If You Can Make Me Fall in Love with You !
Rate : M
Cast : ChanBaek and find it in your self
Length : Chaptered
Disclaimer : ChanBaek and This story is MINE xD
Genre : School life, Romantic, Little bit Angst, fluff
.o.o. .o.o.
"Mau sampai kau lelah karena ku masuki juga itu tidak akan terjadi proses reproduksi. Kau kan lelaki, Bodoh."
Chanyeol melangkahkan kakinya menuju lab biologi yang menjadi ruangan tempat ia mengikuti pelajaran tambahan. Dia sadar, dia aneh. Dia tidak pernah mengikuti pelajaran tambahan.
Tapi kali ini kelas yang memiliki jadwal pelajaran tambahan adalah Kelasnya dan kelas si mungil pedas itu –Baekhyun.
Chanyeol akan mencoba pendekatan dikelas ini. Chanyeol sudah menyuruh temannya untuk mengempiskan ban sepeda Baekhyun agar pulang nanti ia bisa pulang bersama Baekhyun.
Haha –Ide Licik
Chanyeol licik agar ia memenangkan taruhan konyol itu. Tidak apa, kan? Ia pikir sedikit menistakan si Byun pedas itu juga sepertinya menyenangkan. Betapa Baekhyun sangat mempertahankan gelar 'Straight' nya itu.
Chanyeol juga mendengar kabar kalau tadi saat jam istirahat ada yang menyatakan cinta pada Baekhyun. Baekhyun menolaknya. Pasti sangat menyakitkan. Tapi Chanyeol bersyukur itu terjadi. Jadi Chanyeol masih punya kesempatan untuk mendekati Baekhyun dan memenangkan taruhannya dengan tiga teman idiotnya.
Kaki panjangnya bergerak menyusuri lab yang berjarak kurang dari 10meter darinya. Chanyeol membuka pintu dengan sedikit membantingnya. Semuanya menatap heran. Termasuk lelaki mungil yang berada di tempat duduk sebelah kanan nomor dua dari depan. Itu Baekhyun. Ia melangkahkan kakinya dan mendudukan dirinya dikursi saat ia sampai disamping Baekhyun. Ia dapat melihat wajah badmood milik Baekhyun. Chanyeol menahan tawa.
"Okey sekian penjelasan dari saya. Aku akan membagi kelompok. Tapi aku pikir kalian menjadi satu kelompok dengan Teman sebangku kalian. Satu kelompok dua orang! Silahkan saling bertanya satu sama lain. Lalu ambil kesimpulan tentang pelajaran kali ini" Mrs. Hwang tersenyum manis. Chanyeol dapat melihat semua temannya mulai serius. Baekhyun juga tentunya. Chanyeol akan memulai aksinya sebentar lagi
"Hei Baek, ayo kita kerjakan" Chanyeol mulai melancarkan aksinya. Chanyeol dapat melihat Baekhyun menganggukan kepalanya
"Baek, apa itu reproduksi?" Chanyeol mulai bertanya dengan wajah –pura pura tidak tau. Matanya asik memandangi Baekhyun yang asik membolak balikan lembar halaman
Baekhyun menjawab "Mungkin semacam proses pertumbuhan dan perkembangan?" terdengar seperti berbalik bertanya.
"Bagaimana bisa terjadinya proses produksi, Baek?" Chanyeol menyeringai. Baekhyun mendengus. Chanyeol menahan tawanya
"Dengan memasukan kelamin pria dan kelamin wanita sehingga terjadi penyatuan sel sperma dengan sel telur" Chanyeol dapat melihat kecanggungan Baekhyun.
"Baek, bagaimana jika kita mempraktekannya? Aku masih belum mengerti" Chanyeol menyeringai. Baekhyun membola dan menjatuhkan Bukunya. Suasana seperti itu tercipta kurang lebih dua menit
"Bagaimana, Baek?" Chanyeol tersenyum senang.
Masih dengan posisi awal. Baekhyun tercengang dan Chanyeol menyeringai. Chanyeol akan menduga kalau Baekhyun akan berteriak layaknya gadis. Tapi nyatanya, itu salah besar.
"Mau sampai kau lelah karena ku masuki juga itu tidak akan terjadi proses reproduksi. Kau kan lelaki, Bodoh." Baekhyun berkata dengan nada sinisnya. Chanyeol yang mendengar hal itu tertawa terbahak bahak. Tidak memperdulikan diruangan itu hanya terdengar suaranya saja. Baekhyun hanya menatapnya datar. Apa apaan sih playboy ini? Tertawa layaknya orang idiot kehabisan obat.
Chanyeol masih tertawa. Ia sangat sulit menghentikan tawanya karena perkataan Baekhyun yang mengatakan kalau Chanyeol yang akan Baekhyun 'masuki'
" Berhenti tertawa, Idiot. Kau sangat pintar mencari sensasi" Baekhyun mendengus. Chanyeol sedang berusaha untuk menghentikan tawanya.
"Mana bisa bodoh. Yang ada aku memasukimu. Kau jauh lebih cantik dariku, kan" Chanyeol mengedipkan sebelah matanya. Lagi lagi respon Baekhyun hanya datar. Chanyeol pikir Baekhyun benar benar tidak menyukainya.
"Menjijikan" Baekhyun mendesis. Sungguh ia sangat jijik jika ada yang membicarakan gay porn. Straight porn saja Baekhyun hanya pernah menonton sekali, itu pun baru satu perempat menit -seperti otak Chanyeol;Menurut Baekhyun. Apalagi jika itu, Gay?
"Hei Nona, Kau belum pernah merasakannya. Jika sudah merasakannya, kau pasti ingin memintanya lagi. Aku bersedia jika lain waktu kau sedang butuh lawan mainnya. Haha" Chanyeol kembali terbahak. Ruangan menjadi hening lagi. Yang terdengar hanya tawaan menjijikan Chanyeol -menurut Baekhyun.
"Maaf, Chanyeol? Bisakah kau kecilkan volume suaramu? Aku tidak ingin siswa yang lain terganggu" Mrs. Hwang meminta sambil menyunggingkan senyumnya.
"Anything for you, Mrs. Pretty" Chanyeol mengedipkan sebelah matanya dan melakukan flying kiss. Membuat wanita wanita diruangan itu menjerit. Padahal yang diberi hal itu kan Mrs. Hwang. Baekhyun bertambah iri.
"Kyaaa Dia mengedipkan matanya"
"Oh tuhan dia melakukan Flying Kiss"
"Aku berandai andai jika Chanyeol langsung memberiku kiss"
Chanyeol tersenyum senang. Sedangkan lelaki mungil dihadapannya mengerucutkan bibirnya kesal.
Chanyeol yang melihat itu tanpa sadar tersenyum tipis. Baekhyun menarik. Sangat menarik
.o.o.o.o.
Akhirnya pelajaran tambahan telah selesai. Baekhyun mendesah lega karena itu tandanya ia bisa bergegas pulang dan berhenti ocehan konyol berbau mesum yang selalu Chanyeol lontarkan pada Baekhyun pada saat pelajaran tambahan tadi. Doanya hanyalah agar ia tidak satu hari lagi dengan Chanyeol. Itu benar benar mimpi buruk.
Kaki mungilnya terus melangkah ke arah parkiran tempat sepedanya ia letakkan. Baekhyun tergolong orang yang sangat mampu sebenarnya. Ayahnya, Byun Kyuhyun adalah Pemilik perusahaan coklat terbesar di Korea. Dan juga perusahaan ini memiliki beberapa cabang. Seperti di Jepang, Swiss dan Inggris. Tetapi Baekhyun adalah sosok yang sangat sederhana. Ia tidak pernah membawa mobilnya kesekolah. Ia lebih suka mengendarai Sepeda hadiah ibunya saat ia mendapat peringkat di tingkat akhir SMP. Padahal dirumahnya berjejer mobil mobil yang harganya tidak terhitung jumlahnya. Cara berpakaiannya juga biasa saja. Seperti Tas, Jam Tangan, Sepatu dan yang lainnya. Tidak menampakan kemewahan. Tapi sebenarnya jika orang itu jeli, Barang barang Baekhyun itu adalah tingkatan kelas atas.
Baekhyun jadi merindukan Sahabatnya, Luhan yang sedang dibeijing. Ia dan Luhan sering sekali bertukar barang. Wajahnya dan wajah luhan tidak berbeda jauh, sebenarnya seperti kembar.
Ah dia sudah sampai diparkiran. Tapi mata bulan sabitnya langsung membola saat ia melihat ban sepedanya tidak berisi. Berbentuk persegi.
Baekhyun baru tau ada yang berani membully-nya
atau sebenarnya ia yang tidak sadar jika ban nya kempes sejak berangkat sekolah?
Tapi Baekhyun yakin Sepedanya dalam keadaan sangat baik saafgt ia berangkat kesekolah.
Terpaksa ia merelakan kaki mulusnya -maaf maksudku kaki berototnya untuk berjalan sambil tangannya menopang sepedahnya yang berada disebelah kanannya.
Bibirnya kembali mengeluarkan alunan lembut untuk mengusir rasa bosannya. Tetapi bibirnya berhenti ketika mata kelincinya melihat mobil sport merah berhenti disampingnya. Ia sangat tahu siapa pemilik mobil ini. Park Chanyeol.
.o.o.o.o.
Chanyeol mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ketiga teman idiotnya -Kris, Jongin dan Sehun sedang tertawa licik karena ide mereka. Menistakan Baekhyun -yang menjadi incaran main mereka.
Saat Chanyeol sedang mengikuti pelajaran tambahan, Jongin dan Sehun yang bertugaa untuk mengempiskan ban sepeda Baekhyun. Jahat sekali memang. Tapi mereka juga ingin sedikit membantu Chanyeol dalam proses 'pendekatan'. Mereka sangat tertarik akan hal ini. Baekhyun itu menyebalkan, Sok Manly padahal ia cantik, tapi Baekhyun juga menggemaskan. Mata elang milik Kris menangkap tubuh mungil Baekhyun yang sedang berjalan tanpa beban.
"Chanyeol, minggir ke tepi jalan. Itu Baekhyun!" Kris memekik. Sehun memasang raut wajah datar
"Kau seperti wanita, Kris" Jongin terbahak. Kris menjadi wanita? Pasti sangat menyeramkan. Sedangkan Tuan Park hanya menyeringai.
"Ku minta kalian tenang. Aku akan memberikan sedikit pertunjukan. Bertingkah seolah olah kalian tidak ada disini" Ketiga temannya memutar bola matanya dan mengangguk. Chanyeol tersenyum miring. Ia langsung menepikan mobilnya dipinggir jalan.
Chanyeol menurunkan kaca jendela mobilnya. Menahan tawa. Chanyeol sedang menahan tawa
"Hey Nona. Butuh tumpangan?"
"Tidak, Terima Kasih" Tapi bukan Chanyeol namanya jika tidak berjuang mendapatkan yang ia mau. Chanyeol langsung membuka pintu mobilnya dan melangkah menuju tempat Baekhyun berdiri masih dengan wajah datarnya.
"Jangan menolak,Baek"
"Apa urusanmu?"
"Aku mencoba berteman denganmu, Baek" Chanyeol melirik teman temannya yang berada didalam mobilnya. Mereka tertawa. Tangan Mereka menulis suatu hal. Chanyeol menunggu apa sih yang ditulis temannya itu?
"Ikut aku, Baek" Chanyeol memaksa
"Tidak mauuu~ " tanpa sadar Baekhyun melakukan Aegyo. Sangat menggemaskan.
"Aku akan benar benar mempraktekan proses reproduksi denganmu jika kau menolakku kali ini" Matanya kembali melirik kaca mobilnya. Terdapat tulisan Hangul "Poor Chanyeol" di kertas itu. Lalu teman teman idiotnya tertawa.
"Aku tidak perduli" Baekhyun mendengus
"Baiklah jika itu maumu" Chanyeol mendorong Baekhyun sehingga tubuh bagian belakang Baekhyun terbentur mobil Chanyeol. Chanyeol mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Baekhyun. Chanyeol tidak menciumnya apalagi meninggalkan Kissmark. Chanyeol hanya melekatkan hidungnya di bahu Baekhyun dan Menghirup aroma Vanilla bercampur keringat milik Baekhyun. Sejenak ia menyukai wanginya.
Ia kembali mengintip temannya yang berada didalam mobil. Semuanya tercenggang.
Chanyeol menyeringai.
"Aku hanya ingin berteman denganmu, Baek" Suara rendah itu membuat Baekhyun merinding. Baekhyun sempat memberontak. Tetapi Chanyeol semakin merapatkan tubuhnya.
"Chanyeol, kau seperti seorang gay" Baekhyun bergerak gelisah. Ia sangat tidak nyaman diposisi seperti ini.
"Maka dari itu, terima tumpanganku"
"Ya. Lagi pula aku lelah jika harus berjalan sampai rumahku" Baekhyun tertawa. Tapi tidak dengan Chanyeol. Dia masih asik menikmati aroma Baekhyun
"Chanyeol lepas. Atau aku berubah pikiran" mendengar itu Chanyeol langsung melepas pelukannya lalu berjalan menjauhi Baekhyun untuk mengambil Sepedanya yang akan diletakkan di bagian belakang mobilnya.
Baekhyub membuka pintunya. Chanyeol berdecih. "Itu sangat tidak romantis" Baekhyun menatap Chanyeol datar.
"Kau Playboy. Apa Semua jenis kau jadikan kekasihmu? Sayangnya aku normal. Aku menyukai Seulgi asal kau tau" Baekhyun menutup pintu mobilnya.
"Welcome Baekhyuneee" Tiga orang idiot itu berteriak membuat Baekhyun terlonjak kaget. Sial. Jadi mereka melihat semuanya? Melihat Chanyeol yang sedang merayunya tadi? Damn!
"Baek Apa kabar?" Jongin bertanya
"Baek, Kau semakin Cantik" Kris menghinanya. Baekhyun masih sabar. Chanyeol mendengus menahan tawanya.
"Bagaimana tadi rasanya dipeluk Chanyeol? Apa kau ingin merasakannya lagi? Chanyeol pasti akan langsung memelukmu, tenang saja." Semua tertawa mendengar perkataan Sehun. Terdengar serius. Tapi sebenarnya ia hanya bercanda.
"Sudahlah, Jangan kalian menggnggu Baekhyun-Ku" Chanyeol kembali menggoda Baekhyun. Ia menolehkan kepalanya kearah Baekhyun. Pantas saja ia tidak mendengar perkataannya.
Headset berwarna biru muda sedang asik menggantung di kedua telinganya.
Chanyeol menatap Baekhyun datar.
.o.o.o.o.
Chanyeol menolehkan kepalanya kearah tiga teman idiotnya. Ia kebingungan sekarang. Baekhyun tertidur. Ia tidak tau alamat rumah Baekhyun. Setelah mempertimbangkan akhirnya Chanyeol membawa Baekhyun kerumahnya. Ia tak tega membangunkan Baekhyun.
Sekarang mereka telah sampai dimansion Keluarga Park. Chanyeol membangunkan ketiga temannya. Tapi tidak dengan Baekhyun.
Perlahan tapi pasti Chanyeol membopong Baekhyun masuk.
"Kris, Bantu aku membuka pintanya" Kris yang masih setengah sadar pun hanya menurut. Baekhyun masih tertidur dengan lelap. Chanyeol berfikir. Baekhyun sangat kuat dalam urusan tidur.
Mereka telah masuk kedalam rumah Chanyeol. Rumah yang megah. Tetapi seperti tidak ada kehangatan didalam sana.
By The Way, Baekhyun mungil tapi berat. Uugh
"Beri Baekhyun padaku. Aku yang akan membawanya ke kamarmu. Aku tau kau lelah menggendong tubuh Baekhyun. Aku sudah pernah menggendongnya saat Pelajaran tambahan"
"Ia mungil. Tetapi berat sekali" Jongin mendeskripsikan Baekhyun. Chanyeol mendengus.
"Tidak perlu. Cukup bukakan saja pintu kamarku" Jongin mendengus.
Setelah pintu kamar Chanyeol terbuka, perlahan Chanyeol merebahkan Tubuh mungil Baekhyun di ranjang king size miliknya. Jongin dan Chanyeol tidak berhenti memandang Baekhyun. Wajahnya sangat polos
"Kau tertarik dengannya, Chanyeol"
"Tidak. Aku mengingat perjanjian kita, Jongin" Chanyeol berkata dengan tegas. Jongin hanya memutar bola matanya malas
"Aku ingin Baekhyun menginap denganku malam ini" Mulut Jongin sedikit tetbuka karena terkejut
.o.o.o.o.
Mata bulan sabit itu perlahan mulai terbuka. Saat pertama ia membuka wajahnya kesan pertamanya adalah Bingung. Ia bingung ada dimana ini?
Matanya masih mengantuk sebenarnya. Tetapi matanya menjelajahi setiap ruangan. Matanya menangkap satu figura yang terdapat 4 lelaki disana. Chanyeol, Jongin, Sehun dan Kris. Ah paling ini Rumah Chanyeol -Pikir Baekhyun dalam hati
"APA? CHANYEOL?" Baekhyun mulai sadar. Sial bisa bisa ibunya marah jika ia belum pulang jam segini.
Tangannya meraba saku seragam dan celananya.
Ponselnya hilang!
Baekhyun panik. Di handponenya ada nomor Seulgi. Asal kalian tau, meminta nomor Seulgi sangatlah susah. Baekhyun menghela nafasnya. Perlahan ia berjalan keluar menuju ruang keluarga Rumah Chanyeol. Ia menemukan Kris, Chanyeol dan Sehun sedang bermain playstation.
Dengan perlahan Baekhyun mendudukan diri disamping Chanyeol Dengan tangan yang masih mengusap pelan mata kelinciya.
"Chan, Aku ingin pulang" Baekhyun berkata dengan santai. Chanyeol mengkerutkan dahinya. Tidak, Bagaimanapun Baekhyun harus menginap disini.
"Mobilku digunakan ayah saat kau tidur. Sampai sekarang ayah belum kembali" Chanyeol meneguk Coffe Caramel miliknya.
"Oh baiklah. Aku pulang sendiri" Baekhyun ingin segera pulang dari sini.
"Dengan piyama bermodel donal duck seperti itu, Baek?" Baekhyun mengkerutkan keningnya. Pakaiannya sudah diganti.
"Siapa yang menggantikannya?" Baekhyun mendelik tajam
"Tentu saja aku, Baek. Siapa lagi?" Chanyeol berkata dengan santai. Kris tertawa geli
"Hey Baek coba kau periksa lehermu. Jika terdapat bercak merah, berarti kau telah disentuh dengan Chanyeol" Kris berkata dengan setengah tertawa. Chanyeol menyeringai
"Ya wajar saja jika aku menerkamnya. Asal kau tahu Kris, Tubuhnya mulus sekali seperti perempuan" Semua tertawa. Kecuali Baekhyun tentu saja.
Baekhyun langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari neraka -Rumah Chanyeol ini. Baekhyun tidak tau apa salahnya hingga ia bisa sesial ini.
Baru saja ia memegang gagang pintu. Tetapi tangannya sudah ditarik oleh Chanyeol
"Apalagi?" Chanyeol dapat melihat raut kesal milik Baekhyun.
"Aku bercanda, Baek. Tetaplah tinggal. Aku hanya ingin berteman denganmu~ fyuuh" Chanyeol menghembuskan nafasnya disekitar pipi Chubby Baekhyun.
"Kau mengerikan Chanyeol, " Baekhyun berteriak frustasi "Aku takut." Cicit Baekhyun ketakutan. Chanyeol menahan tawanya. Baekhyun benar benar seperti anak kecil.
"Aku tidak akan melakukan apapun padamu, Baekhyun" Akhirnya Chanyeol mengatakan satu kalimat.
"Diluar dingin. Aku tidak mungkin tega membiarkanmu keluar sendiri ataupun mengantarkanmu menggunakan motor. Aku sudah meminta izin pada ibumu melalui sms tadi" Baekhyun membolakan matanya. Baekhyun hanya pasrah saat ini. Berharap tidak terjadi suatu hal yang buruk terhadapnya.
"Nah, Ayo kita ke teman temanku. Mereka sedang menonton film" Chanyeol menarik tangan Baekhyun. Baekhyun hanya memasang wajah tak tertarik. Prinsip Baekhyun hanya Satu.
Chanyeol Playboy. Dan Baekhyun tidak mau berteman dengan yang suka memainkan perasaan wanita.
.o.o.o.o.
Hari sudah larut malam. Tapi Keempat sahabat itu belum menunjukan tanda ia mengantuk.
Kecuali Baekhyun.
Ia bahkan telah menguap berkali kali. Ini puncaknya. Ia sangat ingin memejamkan matanya. Kakinya ia gerakkan mendekat kearah Chanyeol
"Chanyeol. Aku ingin tidur" Chanyeol menoleh. Suara serak milik Baekhyun sangat terdengar jelas. Chanyeol langsung membangkitkan dirinya. Berjalan kearah Baekhyun
"Ayo kita kekamar" "Dude, Kau seperti suami istri yang akan menjalankan malam pertama" Jongin tertawa sehabis mengatakan hal itu. "Tutup mulutmu, hitam" ketiga sahabatnya semakin tergelak. Seperti orang gila.
Mereka -Baekhyun dan Chanyeol sekarang sedang menaiki tangga. Keduanya terdiam sampai yang lebih tinggi memulai percakapan.
"Maaf, Baek. Kita harus sekamar. Semua kamar kotor belum dibereskan oleh maid ku" Baekhyun sedikit tak terima. Tidaak. Chanyeol berbohong. Mana mungkin Kamarnya belum di bereskan oleh maid? Bisa bisa maid itu ditendang dari rumah ini.
CKLEK
Chanyeol membuka pintu kamarnya. Kamar berwarna perpaduan antara biru muda dan coklat muda terpampang jelas dimata Baekhyun. Kamar ini juga terdapat ukiran ukiran disekitar sudut kamarnya. Rumah Chanyeol sangat besar. Tapi, Aura kehangatan sangat tidak Baekhyun Rasakan. Mungkin Orang tua Chanyeol jarang pulang -pikir Baekhyun.
Dan tebakan Baekhyun benar.
"Nah kau bisa tidur disini" Chanyeol menjentikan jarinya di ranjang King Size miliknya.
"Aku tau" Baekhyun menjawab singkat. Ia benar benar ingin tidur.
"Aku juga akan tidur disini"
"Lalu?" Baekhyun bertanya malas
"Kau tidak keberatan?" Chanyeol menyernyit heran
"Tentu saja tidak. Kita sama sama lelaki. Dan lagi pula ini ranjang milikmu" Baekhyun berkata sambil memejamkan matanya.
"Oh okey, Selamat malam. Mimpi indah" Baekhyun membolakan matanya. Bukan menutup matanya. Chanyeol mengecup dahinya sekilas. Dan langsung bergegas keluar kamar.
Baekhyun berusaha memejamkan matanya. Tapi sungguh bekas cetakan bibir Chanyeol di Dahinya ternyata juga tercetak diotaknya.
Untuk pertama kalinya Baekhyun tidak tenang dalam tidurnya
.o.o.o.o.
Kerlip cahaya matahari mulai memaksa insan didunia untuk bangun dari tidur indahnya. Kicau merdu burung-burung yang sekarang menghinggap di tepi jendela Chanyeol memaksa yang lebih mungil membuka matanya.
Pertama yang Baekhyun rasakan adalah berat disekitar area perutnya. Itu tangan Chanyeol. Baekhyun langsung menyingkirkan tangan s raksasa. Dan perlahan tangan mungilnya mulai mengguncangkan tubuh Chanyeol
"Chanyeol, bangun. Kita hampir terlambat, bodoh" Baekhyun mendengus. Membangunkan Chanyeol benar benar sulit
Nggh~
Chanyeol mendesah menandakan ia terbangun dari tidurnya. "Bangunkan aku lebih lembut lagi, Baek" Chanyeol meminta
"Tidak. Aku pinjam kamar mandimu!" Baekhyun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Tapi saat ia berada didepan pintunya, Ia baru teringat. Seragamnya entah dimana
"Chanyeol, seragamku?"
"Pakai saja seragamku, Baek. Aku akan membelikanmu baju lagi nanti" Baekhyun menurut dan mulai melangkahkan kakinya
Ia berharap baju ini pas ditubuhnya, yeah karena perbedaan tingginya dan tingi Chanyeol berbeda jauh.
Baekhyun telah selesai mandi. Ia mendengus, harapannya tidak dikabulkan. Seragam Chanyeol jauh dari kata 'pas' Baekhyun merasa ia pendek sekali. Ia melangkahkan kakinya keluar menuju kamar Chanyeol. Ia melihat Chanyeol sudah rapih. Apa Chanyel tidak mandi?
"Kau tidak mandi, Chanyeol?"
"Untuk apa mandi? Nanti yang ada Seulgi makin terpesona denganku" Baekhyun mendengus kesal. Seulgi, pujaan hatinya. Ugh kapan dirinya mempunyai bisa seperti Chanyeol?
"Ayo kita berangkat, Baek" Baekhyun hanya tersenyum masam dan mengangguk.
.o.o.o.o.
Chanyeol mengendarai mobil dengan kecepatan lambat. Baekhyun menjadi kesal sendiri karena pasti mereka terlambat. Dan gerbang baru akan dibuka pada saat jam istirahat nanti.
"Ini semua gara gara kau, Chan. Oh tuhaaan ayahku akan memukulku" Baekhyun bertingkah seolah olah ia frustasi. Chanyeol menatap wajah Baekhyun datar. Chanyeol sengaja mengendarai dengan kecepatan lambat. Ia berniat membolos dengan Baekhyun Hari ini.
"Diam kau, Pendek. Aku akan mengajakmu kesuatu tempat" Baekhyun mendengus. Palingan tempat tempat yang berbau mesum. –Pikir Baekhyun
Chanyeol mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang kali ini. Baekhyun semakin kesal dengannya. Chanyeol mungkin benar-benar ingin mengerjai Baekhyun. Well, mereka sekarang sudah sampai.
Mata Baekhyun langsung berbinar saat matanya melihat hamparan air walau tidak cukup luas terpampang didepan matanya. Baekhyun baru sadar, Seoul memiliki danau. Chanyeol melirik kearah Baekhyun. Bibirnya tersenyum tipis saat Baekhyun merentangkan Tangannya. Kaki panjangnya mulai bergerak mendekati Baekhyun yang sedang asik memejamkan matanya. Perlahan tangan besarnya dilingkarkan dipinggang Baekhyun.
Baekhyun tersentak
Baekhyun mulai memberontak. Dia ketakutan sekarang. Baekhyun berfikir, mode Gay Chanyeol sedang bereaksi
"Baek, Tenanglah" Baekhyun bergidik geli saat Chanyeol berbicara disekitar telinga Chanyeol.
"Yeol, Jangan seperti ini"
"Anggap ini adalah pelukan seorang teman, Baek" Baekhyun terdiam
.o.o.o.o.
Mereka sudah sampai didepan gerbang sekolah setelah mereka menghabiskan waktu cukup lama di danau. Keduanya masih canggung. Tidak pernah Baekhyun Bayangkan ia bisa sedekat ini dengan seseorang yang sangat amat ia benci. Chanyeol, sepertinya ia tidak buruk untuk dijadikan teman. Iya kan?
"Terimakasih atas semuanya, Chanyeol" Baekhyun tersenyum tipis dan mulai membuka pintu Mobil Chanyeol. Ia terlonjak kaget saat banyak sekali wanita disekeliling –kanan dan kiri mobil Chanyeol
"Kyaaa Chanyeol membawa seseorang"
"Siapa ya?"
"Aku IRI!"
"Hey itu Baekhyun"
"Huh? Baekhyun?"
Baekhyun langsung berlari menhindari kumpulan kumpulan wanita penggosip itu. Chanyeol yang melihat Baekhyun berlali sambil menutup kedua telinganya ditambah lagi bajunya yang sangan besar –karena itu baju Chanyeol hanya tertawa pelan.
Chanyeol berjalan mendekati teman-temannya –Jongin, Sehun dan Kris yang sedang duduk dipinggir lapangan.
"Wow, dude. Kau melakukan apa dengannya semalam? Sampai ia bisa memakai baju seragammu" semuanya tertawa.
"Belum. Aku belum melakukan apapun. Tetapi aku akan segera melakukannya pada Baekhyun"
Semuanya menyeringai
"Aku harap kau tidak berujung mencintai taruhanmu sendiri seperti di kebanyakan drama korea" Kris berkata dengan menaikkan bahunya
"Tentu saja tidak. Hidupku tidak semonoton kisah di drama drama"
Well sayangnyakehidupan Chanyeol memang monoton. Tidak ada kasih sayang orang tua yang ia rasakan. Tapi setidaknya tidak lama lagi kisah cinta Chanyeol akan seperti drama. Bedanya, Drama dikendalikan oleh sutradara. Tetapi kisah cinta Chanyeol akan dikendalikan oleh Seseorang yang untuk saat ini tidak menginginkan Chanyeol sama sekali.
TBC
A/N : Hai aku bawa kelanjutannya. Untuk nama sekolah aku benar benar asal membuatnya. Cerita ini memang pasaran. Tetapi aku mencoba untuk mengubah alurnya agar tidak terlalu mainstream. Aku butuh banyak saran! Update cepat apabila respon bagus~~~
