Disclaimer: I Don not own Naruto, Masashi own Naruto T_T

Don't like, don't read ttebane

Genre: Romance

Warning untuk pembaca 18 tahun ke bawah, perlu pengawasan orang tua membacanya,

"semi canon"

Just Once Chance, and No More Chance

Ending rahasia tomodachi ;)

Tapi apapun endingkan, cerita akan tetap fokus pada Pair utama

Shikaino

Selamat membaca chapter 2 ^_^

Perlahan udara terasa memasuki paru-paru, huft ia bernafas lagi. Dia membuka matanya pelan-pelan lalu pandanganya tertuju pada langit-langit rumah sakit. Dalam hatinya bergunam apakah dirinya sudah mati dan telah memasuki kehidupan ke 2. Namun setelah dia merasakan sakit didadanya ia menyadari bahwa dia masih hidup. Dia terperangah melihat beberapa selang kecil telah menancap melalui hidungnya membuat dia merasa risih dan sedikit panik. Dilihat disampingnya Sakura tertidur yang tidak lain adalah sahabat baiknya.

Sakura menyadari sahabatnya telah siuman, dan menghapiri tempat tidur Ino.

"Ino, kau sudah sadar hontouni yokatta"

Ino hanya bisa memberikan isyarat mata, dia belum mampu berbicara dalam keadaan brutal seperti itu. Karena bergerak sedikit saja dia merasakan kesakitan. Sakura segera memanggil dokter untuk melihat keadaan Ino. Dokter datang dan melekatkan stetoskopnya ke dada Ino. Gadis yang terbaring itu merintih kesakitan walau hanya stetoskop itu rasanya sangat menyiksa. Melihat reaksi Ino dokter segera menyuntikan obat bius dan ia kembali kekeadaan tidak sadarkan diri. Dengan bantuan 2 suster lainnya mereka perlahan melepaskan selang bantu yang berada di tubuh Ino.

Siang harinya Ino telah sadar kembali dan Dokter mengizinkan nya pulang hanya saja ino tetap harus check up selama seminggu kedepan. Sakura terlihat senang melihat sahabatnya baikan.

Liburan musim panas telah berakhir, Ino benar-benar penasaran siapa orang baik hati yang telah menyelamatkan hidupnya. Tapi itu adalah pertanyaan yang sia-sia bahkan penanggung jawab perkemahan pun tak sempat menanyakan namanya.

Mahasiswa Konoha University kembali ke kampus. Ino dkk memasuki semester ke dua. Minna terlihat berpenampilan lebih keren daripada sebelumnya. Terutama Sakura, dia mulai menggunakan rok jeans dan baju kemeja berlengan sebahu. Rambutnya pun hanya di jepit saja, bibir pink nya mengkilap dengan olesan lipgloss, sama sekali tidak terlihat seperti anak SMA lagi. Namun seperti wanita dewasa yang sangat kawaii. Ino sebaliknya, dia terlihat lebih berantakan daripada sebelumnya. Rambut diurai tanpa diberi pita, wajah yang tak menggunakan cosmetic dan baju yang tidak disetrika. Tentu seseorang yang sangat modis sebelumnya berubah menjadi gadis yang berantakan membuat temannya bertanya-tanya ada apa gerangan.

Sakura menyadari sebab dari perubahan yang di alami Ino. Sejak kejadian jatuh ke danau Ino sedikit membenci dunia luar. Dia lebih suka mengunci diri di kamar asramanya dan bermain game. Namun kali ini Ino benar-benar kecanduan Game. Sehingga seluruh waktunya digunakan untuk hobi barunya.

Selain itu Ino semakin putus asa karena masih jomblo, sedangkan sakura telah punya pacar. Laki-laki berambut hitam, mata mirip dengan sasuke dan kulit seputih kertas. Sakura sedikit beruntung mendapatkan pacar cowok blasteran dari Root. Sehingga rasa iri terkadang merasuki hatinya.

TRAGEDI PROV

Terdengar suara mobil menekan rem dengan medadak namun tak terelakan seorang mahasiswa tertabrak. Orang-orang mulai berkerumun di jalan tempat kejadian.

Betapa terkejutnya Ino, teman sekelasnya Shikamaru bersimbah darah dan dilarikan ke rumah sakit. Tak tau mengapa walaupun dia membenci laki-laki yang bisa dikatakan musuhnya ia merasa sedih melihat hal buruk yang menimpah Shikamaru. Sekitar 10 orang teman shikamaru menjenguknya. Termasuk Ino dan Sakura. Tentu saja shikamaru tak menyadari kehadiran mereka. Dia sedang tak sadarkan diri. Dia benar-benar terluka parah dan dia pasti akan dirawat dalam waktu yang lama.

Kelas terasa sepi ketika mereka mendapati bangku kosong Shikamaru. Satu semester penuh bangku itu tetap kosong. Dengan semangat nol ditambah hal buruk yang menimpanya membuat shikamaru tak mau kuliah lagi.

Tujuh bulan kemudian Shikamaru sehat dan keluar dari rumah sakit. Jauh dari pengawasan orang tua membuat pria dengan nol motivasi ini harus bekerja untuk tetap makan karena beasiswanya tlah terputus sejak dia berhenti kuliah. Dia sudah sedikit cacat, shikamaru tlah menjadi pria pincang. Dia bekerja di sebuah bar sebagai bartender. Dia sangat profesionald dengan lincah tangannya mengayunkan botol-botol anggur dan bir. Dan datanglah pelanggan dengan wajah yang dia kenali.

"Woy, Sasuke kah?"

"Shikamaru! Kenapa kamu ada disini?" Sasuke balik bertanya

"Aku bekerja disini, siapa wanita yang kamu bawa pacar baru mu ya" Shikamaru penasaran

"Perkenalkan, aku Hotaru pacar Sasuke kun" wanita bertubuh sedikit pendek dan berpenampilan seksi dengan rambut berwana hitam memperkenalkan dirinya.

Shikamaru dan Hotaru bersalaman. Dalam hatinya bergunam, Sasuke memang seseorang yang playboy dan telah merusak banyak gadis. Bukan Shikamaru tidak normal, dia bisa saja membayar dengan murah untuk menikmati tubuh wanita seperti yang sasuke lakukan pada wanitanya. Namun dia merasa itu hanya akan membuatnya kecanduan dan menghabiskan banyak uang. Hal itu pasti sangat merepotkan pikirnya.

Selanjutnya memasuki bulan kedua Shikamaru mulai digemari tante-tante girang pelanggan bar tempatnya bekerja sedikit banyak shikamaru tergoda. Bahkan pada suatu malam Shikamaru telah membeli alat pengaman untuk jaga-jaga kalau saja dia khilaf. Dalam hatinya memiliki kekhawatiran juga dia ceroboh melakukan itu akan menghamili wanita asing atau lebih buruk lagi tertular penyakit seks.

Tapi niat nakal shikamaru tak terlaksana kebetulan saja hari ini tak ada tante girang yang menggodanya. Dia pun menghapus niatnya dan membuatng satu set alat kotrasepsi itu ke tong sampah.

Hari ini bar sedikit sepi, mungkin karena banyak pasangan yang sedang melakukan Friday night (kalau di Indonesia= malam mingguan) diluar. Dia pulang lebih awal, di perjalanan dia melihat seorang wanita bertubuh tinggi semapai dengan warna rambut terang tengah berdiri di pinggir jembatan. Shikamaru menghentikan motornya karena dia merasa mengenali punggung wanita yang berdiri itu. Merasa ada kendaraan yang berhenti, gadis itu menoleh ke belakang. Dia terkejut bahwa itu adalah teman sekelasnya Shikamaru.

"Hoi, Ino... Apa yang kamu lakukan sendirian disini" Shikamaru menyapa sekaligus bertanya

"Shikamaru, aku naik taksi tapi taksinya macet dan digerek. Sopir taksi brengsek itu meninggalkan aku disini" Ino mengeluh

"Wanita sendirian sebagai pejalan kaki di kota kriminal sangat berbahaya, ayo naiklah aku akan antarkan kamu ke kontrakanku" Shikamaru menawarkan bantuan

"Hm baka! Apa maksudnya seorang gadis menginap di tempat laki-laki, aku minta diantarkan ke asramaku saja" ino protes

"Bensin ku Cuma cukup sampai ke sana, asrama kampus sangat jauh. Jangan kePDan aku tak berniat melakukan apapun kepada gadis berpenampilan jelek sepertimu kawan. Kalau kau tak mau ya sudah aku pulang saja" Laki-laki itu menyalakan mesin motornya.

"Chotto, Tunggu ya aku ikut" Ino setuju

Tak tau mengapa jantung Ino berdebar saat dia tidur disamping shikamaru, walaupun tempat tidur mereka telah dikasih pembatas dia masih khawatir jika laki-laki itu berbuat seronok. Shimamaru berusaha keras memejamkan matanya. Seumur hidup baru kali ini dia tidur dengan wanita. Yang tidak lain pernah menjadi musuhnya saat masih kuliah. Tapi apa mau dikata mereka benar-benar tak bisa tidur semalaman. Dan mereka malah banyak bicara dan berbagi cerita.

Esok paginya Ino permisi pulang, dia berterima kasih telah diberi tumpangan dan pinjaman uang untuk ongkos pulang ke asrama.

Entah mengapa baru saja terpisah dengan shikamaru ia merasakan rindu yang menjadi-jadi. Begitu pula sebaliknya... inikah yang dinamakan cinta?

Bersambung

Minna, jangan marah ya, jujur saja author sedikit miris lihat nasib Sasuke yang memerankan peran cowok playboy tapi begitulah adanya. Karena dia sangat tamvan dan digemari banyak gadis-gadis jihahaha...

Nantikan chapter 3, bumbunya, author akan tuliskan disana ;)

Jaa ^^