.

.

.

Kyuhyun menyambut kedatangan pasangan suami istri Lee itu dengan hangat, mempersilahkan mereka masuk terlebih dahulu, memanggil Sungmin yang masih sibuk menata diruang makan.

Eunhyuk, gadis bersurai almond itu tertegun saat melihat siluet Sungmin yang keluar menyahut panggilan suaminya. Sekali lagi ia merasakan sesak nafas yang tercekat, auranya mendadak kuning karena dilingkupi oleh perasaan takut dan hawa mencekam. Pertanda bahaya.

Tangannya gemetar saat menjabat tangan Sungmin. Memorinya kembali berputar akan peristiwa tiga belas tahun lalu, saat sahabatnya harus pergi dengan tragis. Memori yang akan terus ia simpan di hati kecilnya, bersama luka pedih yang takkan pernah kering.

"Kibummie-aaa" jantung Eunhyuk berdegup kencang, darahnya seakan mendidih, saat melihat tentang apa yang di lihatnya, terlebih lagi…

Cho Sungmin, istri dari Cho Kyuhyun itu, ia memiliki hal yang sama seperti apa yang dimiliki oleh Kibum dulu.

.

.

.

.

Supernatural

.

Written by hyejinpark2014

.

Disclaimer: The story is belong to mind, their families and God.

.

Warning: GS|OOC|Typo|Married life|Supernatural|KYUMIN|Bad diction|Don't like don't read|Plagiat is not allowed|

.

Cast: Kyuhyun Cho, Sungmin lee

.

Happy reading

.

.

.

.

.

Masan, Korea Selatan

Autumn…

Kibum duduk mematut tampilannya di cermin, sudah satu minggu sejak ia terpaksa kehilangan janinnya. Sang suami Choi Siwon datang membawakan teh bunga krisan kuning dan potongan buah apel. Pria itu menatap sedih pantulan istrinya di cermin. Wajah cantik Kibum tampak pasi , tak nampak merona seprti biasanya. Bibir yang selalu menyapanya dengan senyum itu terkantup rapat. Sorot matanya sendu dan kosong.

"sayang, minum teh ehm" bujuk Siwon memegang bahu rapuh istrinya itu.

Kibum diam tidak menjawab, ia sekilas melihat pantulan suaminya itu dari kaca.

"Siwon-a kau tahu jika ia akan kembali lagi" desah Kibum ,saat Siwon mencoba untuk menggendongnya ala pengantin. Siwon hanya berdehem saja dan mengelus pucuk kepala Kibum. Menegrti akan setiap ucapan yang keluar dari mulut istrinya itu bukanlah hal yang main-main.

Kibum diam lagi, hanya menatap kepulan asap yang mengepul dari cangkir teh itu.

"Kibumie-a, sebenarnya apa yang kau lihat saat malam itu? kau bisa menceritakannya padaku, dengar kita berbagi sama nde. Aku hanya ingin kau kembali seperti Kibum yang dulu." Pinta Siwon, berlutut mengecup ke tangan Kibum, menggenggamnya erat seraya menyakinkannya agar semau hal akan berjalan baik.

Tapi sekali lagi Kibum menggeleng. Ia takut, sangat takut tentang hal yang seminggu lalu dilihatnya. Sampai-sampai ia kehilangan janin tiga minggu yang ada dalam rahimnya. Sebenarnya bukan karena kegugurannya hal yang membuat Kibum takut, tetapi ada hal lain yang membuat wanita indigo itu merasa terancam.

Ingin rasanya ia berteriak, lalu bersembunyi ke tempat sepi dimana tidak ada seorangpun yang bisa menemukannya. Tapi kembali lagi, saat ia menatap suaminya. Seseorang yang mampu membuatnya rela mengorbankan nyawa sekalipun.

"Siwon-a" panggil Kibum lirih.

"nde?" tersenyum, mensejajarkan duduknya dengan posisi duduk Kibum, merangkul pundak wanita itu ,memberi rasa nyaman dan saling berbagi kehangatan.

"berjanjilah, tidak akan meninggalkanku sedetik pun" ucapnya.

"nde, yakso" jawab Siwon lalu mengecup kening salju putihnya itu dengan lembut.

Kibum masih diam, wajahnya masih datar-datar saja. Entah kenapa tubuhnya terasa sangat lelah hingga matanya sangat berat, dan ia terpejam. Pulas tertidur dalam dekapan suaminya.

Musim gugur tahun ini memang berbeda dengan musim-musim gugur tahun sebelumnya. Terasa lebih panjang dan dingin. Matahari juga sangat enggan untuk muncul. Lee Eunhyuk, gadis yang baru lulus universitas tiga bulan yang lalu itu tampak mengeratkan syal merahnya. Mengenakan sarung tangan bergambar tokoh kartun kesukaanya kemudian duduk menatap lalu lintas yang lenggang dari taman kota di sana.

Udara dingin dan mendung, adalah hal yang dibencinya sekarang. Sebab, baru satu bulan yang lalu saat ia bersama kakak sepupunya Kibum, dan suami kakak sepupunya itu pergi untuk menolong seseorang yang terkena gangguan roh.

Entah kenapa disaat seperti ini, ia jadi merindukan Lee Donghae, pacar penakutnya itu. Terbesit akan kejahilan diotaknya saat nanti Donghae pulang dari kampung halamannya. Eunhyuk akan membuat pria penyuka ikan nemo itu ketakutan setengah mati karena telah berani meninggalkannya sendirian.

"uh, dingin" gemetar Eunhyuk.

Angin berhembus kencang, merontokkan daun-daun coklat pohon maple dan oak yang berada di sekeliling taman itu. Menerbangkan apa saja yang lewat di depannya. Debu-debu tipis nan halus berpadu menjadi satu. Reflek matanya memejam menghindari debu yang masuk.

Dan disaat yan bersamaan pula, Eunhyuk seperti mendapat sebuah visualisasi tentang hal mengerikan yang akan tengah menunggu di depannya.

"Kibum eonni" desahnya, bergegas pergi ke tempat yang barusan lewat dalam fikirannya.

.

.

.

.

.

.

.

Eunhyuk berlari bergegas memanggil taxi yang kebetulan lewat di sana. Sungguh ia sangat cemas dan panik. Ia takut sampai tangan dan kakinya gemetar.

Eunhyuk, melihat jika ada sebuah jalan gelap yang menantinya di ujung suatu jalan. Dari ujung jalan itu, Eunhyuk melihat kakak sepupunya Kibum yang sedang duduk bersandar di sofa malas dekat jendela menghadap cermin.

Ia tidak tahu tepatnya dimana itu, dimensi ruangan yang dilihatnya terasa lain. Begitu asing dan gelap. Udara dingin menusuk kulit, gagak hitam berseliweran terbang menukik kaca-kaca jendela dan pintu rumah memaksa untuk masuk.

Dan Siwon, Eunhyuk melihat sosok suami kakak sepupunya itu tergeletak dengan bersimbah darah di areal belakang rumah, dengan pisau yang menancap tepat di jantungnya.

Terlebih lagi, saat Eunhyuk dapat melihat dirinya yang terpasung tidak bisa bergerak untuk menolong apalagi masuk ke dalam sana.

"Nona, kita sudah sampai" ucap sang supir taxi meleburkan ingatan Eunhyuk.

Gadis bersurai almond itu bergeming, kembali ke alam nyata, membuka dompetnya lalu mengeluarkan beberapa lembar won untuk membayar taxinya.

"gamsahamnida ajhussi" ucapnya lalu pergi.

Seorang wanita paruh baya dengan dress biru dongker dan celemek berenda tampak menyambut kedatangan Eunhyuk, siang itu.

Itu bibi Xiah, wanita yang sudah lebih dari lima belas tahun mengabdi untuk keluarga Kim dan Choi. Seorang bibi yang sudah tahu tentang seluk beluk keluarga dengan turunan yang memiliki sebuah bakat khusus.

"omo, lihat siapa yang datang ini" ucapnya senang.

"anyeong, ajhuma" mereka berpelukan melepas rindu sudah lama tidak bertemu.

"selamat atas kelulusanmu Eunhyuk-ah, aigoo sekarang kau terlihat cantik" ucapnya memuji.

"uh, dari dulu aku memang sudah cantik ajhuma" jawab Eunhyuk manja. Memeluk wanita itu lagi dan masuk kedalam.

Bibi Xiah menawarkan segelas cokelat hangat dan sekaleng biscuit kesukaan Eunhyuk, ia meminta agar gadis itu menunggu sebentar sementara ia membuatkannya. Eunyuk mengangguk dan bertanya bagaimana keadaan Kibum.

Sebuah gelengan bibi Xiah sudah menjadi pertanda jawaban buruk untuknya.

"Kibum masih berdiam diri di kamar. Aigoo, anak itu begitu lembut. Pasti ia merasa sangat terpukul atas kehilangan calon bayinya. Bagaimanapun ini adalah anak pertama mereka yang ditunggu selama dua tahun." Jelas bibi Xiah sedih.

"gereom, ajhuma biar aku menemui eonni dulu" ucapnya.

"nde, temuilah dia siapa tahu jika kau datang ia akan merasa terhibur"

Eunhyuk mengetuk pintu berkayu eboni coklat itu, tiga ketukan sampai Siwon muncul dengan senyuman memamerkan ke dua lesung pipinya yang dalam saat mempersilahkan Eunhyuk masuk.

"apa aku mengganggu?" tanyanya pelan saat melihat Kibum tengah tidur pulas di ranjang kamarnya.

"dia baru saja tertidur setelah seminggu tidak bisa memejamkan matanya" jelas Siwon membawa nampan berisi teh krisan yang mendingin untuk diganti dengan yang baru.

"temanilah dia, aku ke bawah dulu" ucap Siwon lalu pergi ke bawah.

Eunhyuk dapat melihat dengan jelas pemandangan yang tersaji di desekelilingnya sekarang. Kamar itu sama persis dengan apa yang tergambar dalam penglihatannya beberapa saat lalu. Dan kibum…

Eunhyuk menyibak sedikit gorden jendela berenda biru tua itu, melihat dengan jelas jika taman belakang itu sangat persis dengan apa yang dilihatnya.

"maldo andwe" ucapnya tercekat.

Lalu menengok Kibum yang masih tertidur.

Gadis penyuka warna kuning itu kemudian menempelkan telapak tangannya ke dahi Kibum. Mencoba melihat dan menguak tentang apa yang terjadi sebelumnya.

Sebuah jalan yang gelap, dengan lorong-lorong sempit tak berujung namun saling berhubungan. Terlihat jika ada secercah cahaya putih yang berterbangan di ujung dan sudut-sudut lorong. Sebuah lentara dengan sinar putih.

Udara dingin dan lembab, bulu roma Eunhyuk bergidik ngeri apalagi saat ia dapat melihat dengan jelas beberapa roh yang tersesat dan meminta pembebasan.

Eunhyuk masih terpejam. Ia berjalan lebih jauh lagi mengikuti jalan lorong didepannya hingga sampai ia di depan sebuah halaman rumah. Tunggu dulu, Eunhyuk mundur selangkah saat sadar jika rumah itu adalah rumah kakak sepupunya.

Dan ia dapat melihat bayangan Kibum yang tengah duduk menghadap jendela, serta…

"TUHAN" Eunhyuk terpekik , jantungnya berpacu lebih cepat dua kali, nafasnya tercekat saat leihat sosok menyeramkan yang berdiri di belakang Kibum.

Seorang wanita muda dengan tubuh kurus kering, rambut panjang terjuntai. Ia berdiri tidak menapak tanah. Berjalan gontai layaknya angin. Berdiri mengawasi Kibum dari belakang.

Eunhyuk terperanjat saat melihat wanita itu melayangkan sebuah pisau kearahnya. Untung saja dengan cepat gadis yang baru lulus universita itu langsung bisa mengendalikan diri dan kembali dari perjalanan astralnya.

Pintu kamar terbuka menyembulkan Siwon yang membawa nampan berisi segelas coklat hangat dengan asap yang mengepul.

"apa aku mengagetkanmu?" tanyanya bingung melihat ekspresi Eunhyuk yang berkeringat pasi.

"oppa" panggilnya melayangkan tatapan serius.

.

_Supernatural_

.

Siwon menggendong Kibum kedalam pelukannya membawanya hati-hati saat mereka masuk ke mobil. Bersama bibi Xiah yang merasa bingung dengan apa yang terjadi dengan anak majikannya dulu. Kibum yang masih tertidur itu dibalutkan selimut hingga ujung kakinya oleh Siwon. Karena Eunhyuk yang menyetir, membawa mereka menuju gereja tua tempat yang dirasa paling aman untuk Kibum saat ini.

Keselamatan Kibum tengah terancam. Sosok yang eunhyuk lihat tadi adalah sosok jahat yang ingin kembali ke dunia manusia dengan bantuan tubuh Kibum. Berharap agar ia dapat kembali lahir dan membalaskan dendam dengan merasuk ke dalam janin yang tengah di kandung Kibum saat itu.

Namun sayangnya, Kibum yang mengetahui akan hal itu lebih memilih untuk mengugurkan bayinya. Katakanlah ia jahat, normanya sebagai seorang ibu dipertaruhkan namun demi keselamatan orang-orang, terpaksa ia harus melakukannya tanpa sepengetahuan suaminya.

Siwon yang kaget dengan penjelasan Eunhyuk tentu saja merasa khawatir terlebih lagi, bukan janin mereka yang tengah sosok itu incar melinkan sekarang adalah tubuh istrinya sendiri.

Yang sekarang tengah dikuasai sebagian olehnya. Bukan kerena apa-apa Kibum selama ini murung dan diam, ia hanya takut jika kalau-kalau ia akan melukai orang –orang terdekatnya.

Dendam yang dibawa wanita muda itu sungguh dalam dan kuat. Sehingga sangat sulit untuk menyegelnya. Terlebih Kibum sendiri berada dalam naungan zodiac khusus. Sebagian orang percaya jika mereka yang berada dalam zodiac khusus tersebut merupakan wadal yang sangat cocok untuk dijadikan persembahan.

Mereka sampai disebuh gereja tua tempat Siwon saat kecil dulu belajar teologi.

Sambutan hangat dari seorang pendeta tua nan bijak menyambut kedatangan mereka.

Namun, tidak ada waktu untuk beramah tamah. Pendeta yang sadar akan hal itu langsung saja meyuruh Siwon membaringkan istrinya itu di depan altar.

Menyalakan lilin yang melingkari lantai gereja. Eunhyuk dibantu bibi Xiah menaburkan garam di sekeliling gereja. Sedangkan Siwon, sesuai janjinya pada Kibum, mereka saling bertautan tidak ingin lepas barang sedetikpun.

"Siwon,"panggil sang pendeta.

Memberikan sebuah alkitab dengan sampul merah marun kepadanya.

Siwon mengangguk dan mulai melantunkan doa.

Malam tiba, dan Kibum belum bangun juga. Tidak ada pergerakan yang serius yang terjadi.

Lonceng jam berbunyi, pukul satu dini hari. Jam besar itu berdetak kencang membangunkan Eunhyuk yang sempat tertidur di pundak bibi Xiah.

Namun tiba-tiba,

Angin berdesir, kukungkungan awan tampak pekat menghitam menutupi indahnya sinar rembulan. Serigala mengaung, gagak berdatangan. Angin kencang dan berdebu menghempaskan apa saja yang ada di depannya.

Taburan garam-garam itu hilang ditelan angin, rusaklah pagar pembatas utama mereka.

Sang pendeta tua yang berjaga di depan terhempas ke dinding dan menewaskanya seketika. Darah segar yang mengalir seakan menyambut kedatangan iblis itu.

Masuk menyeruak ke altar gereja tempat Kibum tengah terbaring.

Bibi Xiah pingsan setelah berteriak histeris, Eunhyuk yang terjaga membantu sebisanya.

Siwon berdiri paling depan melindungi tubuh istrinya. Keluar dari garis lilin. Menyuruh Eunhyuk untuk masuk guna menjaga Kibum.

.

.

.

.

.

.

.

Jubah hitam itu sedikit berkibar bergelombang mengikuti angin malam yang masuk lewat jendela. Iris malam milik Siwon itu menatap kesegala arah dengan keadaan siaga.

Sebuah al-kitab setia berada dalam pelukannya, semenjak kakinya untuk pertama kalinya menginjak gereka ini.

Mulutnya tak henti-hentinya melantunkan puji-pujian, entah kepada siapa, entah untuk siapa.

Tekanan udara semakin berat dan dingin. Sekuat tenaga Siwon itu berusaha menahan, udara yang memaksanya untuk tunduk terjatuh.

Tidak ada perasaan lain yang firasakan dari tekanan yang semakin berat ini. Tidak ada apapun selain sebuah tekanan yang memaksamu untuk jatuh.

Seketika suara pekikkan keras menggema keras, diikuti dengan sebuah retaknya kaca.

Pandangannya teralihkan kearah kaca tersebut.

Seketika pupil matanya melebar mendapati apa yang ada di sana. Disana terdapat pantulan wajahnya, dengan iris hitam dan juga surai yang sama hitamnya sedang bergetar hebat.

Tepat dibelakangnya, di dalam pantulan kaca itu. Sesosok wanita dengan wajah robek dan mata- tak ada mata di sana hanya rongga kosong. Berdiri di belakangnya...

Dengan tangan seperti danging busuk itu menyentuh pundaknya.

Sosok itu tertawa padanya, menghempaskan tubuhnya ke belakang hingga menabrak deretan kursi-kursi kayu disana.

Eunhyuk dengans ekuat tenaga dengan ilmu yang dipelajrinya sebisa mungkin mengahalau agar iblis itu masuk dan merasuki Kibum.

Ia melihat sebuah pisau yang biasa di gunakan untuk memotong tergeletak di nampan dekat altar. Dengan berani Eunhyuk menusuk tubuh transparannya namun gagal dan berakhir sama gadis muda itu kembali terlemapr dan pingsan sejenak.

Tangan kurus itu perlaha tapi pasti menyentuh permukaan wajah kulit Kibum yang terasa halus.

Ia tertawa cekikikan, dengan aroma busuk yang kentar keluar. Ia perlahan masuk, merasuk ke dalam tubuh Kibum yang jiwanya kini tengah tersesat di alam sana.

Kibum yang tengah dirasuki bangkit dan mengambil pisau Eunhyuk, guna menusuk gadis itu namun gagal saat Siwon mencegahnya.

Tubuh siwon terpental kembali karena tidak sanggup melawan istrinya sendiri.

Sosok itu tertawa puas saat darah kembali mengalir di lantai gereja itu. Eunyuk masih pingsan.

Dan Siwon yang diujung maut.

Kibum mencengkeram kerah Siwon membawanya dalam sebuah lemparan lagi, tertawa cekikan karena puas melihat keturunan pria yang dulu menyakitinya semasa hidup itu terluka tidak bisa berbuat apa-apa.

Pisau tajam itu melayang tajam, beberapa centi di dada Siwon.

Hingga…

'TUSH'

Pisau itu mencap sempurna di dada Kibum, bukan Siwon.

Kibum yang sebelumnya telah bisa mengendalikan tubuhnya langsung saja mengarahkan pisau itu ke dadanya sendiri agar suaminya tidak terluka. Ia lebih mengirbankan dirinya sendiri dari pada kambali jatuh korban.

Dengan nafs yang masih tersisa dan kesadaran yang jug amasih tersisa sebelum sosok itu kembali mengambil alih tubuhnya.

Kibum menyuruhh Eunhyuk untuk melakukan penyegelan sosok iblis itu selagi dia menghalau agar iblis itu tidak kembali menguasai dirinya.

.

(flashback End)

.

.

_Supernatural_

.

Seol, Gangnam…Joyer Apartement,

"Kyuhyun-ssi, anda masih menyimpan benda yang saya berikan sebelumnya?" tanya Eunhyuk

Saat ini Kyuhyun tengah berasalasan untuk mengantarkan pasangan suami istri Lee ke bawah. Hanya alasan, sebenarnya. Aslinya Kyuhyun ikut mengantar mereka sampai ke parkiran untuk membicarakan tentah apa yang dilihat Eunhyuk saat makan malam tadi.

"nde, masih" jawab Kyuhyun.

"pastikan jika menggantung itu di depan pintu. Dan lagi, garam tebarkan garam di sekeliling jendela dan pintu masuk pokoknya di setiap sudut pintu masuk dan celah sekecil apapun. Ada alasan lain yang belum bisa aku jelaskan tentang keadaan istrimu di sini. " jelas Eunyhyuk.

Kyuhyun yang tidak mengerti hanya manggut-manggut saja.

Setelah selesai dengan itu mereka membungkuk pamit pamit, namun da satu hal yang membuat Eunhyuk kembali berbalik kepada Kyuhyun.

"Kyuhyun-ssi aku tahu ini terlalu cepat untuk memberitahumu. Tapi saat ini istrimu tengah mengandung, usianya masih snagat muda jadi belum ketahuan. Tapi yang jelas, jaga baik-baik. Karena mereka saat ini tengah mengincar istrimu. Kau masih ingat jika Sungmin-ssi terlahir dalam naungan zodiac khusus kan, jadi aku mohon padamu untuk menjaga dengan baik."

Demi apa, Kyuhyun shock bukan main. Ada rasa bahagia,hingga rasanya ia ingin terbang ke awan namun juga, sedkit takut dan cemas akan hal yang akan dialami Sungmin.

"aku mengerti, ah terimakasih" ucap Kyuhyun kehabisan kata-kata.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun melangkah dengan senang dan riang, entah kenapa ia merasa langkahnya sangat ringan saat mendengar kabar jika mereka akan punya bayi sebentar lagi.

Masa bodoh dengan perkara mistis yang terjadi belakangan ini. Yang terpikir di fikiran Kyuhyun hanya Sungmin dan kehamilannya saja.

Terbayang sudah angan-angan Kyuhyun saat itu terjadi.

Ah, lengkaplah sudah kebahagian mereka menjadi keluarga.

Tidak tahukah ia jika sekarang bahaya tengah mengancam keselamatan Sungmin.

Senyumnya semakin mengembang saat melihat Sungmin masih sibuk mencuci piring bekas makan malam mereka.

Kyuhyun memeluk pinggang ramping istrinya itu dari belakang. Mengendus aroma khas Sungmin yang menguar dari tubuhnya. Menyesapi dalam-dalam, rasa manis dan indah milik Sungmin, wanita yang sangat ia dicintainya itu.

"mereka sudah pulang?" tanya Sungmin yang tidak merasa terganggu sedikitpun dengan ulah Kyuhyun.

"nde" jawabnya singkat.

"tumben sekali kau mengundang teman untuk makan malam" Sungmin menaruh piring terakhir di rak, melepaskan sarung tangan karet pinknya ke cantolan. Membasuh tangannya dengan sabun dan mengelapnya.

Kemudian berbalik menghadap Kyuhyun. Menaruh lengannya di pundak Kyuhyun, ia sedikit berjinjit kerenanya.

Menempelkan kedua kening mereka dan saling melemar senyum.

"kau belum jawab pertanyaan ku" ulang Sungmin , mencegah bibir mereka menyatu.

"yang mana?" balik tanya Kyuhyun,

"ish" Sungmin mengerucutkan bibir dan terlihat sangat imut dan lucu di mata Kyuhyun, puppy eyes yang sempurna untu aegyo attack seorang Cho Sungmin.

Menghentakkan kakinya ke lantai, merajuk layaknya bocah Tk, " yang kau tumben mengundang temanmu makan malam kerumah" ulang Sungmin akhirnya.

"eoh" jawab kyuhyun menyingkirkan telapak tangan Sungmin didepan bibir mereka,kemudian meraup bibir pinkis Sungmin, mengecapnya dengan lembut hingga hanya desahan dan lenguhan yang terdengar.

Kyuhyun terlalu tertutupi rasa bahagia saat ini, sehingga ia lupa untuk menggantungkan benda yang diberikan Eunhyuk di depan pintu.

.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu di mobil yang sedang berjalan…

"Hyukie-a, haruskan kau beritahukan ini pada Siwon hyung?"

"mollayo, aku masih belum tahu. Tentang apa yang terjadi pada Sungmin-ssi. Tapi dia dan kibum eonni memiliki hal yang sama."

"geunde, bukankah katamu jika Kibum sendiri sudah meyegel makhluk itu dulu, hingga mengorbankan jiwanya?"

"nde, tapi bisa aku pastikan jika bukan sosok itu yang mengincar Sungmin-ssi tapi sosok yang lain. Entahlah penglihatanku kabur yeobo"

Ponsel Donghae bergetar, mengintrupsi percakapan mereka.

"uri Jongdae" ucap Donghae saat melihat siapa yang menelpon.

Eunhyuk mengambil alih ponsel pinta itu, lalu menggeser tombol hijau disana, langsung saja teriakan nyaring langsung terdengar dari putra mereka.

"omma!"

.

.

.

.

"nde jangan tidur terlalu malam, omma dan appa akan segera pulang. Saranghaeyo!" putusnya mengakhiri panggilan.

"eoh, yeobo bukankah sekarang kau tengah menangani kasus orang hilang? Tanya Eunhyuk tiba-tiba.

Mobil berhenti saat lampu merah,

"nde, penculikan, dan bunuh diri itu hal biasa dan semuanya rata-rata wanita." Jawab Donghae santai kembali melajukan mobilnya.

"ah, mungkinkah jika kasus ini berhubungan dengan zodiac khusus yang dimiliki Sungmin-ssi?" pekik mereka bersamaan.

.

_Supernatural_

.

"masih marah?" tanya Kyuhyun jahil terus mengusap rambut lembab Sungmin akibat kegiatan mereka barusan.

Sungmin masih membesut dan diam saja namun menyandarkan kepalanya ke dada hangat sanga suami.

Kyuhyun hanya terkekeh saja melihatnya, atau mungkinkah ini adalah efek karena Sungmin sedang mengandung. Benaknya bahagia.

"Kau kenapa sih Kyu, tertawa sendiri begitu?" sebal, Sungmin menjabak rambut Kyuhyun guna menyadarkan suaminya itu.

"ania, gwanchana yeobo" jawabnya dan mengeratkan pelukannya.

Sungmin bingung dengan sikap Kyuhyun, mau merajuk lagi tapi rasa lelah datang menghampiri matanya. Ia tertidur menyusul Kyuhyun yang sudah lebih dulu mendengkur beberapa menit yang lalu.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

.

.

.

.

.

Oke yang berminat seilahkan REVIEW^^ dan terimaskih sudah membaca^^.

.

.

.

.

.

.

.

.

sign

Hyejinpark

.