Supernatural

.

.

Ini sudah bulan ke tujuh sejak insiden penculikan yang dialami oleh Sungmin, wanita bermarga Lee yang kala itu menawarkan bantuannya kepada pasangan suami istri itu dan ditolak mentah-mentah oleh sang suami kini kembali merasakan adanya aura kelam yang melingkupi wanita tersebut.

Pikirannya benar-benar kacau sejak seminggu belakangan ini. Entah pertanda apa yang dirasakannya saat ini, Eunhyuk begitu wanita itu disapa, ia tidak bisa menafsirkannya secara jelas. Ia hanya bisa berharap agar hanya hal-hal yang baik saja yang akan terjadi nantinya.

'SREKK'

Suara pintu yang terbuka dan menampakkan sesosok pria kecil berbalutkan piyama biru bermotifkan tokoh super hero Amerika kesukaannya, Captain America. Bocah lelaki itu memanggil ibunya dengan suara serak nan parau, khas suara bocah bangun tidur pada umumnya.

"Omma" panggilnya kemudian.

Dengan langkah gontai dengan mata yang masih menutup separuh, "Uri Jongdae terbangun?"

Tanpa disuruh, bocah lelaki bernama lengkap Lee Jongdae itu masuk dalam pelukan hangat ibunya. Matanya kembali terpejam saat jari-jari hangat Eunhyuk mengusap rambutnya yang hitam dan sudah mulai panjang,menutupi dahinya.

"Aigoo, rambut Jongdae sudah panjang rupanya, besok kita bercukur nde" gumam Eunhyuk yang tidak berhenti mengelus kepala sang bocah. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, tahu-tahu putranya sudah sebesar ini.

Dulu ia tidak pernah membayangkan putranya dapat tumbuh dengan sehat seperti sampai sekarang. Saat itu Jongdae lahir premature, badannya sangat ringkih dan mungil, mungkin hanya sebesar botol minuman soda saja. Jongdae kecil di taruh dalam tabung kaca dengan selang-selang kecil yang menancap di tangan dan hidungnya. Dadanya kembang kempis, terlihat kepayahan saat akan meraup udara.

Eunhyuk sangat bersyukur puteranya dapat tumbuh sehat dan baik sekarang. Kemudian ia jadi teringat tentang Sungmin kembali. Wanita kelahiran bulan April itu kembali menghela nafas, saat teringat kembali tentang janin yang kini di kandung oleh Sungmin. Yang mereka incar bukan hanya Sungmin seorang, tapi juga janin yang masih dikandung oleh Sungmin. Mereka, atau dalam kasus ini dukun wanita itu bukan hanya mengincar jiwa Sungmin untuk dijadikannya media mencari kekuatan, tetapi juga bayinya.

Ia memerlukan sebuah jiwa suci nan murni untuk dijadikan tumbal sebagai bahan persembahan sehingga menjadikannya semakin kuat. Dan itu adalah janin yang di kandung Sungmin. Kasihan Jaejoong, sebenarnya ia telah ditipu mentah-mentah oleh dukun wanita itu. Ia hanya mengambil keuntungan lewat Minseok dan Jaejoong.

Semua yang dikatakan dukun wanita itu kepada Jaejoong itu omong kosong. Ia hanya ingin mengambil keuntungan dengan mengorbankan Sungmin dan janinya demi menambah kekuatan supernaturalnya.

"Hyukie-ah…"

Eunhyuk, merasakan bulu romanya berdiri seketika saat ada seseorang yang memanggil namanya. Suara itu, aroma tubuh itu, ia sangat mengenalnya dengan jelas.

"Ki,Kibum eonnie…" nafas Eunhyuk tercekat, begitu saat melihat sesosok wanita berparas putih seperti salju dengan bibir yang kalah pucat dengan wajahnya serta kelereng matanya yang berwarna kebiruan.

Sosok itu adalah Kibum, istri dari Siwon yang meninggal beberapa tahun yang lalu.

Ini adalah hari di mana para roh kembali pulang ke rumahnya. Lentera-lentera yang berisi jiwa-jiwa yang tak tenang bersuka cita untuk turun ke dunia pulang ke rumah mereka masing masing. Jiwa-jiwa itu kembali pulang untuk sekedar melihat keadaan anggota keluarga yang ditinggalkan.

"Kibum eonnie" panggil Eunhyuk saat melihat sosok Kibum dengan balutan gaun putih selutut dan tatapan matanya yang bersinar kebiruan.

Kibum tersenyum padanya lalu entah bagaimana membawa Eunyhuk masuk dalam dunianya. Eunhyuk merasa sesak saat berada dalam sebuah ruangan gelap, satu-satunya cahaya hanya berada di tengah-tengah ruangan dengan Kibum yang duduk di sana. Ia melambaikan tangannya menyuruh Eunhyuk mendekat.

"Eunhyukie" panggilnya lalu memegang tangan wanita itu.

.

.

.

Supernatural

.

Written by hyejinpark©2015

.

Disclaimer: The story is belonging to mind, their families and God.

.

Warning: GS|OOC|Typo|Married life|Supernatural|KYUMIN|Bad diction|Don't like don't read|Plagiat is not allowed|

.

Happy reading

.

.

.

Sungmin mencoba bersuara namun suaranya tercekat di tenggorokan. Ia kesulitan untuk bernafas sekarang. Entah kenapa ia merasa seperti terseret dalam sebuah arus yang membawanya ke dimensi lain. Wanita itu berdiri disebuah ruangan yang lampunya redup. Samar-samar ia hanya melihat sebuah meja belajar yang lengkap dengan segala perabot di atasnya, seperti buku-buku, lampu belajar, dan lainnya. Sungmin merasakan udara dingin menusuk kulitnya, sebisa mungkin ia mencoba menghalau udara dingin yang semakin menusuk kulinya itu dengan mengusap-ngusap tangan dan lengannya.

'DEG'

Tiba-tiba udara menjadi semakin dingin, dan dingin sampai nyala lampu di ruangan itu semakin redup dan akhirnya padam. Sungmin melangkah mundur mencari jalan keluar menuju cahaya. Ada sebuah jendela geser yang ia temukan ketika ia meraba sekitar…

"Siapa kau?" pekik Sungmin namun suaranya tidak bisa keluar.

Kelereng mata Sungmin melebar saat melihat sebuah kaki menggantung berada di depannya. Tepat sesaat ia mendengar suara kursi yang terjatuh, jendela geser yang terbuka itu, semakin mengundang udara dingin dan beku untuk masuk ke dalam.

Sungmin tercekat dan panik, ia berusaha untuk lari dan berteriak namun tidak bisa. Ia hanya dapat berdiri terpaku disatu titik di ruangan itu. Namun samar-samar hentakan kaki itu perlahan mendekat padanya.

"Siapa kau?"ucap Sungmin dalam hatinya, sungguh ia mulai merasa sangat takut sekarang. Sebuah ketakutan yang teramat besar saat ini tengah menghampirinya.

"Siapa kau?" ujar Sungmin kembali memaksakan suaranya untuk keluar namun lagi-lagi tidak bisa. Kemudian wanita kelahiran Januari itu mendengar suara tangis. Ruangan disekitar Sungmin berputar kembali, nafas wanita bersuami itu pun memendek, hingga ia melihat seorang gadis muda dengan usia sekitar lima belasan, posisi gadis itu meringkuk dengan sebuah sebuah laptop yang menyala bersikan ratusan komentar pedas menusuk yang sepertinya dilayangkan untuknya…

.

.

"Dasar gendut, babi gendut!"

"Gadis yang melakukan operasi sedot lemak sepertimu mana pantas berfoto dengan Kangin oppa"

"Kau sampah, cih… aku tidak percaya kau benar-benar berdiet"

"Babi gendut, babi gendut!"

"Bukan, aku bukan babi, dan aku benar-benar berdiet. Sungguh, aku tidak pernah ,melakukan operasi sedot lemak atau operasi apapun, sungguh.. aku bukan babi gendut"

"Omma, maafkan Minseokie, aku benar-benar sudah tidak tahan, sekali lagi maafkan aku"

.

.

"Andwee, jangan lakukan itu!" pekik Sungmin saat melihat gadis itu tiba-tiba sudah bersiap untuk menjerat lehernya sendiri. Sungmin yang melihat hal itu pun langsung mendekati gadis itu berusaha menurunkannya dari tali gantungan namun bukannya dapat meonolog gadis itu Sungmin malah jatuh ke dalam sebuah lubang gelap nan dalam yang membawanya kembali ke dunia nyata.

Tubuhnya bagai terangkat naik dari dasar lembah yang amat dalam, kepalanya pening dan badannya lemas, sendi-sendinya bahkan terasa kaku untuk di gerakan. Dadanya pun kembang kempis untuk meraup oksigen sebisanya.

"hosh, hosh,hosh…" Sungmin kewalahan untuk mengantur nafasnya, pupil matanya masih membiasakan diri dengan cahaya saat ia melihat sebuah kilauan yang terpncar dari sebuah ujung pisau yang kini tengah di arahnya ke jantungnya.

"Ahjumma" panggilnya secara terputus, saat melihat Jaejoong berada dalam posisi bersiap untuk menikam jantungya…

"Maafkan aku, aku harus melakukan ini, demi puteriku agar ia bisa terlahir kembali, maafkan aku"

Sungmin tercekat, tubuhnya terasa sangat sulit untuk digerakan, sungguh ia tidak tahu apa yang harus ia perbuat, saat melihat Jaejoong tengah bersiap untuk menusukkan belati perak bersimbolkan, entah apa itu, Sungmin tidak bisa melihatnya dengan jelas.

"Andwee"

Jaejoong ambruk, jatuh terperosok di bawah katil Sungmin. Belati perak yang tadi di pegangnya masuk ke dalam kolong lemari kecil di dalam ruangan itu. Jaejoong berusaha bangkit setelah beberapa menit sempat ambruk di sana dan mendapati Eunhyuk yang sedang berusaha membantu Sungmin untuk bangun dari katilnya.

"Cepatlah kita tidak punya banyak waktu sekarang" ucap Eunhyuk, menyelipkan tangannya di lengan Sungmin dan mendudukannya di kursi roda yang memang telah di persiapkannya sejak tadi.

"Eunhyuk-ssi" ucap Sungmin lemas,

"Gwancanha" ucap Eunhyuk lalu pandangannya beralih pada perut buncit Sungmin, "Gwancanha, semuanya akan baik-baik saja setelah ini"

"Eunhyuk-ssi awas"

Tiba-tiba Jaejoong yang sudah berada di belakang mereka dan memukul kepala Euhyuk dengan ujung gagang belati yang berhasil ia dapatkan kembali. Eunhyuk roboh, tersungkur di samping kursi roda Sungmin.

"Eunhyuk-ssi…" pekik Sungmin cemas, namun tubuhnya terlalu lemas untuk berbuat apa-apa.

Jaejoong mendekat, tersenyum pedih lalu memeluk Sungmin. Wanita muda itu ketakutan luar biasa, apalagi ketika Jaejoong mengusap-ngusap perutnya, "Jebal, jebal, jangan menyakitinya Jaejoong-ssi…." Mohon Sungmin saat merasakan tangan dingin Jaejoong semakin intens mengusap bahkan meremas perutnya.

Bukannya Sungmin tidak mau melawan tapi badannya terasa sangat lemas…

"Minseokie…." Panggil Jaejoong menatap lembut perut Sungmin, membuat wanita yang tengah hamil tujuh bulan itu teringat akan gadis belia yang sering muncul dalam penglihatannya.

"Jaejoong-ssi kau …"

'PRANG'

Dengan tenaga yang tersisa, Eunhyuk berhasil membalas pukulan Jaejoong pada tengkuknya dan membuat wnita paruh baya itu pingsan barang sejenak. Dengan tergopoh-gopoh, ia pun mendorong kursi roda Sungmin dan membawa mereka ke luar dari rumah sakit itu.

"Omma" di sisi lain, terdapat sosok gadis belia yang sejak tadi menyaksikan adegan mereka. gadis itu adalah arwah dari Minseok, puteri semata wayang Jaejoong yang meninggal karena bunuh diri.

Ia menatap kasihan ibunya yang tergelak di lantai, ingin sekali rasanya memeluk Jaejoong namun terhalang oleh dunia mereka yang sudah berbeda.

.

_Supernatural_

.

"Kau bodoh Jaejoong" umpat dukun wanita tua yang sejak tadi memperhatikan mereka. Bibir tuanya tersungging saat melihat Eunhyuk yang lari sambil mendorong kursi roda Sungmin, lalu mengikuti mereka berdua.

"Eunyuk-ssi, perut ku sakit, bisakah pelan-pelan…" ucap Sungmin.

Eunhyuk sadar akan kondisi wanita itu pun berhenti sejenak guna memeriksanya, lorong-demi lorong rumah sakit yang sepi telah mereka lewati dan hanya melewati satu lorong lagi hingga mereka dapat sampai di lobbi rumah sakit.

"Bertahanlah sebentar lagi kita ke luar" ucapnya memberi semangat, "ttapi Jaejoong ahjumma" ucap Sungmin mencemaskan kondisi Jaejoong, "Jaejoong-ssi, puterinya itu ada di sana…"

"Sungmin-ssi, kau mengetahui sesuatu?" tanya Eunhyuk, ia mengangguk,"Mereka ingin aku dan bayiku " ucap Sungmin lirih menuduk, membuat gerakan protektif pada perutnya, "Uae, mengapa mereka menginginkannya, apa yang sebenarnya terjadi di sini. Jaejoong-ssi dan orang-orang yang dulu menculik ku, apa yang mereka mau dari tubuhku?"

"Eunhyuk-ssi, kau tahu sesuatu kan jelaskan padaku apa yang…"

"Sudah tidak ada waktu lagi, kita harus cepat pergi dari sini, sebelum ia menemukannmu" Eunhyuk sudah akan membawa Sungmin masuk ke lift namun datang seorang wanita tua dengan gaun hitam yang berdiri di dalamnya.

"Kau" Eunyuk pun berbalik lalu berlari membawa Sungmin jauh dari wanita yang masih berdiri tenang di dalam lift itu.

"Seberapa jauh pun kalian berlari, kalian tidak akan bisa lepas dari ku"

"Sungmin-ssi kita ayo lari!" ucap Eunhyuk, "mereka semua mengincar tubuhmu, kau tahu kau lahir di bawah naungan zodiak surga, mereka percaya jika mengalirkan darahmu akan membuat kekuatan mereka bertambah, setiap perbuatan mereka akan di lindungi dari segala penjuru, dan juga, calon anakmu yang memilik jiwa murni adalah syarat yang tepat untuk melengkapi kegiatan mereka" jelas Eunhyuk panjang lebar,

"jadi ini sebabnya aku bisa melihat hal-hal yang tidak bisa di lihat oleh orang lain?"

"Aigoo, Sungmin-ssi AWAS!"

.

.

.

Kyuhyun yang baru sampai di pelataran rumah sakit bertemu dengan lee Donghae yang juga baru saja memakirkan mobilnya. Kyuhyun yang masih merasa jengkel dengan pria itu pun dengan ketus menjawab sapaan yang Donghae lontarkan.

"Tuan Cho, kita perlu bicara sebentar ini menyangkut istri dan calon anakmu"

Tidak mau ibunya mendengar hal yang macam-macam tentang menantunya, Kyuhyun pun menyuruh Heechul untuk duluan pergi menemani Sungmin.

"Apa yang ingin kau bicarakan"

"Tuan Cho ini mengenai istri anda, ada kemungkinan jika ia masih dalam bahaya sekarang. Beberapa saat lalu istri saya pergi meninggalkan rumah dengan tergesa-gesa untuk menemnui istri anda dan sebab itu saya juga datang menyusulnya kemari"ucap Donghae

"Tsk, jangan libatkan kami lagi dalam kegiatan paranormal istri anda Lee Donghae-ssi. Aku dan istriku baru saja akan hidup tenang bersama calon anak kami, dan juga aku tidak ingin mempercayai hal-hal yang tidak masuk akal seperti itu"

"Ini bukan masalah percaya atau tidak percaya, tapi ini menyangkut keselamatan istrimu, ada banyak pihak yang mengincar kekuatannya, ku mohon percaya padaku satu kali lagi" mohon Donghae namun Kyuhyun acuh,

Tapi…

Belum sempat pria kelahiran Februari itu pergi meninggalkan Donghae, teleponnya berdering, dari Heechul,

"Kyuhyun-ah" panggilnya dengan nada gemetar, "Sungmin tidak ada di kamarnya, kamarnya berantakan dan juga ada seorang wanita yang tengah pingsan dengan memegang belati di kamar Sungmin, yeboeseo, yeoboseo Kyuhyun-ah…"

Manik obsidiannya membeo ketika mendengar ucapan Heechul barusan, "Ke mana, Kemana mereka membawa Sungmin? Di mana, Di mana istrimu Donghae-ssi !" Kyuhyun menatap nyalang Dongahe lalu mencengkaran erat kerah bajunya.

.

.

.

Sungmin berlari sekuat yang ia bisa, sedangkan di ujung sana Eunhyuk sudah jatuh tersungkur dengan luka yang cukup parah saat menahan tikaman yang akan tujukan padanya tadi.

"Kau tidak akan bisa lari lagi, agashi… alirkan darah mu untuk ku dank au ku jamin akan merasakan yang namanya surga" ucap wanita tua dengan senyum seram dan belati perak bersimbolkan naga emas pada gagang pisaunya.

"Apa yang sebenarnya kau dapat dari semua ini" cicit Sungmin ketakutan, kini posisinya sudah terpojok, jatuh meringkuk di samping kursi roda yang tadi dia duduki.

"Kekuatan yang membawa jiwa ku pada keabadian" ucap wanita itu tersenyum puas lalu mendekat, "Menjauh, menjauh dariku!" Sungmin ketakutan, perutnya nyeri luar biasa, mungkin juga jahitan bekas luka tusuknya terlepas kembali, terbukti ada darah yang merembes di balik pakaiannya.

"Hiks, jebal, jebal…." Pinta Sungmin yang mencoba memaksaakan dirinya untuk bangkit, "Percuma saja agashi, kau tidak akan bisa lari dari sini, kau lihat lorong ini…. tidak ada seorang pun yang datang ke mari di saat malam"

"Eunhyuk-ssi, Eunhyuk-ssi jebal ireonabwa!"

"HAHAHAHA, sebentar lagi kekuatan mu akan menjadi miliku, sebentar lagi, jiwa mu yang murni itu akan menambah keremajaan ku!" ucap wanita tua itu pongah.

"Andwe, andwee…." Sungmin berusaha mengumpulkan tenaga untuk menghalau dukun wanita tersebut, entah kekuatan dari mana, Sungmin berhasil mendorong wanita itu hingga jatuh tersungkur terkena lursi roda yang ia dorong dengan sekuat tenaga hingga memecahkan kaca jendela di sudut ruangan.

'PRANG'

Bunyi kaca pecah dan kuris roda yang terjun bebas dari lantai lima rumah sakit tersebut mengagetkan Kyuhyun dan Donghae yang masih saling tatap di bawah sana.

'BYUR'

Tampak pecahan kaca dan kursi roda tersebut jatuh ke bawah air, dari danau buatan yang terdapat di rumah sakit besar itu.

"SUNGMIN!"

"Hyukie-aaa"

.

_Supernatural_

.

Perut Sungmin nyeri luar biasa, hingga ia menyadari jika ada darah merembes di kakinya…

Jika ini memang waktunya, Sungmin iklas menerima tetapi ia tidak rela jika jiwanya diperuntukkan untuk persembahan dukun wanita itu, ia lebih baik mati bunuh diri jika begitu.

"Kurang ajar kau agashi, aku memberi mu kesempatan untuk mati secara baik-baik, tetapi kau meminta ku melakukannya dengan cara kasar" dukun wanita itu pun bangkit namun Sungmin bergeming, menuju jendela yang terbuka.

"Eunhyuk-ssi" panggil Sungmin gemetar saat melihat wanita yang dipanggilnnya itu sadar dan bergerak, "lari, lari Sungmin!" ucapnya sekuat tenaga hingga gelap kembali menghampirinya, ia pingsan tidak sadarkan diri.

Dukun wanita itu perlahan mendekat, mendekati Sungmin yang masih berdiri ketakutan di sana, darah yang mengalir melewati kakinya kian banyak, bayinya bergerak lincah di dalam perut, sakit luar biasa menderanya…

"Agashi" panggil dukun wanita itu…

Kilatan cahaya perak dari belati itu menyilaukan pandangan mata Sungmin, ia pasrah hingga sampailah mereka berdua pada pinggir jendela yang terbuka itu.

Dukun wanita itu sudah bersiap menusukkan belati perak itu pada jantungnya hingga suara letusan pistol terdengar keras, menggema dalam ruangan gelap dan panjang itu.

Belatinya terjatuh bersamaan dengan ambruknya sang dukun wanita tua ke badan Sungmin, namun karena kondisi Sungmin yang tak kuat menahan beban nya, maka mereka pun terjun bebas dari lantai lima gedung rumah sakit itu, jatuh ke dalam danau buatan di bawah.

"SUNGMIN!" Kyuhyun berteriak histeris, tak kalah histeris dengan teriakan Donghae yang menemukan istrinya pingsan, tergeletak bersimbah darah tak jauh dari tempat mereka.

.

.

.

Three years later…

.

.

.

"Masakanmu harum sekali…"

"Ishh, Kyuhyun jangan pakai tangan seperti itu, jorok!" Sungmin memukul tangan Kyuhyun lalu memberikannya sebuah sendok untuk mencicipi sup krim kerang menu makan malam mereka.

"Seperti biasanya selalu enak" ucaapnya mengacungkan jempol.

"Tolong panggilkan Minhyun, dia sedang bermain di kamarnya, kita makan malam" pinta Sungmin lalu memberi bonus kecupan di pipi untuk Kyuhyun.

"Siap Kapten!"

.

.

.

Cho Minhyun, bayi perempuan yang lahir premature setelah peristiwa mencekam yang di alami oleh ibunya. Kyuhyun yang saat itu panik langsung menyusul Sungmin untuk terjun ke bawah demi menyelamatkan istrinya itu.

"Sungmin, Sungmin, kau masih bernafas sayang"

"Kyuhyun, bayinya, bayinya…"

"Kalian akan baik-baik saja, percaya padaku, kalian akan baik-baik saja"

Tidak peduli dinginnya air di danau itu, tidak peduli juga dengan luka yang Kyuhyun dapat keran aksi nekatnya terjun dari lantai atas, pria itu membopong Sungmin ke UGD untuk menjalani operasi dan persalinan cecar.

Sungmin yang sempat koma satu minggu beruntung dapat selamat dan dapat melihat wajah puteri mungilnya yang saat itu masih dalam incubator…

.

.

.

"Minhyunie…" panggil Kyuhyun dengan suara imut yang dibuat-buat, di bukanya perlahan pintu berwarna pink kamar puterinya itu, melihat Minhyun masih asyik bermain dengan poci teh mainan dan gelas-gelas kecil di sekeliling meja.

"Pesta tehnya belum selesai?" tanya Kyuhyun, yang datang menghampirinya,

"Belum, appa sini,sini Minhyun buatkan teh juga" ajak bocah perempuan itu tersenyum dengan gigi bolong di tengah…

Kyuhyun terkikik, menyadari jika gigi susu anaknya yang tanggal dan sedikit gupis, " Wah terimaksih undangan pesta tehnya" sorak Kyuhyun senang, lalu menududukan diri pada kursi kecil berwarna biru muda di depan Minhyun.

"Appa jangan menduduki Ju on! Appa duduk di sini saja" Minhyun menepuk kursi kecil berwarna ungu tepat di sampingnya, sedangkan Kyuhyun yang belum sempat duduk merinding mendengar ucapan sang anak.

"Minhyunie, Minhyunie sedang pesta teh dengan siapa nak?" tanya Kyuhyun terbata-bata.

"Dengan Ju on appa" jawabnya lalu memberikan cangkir teh mainannya pada Kyuhyun.

'DEG'

Bulu kuduk Kyuhyun berdiri saat menyadari jika kursi itu kosong.

.

.

.

THE END

.

.

.

Sign

-hyejinpark-

.

09082015

.