Author : Hann Hunnie

Title : Lamia

Cast : Oh Sehun!girl, Kai Nelson Gladwig (Kim Jongin of EXO), and other cast.

Warning : ini GENDERSWITCH! YANG GAK SUKA GAK USAH BACA, NGERTI ?

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Sehun belum bisa sepenuhnya mengikuti alur pembicaraan Irene dan Wendy, bisikan Selena beberapa waktu lalu padanya benar benar menyita perhatian gadis cantik 24 tahun itu.

Kai miliknya katanya ?

Satu hal yang terlintas, apa Selena adalah seorang incest ? Wanita itu adalah vampire Klan Gladwig dan setau Sehun, Selena adalah kakak kedua Kai setelah Irene.

Hhh ... Sebenarnya Sehun tidak terlalu mengerti dengan silsilah keluarga Kai. Kekasihnya itu pernah kali mengatakan kalau ada beberapa anak asuh di keluarganya. Dan apakah Selena masuk salasatunya ?

"Ada hal yang kau pikirkan, Hunnie ?"

"Huh ?" Sehun tersentak saat sebuah tangan mengelus bahunya pelan. Ia mendongak, menatap pemilik tangan kecoklatan di bahunya.

"T-tidak, Kai" gumamnya pelan.

Seseorang yang ternyata adalah Kai itu menaikan sebelah alisnya sebelum kemudian mendudukan diri di sebelah Sehun.

"Wendy mengatakan sesuatu sebelum ia pergi" namja tan itu menatap kekasih nya. "Selena lagi ?"

Sehun mengedarkan pandangannya. Oh ... Sejak kapan Irene dan Wendy pergi ? Ia tidak tau kalau kedua gadis itu sudah tidak ada disini.

"Sehun ?"

"Huh ?" Gadis cantik itu kembali mengalihkan pandangannya pada Kai.

"Selena mengatakan sesuatu pada mu ? Wendy mengatakan kalau kau terlihat risih padanya"

"H-hanya mengatakan sesuatu yang tidak penting" Sehun tersenyum tipis. "Tapi kau tau sendiri selama ini Selena tidak pernah bersikap baik padaku, kan ?"

Namja tan itu mengangguk. "Dia tidak pernah bersikap baik pada semua wanita yang dekat dengan ku"

"Huh ?" Sehun menoleh. "Semua wanita ?"

"Hmm ... Tentunya semua wanita sebelum kau menjadi kekasih ku"

"Dia mengatakan kalau kau adalah miliknya"

"Yeah ... Dia juga mengatakan itu pada mereka"

Sehun mengubah posisi duduknya menjadi duduk menyamping di paha Kai. "Selena itu-"

"Apa seorang incest ?" Bisiknya tepat di telinga kanan namja yang memangku nya itu.

Kai tersenyum simpul. "Sebenarnya dia adalah salasatu anak asuh mom and dad. Beberapa puluh tahun yang lalu mom menemukan nya dalam keadaan sekarat dengan belati Perak yang masih menancap di dekat jantung nya"

Sehun terdiam sejenak. "Kau tau kalau dia menyukai mu ?"

"Tentu, aku tau itu" Kai melingkarkan tangannya di pinggang ramping Sehun.

"Dan apa dia adalah seseorang yang membuat mu terus menolak untuk menikahi ku ?"

Kai terdiam. Di tatapnya sepasang manik cokelat milik Sehun.

"Tidak ada seorang pun yang mempengaruhi ku untuk itu Sehun"

"Jadi, itu kemauan mu sendiri ? Kau benar benar tidak ingin menikahi ku ?" Tanya Sehun.

"Bukan tidak ingin, tapi belum" koreksi Kai. "Aku akan melamar mu kalau aku sudah siap"

Sehun berdecak. "Pada kenyataannya kau tidak pernah siap, Kai" ucapnya sambil bangkit dari pangkuan Kai.

"Bisa antarkan aku pulang sekarang, Mr. Gladwig?"

Namja tan itu menghela napas. "Ada satu kejutan lagi untuk mu. Kau tidak mau lihat ?"

"Tidak! Aku ingin pulang saja" Sehun berjalan mendahului kekasihnya.

"Mom yang menyiapkan kejutan ini. Kau benar benar tidak mau melihatnya ?"

Gadis cantik itu terdiam di ambang pintu, sebelah tangannya sudah memegang knop pintu dan bersiap untuk membukanya.

"Kau tidak ingin membuat mom kecewa kan ?" Kai perlahan menghampiri Sehun.

Gadis cantik itu menghela napas sebelum akhir nya membalik tubuhnya menghadap Kai yang kini berdiri tepat di belakangnya.

"Hhhh ... Baiklah!"

.

Sehun PoV

.

.

Suasananya sama seperti saat aku merayakan anniv party beberapa waktu yang lalu. Tapi bedanya, ini di adakan di belakang rumah Kai.

Disini memang gelap, tapi ada beberapa lilin yang menerangi dan ada beberapa obor yang tertempel di pepohonan yang mengelilingi rumah kekasih vampire ku itu.

Ada Victoria Elysen Gladwig, dia adalah mommy nya Kai. Di sebelahnya ada William Nedelson Gladwdig, dia adalah daddy nya Kai. Dan ada ketiga saudara Kai yang tadi menghadiri pesta Anniv kami juga. Tapi aku tidak menemukan dimana Selena.

Kemana anak pengganggu itu ?

"Dia sedang berburu"

Aku cukup tersentak saat sebuah bisikan tertangkap oleh telinga sebelah kanan ku. Aku menoleh, dan menemukan Wendy yang tersenyum tipis padaku.

Oh hell, sejak kapan dia ada di sebelah ku ?

"Y-ya aku hanya khawatir" ucapku pelan.

"Khawatir kalau dia tengah berencana untuk membunuh mu, begitu ?"

Aku tertawa pelan saat lagi lagi Wendy tau apa yang aku pikirkan. "Yeah ... Bisa saja kan ? Ku rasa dia memang tidak menyukai ku"

"Dia akan semakin tidak menyukai mu, setelah ini"

"Huh ?" Aku menaikan sebelah alis ku. "Apa maksud mu ?"

Wendy tersenyum misterius. "Kau akan tau nanti, adik ipar"

Slashh ...

Tiba tiba saja angin bertiup cukup kencang hingga mampu memadamkan lilin lilin dan obor yang tertempel di pohon.

Gelap ...

Aku tidak bisa melihat apapun selain warna hitam. Wendy sudah tidak ada di sebelahku. Begitu juga dengan Kai.

Aku merasa kalau aku sendirian.

"Kai" ku coba untuk memanggil kekasih ku. Tapi tak ada jawaban, hanya terdengar bunyi dedaunan yang saling bergesekan tertiup angin.

Aku menelan ludah ku dengan susah payah. Apa para vampire itu meninggalkan ku sendiri, disini ?

Perlahan rasa takut mulai merayap dan menghantui ku.

Di tengah hutan

Gelap

Sendirian

Binatang buas

Vampire

Werewolf

Apa aku akan baik baik saja ? Seketika aku merasa kalau tubuh ku gemetar, hawa dingin di awal musim gugur dan angin yang terus bertiup kencang sungguh membuat keadaan yang aku rasakan semakin memburuk.

Dimana Kai ?

"Kai!"

Aku kembali memanggilnya. Kini dengan sedikit teriakan. Tapi tetap saja tidak ada jawaban.

Apa aku benar benar ditinggalkan sendiri ?

"Ku mohon. Ini tidak lu-"

Tep!

Aku belum menyelesaikan ucapan ku saat aku rasa ada seseorang menepuk pundak telanjang ku.

Rasa takut semakin menghantui ku. Aku tidak berani menoleh kan kepala ku untuk menatap seseorang itu. Napasku semakin memburu saat merasakan sebuah taring tajam menggelitik leher jenjang ku.

Oh God! Apa ini akhir kehidupan ku ?

Aku menutup mataku erat erat. Tubuhku semakin gemetar hebat, tak ada lagi yang bisa ku pikirkan selain-

Aku akan segera mati di terkam vampire!

"Aku tidak akan menyakiti mu, sayang"

Deg!

Bisikan itu-

.

.

Sehun PoV end

.

.

.

"Aku tidak akan menyakiti mu, sayang"

Deg!

Bisikan itu-

Sehun kembali membuka matanya, gadis pucat itu dengan segera membalikan tubuhnya. Menatap seseorang itu.

"K-Kai" gumam Sehun. Kedua mata sipitnya di buat membulat saat ia melihat Kai yang kini tengah bersimpuh di hadapannya.

Entah dari mana datangnya semua cahaya ini. Sehun tidak Percaya tapi-

Ini seperti sinaran bintang bintang di langit, mengapung seperti kunang kunang berterbangan, mengelilinginya dan juga Kai.

"Oh Sehun. Aku tidak tau harus apa saat kau terus meminta ku untuk menikahi mu"

Sehun kembali mengalihkan pandangannya pada sang kekasih yang kini masih berlutut di hadapannya.

"Hal yang aku pikirkan pertama kali adalah, kamu" Kai meraih jemari lentik Sehun lalu menciumnya. "Pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah. Ada banyak yang harus aku pikirkan. Kamu, kehidupan mu dan nyawamu. Kau tau sendiri kalau aku bukanlah manusia seperti mu. Aku vampire dan menikahi mu adalah sesuatu yang harusnya tidak pernah aku lakukan karena itu akan membahayakan mu"

Sehun masih terdiam, membiarkan Kai melanjutkan ucapannya.

"Aku sudah memikirkan ini sejak lama. Sebelum kau terus meminta ku untuk menikahi mu" Kai berdiri lalu menangkup kedua pipi Sehun. Membiarkan kekasihnya itu mendongak, menatap iris merah menyala milik nya. "Aku terus berpikir tentang ini. Tentang semua hal buruk yang akan terjadi bila aku menikahimu. Dan semua itu cukup membuat ku bingung. Aku begitu mencintai mu, dan aku tidak mau sesuatu hal yang buruk terjadi dan menimpa mu. Jangan terus memaksa ku untuk menikahi mu" Kai mencium kening Sehun. "Karena aku tidak bisa"

Kedua mata Sehun berkaca kaca. "Apa ini artinya kau-"

"Kita akhiri semuanya sampai disini, Sehun"

Dan ucapan Kai barusan sukses membuat dinding penahan air mata Sehun terbelah. Liquid bening itu mengalir menganak sungai membasahi kedua pipi Sehun.

Jadi ini akhirnya ?

"Kita akhiri semua dan memulainya dari awal" Namja tan itu melepas tangkupannya di kedua pipi Sehun, lalu kembali berlutut di hadapan kekasihnya itu. Kepalanya mendongak, menatap Sehun yang kini menangis dan enggan menatapnya.

"Oh Sehun look at me, please" ucap Kai pelan

Sehun menggeleng. "A- hiks ... Aniya" gumamnya.

"Tatap aku dan aku berjanji ini adalah permintaan terakhir ku sebagai kekasih mu"

Air mata Sehun semakin mengalir deras mendengar ucapan Kai. Dengan kedua mata memburam karena air mata. Akhirnya gadis pucat itu mau menatap Kai.

Kai tersenyum. "Kita akhiri semuanya disini. Kau dan aku bukan lagi sepasang kekasih. Kau mengerti ?"

Sehun tidak menjawab dan Kai hanya bisa mendengar suara isak tangis gadis cantik itu.

"Karena-" namja tan itu merogoh saku jas nya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah. "Aku akan menikahi mu. Kita tidak akan menjadi sepasang kekasih lagi karena sebentar lagi aku akan menjadikan mu sebagai Istri ku" Kai membuka kotak kecil yang berisi cincin platina berhiaskan berlian itu.

"Oh Sehun. Will you marry me ?"

Tangis Sehun pecah seketika. Ia belum bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Ini terlalu cepat tapi Sehun yakin kalimat terakhir yang Kai ucapkan bukanlah ilusinya. Kai yang tengah berlutut dengan cincin berlian di tangannya, bukanlah sebuah khayalan.

Gadis cantik itu tidak bisa berkata kata selain menyerang kekasih vampirnya itu dengan pelukan kuat yang sukses membuat Kai terdorong sampai terlentang di tanah dengan Sehun yang berada di atasnya.

Tangisnya masih bisa Kai dengar, tapi ia yakin itu adalah tangis bahagia milik Sehun.

"Hei, kau belum menjawab pertanyaan ku" bisik Kai. Ia tersenyum saat isakan Sehun perlahan mereda.

"Yes I will, Kai. Aku mau menikah dengan mu" ucap Sehun pelan.

Kai bangun, ia mendudukan dirinya tanpa melepas pelukan calon Istri cantiknya. Namja tan itu membiarkan Sehun duduk di pangkuannya dengan kedua kaki yang melingkari pinggangnya.

"Biarkan aku memasang cincinnya, heart. Bukankah manusia biasa melakukan itu saat sedang melamar kekasih nya ?"

Tangis Sehun benar benar mereda sekarang. Ia melepas pelukannya di leher Kai dan membiarkan kekasihnya itu menyematkan cincin berlian di jari manisnya.

"Kau sudah terikat dan menjadi milik ku, Oh Sehun. Aku akan menikahi mu, segera" Kai mempertemukan keningnya dengan kening Sehun.

"Aku akan menunggu itu, Kai" ucapnya sebelum kemudian membawa Kai kedalam ciuman panjang yang tanpa ia sadar di saksikan oleh kedua orang tua Kai dan saudara saudara kekasih nya itu.

"Oh ayolah, perlukah mataku di tutup seperti ini ?" Johnny berdecak kesal saat Irene dengan sengaja menutup kedua matanya.

"Anak kecil tidak boleh melihat adegan seperti ini, arraseo ?"

.

.

.

Tidak biasa. Itu hal yang Baekhyun rasakan saat ia melihat Sehun yang terus tersenyum pagi ini.

Hell, kemana wajah jutek gadis jelek itu ? Dan apa yang terjadi semalam ? Apa ia tertinggal suatu berita menyenangkan ?

"Tebak apa yang terjadi saat perayaaan pesta anniv kami semalam ?"

Baekhyun mengalihkan pandangannya sekilas sebelum kembali mengolesi roti tawarnya dengan selai cokelat. "Tidak tau, memangnya apa ?"

Gadis pucat itu mendudukan dirinya di kursi yang tepat berada di hadapan sepupu cantik itu dan dengan seenaknya meminum susu strawberry milik Baekhyun, membuat si pemilik menggerutu kesal.

"Aku baru saja di Lamar Kai~"

Uhuk!

Dan Baekhyun sukses tersedak roti yang di makannya. Dengan mata membulat tak Percaya, ia menatap Sehun.

"Serius ?!"

"A-huh" dengan bangga Sehun memperlihatkan cincin yang tersemat di jari manisnya.

"B-bagaimana bisa ?" Tanyanya tak Percaya. "Oh hell! Aku kira ini semua tidak akan terjadi"

Sehun cemberut mendengar ucapan sepupunya itu. "Ya! Apa yang kau maksud dengan 'ku kira ini semua tidak akan terjadi' ? Kau tidak senang aku di Lamar Kai, begitu ?"

"Bukan begitu, sepupu cantik ku" gadis bereyeliner itu berlari kecil dan mendudukan dirinya disebelah Sehun. "Tapi kau tau kalau Kai bahkan selalu menolak untuk menikahi mu. Tapi kenapa tiba tiba saja ia melamar mu ? Astaga apa selama ini dia ber-drama ?"

Sehun tersenyum, jemarinya memainkan cincin yang kini tersemat dijari manisnya itu. "Aku juga tidak tau. Padahal semalam aku bercerita padamu dan mengeluh soal Kai yang tidak mau menikahi ku"

"Apa dia tau apa yang kau pikirkan ?"

"Hmm" Sehun mengangguk. "Semua vampire bisa melakukan itu, tapi anehnya Kai tidak bisa membaca pikiran ku"

"Kenapa begitu ?"

"Aku tidak tau" Sehun mengendikan bahunya.

"Hhh ... Apapun itu. Aku cukup senang melihat kalian akan segera menikah" Baekhyun tersenyum. "Selamat ya" ucapnya sambil membawa Sehun kedalam pelukannya.

"Hmm ... Terimakasih, Baekhyun" Sehun membalas pelukan sepupunya itu. "Tapi Tolong rahasiakan dulu ini dari mom dan dad ku"

"Uh ? Kenapa ?" Baekhyun melepas pelukan Sehun dan menatap gadis pucat itu bingung. "Ku rasa mom dan dad mu akan senang kalau tau putrinya akan menikah"

"Tapi tidak bila mereka tau siapa Kai sebenarnya" ucap Sehun pelan.

"Ah aku lupa kalau Kai seorang vampire" gumam Baekhyun. "Baiklah, aku tidak akan memberitahu ini pada Miranda Imo dan Seungha samchon. Tapi menurut ku, sebaiknya kau bicarakan baik baik dengan mereka"

Sehun mengangguk. "Aku akan bicarakan itu dengan mereka, mungkin minggu depan aku akan mengunjungi mereka ke Australia"

"Itu ide bagus. Tapi menurut ku, ini tidak akan sulit. Seungha samchon dan Miranda Imo bukanlah orang tua yang akan memaksa mu untuk melakukan hal yang tidak kamu ingin kan. Percaya saja, mereka pasti akan merestu kalian"

Sehun mengangguk. "Aku mengerti itu. Terimakasih Baekhyun"

"Ah ya. Bagaimana dengan Luhan ?"

Gadis pucat itu terdiam sejenak. "Aku tidak akan memberitahunya. Tapi aku juga tidak bisa menyembunyikan ini padanya. Dia harus tau, Tapi tidak untuk saat ini" Sehun menghela napas. "Aku sudah terlalu banyak memberi nya rasa sakit. Mungkin untuk beberapa waktu ini aku tidak akan bertemu dengannya terlebih dahulu"

"Well, hati itu memang tidak bisa di paksakan, Hunnie. Kau akan semakin menyakitinya bila seperti ini. Jangan memberinya harapan seperti dulu kalau pada akhirnya kau hanya akan membuat luka yang kau buat di hatinya semakin dalam"

"Aku mengerti"

.

.

.

TBC

.

.

.

Thanks buat semua readernim yang udah mau sempetin buat baca dan review. Terimakasih juga silent reader ^^

See you

Hann Hunnie