Hyejin note: saya kena WB semenjak denger kabar itu, kita sama-sama tahulah. Sebenernya saya juga udah mutusin untuk hiatus lama dan bahkan sempet kepikiran untuk menghapus semua ff di akun ini. tapi… dulu saya udah pernah janji bakal nerusin semua cerita di akun ini sampai tamat. Jadi saya urungkan. Buat semua yang sudah membaca cerita saya makasih. Tapi saya masih belum yakin kapan bakalan nemu ide itu lagi. Hehehe..

Karena sekarang, kalo buka nb Cuma keinget sama semua tugas paper dan thesis-thesis yang harus saya kumpulkan tepat waktu. Internetan juga Cuma bisa berpaku sama semua sources dan references tugas saya aja. Sebenarnya juga saya nggak mau buka sosmed lagi sebelum degup jantung saya ini mengenai kabar itu selesai dan tutup buku…

Adakah dari kalian yang baca note saya, kasih saya saran atau ide gitu buat nerusin semua cerita saya?

Nggak ada ya?

Kalo ada yang baca, bisa kasih tahu saya. Musti diapain semua cerita amburegul saya itu u.u..

"To be honest, I'm feeling guilty"

"please help me to continues my story with your comment or suggestion"

"Do you have any Idea?"

Jebal, Wb ini benar-benar membuat saya bingung dan blank…

.

.

.

.

.

Supernatural

.

Written by hyejinpark©2014

.

Disclaimer: The story is belong to mind, their families and God.

.

Warning: GS|OOC|Typo|Married life|Supernatural|KYUMIN|Bad diction|Don't like don't read|Plagiat is not allowed|

.

Cast: Kyuhyun Cho, Sungmin lee, Lee Hyukjae, Lee Donghae

.

Happy reading

.

.

.

Korea sepuluh tahun silam,

Duka itu pasti masih membekas. Peristiwa kelam yang menyeret nama seorang anggota boy band yang tengah naik daun menjadi topik hangat selama beberapa pekan. Selama beberapa minggu,tv talent show terkenal Korea Starking menduduki peringkat teratas dalam daftar pencarian search engine Naver (search engine lokal), sebagai keyword yang paling sering diakses.

Semua orang di penjuru Korea berbondong-bondong mengakses indentitas gadis itu. mulai dari sekolah,homepage pribadi,foto kematiannya, hingga berat badan dan info rinci lainnya.

Kasus kematiannya menghiasi hampir seluruh media, Koran,radio,internet,dalam dan luar negri.

Kisah gadis bernama Kim Min seok lima belas tahun yang berhasil menurunkan berat badan yang tadinya ia memiliki berat mencapai tujuh puluh tiga kilogram menarik perhatian masyarakat Korea karena keberasilannya menurunkan berat badan sebanyak tiga puluh kilogram dalam kurun waktu tiga bulan.

Keberhasilan Minseok mencapai berat badan idealnya itulah yang memicu perhatian produser dalam sebuah acara pencarian bakat, yang dimana para pesertanya akan berkesempatan untuk berkompetisi dan memenangkan hadiah ratusan ribu dolar.

Kim Minseok mendapatkan kesempatan emas itu dan diundang untuk tampil di salah satu segmen di acara tersebut.

Ia diundang untuk menceritakan pengalamannya dalam menurunkan berat badan hingga akhirnya mencapai berat badan ideal.

"aku melakukan ini karena ibuku yang selalu cemas dengan berat badanku yang besar seperti kelinci gendut." Ucapnya ceria dan terlihat sangat menikmati penampilan cantiknya sekarang. Dan tanpa sadar jika penampilan cerianya barusan adalah penampilan pertama dan terakhir untuknya.

Ucapannya barusan membuat semua orang yang disana tertawa lepas dibuatnya.

Benar saja selang satu bulan kemudian, ibunya menemukan Minseok tengah tergantung di plafon kamarnya. Korea pun gempar atas aksi nekat bunuh diri yang dilakukan Kim Minseok.

Keluarganya yang tidak percaya dengan kenyataan yang terjadi.

Puterinya pergi dengan cara yang tragis.

Hingga pihak keluarga melaporkan hal ini ke polisi dan dilakukan penyelidikan. Dan faktanya sangat mengejutkan. Sebuah fakta yang menyebabkan gadis itu bunuh diri…

Foto kenangannya bersama sang artis idola yang memicu kecemburuan social diantara para fans.

Saat itu Min seok bahkan memposting foto ia bersama artis idolanya yang kebetulan juga menjadi bintang tamu di acara itu bersamanya.

Dan tanpa ia sadari jika sebuah postingan foto itu menjadi awal penyebabnya melakukan bunuh diri.

Dalam hitungan jam , foto itu langsung tersebar luas dan memicu kemarahan para fans di internet Secara bertubi – tubi gadis malang itu diteror oleh orang – orang yang tak dikenal-nya.

Telepon
seluler terus berdering tanpa henti dan mereka mengumpatnya dengan kata – kata kasar.

Pesan – pesan berisi kata – kata kotor terus dikirimkan dan tak berhenti sampai disitu, para fans bahkan melacak nomor hingga ke tempat tinggal dan telepon rumahnya.

Tak hanya disekolah, bahkan rumah, tempat yang seharusnya menjadi tempat teraman, tak ubahnya ladang teror karena telepon yang terus menerus berdering. Situs pribadinya dibanjiri caci maki, dan umpatan tak senonoh.

Minseok yang masih berusia lima belas tahun hanya bisa menangis dan membalas perkataan
para fans tersebut dengan getir. Yang lebih menyakitinya, orang –orang menilai perjuangannya berdiet
adalah palsu.

Mereka menganggap Minseok melakukan operasi sedot lemak, suntikan, dan
semacamnya. Kata – kata semacam 'gendut, babi, dan sebagainya menghiasi homepagenya.

Gadis itu
hanya menuliskan pesan singkat di situsnya menanggapi semua umpatan tersebut dengan menuliskan.

" aku tidak gendut, dan aku bukan babi …" Dan setiap orang mempunyai batas.

Pada akhirnya, kesabaran Kim Minseok mencapai klimaks, teror fans yang terus mengikuti dirinya selama hampir sebulan belakangan ini , membawanya mengambil jalan pintas untuk mengakhiri penderitaan dan rasa sakit yang selama ini terus dipendamnya.

" Aku sudah tidak kuat terus dipersalahkan, omma maaf bila aku telah membuat omma mencemaskanku, maaf bila aku telah melukai perasaan kalian….." Pesan terakhirnya yang ia tulis di meja belajarnya.

Pihak kepolisan bilang jika penyebab kematiannya adalah karena depresi ,rusaknya mental ,dan tertekan akibat diet selama tiga bulan yang ia lakukan.

.

.

.

.

.

Jaejoong bangkit dari posisi setengah tidurnya dengan nafas yang terengah. Mulutnya rakus meraup udara, keringatnya sudah mengucur mengalir lewat pelipisnya.

Wajah wanita cantik itu pucat pasi…

Sudah lewat sepuluh tahun semenjak peristiwa tragis yang merenggut puteri semata wayangnya itu.

Dan mimpi buruk itu selalu hadir dalam tidurnya.

Dengan gontai ia melangkah masuk ke salah satu ruangan kamar tersembunyi di sudut apartementnya, wanita berkulit putih itu menatap pedih ratusan lembar kertas Koran dan artikel yang tertempel di dinding kamar yang luasnya tak lebih dari Sembilan meter persegi itu.

Korean Times: Guest on the Tv show kill herself,

Donga Ilbo: A lesson Learned from a High School Girl's Death,

Chosun Ilbo : Weight loss Star Commits Suicide,

Hankyoereh: Critism mount over verbal attacks in cyberspace,

"Minseokie-aa"

Ratapnya entah kepada siapa.

Ia masih tidak terima karena hal yang menyebabkan puterinya depresi adalah akibat dari cyber terror yang meneror puterinya sepuluh tahun silam. Hal yang menyebabkan puterinya itu memutuskan mengakhiri hidupnya secara tragis. Seperti yang kita tahu, akses dan kecepatan internet di Korea merupakan salah satu yang tercepat didunia, sehingga informasi sekecil apapun dengan cepat akan tersebar dan meluas.

Menimbulkan dampak terror terhadap Kim Minseok, puteri sematang wayang Jaejoong. Harta satu-satunya yang ia miliki setelah kepergian suaminya, Yang bahkan belum sempat Minseok lihat wajahnya…

"taukah kalian jika uri seokie melakukan diet ketat selama tiga bulan. EMPAT PULUH KILOGRAM DALAM TIGA BULAN!" suara Jaejoong meninggi diselingi oleh gigi-giginya yang gemeretak kencang. Sungguh ia dalam fase emosi tingkat tinggi sekarang.

"selama itu dia kehilangan delapan puluh delapan pound dalam Sembilan puluh hari, setiap satu hari, uri Minseokie kehilangan satu pound berat badannya, ia bahkan hanya mengganjal perutnya dengan hanya dua gelas susu!"

"dan beraninya kalian bilang jika puteri cantikku itu PALSU,SEDOT LEMAK, BABI GENDUT!"

Jaejoong berteriak histeris dalam ruangan yang juga didesain kedap suara itu. Mengeluarkan amarahnya, berulang kali ia memukul-mukul dadanya sendiri karena rasa sesak yang menyakitkan baginya.

Pandangannya pun mengacu pada sebotol wine merah di meja bundar kecil itu,

'prang'

Jaejoong meratap, menatap nanar seluruh penjuru ruangan yang terkesan gelap.

Ia lalu melemparkan botol yang bersikan anggur merah ke dinding ruangan yang ditempeli ratusan surat kabar dan majalah, membuatnya basah bagaikan bersimbah darah.

Aroma khas anggur merah merek ternama terasa kental menguar di dalam ruangan gelap itu. Pecahan beling, terpencar kemana-mana, aroma anggur merah kental kentara diseluruh ruangan. Jaejoong ambruk dalam tangis dan amarah, kakinya lemas kepalanya pusing sungguh ia tidak sanggu lagi untuk berdiri,

"kenapa? "

"hiks…"

"KENAPA!"

"kenapa kalian tidak bisa berfikir terbuka saat itu dan terus menghujat puteriku hanya karena sebuah selembar photo. Uri Minseok hanya ingin tampil cantik, uri ddal (puteriku) Hanya ingin cantik seperti gadis seusianya"

"dia sudah berusaha sangat keras….." Ucap Jaejoong meninggi.

Terbesit ia akan pertemuan tidak sengajanya dengan seorang dukun wanita beberapa minggu yang lalu, saat ia akan mengunjungi makam puterinya.

Wanita berkulit keriput itu bilang jika Jaejoong saat itu tengah di ikuti oleh seorang anak perempuan. Gadis itu setiap hari selalu mengikuti Jaejoong kemanapun dia pergi, dan wajahnya murung.

Dari situlah Jaejoong tahu jika gadis itu adalah Minseok, puterinya sendiri,

"ia tidak tenang " ucap dukun wanita itu.

Atas sarannya, Jaejoong kemudian mengadakan acara pembersihan dan pemberkatan roh untuk mendoakan puterinya.

Ucapan-ucapan dukun wanita terdengar lantang di telinganya.

"lehernya sakit, dia bilang jika lehernya sakit"

"dan dia minta agar dilahirkan kembali"

"puterimu, meminta dilahirkan kembali"

"nyonya, aku bisa membantumu. Jika kau mau aku bisa membantumu" ucap dukun wanita itu memegang tangan Jaejoong yang dingin.

"kau harus mencari seorang wanita yang akan membuat puterimu terlahir kembali, dia adalah 'bulan' yang lahir dalan naungan surga. Wanita itu akan menjaga puterimu dari empat penjuru angin dan kejahatan lainnya. Nyonya jika kau ingin hal itu terjadi kau harus mencarinya. Di hari tanpa tangan, purnama ketiga belas tahun ini…" Jelas dukun wanita itu panjang lebar.

Tanpa sadar Jaejoong tertawa cekikikan, seraya menangis sesunggukan, wanita berkepala empat itupun bertekad akan melakukan segala cara agar putrinya dapat kembali lagi bersamanya.

"omma berjanji Seokie-aa"

"omma akan temukan 'bulan' itu, seorang wanita yang akan membawamu dilahirkan kembali. Dengan cara apapun omma akan melakukan semuanya"

Tekadnya bulat.

.

.

.

.

.

_Supernatural_

.

.

.

.

.

"Ajhuma"

Sungmin menyentuh bahu Jaejoong pelan, pasalnya sedari tadi wanita itu terus dipanggilnya namun tidak menyahut.

Jaejoong tergolak kaget, ia mengusap kasar wajahnya lalu berusaha tersenyum seramah mungkin kepada Sungmin,

"nde, apa ada yang nyonya butuhkan?"

"gwancanha? Ajhuma tampak pucat" ucap wanita yang tengah mengandung tujuh bulan itu.

Terhitung tiga bulan sudah Jaejoong bekerja di sana. Dan selama itu pula ia telah mempersiapkan rencananya dengan sangat matang.

"anio, mungkin karena terkena sinar lampu saja, makanya terlihat agak pucat." Elaknya seadanya.

"oh?" Sungmin mengerjap sebentar lalu mendongak melihat lampu yang tergantung di plafon apartementnya,

"jeongmal," Sungmin mendengak melihat lampu yang tergantung di atasnya, manik rubahnya mengerjap-ngerjap, bulu romanya berdiri saat lampu bergoyang terkena hembusan angin. Sebuah firasat buruk tiba-tiba terbesit.

"nyonya membutuhkan sesuatu?" tawar Jaejoong lagi mengalihkan perhatian Sungmin,

"nde, ajhuma bisakah kau potongkan semangka untukku?" Sungmin mengelus perutnya yang buncit ,tersenyum atas permintaan sang jabang bayi didalam perutnya.

"semangka? Nde, tunggu sebentar"

Sungmin sedikit memiringkan kepalanya, berfikir tentang sikap Jaejoong yang kikuk.

"musim panas tahun ini terasa sangat menyengat ya ajhuma" komentar Sungmin, menyeka keringatnya…

"aneh sekali padahal AC-nya menyala, apa karena terlalu panas ya?" monolog Sungmin, pergi membuka jendela balkon membiarkan angin sepoi masuk ke dalam.

Angin berhembus, mengibaskan gorden putih berenda tipis di jendela itu, Sungmin tertegun saat melihat bayangan sesosok gadis yang berdiri di samping Jaejoong lewat pantulan kaca jendela.

Sungmin sempat kaget lalu berbalik untuk memastikannya lagi,

"mungkin cuma perasaanku saja" Yakin Sungmin pada dirinya sendiri, saat hanya melihat Jaejoong yang sedang memotong semangka.

"tapi…!" jeda Sungmin, merasa ragu dengan rasa aneh yang hinggap dihatinya," kenapa suhu akhir-akhir ini sangat panas" Sungmin tahu jika ada hal yang ganjil selama ini, namun ia mencoba berfikir positif saja.

"huff!" wanita yang tengah mengandung buah cinta pertamanya itu menghembuskan nafas pelan, mecoba menetralakn degup jantungnya yang kian meningkat.

Ini sudah lama sekali semenjak peristiwa beberapa bulan lalu bahkan sebelum-sebelumnya.

Sungmin ingat ketika tiga bulan lalu, saat Jeajoong pertama kali datang menyapanya. Sungmin merasa seperti ada seseorang yang mengawasinya dari kejauhan semenjak itu, dimulai dari hawa disekitarnya yang mendadak lebih panas, angin yang berhembus tenang tidak seperti biasanya.

Sungmin juga sempat beberapa kali bermimpi buruk, dan juga biasanya setiap beberapa minggu atau hari sekali Sungmin bisa melihat beberapa hantu penasaran yang berkeliaran di sekitar gedung apartementnya namun selama empat bulan ini, terasa sepi…

"kemana kalian semua?" hening, monolog Sungmin pada dirinya sendiri.

Entah sadar atau tidak, sepertinya wanita itu merindukan kehadiran makhluk astral yang biasanya dapat dengan mudah ia temui atau lihat di sekeliling lingkungannya. Baik yang muncul secara tiba-tiba, atau bahkan sengaja untuk berkomunikasi dan meminta pertolongan padanya. Dan itu semua Sungmin lakukan tanpa sepengetahukan Kyuhyun tentunya.

"Tidak ada yang datang, sekadar lewat, ataupun menghampiriku lagi ya?" desis Sungmin kecewa,

Ataukah mungkin karena kehamilannya?atau ada factor lain? Entahlah… sampai saat ini pun Sungmin tidak berani untuk menceritakan hal tersebut pada Kyuhyun. Takut jika Kyuhyun malah akan semakin beratus-ratus kali lipat over protective padanya.

Tanpa sadar, wanita bermanik rubah itu memeluk perutnya posesif. Seperti merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.

"nuguseyo?" tanyanya kepada angin yang tiba-tiba berbisik lirih ke arahnya.

'dret,dret,dret'

"yeoboseoyo Kyu?"

Sungmin menyamankan posisinya di sofa panjang ruang keluarga. Ia kemudian menyelonjorkan kakinya sambil mendengarkan Kyuhyun yang terus berceloteh tentang dirinya,

"sudah tidak apa-apa sekarang, aku sedang makan semangka bersama dengan ajhuma" Sungmin tersenyum mengusap perutnya lembut, merasakan tendangan bayinya yang sangat kuat.

Sedikit mengerinyit lalu ia terkekeh lagi saat Kyuhyun menyuruhnya meletakkan ponsel di perutnya, agar Kyuhyun dapat mengobrol dengan bayi mereka.

Sungmin mengambil potongan semangka segar itu begitu Jaejoong meletakkannya di meja.

"nde, appa! Aku mau makan semangka dulu, pulangnya jangan lupa beli ayam goreng, arachi"

"nde, bye appa. Saranghae nado"

'flip' panggilan terputus.

.

.

.

.

.

Lee Eunhyuk duduk termenung menatap gerhana bulan merah di taman belakang rumahnya. Wanita satu putera itu bergetar menahan sesuatu yang gelap yang tiba-tiba melintas dalam penglihatannya.

Rembulan merah bersinar seperti darah yang memecah langit pekat malam, semilir angin yang tipis sedikit memberi kesejukan, menggeser awan pekat yang menyelebungi gelapnya langit malam.

"kau bisa masuk angin dengan pakaian setipis ini" bisik Donghae, menyampirkan mantel jasnya ke bahu sang istri. Aroma strawberry menguar kental saat Donghae menyandarkan kepalanya di ceruk leher sang istri. Aroma yang akan selalu sama, yang ia hirup sampai akhir hidupnya.

"kapan kau pulang, aku tidak mendengar suara mobilmu" Eunhyuk berbalik memberikan kecupan wajib di bibir Donghae.

"baru saja, kau terlalu asyik memandang bulan tampaknya" balas Donghae,

"Hae-a, ini sudah lewat dari empat bulan…" Eunhyuk menjeda perkataanya sejenak, lalu menatap manik obsidian sang suami. Tampak jelas raut kecemasan di dalam matanya.

Donghae mengerti itu, sangat…

Semenjak kasus yang menimpa Kibum, istrinya selalu dihantui rasa takut. Terlebih lagi saat mereka bertemu dengan keluarga Cho. Lee Sungmin, wanita itu memiliki hal yang sama persis seperti apa yang dimiliki Kibum.

"bulan akan datang sebentar lagi" lanjut Eunhyuk.

"gwanchana, gwanchana yeobo-a" ucap Donghae, membawanya kedalam pelukan yang sangat hangat.

.

.

.

.

.

Sungmin seperti berada dalam kegelapan, tidak ada satupun cahaya yang tampak disana. Wanita bermanik rubah itu meraba tempat disekitarnya, kalau-kalau ia menemukan sesuatu sebagai cahaya.

Namun tidak ada satupun sumber pencahayaan yang dapat ia temukan di sekitarnya. Wanita itu masih mencoba untuk tidak panik, ia masih berusaha untuk berfikir tenang. Berhati-hati untuk bangkit dari posisi setengah berbaringnya, mengelus lembut perut buncitnya, kalau-kalau bayinya terusik karena pergerakan Sungmin.

Perlahan , ia memijakkan kakinya ke lantai yang dingin. Sungguh ia tidak tahu dimana ia sekarang berada. Ia hanya tahu jika saat ini ia tengah berada seperti didalam sebuah ruangan yang sangat besar.

Hingga…

Angin kencang datang dan meniup segalanya, tubuh Sungmin terpental kebelakang. Hanya ada satu nama yang terlintas di benaknya guna dimintai tolong.

"KYUHYUN"

Kyuhyun terbangun ketika mendengar igauan istrinya. Sontak pria bermaink onik itu bangkit dari tidur pulasnya dan langsung berpendar pada sang istri disampingnya yang tengah bergerak gusar.

"Sungmin" panggilnya pelan, mencoba menyadarkan istrinya dari mimpi buruk yang menghinggapinya.

Lagi, ia tatap lamat-lamat perubahan raut Sungmin yang masih gusar dengan mata yang terpejam dalam, butiran keringat dingin mengucur di pelipis tanpa cacat milik Sungmin.

"Sungmin, ireonabawa" Kyuhyun teriak, ia mulai cemas sekarang. Membawa wanita yang masih larut dalam mimpi buruk itu ke dalam pelukannya, menggapai benda persegi berwarna hitam yang tergeletak di nakas ranjang. Mencoba mendial nomor siapapun yang dapat dengan cepat ia bisa hubungi,

"Sungmin, bangun sayang"

Dan bersamaan dengan itu, tiba-tiba saja angin kencang yang datangnya entah darimana masuk melalui jendela kamar apartement mereka, mengacaukan segala yang ada disana. Membuat Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada Sungmin.

Ponselnya terjatuh bersamaan dengan Kyuhyun yang tiba-tiba saja terpental jauh ke luar kamar.

Menyisakan pintu yang terkunci dari dalam.

Kyuhyun panik bukan main, sebisa mungkin ia mencoba untuk membuka pintu itu, mendobraknya dengan bantuan apa saja dan dengan tangan kosong. Namun naas, pintu itu nyatanya masih tetap tertutup rapat.

Kyuhyun mulai geram, ia kepalkan tangannya, berlari kedapur guna mengambil sebuah pisau mencoba mencongkel engsel pintu itu.

.

.

.

.

.

Lee Sungmin, gadis dua puluh delapan tahun itu mengerinyit silau saat seberkas cahaya masuk keretina matanya. Pupil matanya melebar saat perlahan cahaya itu masuk dan menyebar, menerangi ruangan.

Sesosok gadis remaja tanggung tampak sedang duduk murung, menyapa penglihatannya pertama kali.

"Hei" Sungmin mencoba untuk menyapanya,

Gadis yang disapanyapun menengok kearahnya. Terlihat gura-gurat kesedihan yang kentara di ceruk matanya yang berkaca-kaca.

Mencoba untuk mendekat, meskipun Sungmin tahu jika gadis didepannya itu bukankah seorang manusia. Ia berjalan mantap dengan semua rasa penasaran yang mendera hatinya.

Sungmin mencoba untuk berjongkok, menyamakan tingginya dengan gadis yang sedang duduk dikursi itu, namun perut buncitnya menahan pergerakannya. Jadi ia hanya urungkan hal itu.

"ireumi mwoya? "

"kenapa kau menangis, apakah kau yang membawaku kesini?" tanya Sungmin halus, sebisa mungkin agar ia tersenyum. Tentu saja sebuah senyum yang tulus, bukan senyum yang dibuat-buat.

Tapi gadis itu masih terus diam. Ia hanya menatap Sungmin dalam diam.

Manik keduanya seketika bertemu, Sungmin dapat dengan jelas melihat kejadian demi kejadian yang tersimpan pedih dibalik manik caramel gadis itu.

Jantungnya ikut-ikutan terasa sakit manakala saat Sungmin ikut merasakan ketakutan gadis itu saat menjemput ajal. Tenggorokannya mendadal sakit ulu hatinya ngilu ketika tali putih yang menggantung sempurna di flapon sebuah kamar itu, merebut hak hidupnya seketika tanpa kompromi.

"hosh,hosh,hosh"

Sungmin jatuh terduduk, memegangi tengorokan dan perutnya yang terasa kebas dan sakit.

Sungguh ia tidak sanggup berdiri sekarang. Apa yang dilihatnya hanya gambaran kecil akan rasa sakit yang ia ingat dari penglihatannya barusan.

Tanpa sadar, ia pun ikut menangis. Entahlah, mungkin karena kehamilannya ia jadi merasa sensitive dua kali lipat.

Dan disaat ia sednag sibuk dengan tangisannya, sebuah tangan dingin tiba-tiba saja mengelus perutnya. Sungmin mengerinyit, saat elusan pelan itu perlahan berubah menjadi sebuah cengkraman.

Ia mencoba bangkit, tapi tidak bisa. Lutut dan kakinya lemas seperti jeli.

Ia pun mulai kesulitan bernafas, dan saat kesadarannya mulai membawanya kembali ke alam sadar, Sungmin tidak mendapati suaminya berada disampingnya.

Kamar gelap dan berantakkan, jendela kamar yang terbuka lebar membebaskan angin dingin masuk dengan leluasa. Sungmin tahu ini tidak baik…

Terdengar suara teriakan dan ribut dari pintu kamarnya yang tertutup. Itu Kyuhyun, Sungmin tahu akan hal itu. lekas, ia kumpulakan tenaganya yang tersisa untuk menggapai pintu itu, hingga…

"TUSH"

Perut Sungmin tertusuk pisau yang digunakan Kyuhyun untuk membuka pintu kamar mereka.

Bagaikan adegan slow motion, pisau itu dengan gagahnya menancap perut buncit Sungmin, membuat noda merah dengan aroma anyir yang kental.

Sungmin ambruk kebelakang bersamaan dengan pisau yang jatuh begitu saja kelantai.

Sedangkan Kyuhyun, ia tampak sangat shock dengan hal itu.

"SUNGMIN"

Pekik pria bermarga Cho itu dengan penuh histeris.

Melihat keadaan sang istri yang tergeletak dengan perut bersimbah darah di lantai marmer nan dingin. Berusaha meraup pasokan oksigen yang kian menipis, berusaha untuk tetap mempertahankan kesadarannya.

Tangan berlumuran darah Sungmin, terangkat seolah ingin menggapai sesuatu.

Manik rubahnya remang-remang melihat sosok seorang gadis remaja tanggung yang baru saja ia temui dalam mimpinya. Ekspresi wajahnya datar dan pucat dengan bekas jeratan dan memar merah menghiasai lehernya.

"Neo" desah Sungmin lemah, sangat lemah ia tidak bisa memejamkan matanya, hanya terus melihat kea rah gadis itu. Mencoba mencari tahu, apa yang diinginkannya, mencoba untuk berkomunikasi dengannya.

Sirene ambulance memecah gemerlap kehidupan malam dijalanan kota Seoul. Membawa Sungmin yang masih sadar dalam pelukan, tangis dan kecemasan dari Kyuhyun.

"Mianhe, mianheyo…" raung Kyuhyun berulang-ulang,

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

.

Yang berminat silahkan review juseyo^^. Dan terimakasih sudah membaca.

.

Sign

Hyejinpark

.