If You Can Make Me Fall in Love with You !

Rate : M

Cast : ChanBaek and find it in your self

Length : Chaptered

Disclaimer : ChanBaek and This story is MINE xD

Genre : School life, Romantic, Little bit Angst, fluff

.o.o. .o.o.

"Mau sampai kau lelah karena ku masuki juga itu tidak akan terjadi proses reproduksi. Kau kan lelaki, Bodoh."

.o.o.o.o.o.o.

"Terima kasih atas semuanya, Chanyeol" Baekhyun mengucapkan terimakasih pada Chanyeol karena seharian kemarin Chanyeol membuat hidup Baekhyun Nano nano. Badmood sampai goodmood Baekhyun dapatkan. Kakinya ia gerakkan untuk segara keluar dari mobil si jangkung. Baru satu langkah ia langsung mendengar jeritan wanita. Apa jeritan itu untuknya? Aah Semoga!

Baekhyun tersenyum sumringah dan berniat menyombongkan diri pada sosok playboy –Chanyeol di mobilnya. Baekhyun berjalan –sok Manly.

"CHANYEEOL!"

"Ya tuhan ia membawa seseorang"

"Hey itu Baekhyun."

Baekhyun yang mendengar itu kembali menampakkan raut datar. Jeritan itu semakin keras. Damn Baekhyun benar benar membencinya! Akhirnya Baekhyun lebih memutuskan untuk menjauhi kerumunan wanita penggunjing itu. Baekhyun terus berlari seraya menutup kedua telinganya. Baekhyun pikir ini sangat menyebalkan! Mata coklat mudanya dapat melihat Chanyeol dan tiga teman idiotnya sedang menyeringai disana. Ya Tuhan. Empat orang itu. Baekhyun tidak takut dengan seringai mereka. Baekhyun malah menatap kembali orang-orang itu. Baekhyun dapat melihat keempat orang itu tertawa. Baekhyun menaikkan alis sebelah kanannya. Lalu kembali berjalan untuk segera masuk ke kelasnya –yang berbeda satu ruangan dari kelas Chanyeol.

Baekhyun bersenandung untuk menghilangkan rasa bosannya. Dirinya sudah sampai didepan kelas. Baekhyun menghembuskan nafasnya pelan. Pasti teman-temannya yang berisik itu pasti sedang membicarakannya. Tidak, bukan hanya keempat temannya. Tapi seluruh sekolah. Kenapa? Karena Byun Baekhyun yang tidak pernah terlambat, hari ini menjadi terlambat. Dan yang lebih parahnya lagi, Baekhyun satu mobil dengan Chanyeol.

Moment Aneh.

Semua orang tahu kalau Baekhyun sama sekali tidak menyukai Chanyeol. Baekhyun perlahan membuka knop pintu kelasnya. Dia tersenyum senang karena –mungkin hanya kelasnya saja yang bersikap normal. Dengan langkah arogan Baekhyun berjalan menuju ke arah tempat duduknya.

"Hey Bacon! Kau kemana saja?" Sial kedua temannya –Jongdae dan Tao sudah berada dihadapannya. Pasti ingin membicarakan hal ini. Baekhyun merasa ia ingin membenturkan kepalanya kedinding. Baru saja ia bernafas tenang. Seharusnya Baekhyun menyadari, teman-temannya tidak akan bisa waras. Walaupun sedikitpun.

"Aku tidak kemana-mana" Dengan malas Baekhyun menjawab pertanyaan dari pemuda berwajah persegi itu. Baekhyun menenggelamkan wajahnya dikedua lipatan tangannya saat matanya melihat tatapan curiga sahabatnya.

"Tadi kudengar kau bersama Park Chanyeol" sekarang yang paling tinggi dan yang paling muda bertanya. Huang ZiTao. Jongdae mengangguk menyetujui.

"Diamlah" Baekhyun mengangkat wajahnya frustasi. Kedua temannya bingung sekarang. Pasti Baekhyun sedang dalam mode mood yang sedang labil. Gawat, Gyeongdam akan hancur!

"Okelah, Bro. Ayo kita ke kantin. Mungkin saja kau lapar?" Jongdae mengusulkan. Baekhyun akhirnya mengangguk. Well Baekhyun benar benar berharap tidak akan bertemu Chanyeol saat dikantin nanti.

Baekhyun, Jongdae dan Tao mulai beranjak dari kursinya dan segera berjalan menuju kntin. Bel pertanda istirahat selesai baru akan berbunyi 15 menit lagi. Jongdae dan Tao benar benar berusaha agar membuat mood Baekhyun menjadi stabil kali ini. Disepanjang perjalanan mereka menuju kantin, Jongdae selalu melontarkan perkataan-perkataan aneh untuk Tao. Tapi ketika Tao membalas, Baekhyun mengatakan

"Kau berisik, Panda kelebihan kalsium" Baekhyun dan Jongdae tertawa. Tao tersenyum tipis. Ia ternistakan-pun tidak masalah. Asal ia bisa melihat sahabatnya tersenyum pun itu lebih dari cukup. Mata Tao dapat melihat keanehan pada seragam Baekhyun. Apa Baekhyun baru beli seragam baru lagi? Hey tapi Tao melihat bordiran kecil di sekitar bahunya bertuliskan "C" disana. Tao menyeringai.

"Baixian. Kau melakukan apa dengan Chanyeol semalaman?" Tao menarik kursi yang berada dihadapan Baekhyun. Baekhyun mendengus.

"Aku tidak melakukan apa-apa, panda." Baekhyun memasukan Gulungan mie jajangmyeon yang baru saja ia dapatkan. Baekhyun mengunyah semua gulungannya. Jongdae terkekeh. Baekhyun seperti anak kecil.

"Kenapa kau menggunakan seragam Chanyeol?"

-UHK

Baekhyun menyemburkan air putih yang barusan ia minum. Mata Baekhyun dapat melihat Tao menyeringai. Jongdae yang penasaran langsung berpindah tempat menjadi disamping Baekhyun.

"Woah! Hebat. Seragamnya sangat besar. Aku baru sadar" Jondae mendecak kagum. Pantas saja Wanita di Gyeongdam sangat mengidolakan Chanyeol.

"Tutup mulut kalian, aku akan menjelaskan" Baekhyun menghembuskan nafasnya pertanda ia gugup. Masalahnya temannya ini sangat berisik. Ketika mereka syok saja, mereka akan berteriak seperti orang gila minta dibebaskan.

Baekhyun mulai menceritakan kejadian dari awal pelajaran tambahan.

"Wow, Baek. Mungkin dia bisex? Pantas saja ia tertawa saat itu" Jongdae meletakkan jarinya di dagu runcing miliknya.

"Kau mengucapkan hal aneh, bodoh" Jongdae memukul pelan Kepala Baekhyun yang terdapat surai berwarna Coklat emas itu. Jongdae sebenarnya ingin tertawa mendengar cerita Baekhyun yang katanya ingin memasuki Chanyeol.

Baekhyun mengangkat Bahunya.

"Aku hanya berkata asal. Dia saja yang terlalu menghayati. Mau aku lanjutkan?" Baekhyun menawarkan. Baekhyun hanya mendesah malas saat kedua temanya mengangguk –sok imut. Baekhyun mulai menceritakan semuanya. Mulai dari ban sepedanya yang kempes sampai dirinya yang menginap dirumah Chanyeol.

"WO-"

"Diam!" Baekhyun menggertak temannya sebelum suara mereka terdengar keras oleh orang orang kantin. Tapi tetap saja siswa yang dikantin menoleh karena mereka. Bukan, bukan karena teriakan Jongdae maupun Tao. Tapi karena teriakan Baekhyun.

Baekhyun merasa dirinya memalukan. Baekhyun berdiri dari duduknya dan sedikit membungkkukan badannya. Matanya dapat melihat Chanyeol yang terkekeh geli di sebrang sana. Baekhyun menatap lelaki tinggi itu dengan tatapan sinis. Chanyeol memberhentikan tawanya. Mulutnya berkomat-kamit seperti mengatakan

"Apa?"

Chanyeol kembali tertawa saat Baekhyun menirukan tangannya layaknya pisau lalu didekatkan kearah ehernya. Berpose seolah olah Baekhyun akan memotong leher Chanyeol.

"Idiot" Baekhyun mendesis. Matanya kembali melihat Chanyeol sedang memperagakan sesuatu. Tetapi dirinya tidak mengerti dengan pergerakan Chanyeol. Jongdae dan Tao yang merasa diabaikan hanya melanjutkan acara makan mereka. Mata Baekhyun dapat melihat Chanyeol berjalan mendekat kearahnya.

"Mau apa kau, Idiot?" Baekhyun bertanya dengan sinis. Baekhyun membolakan matanya saat Tangan Chanyeol mendekat kearah lehernya dan sedikit menarik kerah Baekhyun keatas.

"Bahumu sedikit terlihat, Nona" Chanyeol mengedipkan sebelah matanya dan memutar tubuhnya –sambil tertawa berjalan kearah teman temannya.

"Wow Bacon. Aku rasa sedari tadi Mata Chanyeol meneliti tubuhmu" Jongdae berkata sambil tergelak dengan Tao yang berada dihadapan mereka.

.o.o.o.o.

Bel Pulang berbunyi. Baekhyun dan Jongdae berjalan santai menuju parkiran. Sesekali Baekhyun tertawa ketika Jongdae memberikan sebuah lelucon. Baekhyun memang moodmaker. Tapi Jongdae jauh lebih moodmaker. Jongdae tidak pernah terlihat dalam Mood yang jelek. Ia memang paling bisa membuat orang lain tertawa.

"Bacon, Kau pulang denganku, kan?" Baekhyun hanya mengangguk malas.

"Tidak Baekhyun pulang denganku" keduanya menyernit heran saat melihat sosok jangkung Park Chanyeol tengah berdiri dihadapan mereka. Baekhyun menatap datar wajah Chanyeol.

"Aku tak mau" Jelas saja Baekhyun menolak. Baekhyun benar benar tidak mau terlibat dalam kehidupan Chanyeol. Chanyeol menatap Baekhyun tajam. Jongdae yang tidak rela sahabatnya diperlakukan seperti itu hanya bisa berkata "Jangan Paksa dia"

Tetapi sayangnya Chanyeol hanya menganggap omongan Jongdae hanya angin lewat.

"Baek, kau lupa kalau Sepeda mu masih ada di Bengkel langgananku?" Chanyeol menyeringai. Entah kenapa Jongdae berfirasat buruk kali ini.

Baekhyun memutar bola matanya malas. "Aku minta alamatnya. Biar aku dan Jongdae yang mengambilnya" Chanyeol menatap Baekhyun datar. Dan tanpa aba-aba tangan besarnya menarik pergelangan tangan Baekhyun untuk menjauh dari arah Jongdae. Sayangnya Jongda lengah jadi temannya –Baekhyun sudah lumayan jauh untuk ditahan.

"Dae-ya Tolong aku!" Baekhyun berontak mencoba melepaskan genggamannya.

"Hati-hati dijalan, Bacon" Jongdae mulai memasuki mobil milikknya. Baekhyun ingin menangis sekarang. Baekhyun akhirnya pasrah. Baekhyun bersumpah akan menghabisi Jongdae esok hari. Baekhyun menatap malas tangannya yang digenggam erat milik Chanyeol.

"Ayo Masuk" Chanyeol memasang senyum idiotnya –menurut Baekhyun. Baekhyun terdiam. Tetap dengan raut datar miliknya. "Ayo cepat masuk. Oh atau kau mau ku gendong layaknya pasangan yang baru menikah?" Chanyeol terkekeh geli saat Baekhyun memukul kepalanya dan mulai masuk kedalam mobil sport miliknya.

Chanyeol mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Matanya melirik Baekhyun yang asik mendengarkan musik melalui ipodnya. Sesekali kepalanya mengangguk-ngangguk seirama dengan musiknya.

"Baek" Yang paling tinggi memulai percakapan. Tidak betah dengan keadaan hening ini

"Hn" Chanyeol mendengus saat hanya mendengar suara milik Baekhyun. Sungguh Baekhyun sangat susah ditakluki. Waktu taruhan mereka tersisa 6 hari lagi. Sebenarnya Chanyeol sudah menyiapkan strategi. Tapi kalau Baekhyunnya seperti ini mana ampuh?

"Baek, kita teman, kan?"

"Mimpi saja" Baekhyun menjawab dengan ketus. Lagi lagi Chanyeol hanya menghembuskan nafasnya. Baekhyun terlonjak kaget saat dengan tiba-tiba Chanyeol memberhentikan mobilnya. "Chanyeol kau bodoh!" Baekhyun berteriak histeris. Ia berteriak histeris. Ia belum siap mati. Apalagi jika harus mati karena pemuda idiot ini.

Chanyeol menarik tangan Baekhyun untuk berhadapan dengannya. Dengan ragu Chanyeol menggenggam telapak tangan Baekhyun. Baekhyun kembali ketakutan. Gawat! Radar Gay Chanyeol sedang bereaksi.

HAHA

Konyol.

Dengan perlahan Baekhyun melepaskan genggaman Chanyeol. Tapi yang terjadi justru kebalikannya. Chanyeol malah menggenggam erat tangan Baekhyun. Chanyeol terkekeh dalam hati saat Mata Phoenixnya melihat Baekhyun yang mulai gemetar ketakutan. Baekhyun menjauhkan wajahnya saat Chanyeol mendekatkan wajah tampannya kewajah manis –maaf maksudku juga tampan milik Baekhyun. Chanyeol menyeringai. Seseorang tolong Baekhyun! Baekhyun benar-benar ingin keluar dari mobil ini.

"Baek, aku tertarik dengannmu"

Baekhyun merasa hembusan nafas hangat milik Chanyeol berhembus dibibirnya. Baekhyun terlihat shock sekarang. Chanyeol menjauhkan wajahnya saat melihat wajah Baekhyun yang shock . "Lupakan" Chanyeol berkata dengan ketus dan mulai menjalankan kembali kendaraannya.

.o.o.o.o.

Mata Baekhyun berbinar saat ia melihat Sepedanya sudah dibetulkan. Kebahagiannya membuat Baekhyun melupakan sejenak perkataan Chanyeol yang masih saja menempel di otaknya. Ia ingin melupakan hal itu.

"Chanyeol berapa semua biaya yang dikeluarkan sepedaku?" Baekhyun bertanya kepada Chanyeol. Persis sekali seperti Anak Kecil menanyakan harga balon kepada penjual balon.

"Tidak perlu, Baek. Ini semua milik ayahku" Chanyeol merangkul bahu Baekhyun dengan ragu. Takut sipemilik marah. Tapi nyatanya tidak. Yeah merangkul adalah hal wajar, kan? Baekhyun mengucapkan terima kasih pada Chanyeol dan mulai menaiki sepedanya. Bergegas untuk pulang.

"Tunggu Baek" Chanyeol menghentikan langkah Baekhyun yang ingin segera bergegas pulang. Baekhyun menampakkan ekspresi bingung miliknya. Raut wajahnya kembali datar. Pasti Chanyeol eminta yang aneh-aneh lagi.

"Aku tidak mau menginap lagi, Chanyeol". Chanyeol tertawa. Baekhyun mendengus. Jongdae itu moodmaker. Tapi ia tidak pernah tertawa idiot sperti Chanyeol. Mengerikan.

"Aku hanya ingin mengantarmu menggunakan sepedamu itu" Baekhyun hendak protes. Tapi dengan Cepat Chanyeol menyela "Anggap itu bayaran sepedamu" Chanyeol menyeringai. Ia tau Baekhyun tidak akan bisa menolak jika urusan 'Bayaran' Baekhyun itu sangat sensitif sebenarnya. Baekhyun hanya mengangguk. "Baiklah"

Baekhyun turun dari sepedanya dan menyangga sepedanya agar tidak terjatuh. Chanyeol yang akan mengendarai sepedanya. Setelah Chanyeol menaiki sepedanya, Baekhyun dengan hati hati menaiki penyangga didekat ban belakang sepedanya. Ketika Chanyeol mulai mengayuh sepedanya, Baekhyun mencengkram pundak Chanyeol erat.

Chanyeol mulai mengayuh pedal dengan kecepatan sedang. Baekhyun tersenyum senang saat hembusan angin yang berlawanan arah menyentuh kulitnya dari arah yang berlawanan. Mata Baekhyun membola saat sepeda bertambah kecepatan. Bukan, Chanyeol tidak menambah kecepatan kayuhan sepedanya. Mereka sedang melewati jalanan yang menurun sekarang.

Baekhyun ketakutan. Dengan sangat terpaksa Baekhyun menautkan tangannya dileher Chanyeol dan menyembunyikan wajahnya dibahu Chanyeol. Persetan dengan gengsi. Ia benar-benar takut sekarang.

Chanyeol bisa merasakan hembusan nafas Baekhyun yang berlabuh disekitar leher Chanyeol. Chanyeol menggelengkan kepalanya saat debaran keras didadanya mulai terdengar.

Kali ini Chanyeol benar-benar memohon pada Tuhan agar kisah percintaannya tidak seperti didrama-drama.

.o.o.o.o.

Baekhyun telah selesai membasuh tubuhnya. Baekhyun telah sampai dirumah 30 menit yang lalu. Chanyeol langsung pulang begitu saja setelah ia mengantaran Baekhyun sampai depan pagarnya.

Kaki mungilnya melangkah menuruni anak tangga. Perutnya lapar. Diruang televisi Baekhyun dapat melihat Ayahnya sedang membaca koran dan ibunya sedang menonton tv. Baekhyun berjalan menuju dapur tanpa memperdulikan ayah dan ibunya. Sampai suara berat ayahnya mengintrupsi untuk berhenti.

"Baek, tadi Park Chanyeol?" Chanyeol. Baekhyun malas sekali membicarakan anak idiot itu. "Hn" Baekhyun menggumam mengiyakan.

"Aku tidak menyukainya" Baekhyun menyernyit.

"Kenapa?"

"Ayahnya adalah musuhku. Hh aku rasa anaknya tidak jauh berbeda dari ayahnya" Kyuhyun –Ayah Baekhyun berkata sambbil membalik halaman koran sore miliknya.

"Aku harap kau tidak punya hubungan khusus dengannya"

"Yayaya. Aku juga tidak menyukainya. Aku normal, dad"

Sejenak Baekhyun bersyukur karena Ayahnya dengan Ayah Chanyeol bermusuhan. Berarti tidak mungkin ada takdir yang mempermainkan mereka. Seperti dijodohkan, Mungkin?

Baekhyun berjalan terus memasuki dapur rumahnya. Sampai akhirnya ia dapat mendudukan dirinya dikursi meja makan mereka yang megah. Baekhyun mulai memakan nasi goreng kimchi yang baru saja dibuat ibunya –saat ia mandi.

Mulutnya menggelembung saat Baekhyun mengunyah makanan itu. Masakan ibunya memang juara! Dia juga senang saat melihat kenyataan ayahnya sedang libur sekarang. Itu tandanya ia bisa bermain kartu dengan ayahnya.

Baekhyun bersyukur ayahnya bukan Workholic Seperti ayah Chanyeol. Chanyeol lagi. Baekhyun rasa otaknya mulai tidak beres.

Drrt drrt

Handponenya bergetar. Menandakan Sms masuk dari nomor yang tak terdaftar dikontaknya. Dengan rasa sedikit penasaran Baekhyun membuka pesan asing tersebut

Fr : 010-326-***

Ku harap kau menyukai kejutan dariku besok.

C.

Chanyeol. Itu dari Chanyeol. Bagaimana bisa Chanyeol mndapatkan nomornya? Ah Baekhyun baru ingat. Pada saat ia menginap dirumah Chanyeol, Chanyeol menyembunyikan handponenya. Tanpa membalas pesan Chanyeol, Baekhyun berjalan menuju Kamarnya.

Wajahnya menatap datar handponenya yang selalu berdering. Baekhyun berusaha menulikan telinganya dan mulai memasuki alam mimpinya.

.o.o.o.o.

Sinar matahari mulai nakal memasuki kamar pemuda mungil melalui celah celah lubang angin dikamarnya. Mata bulan sabitnya mulai mengerjapkan mata. Berusaha menyesuaikan diri dengan cahanya yang baru saja masuk ke retinanya. Tangannya langsung mengecek handpone yang berada di laci sebelah kanan tempat tidurnya. Terdapat 10 panggilan tidak terjawab. Dan semuanya dari noomor tak dikenal. Yang pasti itu adalah Chanyeol. Baekhyun mengabaikannya dan memutuskan untuk segera bersiap berangkat sekolah.

20 menit kemudian Baekhyun telah bersiap. Baekhyun terus berjalan berpamitan tanpa mengindahkan perkataan orang tuanya untuk sarapan terlebih dahulu. Baekhyun benar benar tidak memiliki nafsu makan saat sarapan.

Kakinya terus mengayuh sepeda kesayangannya itu. Diperjalanannya ia selalu berdoa agar kejadian aneh tidak menimpanya kali ini. Mengingak pesan singkat dari Chanyeol kalau dirinya akan diberikan 'kejutan'

Baekhyun telah sampai disekolah tercintanya Baekhyun berniat melarikan diri saat ia melihat Chanyeol menghampirinya setelah meninggalkan temannya. Tapi lari Baekhyun kalah cepat dari Chanyeol, tentu saja. Salahkan kaki pendeknya yang tidak bisa diajak berkompromi.

"Baek.."

"Lepaskan aku, Chanyeol. Kumohoon" Chanyeol baru kali ini melihat Baekhyunn sefrustasi ini. Jadi Chanyeol hanya menarik tangannya dan membisikkan kata kata yang aneh menurut Baekhyun.

"Semoga kau suka dengan kejutanku, sayang" Chanyeol tertawa menyebalkan dan kembali keteman temannya.

.o.o.o.o.

Bel istirahat berbunyi. Tapi tidak lama kemudian, terdengar pengumuman dari speaker berbunyi

"Untuk seluruh siswa Gyeongdam harap segera ke aula. Terimakasih"

Semua siswa tergerak untuk ke aula. Baekhyun mengerutkan keningnya.

"Jongdae, kau tidak akan kesana, kan?" Baekhyun berkata dengan pupppyeyes nya.

"Aku takut itu pengumuman penting, Baek" Baekhyun menghembuskan nafasnya.

Keduanya pun bangkit dari tempat duduknya. Sedari tadi mereka mencari keberadaan Tao. Tapi sepertinya panda itu sudah lebih dulu berjalan ke aula. Baekhyun bejalan santai. Beda dengan Jondae yang terlihat terburu-buru.

Sekarang mereka telah sampai di aula. Wajahnya menatap sosok itu dengan raut datar. Chanyeol lagi lagi mencari sensasi.

"Oke Guys maaf mengganggu kalian" Suara bariton Chanyeol mulai menggema di Aula. Wanita yang ada mulai bergerak seperti cacing kepanasan

"Suara Chanyeol sangat sexy!"

Baekhyun berdecih. Suaranya jauh lebih sexy dari Chanyeol!

"Aku disini hanya ingin menyatakan suatu hal kepada seseorang yang spesial"

Chanyeol menyeringai. Semua wanita disana menjerit. Berharap namanya disebut oleh Chanyeol. Karena baru kali ini Chanyeol menyatkan perasaannya didepan publik.

Chanyeol menatap Baekhyun yang berada dibarisan paling depan –dengan Jongdae dan Tao. Chanyeol menghela nafasnya. Kenapa ia jadi gugup?

"Byun Baekhyun" Suara Chanyeol terdengar lagi. Semua orang disana mulai berbisik-bisik. Apakah orang spesial yang Chanyeol maksud adalah Baekhyun?

"Apa lagi" Baekhyun yang sepertinya belum sadar hanya menjawab dengan raut wajah malas malasan. Mata Baekhyun membola saat Chanyeol menariknya kehadapan para warga sekolah Gyeongdam.

"HEI Lepas!" Baekhyun memukul tangan Chanyeol. Semua audience terdiam menonton drama menarik dihadapannya.

"Dengarkan, Baek. Aku hanya mengatakannya sekali"

"Jangan Coba-coba mempermainkan Baekhyun!" Jongdae dan Tao berteriak.

"Diamlah" Chanyeol memohon. Dan keduanya terdiam.

"Baek, Aku tau kau tidak menyukaiku, Bahkan.. kau membenciku. Sebut saja ini seperti drama. Aku mencintai orang yang tidak menyukaiku sama sekali" Chanyeol terkekeh.

"Aku benar-benar tertarik denganmu, Baek. Aku mencintaimu. Sejak –"

"Cukup" Baekhyun mengeluarkan suaranya. Tapi Chanyeol menulikan pendengarannya.

"Aku hanya bisa tersenyum idiot saat bersamamu, baek. Aku.. sial aku penar benar mencintaimu. Chanyeol mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun. Baekhyun menahan nafasnya.

"Would you be mine?" Chanyeol berbisik. Tetapi yang lain masih bisa mendengarnya. Mulai terdengar sorak-sorakan dari warga sekolah.

TBC

A/N : Hai aku bawa kelanjutannya. Well, Chanyeol menyatakan perasaannya. Apa yang terjadi dichap selanjutnya? Baekhyun menerima Chanyeol atau tidak? Haha hope u like it! Mmind to review?