PENGANTAR SUSU


Dari balik selimut tubuh kecil itu menggeliat, bunyi alarm di ponselnya membuatnya terjaga dari tidur lelapnya. Jari lentik itu mencari-cari ponselnya dinakas, melirik ke arah jam di layar ponselnya. Dengan terpaksa ia menyibak selimut yang membungkus hangat tubuhnya, hawa dingin di pagi itu mulai merasuk kedalam ketulang-tulangnya.

"Selamat pagi dunia! Semoga harimu menyenangkan" gumamnya sambil tersenyum.

Namanya Byun Baekhyun, Aktivitasnya setiap pagi mengambil susu ke pabrik lalu diantarkan pada pelanggan setianya. Bukan hanya susu baekhyun juga mengantarkan koran ke beberapa rumah pelanggan nya. Baekhyun hidup sebatang kara. Kedua orang tuanya baru saja meninggal karena korban tabrak lari. Orang yang menabrak ayah dan ibu baekhyun tidak mau memberikan biaya kompensasi sedikitpun kepada baekhyun. Baekhyun juga tidak ingin menuntut banyak, ia hanya ingin melanjutkan sekolahnya. Maka dari itu Baekhyun meminta untuk dibiayai sekolah oleh orang yang menabrak orang tua baekhyun dan orang itu menyanggupi.

"Eomma, appa doakan aku menjadi anak yang baik" doa baekhyun dalam hati.

tepat pukul 5 pagi, waktu bagian seoul. Baekhyun sudah mengayuh pedal sepedanya menuju tempat-tempat yang biasa ia kunjungi. Biasanya ia sampai di rumah kediaman park sebelum pukul 6 pagi, kali ini ia terlambat mengantarkan susu milik keluarga park.

"Susu" teriak baekhyun.

Ia meletakkan dua botol susu rasa pisang di depan gerbang rumah kediaman park.

Seorang namja jangkung mendatanginya, "Hey, kau tukang susu baru ya?" anak itu mengendus kesal karena susunya datang terlambat. Ia mengambil botol susu yang baru saja baekhyun letakkan.

"Ah, bukan tuan. Saya yang biasa mengantar kemari, hanya saja tadi ada perbaikan jalan di ujung jalan sana" jelas baekhyun.

Baekhyun benar diujung jalan tempat yang biasa ia lewati agar cepat sampai ke rumah keluarga Park ditutup ada perbaikan jalan. Al hasil baekhyun harus memutar arah dan melewati rute yang lebih jauh.

"Eh? Kau bukannya anak sekolah yah?" baekhyun mengernyit.

"Apa tuan mengenali saya?"

"Kita ini satu sekolah, mungkin karena kesibukan mu, jadi kau tidak memperhatikan sekelilingmu"

"Oh" baekhyun ber-oh ria sambil mengangguk-anggukan kepalanya. "Baiklah tuan, semoga harimu menyenangkan" pamit baekhyun kembali mengayuh sepedanya.

Setelah mengantarkan semua susu-susu tersebut, baekhyun kembali ke rumah sewaannya. Baekhyun tinggal di salah satu gedung apartemen, bukan berarti baekhyun bisa menyewa apartemen yang memiliki harga sewa yang tinggi. Baekhyun menyewa gudang di atas gedung apartemen tersebut, beruntung sekali pemilik apartemen memberinya harga sewa yang sangat murah pada baekhyun.

Baekhyun melangkah menuju rumah kecilnya, ia harus menaiki tangga sampai lantai sepuluh. Lelah bukan menjadi seorang Byun Baekhyun. Andai saja kejadian yang dialami kedua orang tuanya juga terjadi padanya, akan sangat menyenangkan bagi baekhyun. Ia tidak perlu lagi menanggung beban hidup yang terlalu berat ini.

Tangan mungil memutar knop pintu, mendorongnya dan masuk kedalamnya. Baekhyun berdecak, ia hanya memiliki waktu sekitar tiga puluh menit sebelum pergi ke tempat kerjanya. Hari ini baekhyun dapat jatah shift pagi, sebenarnya baekhyun memiliki shift tetap dari sore hingga malam. Atasan baekhyun meminta bertukar shift untuk kali ini saja, mau tak mau baekhyun menuruti permintaan atasannya. Artinya baekhyun harus membolos sekolah.

Baekhyun membaringkan tubuhnya menatap langit-langit atap rumahnya.

"Lebih baik aku mandi sekarang" baekhyun melesak masuk kedalam kamar mandi kecil miliknya, biarpun rumahnya kecil tapi rumah itu selalu bersih dan rapi. Baekhyun tidak menyukai rumahnya kotor, makanya ia rajin membersihkannya setiap ada kesempatan.

Baekhyun keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk yang melingkar di pinggang rampingnya. Air menetes dari ujung rambut baekhyun yang basah. Ia bergegas memakai pakaiannya dan melesat menuju cafe.


"Pagi semua" sapa baekhyun ceria.

"Oh kau sudah datang baekhyunie" kata namja tinggi dengan lingkaran di matanya. Namja dengan lingkar mata seperti panda bernama Huang Zitao.

"Ne, sajangnim" baekhyun tersenyum mendekati zitao.

"Yak! Baekhyunie jangan panggil aku seperti itu" rengek zitao ia menarik baekhyun masuk kedalam ruang kerjanya. Zitao mendudukan paksa baekhyun didepan mejanya, di atas mejanya ada dua gelas coklat panas dan sepiring cake strawberry. "Kau pasti belum sarapan, makanlah" zitao tersenyum kemudian duduk dibangkunya.

"Wah sajangnim, terima kasih banyak" baekhyun sumringah melihat cake strawberry didepan matanya. Ia menyantap cake strawberry miliknya dan menyeruput coklat panasnya. Baekhyun bersyukur ia mendapati orang sebaik tao. Makanya baekhyun rajin dan giat bekerja di cafe milik tao.

"Aku dengar dari key-sunbae. Dia bilang kau yang akan menggantikannya pagi ini." Zitao menyeruput coklat panasnya. Ia sudah menganggap baekhyun sebagai adiknya. Zitao juga ingin membantu baekhyun, tapi baekhyun menolaknya ia bilang akan bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Baekhyun menganggukan kepalanya dan melahap potongan terakhir cake strawberry. "Ne sajangnim tak perlu khawatir aku sudah meminta izin libur sekolah" baekhyun menunjukan cengirannya.

"Lain kali kau tak perlu menggantikan shift pegawai lain ne, fokus pada sekolahmu" dumel zitao disambut kekehan dari baekhyun.

"Ne sajangnim. Maafkan aku! Ah terima kasih sarapannya sajangnim" baekhyun merapikan piring dan gelas bekas sarapannya. Ia membungkuk memberi hormat pada zitao, tidak lupa membawa piring dan gelas lalu ia pergi meninggalkan zitao yang masih asik dengan coklat panasnya Ia membawa piring dan gelas kotor ke dapur, lalu mencucinya.

Baekhyun mengganti pakaiannya dengan seragam cafe, dengan cekatan baekhyun menurunkan bangku kemudian membersihkan meja hingga benar-benar bersih. Beberapa pegawai juga sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.

"Pagi baekhyunee" sapa tiffany noona tersenyum ramah.

"Pagi noona cantik" goda baekhyun masih fokus dengan lap mejanya.

"Wah tumben sekali kau masuk pagi chagiya" canda tiffany membantu baekhyun menurunkan bangku-bangku dari atas meja.

"Ne, aku menggantikan shift key hyung, noona" baekhyun mengelap meja yang bangkunya sudah dituruni oleh tiffany gadis cantik berambut hitam nan panjang, tubuh proporsionalnya membuatnya banyak digilai oleh para pengunjung.

Tiffany mengangguk mengerti, "Sudah sarapan?" tanya tiffany berdiri disamping baekhyun.

"Sudah noonaa" ucapnya dengan senyuman lima jarinya.

"Okey chagiya, aku ganti seragam dulu ne, pai pai" tiffany mengusak rambut baekhyun kemudian berlalu.

"Wah BAEKHYUNIEEEE" —itu yoona.

Gadis berbadan kurus namun masih terlihat cantik dan berisi namanya Im Yoona. Yoona berlari menghampiri baekhyun. Mencubit kedua pipi baekhyun gemas.

"Pagi noona tercantikku" sapa baekhyun suaranya sedikit aneh karena cubitan di kedua pipinya.

"Aku gemas padamu! Aku ganti baju dulu chagiyaa~~" yoona mengirimkan flying kiss untuk baekhyun dan baekhyun menerimanya menempelkan kiss yoona pada keningnya kemudian tertawa-tawa.

Setelah yoona dan tiffany maka yang satu ini tak kalah hebohnya dari kedua gadis cantik tadi. Benar saja namanya Onew dan Minho mereka dua sejoli yang datang dan pulang selalu bersama.

"Oh astaga, astaga. Duduk baekhyun kau duduk disana" onew menunjuk kursi kosong di dekatnya. Ia juga merampas lap dan pembersih meja dari tangan baekhyun.

"Biar kami yang melakukannya kau duduk saja disana," minho menurunkan bangku-bangku dengan cepat. Sementara onew membersihkan meja yang bangkunya sudah diturunin oleh tiffany.

"Yak hyung aku juga pegawai disini kenapa aku seperti orang pengangguran" dengus baekhyun berusaha mengambil kain lap dari tangan onew.

"Kau pasti lelah, pulang kerja malam paginya kau harus mengantar susu setelah itu harus bekerja disini" kata onew penuh perhatian membuat baekhyun terharu. Ternyata tuhan masih menyayanginya, ia selalu dikelilingi oleh orang baik.


Bel istirahat berbunyi. Seorang anak laki-laki mengedarkan pandangannya pada seluruh sudut-sudut kantin. Ia berdecak kecewa, tidak mendapati orang yang sedang dicarinya.

"Kau sedang mencari siapa, yeol?" ternyata nama anak laki-laki itu adalah Yeol, Eh bukan namanya Park Chanyeol. Anak dari keluarga Park yang menyukai susu rasa pisang.

"Aku sedang mencari anak pengantar susu. Aku yakin dia juga bersekolah disini" chanyeol terus mencari sosok namja mungil yang pagi tadi ia temui.

"APA" pekik sehun dan jongin bersamaan.

"Anak pengantar susu katamu?" jongin mengernyitkan dahinya bingung.

"Iya anak pengantar susu" chanyeol berjalan ditengah ramainya kantin sekolah. Jongin dan sehun mengekor di belakang Chanyeol.

"Apa ada anak diusia kita mengantar susu dipagi hari dan setelah mengantarkan susu-susu itu ia pergi ke sekolah, daebak! Hidupnya seperti drama" sehun menggeleng tak percaya.

"Ah" chanyeol menunjuk ke arah namja berwajah kotak yang duduk di ujung sana bersama namja bermata bulat dan satu lagi namja yang sedikit menyerupai namja mungil yang ia cari.

"Mereka siapa?" jongin melihat kearah yang chanyeol tunjuk.

"Yang bermuka kotak itu selalu bersama sih pengantar susu" chanyeol melangkahkan kakinya menuju gerombolan namja berwajah kotak.

"Kau yang berwajah kotak, dimana temanmu?" Yang berwajah kotak mengernyit.

"Hey, Namaku Kim Jongdae. Bukan bermuka kotak! Dan apa maksudmu mengenai temanku yang mana?" gerutu jongdae kesal.

"Anak laki-laki pengantar susu, dimana dia?" chanyeol melipat kedua tangan di dadanya.

"Pengantar susu?" jongdae mengulang kata-kata chanyeol.

"Hey, Tuan Sombong. Di-sini tak ada anak yang berprofesi pengantar susu" Anak laki-laki bermata rusa ikut angkat bersuara.

"Ada" kukuh chanyeol.

"Mungkin baekhyun" namja bermata bulat nyeletuk. Ia menyesap jus jeruknya.

"Kyungsoo, dia bukan pengantar susu dia bekerja paruh waktu di cafe" jongdae berusaha mengingatkan. Kyungsoo mengedikan bahunya santai.

"Mana kita tau, dia kan selalu tertidur saat jam pelajaran pertama" timpal luhan.

"Itu karena dia memiliki shift malam" bela jongdae lagi.

"So, dimana dia" potong chanyeol. Sehun dan Jongin memutar bola matanya malas.

"Baekhyun izin sekolah," jawab jongdae singkat.

"Well, sudahkan yeol! Aku sudah lelah untuk berdiri terus" sehun menarik lengan jongin untuk pergi meninggalkan chanyeol.

"Yak jangan tinggalkan aku pabo" chanyeol mengejar sehun dan jongin yang sudah jalan lebih dulu.

Chanyeol sehun dan jongin sudah pergi, mereka bertiga tentu juga ingin mengisi perut yang sedari tadi minta diisi.

.

.

"Jadi menurutmu apa hubungan baekhyun dengan anak laki-laki yang sombong tadi" tanya kyungsoo bingung. Jongdae menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tau, Dia saja tidak memberitahu kita kalau dia juga bekerja sebagai pengantar susu" yang bermuka kotak sedang bersedih mengingat kehidupan susah sahabatnya.

"Baekhyun anak yang malang. Orang tuanya meninggal, orang yang menabraknya hanya menyetujui untuk membiayai sekolahnya saja sedangkan untuk makan, minum dan tempat tinggal. Baekhyun harus bekerja keras untuk membiayai kebutuhan hidupnya" luhan merenung dengan kehidupan mewahnya, yang selalu bergantung pada materi yang diberikan orang tuanya.

Kyungsoo diam. Ia juga merasa sedih mengingat keadaan susah temannya, andai baekhyun mau dibantu mereka pasti membantu dan memenuhi kebutuhan hidup baekhyun. Tapi sayang baekhyun selalu menolak bantuan mereka dengan alasan baekhyun masih sanggup membiayai kebutuhan hidupnya sendiri.

"Aku ingin mengunjungi baekhyun seusai sekolah, kalian mau ikut tidak?" ajak jongdae pada dua sahabatnya itu. Luhan dan kyungsoo mengangguk setuju.

.

.

Jongin menyuap makanannya, ia benar-benar lapar. Sehun menyedot-nyedot gelas jusnya yang sudah kosong. Sedangkan chanyeol, ia menyusun rencana untuk mengerjai si pengantar susu besok pagi.

"Kau baik-baik sajakan, yeol?" jongin menatap chanyeol yang sedang senyum-senyum sendiri.

"Kurasa dia sedang jatuh cinta sama si pengantar susu" celetuk sehun santai.

"Aku mendengarmu Oh Sehun" geram chanyeol dengan tatapan tajamnya. Ia kembali tersenyum membayangkan rencananya.

"Aku akan membully anak itu" ucap chanyeol membuat sehun dan jongin tersedak oleh minuman juga makanan mereka.

"Kau gila yeol. Sudah jangan membully anak itu, kehidupannya saja sudah susah kau lagi jangan menambah beban hidupnya" jongin menceramahi chanyeol. Chanyeol mendengus kesal mendengar ceramahnya ustad kim jongin.

"Aku setuju dengan jongin untuk kali ini saja." tambah sehun yang semakin membuat chanyeol marah.

"Aku tidak minta pendapat kalian. Aku cuma bilang bahwa aku akan membully anak itu dengan alasan ia telat mengantar susu untukku tadi pagi" Chanyeol meninggalkan jongin dan sehun yang masih tertegun. Ia kesal kedua temannya tidak berpihak padanya.

.

.

Park Chanyeol adalah anak pengusaha Park Inc dibidang konstruksi. Ayah chanyeol dengan kekayaan yang ia dapat menjadikan mereka orang terkaya kedua di seoul, korea selatan. Bel pulang sudah berbunyi dari tadi, tapi chanyeol belum mau bangun dari bangku kesayangannya. Ia tertidur di sana.

"Hey bung, kalau mau tidur jangan disekolah" jongin kesal ia harus menunggu chanyeol bangun dulu baru ia bisa pulang.

"Sstttt, sebentar lagi" chanyeol bicara dengan mata terpejam, sebenarnya ia tidak tidur chanyeol menunggu sih wajah kotak lewat bersama temannya. Chanyeol harus tau dimana si pengantar susu itu bekerja.

Yang ditunggu akhirnya pun lewat. Jongdae, kyungsoo dan luhan berjalan dikoridor sambil tertawa-tawa. "Sebelum ke cafe Huang, aku mau ke supermarket dulu. Aku mau beli 3 kotak susu strawberry sama beberapa bungkus ramen" tiga jari luhan terangkat ke depan.

"Oh, kalau gitu aku akan membeli rotinya. Dan kau jongdae?" kyungsoo merangkul bahunya jongdae. Yang dirangkul tertawa kecil.

"Aku beli apa yah," jongdae sedikit berpikir, tapi cara berpikir jongdae yang lama membuat kyungsoo dan luhan emosi. Hasilnya ia mendapatkan dua toyoran depan belakang dari luhan dan kyungsoo.

"Hey, kalian tidak boleh melakukan itu! Itu tidak elit!" protes jongdae sambil mengejar kyungsoo dan luhan yang sudah lari duluan.

"Habis kau lemot" teriak kyungsoo tertawa.

"Ya kau lamaa" luhan menjulurkan lidahnya.

Yang mengejar hanya bisa mengelus dada mendengar hinaan yang baru saja sahabatnya bilang. Chanyeol dan jongin disertakan sehun yang berjalan malas dan paling belakang mengikuti ketiga namja didepan mereka yang sedang ribut menertawakan si wajah kotak dengan otak lemotnya.

"Sebenarnya apa lagi yang mau kau lakukan chanyeol-ah" tanya jongin penasaran.

"Diam saja, kau kan tidak memihak padaku." chanyeol terus berjalan menyusuri jalan panjang di sekitar sekolahnya.

Mereka bertiga masuk kedalam supermarket di dekat sekolah. Luhan menuju tempat susu, ia mengambil tiga kotak besar susu strawberry kemudian berjalan menuju tempat mie dan mengambil beberapa bungkus mie ramen kesukaan baekhyun. Kyungsoo yang baru masuk langsung menuju tempat roti, ia mengambil roti tawar dan selai strawberry tentunya. Sedangkan jongdae ia bingung apa yang harus ia beli. Jongdae berputar-putar kemudian tersenyum. Ia membelikan baekhyun bebek karet untuk menemaninya mandi. Dasar jongdae bodoh. Selesai berbelanja mereka melesat menuju cafe huang yang letaknya tidak jauh dari supermarket.

Diujung jalan jongdae, kyungsoo dan luhan masuk kedalam Cafe. Cafe itu memang sengaja di dekor ala remaja zaman sekarang, beberapa siswa dari sekolah baekhyun kadang juga sering datang ke cafe setelah pulang sekolah. Chanyeol masuk kedalam cafe tersebut, Diikuti jongin dan sehun di belakangnya mereka duduk di bagian pojok cafe agar tidak terlihat oleh sih wajah kotak dan teman-temannya.

Seorang pelayan wanita cantik menghampiri chanyeol dan menanyakan pesanan chanyeol, "Ada mau pesan tuan?" yoona menatap ke arah mereka bertiga.

"Aku ice cappucino, kalian pesan apa?" chanyeol melempar pandangan pada jongin dan sehun. Mereka berdua menyeringai. Kalau sudah begini tandanya chanyeol yang mentraktir mereka.

"Aku Moccalate sama tiramisu" jongin tersenyum lebar.

"Aku bubble tea sama cake strawberry." kata sehun dengan wajah cerianya.

"Baiklah, tunggu lima menit ya" yoona selesai menulis pesanan dari chanyeol. Ia pergi menuju dapur.

"Baekhyunieee" teriak jongdae diujung sana. Yang dipanggil datang mendekati yang memanggil. Mereka berempat tertawa-tawa.

"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya baekhyun mereka duduk di meja dekat meja chanyeol.

"Oh karna kami mengkhawatirkanmu" sahut luhan tersenyum lembut.

"Baekhyun" panggil tiffany dari ujung sana. Ia mengibas-ngibas tangannya agar baekhyun cepat datang.

"Ne, Chagiaaa" jawab baekhyun dengan lantang. Tiffany tertawa diujung sana jongdae, kyungsoo dan luhan juga ikut tertawa.

"Tunggu sebentar yah" baekhyun bangun dari duduknya, menghampiri tiffany sambil tersenyum jahil.

"Ada apa chagiya" tanya baekhyun berdiri didepan tiffany.

"Ini" tiffany memberikan nampan satu gelas ice cappucino dan segelas mocha latte dan sepotong tiramisu. "Berikan ini pada pelanggan yang diujung sana" telunjuk tiffany mengarah ke meja chanyeol. Baekhyun mengangguk lucu.

"Ne chagia, apapun kulakukan untukmu" baekhyun mengedipkan matanya, lalu membawa nampan menuju meja yang ditunjuk.

"Permisi, satu ice cappucino, satu mocha latte dan satu cake tiramisu nya, dan" baekhyun diam sebentar. "Untuk bubble tea dan cake strawberrynya ditunggu sebentar ne" lanjutnya menaruh pesanan di meja

"Hey, pengantar susu" panggil chanyeol dengan senyum idiotnya.

Baekhyun mengernyit, "Oh tuan yang tadi pagi. Selamat menikmati pesanannya." baekhyun membungkuk permisi. Sebenarnya ia tidak suka bertemu dengan chanyeol, menurutnya chanyeol itu sombong dan angkuh, ia juga tipe orang yang suka membully. Jadi lebih baik baekhyun tidak dekat-dekat dengan chanyeol.

"Oi, pengantar susu. Besok lagi jangan terlambat mengirimkan susu ke rumahku yah" teriak chanyeol.

Wajah baekhyun memerah menahan amarah dan rasa malu. Ia malu mendengar teriakan chanyeol yang meneriaki nya sebagai pengantar susu dan jangan terlambat seolah-olah baekhyun sering berbuat kesalahan. Baekhyun masuk ke dalam dapur ia pegang kuat-kuat nampan yang ia bawa. Tiffany sang kasir pun ikut masuk kedalam, beberapa pegawai seperti yoona, minho dan onew juga ikut ke dapur.

"Chagiya" panggil tiffany lirih. Ia menghampiri baekhyun yang sedang menangis dalam diam. Yoona memeluk erat tubuh baekhyun yang bergetar. "Nona hiks, aku malu hiks, padahal aku hanya terlambat mengantarkan susu hanya sekali hiks, aku malu" kata baekhyun yang masih menangis. Minho dan onew geram kedua tangan namja ini sudah mengepal.

"Kalian saling mengenal?" tanya minho, baekhyun menggeleng pelan.

"Aish anak muda jaman sekarang, ingin sekali kupukuli jika anak itu sudah keluar dari cafe nanti" onew merasa tidak terima adik kesayangannya dihina seperti itu.

Tiffany keluar, ia membawa nampan berisi bubble tea dan cake strawberry.

"Ini pesananmu tuan." tiffany menaruh asal pesanan sehun. "Lain kali, jika kalian datang kesini karena ingin mempermalukan salah satu pegawai kami lebih baik kalian jangan pernah datang ke cafe ini lagi." tegas tiffany dengan tatapan sinisnya pada chanyeol.

Chanyeol mendengus kesal. Tak lama dari itu jongdae, kyungsoo dan luhan sudah berjejer di meja yang chanyeol, jongin dan sehun duduki.

"Heh, manusia kelebihan kalsium. Kalian mengikuti kami yah" jongdae menyipitkan matanya. Tangannya sengaja dilipat di dadanya mengikuti gaya chanyeol.

"Kalian mau mengaku tidak?" sungut luhan dengan wajah merahnya.

"Ayo mengaku! Terutama kau Tuan sombong. Ternyata itu tujuanmu cih" kyungsoo geram. ia menggebrak meja chanyeol membuat chanyeol kaget. "Kau ingin mempermalukan teman kami!" jari telunjuk kyungsoo sudah ada di depan wajah chanyeol.

"Ck siapa yang mengikuti kalian. Dan aku bicara jujur" jawab chanyeol santai. Sehun dan jongin tidak mau ikut campur masalah chanyeol yang ingin membully baekhyun makanya mereka berdua diam saja.

Chanyeol menyedot ice cappucino nya santai, ia tidak menghiraukan kehadiran tiga orang yang sedang berjejer di depan mejanya. "Kau benar-benar membuatku kesal. Tunggu saja pembalasan dari kami" jongdae pergi diikuti kyungsoo dan luhan.

Mereka bertiga menuju tiffany yang sedang berjaga disana. "Nona cantik, kami menitipkan ini untuk baekhyunie. Pastikan ia membawanya pulang ne" Jongdae memberikan dua kantong pada tiffany. Gadis cantik itu tersenyum senang lalu menangguk manis.

"Gomawo noona" kata luhan dan kyungsoo bersamaan. Akhirnya mereka bertiga berpisah di depan cafe, luhan dengan supir jemputannya, kyungsoo ikut mobil luhan karena supirnya belum datang juga dan jongdae kembali ke sekolah untuk mengambil motor kesayangannya.

Yoona, minho dan onew keluar dari dapur diikuti oleh namja berpipi chubby yang bernama xiumin. Xiumin bekerja menggantikan tugas baekhyun. Tao turun mencari baekhyun. "Nonaa dimana baekhyunie, ini sudah jam makan siang tapi dia belum naik" tao berdiri disamping tiffany. Tiffany terkejut melihat sajangnim berdiri di sampingnya.

Chanyeol memperhatikan gadis judes tadi berbicara dengan namja tinggi, tunggu sepertinya ia kenal dengan namja itu.

"Hyung" panggil chanyeol melambaikan tangannya pada tao. Tiffany dan tao mencari orang yang hobi berteriak di cafe tersebut. "Oh Hyung ini aku" chanyeol berdiri berjalan mendekati meja kasir.

Tiffany mengendus kesal, sedangkan tao sedang mengingat-ingat muka anak ini. "Aku Park Chanyeol, calon adik iparmu. Astaga hyung kau melupakanku" chanyeol heboh sendiri.

"Oh kau adik kris-ge" kata tao biasa saja. Dari yang diceritakan kris pada tao tentang sifat angkuh dan sombong yang diwariskan ayah mereka pada chanyeol sudah membuat tao tidak menyukai calon adik iparnya sendiri.

"Cafe ini milikmu hyung? Chanyeol menyeringai. Tao mengangguk membenarkan. "Kalau begitu pelayananmu buruk sekali. Gadis yang disampingmu memperlakukanku sangat tidak ramah" adu chanyeol.

"Benarkah itu noona" tao menatap tiffany. Tiffany menatap tao kemudian melempar pandangan sinis pada chanyeol.

"Ne sajangnim. Itu karena dia mempermalukan baekhyunie dan membuatnya menangis" tiffany berkata jujur.

"Jinjja" pekik tao kaget. "Dimana baekhyun sekarang nona?" tanya tao khawatir.

"Dia di dapur sajangnim. Xiumin yang menggantikan posisi baekhyunie"

Tao meninggalkan chanyeol yang berdiri mematung di hadapannya. "Jika kau ingin membuatku terlihat buruk didepan sajangnim tidak akan berhasil. Aku disini sudah lama, tentu sajangnim tau kualitas para pegawainya. Dan satu lagi jika kau mengganggu baekhyun di cafe ini maka bersiaplah mendapat perlakuan buruk dari kami semua." kata tiffany meninggalkan chanyeol.


.

.

A/N:

Hanya revisi—mengedit beberapa kata yang salah. Belum mau dilanjutin, masih cari ilham dari dulu sampai sekarang. Sejujurnya ada beberapa FF yang pengen aku tarik lagi. Kayak—Wedding Dress, Please Love me!, hampir semua ff yang aku publish di FFn.