Author :: Aurelia Christy
Genre :: Romantic and Sad
WARNING 21+ YAOI. Ini pertama kalinya aku membuat FF dari member BTS, I'm still ELF but gak sengaja ngeliat kedekatan V dan Jhope member BTS, there something special between them, mengingatkan aku dengan kedekatan KyuMin :') more than brothership, not just fanservice, aku gak berani bilang Vhope is real like Kyumin do, but tetap ada yang special antara V dan Jhope. Rasanya ini seperti pertama kali jatuh cinta pada Kyumin, i love this couple too J. DON'T LIKE DON'T READ ok ^^v
Cast : Taehyung as Himself
Hoseok as Himself
Cho Kyuhyun as Himself
Lee Sungmin as Himself
Kim Saeun as Herself
Jeon Jongkook as Himself
And the other's member
Pairing: Vhope
Kyumin
"Hyung?.. itu.. kenapa lehermu penuh dengan tanda merah?"
Part V
Author's POV
"Hyung?.. itu.. kenapa lehermu penuh dengan tanda merah?" Taehyung mencoba menyentuh leher Hoseok untuk memastikan pengelihatannya.
"Ini?.. Eh. Ini.. tadi entah tiba-tiba terasa gatal.. mungkin aku alergi makanan" Hoseok menjawab dengan gagap sambil memperbaiki kerah bajunya yang belum terpasang dengan rapi "Palliwa, pasang sabuk pengamanmu Tae-ah"
Taheyung hanya diam, namun sejujurnya dia sudah mulai curiga, terlalu banyak yang disembunyikan kekasihnya, tapi apa? Cepat-cepat ditepisnya prasangka buruk itu, karena ia percaya Hoseok tidak akan berbuat macam-macam dibelakangnya.
Hoseok memperhatikan Taehyung yang sedang membersihkan meja makan sambil lalu lalang ke dapur. Dia meneguk salivanya yang mengental, namja mana yang tidak akan tertarik dengan keimutan Taehyungnya, dengan kemeja biru yang agak kedodoran kekasihnya itu terlihat sangat seksi, pahanya yang putih mulus, tubuhnya yang ramping, leher yang jenjang, bibir yang ranum. Tatapan Hoseok seperti seorang serigala yang siap menerkam mangsanya.
"Nah,, sudah selesai.. Hyung, Hei! Kenapa kau mentapaku seperti itu?"
"U know Tae-ah, kau sangat cantik"
"Please hyung, aku namja, tidak ada namja yang cantik didunia ini"
"Tetap saja kau cantik dimataku"
"Kau mulai menggodaku eoh? Itu tidak akan mempan hyuunngg" Taehyung terkekeh, tapi dia mulai berontak saat Hoseok menarik tangannya dan memeluknya erat "Hy..hyung.. lepaskan aku.."
"Sssttttt.. gumawo Tae-ah, makan malamnya sangat enak" bisik Hoseok seduktif "Tapi aku masih lapar.."
"Hm?.. Kalau begitu aku akan memasak makanan lain untukmu hyung.. tunggu disini" sahut Taehyung dengan polos
"No..no. Aku bukan lapar itu, tapi.." Huph! Hoseok menggendong tubuh Taehyung ala bridal
"Hyung, apa-apaan kau.. turunkan aku.. palli!" Taehyung berontak tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan diri dari Hoseok
"Kau tau kan Taetae, aku suka memaksa, hm?" Hoseok lalu merebahkan dirinya dan Taehyung di atas bed kamarnya.
"Hyung? Hmmpphhh.." Mata Taehyung terbelalak karena secara tiba-tiba bibirnya menyatu dengan bibir Hoseok. Ini terlalu mendadak.
"SaranghaeyoTae-ah"
"Saranghayo hyung, hhh~" namja mungil itu mendesah ketika bibir namja berambut kecoklatan itu mengunci bibirnya. Desahan itu semakin terdengar keras ketika telapak tangan Hoseok mulai menggerayangi paha mulusnya, semakin ke atas… semakin mendekati daerah sensitivenya. "Hyuunngg,, jangan, ini…hhh~"
"Kau begitu menggoda Tae"
"Hyung~" Tae kembali menggeliat ketika Hoseok mengigit lehernya yang jenjang lalu kemudian melumat bibirnya lagi. Hoseok tidak peduli bahwa kini Taehyung hampir saja kehabisan nafas akibat lumatan ganasnya.
"Eeeng.. hentikan Hyung!" Taehyung menarik bibirnya, matanya menatap mata foxy milik Hoseok.
"Aku ingin dirimu Tae-ah, aku ingin kau menghadiahkan makan malam yang ternikmat yang pernah kurasakan, kau mau kan?" tangan Hoseok membelai rambut namja itu.
"Makan malam?.." Taehyung masih berusaha mencerna kalimat seduktif Hoseok
"Aku ingin menyatu dengan dirimu Taetae-ah"
"Ja.. jangan sekarang hyung.. aku belum siap…" rintih Taehyung setelah sadar bahaya apa yang sedang dia hadapi
"Apakah kau mencintaiku Taetae-ah?"
"Ne.. aku sangat mencintaimu"
"Kalau begitu buktikan malam ini" serang Hoseok
"Tunggu dulu! Aku.. aku takut.. itu sakit hyung"
"Aku akan bermain pelan Tae-ah, awalnya memang sakit, tapi lama-lama pasti kau juga menikmatinya.. aku tak tahan" desah Hoseok ditelinga Taehyung. Dan pertahanan Tae pun akhirnya tumbang, dia memasrahkan tubuhnya digerayangi dan dilumat oleh bibir Hosok, semakin membuat namja itu menggila dengan aksinya
"Pelan-pelan hyung…"
"As your wish Tae-ah" Hoseok mencium lekukan leher Taehyung, membuat desahan sexy miliknya terdengar lagi.
"Hyunngg… ini sangat enggghh"
"Kau gugup hm? Rileks Tae, itu akan terasa nikmat" Hoseok merengkuh tubuh Taehyung dan mencium bibirnya dengan lembut.
"Berjanjilah hyung, kau tidak akan meninggalkanku" lirih Taehyung. Walau bagaimanapun juga ini adalah yang pertama kali dia lakukan sepanjang sejarah hidupnya
"Aku berjanji." Bibir Hoseok kembali membungkam bibir merah miliknya, Hoseok benar benar tak bisa menahan nafsunya untuk menggerayangi tubuh ramping milik Taehyung.
"Eunghhhh.." Tae memejamkan matanya ketika ia merasakan bibir Hoseok melumat dan mengulum nipplenya sementara tangan namja itu dengan leluasa meraba bagian bawah tubuhnya. "Akh..hyungg.. enngggg" desah Taehyung nikmat.
Sebentar kemudian Hoseok merasakan benda miliknya mengeras. Dengan cepat dia melepas semua pakaiannya dan melemparnya disembarang tempat. Membuka kemeja yang bertengger ditubuh Taehyung dengan kasar. Dia benar-benar seperti serigala yang ingin memakan mangsanya.
"Hyu..hyung!" kalimat Tehyung terputus ketika bibir Hoseok kembali melumat bibirnya apalagi saat benda keras milik Kyuhyun bergesekan-gesekan dengan miliknya, membuat kadar kenikmatan yang ia rasakan berlipat ganda.
Hoseok mengangkat dagunya, ditatapnya sepasang mata obsidian itu "Aku lakukan sekarang Tae" dia berkata sambil melebarkan kaki Taehyung.
"Hyung, kumohon.. pelan pelan.. ini pasti sakit"
"Ini sakit dan nikmat Tae-ah" Hoseok mulai memainkan kepala juniornya di lubang milik Taehyung, membuat namja itu mendesah-desah menahan kenikmatan tiada tara.
"Eghhh" Taehyung mendesis pelan saat sedikit demi sedikit kepala junior Hoseok mejelejahi lubangnya, hingga sesaat kemudian "Aaarrrgggg Hyung!" tubuhnya melengkung saat Hoseok menekan juniornya lebih dalam, dia merasakan sakit yang luar biasa ditubuh bagian bawahnya. Dan dengan satu kali hentakan, junior kekasihnya sudah masuk dengan sempurna menciptakan sensiasi yang dahsyat bagi namja polos itu. Ini adalah pertama kalinya Taehyung lakukan, berbeda dengan Hoseok yang sudah beberapa kali melakukannya dengan yeoja dan namja lain.
Dengan perlahan Hoseok menarik juniornya, kemudian mendorongnya lagi dengan tempo lambat semakin lama tempo itu semakin cepat. Ada gesekan yang terjadi antara junior Hoseok dan dinding lubang milik Taehyung, itu benar benar terasa nikmat. Taehyung hanya bisa pasrah sambil mencengkram helaian rambut Heseok, menahan sensasi perih dan nikmat yang ia rasakan sekarang. Desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya, mereka sangat menikmati permainan ini. Hoseok merasa ada yang berbeda, jauh berbeda daripada saat dia melakukannya dengan yeoja atau namja lain, bukan hanya nafsu yang dirasakannya sekarang, dia bermain dengan lembut berusaha tidak menyakiti namja yang berada dibawahnya. Peluh yang menetes diseluruh tubuhnya semakin membuat namja itu terlihat seksi.
Hoseok terus mengocok juniornya, beriringan dengan erangan dan desahan keduanya, menyalurkan nafsu melalui tubuh yang menyatu dengan sempurna.. dan beberapa menit kemudian "Hyung!" "Akkhhh!" Mereka berteriak bersamaan seiring dengan orgasme yang mereka capai bersama, Hoseok membiarkan juniornya memuntahkan sperma didalam lubang milik Taehyung, membuat namja imut itu mengerang-erang menahan kenikmatan. Hoseok mencabut juniornya dengan pelan "Ennnggghhhh" Taehyung mendesah pelan.
Hoseok merebahkan tubuhnya disamping Taehyung yang masih polos tanpa mengenakan apapun, mereka masih terengah-engah.
"Gumawo Tae-ah, kini kau milikmu seutuhnya…" bisik Hoseok seraya memeluk tubuh Taehyung.
"Berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkanku hyung"
"Ne Taetae-ah, selamanya aku menjadi milikmu"
"Hug me hyung.."
"Hm?... Ne, sekarang kau tidurlah.. Good night Tae-ah" Hoseok mengecup kening Taehyung dengan lembut.
HoseokPOV
Itu tadi sangat nikmat! Aku tidak menyangka tubuh kurus ini bisa membuatku sepuas ini. Dia sudah tertidur sekarang, nafasnya tidak lagi terengah-engah. Aku menatapnya lama sambil mengusap lembut dahinya. Bohong jika aku tidak menyukainya. Bohong jika aku tadi melakukannya hanya didasarkan oleh nafsu, bohong jika aku benar-benar membencinya.. Aku berbohong jika aku.. aku tidak mencintainya.. Entah sejak kapan hatiku mulai menyayangi namja ini, walaupun aku tau dia anak dari pimpinan yang ingin menghancurkan perusahaan Appa, tapi aku akui aku membutuhkannya, paling tidak sampai semua rencanaku tuntas. Ah, Tae-ah.. kau sangat manis.
Drrrttt.. drrrttt.. aiisshhh~ siapa lagi yang menggangguku malam-malam begini.. Aku beranjak perlahan dari tempat tidurku dan mengambil handphone yang ada diatas meja. Tapi aku membelalakan mataku saat melihat nama yang tertera di layar hp, perlahan aku keluar kamar.
"Yeoboseo hyung?"
"Hei Hosiki,aku tiba-tiba merindukanmu.. jemputlah aku sekarang!"
"Mwo?.. Aku tidak bisa sekarang Yoongi hyung.. aku.. aku kelelahan"
"Hei, kenapa kau berbisik seperti ini?.. jangan katakan kau sedang bersama namja itu eoh?"
"Aku sendirian.. tidak ada siapa-siapa disini"
"Aku tidak percaya! Aku kesana sekarang!"
"Sudah kubilang tidak ada siapa-siapa disini dan jangan sampai kau kemari, kau dengar hyung?!"
"Ooohh. Kau berani berteriak padaku sekarang hah?"
"Aiiissshhh~ maafkan aku changiya.. aku hanya lelah dan kau tiba-tiba menelpon untuk mencecarku dengan banyak pertanyaan, mianhae.."
"Jangan katakan kau mulai mencintainya Hosiki-ah.. jangan sampai kau mengkhianatiku, arrachi?"
"Dengarkan aku hyung.. aku tidak pernah mencintainya dan tidak akan pernah mencintai anak dari orang yang telah merugikan perusahaan ayahku sendiri! Berapa kali kukatakan hyung, dia itu adalah anak Mr. LEE! Aku mendekatinya karena aku ingin membalas dendamku pada ayahnya, orang yang hampir menghancurkan Cho, perusahaan Appa, semua semata-mata karena aku ingin membalas semua perbuatan mereka! Setelah semua rencanaku berhasil, aku akan mencampakannya! Kau dengar hyung? Dan jangan sekali-kali kau menyebut aku bisa mencintai orang seperti dia arra?!"
"Arra, arra, jangan emosi, aku hanya mengingatkanmu, aku menyanyangimu dan aku tidak mau berlama-lama berbagi namja dengan dia, arrachi? Aku percaya padamu. Sudahlah, segera tidur, karena akupun mulai mengantuk.. saranghaeyo Hosiki-ah"
"Nado saranghaeyo hyung" Klik! Aku memutuskan telepon dengan pelan. Maaf hyung, mungkin ini hanya balas dendam, tapi aku menikmati permainanku ini, aku tidak tau kapan aku mengakhiri permainan ini. Aku berbalik tapi seketika itu juga leherku seperti tercekik,, "OMO! Ta..Tae-ah.. se.. sejak kapan kau berdiri disitu?!"
Taehyung POV
Aku melakukannya! Akhirnya aku melakukannya untuk yang pertama kali.. pembuktian cinta? Kata-kata yang sangat klise tapi ya itu benar, untuk pembuktian cintaku pada Hobie hyung. Walaupun masih ada rasa ragu akan cintanya, aku berusaha untuk percaya. Aku tau dia juga mencintaiku dan aku tidak menyesal dengan apa yang baru saja kami lakukan.
Aku lelah, aku mulai memejamkan mataku.. tapi aku terjaga saat aku merasa Hobie hyung beranjak dari tempat tidur, sepertinya dia menerima telepon, tapi dari siapa? Begitu pentingkah sampai dia mengendap-endap keluar kamar? Aku berusaha menutup mataku lagi tapi rasa penasaran menjalar dengan kuat dihatiku, aku bukan tidak percaya, oke aku hanya memastikan! Aku diam-diam mengikutinya dari belakang, beruntungnya dia tidak menutup pintu kamar ini, jadi suaranya masih bisa kutangkap dengan baik. Aku bersembunyi dibalik pintu.
"Yeoboseo, hyung?" Apakah itu telepon dari hyungnya yang paling tua?
"Mwo?.. Aku tidak bisa sekarang Yoongi hyung.. aku.. aku kelelahan" Yoongi hyung? Nugu?
"Aku sendirian.. tidak ada siapa-siapa disini" Dia berbohong.. jantung berdetak cepat, dia berbohong! Aku ada disini bersamanya,, tapi kenapa dia berbohong?!
"Sudah kubilang tidak ada siapa-siapa disini dan jangan sampai kau kemari, kau dengar hyung?!" Dia marah? Apakah orang yang dipanggilnya Yoongi hyung ingin menyusul kemari? Nuguya? Kenapa Hobie hyung berbohong dengan mengatakan dia sendiri disini?
"Aiiissshhh~ maafkan aku changiya.. aku hanya lelah dan kau tiba-tiba menelpon untuk mencecarku dengan banyak pertanyaan, mianhae.." DEG! Cha..changia?.. i.. itu kekasihnya yang lainkah? Mataku memanas.. jantungku sudah berdetak tidak karuan.. tidak mungkin, Hobie hyung mencintaiku, hanya aku satu-satunya kekasihnya. Aku masih berusaha meyakinkan diriku sendiri.
"Dengarkan aku hyung.. aku tidak pernah mencintainya dan tidak akan pernah mencintai anak dari orang yang telah merugikan perusahaan ayahku sendiri! Berapa kali kukatakan hyung, dia itu adalah anak Mr. LEE! Aku mendekatinya karena aku ingin membalas dendamku pada ayahnya, orang yang hampir menghancurkan perusahaan Cho, perusahaan Appa, semua semata-mata karena aku ingin membalas semua perbuatan mereka! Setelah semua rencanaku berhasil, aku akan mencampakannya! Kau dengar hyung? Dan jangan sekali-kali kau menyebut aku bisa mencintai orang seperti dia arra?!" Blaassshhh! Kakiku seperti tidak menginjak lantai, dadaku sesak, ulu hatiku seperti tertusuk benda tajam.. jadi itu.. itu.. aku terhuyung.. Aku melangkah, tanpa sadar aku keluar dari persembunyianku.. aku berdiri tepat dibelakangnya! Aku harus memastikan semuanya! Aku harus meminta penjelasan pada namja brengsek yang membelakangiku ini!
"Nado saranghae hyung" Dia memutar tubuhnya "OMO! Ta..Tae-ah.. se.. sejak kapan kau berdiri disitu?!" aku melihatnya pucat pasi. Dia pasti tidak menyangka aku mendengar semua pembicaraannya. Aku ingin teriak! Aku ingin melayangkan pukulanku tepat diwajahnya yang tampan! Aku ingin menghunuskan pedang yang paling tajam didadanya yang bidang!
Tapi aku hanya diam. Aku tidak tau harus berbuat apa. Kenapa aku membeku seperti ini?
"Tae-ah kau baik-baik saja?" dia meraba wajahku, tapi dengan cepat kutepis.. aku tidak sudi tangan najisnya menyentuh tubuhku!
"Tae-ah.." aku berpikir sejenak, jangan sampai dia menyadari bahwa aku sudah tau kebusukannya.. Mari bersandiwara brengsek!
"Aku tiba-tiba haus.. aku ingin mengambil minuman dibelakang"
"Kau tidurlah, biar aku yang ambilkan.. arra?.."
"Tidak usah biar aku saja"
"Taetae-ah biar ak.."
"Aku bilang tidak usah! Aku bisa mengambilnya sendiri" aku berlalu.. aku tidak tahan melihat wajah dan senyumnya yang munafik.. dia IBLIS!
Aku melangkah meninggalkannya yang masih berdiri didepan pintu kamarnya, mataku tidak bisa lagi menampung air mata yang hampir tumpah.. kau jahat Jung Hoseok dan aku adalah orang bodoh yang percaya begitu saja dengan mulutmu yang busuk! Tanganku mengambil gelas dan menggenggamnya hingga bergetar, aku sekuat tenaga untuk tidak menangis, aku harus berpura-pura tidak mengetahuinya, aku harus bersikap seolah-olah aku.. aku masih bisa dibodohi.. hiks.. aku tidak kuat lagi.. Tungkai kakiku semakin lemah untuk menopang jiwaku yang hancur. Aku merosot kebawah.. ini terasa sakit.. sakitttt! Bodohnya aku menyerahkan tubuhku, hatiku dan hidupku buat orang yang latar belakangnya saja aku tidak tau. Kenapa kau lakukan ini semua padaku hyung? Aku tulus mencintaimu tapi ini balasan yang aku dapat. Apa salahku?
Tunggu dulu.. aku berusaha memutar otakku dan mengingat kata-katanya tadi 'dia itu adalah anak Mr. LEE! Aku mendekatinya karena aku ingin membalas dendamku pada ayahnya, orang yang hampir menghancurkan perusahaan Cho, perusahaan Appa, semua semata-mata karena aku ingin membalas semua perbuatan mereka! Setelah semua rencanaku berhasil, aku akan mencampakannya!'
Apa salah Appa padanya.. siapa Jung Hoseok sebenarnya? Perusahaan Cho.. Cho.. OMONA! Aku baru ingat.. Jung Hoseok pasti ada hubungannya dengan perusahaan Cho Coorporation!
TO BE CONTINUED
Maafkan chapter ini merusak otak dan mata kalian yang polos chinguya wkwk. Khusus dichapter ini hanya ada V and Hope. Di chapter berikutnya konflik-konflik lainnya akan bermunculan, gumawo ^^
