.

.

.

Kyuhyun menyambut kedatangan pasangan suami istri Lee itu dengan hangat, mempersilahkan mereka masuk terlebih dahulu, memanggil Sungmin yang masih sibuk menata diruang makan.

Eunhyuk, gadis bersurai almond itu tertegun saat melihat siluet Sungmin yang keluar menyahut panggilan suaminya. Sekali lagi ia merasakan sesak nafas yang tercekat, auranya mendadak kuning karena dilingkupi oleh perasaan takut dan hawa mencekam.

Pertanda bahaya…

Tangannya gemetar saat menjabat tangan Sungmin. Memorinya kembali berputar akan peristiwa tiga belas tahun lalu, saat sahabata sekaligus kakak sepupunya itu harus pergi dengan tragis. Memori yang akan terus ia simpan di hati kecilnya, bersama luka pedih yang takkan pernah kering.

"Kibummie-aaa" jantung Eunhyuk berdegup kencang, darahnya seakan mendidih, saat melihat tentang apa yang di lihatnya, terlebih lagi…

Cho Sungmin, istri dari Cho Kyuhyun itu, ia memiliki hal yang sama seperti apa yang dimiliki oleh Kibum dulu.

.

.

"Kyuhyun-ssi, anda masih menyimpan benda yang saya berikan sebelumnya?" tanya Eunhyuk

"nde, masih" jawab Kyuhyun.

"pastikan jika menggantung itu di depan pintu. Dan lagi, garam tebarkan garam di sekeliling jendela dan pintu masuk pokoknya di setiap sudut pintu masuk dan celah sekecil apapun. Ada alasan lain yang belum bisa aku jelaskan tentang keadaan istrimu di sini. " jelas Eunyhyuk.

"Kyuhyun-ssi aku tahu ini terlalu cepat untuk memberitahumu. Tapi saat ini istrimu tengah mengandung, usianya masih sangat muda jadi belum ketahuan. Tapi yang jelas, jaga baik-baik. Karena mereka saat ini tengah mengincar istrimu. Kau masih ingat jika Sungmin-ssi terlahir dalam naungan zodiac khusus kan, jadi aku mohon padamu untuk menjaga dengan baik."

"aku mengerti, ah terimakasih" ucap Kyuhyun kehabisan kata-kata.

Kyuhyun terlalu tertutupi rasa bahagia saat ini, sehingga ia lupa untuk menggantungkan benda yang diberikan Eunhyuk di depan pintu.

.

.

" Nde, tapi bisa aku pastikan jika bukan sosok itu yang mengincar Sungmin-ssi tapi sosok yang lain. Entahlah penglihatanku kabur yeobo"

"eoh, yeobo bukankah sekarang kau tengah menangani kasus orang hilang? Tanya Eunhyuk tiba-tiba.

"nde, penculikan, dan bunuh diri itu hal biasa dan semuanya rata-rata wanita." Jawab Donghae santai kembali melajukan mobilnya.

"ah, mungkinkah jika kasus ini berhubungan dengan zodiac khusus yang dimiliki Sungmin-ssi?" pekik mereka bersamaan.

.

.

.

.

Supernatural

.

Written by hyejinpark2014

.

Disclaimer: The story is belong to mind, their families and God.

.

Warning: GS|OOC|Typo|Married life|Supernatural|KYUMIN|Bad diction|Don't like don't read|Plagiat is not allowed|

.

Cast: Kyuhyun Cho, Sungmin lee, Lee Hyukjae, Lee Donghae

.

Happy reading

.

.

.

.

"Korban bernama Kim Jiyoung dua puluh tiga tahun tercatat sebagai seorang mahasiswi universitas Parang. Korban dilaporkan hilang sekitar lima hari yang lalu dan ditemukan tewas menggantung dirinya."

Jelas seorang pemuda berkulit putih pucat kepada Lee Donghae yang baru datang di tempat kejadian.

"tidak ada darah?" tanya Donghae seraya memakai kacamata hitamnya.

"Tidak, bagaimana mungkin ada darah jika ini adalah kasus bunuh diri" jawabnya lugas.

Donghae tersenyum kecil, "bagaimana kau tahu jika kau belum menanyakannya pada korban" tambahnya dan membuat kening detektif pemula itu mengerinyit bingung.

"jaksa Lee!" pekik salah serang pria bertubuh tambun dari arah semak-semak. Ia menemukan jejak sebuah ban dan serbuk putih di areal tanah yang becek.

Melihat mayat yang diturunkan dari pohon. Donghae sedikit berdecak, "lakukan otopsi segera , ada kemungkinan jika ini adalah kasus pembunuhan.

"Nde" ucap mereka serempak.

.

.

.

.

"korban mengalami kekerasan fisik terbukti dengan memar di lengannya. Kakinya lecet dan tergores sesuatu kemungkinan ia tersandung akar pohon dan tidak memakai alas kaki. Ada sedikit luka lecet di sudut bagian dalam bibirnya. Dan lagi, kami menemukan obat bius dalam darahnya. Ada kemungkinan jika ia dibius dulu sebelum digantung ke pohon. Tapi ada hal yang lebih aneh, aku menemukan ada serbuk kayu juniper di kukunya"

Jelas seorang dokter forensik yang mengotopsi mayat itu.

"bubuk juniper? Bukankah itu adalah bahan yang sering digunakan untuk membuat dupa oleh paranormal" Donghae berdecak lirih. Menemukan kejanggalan disana.

Sang dokter terpekik kaget, "bagaimana kau tahu?" tanyanya bingung,

"ani, aku harus memastikan sesuatu. Ah, Dokter Shim bisakah aku mendapat copiannya dan data pribadi korban?"

"tentu saja"

.

.

_Supernatural_

.

.

Sungmin mengerjap merasakan linu di sekujur tubuhnya. Kepalanya juga terasa berat dan perutnya terasa mual. Entahlah seingatnya kemarin ia tidak melakukan aktifitas yang berat ataupun makan yang aneh-aneh.

Ia mengerjap, menatap langit-langit kamarnya yang dicat biru langit. Menempelkan telapak tangannya ke dahi mulusnya.

"tidak panas" monolognya memijat kening.

"uh…" Sungmin meremas perutnya yang terasa tidak nyaman.

Meraba samping tempat tidurnya dan tidak menemukan Kyuhyun disana. Iapun ingin mengedarkan pandangannya ke sekeliling sampai ia melihat jam bulat yang menggantung di dinding. Jarum pendeknya berhenti di angka Sembilan lewat.

Pantas saja, itu sudah siang dan pasti Kyuhyun sudah berangkat ke kantor.

"uh.." Sungmin mendesah menggeliat tidak nyaman saat akan mengambil poselnya di nakas.

Ada sebuah memo dan pesan singkat dari Kyuhyun. Yang menyuruh Sungmin agar menelponnya setelah ia bangun.

Sungmin pun mengerucutkan bibirnya, mendial angka satu untuk panggilan cepat suaminya- Kyuhyun…

"Min-a kau sudah bangun?" sapa Kyuhyun begitu saat panggilan tersebut terhubung.

Sungmin hanya berdehem dengan suara parau…

"semalam kau tiba-tiba saja demam, aku sudah menelpon omma untuk kesana. Ah! dan juga nanti buburnya dimakan ya aku sudah buatkan nanti biar omma saja yang menghangatkannya lagi."

"Min,Min, yeobo?" merasa jika ucapannya tidak mendapat balasan,

"nde araseo" jawabnya serak,

"Min, gwancanha?" pekik Kyuhyun panik ketika mendengar suara Sungmin yang serak dan terdengar lemah.

"ani, Gwancanha. Kau bilang jika ommonim akan datang kan. Nan gwancanhayo. Kau tidak perlu cemas, Kyuhyun-a saranghae" putus Sungmin sepihak dan menimbukan burat-burat kemerahan di wajahnya.

Entah kenapa Sungmin jadi malu sendiri saat mengatakan cinta pada suaminya sendiri…

Wanita bermanik rubah itu hanya menggigit bibirnya sendiri dan memijit keningnya yang memang masih terasa pening.

Ia melamun…

Hingga pintu kamarnya diketuk dan menampilkan sosok Cho Heechul ,ibu mertuanya yang membawakan nampan berisi bubur nasi dan air putih.

Sungmin tentu saja kaget ketika melihat Heechul tiba-tiba saja sudah datang, Sungminpun beringsut bangkit namun ditahan oleh Heechul dan malah menyuruhnya bersandar lagi di kasur dengan beberapa bantal yang mengganjal punggunya.

"ommonim kapan datang?" tanya Sungmin sopan

"sejak tadi, aku memencet bel tidak ada yang menyahut. Kyuhyun bilang jika semalam kau demam takut terjadi apa-apa jadi omma langsung saja masuk. Cha, omma sudah hangatkan buburnya, makanlah dengan baik"

Perintah Heechul lalu mengelus kepala menantunya itu. Mereka pun saling melempar senyum setelah Sungmin mengucapkan terimakasih. Memakan bubur buatan suaminya itu dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"tidak enak? Atau omma buatkan saja yang baru otthe?" tanya Heechul sambil menenguk salivaya sendiri…

"tidak udah ommanim, gwancanha ini masih bisa dimakan kok" sontaknya kepada Heechul dengan cengiran, buakannya apa-apa. Jika ibu mertuanya yang memasak rasanya akan bertambah parah dari yang suaminya itu buatkan.

"jeongmal?" tanya Heechul memastikan dengan percaya dirinya.

Sungmin melahap satu sendok bubur itu sambil tersenyum dan mengangguk, "jeongmallo" ucapnya dengan mulut penuh, berharap jika mangkuknya cepat kosong.

Heechul pun mengelus sayang menantunya itu. menatapnya intens lalu tersenyum penuh arti.

Ia jadi ingat saat pertama kali Kyuhyun memperkenalkan Sungmin kepadanya. Entah kenapa Heechul langsung merasa akrab dan sayang kepada Sungmin.

Sungmin itu polos dan baik. Heechul jadi ingat saat mereka akan naik ke pelaminan. Sungmin terlihat begitu cantik dengan gaun pengantinnya. Berjalan di depan altar saat akan mengucapkan janji suci pernikahan.

Sudah berapa lama itu, yang pasti itu adalah saat yang mengharukan sekaligus membahagiakan baginya.

Namun, kebahagiannya serta anak menantunya itu belum lengkap tanpa kehadiran seorang bayi…

Heechul sepertinya sangat merindukan seorang cucu dari mereka. Terlebih ketika pagi tadi Kyuhyun tiba-tiba menelponnya dan mengabarkan jika mereka akan punya bayi sebentar lagi. Namun puteranya itu menyuruh Heechul agar tutup mulut, maksudnya sih biar menjadi kejutan untuk Sungmin.

"ommanim?" panggil Sungmin melihat Heechul yang melamun.

"oh, oh, kau butuh sesuatu Min-a?" ucapnya kaget.

Sungmin menggeleng dengan raut bingung sebabnya sejak tadi ibu mertuanya itu tampak tersenyum sendiri…

"Sungmin-a bagaimana kalu kita belanja!" pekik Heechul histeris dan langsung menarik Sungmin ke ruang pakaian.

.

.

.

_Supernatural_

.

.

.

Sementara itu ditempat lain, Eunhyuk terlihat begitu serius mengamati kata-perkata laporan data diri dan hasil otopsi kasus korban.

Wanita bersurai almond itu, mendadak terkejut ketika melihat tanggal lahir korban. Ia kemudian mengambil secarik kertas dan mulai menghitung sesuatu.

Jari-jari tangannya bergerak konstan, ia menatap suaminya yang sejak tadi duduk memperhatikannya itu dengan tatapan serius.

"Hae-a gadis ini lahir dalam naungan zodiak khusus."

"Mwo?" kagetnya.

Tiba-tiba saja ponselnya berdering, itu panggilan dari Shindong, seorang detektif bertubuh gempal seniornya semasa SMA dulu.

"Donghae-a bukan hanya Kim Jiyoung saja tapi ada tiga korban lain yang juga mengalami hal serupa. Kami juga menemukan kesamaan di tubuh korban. Dan parahnya lagi mereka satu universitas. Kim Seohyun, Go Ahra, dan Lee Yong ae mereka berda dalam jurusan yang sama." Ucapnya serius.

"Hyung, bisa kau beritahu aku tanggal lahir mereka?" tanya Donghae spontan, atas permintaan Eunhyuk.

"ne, buat apa? Arasseo tunggu sebentar" ucapnya kikuk. Karena barusan di bentak Donghae untuk segera cepat.

.

.

.

.

"Hae-a, tepat seperti apa yang kufikirkan" ucap Eunhyuk ketika ia telah selesai dalam pekerjaannya.

Donghae yang sebenarnya masih bingung tentu saja langsung meminta penjelasan dari Eunhyuk. Dan dengan gambling, wanita yang sudah bersamanya sepuluh tahun lebih itu bercerita.

"keempat gadis ini lahir dalam naungan surga, zodiak khusus. Siklus elemen Wu xing. Dalam ilmu peramalan kuno China, ini seperti siklus perbintangan, setiap rentang waktu enam puluh tahun yang merupakan salah satu dari tiga bagian dari "great solar cycle" selama seratus delapan puluh tahun. Hal ini senilai dengan jumlah tahun yang dibutuhkan untuk memberikan elemen kepada setiap kedua belas bintang. Elemen ini memberikan lapisan tambahan dari setiap bintang yang ada. Air, Api, logam, kayu dan tanah. Siklus itu dikenal dengan Wu Xing, yaitu konsep penting dalam ilmu pengobatan, ritual, fengshui dan lainnya."

Jelas Eunhyuk panjang lebar. Sedangkan Donghae tidak berkedip sama sekali sejak Eunhyuk mulai menjelaskan. Sungguh ia tidak mengerti sama sekali.

Eunhyuk pun menghela nafas lelahnya lalu menjitak kepala suaminya itu dengan sayang.

Melihat cengiran bodoh Donghae, ia hanya bisa menghela nafasnya sekali lagi… mengalah sepertinya…

"baiklah akan kupersingkat. Singkatnya adalah, gadis –gadis itu dibunuh untuk sebua ritual persembahan. Jika aku lihat dari hasil otopsinya, di kuku jari mereka ditemukan sebuk kayu juniper bukan. Itu adalh serbuk yang sering digunakan dukun untuk sebuah ritual" jelasnya lagi.

"ah! Benar juga, persis seperti yang serig kau gunakan kan Hyukie-a" tampang childish dan aegyo Donghae menjadi satu, membuat kepalanya sekali lagi tidak terlindungi.

"HEI! Kau menyamakan istrimu dengan dukun!" pekiknya marah tidak terima.

"Aniyo jangan marah Hyukie-a… " Donghae langsung beringsut mendekat ke arah istrinya itu untuk menenangkannya.

"lepas Hae-a!"

"Hyukie-a…."

.

.

.

.

.

.

"yeoboseyo, dia seorang wanita lagi? Nde, tanggal satu Januari Sembilan belas delapan enam, arasseo aku sudah terima fotonya. Nde jangan khawatirkan masalah itu kami akan mengerjakannya dengan baik"

.

.

.

.

.

Heechul terlihat antusias menggandeng tangan Sungmin saat di dalam lift. Wanita yang masih terlihat awet muda di usianya yang sekarang itu tampak berbinar saat membayangkan tentang apa yang akan diborongnya nanti.

Namun dari kejauhan tanpa mereka sadari jika ada beberapa orang yang mengikuti mereka sejak tadi.

Heechul masih antusias berlari kesana kemari sambil memilih-milih pakaian atau aksesoris lainnya. Sungmin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah ajaib ibu mertuanya ini. Sudah hampir dua jam mereka berkeliling dan Heechul tidak mengeluh lelah sama sekali.

Lain dengan Sungmin yang sudah sangat berkeringat dan pegal-pegal di kakinya.

"omma, bukankah kita tidak bawa mobil bagaimana kita membawa semua barang belanjaan ini?" pertanyaan Sungmin barusan sontak membuat Heechul tersadar atas kehilafannya berbelanja. Lalu dengan smirik yang wariskan kepada puteranya- Kyuhyun, ia menatap Sungmin dengan arti yang tidak terbaca.

Heechul pun mengerluarkan ponselnya dan menyuruh Kyuhyun untuk menjemput mereka.

"Aish, OMMA!" terdengar pekikan frustasi dari Kyuhyun saat meetingnya di ganggu panggilan telepon dari sang ibu.

.

.

.

.

.

.

Heechul terlihat kepayahan membawa tas dan barang belanjaannya meskipun sudah beberapa yang juga di bawakan oleh Sungmin.

"ah, bocah itu awas saja beraninya dia menyuruh kita menunggu di depan jalan begini."

Gerutu Heechul saat mengingat ucapan Kyuhyun tadi yang menyuruh mereka untuk menunggunya di pinggir jalan. Karena Kyuhyun hanya tidak punya banyak waktu untuk itu, meetingnya dengan klien terpaksa harus ditunda dulu selama lima belas menit.

"ommanim bagaimana kalu kita naik bus saja otthe?" tawar Sungmin kemudian.

"aigoo, tidak bisa sayang, biar saja si Gaemgyu itu yang menjemput kita disini. Bagaimana mungkin ia tega melihat istri dan ibunya naik kendaraan umum!" ketusnya sambil mengipas-ngipas dirinya.

"ommanim"

Sungmin hanya tersenyum dan mengangguk maklum mendengar ocehan mertuanya itu.

Namun, tiak mereka sadari jika saat ini ada sebuah mobil van yang sejak tadi mengikuti mereka.

"oh, itu mobil Kyuhyun!" pekik Heechul senang ketika melihat plat mobil puteranya itu dari kejauhan terlihat sedang memutar arah untuk menjeput mereka.

Dan tepat pada saat yang bersamaan, ada sebuah mobil van putih menepi di depan mereka dan langsung saja dua orang pria menarik tangan Sungmin dan membawanya masuk. Sungmin berontak namun apa dayanya, ia langsung dibius dan tidak sadarkan diri seketika.

"SUNGMIN!" pekik Heechul meminta tolong bercampur kaget.

Heechul panik dan memekik minta tolong, ia bahkan sudah meneteskan air matanya sekarang. Kyuhyun datang dengan raut bingung bercampur panik juga.

"Kyuhyun-a ottokhae, otthokae, Sungmin, uri Sungmin tiba-tiba saja ada sebuah van di depan kami dan menculiknya!"

Pecah sudah raungan Heechul dan delikan kaget Kyuhyun.

.

.

.

_Supernatural_

.

.

.

"HEI KAU MASIH MENYURUHKU UNTUK TENANG SEKARANG!" Kyuhyun mencengkram kerah baju seorang polisi yang bertugas disana. Meminta agar Kyuhyun tenang kerena penculikan yang dialami oleh istrinya.

Terlihat beberapa polisi juga menenangkan Kyuhyun disana. Sedangkan Heechul sudah ia suruh pulang dari tadi dan dijemput oleh ayahnya karena wanita itu terlihat sangat shock. Takut terjadi apa-apa juga.

Polisi juga sudah menanyakan hal-hal yang terkait dengan mereka, kalau-kalau kasus penculikan istrinya itu berhubungan dengan perihal pekerjaan atau dendam serta hal pribadi lainnya.

Namun tidak ada satupun hal yang mencurigakan disana dan malah membuat Kyuhyun semakin geram marah.

Ia berteriak –teriak marah dan menyumpahi para polisi karena ia menganggap mereka lelet dalam bertugas. Lalu dengan masih penuh amarah Kyuhyun langsung melajukan mobilnya memecah jalanan Seol demi mencari Sungminnya.

"aish, dimana kau Min"

Ucapnya frustasi membanting stir mobil.

Tiba-tiba saja Kyuhyun pun teringat akan Eunhyuk, langsung saja pria penyuka game starcraft itu memutar arah mobilnya ke kediaman Eunhyuk.

.

.

.

.

.

.

.

Disalah satu flat apartement di pinggiran kota,

Sungmin yang masih belum sadarkan diri di baringkan di sebuah lantai kayu disebuah ruangan yang dipenuhi oleh asap dupa dari kayu juniper.

Seorang dukun wanita tua terlihat membacakan mantra , entah apa, entah untuk siapa dan entah kepada siapa.

Dua orang pria terlihat berjaga di sampingnya, takut kalau Sungminn tiba-tiba bangun.

"hooi! Naungan surga gadis ini adalah bulan dalam naungan surga!" pekik dukun wanita itu.

Dan langsung saja, dukun itu menyuruh kedua pria tadi untuk keluar sementara ia akan menyiapkan Sungmin untuk ritual.

Ia pun membacakan sebuah mantra lagi lalu mengasapi tubuh Sungmin dengan asap dupa wangi, menggantikannya dengan hanbok merah bersulam benang emas dan kemudian menempelkan beberapa kertas mantra ke tubuh Sungmin.

Setelah semuanya selesai, dukun wanita tua itupun memanggil kedua pria tadi untuk memasukkan Sungmin ke dalam peti mati yang juga dibuat dari kayu pohon juniper.

Untuk kemudian menguburkannya ke tempat yang sudah ditentukan.

Tapi tidak tahukah Sungmin jika bukan hanya dirinya sendiri saja yang masuk ke dalam peti itu terdapat tubuh lain, seorang pemuda yang sudah mati dengan mata terbuka menatap lurus. Yang terbaring kaku di dalam sana. Untuk kemudian ikut dikuburkan bersama Sungmin.

.

.

.

.

.

.

.

Kyuhyun masih terjaga biarpun hari sudah pagi, pukul enam lewat sekarang. Dan ia semakin cemas karena Sungmin belum juga di temukan.

Polisi juga sudah dikerahkan untuk mencarinya.

Lee Donghae yang tadinya menangani kasus pembunuhan seorang gadis mendadak terseret kasus hilangnya Sungmin karena perkataan Eunhyuk yang menyatakan jika mereka saling berhubungan.

Malam tadi Kyuhyun datang ke rumah mereka disaat Donghae kembali menyelidiki kasusnya.

Singkatnya setelah Eunhyuk mencoba menerawang dan menarik kesimpulan jadilah mereka ia sekarang berada di dalam mobil Kyuhyun untuk membantu mencari Sungmin.

"Sungmin-ssi bukan hanya lahir dalam zodiak khusus tapi ia juga berada dalam naungan surga. Hal itulah yang membuat dirinya 'menarik' untuk para 'dewa'. Kau tahu Kyuhyun-ssi jika penglihatanku benar maka istrimu sedang dalam bahaya sekarang."

Eunhyuk baru sadar jika hal itu pula yang membuat Sungmin dan Kibum sama…

Kini mobil mereka berhenti di jalan tempat Sungmin diculik.

Eunhyuk berdiri di sepan jalan itu sambil memejamkan matanya. Ia menggenggam erat sebuah barang milik Sungmin, berkonsentrasi untuk bisa menangkat aura Sungmin.

Ia berjalan dengan mata tertutup, seakan tubuhnya masuk kedalam dimensi lain, wanita bersurai almond itu mendelik ketika merasakan angin dingin yang menusuk tubuhnya.

Ia lemas, namun masih bisa berdiri. Dikeluarkannya sebuah kompas dengan ukiran kuno dari saku.

"Api" matanya mengarah pada stasiun kota yang terletak barat jalan.

"Air" ia menengok ke belakang saat melihat sebuah plang jalan di bagian selatan.

"Tanah" pandangannya terhenti pada tepi jalan di bagian utara.

Dan juga,

"Angin dingin dari timur"

"ini, gerbang hantu"

.

.

.

.

.

_Supernatural_

.

.

.

.

"Sungmin-ssi diculik di hari tanpa tangan. Maksudnya disini adalah, hari dimana segala kejahatan serta kebaikan dihalau oleh sebuah kekuatan. Di hari itu segala macam urusan di anggap baik. Dan juga ia dilahirkan dalan naungan surga, besar kemungkin jika kita melihat para korban dan motif pelakunya dalah untuk sebuah ritual. Tapi aku tidak tahu apa itu. Yang jelas kita harus mencari Sungmin-ssi secepatnya sebelum terlambat. Masih ada sekitar tiga belas jam lagi sebelum gerbang hantu tertutup" jelas Eunhyuk.

Saat ini ia,Kyuhyun, Donghae dan dua orang lainnya sedang berada dalam ruangan di kantor polisi.

"tapi ada satu masalah kita tidak tahu dimana kita harus mulai mencari Sungmin-ssi" Oh Sehun, pemuda yang baru bergabung dalam kepolisian itu terlihat mengerutkan keningnya. Jujur saja ia sama sekali tidak mempercayai hal-hal seperti itu.

"aku dan lainnya akan melacak dua orang pelaku lainnya. Dan juga kami akan menyelidiki dalang sebenarnya" ucap Shindong yang langsung menarik Sehun menjauh.

Tinggal tersisa mereka bertiga yang memasang wajah tegang…

"Kyuhyun-ssi tenanglah istrimu pasti akan baik-baik saja" ucapan Eunhyuk barusan malah memancing lagi kekesalan dan amarah Kyuhyun. Ia membantak Eunhyuk dan langsung saja terjadi pertengkaran kecil dan baku pukul antara Donghae dan dirinya lantaran tidak terima istrinya diperlakukan kasar.

"hentikan kalian!" teriak Eunhyuk.

Menyuruh mereka untuk tetap tenang guna mencari keberadaan Sungmin.

Ini sudah lebih dari tujuh jam, dan mereka belum menemukan hasil apa-apa…

Eunhyuk terlihat lelah karena sejak semalam ia tidak tidur dan pulang kerumah mengikuti Donghae dan Kyuhyun untuk mencari Sungmin.

Hingga….

Mereka mendapat telepon dari Shindong yang berhasil menangkap kedua orang yang mencuik Sungmin. Dan bukan hanya Sungmin saja tetapi juga empat gadis lainnya yang telah dibunuh.

Sehun juga menemukan jika seorang dukun wanita telah ditemukan tewas bersimbah darah di flat apartementnya karena dibunuh.

Rombongan Kyuhyunpun beranjak ke kantor polisi lagi untuk melakukan interogasi.

.

.

.

.

.

.

Diruang Interogasi,

Kyuhyun duduk dengan rahang mengeras di sudut luar ruangan mendengarkan introgasi yang dilakukan oleh Donghae kepada salah satu pelaku pria disana.

Tangannya terkepal antara menahan marah, cemas, takut, dan bingung ,tidak sabar untuk mencari keberadaan Sungmin.

Terlalu banyak waktu yang terbuang hingga pria itu mau mengaku tentang semuanya. Tentu saja itu semua berkat ancaman Shindong yang berulang kali menggebrak meja, menakuti pria bertato itu.

"kau membunuh hanya demi dua ratus ribu won?"

"tentu saja kita butuh uang kan, dan itu bisnisku"

"HEI!michin aniya? " Shindong menjambak rambut pria itu.

Pria itu hanya tertawa sinis dan menikmati saja semua perlakuan yang didapatnya. Hingga ia tak kuat lagi dan mengaku…

"Kim Ryeowook dia yang menyewa kami"

.

.

.

.

.

.

.

Hari sudah mulai senja untuk mereka menuju kediaman Kim Ryeowook. Dan tentu saja mereka berpacu dengan waktu kerena mereka tidak tahu akan apa yang terjadi dengan Sungmin…

Ditempat lain, dengan latar sebuah kamar dengan peralatan penunjang hidup seseorang tampak menancap di tubuh seorang pria bermata sipit.

"jangan khawatir, semua akan baik-baik saja. Kau akan kembali sehat oppa"

Seorang wanita bertubuh mungil juga terlihat disana sedang mengusap kening dan wajah pria itu dengan handuk basah.

Terlihat juga jika wanita mungil itu sedang menangis. Menatap sebuah potret keluarga yang terpajang apik di nakas.

Keluarga kecil yang bahagia, saling melempar senyum.

Namun itu jauh sebelum putera dan suaminya mengalami kecelakaan saat perjalan memancing. Yang merenggut nyawa puteranya dan membuat suaminya koma hingga hari ini.

Dia Kim Ryeowook, wanita yang mau melakukan cara apapun agar ia tidak kehilangan suami dan puteranya.

Tiga bulan sudah ia terombang ambing dalam sebuah ketakutan akan kehilangan. Saat putaranya Kim Jongin dinyatakan tewas dalam kecelakaan itu.

Belum lagi, ia harus rela melihat tubuh suaminya Kim Yesung yang sudah tidak punya harapan hidup lagi karena mati otak.

Ryeowook juga memilih untuk mengawetkan jenazah putranya dan menaruhnya disamping tempat tidur suaminya. Hingga ketika ia datang kepada salah seorang dukun untuk membantunya mengembalikan suami dan puteranya.

Dukun wanita itu pun menyuruh Ryeowook untuk memberikan persembahan kepada dewa untuk membuat putera dan suaminya itu terlindungi.

Yaitu dengan mengorbankan lima orang gadis yang lahir dalam zodiak khusus atau naungan surga. Fungsi mereka adalah sebagai penjaga untuk kesembuhan mereka.

Tanpa fikir panjang , Ryeowook pun langsung setuju karena sudah tidak tahu lagi harus bagaimana, ia terlalu takut untuk ditinggal sendirian di dunia ini. Meskipun ia tahu jika caranya salah.

Iapun menyuruh dua pembunuh bayaran yang ditugasi menculik dan menjalankan ritual untuk kelancaran aksinya itu. Kini, semuanya telah lengkap. Hanya tinggal satu gadis lagi sampai puteranya dan suaminya terlindungi.

"yeobo, bersabarlah sebentar lagi" ucapnya lembut mengusap bibir pria itu dengan lap basah agar tidak kering.

.

.

'BRAK'

Pintu terbuka paksa dan mengejutkan Ryewook yang sedang ayik menangis disana.

.

.

.

_Supernatural_

.

.

.

Kyuhyun kembali menggeram menahan amarah untuk yang kesekian kalinya. Ia menjabak kuat rambutnya yang sangat kusut.

Ia hampir saja masuk keruang interogasi demi meminta keberadaan Sungmin sekarang.

Namun apa daya yang bisa mereka lakukan adalah menghela nafas jengkel. Pasalnya Ryeowook diam seribu bahasa.

Donghae pun memutar otak untuk menemukan cara agar Sungmin bisa ditemukan. Pasalnya waktu mereka juga tinggal sedikit.

"Sehun-ssi, dimana posisi korban saat mereka ditemukan?" celetuk Eunhyuk tiba-tiba membuyarkan lamunan Donghae.

"mereka sama-sama di temukan di sebuah gunung yang masih dalam satu wilayah. Ehm, Kim jiyoung di gunung bukkhan, dan Lee Yong Ae di makhan…"

"Hae-a!" pekik Eunhyuk sontak mengagetkan mereka.

Gadis itupun beralih ke peta yang tertempel di dinding. Lalu menepuk jidatnya sendiri, "aigoo!kenapa tidak terpikirkan olehku"

Ia pun kemudian menandai wilayah tempat ditemukannya korban dan benar saja, tempat-tempat itu membentuk sebuah salib. Yang ditengahnya terdapta sebuah wilayah bukit. Yang diyakini Eunhyuk tempat Sungmin berada.

"cepatlah kita tidak punya banyak waktu."

.

.

.

.

Sungmin mengerinyit merasakan sesak dalam bernafas, gelap saat ia membuka matanya.

Ia mendelik takut dan kaget ketika tahu jika ia sekarang berada didalam sebuah peti yang dikubur tanah. Dan yang lebih parahnya lagi, saat ia meraba sekeliling, ia meraba sebuah wajah seseorang entah siapa itu.

Sungmin menjerit ketakutan. Mengerahkan semua tenaganya untuk mendobrak atau membuka peti kayu itu namun nihil.

Udara mulai menipis dan ia mulai sesak. Ada rasa sakit di bagian perutnya saat ia mencoba untuk bergerak.

Hingga, terdengar bunyi krek saat peti kayu patah akibat dorongan yang dilakukan Sungmin. menyebabkan retak dan celah kecil disana yang malah membuat tanah di atasnya masuk kedalam.

"KYUHYUN! "

"Tolong selamatkan aku"

Sungmin berteriak sekuat tenaga berharap ada yang mendengar, tanah semakin banyak masuk ke dalam peti dan menimbun bagian kaki Sungmin terlebih dahulu…

Pasokan oksigen pun mulai menipis…

.

.

.

_Supernatural_

.

.

.

"cepat kita tidak punya banyak waktu. Pastikan tidak ada yang luput dari pencarian kalian. Telusuri semua area yang mencurigakan. Ingat ada nyawa orang yang harus kita selamatkan!"

Perintah tegas Shindong kepada para bawahannya.

Malam sudah tiba, dan hari mulai gelap. Kyuhyun sudah sangat panik dan takut sebab Sungmin masih belum ditemukan.

Waktunya hanya tersisa dua jam lagi sebelum Sungmin benar-benar tidak bisa diselamatkan.

Kyuhyun menangis…

Duduk beringsut diantara akar dan rerumputan pepohonan disana. Tidak tahu apalagi yang harus ia lakukan jika sampai kehilangan Sungmin.

"SUNGMIN!"

Pekiknya membuyarkan kerumunan gagak hitam yang bertengger di dahan-dahan pohon di hutan itu.

Sementara itu ketika yang lainnya juga masih sibuk mencari keberadaan Sungmin.

Wanita berparas manis itu juga kini tengah berjuang melawan kematian.

Nafasnya semakin tipis akibat pasoka udara yang sedikit. Tanah juga sudah masuk memenuhi peti hanya tingga menunggu waktu saja sampai dirinya benar-benar tertimbun disana.

Dalam hatinya ia memanggil-manggil nama suaminya, Kyuhyun…

.

.

.

.

.

"kami menemukannya!" teriak Eunhyuk pada yang lainnya.

Dan langsung saja, Kyuhyun orang pertama yang menuju tempat itu.

Dimana di bawah pohon oak tua dengan gundukan rata tanah yang ditenggarai tempat mereka mengubur Sungmin.

Kyuhyun turun tangan, mengais-ngais tanah, menggalinya tanpa memperdulika yang lainnya.

Beberapa polisi yang sudah membawa peralatan menggali pun kini terlihat turun tangan membantu Kyuhyun.

Cukup lama mereka menggali sempat pesimis karena hari semakin gelap.

Namun semangat Kyuhyun tidak menyulutkan mereka…

Mereka tetap menggali hingga,

"Sungmin!" pekik Kyuhyun saat sekop itu membentur sesuatu.

Peti itu dibuka paksa hingga tangan Kyuhyun terluka karenanya.

"Min" panggil Kyuhyun lemas saat melihat tubuh istrinya itu lemas sedikit bergetar dan langsung saja ia peluk.

Para polisi dan yang lainnya bersorak gembira kerena keberhasilan mereka.

Eunhyuk menyelimuti gemetar Sungmin yang basah karena keringat. Gadis itu masih shock, namun bisa bernafas lega karena Kyuhyun sudah bersamanya sekarang.

"gwancanha, kau sudah aman" Kyuhyun mencium kening basah gadis itu lalu mengelus dan menepuk-nepuk punggungnya.

Hanya itu yang terucap dari bibir Kyuhyun diselingi isakan ketakutan Sungmin sampai gadis penyuka labu manis itu menggeram tertahan karena merasakan sakit di perutnya yang semakin menjadi.

"kyu" cicitnya lemas, nafasnya memendek , penglihatannya pun mengabur…

Kyuhyun merasakan ada sesuatu yang hangat mengalir di celananya hingga ia melihat jika ada noda merah yang keluar dari kaki istrinya itu.

"ASTAGA MIN!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

.

Yang berminat silahkan REVIEW^^ dan terimakasih sudah membaca^^

Mian for typo

.

Sign

.hyejinpark.

.