Author :: Aurelia Christy
Genre :: Romantic, Sad and Hurt
Warning :: YAOI. Ini pertama kalinya aku membuat FF dari member BTS, I'm still ELF but gak sengaja ngeliat kedekatan V dan Jhope member BTS, there something special between them, mengingatkan aku dengan kedekatan KyuMin :') more than brothership, not just fanservice, aku gak berani bilang Vhope is real like Kyumin do, but tetap ada yang special antara V dan Jhope. Rasanya ini seperti pertama kali jatuh cinta pada Kyumin, i love this couple too ^^. DON'T LIKE DON'T READ ok ^^v
Cast : Taehyung as Himself
Hoseok as Himself
Cho Kyuhyun as Himself
Lee Sungmin as Himself
Kim Saeun as Herself
Jeon Jongkook as Himself
And the other's member
Pairing : Vhope
Kyumin
Part II
Author's POV
Taehyung dan Jungkook masih mematung ditempat mereka berdiri. "Taehyung-ssi, kau mau pulang hm? bagaimana jika sebelum pulang, kau ku ajak makan malam?"
"Mianhae Jungkook-ssi, mungkin lain waktu kita aku bisa menerima ajakanmu, aku.. aku cukup lelah hari ini, lagipula kita baru saja kenal.. mianhae" tolak Taehyung dengan halus.
"Hei, ayolah Taehyung-ssi, hitung-hitung sebagai permintaan maafku telah mengotori beberapa lembar berkasmu yang sudah jatuh ketanah, bagaimana?"
"Maaf Jongkook-ssi, aku tidak pernah makan malam dengan namja yang tidak pernah kukenal sebelumnya, mianhae" Kali ini Taehyung membungkuk sebagai tanda permohonan maafnya
"Wow, jangan terlalu formal begitu Taehyung-ssi, bukankah bagus makan malam ini sebagai awal pertemanan kita? Oh, come on, aku yang traktir" Kali ini Jungkook agak sedikit memaksa.
"Itu.. errrr…"
"Hahaha.. kau takut aku berbuat jahat padamu ya? Baiklah, kita naik mobil kita masing-masing dan bertemu di Hallyu Café.. Arrachi?"
"Tapi Jungkook-ssi aku..."
"Kali ini tidak ada penolakan"
Taehyung hanya bisa pasrah, tenaga dan pikirannya sudah cukup lelah untuk meladeni namja tampan didepannya ini
'Namja sialan' batinnya
"Hmm.. yah.. baiklah kalau begitu, gumawo sudah mengajakku... Kita pergi sekarang arra?"
Senyum Jungkook langsung mengembang karena namja manis ini menerima ajakannya.
Author POV
Namja bernama Seokjin itu tiba di apartementnya. Ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, melepaskan dasi yang terasa mencekik dilehernya. Sambil menghapus peluh dikening, ia menelepon Kim Namjoon yang bekerja sebagai wakil direktur di perusahaan appanya.
"Yeoboseo hyung?" sapa Namjoon diseberang. Tak heran jika namja itu memanggil hyung karena Jin yang notabene menjabat sebagai Kepala Divisi Pemasaran itu terpaut 2 tahun lebih tua darinya.
"Tolong kau kerjakan beberapa pekerjaan yang baru saja kukirim via email ne? Tolong sekali, karena aku dalam mood yang sangat tidak baik. Lalu kau selidiki tentang Sendbill Coorporation, dikota mana saja mereka membuka cabang, sudah berapa lama perusahaan itu berdiri dan apakah mereka pernah.."
"Woo woo, come on hyung, tidak bisakah kau menjelaskannya satu persatu, aku tidak bisa mengingat semua yang kau katakan" terdengar suara Namjoon yang mendengus kesal
"Haha.. mianhae Namjoon, intinya cek email dan selidiki perusahaan Sendbill Coorporation"
"Rileks hyung, aku sudah membuka email dan sedang mengerjakannya, sudah separuh jalan. Lalu tentang perusahaan itu aku sudah menyelidiknya sebelum kau suruh hyung"
"Jinja? Apa yang kau temukan?" Jin menegakan tubuhnya dan mempertajam pendengarannya
"Sendbill tercatat sebagai perusahaan grade 5 karena berhasil menjual produk dengan nilai-nilai fantastis dan menjadi role model bagi perusahaan lain. Di tahun 2016 saja perusahaan ini memiliki penjualan mobil tertinggi sewilayah Asia Timur, u know what i mean? Mereka tidak pernah bermasalah dengan kompetitornya sendiri dan tidak ada catatan mereka melakukan kecurangan terhadap perusahaan lain. Kedua ini adalah perusahaan keluarga Lee, yang menikah dengan wanita bermarga Kim dan memiliki satu putera, berumur 24 tahun. Mr. Lee langsung yang memimpin perusahaan itu"
"Wait, Mr. Lee itu yang menandatangani kontrak dengan kita waktu itu?"
"No, that is His son, Kim Taehyung. Hanya dengan perusahaan kita dia mempercayakan anaknya untuk memimpin, tapi dengan perusahaan lain dia langsung yang mengerjakannya. Well, alasan mereka bekerjasama dengan kita adalah karena perusahaan otomotif yang dulunya menjadi partner mereka, kini sudah bangkrut"
"Maksudmu ada pengecualian? Waeyo? Kenapa hanya dengan perusahaan kita dia berani menyuruh Kim Taehyung yang masih sangat muda untuk mengurus semuanya? Wae?"
"I dont know. I'm not sure but sepertinya Mr. Lee terpaksa bekerjasama dengan kita, mungkin dia tidak ingin bertemu langsung dengan Direktur Utama, your father"
Hoseok POV
Kamar ini sangat lengang, aku masih bisa mendengar suara mobil lalu lalang dari dalam apartemenku. Aku juga bisa mendengar suara Jin hyung diruang tengah yang sedang berbicara entah pada siapa. Aku mengambil handphoneku dan berusaha menghubungi seseorang, sungguh aku sedang bosan!
"Yeoboseo?"
"Hei, kau dimana?"
"Ckckck.. sopan sedikitlah hyung, tidak bisakah kau berbicara dengan sopan walaupun kau lebih tua dariku?"
"Hahaha.. mianhae.. kau sedang berada dimana dongsaengku sayang?"
"Hm? Aku sedang makan malam" suaranya sedikit berbisik, jangan-jangan dia sedang kencan haha!
"Katakan kau dimana, aku menyusul"
"Heh… tidak usah, aku sebentar lagi akan pulang, kau tunggu saja diapartement!"
"Andwe! Kalo aku bilang aku menyusul ya aku akan menyusul saengi, katakan saja kau dimana!"
"Aiisshh~ hyung.. ck! Aku tunggu kau Hallyu Café sekarang!"
"Arraseo" klik. Haha adikku tidak akan pernah menolak permintaanku.. hei bukankah seharusnya begitu?.. Aku adalah hyung kesayangannya kan? Mereka memang sering mengeluhkan sifatku yang manja, egois dan keras kepala hei.. jangan protes, anggap saja Tuhan adil menciptakan kami bertiga, Jin Hyung dengan wibawa dan pesona cantiknya, Jungkook dengan sikap dewasa dan wajah tampannya, dan aku? Haha walaupun aku urakan dan sering berbuat onar, tapi aku masih bisa disejajarkan dengan kedua saudaraku yang adorable itu. Segera saja aku mengambil kunci mobil dan meluncur ke tempat tujuanku. Menyusul adik tercintaku, Jeon Jungkook.
Sesampainya disini aku mengitari ruangan ini, Hell yah! Where are you Jeon Jungkook? Mataku masih mengitari cafe ini sambil melihat yeoja cantik meja paling ujung, shit! Dia juga menatapku, pesona Jung Hoseok, eoh? Sampai akhirnya mataku terhenti di meja nomor 17, itu.. ya itu.. Adikku bersama.. wait tampak belakang sih namja. Aku baru pertama kali melihat teman lelakinya ini, baru kenal eoh? Setahuku dia hanya sibuk bekerja dan hampir tidak pernah berpikir untuk memulai pertemanan dengan orang asing, ya ya ya.. ini kemajuan.. baiklah.. aku akan menghampirinya.
"Woi Jungkook?"
"Ah, kau hyung.. Cepat sekali kau sampai? Duduklah dan pesan makananmu"
"Nuguya? Teman kencan eoh?" Aku berusaha menggodanya sambil melirik namja manis yang ada diseberang mejanya. Wait! Wait! Wajah ini? I know him, aku pernah melihatnya,, tapi dimana?
"Oh ya, kenalkan ini teman baruku, namanya.."
"Omo! Kau.. kau…" aku membelalakan mataku dan dengan reflex menunjuknya. Ini.. ini adalah namja itu. "KIM TAEHYUNG!"
Taehyung POV
Hmmm, musik di cafe ini cukup menenangkan, irama jazz yang lembut sedikit memberi suntikan mood yang baik untuk merenggangkan sel-sel otakku yang lelah. Kuedarkan pandanganku kesekeliling, not bad, dari sekian banyak cafe di Korea, ini mungkin salah satu yang terbaik, dengan dekorasi dan furniture klasik yang didominan warna keemasan membuat cafe ini terkesan mewah. Kalau makanannya enak aku pasti akan kesini lagi haha.
Dan Jungkook-ssi, kenapa wajahnya tersenyum seperti itu melihatku? Apakah dia seperti ini setiap bertemu dengan teman baru? Huaahh, akupun tak habis pikir kenapa aku mau saja menerima ajakan pria asing ini, tapi apa salahnya, sepertinya dia bukan orang jahat, toh cacing diperutku pun sudah bernyanyi minta makan.
Aku melihatnya mendengus saat menutup telepon, kuberanikan diri untuk bertanya. "Jungkook-ssi? Kau sepertinya terganggu dengan telepon barusan? Nugu?"
"Ah.. bukan siapa-siapa Taehyung-ssi, dia juga sebentar lagi akan menyusul kesini"
"Hehehe.. kalau kau cemberut seperti itu wajahmu tidak tampan lagi" ups.. aku langsung menutup mulutku.. "Mianhae.. aku lancang berkata seperti itu"
"Hahaha.. kau ini formal sekali Taehyung-ssi, justru aku senang kau tidak terlalu canggung denganku, anggap kita sudah lama kenal, arrachi?"
"Nee" sahutku malas
"Nah, makanan kita sudah datang, tapi.. kau yakin bisa menghabiskan makanan sebanyak itu?"
Aku memiringkan wajahku, apa ada yang salah dengan makanan yang kupesan? Satu porsi Kimchi, ditambah setengah porsi Bulgogi, plus satu porsi Bibimbap, segelas Pat-Bing-Soo dan Strawberry Ice Cream sebagai hidangan penutup, semua adalah menu favoritku. Waeyo?
"Wae? Apa ada yang salah Jungkook-ssi?"
"Ti.. tidak ada yang salah, tapi.. ini terlihat 'agak' banyak untuk ukuran seorang namja kurus sepertimu"
"Ya!.. Kau mengejekku eoh?"
"Bukan begitu Taehyung-ssi, ini hanya terlihat terlalu banyak.. ini.." dia mulai salah tingkah haha
"Omona, baru kenal kau sudah mengejekku.. maksudmu aku rakus?"
"Heeii,, bukan seperti itu.. aiisshh.. jangan salah paham Taehyung-ssi, aku hanya.."
"Hahaha.. kau lucu saat gugup seperti itu Jungkook, wajah polosmu sampai pucat begitu haha.. aku tadi hanya menggodamu, porsi ini memang terlalu banyak, tapi karna perutku sudah sangat lapar, aku yakin aku bisa menghabiskan semua yang ada dimeja ini " seruku girang
"Memang rakus…"
"Aku mendengarnya Jungkook-ssi" desisku
"Hahaha.. kau namja kurus yang banyak makan ne"
"Aish! Lalu kapan kita akan menyantap semua makanan ini Jungkook" seruku tidak sabar.
"Oke.. oke.. selamat makan Tae-ssi, jangan lupa berdoa ne.."
Bluss. Kenapa pipiku terasa hangat saat dia memanggilku 'Tae-ssi' itu kan nama kecilku
"Tae-ssi? Waeyo? Kau sedang berdoa ya?"
"Dasar Pastur cerewet"
"Aku bukan pastur!"
"Ya Jungkook-ssi! Cepat makan, kau membuatku…"
"Woi Jungkook" eh?.. Kalimatku terhenti karna ada seseorang yang tiba-tiba memanggilnya.
"Ah, hyung.. Cepat sekali kau sampai? Duduklah dan pesan makananmu" hm.. sepertinya orang inilah yang menelpon Jungkook tadi.
"Nuguya? Teman kencan eoh?" aku akhirnya menolehkan pandanganku ke arahnya
"Oh ya, kenalkan ini teman baruku.. namanya.."
"Omo! Kau.. KAU?!" eh.. eh.. apa-apaan dia? Kenapa namja ini menunjuk-nunjuk wajahku dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar,, haahh! Namja gila!
Author's POV
"Hobie Hyung! Bisakah kau sopan sedikit dengan temanku? Turunkan tanganmu itu!" Bentak Jungkook
"Kau?.. Bukankah.. ahhh.. Mi.. mianhae.. aku salah orang" Hoseok berusaha mengendalikan perasaannya saat pertama kali bertemu dengan namja dihadapannya ini.
"Taehyung imnida, senang berkenalan denganmu" Taehyung mengulurkan tangannya
"Ah.. Hoseok im..imnida" namja ini berhasil mengontrol rasa terkejutnya sekarang.
"Duduklah hyung… kau mau pesan makanan apa?"
"No, sepertinya… hmm aku pulang saja, aku tidak enak menganggu kalian" tolak Hoseok halus, sambil tersenyum penuh arti.
"Kami juga baru saja kenalan kok,, kalau kau mau bergabung silakan.." Taehyung berkata sambil menatap dengan kedua mata obsidiannya.. semakin membuat namja itu salah tingkah.
"Ah.. kamsahamnida, aku harus pulang sekarang"
"Apa aku harus memanggilmu hyung? Hoseok hyung?" Taehyung tanpa sadar mengeluarkan wajah aegyonya
"I..itu..aisshh~ Hei, sudahlah aku pulang dulu Jungkook dan Taehyung-ssi.. permisi" Hoseok langsung pergi dari tempat itu dengan langkah cepat.
"Ckckck.. kau tau Tae-ssi, sampai sekarang aku masih tidak mengerti bagaimana menghadapi sikap hyungku yang suka seenaknya itu"
"Oh.. dia? Hyungmu? Tapi kalian sama sekali tidak mirip, wajah dan kepribadian kali sama sekali berbeda" Taehyung terkekeh "Memangnya kalian berapa bersaudara Jungkook-ssi?"
"Tiga. Kami tiga bersaudara, semua namja, hanya kami bertiga dan appa"
"Eomma?"
"Kami tidak memiliki Eomma. Kami dilahirkan dari rahim yang berbeda-beda dan dibesarkan dipanti asuhan yang sama, diasuh oleh Appa yang kami anggap ayah kandung kami sendiri. Jin hyung dan Hobi hyung bekerja diperusahaan Appa, sedangkan aku memilih untuk membangun perusahaan sendiri, walaupun hanya perusahaan kecil-kecilan"
"Hobi hyung? Yang tadi?"
"Ne, dia adalah hyung yang paling dekat denganku. Waktu kecil aku sering dibully karena aku seorang anak yatim piatu, hanya Hobi hyung yang melindungiku. Dia memang brutal, tapi dia memiliki hati yang baik. Oh, mianhae Tae-ssi, aku jadi ngomong panjang lebar seperti ini"
"Nde, tidak apa-apa Jungkook-ssi, aku senang bisa mendengar ceritamu"
"And please, berhenti memanggilku dengan sebutan 'ssi'"
"So? Kau mau kupanggil apa hm?"
"Cukup panggil aku Kooki"
"Kooki? Itu nama sejenis kue?"
Jungkook hanya terkekeh mendengarnya.
Hoseok POV
"Apa aku harus memanggilmu hyung? Hoseok hyung?" Tsk, ekspresi macam apa itu, aegyo itu. Shit! Aku merutuki keadaanku sekarang, pasti aku sangat bodoh dihadapan namja manis ini
"I..itu.. aku.. aisshh~ sudahlah aku pulang dulu Jungkook dan Taeyung-ssi.. permisi" aku langsung berlari keluar dari café dan berniat untuk kembali pulang kerumah.
Arrrgghhh… kenapa kau harus pulang bodoh?! Kenapa kau tidak bersama mereka saja tadi? Bukankah dengan begitu kau bisa lebih dekat dengan Taehyung? Putra tunggal dari Tuan Lee yang sudah menghancurkan perusahaan ayahmu?! Hell ya! Aku hanya terkejut. Well ini kebetulan sekali! Adik laki-lakiku bersama dengan namja itu? Bagaimana bisa? Shit! Aku memukul setirku dengan keras. Kau sudah kehilangan kesempatan untuk lebih dekat dengannya! But its ok.. begitu Jungkook pulang, aku akan meminta nomor ponsel Taehyung. Tapi bagaimana jika Jungkook juga tidak memiliki no handphonenya? Bukannya mereka baru saja kenal? Arrrggghhh.. kau sial sekali Heseok! Tenang.. tenang, mungkin ini cara Tuhan mempertemukan aku dan anak dari keparat Mr. Lee, ini adalah awal dari semua rencana besarku. Lihat saja Mr. Lee, akan kuhancurkan keluargamu!
TO BE CONTINUED
