi aku yakin kau adalah memory terakhir yang akan ada. Memory yang akan hidup didalam hatiku tak peduli separah apa aku kehilangan ingatan. Bahkan saat aku tak dapat mengingat apa-apa lagi aku yakin. Kaulah yang akan muncul untuk pertama dan terakhir kalinya dengan cara yang tak terduga. Dengan hatiku yang hanya hidup karenamu atau sebuah kesadaran yang akhirnya teralirkan"
Semua rasa sakit, semua rasa pahit dan perih dihati Sakura berubah menjadi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan dengan kata-kata. Meskipun Naruto kehilangan ingatan tentang dirinya, tapi hati Naruto tetap milik Sakura. Hati Naruto tetap hidup untuk Sakura. Yang kemudian berubah menjadi sebuah kesadaran bahwa akhirnya Sakuralah yang akan selalu menjadi ingatan terakhirnya. Sakuralah yang akan selalu dikenangnya. Naruto merenggangkan pelukanya tanpa melepaskan pelukanya. Naruto tersenyum dan menghapus air mata diwajah cantik sakura. Gadis yang selalu ada didalam hatinya, gadis impianya selama ini dan kini gadis itu adalah miliknya.
.
.
"sungguh adegan ini mengharukan melebihi novel ataupun film yang pernah aku tonton"
Ekor mata Tenten,Hinata,Ino,Shikamaru, Sai dan Sasuke mengarah pada Lee.
"yaampun Lee sejak kapan kau ada disitu?"
Tenten menatap jengkel. Ternyata mereka semua bersembunyi untuk melihat adegan romantis sekaligus mengharukan dari Naruto dan Sakura. Mereka semua memanng sudah merencanakanya dan bersembunyi agar tidak dilihat oleh Naruto dan Sakura. Lee mengalirkan airmatanya terharu
"sssttt kalian diamlah sekarang coba lihat, apa yang Sakura dan Naruto lakukan"
Jawab Ino mencoba melerai. Sedangkan Sai malah menulis adegan yang dilakukan oleh Naruto dan Sakura dibukunya
"hmm, sekarang mereka berdua saling berpandangan"
Saipun masih penasaran dan mengintipnya.
"hn, ternyata si dobe itu hebat juga"
Jawab Sasuke acuh
"ehm, coba lihat apa yang se..sekarang mereka.."
jawab Hinata terbata dan pipinya sempurna merona merah, melihat apa yang dilakukan Naruto dan Sakura.
"ck, mendokusai. Harusnya aku sudah berada dirumah sekarang... aku pulang dulu"
Shikamaru sudah melangkahkan kainya menuruni tangga dan hendak pulang ke rumahnya
"huuh! Dasar Shikamaru! Ayo Lee kita pulang sajah. Shikamaru tunggu!"
Sedangkan Ino tampak serius dengan adegan yang dilakukan Naruto dan Sakura. Sai melihat hampir tanpa ekspresi, dan saat itu tanpa sengaja sai terjatuh dan menyenggol Ino
"ssaaaaii!"
Ino sudah marah karena hampir kehilangan momen yang di tunggunya
"eeh maaf"
Hinata sudah merona dengan sempurna
"uhm.. Sasuke-kun sebaiknya kita pulang sajah. Biarkan kita memberi privasi untuk Naruto dan Sakura"
Sasuke sebenarnya sudah kesal, ternyata sahabatnya itu bisa bersikap jantan dan dewasa
"ayo kita pulang sajah"
sasuke meranggkul mesra pundak Hinata
"eeh Ino, Sai se..sebaiknya kalian juga pulang. Jangan ganggu Naruto dan Sakura"
jawab Hinata terbata
.
.
.
Catan lain Naruto tentang Sakura..
gadisku yang cantik, gadisku yang lancang, crewet serta tempramen. Sakura rasanya sakit saat kau hanya memikirkan si teme Sasuke sajah.. sadarkah kau Sakura sebenarnya hatiku terluka saat kita sedang bersama dan kau hanya memikirkan dia sajah?. Tapi aku pendam sajah rasa sakit itu. Lagi pula teme juga hanya menyukai Hinata dan itu membuatku lega. Entah aku punya firasat apa saat aku menulis catatan ini. Aku takut suatu saat nanti aku kehilangan Sakura-chan, aku takut suatu saat nanti aku tak bisa melihat atau mengenalinya lagi gadisku itu. Ah, seandainya sajah aku bisa mengumumkan pada semua orang bahwa Sakura adalah gadisku dan satu-satunya duniaku, tujuan hidupku. Aku tak akan pernah menyerah sebelum mendapatkan hati Sakura, aku tidak akan mundur sebelum Sakura bisa membuka hatinya dan menerima cintaku padanya.
Sakura-chan...
Ada ketakutan yang terbesit jelas dilubuk hatiku, ketakutanku ini bukan karena aku tak bisa melihat wajah cantikmu. Tapi ketakutan yang begitu nyata saat aku tak bisa mengingat apapun tentangmu. Bagiku saat bersamamu adalah hal yang paling berharga yang aku rasakan. Meskipun kita sedah bersama saat kita masih kecil, meskipun kita selalu bersama saat ini.. tapi rasanya seolah kenangan itu belumlah cukup buatku.
Sakura-chan gadisku yang manis..
Seandainya nanti aku kehilangan ingatan. Akan aku pastikan bahwa dihatiku ada dirimu. Bahwa jauh didalam rasaku ada namamu. Biarlah aku kehilangan segala ingatan asalkan tidak dihatiku. Karena disini.. dihatiku ini kau akan selalu ada dan hidup menyempurnakan aku yang selalu mencintaimu, yang selalu ingin menjagamu...
Catatn sebelum terjadi kecelakaan...
.
.
Mata zamrud itu sedang menatap sunset dengan tenang. Merasakan desiran ombak yang selalu datang, merasakan hembusan angin menerpa wajah cantiknya, kulit halusnya. Semburat merah terpancar, hembusan angin membuat surai merah mudanya terurai. Kemudian laki-laki bermata shafire blue itu mendekapnya, memeluknya. Menggenggam tangan sang gadis kemudian membiarkanya bersandar dibahunya sambil menikmati sunset. Di pasir pantai terdapat tulisn
"N 3 S"
.
.
Saat aku tak dapat mengingat apa-apa, saat aku kehilangan ingatan dan tak dapat menemukanmu dalam memoryku... aku yakin akan ada hal yang selalu membuatku mengingat dirimu. Bukan ingatan karena ingatanku hilang, tapi karena perasaaanku. Karena hatiku menginginkan dirimu dan mencari sang pemilik hatiku. Saat itulah aku bisa menemukan jawaban atas segala keresahan, pertanyaan yang selalu menggelayuti hatiku, kehampaan dan rasa sakit yang setiap saat datang kepadaku dan membunuhku. Karena aku yakin kaulah yang mampu mengisi kekosongan itu. Kau adalah memory yang tak akan pernah cukup untuk kusmpan di dalam otak kecilku. Karena aku selalu menginginkan dirimu. Setiap detik saaat bersamamu adalah kenagan yang paling berharga yang pernah aku rasakan.
Karena kau...
Adalah ingatan terakhirku. Ingatan yang pada akhirnya menuyadarkanku, menemukan jawaban dihidupku
-THE END-
