Disclaimer: I Don not own Naruto, Masashi own Naruto T_T
Don't like, don't read ttebane
Genre: Romance
Warning untuk pembaca 18 tahun ke bawah, perlu pengawasan orang tua membacanya,
"semi canon"
Just Once Chance, and No More Chance
Ending rahasia tomodachi ;)
Tapi apapun endingkan, cerita akan tetap fokus pada Pair utama
Shikaino
Selamat membaca chapter 4 ^_^
Sambung -_-
Ino mulai merasakan kejantanan shikamaru berada di tengah-tengah pahanya. Dan mulai menyentuh kewanitaannya. Namun saat shikamaru begitu tegang dan semangat untuk memulai permainan seks gadis itu merengkulkan lututnya sehingga hal itu tidak terjadi.
"Ah cukup disini saja sayang" Teriak Ino sambil mendorong tubuh shikamaru yang berada tepat diatasnya. Dan gadis itu memasang kembali celananya.
"Ino, why? Mengapa tidak dilanjutkan aku bahkan belum sempat memasukannya" Shikamaru dengan nada kecewa.
"Maaf, gomen. Aku tak bisa melakukannya, aku masih berpegang teguh dengan filosofi yang aku miliki. Tetap perawan sebelum menikah" Jelas Ino.
Shikamaru hanya terdiam dan memasang kembali pakaiannya, dia ingat sekali bahwa kekasihnya adalah orang yang sangat memegang teguh prinsip. Dan dia tak berhak memaksakan sesuatu yang dia inginkan secara sepihak.
"Shikamaru, aku mohon jangan marahnya maaf telah membuatmu kecewa. Aku harap kau mampu menahan itu" Ino membujuk kekasihnya agar tidak marah karena dia sadar telah mematahkan nafsu mereka berdua.
Sesungguhnya Ino jauh lebih berkali-kali lipat memiliki hasrat untuk melakukannya. Namun saat itu akan terjadi yang terbayang dalam pikrannya adalah pesan mutlak dari peraturan keluarga besar Yamanaka. Seandainya dia tidak memiliki marga seperti teman-temannya yang lain tentu saja dia akan melanjutkan hasratnya.
Sebagai cara menenangkan suasana yang sempat kacau karena perubahan pikiran Ino. Mereka saling berpeluksan dan bercakap-cakap hingga tertidur lelap. Sebenarnya bagi gadis itu ini saja sudah cukup tidur dalam pelukan laki-laki yang dicintainya.
Paginya shikamaru menggila, tiba-tiba saja dia sudah berada di atas tubuh Ino yang masih tertidur sehingga membuat Ino terbangun. Laki-laki itu menciumi bibir Ino dengan liar dan ganas. Ino yang normal walaupun masih dalam keadaan setengah sadar membalas tiap detik kecupan gila tersebut. Shikamaru kembali membuka baju ino dan menjilat seluruh tubuh kekasihnya dari ujung kaki sampai rambut. Ino pasrah dan menikamti sentuhan dan rangsangan yang diberikan shikamaru. Namun mengingat kejadian tadi malam. Laki-laki itu tak mau itu terulang lagi dan dia menghentikan aksinya setelah puas dengan apa yang baru saja dia lakukan.
"Saat ini yang kamu mau hanya ini kan gadisku? Sekarang giliranmu melakukannya kepadaku. Lakukan apa yang aku lakukan padamu barusan di sana" Shikamaru menunjuk kamar mandi.
Ahaaa dua sejoli yang tengah dimabuk cinta dan asmara tersebut kembali bercinta di kamar mandi. Sungguh tidak wajar seseorang mandi selama 2 jam. Tetapi mereka berdua disana. Walaupun air terasa dingin sungguh aksi petting mereka membuat semuanya menjadi hot.
Keluar dari kamar mandi Ino melepas handuknya dan memasang pakaiannya di depan laki-laki yang baru saja diciuminya tanpa henti.
"Woy sayang, kenapa kau malah pasang pakaian didepanku. Kan kamu bisa memakainya dikamar mandi?" shikamaru mencoba menasihati kekasihnya.
"Haaaa, buat apa jangankan sekedar lihat semuanya sudah kau sentuh. Tak ada bedanya aku mau ganti didepan matamu ataupun dikamar mandi" jelas ino
Dalam benak shikamaru, kekasihnya ada benarnya juga. Bahkan melihatnya tanpa sehelai benang saat ini sungguh hal yang lumrah baginya.
Dia mengajak Ino untuk makan diluar hotel. Lalu sebelum berangkat sempat-sempatnya Ino berpose dengan kameranya dan mengajak shikamaru berfoto dengannya. Laki-laki itu sungguh tidak tertarik dengan camera. Namun karena dipaksa dia terpaksa ikutan berpose juga dan memasang ekspresi wajah sejelek-jeleknya.
"Ah sayang kamu payah, masak pose aja gak bisa jelek tau hasilnya" protes Ino sambil mendekatkan wajahnya
"Kenapa? Kamu mau dicium lagi. Gak cukup udah ratusan kali kita kissing dari tadi malam" shikamaru menjauhkan mukanya.
Dengan wajah kecewa Ino melupakan keinginannya selalu ingin berciuman terus dan terus. Mereka keluar dari kamar hotel dengan bergandengan tangan layaknya pengantin baru.
Normal POV
Di sepanjang jalan gadis itu melirik ke kiri dan ke kanan. Lalu bertanya pada shikamaru apakah dia boleh memeluknya dari belakang. Shikamaru menganggukan kepalanya. Dengan penuh kebahagian Ino memeluk kekasihnya. Jujur saja berada di tempat yang asing baginya bersama seseorang yang dia cintai. Dia benar-benar merasa menjadi seorang ratu yang di bawa oleh raja yang sangat melindunginya.
