Disclaimer: I Don not own Naruto, Masashi own Naruto T_T
Don't like, don't read ttebane
Genre: Romance
Warning untuk pembaca 18 tahun ke bawah, perlu pengawasan orang tua membacanya,
"semi canon"
Just Once Chance, and No More Chance
Ending rahasia tomodachi ;)
Tapi apapun endingkan, cerita akan tetap fokus pada Pair utama
Shikaino
Selamat membaca chapter 3 ^_^
Ino terlihat resah kadang terseyum sendiri dan mengabaikan teman nya yang sedang berbicara. Dalam pikirannya "Shikamaru, shikamaru dan shikamaru". Bahkan Sakura menepuk bahunya respon Ino sangat lambat.
"Woy Ino, jawab aku?" Sakura sambil menepuk bahu Ino sedikit keras
5 detik kemudian..
"Aaa aaa iya,iya ada apa" Ino terkejut dan balik bertanya
"Tugas, tugas mana?"
"Tugas apa, hari ini gak ada tugas seingatku" Ino merasa ragu dengan jawabannya
Sakura menggelengkan kepala, seorang joker di kelas sekaligus sumber contekan jika ada Tugas tidak mengerjakan. Kelas langsung riuh setengah jam lagi Genma Sensei akan masuk. Tak terlihat ciri-ciri Ino sang bintang kelas akan mengerjakan tugas.
Malamnya Ino mendapatkan telepon dari nomor tak tak dikenal. Tanpa si penelpon memperkenalkan diri, Ino sudah tau yang menelponnya adalah Shikamaru. Mereka berbicara banyak hal hingga tertidur. Begitulah aktivitas Ino dan Shikamaru terhubung via suara selama sebulan.
Mereka membuat janji akan bertemu di sebuah tempat yang tidak lain adalah taman remaja. Ino terlihat sedikit rapi daripada biasanya begitu pula shikamaru. Gadis itu memberikan kotak makanan berisi roti pangang keju leleh yang dia panggang sendiri. Lalu mereka menikmati roti tersebut berdua. Tak seperti di telepon mereka lebih banyak diam. Hampir tidak berbicara sama sekali. Shikamaru memulai percakapan dan mencairkan suasana.
"Ino selain cantik kamu juga pintar masak, calon istri yang baik" Shikamaru mengatakannya dengan santai sambil tersenyum.
"Woo pasti, aku akan jadi istri yang baik" jawab Ino sontak dan tak sengaja dia menutup mulutnya dengan tangan Ups.
"Jadi kamu mau jadi istriku?" Tanya shikamaru dengan wajah serius
Ino terdiam, dalam hatinya shikamaru brengsek gak ada romantisnya sama sekali. Kalau mau nembak seharusnya jangan langsung ke pertanyaan level tinggi.
"Aku bercanda Ino, Aishiteru. Ino apakah aku diberi kesempatan untuk mencintaimu?" Shikamaru serius sambil memegang tangan Ino.
Ino benar-benar gugup tak tau harus menjawab apa, dia hanya mengagukkan kepalanya saja.
Mulai dari tanggal 12 April mereka telah resmi menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.
Walau hanya 1 perjalanan yang memisahkan dua insan yang tengah menjalin cinta. Kesibukan Ino akan kuliah dan shikamaru yang juga bekerja. Membuat hubungan mereka seperti LDR saja. Mereka terhubung via suara setiap malamnya. Wah wah sepertinya Ino telah meninggalkan hobi bermain game dan tidur lebih cepat karena di nasehati oleh orang yg dia kasihi.
Mereka mengatur jadwal setiap jum'at malam untuk jalan bersama. Seminggu sekali sebagai pelepas rasa rindu.
Usia hubungan mereka sudah 2 bulan, itu artinya mereka telah menciptakan 8 Friday night bersama. Namun Ino bertanya-tanya dalam benaknya. Apa arti delapan malam bersamanya shikamaru. Bahkan hingga detik ini pacarnya tak pernah menciumnya. Dia curiga apakah shikamaru itu normal?
Malam kesembilan dia mulai menggoda Shikamaru. Saat diboncengannya Ino memeluk Shika dengan erat membuat laki-laki itu sedikit kesulitan dalam bernafas. Ino yang memilih tempat pacaran kali ini. Dia menolak shikamaru mengajaknya ke tempat makan. Dia meminta kalau pacaran kali ini di taman remaja. Bagi Ino taman remaja yang sepi adalah tempat yang ideal untuk berciuman.
"Ino, apa maksudmu kenapa kita harus disini aku lapar sayang" Shikamaru protes
"Shikamaru, aku ingin mencoba satu hal denganmu" Ino mengalungkan tangannya ke leher Shikamaru
"Aku tau, kau ingin dicium kan? Sini biar aku lakukan Mmuach" Shikamaru mencium kening Ino
Ino kecewa, kenapa yang dicium malah kening. Lalu dia melepaskan tangannya. Shikamaru melihat pacarnya seperti kecewa dia mencoba memberi alasan.
"Ino, aku punya kyuubi dalam diriku. Aku tak berani mencium bibirmu karena aku khawatir kyuubi itu akan bangkit dan merusakmu sayang"
"Kyuubi apa sih, kyuubi itu apa sayang aku tak mengerti" Ino kebingungan.
Shikamaru menunduk dan menunjuk ke arah kejantanannya yang terlihat tegang. Lalu Ino melihat ke arah telunjuk shika dan sudah mengerti apa kyuubi yang dimaksudkan pacarnya. Ino terlihat mundur dan sedikit ketakutan. Shikamaru hanya tertawa melihat pacarnya ketakutan melihat kyuubinya berdiri. Shikamaru selain memiliki IQ yang tinggi dia memiliki nafsu yang tinggi pula. Dia takut tak bisa mengendalikan dirinya. Itu sebabnya dia tak berani menyentuh Ino terlalu jauh walaupun hanya sekedar ciuman. Lalu dia mengelus rambut Ino. Sambil bercerita tentang masa depan.
"Ino, jika kamu sudah siap aku tak hanya bisa sekedar berciuman. Aku juga menginginkan tubuhmu semuanya. Tapi aku yakin kau pasti tak mau meberikannya padaku sekarang kan?"
"Aku tak mau, bagiku hubungan itu hanya terjadi setelah pernikahan" Ino memengang teguh filosofi keluarganya.
"Ya sudah kenapa kita lama-lama disini digigit nyamuk sayang, cabut"
Mereka telah banyak bercerita ditaman sampai-sampai tak sempat makan lagi. Khawatir asrama Ino ditutup sesegera mungkin laki-laki itu mengantarkan kekasihnya pulang. Selamat tidur sayang Shikamaru mencium kening Ino. Gadis itu memejamkan mata sesaat dan berjabat tangan dengan kekasihnya. Lalu shikamaru menghilang dibalik kegelapan malam.
Dikamarnya shikamaru merintih kesakitan sepertinya luka di bagian dadanya kembali kejadian tersebut sudah satu tahun yang lalu. Efeknya masih dia rasakan hingga saat ini. Sudah 2 hari dia tak masuk kerja. Dia bercerita tentang sakitnya kepada Ino, tapi dia melarang Ino untuk datang menjenguknya. Walaupun dilarang Ino tetap datang. Sesampai di kontrakan kekasihnya Ino mendapatkan penjelasan yang menyakitkan dari Shikamaru. Laki-laki itu mengatakan bahwa ia telah di pecat karena tak masuk selama 2 hari. Selain itu dia butuh perawatan khusus dari keluarga. Dia harus pergi dari kohona.
Ino protes, lalu bagaimana denganku?
Shikmaru mulai mebuat pengakkuan. Aku sudah tau sejak awal kita akan berpisah itu sebabnya aku tak ingin melakukan apapun denganmu. Aku takut jika itu hanya melukaimu sayangku. Tak ada yang harus kau tuntut dariku. Biarkan aku pergi sore ini.
Langit yang mendung menambah suasana hati yang gusar. Terlihat jelas koper berisi pakaian pertanda shikamaru benar-benar akan pergi. Bisa dikatakan kedatangan Ino hanya untuk mengantar kepergian shikamaru.
"Bus ku berangkat jam 5 sore, Ino hari akan turun hujan sebaiknya kau pulang saja" sarah shikamaru.
"TIDAK, aku ingin mengantarkanmu"
Setelah shikamaru melepaskan pelukannya laki-laki itu menghilang dibalik hujan, Ino hanya bisa menangis bersama petir yang seakan tak terdengar olehnya.
Setelah 6 bulan terpisah mereka tetap terhubung dengan telepon. Sesekali mereka bertengkar setelah itu baikan lagi lalu bertengkar lagi dan seterusnya. Akhirnya Ino menuntut shikamaru datang mengunjunginya. Dia sudah kangen berat.
"Kapan kamu mau datang kesini lagi, aku rindu kamu sayang" protes Ino
"Kamu aja yang kesini biar aku bayarin ongkosnya, tapi ada syaratnya" penarawan dari Shikamaru
Setelah mendengar persyaratan dari Shikamaru , Ino tercengang. Pacarnya yang sangat ia rindukan mengajaknya untuk check in di hotel. Apa dia yakin harus melepaskan filosofi keluarganya demi cinta dan kerinduan. Dalam hatinya penuh keyakinan. 24 jam dia menempuh perjalanan ke Kyoto demi bertemu dengan Shikamaru. Secara teknis dia merasa seperi wanita murahan yang sengaja mengantarkan tubuhnya untuk seorang laki-laki. Tapi disisi lain dia bangga dengan dirinya telah berjuang demi cinta sejatinya.
Tepat pada pukul 23.00 dia sampai di Kyoto Hotel City. Tempat yang telah dipesan shikamaru untuk dia menginap bersama. Seletelah turun dari Bus, Tampak seorang laki-laki yang dicintainya berdiri dan telah menantinya sejak petang tadi. Dia menghambur keluar bus dan memeluk erat Shikamaru. Shikamaru melepaskan pelukannya perlahan dan mengecup kening Ino.
"Sudah sayang, pelukannya kita lanjutkan dikamar saja. Sini barang-barangmu biar aku yang bawa"
You make Me crazier
Setelah mencuci muka, Ino sudah duduk diatas pangkuan kekasihnya dan memeluknya lagi dengan erat. Laki-laki itu tampak tersenyum sangat bahagia melihat kekasih yang dia cintai berada tepat dalam pelukannya. Tanpa sengaja mereka telah terbaring di atas tempat tidur dan saling menatap satu sama lain. Wajah mereka sangat dekat sehingga hangatnya hembusan nafas dapat dirasakan. Saling mendekatkan wajah hingga bibir mereka bertemu. Ciuman pertama tercipta, awalnya hanya sekedar ciuman kering namun lama-kelamaan pasangan itu mulai memainkan lidahnya hingga ciuman itu menghasilkan suara kecupan dan desahan nikmat. Seakan tak bisa terlepas mereka terus dan terus berciuman.
Tangan shikamaru nakal, dia mulai memasukan tangannya ke dalam baju Ino dan meremas oppainya. Ino melepaskan ciumannya dan mendesah geli. Shikamaru membisikan sesuatu ke telinga Ino "Buka bajumu sayang" lalu gadis itu membuka bajunya sehingga dia bertelanjang dada. Laki-laki itu dengan penuh nafsu menciumi perut dan terus naik hingga leher. Ino mulai meriang dan haus akan sentuhan. Salah puting oppainya sudah berada dalam mulut dan shikmaru mulai menghisapnya secara bergantian. Ino terus mendesah "Ahh ahh ah ahhhhhh" membuat Shikamaru semakin terangsang.
Tak lama Shikamaru mulai memasukan tangannya ke bagian kewanitaan ino, desahan Ino mulai menjadi-jadi saat tangan nakal itu mengelus-elus daerah sensitfnya.
Aduh minna, author sudah tak tahan dan gak sabar ni nulis kelanjutannya Ahhh ahhh ahhhhhh ttebane,, ngantuk ah :p
Oyasumi
Baca kelanjutannya di chapter 4 okay.
Bersambung
