Ini masih rated T dan masih GS dan ini masih lanjutan ff yang kemarin. Kalo kalian belum tahu kenapa ini ada MinYoon dan JiKook kalian bisa baca di chap 3 okee. Dan dilahkan memaca! : )

.

.

.

Eight years ago...

.

.

.

Dunia terasa indah untuk pria tampan dan sukses bernama Park Jimin, karena setelah hari dimana kehidupannya berubah secara total yang disebabkan kehilangan wanita yang sangat ia cintainya untuk menemui sang calon anak mereka yang sudah terlebih dahulu ke surga sana. Jimin merasa jika Yoongi nya ingin bahwa ia bahagia bersama keluarga barunya. Ia pun belajar untuk mencintai Jungkook sepenuhnya. Meski tanpa orang lain tahu masih ada nama Min Yoongi dihatinya.

Bahkan setelah 6 tahun yang lalu Jungkook melahirkan seorang putra mungil yang teramat tampan ia masih memendam rasa itu, mungkin untuk selamanya. Dan hari ini adalah hari ulang tahun sang putra satu-satunya, Park Minjung. Jimin rela menghabiskan uang yang cukup banyak hanya untuk merayakan pesta ulang tahunnya. Ia dan Jungkook mengundang banyak kerabat, rekan bisnis Jimin dan tak lupa dengan teman-teman anak laki-laki tampannya. Pesta itu sungguh sangat meriah yang diadakan di resort milik Jimin. Ya, sejak Jimin memulai bisnisnya merintis dari bawah dan akhirnya mimpinya menjadi kenyataan. Sekarang ia dapat membuat keluarga kecilnya dan terutama mendiang Yoongi bangga dengan kesuksesannya.

Jangan tanya bagaimana Jungkook yang tahu jika Jimin masih sangat mencintai Yoongi. Karena bagaimana pun Jungkook sangat berterima kasih pada Yoongi. Dari wanita itu lah Jungkook belajar membuat Jimin mencintainya. Jangan tanya mengapa ia bisa sangat berterima kasih pada Yoongi. Karena sebelum hari pernikahannya, ia diminta Yoongi untuk bertemu dengannya.

Dan sejak saat itu lah Jungkook paham dan mengerti tentang cerita cinta yang suaminya dan Yoongi jalani. Bahkan dengan sangat baik hatinya disaat Jungkook memaki wanita cantik nan anggun itu dengan penuh amarah. Yoongi masih saja tersenyum padanya dan menjelaskan maksud kedatangannya untuk menemui Jungkook. Betapa terkejutnya ia karena Yoongi memberikan buku catatan dan sebuah flashdisk yang berisikan semua hal yang dulu Jimin dan Yoongi lakukan kesehariannya.

Bahkan disana ada sebuah catatan yang menjelaskan apa yang Jimin sukai dan tidak sukai yang mungkin saat itu hampir semuanya Jungkook tidak ketahui. Dan terakhir tercatat apa saja hal yang membuat Jimin tersenyum bahagia dan semakin mencintai Yoongi. Disana tercatat dan terekam jelas apa yang membuat suaminya untuk belajar mencintainya dengan tulus hingga sekarang. Meski ia yakin masih besar rasa yang Jimin pendam pada Yoongi. Jimin hanya tersenyum tulus pada Jungkook sekarang. Bukan lagi senyum penuh keterpaksaan yang dulu membuat ia merasa iri pada Yoongi. Karena didalam video yang berada didalam flashdisk yang diberikan Yoongi.

Disitu tergambar jelas bahwa Jimin tersenyum sangat tulus pada Yoongi. Tetapi sudah hampir satu bulan ini Jungkook menyembunyikan rahasia besarnya. Dan ia harap Jimin akan memaafkannya. Ia tidak ingin meninggalkan Jimin sebenarnya. Tetapi tuhan berkehendak lain. Sudah terhitung hampir seharian penuh sebelum pesta perayaan ulang tahun putra mereka Jungkook menahan sakit yang sudah tak bisa ia sembunyikan lagi.

Awalnya ia pikir, Jungkook sedang mengandung anak keduanya karena sering sakit kepala disertai mual dan muntah, lemas dan sering pingsan sama seperti saat ia mengandung Minjung. Tetapi semuanya hancur setelah ia memeriksakannya kedokter kandungan yang biasanya ia datangi saat hamil Minjung.

Naas, seribu kali naas takdir yang menimpanya, Jimin dan juga anak laki-laki kesayangan mereka. Karena dokter mendiagnosa ia mengalami kanker otak stadium 2 dan mugkin seharusnya belum terlambat untuk mengobatinya. Tetapi ia lebih memilih diam dan merasakannya sendiri. Karena tidak ingin menambah beban Jimin yang semakin hari semakin sibuk dengan pekerjaannya. Dan anak mereka yang sangat antusias karena dari dua bulan sebelum ulang tahunnya, Minjung sangat senang bahkan ia meminta konsep ulang tahunnya sendiri pada Jungkook dan Jimin. Yang sudah pasti kedua orang tuanya memperbolehkannya. Dan Jungkook lah yang membantu persiapa pesta ulang tahunnya. Hingga ia tak ingin membuat kebahagian yang sudah ada harus terkikis karena penyakit yang dialami dirinya.

"Minjung-ah bisakah eomma berbicara sebentar padamu sayang" ujar Jungkook yang melihat anaknya sedang bersenda gurau dengan teman-teman playgroup nya.

"Nee, eomma sebentar. Hai kalian bisa makan sepuasnya nanti aku akan kesini lagi. Aku ingin menemui eomma ku. Byee~" anak laki-laki tampan perpaduan ayah dan ibunya itu segera berlari dengan kaki kecilnya untuk mendekati Jungkook.

"Nee, eomma ada apa?" tanya sikecil tampan kesayang Jungkook dan Jimin.

"Nak, eomma harap dihari ulang tahunmu ini. Kau harus berjanji pada eomma untuk selalu mengingat dan menyayangi eomma dan appa. Yaksok?" jari kelingking Jungkook, ia arahkan pada anak semata wayangnya. Dan segera disambut dengan jari kecil milik Minjung dengan dia yang mengangguk antusias.

"Yaksok, tanpa eomma suruh aku akan selalu mengingat dan menyayangi eomma dan appa" dengan menggemaskannya Minjung tersenyum polos yang dihadiahi senyum penuh kasih sayang oleh Jungkook.

"Meski eomma sudah pergi jauh, Minjung tentu akan selalu memegang janji ini?" tanya Jungkook yang membuat raut wajah kebingungan Minjung terpampang jelas. Dengan senyum bak malaikatnya Jungkook mengelus kepala Minjung dengan penuh sayang.

"Eomma akan pergi jauh Minjung-ah dan eomma akan berlibur sangat lamaaa sekali disana. Mungkin untuk selama-lamanya, karena disana sangat indah. Disana juga eomma akan bertemu haraboji dan halmoni jadi eomma tidak akan kesepian. Jadi eomma berharap tidak ingin dilupakan oleh anak eomma yang tampan. Dan bisakah kau berjanji pada eomma untuk menjaga Jimin appa?" tutur kata Jungkook tersirat kesediahan. Tetapi dengan senyumannya ia menutupi itu semua. Dan anak tampannya yang polos hanya mengangguk.

Minjung mengelus pipi merona Jungkook yang dihiasi make up lumayan tebal untuk menutupi wajah pucatnya. Anak laki-laki nya pasti sebenarnya sangat mengerti dirinya. Hanya saja karena kepolosan Minjung yang dasarnya memang hanya anak berumur 6 tahun. Ia hanya bisa memahami bahwa Jungkook saat ini sedang bersedih dan tidak ingin kesedihannya membuat dirinya dan juga Jimin appa terluka.

"Eomma, aku berjanji sebagai anak tampan sepasang suami istri bernama Park Jimin dan Park Jungkook aku akan selalu mengingat, menyayangi eomma dan menjaga appa saat eomma tidak ada dan sedang berlibur bersama halmoni dan haraboji disana" dengan senyum polosnya membuat Jungkook terkekeh. Ia bahagia dan sangat bangga bisa melahirkan anak tampan dan pintar.

"Satu lagi Minjung-ah, eomma ingin kau membantu appa mu nanti jika ia menemukan orang yang ia cintai dimasa yang akan datang. Dan berjanji akan menerima dan mendukung appa mu jika orang itu baik, menyayangi dan mincintai appa dan juga Minjung dengan tulus. Seperti eomma dan juga Imo cantik yang ada divideo yang kita tonton beberapa minggu lalu" wanita yang dimaksud Jungkook adalah Yoongi.

=Flashback=

Setelah pemeriksaan, pengambilan obat dan administrasi selesai. Dan Jungkook sudah tahu diagnosa yang diberikan oleh dokter bahwa dirinya mengidap kanker otak. Jungkook langsung pulang dan tergesah membuka laptop yang didalamnya ada file yang telah diberikan oleh Yoongi dan catatan kecil. Ia menangis tersedu dan meminta maaf pada Yoongi karena tidak bisa menepati janjinya untuk menjaga dan menemani Jimin lagi. Tanpa ia sadari anak kecil tampan sedang menatapnya kebingungan melihat ibunya menangis tersedu.

Minjung yang saat itu penasaran dengan apa yang membuat ibunya menangis tersedu segera memeluk Jungkook dan menatapnya seakan bertanya 'eomma kenapa menangis?' pada Jungkook. Dan dibalas dengan senyuman lirih dan memangku anaknya. Jungkook menatap layar yang sedang memutarkan video yang didalamnya ada Yoongi dan Jimin sedang berada dipantai.

"Minjung-ah lihat itu appa dan malaikat cantik" tutur Jungkook yang dihadiahi tepukan tangan oleh Minjung.

"Eomma, itu malaikat? Dia sangat cantik, dan kenapa appa bisa bersama malaikat cantik itu eomma?" tanya Minjung polos. Dan lagi-lagi dibalas oleh senyuman Jungkook tapi kali ini bukan senyuman lirih melainkan senyuman bahagia. Ia menyadari bahkan Minjung yang masih berumur belum sampai 6 tahun menyukai Yoongi sama persis seperti appanya.

"Dia malaikat cantik yang membuat eomma dan appa mu bersatu nak. Panggil malaikat cantik itu dengan Imo. Tapi jangan pernah ceritakan ini pada appa mu yah nak" titah Jungkook yang tak ingin Minjung memberitahu Jimin. Karena ini adalah rahasianya dan Yoongi. Yoongi sendiri yang menyuruhnya untuk menutupi rahasia ini.

"Ne, eomma aku janji" jawab Minjung yang langsung kembali fokus pada layar laptop ibunya.

=Flashback end=

"Sayang, sedang apa kalian disini? Minjung-ah ayo ajak eomma kita akan tiup lilis disana" tiba-tiba saja Jimin datang dan mengejutkan ibu dan anak yang sedang berbicara serius dari hati ke hati.

"Aa-aah ne,, ne appa. Ayo eomma kita kesana" tanpa ingin membuat appa nya curiga Minjung langsung menarik eommanya dan berjalan kearah panggung yang disana sudah ada kue ulang tahun berbentuk iron man.

Jimin yang melihat tingkah ibu dan anak itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum bahagia. Dan menatap langit berbintang dan tersenyum setelahnya. Seakan menyampaikan terima kasih pada seseorang disurga sana. Dan segera menyusul istri dan anaknya kepanggung tanpa ada rasa curiga sedikit pun.

Riuh pesta ulang tahun Minjung yang sangat meriah membuat semua yang hadir terhanyut didalam pesta. Tetapi tidak dengan Jungkook yang sedang merintih kesakitan didalam toilet. Ia mencari obat penghilang rasa nyeri. Setelah acara tiup lilin ia meminta ijin untuk ke toilet yang dihadiahi banyak pertanyaan oleh Jimin dan Minjung. Seperti 'apa perlu aku temani Kookie-ah?' atau 'Eomma baik-baik saja kan?' 'eomma? apa eomma mau aku antar?' dan masih banyak lagi.

"AAAARRRGGGHHH,,, aku sudah tidak tahan. Tuhan kumohon beri aku waktu hingga delapan hari kedepan. Karena suamiku akan berulang tahun. Dan setelah itu kau bisa mengambil nyawaku tuhan kumohon" rintihan Jungkook bergema didalam toilet yang terkunci dari dalam. Ia benar-benar sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang ia derita. Tetapi untuk janjinya pada Yoongi saat usia Jimin sudah 32 tahun. Ia harus memberikan hadiah yang dititipkan oleh Yoongi.

Sedangkan didalam riuh pesta Jimin mencari Jungkook. Sudah hampir setengah jam istrinya belum kembali dan itu membuatnya cemas. Dan sangat sangat cemas. Apalagi akhir-akhir ini Jungkook sangat berbeda. Ia menyadari perubahan istrinya akhir-akhir ini. Jimin sangat tau jika Jungkook merahasiakan sesuatu darinya. Tetapi mengingat beberapa hari lagi adalah tanggal 13 Oktober yang berarti ulang tahunnya. Jimin terkekeh geli mengingatnya. Pasti sang istri sedang merencanakan sesuatu seperti tahun-tahun sebelumnya saat Jimin berulang tahun. Bahkan pernah satu bulan sebelum ia berulang tahun Jungkook dan anaknya Minjung membuat kejutan spesial yang hingga saat ini masih berbekas dihatinya.

Ya, ia sadar sekarang bahawa Jungkook adalah wanita yang ia cintai dengan sepenuh hati. Dan Yoongi adalah wanita yang masih ada jauh didasar paling dalam hatinya. Apalagi sejak kedatangan sikecil Minjung yang membuat hidupnya lengkap.

Tanpa sadar ia tersenyum bahagia Jimin terburu-buru membalikan badannya. Hingga tanpa sengaja ia menabrak seorang pelayan berbadan kecil yang langsung membungkuk meminta maaf pada Jimin, ia hanya mengangguk sebentar tanpa melihat wajah si pelayan dan segera melanjutkan pencariannya. Kemana sebenarnya istri cantinya?

"Aishh, pabbooo. Bisa-bisanya aku ceroboh. Untung saja tuan itu memaafkan aku. Bagaimana kalo dia meminta ku ganti rugi. Pasti jas itu mahal sekali. Aisssh Jinjja kau sangat bodooh" si pelayan yang bertabrakan dengan Jimin itu memukul-mukul kepalanya dan menggerutu kesal pada dirinya sendiri. Setelah nya ia pergi kembali kedapur tanpa peduli panggilan laki-laki berjas tampan dan bersurai coklat agak keemasan. Benar-benar warna rambut yang tidak jelas baginya.

"YAK! Hyung berhenti terlebih dahulu" kesal laki-laki berambut tidak jelas menurut pelayan laki-laki itu.

"Aishh, badannya saja kecil. Tapi larinya cepat sekali" laki-laki itu merutuki dirinya sendiri dan kembali berlari kearah dapur untuk mengejar si pelayan.

.

.

.

TBC

.

.

.

AHAAAAAY DEUUUH...

Aku kembali dengan lanjutan ff Love Is Not Over. Kali ini aku masih bahas hubungan Jimin dan Jungkook dulu. Sedikit ngebahas anak mereka dan juga Yoongi. Aku udah janji sama adik manis untuk buat Jimin sama Jungkook pisah. Tapi aku ga tega buat nama Kookie jadi hancur. Hahaha~ jadi ku buat seperti ini. Tapi gatau ding ini bakal sad ending atau engga buat JiKook. Karena aku selalu misahin mereka. Jadian dipikir-pikir aku kasian banget asli. Tapi nanti ada sesuatunya kok tenang aja. Dan ini karena jani ku pada seseorang juga ff LINO ini bakal menjurus dari GS ke YAOI. Karena masih ada lanjutan di chap depan. Kalian penasaran gak sih siapa si pelayan dan laki-laki berjas yang ngejar sipelayan itu sendiri? Dan gimana reaksi Jimin pas tau Jungkook didiagnosa kanker. Huweee Kookie sayang maafkan aku membuatmu menderita di ff ini~

Ah kalian kalo penasaran sama lanjutan ff ini bisa RnR kaleeeeh *oke maksa*

Udah ah aku gamau curhat makin panjang. Eh tapi kalian berFiktor dan bernethink ria ga sih liat postingan Jimin di twitter yang pegang jagung rebus. Dan captionnya Hearteeuuu~

Aku penasaran loh yayayayah~