Author : Hann Hunnie

Title : Lamia

Cast : Oh Sehun!girl, Kai Nelson Gladwig (Kim Jongin of EXO), and other cast.

Genre : Fantasy, romance, drama and family.

Rated : M

Warning : ini GENDERSWITCH! YANG GAK SUKA GAK USAH BACA, NGERTI ?

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Namja tampan dengan mata rusa tajamnya itu menatap rintik air hujan yang turun dengan derasnya melalui jendela kamar yang berembun. Sesekali terdengar hembusan napas panjang keluar dari mulutnya.

"Butuh seseorang untuk bercerita ?"

Luhan -si namja bermata rusa- menoleh, menatap namja lain yang entah sejak kapan berada disebelahnya dengan dua cangkir teh hangat.

Ia tersenyum. "Yeah ... Selalu saja datang di saat yang tepat, Kris" namja tampan itu mengambil satu cangkir teh yang Kris -si namja lain- berikan padanya.

"Sehun lagi ?"

"Eumm ?" Luhan menyesap tehnya, kemudian kembali menghela napas. "Dia seperti menghindari ku akhir akhir ini"

"Aku sudah memperingatkan mu untuk menghentikan semuanya, Lu. Kau tau sendiri berurusan dengan perempuan itu hanya akan membuat mu terluka" mata setajam elang milik Kris menatap rintik air hujan di luar sana.

"Kau pikir gampang menghentikan semuanya disaat aku sudah begitu terikat dengan dia ?" Luhan mendudukan dirinya di tepian bed. Diikuti oleh Kris yang duduk di sebelahnya.

"Dia hanya bertindak sesukanya, menarik ulur hati mu seakan kau hanyalah sebuah robot yang akan di buang setelah ia tidak membutuhkan mu lagi. Sadar sesuatu ?" Kris menoleh, menatap sepupunya itu. "Dia tidak pernah mencintai mu, Lu"

Dan namja tampan itu bisa mendengar helaan napas lelah yang keluar dari mulut Luhan.

"Aku tau itu, Kris"

"Lalu, kenapa kau masih saja mencoba bertahan dengan 'kisah cinta tak terbalas mu itu' ha ?"

Luhan diam.

Kris benar, kenapa ia masih bertahan ?

Entahlah, bahkan ia sendiri tidak tau jawaban dari pertanyaan itu.

Sehun, gadis itu tiba tiba saja datang ke dalam kehidupannya tiga tahun lalu, ah atau lebih tepatnya Luhan yang tiba tiba masuk dalam kehidupan gadis cantik itu. Awalnya, Luhan tidak tau kenapa bisa ia begitu peduli pada Sehun yang saat itu tengah terpuruk karena Kai -setau Luhan dia adalah kekasih vampire Sehun- memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Sejak itu, keduanya menjadi dekat. Kai tiba tiba saja menghilang dari kehidupan Sehun, Luhan mendengar kabar kalau namja vampire itu pindah ke California tak lama setelah ia memutuskan hubungan nya dengan Sehun.

Seiring berjalan nya waktu, kedua nya menjadi lebih dekat. Sehun bahkan terkesan sangat bergantung pada Luhan, hingga akhirnya kedua nya memutuskan untuk berpacaran.

Semua berjalan baik baik saja, Setidaknya di satu bulan pertama hubungan mereka. Tapi semua berubah saat Kai kembali dan merusak semuanya -itu pemikiran Luhan-. Mengambil kembali Sehun dari dekapannya, membuat nya sadar kalau selama ini-

Ia hanya di jadikan pelampiasan oleh gadis cantik itu.

"Aku akan berhenti saat Sehun mulai menjauhi ku"

Kris mendengus. "Dia sedang menjauhi mu, Lu"

"Dia belum meminta ku berhenti" lirih Luhan pelan.

"Tunggu sampai kau mendapat undangan pernikahan mereka"

Luhan terkekeh pelan. "Itu tidak akan terjadi"

"Mereka saling mencintai, apanya yang tidak akan terjadi ?"

kedua bola mata berwarna perak milik Luhan menyala. Ia menyeringai.

"Kai tau apa yang akan terjadi kalau ia berani menikahi gadis ku"

.

.

.

"Menurut mu bagaimana ? Yang ini bagus"

Sehun menunjuk salasatu desain undangan yang di berikan Irene. Gadis cantik itu kini tengah berada di kediaman Kai, lebih tepatnya tengah melihat lihat desain undangan untuk pernikahan mereka.

"Aku lebih suka ini" Kai merangkul pinggang Sehun yang duduk di sebelahnya.

"Warna hitam ? Desainnya terlalu simple" Sehun menyandarkan kepalanya di bahu kekasihnya itu.

"Yang kau pilih desainnya terlalu rumit dan glamour, aku tidak suka"

"Yasudah, lalu bagaimana ?" Gadis cantik itu mendongak menatap Kai.

"Hmm ?" Kai menunduk lalu mengecup bibir tipis Sehun kilat. "Kita tidak akan mengundang banyak orang, jadi ku pikir yang itu bagus" namja tan itu masih keukeuh dengan pilihannya.

"Hhh ... Yasudah" ucap Sehun pada akhirnya.

"Tapi kau bisa menggunakan desain undangan mu untuk mengundang seseorang"

"Huh ?" Sehun kembali mendongak, menatap Kai dengan dengan pandangan bingung nya. "Siapa ?"

Namja tan itu menyeringai, ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Sehun, lalu berbisik-

"Luhan tentu saja, kau pikir siapa lagi ?" Bisiknya diakhiri dengan gigitan pelan di dagu kekasih cantik nya itu.

"Luhan ?" Sehun melingkarkan tangannya di leher Kai, mencegah kekasih tan nya itu agar tidak kembali memberi jarak dengan wajahnya.

Hidung mereka bersentuhan.

"Ku rasa kita tidak perlu mengundangnya"

"Why ?" Namja tan itu mengangkat tubuh ramping Sehun lalu mendudukkan kekasih nya itu di pangkuannya.

"Dia bisa saja merusak pernihakan kita" Sehun mengeratkan pelukannya, semakin mempertipis jarak antara wajahnya dengan wajah milik Kai.

"Dia tidak bisa melakukan itu" Kai berbicara tepat di depan bibir tipis kekasih nya. "Tapi aku yang akan merusak perasaannya"

"Dengan ?"

"Mencium mu"

"Lakukan"

Kai menyeringai. "Sekarang"

Chup!

.

"Che! Bisakah mereka memilih tempat yang cocok untuk bermesraan ? Menjijikan sekali" Selena membuang majalah yang sedari tadi di bacanya. Bola mata semerah darahnya itu mengedar, sesekali melirik Kai yang masih sibuk dengan kegiatan 'mari mencumbu Sehun'-nya.

Irene menatap gadis di sebelahnya itu sekilas, sebelum kembali sibuk dengan majalahnya.

"Kalau merasa terganggu, kenapa tidak pergi saja ?"

.

.

.

Tok ...

Tok ...

Tok ...

Gadis mungil yang tengah menonton televisi itu mengalihkan pandangannya saat mendengar suara pintu terketuk dari luar.

Tok ...

Tok ...

Tok ...

"Tunggu sebentar"

Dengan malas Baekhyun -si gadis- berjalan gontai menuju pintu lalu-

Klek ...

Membukanya.

Kedua alis tipisnya bertaut saat mendapat seorang gadis dengan bola mata berwarn biru laut -Baekhyun tidak pernah melihat bola mata seindah itu- kini berdiri di ambang pintu rumah nya.

"Nuguseyo ? Mencari siapa ?"

Gadis cantik itu membungkuk sekilas, ia lalu tersenyum tipis.

"Boleh aku masuk ?" Tanyanya, menghiraukan pertanyaan yang Baekhyun lontarkan.

"Ah ..." Baekhyun tersenyum aneh. "Silakan masuk" ucapnya sambil membuka pintuny lebih lebar lagi.

"Terimakasih" gumam si gadis sebelum memasuki rumah minimalis itu dan mendudukan dirinya di salasatu kursi ruang tamu, di ikuti oleh Baekhyun yang duduk di hadapan gadis cantik itu.

"Aku Wendy Stanley Gladwig. Kakak ketiga Kai" gadis bernama Wendy itu tersenyum, ia mengulurkan tangan nya kearah Baekhyun.

"Ah, aku Byun Baekhyun. Sepupu Sehun" gadis mungil itu menjabat tangan milik Wendy. "Maaf, aku sempat kaget tadi. Aku belum bertemu denga mu sebelum nya"

"Tidak masalah, aku mengerti" Wendy kembali tersenyum.

"Ah ya, mau minum apa ? Akan aku ambilkan" tawar Baekhyun.

Wendy menggeleng. "Aku hanya mengkonsumsi darah, tidak dengan makanan manusia"

"Ah begitu" gadis mungil itu mengangguk mengerti. "Tapi maaf, aku tidak menyediakan minuman seperti itu di rumah ku" ucapnya dengan nada gurauan membuat gadis di hadapannya itu tertawa.

"Aku tau, lagipula aku kemari bukan untuk meminta darah dari mu"

"Kkkk, jadi ada perlu apa ? Sehun sedang tidak ada di rumah. Dia pergi bersama Kai beberapa waktu yang lalu"

"Aku datang untuk menemui mu" ucap Wendy.

"Huh ?" Baekhyun terlihat bingung. "Untuk ?"

"Aku ingin menanyakan seseorang padamu"

"Siapa ?"

Wendy terdiam sejenak, bola mata sewarna biru laut itu menatap gadis mungil di hadapannya.

"Luhan, kau mengenalnya ?"

.

.

.

Selena mendudukan dirinya di teras belakang rumahnya, menatap jejeran pohon tinggi yang menjadi satu satunya pemandangan yang bisa ia lihat.

Mata semerah darahnya mengedar, memperhatikan keadaan sekitarnya.

"Ten, tidak ada orang disini, bisa kau temani aku ? Aku ingin berbicara padamu"

"Aku disini"

Gadis cantik itu terkejut, namja yang tadi di panggilnya itu tiba tiba saja sudah duduk di sebelahnya.

Ck, mengagetkan saja!

"Kenapa ? Kau terlihat kesal sekali" namja bernama Ten itu tersenyum.

"Kau mengagetkan ku!"

Ten tertawa. "Seperti biasa bukan ?"

"Hmm ..." Selena mengendikan bahunya.

"Jadi ?" Ten menatap Selena. "Ada apa ?"

"Tentang pernikahan Sehun dan Kai, kau sudah tau itu ?" Tanya Selena.

"Tentu saja" namja tampan itu mengangguk. "Wendy memberitahu ku beberapa waktu yang lalu"

Selena terdiam sejenak.

"Apa yang harus aku lakukan ?"

"Tidak ada"

Gadis cantik itu menatap namja di sebelahnya.

"Apa maksud dari perkataan mu ?"

"Yeah ... Memang tidak ada yang bisa kau lakukan" ucap Ten, ia mengalihkan pandangannya pada jejeran pohon di hadapannya.

"Aku tidak mau ini terjadi. Kai tau aku menyukainya, tapi dia terkesan mengabaikan ku"

"Itu lebih baik dari pada Kai memberi mu harapan tapi pada akhirnya kau di campakan, bukan ?"

"Yeah ... Tapi tetap saja, aku bahkan sudah mengenal Kai lebih dari Sehun mengenal namja itu. Lalu sebenarnya apa yang Kai lihat dari Sehun ? Pernikahan vampire dengan manusia bukanlah sesuatu yang di benarkan"

"Sebenarnya apa yang kau khawatirkan ?" Ten menatap gadis di sebelahnya.

"Kau masih bertanya ? Tentu saja pernikahan Kai dengan gadis itu yang aku khawatirkan!"

"Mereka tidak akan bertahan lama"

"Huh ?" Selena menaikan sebelah alisnya bingung. "Apa maksud mu ?"

Ten terdiam sejenak.

"Sehun akan mati pada akhirnya. Dan Kai tau itu"

.

.

.

Kai menghentikan laju mobilnya di depan sebuah rumah minimalis milik Sehun. Namja tampan itu menatap kekasih cantiknya yang duduk di jok sebelah kemudi.

"Aku akan menjemput mu pukul sembilan pagi, besok"

Gadis cantik yang kini tengah melepas seatbeltnya itu menatap Kai sekilas, ia tersenyum. "Baiklah"

"Irene kenal dengan seorang designer gaun pengantin. Dia mengatakan kalau gaun pengantin rancangannya sudah lumayan terkenal. Kita akan mendatanginya besok"

Sehun mengangguk. "Hmm ... Aku mengerti"

"Masuk dan istirahatlah. Ingat pesan ku untuk tidak keluar malam hari" tangan kecoklatan milik Jongin mengusak surai lembut kekasih cantiknya itu.

"Aku tau dan mengerti" Sehun mendekatkan tubuh nya dengan tubuh Jongin, melingkarkan tangan nya di leher kecoklatan itu lalu mempertemukan bibirnya dengan bibir milik kekasih tampannya itu.

Saling melumat dan berakhir saat Jongin menggigit bibir bawah Sehun, membuat bibir tipis itu tertarik saat Sehun hendak melepasnya.

"Aku pulang. Hati hati" jemari lentik Sehun mengelus pipi Jongin sebelum keluar dari mobil milik kekasihnya itu.

Jongin membuka kaca mobilnya, tersenyum dan melambaikan tangan nya, kemudian melajukan mobilnya sesaat setelah memastikan kalau Sehun sudah memasuki rumahnya.

.

.

.

"Aku pulang"

Sehun melepas heels yang di pakainya lalu menyimpannya di rak sepatu dekat pintu masuk.

"Wendy kemari tadi siang"

Gadis pucat itu menoleh, menatap Baekhyun yang tengah menyiapkan makan malam di ruang makan.

"Oh ya ? Mau apa dia kemari ?" Tanyanya sambil meminum segelas air minum yang Baekhyun sediakan di meja.

"Menanyakan Luhan"

Uhuk!

Sehun tersedak air yang di minumnya. Ia kembali menatap sepupunya yang masih sibuk bolak balik dapur - ruang makan.

"Luhan ? Wendy menanyakan Luhan ?"

Gadis mungil itu mengangguk sambil menyimpan sup rumput laut di meja makan.

"Lalu, kau menjawab apa ?"

"Aku tidak memberikan banyak jawaban, tapi sepertinya dia tau apa saja yang aku pikirkan saat ia menanyakan tentang Luhan" Baekhyun mendudukan dirinya di salasatu kursi, di ikuti oleh Sehun yang duduk di hadapannya.

"Dia memiliki kekuatan mind reader paling baik diantara Kai dan saudaranya. Kau tidak bisa menyembunyikan apapun darinya"

"Hmm .." Baekhyun mengangguk. "Terlihat dari tatapan matanya saat ia menatap ku"

"Tapi, darimana Wendy mengenal Luhan ?"

Baekhyun mengendikan bahunya. "Entahlah, mungkin Kai pernah bercerita padanya. Yang pasti aku tidak mengatakan kalau Luhan adalah mantan kekasih mu, Tapi seperti nya dia tau itu meski aku tidak mengatakannya"

Sehun diam, satu pertanyaan yang kini berputar di otaknya.

Apa yang ingin Wendy ketahui tentang Luhan ?

.

.

.

TBC ...

.

.

.

See you~

Hann Hunnie ^^