.
.
.
"Kim Ryeowook-ssi cepat katakan pada kami dimana mereka menguburkan Lee Sungmin-ssi" tanya Donghae untuk yang sekian kalinya.
Namun hanya dibalas aksi diam membisu dari wanita yang berprofesi sebagai professor itu.
Kyuhyun yang sudah sangat jengah dan jengkel hanya bisa memukul meja dengan kepalan tangannya, berdiri tegang melihat mereka di balik jendela kaca ruang interogasi.
Sementara Shindong hanya bisa menjambak rambutnya kasar, sebab ia tidak bisa berlaku kasar pada perempuan kan untuk memaksanya mengaku.
"Kim Ryeowook-ssi jebal katakan pada kami, dimana kalian menguburkannya?" tanya Donghae lagi dengan sabar.
Tidak sabar dengan hal itu tiba-tiba saja Kyuhyun masuk mendobrak pintu.
Pria yang kini penampilannya sudah sangat lusuh dan lecek itu tiba-tiba saja bersimpuh di lutut Ryeowook. Tangannya terkepal meminta wanita itu untuk mengatakan di mana keberadaan istrinya sekarang.
"kumohon katakan dimana Sungmin sekarang" jeritnya pilu.
"Ryeowook-ssi, kau tahu jika sekarang istriku tengah hamil. Kumohon, itu anak pertama kami aku tidak mau kehilangan mereka. kumohon Ryeowook-ssi katakan dimana Sungmin sekarang. Jebal, jebal…"
Ucap Kyuhyun menatap mata tertunduk wanita mungil itu intens.
Namun lagi-lagi, ia hanya dibalas dengan kebisuan. Dan membuat orang-orang yang ada disana kembali menghela nafas frustasi.
"Sehun-ssi, dimana ke empat korban lainnya ditemukan?" celetuk Eunhyuk pada Sehun yang tengah menahan kantuk.
"oh, igeo…mereka sama-sama di temukan di sebuah gunung yang masih dalam satu wilayah. Kim Jiyoung di gunung bukkhan, dan Lee Yong Ae di makhan…"
"Hae-a!" pekik Eunhyuk sontak mengagetkan mereka. Pasalnya tiba-tiba Donghae kembali masuk keruang interogasi.
"Kim Ryeowook-ssi apa alasanmu melakukan ini semua. Kim Jiyoung mengapa kau menguburkannya di gunung Jukhan" celetuk Donghae tiba-tiba, mencoba mengecohnya.
Membuat Eunhyuk dan Sehun yang berada diseberang ruang interogasi saling melempar kebingungan.
"bukankah di gunung bukkhan?" ulang Sehun sendiri. Eunhyuk mengangguk juga, bingung….
"Nde? mereka bilang padaku jika di gunung bukkhan." Ryeowook terpekik pada akhirnya.
"mereka bilang jika para gadis itu akan membuat uri Jongin dan suamiku terselamatkan. Dukun wanita itu bilang jika aku mengorbankan mereka kepada dewa putera dan suamiku akan kembali baik" monolog Ryeowook dan membuat mereka yang disana saling melempar tatapan tak terbaca.
"Kenapa? KENAPA KAU MELAKUKANNYA!" geram Kyuhyun tidak sadar mencengkram kerah kemeja Ryeowook.
Membuat wanita mungil itu meneteskan tangis…
"tiba bulan yang lalu, suami dan puteraku pergi memancing dan mengalami kecelakaan lalu lintas. Dokter bilang jika mereka tidak ada harapan lagi. Hiks…beragam cara pengobatan dan pindah rumah sakit tapi hasilnya tetap sama. Hingga aku menemui dukun wanita itu, ia bilang jika masih ada cara agar mereka kembali…"
"para gadis itu akan membuat suami dan puteraku kembali baik. Mereka akan melindungi tubuh uri jongin dan membuat suamiku kembali… hiks,hiks, tapi mengapa kau bilang jika mereka menaruhnya di tempat yang salah?"
Jeda sejenak.
"Bukan, bukan begitu caranya menolong orang! Kau tidak sadar secara tidak langsung membuat dirimu menjadi jahat" Kyuhyun melepas cengkramannya di kerah Ryeowook, ia menggigit bibirnya sendiri menahan amarahnya.
"hiks, mianhe..mianhe.. aku hanya ingin putera dan suami ku kembali" sesal Ryeowook menangis…
"Hah, padahal dia adalah seorang professor tapi kenapa mempercayai hal-hal seperti itu?" celetuk tanya Shindong pada dirinya sendiri yang secara tidak langsung membuat Sehun berbisik padanya, "sunbaenim,bukankah istri jaksa Lee juga seorang dukun, bukan maksudku orang pintar" bisik Sehun dan membuatnya berdehem lalu diam.
Sementara itu, Eunhyuk yang mendengar itu semua diruang sebelah beralih ke peta yang tergantung di dinding,menepuk jidatnya sendiri…
Ia menandai tempat ditemukannya korban, muali dari korban Kim Jiyoung di gunung bukkhan, lalu Lee Yong ae di gunung makkhan… dan selanjutnya hingga tempat yang di tandai dipeta itu membentuk sebuah pola, sebuah salib dan ditengah-tengah itu…
Tempat yang diyakininya dimana Sungmin dikuburkan hidup-hidup.
"kami menemukan tempatnya" jerit Eunhyuk mebuyarkan mereka semua.
"cepatlah kita tidak punya banyak waktu."
.
.
Sungmin mengerinyit merasakan sesak dalam bernafas, gelap saat ia membuka matanya.
Ia mendelik takut dan kaget ketika tahu jika ia sekarang berada didalam sebuah peti yang dikubur tanah. Dan yang lebih parahnya lagi, saat ia meraba sekeliling, ia meraba sebuah wajah seseorang entah siapa itu.
Sungmin menjerit ketakutan. Mengerahkan semua tenaganya untuk mendobrak atau membuka peti kayu itu namun nihil.
Udara mulai menipis dan ia mulai sesak. Ada rasa sakit di bagian perutnya saat ia mencoba untuk bergerak.
Hingga, terdengar bunyi krek saat peti kayu patah akibat dorongan yang dilakukan Sungmin. menyebabkan retak dan celah kecil disana yang malah membuat tanah di atasnya masuk kedalam.
"KYUHYUN! "
"Tolong selamatkan aku"
Sungmin berteriak sekuat tenaga berharap ada yang mendengar, tanah semakin banyak masuk ke dalam peti dan menimbun bagian kaki Sungmin terlebih dahulu…
Pasokan oksigen pun mulai menipis.
.
.
.
Supernatural
.
Written by hyejinpark2014
.
Disclaimer: The story is belong to mind, their families and God.
.
Warning: GS|OOC|Typo|Married life|Supernatural|KYUMIN|Bad diction|Don't like don't read|Plagiat is not allowed|
.
Cast: Kyuhyun Cho, Sungmin lee, Lee Hyukjae, Lee Donghae
.
Happy reading
.
.
.
Kyuhyun menatap wajah pulas istrinya dengan tatapan lembut. Pria itu masih disana, tidak barang sedikitpun beranjak dari sampingnya. Tangan mereka saling bertaut. Kyuhyun takut jika Sungmin hilang dari pandangannya.
"kondisi nyonya Cho stabil sekarang. Meskipun sempat mengalami pendarahan tapi rupanya ia sangat kuat untuk tetap bersama dengan ibunya. Hanya tinggal menungu waktu saja sampai sadar. Nyonya juga perlu bed rest dan pastikan fikirannya tetap tenang"
Kyuhyun bersyukur jika sekarang Sungminnya baik-baik saja sekarang. Ia mengusap kening Sungmin yang terlihat agak memar, sempat terbentur sesuatu barangkali. Mengecupnya dan menggumamkan kata-kata cinta padanya.
Usapan tangannya pun beralih ke perut Sungmin yang masih datar. Kyuhyun tersenyum bahagia…
Ia jadi ingat alasan di balik penculikan Sungmin. Ia juga sudah tidak marah lagi, mungkin jika ia berada dalam posisi yang sama Kyuhyun mungkin akan melakukan hal yang sama dan kehilangan arah. Katakanlah ia gila namun jika sudah sangat mencintai mau bagaimana lagi.
"eugh"
"Min, kau bangun sayang?"
Mata foxy yang terpejam itu perlahan mengerjap, membiasakan diri dengan bias cahaya yang masuk ke retina matanya.
Sungmin membuka matanya sempurna disaat kyuhyun tepat berada di depannya.
'bruk'
Langsung saja ia menyambar suaminya itu dengan pelukan. Kyuhyun hampir saja terjungkal karena pelukan tiba-tiba Sungmin.
Sungmin terisak dan menjerit takut, memanggil-manggil nama suaminya dan melingkarkan tangannya ke leher sang suami dengan sangat erat.
Kyuhyun yang sempat panik untung saja langsung memencet tombol, memanggil dokter dan kemudian menenangkan Sungmin.
"Kyuhyun…" isak Sungmin sesunggkan dan masih dibayangi rasa takut.
Bayangkan saja , masih kental dalam ingatannya saat ia dikuburkan hidup-hidup. Terlebih lagi saat itu ia tidak sendiri melainkan ada tubuh lain yang ikut dikuburkan bersamanya.
Sungmin juga masih ingat dengan jelas saat tubuhnya tertimbun tanah yang masuk dari celah peti mati yang ditempatinya.
"Hiks, Kyuhyun…" panggilnya lagi sembari menggeleng berharap agar ingatan buruk itu hilang dari otaknya.
"Gwancanha kau sudah aman Min. Ada aku disini, uljima" tenang Kyuhyun sembari mengelus-ngelus punggung sempit Sungmin yang sudah sangat basah karena keringat.
Dokter datang dan menyuntikkan penenang lagi dengan dosis rendah.
Kyuhyun pun mencoba membaringkan Sungmin lagi dan menyamankan posisinya. Membenarkan letak selimut dan pakaiannya.
Terlihat seorang perawat memeriksa cairan infuse Sungmin dan dokter yang memeriksa pupil matanya.
Ia pun mengalungkan lagi stetoskopnya ke leher, dan tersenyum pada raut cemas Kyuhyun.
"Gwancanha, nyonya mungkin masih shock. Kami sudah beri suntikan penenang. Sering-seringlah memberinya air putih agar tidak dehidrasi dan tolong jaga asupan makanannya, jangan membuatnya berfikir yang keras dulu. Kalau begitu saya permisi."
Ucapnya lalu pergi meninggalkan mereka berdua saja.
"Kyu"cicit Sungmin dengan masih memegang lengannya.
"hem?" Kyuhyun merapihkan sedikit anak rambut Sungmin yang berantakan. Membari rasa hangat dan kenyamanan untuk istrinya itu.
"aku takut" ucap Sungmin parau.
"Nde, kau sudah aman sekarang. Jangan takut lagi, aku sudah disini."
"ani, mereka Kyu, aku melihat mereka dengan jelas" sela Sungmin membuat pelukan Kyuhyun kepadanya semakin erat.
"aku melihatnya, gelap, dan aku …."ucapan Sungmin terbungkam oleh bibir Kyuhyun yang tiba-tiba menciumnya.
Mereka saling menengadah, meresapi setiap rasa yang terkecap. Menyelami setiap detik yang sempat terbuang. Sungmin melemah, meringankan eratannya di lengan Kyuhyun, menerima dengan pasrah setiap rasa yang ditawarkan Kyuhyun kepadanya.
"euhg…"
Sungmin melenguh ketika pasokan udara menipis, membuat Kyuhyun melempaskan tautan bibir mereka. Mengelus wajah istrinya itu sayang lalu kembali membawanya ke dalam pelukan hangat di dadanya.
"Gwancanha jangan dingat-ingat lagi, kau sudah aman bersamaku sekarang. Aku tidak akan meninggalkan kalian pergi sendiri mulai sekarang" ucapnya posesif.
"kalian? Nugu…" bingung Sungmin melirik ke atas, menatap Kyuhyun dengan foxy eyesnya dan bibir yang dikerucutkan, aegyo attack mode on…
Kyuhyun pun kembali tersenyum hangat, meraba perut datar Sungmin lalu mengecupnya.
"kau dan uri aegya" jawabnya
"ung?" erjap Sungmin dan malah menambah kadar aegyonya…
Kembali lagi Kyuhyun yang tidak kuat langsung menyambar bibir yang masih terpouting itu.
"jeongmaliyo?" tanya Sungmin dengan suara parau.
"Nde, gomapseumnida" jawab Kyuhyun kembali merengkuhnya dalam pelukan.
Mendengar kabar mengejutkan itu, seketika membuat Sungmin lupa akan hal yang baru saja terjadi padanya. Ia sudah bisa tersenyum manis sekarang. Membalas pelukan erat suaminya dan membisikan sesuatu,
"Kyuhyun-a kita akan punya bayi" kekehnya senang.
Namun dibalik kesenangan mereka Kyuhyun tahu jika Sungmin belum sepenuhnya aman.
Entah sejak kapan, Kyuhyun berfikir keras mencoba mencerna secara logis akan peristiwa dan tentang kelebihan yang dipunya Sungmin. Namun otaknya buntu, hingga Kyuhyun teringat akan ucapan Eunhyuk sesaat sesudah Sungmin di bawa ke ambulance.
Iapun berfikir jika saja ia terbujuk kawannya saat itu untuk menemui seorang paranormal, agar mengatasi rasa penasarannya tentang keganjilan yang dialami Sungmin. Sungminnya mungkin masih baik-baik saja tanpa mengalami hal yang buruk.
Terlebih ia sedang mengandung anak pertama mereka yang nyaris saja hilang. Sungguh ia tidak mau sampai hal buruk itu terjadi lagi.
.
.
.
"Kyuhyun-ssi sebaiknya setelah ini tubuh istrimu perlu dimurnikan dari pengaruh buruk. Kau tahu jika sejak dulu Sungmin-ssi memang sering mengalami hal yang janggal. Apalagi setelah ia mengalami kejadian ini, tentu saja akan datang lebih banya lagi yang mengincarnya. Jadi aku meminta kepadamu untuk menjaga dengan baik. Terlebih sekarang bukan ada satu kehidupan di rahimnya"
Ucap Eunhyuk kepada Kyuhyun yang saat itu dalam suasana hati yang sedang tidak baik.
"dan apakah kau masih menyimpan bungkusan merah dari ku itu Kyuhyun-ssi"
Dan langsung saja Kyuhyun merogoh saku celananya lalu mengambil bungkusan merah itu lalu mengembalikannya kepada Eunhyuk. Memasang tampang yang tidak mengenakkan untuknya.
"ambilah. Kami tidak perlu benda seperti ini. Istriku akan baik-baik saja. Dan lagi, jangan menghubungkan semua ini dengan hal yang tidak logis. Anggap saja semua hanya kebetulan. Terimakasih Eunhyuk-ssi dan maaf telah merepotkan"
Tegas Kyuhyun dan masuk ke ambulance menyusul Sungmin yang sudah dipasangi selang oksigen.
"t,ttapi Kyuhun-ssi tolong dengarkan aku dulu ini akan sangat…"
Pintu ambulance ditutup dan meninggalkan Eunhyuk dengan perasaan yang tidak enak.
"Kyuhyun-ssi, jangan sampai istrimu mengalami hal yang sama seperti kakak sepupuku. Kyuhyun-ssi kita harus membersihkannya. Keselamatan Sungmin-ssi akan lebih terancam ini dibiarkan saja. Kyuhyun-ssi… Sungmin-ssi dan bayi kalian akan …."
"Gumanhae Lee Eunhyuk!"pekik Donghae tiba-tiba.
Donghae pun datang menghampirinya lalu memegang pundak wanita berblonde itu…
"gwancanha. Kau juga harus baik-baik saja kan! ingatlah juga masih ada aku dan uri Jongdae di rumah"
"Hae-a tapi… Sungmin-ssi dia. Aku hanya tidak ingin ia mengalami yang sama seperti yang terjadi pada Kibumie" lirih Eunhyuk saat Donghae merengkuhnya ke dalam pelukan.
"Nado Ara geundae ,aku juga tidak mau kau terluka hyukie-aa jebal, jangan lakukan hal-hal yang juga membahayakan dirimu sendiri" pinta Donghae meratap
"aku melihatnya Hae-a, aku melihatnya. Sungmin dia berada dalam bahaya. Aku melihatnya seperti aku melihat kibum-eonnie dulu" rancau Eunhyuk lagi.
.
.
.
Ingatan Kyuhyun melayang, akan percakapannya bersama Eunhyuk kemarin malam. Sungguh ia masih tidak bisa menerima hal-hal yang irasional seperti itu.
Mungkinkah karena itu semua tapi mengapa Eunhyuk mengatakan jika istrinya belum sepenuhnya aman akibat ritual yang masih membekas di dirinya.
"Kyu,"
"oh, kenapa?" pekik Kyuhyun yang lamunannya dibuyarkan oleh Sungmin,
"kau yang kenapa?" balik tanya Sungmin.
Kyuhyun tersenyum lagi dan lagi lalu memencet hidung mancung Sungmin dan mengecup sekilas istrinya itu.
"tidak akan apa-apa. Kau belum makan kan. Kau ingin makan apa hem?" Kyuhyun mencoba mencairkan suasana dan mengganti topik.
Dan hanya kekehan dan candaaan yang terdengar di ruangan itu, sampai Heechul datang dengan raut cemas dan air mata tak terbendung.
Membiarkan pintu itu terbuka lebar-lebar yang mengharuskan sang suamin yang menutupnya lagi…
"ommanim" ucap Sungmin terkejut.
"Hei! OMMA"pekik Kyuhyun tak terima di dorong begitu saja.
"Sungmin-a…. aigoo mianheyo…." Raung Heechul langsung memeluk menantunya itu menyingkirkan tubuh sang putera dari ranjang.
"Chulie-a jangan begitu kau membuat Sungmin sesak" ucap Hanggeng kemudian.
"HUWEEEEEE… Min-a maafkan omma jika saja waktu omma tidak mengajakmu keluar…. Hiks Min.." raung Heechul dan membuat ketiga orang dikamar itu merasa risih.
Sungmin tentu saja sesak karena dipeluk begitu erat oleh ibu mertuanya, namun ia masih mengelus punggung gemetar Heechul yang menangis sesunggukan.
Sedangkan Kyuhyun hanya menatap ibunya jengah, sudah biasa jika Heechul begitu sayang pada Sungmin
Dan Hanggeng, orang palin tua disitu merasa tidak enak hati pada menantunya apalagi Kyuhyun, yang mendesaknya untuk menjauhkan ibunya itu dari Sungmin sebelum Kyuhyun tidak bisa memeluk Sungminnya lagi karena dikuasai Heechul.
"appa ppaliwa!" Lirik Kyuhyun pada ayahnya yang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Chulie-a kau bisa membuatnya sesak sayang" celetuknya lagi.
.
.
.
_Supernatural_
.
.
.
Disalah satu sudut pemakaman terlihat seorang ibu membawa sekeranjang bunga dan sebuah paper bag. Wanita yang mengenakan mantel biru muda itu terlihat sendu menatap sedih sebuah batu makam tempat puterinya kini bersemayam.
"tunggulah sebentar lagi Minseokie-a omma akan membuatmu kembali lagi ke pangkuan omma. Omma janji kita akan segera bertemu kembali" isaknya .
Kim Min Seok, gadis yang meninggal sekitar sepuluh tahun lalu itu pergi meninggalkan luka yang mendalam di hati ibunya.
Usianya bahkan baru genap lima belas tahun saat ia memutuskan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Tak elak menjadi salah satu derita untuknya. Namun ada satu hal lagi yang membuat wanita itu begitu merasa sedih dan kehilangan. Yaitu, meninggalkannya gadis ini seolah-olah melengkapi deretan kasus "cyber crime" dikalangan artis Korea. Yang marak saat itu.
Sepuluh tahun yang lalu, Jaejoong menemukan puteri semata wayangnya itu tergantung di plafon kamarnya sendiri saat akan membangunkannya di pagi hari.
Ia jadi teringat semua kenangan indah yang mereka lewati bersama.
"anda masih sering datang kemari ajhumma" datang seorang pemuda berusia sekitar dua puluh tahunan lebih menyapa wanita paruh baya itu.
Mengusap kasar air mata yang mengalir di pipinya, ia menengok seraya tersenyum kepada Oh Sehun. Teman sepermainan puterinya itu yang kini sudah beranjak dewasa.
"Oh Sehun aniya?" sapanya tersenyum…
Kedua orang beda generasi itupun saling melempar tatapan sendu di makam Min seok.
"rasanya baru kemarin aku menggendongnya, dan baru kemarin juga aku melihat Min Seok belajar berjalan dan bicara…" kekehnya pilu.
"nde rasanya juga baru kemarin, saat Minseok datang kepada untuk menemaninya olah raga. Aku masih sangat ingat ajhuma saat Min seok berhasil menurunkan berat badannya dan diundang ke stasiun tv. Ia sangat bahagia ketika ia bisa berfoto dengan artis idolanya saat itu"
Sesal Sehun sekali lagi, "dan juga…"
Perkataan Sehun terhenti oleh isakan yang tiba-tiba dari Jaejoong…
"aigoo, puteriku yang malang. Ini karena mereka Sehun-a uri Min seok bunuh diri karena mereka" isak Jaejoong yang tangisnya tidak terbendung lagi.
Sehun diam dan hanya mengangguk ia kemudian teringat akan alasannya masuk ke akademi kepolisian dan menjadi detektif. Yaitu untuk mencari 'pembunuh'-orang yang membuat Minseok melakukan bunuh diri.
"hiks, Minseokie-aa" isak Jaejoong lagi…
.
.
_Flashback_
.
.
Korea, Sepuluh tahun silam…
Kisah gadis bernama Kim Min seok lima belas tahun yang berhasil menurunkan berat badan yang tadinya ia memiliki berat mencapai tujuh puluh tiga kilogram menarik perhatian masyarakat Korea karena keberasilannya menurunkan berat badan sebanyak tiga puluh kilogram dalam kurun waktu tiga bulan.
Keberhasilan Minseok mencapai berat badan idealnya itulah yang memicu perhatian produser dalam sebuah acara pencarian bakat, yang dimana para pesertanya akan berkesempatan untuk berkompetisi dan memenangkan hadiah ratusan ribu dolar.
Kim Minseok mendapatkan kesempatan emas itu dan diundang untuk tampil di salah satu segmen di acara tersebut.
Ia diundang untuk menceritakan pengalamannya dalam menurunkan berat badan hingga akhirnya mencapai berat badan ideal.
"aku melakukan ini karena ibuku yang selalu cemas dengan berat badanku yang besar seperti kelinci gendut." Ucapnya ceria dan terlihat sangat menikmati penampilan cantiknya sekarang. Dan tanpa sadar jika penampilan cerianya barusan adalah penampilan pertama dan terakhir untuknya.
Ucapannya barusan membuat semua orang yang disana tertawa lepas dibuatnya.
Benar saja selang satu bulan kemudian, Jaejoong menemukan Minseok tengah tergantung di plafon kamarnya. Korea pun gempar atas aksi nekat bunuh diri yang dilakukan Kim Minseok.
Keluarganya, terutama Jaejoong yang tidak percaya dengan kenyataan yang terjadi. Puterinya pergi dengan cara yang tragis.
Hingga pihak keluarga melaporkan hal ini ke polisi dan dilakukan penyelidikan. Dan faktanya sangat mengejutkan. Sebuah fakta yang menyebabkan gadis itu bunuh diri…
Foto kenangannya bersama sang artis idola yang memicu kecemburuan social diantara para fans.
Saat itu Min seok bahkan memposting foto ia bersama artis idolanya yang kebetulan juga menjadi bintang tamu di acara itu bersamanya.
Dan tanpa ia sadari jika sebuah postingan foto itu menjadi awal penyebabnya melakukan bunuh diri.
Dalam hitungan jam , foto itu langsung tersebar luas dan memicu kemarahan para fans di internet Secara bertubi – tubi gadis malang itu diteror oleh orang – orang yang tak dikenal-nya. Telepon
seluler terus berdering tanpa henti dan mereka mengumpatnya dengan kata – kata kasar.
Pesan – pesan berisi kata – kata kotor terus dikirimkan dan tak berhenti sampai disitu, para fans bahkan melacak nomor hingga ke tempat tinggal dan telepon rumahnya. Tak hanya disekolah, bahkan rumah, tempat yang seharusnya menjadi tempat teraman, tak ubahnya ladang teror karena telepon yang terus menerus berdering. Situs pribadinya dibanjiri caci maki, dan umpatan tak senonoh.
Minseok yang masih berusia lima belas tahun hanya bisa menangis dan membalas perkataan
para fans tersebut dengan getir. Yang lebih menyakitinya, orang –orang menilai perjuangannya berdiet
adalah palsu. Mereka menganggap Minseok melakukan operasi sedot lemak, suntikan, dan
semacamnya. Kata – kata semacam 'gendut, babi, dan sebagainya menghiasi homepagenya. Gadis itu
hanya menuliskan pesan singkat di situsnya menanggapi semua umpatan tersebut dengan menuliskan.
" aku tidak gendut, dan aku bukan babi …" Dan setiap orang mempunyai batas.
Pada akhirnya, kesabaran Kim Minseok mencapai klimaks, teror fans yang terus mengikuti dirinya selama hampir sebulan belakangan ini , membawanya mengambil jalan pintas untuk mengakhiri penderitaan dan rasa sakit yang selama ini terus dipendamnya.
" Aku sudah tidak kuat terus dipersalahkan, omma maaf bila aku telah membuat omma mencemaskanku, maaf bila aku telah melukai perasaan kalian….." Pesan terakhirnya yang ia tulis di meja belajarnya.
Pihak kepolisan bilang jika penyebab kematiannya adalah karena depersi dan tekanan mental kerena terus di hujat dan dihina. Namun begitu, Jaejoong sesungguhnya masih tidak terima karena hal yang menyebabkan puterinya depresi adalah akibat dari cyber terror yang meneror puterinya itu.
Dan sejak saat itulah Sehun bertekat untuk mencari siapa orang yang pertama menyebarkan photo Minseok sejak hari itu.
.
.
_flashback end_
.
.
"kau sudah menjadi detektif sekarang Sehun-a" Jaejoong menyesap kopi lattenya.
Usai berjiarah tadi mereka memutusakan mampir kesebuah café yang dekat dari sana dan mengobrol sebentar.
"nde, ini berkat ajhuma yang juga ikut membantu uang kuliahku dulu." Ucap Sehun lagi.
"itu bukan apa-apa. Lagi pula uri Seokie pasti senang melihat temannya sukses sekarang. Kau bekerja di devisi apa?" tanya Jaejoong lagi.
Sehun menggaruk tengkukny yang tidak gatal, ia kemudian menjilat bibirnya. Manis akibat krim yang masih tertinggal disana.
"molla, kalau aku bilang apakah ajhuma akan percaya?"
"aku bekerja di devisi khusus untuk kasus yang diluar nalar logika.(batuk) atasanku, ani maksudku, istri dari atasanku memiliki kekuatan supernatural dan sering membantu kami dalam kasus-kasus ganjil" bisiknya lagi.
Jaejjong pun meletakkan kopinya, ia meneguk ludahnya dan meminta Sehun menceritakan apa itu.
Dasar ,Sehun ia mau saja menceritakan kasus penculikan Sungmin yang sekitar tiga bulan yang lalu.
Tanpa ia sadari jika kini Jaejoong tengah menyeringai senang…
.
.
.
.
.
"Lee Sungmin, ia diculik karena dan dikuburkan hidup-hidup karena di percaya jika ia dilahirkan di bawah garis naungan surga. Ajhuma tahu, biasanya orang-orang dengan kemapuan khusus seperti itu menjadi incaran banyak 'orang' jahat. Menurut yang kudengar dari kesaksian tersangka, ia nekat melakukan hal itu untuk membuat suaminya sadar dari koma dan menjaga anaknya yang sudah meninggal. Daebak! ia nekat menjadikan wanita itu sebagai persembahan untuk dewa yang ditukarkan dengan keinginannya."
Cerita Sehun padanya.
"jinjja?" Jaejoong membeo,
"jinjja yo ajhuma! Aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri bagaimana wanita ditemukan di peti mati dan terkubur bersama mayat. Uh, menakutkan sekali. tapi untung saja dia dan bayinya selamat." Jelas Sehun lagi kembai menyesap kopinya.
"bayi? Ia tengah mengandung?" tiba-tiba Jaejoong berubah antusias.
"nde, hampir saja dia keguguran jika tidak langsung di bawa kerumah sakit" lanjut sehun lagi.
.
.
.
.
.
"puterimu akan meminta dilahirkan kembali. Tenggorokannya sakit dan ia berkata sangat rindu denganmu." Seorang dukun wanita paruh baya terlihat duduk berlutut dengan tangan yang memegang leher dan suara tercekik.
"ia kesakitan dan ingin kembali" ucapnya lagi.
Jaejoong hari itu sengaja datang mendatangi dukun wanita itu untuk berkomunikasi dengan arwah puterinya. Ia sangat sedih begitu mengetahui jika keadaan puterinya tidak sedang baik-baik saja.
"ia kesakitan, lehernya sakit dan ia minta untuk dilahirkan kembali" ulang dukun itu lagi.
"nyonya, apa ada cara untuk membuat puteriku terlahir kembali?" cicit Jaejoong pada akhirnya.
Dukun wanita itupun menyeringai, ia berkata jika…
"ada satu cara, mengorbankan 'bulan' yang lahir dalam naungan surga."smirik dukun itu kemudian.
.
.
.
.
.
"lee Sungmin-ssi…mianhe tapi aku tidak bisa mengabaikan permintaan puteriku yang ingin terlahir kembali."monolognya melihat siluet tubuh Sehun yang kian menjauh.
Jaejoong melambaikan tangannya pada bus yang dinaiki Sehun barusan.
Ia pun menengadah menatap langit, tersenyum tanpa tahu arti dan maksudnya…
"tunggu omma Minseokie-a"
.
.
.
_Supernatural_
.
.
.
"Hoek,hoek, hoek, (batuk,batuk,batuk)… ughh.. emptth hoek…."
Tubuh Sungmin lemas, bersandar pada pinggiran closet , ia hampir saja jatuh jika Kyuhyun tidak sigap memeganginya dari belakang.
Ini sudah beberapa sejak Sungmin mengalami morning sickness. Dokter bilang itu wajar apalagi di usia kehamilannya yang menginjak bulan ke empat.
Mual yang terus menerus, jantung berdebar, cepat panik dan pusing serta rasa lapar setiap jeda beberapa jam sekali. adalah sederat hal biasa yang ditemui oleh wanita hamil kebanyakan.
"kita ke dokter saja ya?" bujuk Kyuhyun lagi mengusap tengkuk Sungmin yang masih sibuk muntah.
Sungmin menggeleng lalu menyandarkan tubuh lemasnya ke dada sang suami. Kyuhyun pun mengambil tissue setelah sebelumnya membasuh wajah Sungmin dengan air.
"Kyu, mual sekali. Aku, aku bingung harus bagaimana" rengek Sungmin semakin menyerukkan kepalanya di sana.
"ara…. Kau inginnya bagaimana, ehm… aku buatkan teh hangat ya?"
Ucap Kyuhyun lembut membawa Sungmin ke dalam gendongan ala bridalnya lalu merebahkannya ke ranjang mereka.
Menggantikan baju Sungmin yang basah kerena terkena air lalu mengusapkan minyak telon(?) ke perut dan punggung Sungmin.
Sungmin terpejam menikmati setiap sentuhan dan perhatian Kyuhyun yang tercurah kepadanya.
Kyuhyun tersenyum saat tangannya mengusap perut Sungmin yang sekarang tidak lagi datar. "kau tahu Ming, diusianya sekarang ia sudah bernyawa…"ucap Kyuhyun bangga lalu mengecup perut Sungmin.
Mengucapkan rasa terimakasih padanya lalu bergegas memakaikan Sungmin baju bersih.
"ugnhh" Sungmin membekap mulutnya lagi ketika ia merasakan mual kembali.
Kyuhyun panik dan langsung memapah Sungmin lagi.
"tidak jadi Kyu" ucap Sungmin serak, menggeleng dan memilih tidur karena rasa kantuknya yang tidak tertahan.
Memeluk Kyuhyun lagi dan meminta mengelus perutnya. Cara itu terbukti ampuh untuk membuatnya tertidur meskipun sebentar.
Sesekali juga Kyuhyun bersenandung merdu, sungguh ia merasa sangat lengkap sekarang.
"gomawo Minimin" Ulang Kyuhyun lagi sambil terus bernyanyi.
.
.
.
.
.
Hari ini adalah akhir pekan. Tadi pagi-pagi sekali ibunya menelpon jika ada pembantu baru yang akan bekerja di apartement Kyuhyun.
Mulanya Kyuhyun dan Sungmin menolak tawaran Heechul kerena tidak ingin ada orang lain di rumah mereka. Namun akhirnya mereka berdua memilih mengalah dan menerima saja untuk memakai jasa pembantu sementara waktu. Mengingat juga kondisi Sungmin dan urusan rumah yang perlu bantuan tenaga.
Heechul juga tidak bisa menemani Sungmin setiap hari apalagi sekarang dirinya harus rela berpisah dengan anak menatunya itu selama sementara akibat harus menemani Hanggeng dinas di China.
Alhasil jadilah Heechul mencari orang yang ia dapat dari agen penyalur pembantu.
"orangnya akan datang hari ini. Kyuhyun-a ingat tentang daftar yang omma berikan padamu tempo hari, berikan padanya jika sudah datang. Itu adalah daftar yang harus dikerjakannya, daftar makanan sehat Sungmin."pekik Heechul lagi.
"nde omma. Ah manha, omma yakin jika dia dari agen terpecaya?" tanya Kyuhyun setengah ragu, pasalnya mengingat kejadian Sungmin beberapa bulan kebelakang ia jadi makin waspada pada orang lain.
"aigoo, kau tidak percaya ibumu sendiri eoh? Ibu mendapat rekomendasi agensi penyalur pembantu itu dari teman omma, kau kenal nyonya Seo kan. Ih.. tenang saja jangan cemas begitu urusan ayahmu selesai di sini omma yang akan mengurus menantu omma. Jangan cemas, jaga saja Sungmin dengan baik arasseo"
"nde"
-flip-
Putus mereka mengakhiri sambungan telepon…
Bel apartement mereka berbunyi. Kyuhyun yang tadinya akan mengambil air putih di kulkas berbalik lagi menuju pintu depan, melihat dari monitor siapa yang datang.
Seorang wanita paruh baya namun belum terlalu tua sih, ia membawa sebuah tas jinjing yang Kyuhyun yakini itu adalah merek ternama.
Iapun membuka pintu itu, dan wanita yang depannya membungkuk hormat. Memperkenalkan dirinya setelah memastikan jika alamat yang ditujunya benar.
"Kim Jaejoong imnida, pembantu baru" salamnya mengenalkan diri.
Kyuhyun pun mempersilahkan wanita itu masuk dan menyuruhnya duduk sedikit berbincang dan bertanya seputar dirinya. Lalu menjelaskan tugas yang akan dikerjakannya untuk sementara ini.
Namun…
"ajhuma, tas mu kelihatannya mahal" celetuk Kyuhun tiba-tiba membuat Jaejoong kaget.
Jaejoong sungguh meruntuki kebodohannya karena teledor menggunakan tas mahalnya. Bagaimana mungkin seorang pembantu punya tas mahal…
"anu, tuan ini…ini palsu" jawabnya berusaha tidak gugup.
"oh,, yasudah kau boleh pergi dan…tunggu, ini daftar yang harus kau kerjakan" ucap Kyuhyun lalu pergi ke kamarnya menyusul Sungmin yang masih tertidur.
"saya akan bekerja dengan sangat baik tuan" smirik Jaejoong membungkuk.
.
.
.
.
_Supernatural_
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
.
.
.
Yang berminat silahkan REVIEW^^. Dan terimakasih sudah membaca^^
Mian for typo.
.
.
Sign
.hyejinpark.
.
